Anda di halaman 1dari 12

Protein

Siklus Krebs

Disusun untuk memenuhi tugas


Biokimia
Dosen Pengampu:
dr.Ngakan Putu DS, M.Kes
Oleh:
Devi Triandari

(6411413181)

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013/2014

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..........................................................................................................
i
DAFTAR ISI.......................................................................................................................
ii
BAB 1 PENDAHULUAN..................................................................................................
1
1.1........................................................................................................................................
Latar Belakang....................................................................................................................
1
1.2........................................................................................................................................
Rumusan Masalah...............................................................................................................
1
1.3........................................................................................................................................
Tujuan Penulisan.................................................................................................................
1
BAB 2 PEMBAHASAN.....................................................................................................
2
2.1. Definisi Siklus Krebs....................................................................................................
2
2.2. Fungsi Siklus Krebs......................................................................................................
5
2.3. Peranan Protein dalam Siklus Krebs............................................................................
6
2.4. Implementasi Protein dalam Siklus Krebs....................................................................
6
Devi Triandari/IKM/181

BAB 3 PENUTUP..............................................................................................................
7
3.1. Kesimpulan...................................................................................................................
7
DAFTAR PUSTAKA

Devi Triandari/IKM/181

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Siklus asam sitrat atau yang dikenal juga dengan sebagai siklus krebs atau
siklus asam trikarboksilat merupakan lintasan akhir bersama oksidasi
karbohidrat, lipid dan protein. Adalah peran dari HA Krebs (1937) yang telah
memberikan sumbangan percobaan eskperimental dan konseptual agar siklus
ini dapat dipahami. Siklus Krebs terkait dengan segi metabolisme biokimia
yang sebenarnya; bahan yang masuk berasal dari karbohidrat dapat keluar
membentuk lemak, sedangkan bahan yang masuk berasal dari asam amino
dapat keluar membentuk karbohidrat. Namun, teramat jarang ialah dari lemak
menuju karbohidrat. Glukosa, asam lemak dan banyak asam amino akan
dimetabolisasi menjadi asetil koA atau intermediet yang ada pada siklus asam
sitrat. Asetil koA selanjutnya dioksidasi yang akan menghasilkan hidrogen
atau elektron sebagai ekuivalen pereduksi. Hidrogen tersebut kemudian
memasuki rantai respirasi tempat sejumlah besar ATP dihasilkan dalam prses
fosforilasi oksidatif. Enzim enzim yang berperanan pada siklus asam sitrat

terdapat didalam mitokondria. (Setyawati, 2010)


1.2.
Rumusan Masalah
1. Apa definisi siklus krebs?
2. Apa saja fungsi siklus krebs?
3. Bagaimana peranan protein dalam siklus krebs?
4. Bagaimana implementasi protein dalam siklus krebs?
1.3.
Tujuan Penulisan
1. Mengetahui definisi siklus krebs.
2. Mengetahui fungsi siklus krebs.
3. Mengetahui peranan protein dalam siklus krebs.
4. Mengetaui implementasi protein dalam siklus krebs.

BAB II
PEMBAHASAN

Devi Triandari/IKM/181

2.1. Definisi Siklus Krebs

Siklus Krebs merupakan sarana pengaruh bermacam zat yang berasal dari
berbagai jalur metabolisme menjadi beberapa macam zat-antara yang lazim
berperan pada jalur katabolisme dan anabolisme. Beberapa enzim berperan
sebagai alat bantu, mengkatalisis berbagai reaksi anaplerotik untuk
mempertahankan dan atau mengisi kembali komponen-komponen siklus
Krebs. Kepentingan siklus Krebs erat rangkaiannya dengan rantai pernapasan
serta dihasilkannya ATP yang diperlukan pada gerakan, transportasi, dan
biosintesis. (Setyawati AN, 2010)
Adalah satu seri reaksi yang terjadi di dalam mitokondria yang membawa
katabolisme residu asetil, membebaskan ekuivalen hidrogen, yang dengan
oksidasi menyebabkan pelepasan dan penangkapan ATP sebagai kebutuhan
energi jaringan. (http://biohikmah.blogspot.com/)

(http://article.wn.com/)

Devi Triandari/IKM/181

]
Siklus krebs disebut siklus asam sitrat karena menggambarkan langkah
pertama dari siklus tersebut, yaitu penyatuan asetil KoA dengan asam oksaloasetat
untuk membentuk asam sitrat. Siklus ini juga berperan sentral dalam
glukoneogenesis, liogenesis, dan interkonversi asam-asam amino. Banyak proses
ini berlangsung di sebagian besar jaringan, tetapi hati adalah satu-satunya jaringan
tempat semuanya berlangsung dengan tingkat yang signifikan. Jadi,akibat yang
timbul dapat parah, contohnya jika sejumlah sel hati rusak, seperti pada hepatitis
akut atau diganti oleh jaringan ikat (seperti pada sirosis). Beberapa defek genetik
pada enzim-enzim siklus asam sitrat yang pernah dilaporkan menyebabkan
kerusakan saraf berat karena sangat terganggunya pembentukan ATP di sistem
saraf pusat.
Selain disebut dengan siklus asam sitrat, siklus krebs juga disebut siklus asam
trikarboksilat (COOH) karena hampir di awal-awal siklus krebs, senyawanya
tersusun dari asam trikarboksilat. Trikarboksilat itu merupakan gugus asam
(COOH). (http://ajengmuqhoddimatuljannah.wordpress.com/)
Siklus Krebs adalah proses utama kedua dalam reaksi pernafasan sel. Siklus
Krebs ini ditemukan oleh Hans Krebs (1900-1981). Reaksi pernafasan sel tersebut
disebut juga sebagai daur asam sitrat atau daur asam trikarboksilat.

Devi Triandari/IKM/181

Tahapan Reaksi dalam Siklus Krebs


Siklus Krebs terjadi di mitokondria dengan menggunakan bahan utama berupa
asetil-CoA, yang dihasilkan dari proses dekarboksilasi oksidatif. Ada delapan
tahapan utama yang terjadi selama siklus Krebs.
1. Kondensasi
Kondensasi merupakan reaksi penggabungan molekul asetil-CoA dengan
oksaloasetat membentuk asam sitrat. Enzim yang bekerja dalam reaksi ini adalah
enzim asam sitrat sintetase.
2. Isomerase sitrat
Tahapan ini dibantu oleh enzim aconitase, yang menghasilkan isositrat.
3. Produksi CO2
Dengan bantuan NADH, enzim isositrat dehidrogenase akan mengubah isositra
menjadi alfa-ketoglutarat. Satu molekul CO2 dibebaskan setiap satu reaksi.
4. Dekarboksilasi oksidatif kedua

Devi Triandari/IKM/181

Tahapan reaksi ini mengubah alfa-ketoglutara menjadi suksinil-CoA. Reaksi


dikatalisasi oleh enzim alfa-ketoglutarat dehidrogenase.
5. Fosforilasi tingkat substrat
Respirasi seluler juga menghasilkan ATP dari tahapan ini. Reaksi pembentukan
ATP inilah yang dinamakan dengan fosforilasi, karena satu gugus posfat akan
ditambahkan ke ADP menjadi ATP. Pada awalnya, suksinil-CoA akan diubah
menjadi suksinat, dengan mengubah GDP + Pi menjadi GTP. GTP tersebut akan
digunakan untuk membentuk ATP.
6. Dehidrogenasi
Suksinat yang dihasilkan dari proses sebelumnya akan didehidrogenasi menjadi
fumarat dengan bantuan enzim suksinat dehidrogenase.
7. Hidrasi dan regenerasi oksaloasetat
Dua tahapan ini merupakan akhir dari Siklus Krebs. Hidrasi merupakan
penambahan atom hidrogen pada ikatan ganda karbon (C=C) yang ada pada
fumarat sehingga menghasilkan malat. Malat dehidrogenase mengubah malat
menjadi oksaloasetat. Oksaloasetat yang dihasilkan berfungsi untuk menangkap
asetil-CoA, sehingga siklus Krebs akan terus berlangsung. Adapun hasil dari
Siklus Krebs adalah ATP, FADH2, NADH dan CO2. Siklus akan menghasilkan 2
molekul CO2, yang dilepaskan. Jumlah molekul NADH yang dihasilkan adalah 6
molekul, sedangkan FADH adalah 2 molekul. ATP yang diproduksi secara
langsung ada sebanyak 2 molekul, yang merupakan hasil dari reaksi fosforilasi
tingkat substrat. FADH2 dan NADH adalah molekul yang digunakan dalam
tahapan transpor elektron. Setiap molekul NADH akan dioksidasi lewat transpor
elektron sehingga menghasilkan 3 ATP per molekul, sedangkan satu molekul
FADH2 menghasilkan 2 molekul ATP. (http://artikelkimia.com/)
2.2. Fungsi Siklus Krebs

Devi Triandari/IKM/181

Fungsi utama siklus Krebs adalah merupakan jalur akhir oksidasi


Karbohidrat, Lipid dan Protein. Karbohidrat , lemak dan protein semua akan
dimetabolisme menjadi Asetil-KoA. Fungsi Siklus Siklus Krebs antara lain :
Menghasilkan karbondioksida terbanyak pada jaringan manusia.
Menghasilkan sejumlah koenzim tereduksi yang menggerakkan rantai
pernapasan untuk produksi ATP.
Mengkonversi sejumlah energi serta zat intermidiet yang berlebihan untuk
digunakan pada sintesis asam lemak.
Menyediakan sebagian bahan keperluan untuk sintesis protein dan asam
nukleat.
Melakukan pengendalian langsung (produk & bakal produk) atau tidak
langsung (alosterik) terhadap sistem enzim lain melalui komponenkomponen siklus. (http://dianhusadaseptiayu.blogspot.com/)
2.3. Peranan Protein dalam Siklus Krebs
Protein merupakan suatu senyawa makromolekul yang dihirolisis sehingga
menghasilkan asam amino, lalu asam amino tersebut mengalami proses deaminasi
dan terbentuklah keton. Keton bisa diubah menjadi Asetil KoA atau langsung
melalui proses siklus krebs untuk diproses lebih lanjut sehingga menghasilkan
senyawa yang berguna baik dalam tubuh maupun di implementasikan dalam
kehidupan sehari-hari.
2.4 Implementasi Protein dalam Siklus Krebs
Deaminasi adalah proses pelepasan gugus amino (gugus yang mengandung
N). Contoh konkrit proses deaminasi adalah kalau mengonsumsi protein maka di
dalam tubuh akan diubah menjadi asam amino, kemudian asam amino akan
dipecah lagi yang hasil akhirnya adalah amoniak. Tapi karena amoniak itu bersifat
sangat toksikamoniak itu tidak boleh ada di dalam darah, apalagi di otak
maka diubah menjadi urea. Urea kemudian akan diekskresikan melalui ginjal.
Amoniak mempunyai konsentrasi yang lebih kecil daripada urea. Bahkan

Devi Triandari/IKM/181

mungkin amoniak itu tidak boleh ada di urine. Jadi produk terakhir protein pada
siklus krebs adalah urea.( http://biohikmah.blogspot.com/)

Devi Triandari/IKM/181

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
1. Siklus Krebs seri reaksi yang terjadi di dalam mitokondria yang membawa
katabolisme residu asetil, membebaskan ekuivalen hidrogen, yang dengan
oksidasi menyebabkan pelepasan dan penangkapan ATP sebagai
kebutuhan energi jaringan. (http://biohikmah.blogspot.com/)
2. Fungsi utama siklus Krebs adalah merupakan jalur akhir oksidasi
Karbohidrat, Lipid dan Protein. Karbohidrat , lemak dan protein semua
akan dimetabolisme menjadi Asetil-KoA.
3. Protein merupakan senyawa yang mempunyai peran dalam siklus krebs,
yaitu dapat dihirolisis sehingga terbentuk asam amino yang nantinya akan
berguna dalam tubuh.
4. Protein menghasilkan urea dalam proses siklus krebs
5.

Devi Triandari/IKM/181

DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim. 2013. http://article.wn.com/ diakses pada tanggal 5 April


2014 pukul 18.15

2. Anonim.

2012.

Siklus

Krebs

(Daur

Asam

Trikarboksilat).

http://artikelkimia.com/ diakses pada tanggal 8 April 2014 pada pukul 7.44


WIB
3. Fauzi, Hikmah. 2012. Siklus Kreb dan Penjelasan Lengkap Tentang Siklus
Kreb. http://biohikmah.blogspot.com/ diakses pada tanggal 5 April 2014
pukul 18.02 WIB
4. JANNAH, AJENG

MUQHODDIMATUL.

2011.

Siklus

Krebs.

http://ajengmuqhoddimatuljannah.wordpress.com/ diakses pada tangga 8


April 2014 pada pukul 7.19 WIB
5. Setyawati, AN. 2010. Handout Ajar Siklus Krebs. dramallia@undip.ac.id
diakses pada tanggal 6 April 2014 pukul 5.34 WIB

Devi Triandari/IKM/181