Anda di halaman 1dari 9

Asuhan Keperawatan Kala I

Diagnosa
Tanggal
Keperawatan
5-1-2015
Ketidakefektifan
pola nafas b.d
kelelahan,

5-1-2015

Nyeri b.d
kontraksi rahim
dan regangan
pada janin

Tujuan

Intevensi

Implementasi

Setelah dilakukan
asuhan keperawatan,
diharapkan pola
nafas kembali
efektif dengan
kriteria hasil:
1. Pola nafas efektif
2. Respirasi dalam
batas normal
3. Klien tidak
mengeluhkan
sesak

1. Kaji frekuensi,
kedalaman pernafas
an dan ekspansi
dada.
2. Auskultasi bunyi
nafas, dan catat
adanya bunyi
nafas tambahan.
3. Berikan pada klien
posisi semi fowler.
4. Kolaborasi dalam
pemberian oksigen
tambahan.
5. Ajarkan teknik
pernafasan yang
benar saat kontraksi

1. Mengkaji frekuensi,
kedalaman pernafas
an dan ekspansi
dada.
2. Memberikan pada
klien posisi semi
fowler.
3. Kolaborasi
memberikan oksigen
tambahan.
4. Mengajarkan teknik
pernafasan yang
benar saat kontraksi

Setelah dilakukan
1. Anjurkan klien
asuhan keperawatan,
untuk istirahat
diharapkan nyeri
miring kiri jika
berkurang dengan
sedang tidak

Evaluasi
S : Klien mengatakan
sesak berkurang dan
terasa lebih nyaman
O: RR : 24 x/menit
Terpasang O2 3 lpm
Klien mampu
mempraktikkan tehnik
pernafasan yang benar
saat kontraksi.
A : Masalah teratasi
sebagian
P : Lanjutkan
intervensi pemasangan
oksigen

1. Menganjurkan klien
untuk istirahat
miring kiri jika tidak
sedang kontraksi

S : Klien mengatakan
nyeri mehuat saat
kontraksi datang, nyeri

kriteria hasil:
kontraksi
2. Memberikan
2.
Berikan
instruksi
1. Berpartisipasi
instruksi dalam
dalam
tehnik
dalam perilaku
tehnik pernafasan
pernafasan
untuk
sederhana
sederhana
3.
Menganjurkan
menurunkan
3.
Anjurkan
klien
keluraga untuk
sensasi nyeri dan
menggunakan
tehnik
memberikan
meningkatkan
relaksasi.
tindakan
kenyamanan
4.
Berikan
tindakan
2. Tampak rileks
kenyamanan
kenyamanan (mis.
3. Melaporkan nyeri
(menggosok
Masage, gosokan
berulang / dapat
punggung)
punggung, sandaran
diatasi
bantal, pemberian
kompres sejuk,
pemberian es batu)

skala 5 (1-10),
O: Klien tampak
sesekali meringis
selama kontraksi
Klien mampu
melakukan teknik
relaksasi
Keluarga mampu
memberikan tindakan
kenyamanan
A: Masalah teratasi
sebagian
P : Lanjutkan
intervensi
penanggulangan nyeri

Asuhan Keperawatan Kala II


Diagnosa
Tanggal
Keperawatan
5-1-2015
Nyeri (akut )
berhubungan
dengan
peningkatan
tahanan pada
jalan lahir

Tujuan

Intevensi

Implementasi

Setelah dilakukan
asuhan keperawatan,
diharapkan nyeri
berkurang dengan
kriteria hasil:
1. Berpartisipasi
dalam perilaku
untuk
menurunkan
sensasi nyeri dan
meningkatkan
kenyamanan
2. Tampak rileks
3. Melaporkan
nyeri berulang /
dapat diatasi

1. Buat upaya yang


1. Memberikan
memungkinkan
instruksi dalam
klien untuk merasa
tehnik pernafasan
nyaman
sederhana
2. Berikan instruksi
2. Memberikan
cara mengedan
instruksi cara
selama proses
mengedan selama
persalinan
proses persalinan
3. Berikan instruksi
dalam tehnik
pernafasan
sederhana
4. Anjurkan klien
menggunakan tehnik
relaksasi.
5. Berikan tindakan
kenyamanan (mis.
Masage, gosokan
punggung, sandaran
bantal, pemberian
kompres sejuk,
pemberian es batu)

Evaluasi
S:O: Klien tampak
sesekali meringis
selama mengedan
Dilakukan episiotomi
untuk mempermudah
jalan lahir
A: Masalah belum
teratasi
P : Lanjutkan
intervensi
penanggulangan nyeri

Asuhan Keperawatan Kala III


Diagnosa
Tanggal
Tujuan
Keperawatan
5-1-2015
Nyeri akut b.d
Setelah dilakukan
agen cidera fisik asuhan keperawatan,
diharapkan nyeri
berkurang dengan
kriteria hasil:
1. Berpartisipasi
dalam perilaku
untuk
menurunkan
sensasi nyeri dan
meningkatkan
kenyamanan
2. Tampak rileks
3. Melaporkan nyeri
berulang / dapat
diatasi

Intevensi

Implementasi

1. Buat upaya yang


memungkinkan
klien untuk merasa
nyaman
2. Berikan instruksi
dalam tehnik
pernafasan
sederhana
3. Anjurkan klien
menggunakan tehnik
relaksasi.
4. Berikan tindakan
kenyamanan (mis.
Masage,gosokan
punggung, sandaran
bantal, pemberian
kompres sejuk,
pemberian es batu)
5. Anjurkan dan bantu
klien dalam
perubahan posisi

1. Membuat upaya
yang
memungkinkan
klien untuk merasa
nyaman
2. Memberikan
instruksi dalam
tehnik pernafasan
sederhana
3. Menganjurkan klien
menggunakan
tehnik relaksasi.
4. Memberikan
tindakan
kenyamanan
(menggosok-gosok
bagian perut untuk
tindakan
kenyamanan
sekaligus
merangsang
pelepasan plasenta)

Evaluasi

S : Klien mengatakan
nyeri seperti di sayatsayat di area jalan
lahir, skala 8 (1-10)
O : Klien tampak
sesekali meringis
menahan sakit
Klien dapat melakukan
teknik relaksasi
pernafasan sederhana
A : Masalah teratasi
sebagian
P: Lanjutkan intervensi
teknik relaksasi dan
tindakan kenyamanan

Asuhan Keperawatan Kala IV


Diagnosa
Tanggal
Tujuan
Keperawatan
5-1-2015
Nyeri akut b.d
Setelah dilakukan
agen cidera fisik asuhan keperawatan,
diharapkan nyeri
berkurang dengan
kriteria hasil:
1. Berpartisipasi dalam
perilaku untuk
menurunkan sensasi
nyeri dan
meningkatkan
kenyamanan
2. Tampak rileks
3. Melaporkan nyeri
berulang / dapat
diatasi

Intevensi

Implementasi

Evaluasi

1. Buat upaya yang


memungkinkan
klien untuk merasa
nyaman
2. Berikan instruksi
dalam tehnik
pernafasan
sederhana
3. Anjurkan klien
menggunakan tehnik
relaksasi.
4. Berikan tindakan
kenyamanan (mis.
Masage,gosokan
punggung, sandaran
bantal, pemberian
kompres sejuk,
pemberian es batu)
5. Anjurkan dan bantu
klien dalam
perubahan posisi

5. Memberikan
instruksi dalam
tehnik pernafasan
sederhana
6. Menganjurkan
klien
menggunakan
tehnik relaksasi.
7. Memberikan
tindakan
kenyamanan
(menganjurkan
keluarga untuk
menggosok-gosok
bagian punggung
klien agar merasa
nyaman)
8. Menganjurkan dan
bantu klien dalam
perubahan posisi

S : Klien mengatakan
nyeri seperti di sayatsayat di area jalan
lahir, skala 6 (1-10)
O : Klien tampak
sesekali merintih
Klien dapat
melakukan teknik
relaksasi pernafasan
sederhana
Keluarga mampu
melakukan tindakan
kenyamanan pada
klien
A : Masalah teratasi
sebagian
P: Lanjutkan
intervensi teknik
relaksasi dan

tindakan kenyamanan
5-1-2015

5-1-2015

Resiko infeksi
b.d luka
episiotomi

Setelah dilakukan
asuhan keperawatan,
diharapkan nyeri
berkurang dengan
kriteria hasil:
1. Tidak terjadi infeksi

1. Observasi TTV dan


tanda-tanda infeksi
2. Anjurkan klien
untuk mengganti
pembalut setiap
habis kencing atau
kotor
3. Anjurkan klien
untuk segera
mobilisasi (duduk,
berdiri, jalan, dan
menyusui bayinya)

1. Mengbservasi TTV
dan tanda-tanda
infeksi
2. Menganjurkan
klien untuk
mengganti
pembalut setiap
habis kencing atau
kotor
3. Menganjurkan
klien untuk segera
mobilisasi (duduk,
berdiri, jalan, dan
menyusui bayinya)
Kurang
Setelah dilakukan
1. Beritahukan manfaat 1. Memberitahukan
pengetahuan
asuhan keperawatan,
ASI bagi kesehatan
manfaar ASI bagi
(tentang manfaat diharapkan
dan tumbuh
anak
2. Mengajarkan cara
ASI dan cara
pengetahuan meningkat
kembang anak
2. Ajarakan cara
menyusui yang
menyusui yang
kriteria hasil:
menyusui yang baik
baik
baik, perawatan 1. Mengetahui manfaat
3.
Ajarkan
cara
3.
Mengajarkan cara
payudara) b.d
ASI
melakukan
melakukan
2. Mengetahui cara
kurang
perawatan payudara
perawatan
menyusui yang baik
terpaparnya

S: O: Tidak tampak
tanda-tanda infeksi
(tumor, rubor, dolor,
color, functio laesa)
A: Masalah teratasi
P: Hentikan
intervensi
S: Klien mengatakan
mengerti manfaat ASI
Klien mengatakan
mengerti cara
menyusui yang baik
Klien mengatakan
mengerti cara
melakukan perawatan
payudara

informasi

3. Mengetahui
perawatan payudara

payudara
O: Klien mampu
mengulang kembali
manfaat ASI, cara
menyusui yang baik,
dan cara perawatan
payudara secara lisan
A: Masalah teratasi
P: Hentikan
intervensi