Anda di halaman 1dari 27

Kesehatan dalam Perspektif

Sosial Budaya
Pelayanan Kesehatan dan
Kebudayaan
Evi Sovia

Biasanya masyarakat berasumsi bahwa


sistem kesehatan mereka dapat
menyembuhkan sedangkan yang lain tidak
Pandangan etnosentris ini menyebabkan
dokter dan perawat yang dilatih dalam
ilmu kesehatan modern menolak
pengetahuan dan metodologi pengobatan
tradisional terutama jika melibatkan
penjelasan personal untuk penyakit.
Tetapi, seluruh sistem pengobatan
memiliki keberhasilan maupun kegagalan
dalam mengobati penyakit.

Pengobatan dengan sistem pengobatan mungkin


berhasil disebabkan oleh tiga faktor.
Pertama, pengobatan mungkin berhasil karena
prosedur medis membantu pasien sembuh dari
penyakitnya. Contohnya, antibiotik dapat
mengeliminasi infeksi
Dahulu, pengobatan tradisional dan praktek
pengobatan diasumsikan oleh beberapa dokter
barat tidak mempunyai kekuatan pengobatan dan
hanya berdasarkan pada kebetulan
Tetapi, etnofarmakologis telah menemukan
bahwa beberapa tanaman obat mempunyai efek
pengobatan. Termasuk, beberapa teknik
pengobatan seperti akupuntur, dapat
menghilangkan nyeri

Alasan kedua, pengobatan dapat


berhasil adalah karena pasien akan
membaik dengan sendirinya
walaupun tanpa pengobatan.
Diperkirakan 90% penyakit dapat
sembuh sendiri. Terutama infeksi
virus seperti influenza. Pengobatan
pada penyakit ini hanya diperlukan
untuk mengurangi gejala seperti
sakit kepala atau batuk.

Alasan ketiga, pengobatan dapat berhasil


adalah karena efek plasebo. Yaitu, pasien
dapat sembuh karena mereka percaya
pada keefektifan pengobatan walaupun
kenyataannya pengobatan tersebut sama
sekali tidak membantu mereka. Sebagai
contoh, dokter memberikan tablet gula
dan mengatakan pada pasien bahwa ini
adalah obat yang manjur
Plasebo ini dapat membuat pasien merasa
lebih baik dan bahkan dapat
menyembuhkan penyakit

Bagaimana ini dapat terjadi?


Ada pendapat, bahwa jika pasien
sangat percaya bahwa
pengobatannya akan berhasil, maka
akan ada efek fisiologis yang akan
mengurangi jumlah hormon stress
kortisol sehingga meningkatkan
efektivitas sistem imun.
Jenis plasebo yang bekerja sangat
berhubungan dengan budaya

Plasebo terutama efektif jika pasien maupun


dokter percaya bahwa mereka dapat
menyembuhkan penyakit
Dr. Alan Roberts, head of the Division of Medical
Psychology at Scripps Clinic in La Jolla,
California. Selama tahun 1990, memeriksa
catatan dari 6.931 pasien yang memakai satu
dari lima pengobatan yang berbeda yang dikira
efektif tetapi kemudian ditinggalkan karena
terbukti tidak efektif. Pengobatan tersebut
meliputi glomektomi (prosedur pembedahan
untuk asma), pembekuan gaster untuk ulkus
peptikum dan tiga prosedur untuk mengobati
virus herpes simplex
Sedangkan fakta dari pengobatan ini adalah 40%
pasien berhasil dengan sangat baik, dan 30%
berhasil baik dan hanya 30% yang dilaporkan
tidak membaik

Hasil yang sama diamati oleh tim


psikologis yang dipimpin oleh Andrew
Leuchter. Mereka melakukan penelitian
dimana plasebo digunakan untuk
mengobati pasien dengan depresi. Tidak
hanya membuat pasien depresi menjadi
lebih baik sesudah memakai plasebo,
tetapi hasil scan otak mereka
menunjukkan peningkatan aktivitas di
area yang berhubungan dengan mood dan
memori.
Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan
pada pengobatan dapat menyebabkan
perubahan organik dalam tubuh.

Tahap Pengobatan

Pengobatan, baik itu pengobatan oleh


sendiri atau pengobatan modern oleh
dokter atau pengobatan tradisional,
prosesnya meliputi dua tahap yang sama
yaitu diagnosis dan pengobatan
Dalam setiap sistem pengobatan,
pengobatan dimulai dengan penemuan
gejala dan membuat diagnosis. Tahap awal
ini diikuti dengan pengobatan spesifik

Satu perbedaan terbesar antara pengobatan tradisional


dengan pengobatan modern adalah waktu yang digunakan
untuk menegakkan diagnosis dan melakukan pengobatan
Pengobat tradisional Amerika menghabiskan beberapa jam
dengan setiap pasien , memperlihatkan perhatian yang
besar. Sebaliknya kunjungan rutin biasa pada seorang
dokter lebih banyak waktu untuk menunggu dan hanya
memerlukan wawancara singkat dengan dokter. Pada kasus
penyakit ringan, dokter biasanya membuat diagnosis dalam
beberapa menit dan segera memberikan pengobatan dan
menulis resep.
Waktu yang diperlukan untuk interaksi dengan pasien
kurang dari lima menit, kemudian dokter akan segera
memeriksa pasien lain karena banyaknya pasien. Hal ini
menyebabkan beberapa pasien merasa kurang puas dan
kecewa pada kurangnya perhatian dokter terhadap pribadi
mereka.

Perbedaan besar lainnya antara pengobatan tradisional


dengan pengobatan modern adalah pada pengobatan
tradisional, pengobatan dilakukan dalam lingkungan yang
kekeluargaan, nyaman dan tanpa tekanan pada pasien.
Biasanya, keluarga dan teman pasien dapat hadir untuk
memberikan dukungan emosional selama pengobatan
Sebaliknya, dokter modern sering mengobati pasien dalam
lingkungan yang asing dan kadang mengintimidasi pasien.
Pasien biasanya dipisahkan dari keluarga dan temantemannya selama pengobatan kecuali anak-anak. Tidak
heran jika dokter memeriksa tekanan darah pasien di
ruangannya sering lebih tinggi dari normal. Hal ini disebut
"white lab-coat phenomenon" disebabkan karena pasien
merasa cemas karena lingkungan dan situasi yang asing.

Pembagian klasik pelayanan


kesehatan : Tradisional dan modern
Pelayanan kesehatan tradisional :
Menggunakan perbendaharaan
kebudayaan lokal; teknik-teknik
pencegahan, pemeliharaan,
pengobatan lokal; penyembuh lokal;
bersifat internal; diasosiasikan
dengan masyarakat simpleks.

Pelayanan kesehatan modern:


Menggunakan perbendaharaan
kebudayaan dari luar; inter-vensi
(program); bersifat eksternal;
diasosiasikan dengan masyarakat
kompleks.

Pelayanan kesehatan tradisional


Akrab dengan definisi kebudayaan
setempat : Khususnya religi.
Hubungan personal dengan
penyembuh.
Contoh-contoh kesembuhan yang
ada

Merasa aman berada di lingkungan


sendiri
Lebih murah secara ekonomi
Akses ke pelayanan mudah dan tidak
birokratik

Pelayanan kesehatan modern

Kurang memperhatikan kebudayaan


setempat ; menyeragamkan semua
kebudayaan
Menggunakan konsep-konsep, terminologi,
dan teknik-teknik yang kurang (tidak)
dikenal pasien.
Mahal secara ekonomi.

Tempat perawatan yang asing


(misalnya, rumah sakit, klinik;
hubungan dokter-pasien-perawat.
Akses yang kerapkali birokratik dan
tidak mudah
Contoh-contoh kesembuhan.

Pelayanan kesehatan
dalam pendekatan proses
Masyarakat dan kebudayaan masa
kini semakin berciri kompleks
Masyarakat dan kebudayaan
sederhana atau tradisional makin
hilang (hanya kira-kira 0.1 % dari
total dunia).

Komunikasi desa kota makin


intensif bahkan di berbagai negara
berkembang iklim desa dominan di
kota karena migrasi.
Pemilihan pelayanan kesehatan lebih
merupakan isu keputusan individual
subjek.
Aneka ragam orientasi terhadap
pelayanan kesehatan di perkotaan.

Pelayanan kesehatan
dalam pendekatan proses (lanjutan)

Dokter-Perawat-Pasien adalah tiga


subjek yang terkait satu sama lain
pasien adalah subjek yang berasal
dari kebudayaan lain (bagian dari
komunitas, kerabat, keluarga,
kelompok, jaringan, dsb.)

Ketiga subjek harus


mengembangkan penghargaan satu
sama lain menurut kedudukan dan
harkatnya sebagai subjek.

Pelayanan kesehatan masa kini


di Indonesia
Kecenderungan orientasi proses yang
meningkat.
Proses kompleksitas yang
meningkat.
Kota dengan karakter desa dan
desa dengan karakter kota (akibat
interaksi yang semakin intensif).

Kemiskinan di perkotaan dan di


pedesaan mendorong arah
pelayanan kesehatan tertentu.
Kesadaran akan pentingnya
pelayanan kesehatan di perkotaan,
tetapi tidak mampu mencapainya
karena kemiskinan.

Perlunya pemahaman sosial-budaya dari


kesehatan pada masyarakat kompleks

Penderita (warga masyarakat)


mengetahui dan menyadari adanya
sejumlah kemungkinan pelayanan
kesehatan harus memilih
pelayanan tertentu (keputusan
keluarga/kerabat/kelompok,
keyakinan, biaya, akses, kedekatan
jarak, dsb).

Sosial budaya selalu melandasi


setiap perilaku atau tindakan individu
atau kelompok pada masyarakat di
mana pun, juga pada masyarakat
kompleks seperti perkotaan
manusia adalah subjek yang selalu
aktif, kreatif, dan bahkan manipulatif
dalam menghadapi lingkungan demi
untuk survival.

Contoh :
C.Stack (1978) All Our Kin. New York:
Prentice-Hall.

Rumah tangga orang Amerika Hitam di


pemukiman orang miskin di New York.
Kecenderungan mempunyai banyak anak
(5-7 anak per keluarga)
Hidup berkelompok sehingga dikenal
sebagai komunitas Orang Hitam.
Upaya memanfaatkan dana jaminan
kesehatan dan kesejahteraan keluarga
dari Ministry of Health and Social Welfare.

Kesimpulan

Pendekatan sosial budaya mengenai


kesehatan perlu dan penting dikembangkan
karena kita menghadapi manusia sebagai
subjek yang utuh.
Pendekatan sosial budaya adalah rentang
analisis dari most territorial hingga most
kontekstual, untuk menggambarkan derajat
kompleksitas yang ada sehingga kedua
pendekatan (struktural-fungsional dan
prosesual/ekologikal) harus digunakan secara
seksama dan cermat.