Anda di halaman 1dari 26

Tujuh Fakta Bayi Baru Lahir

Di mata ibu baru, bayi yang berumur seminggu ibarat misteri, yang
perlu diungkap faktanya!
Fakta 1: Bayi Pulas terus
18-22 jam sehari. Itulah waktu tidur bayi baru lahir. Uniknya, bayi lebih
banyak tidur di siang hari, dan selewat tengah malam malah sering bangun
dan mengajak Anda bermain. Tidur nyenyak Anda pun kerap terganggu.
Jangan kuatir, dr. William A. Eagle, dokter anak dari The Indiana School of
Medicine, Indianapolis, Amerika Serikat, punya tip jitu. Aturlah agar bayi
tidak tidur terlalu lama di pagi dan siang hari, sehingga bayi terpaksa tidur
malam cukup lama.
Fakta 2: Bayi Tukang Makan
Selain tidur, aktivitas bayi yang menonjol adalah makan alias minum ASI.
Lambungnya yang kecil memang hanya mampu menampung ASI sekitar
100-an ml, sehingga bayi punya jadwal makan hampir setiap 2-3 jam.
Tanda kalau bayi sudah kenyang setelah disusui adalah bila bayi berhenti
mengisap payudara, atau memalingkan mukanya dari puting payudara di
hadapannya.
Fakta 3: Bobot Bayi Malah Turun
Jangan terkejut dan takut, Bunda. Sekalipun minum ASI sepanjang hari,
berat badan bayi di minggu pertama akan turun sekitar 5-10% dari berat
lahir. Penurunan tersebut terjadi karena bayi mengeluarkan sejumlah cairan
serta kotoran pertamanya (mekonium). Nanti di minggu kedua, biasanya
bobot tubuh bayi akan naik bertahap sesuai pertambahan usia.

Fakta 4: Bayi Nangis Lagi, dan lagi!


Wajar saja, karena menangis adalah bahasa bayi ketika menyatakan
perasaannya. Ketimbang bingung, cobalah belajar memahami apa yang ingin
dikatakan bayi melalui tangisannya. Apakah bayi lapar, sakit, popoknya
basah, atau karena alasan lain?
Kalau langsung digendong tangis itu berhenti, berarti ia bosan. Tapi, kalau
beberapa menit kemudian menangis lagi, itu tandanya dia butuh stimulasi
lainnya
yang lebih menarik, kata dr. Christine Wood, dokter anak dari The
University of Michigan, California, Amerika Serikat. Banyak cara yang dapat
Anda lakukan untuk menenangkan atau menghentikan tangisnya. Salah
satunya, bawa bayi keliling kompleks dengan mobil.
Fakta 5: Kulit Bayi Keriput
Kulit bayi usia seminggu memang terlihat aneh. Bukannya montok lembut
menggemaskan, tetapi malah keriput dan mengandung lapisan. Sebenarnya
kondisi, struktur dan komponen kulit bayi baru lahir sudah lengkap, kok.
Hanya saja, sebagaimana organ tubuh lainnya, kulit tersebut belum
berfungsi sempurna.
Selain itu, permukaan kulit bayi baru lahir mengandung lapisan yang
disebut verniks caseosa. Lapisan berfungsi sebagai pelindung kulit, dan akan
lepas dengan sendirinya dalam beberapa hari. Itu sebabnya, di mingguminggu awal, akan terlihat perubahan pada kulit bayi. Terjadi pengelupasan
seolah kulit yang sebenarnya mulai mengisi. Perlahan, kulit yang keriput
dan mengandung lapisan itu menghilang dan bakal berubah jadi mulus dan
segar.
Fakta 6: Tangan dan Kaki Bayi Dingin
Jangan cemas. Itu hal wajar pada bayi baru lahir. Biarpun tangan dan kaki
mungilnya dingin, tidak selalu berarti bayi kedinginan selama bagian dada
dan perutnya terasa hangat saat diraba, dan permukaan kulitnya tidak
tampak kebiru-biruan. Kalau itu yang terjadi, berarti bayi aman-aman
saja.
Mengapa bisa begitu? Karena pengaliran darah dalam tubuh bayi baru,
diprioritaskan ke arah organ-organ tubuh yang penting dalam proses
merabolisme tubuh terlebih dahulu. Misalnya ke arah otak, paru-paru, dan
jantung. Baru setelah itu, aliran darah menuju ke organ tubuh lainnya.
Tangan dan kaki termasuk organ tubuh yang paling akhir dialiri darah.
Anda dapat membantu menghangatkan tubuh bayi, khususnya bila cuaca

memang sedang dingin. Pakaikan kaus kaki dan kaus tangan khusus untuk
bayi, atau selimuti tubuhnya.
Fakta 7: Bayi Haus Belaian
Ya, bayi Anda haus sentuhan dan belaian. Dari kelima indera bayi, indera
peraba adalah yang paling awal berkembang, tutur dr. Anna Critz, dokter
anak dari Emory University School of Medicine, Atlanta, Amerika Serikat.
Sentuhan lembut tangan Anda saat menggendong, mengangkat, mengusap,
atau membiarkannya tidur di atas dada Anda, merupakan stimulasi bagi
perkembangan indera peraba bayi. Ujung-ujung saraf di balik permukaan
kulitnya pun terstimulasi baik. Demikian juga jika Anda menerapkan teknik
pijat bayi. Pendeknya, apa pun bentuk sentuhan dan belaian yang Anda
lakukan, semua itu sangat berarti serta membuat bayi Anda merasa
nyaman.

Kenali Gaya Menyusu Bayi Anda

Gaya bayi menyusu bermacam-macam. Ada yang rakus, heboh, skeptis, si


penikmat, hingga si madam yang menyusu dengan gaya tenang dan santai.
Termasuk yang mana bayi Anda? Apapun gayanya, Bunda harus bisa
menyesuaikannya. Simak triknya!
1. Si Rakus
Gaya menyusui: Dengan enerjik, bayi akan menjejalkan puting susu ibunya
ke dalam mulut kecilnya. Setelah itu, dia menyedot seperti vacuum, cepat,
mantap, dan tidak butuh waktu lama untuk mengosongkan payudara.
Dengan konsentrasi penuh dan penggunaan waktu yang sangat efektif, bayi
hanya butuh 10 menit untuk mengosongkan kedua payudara. Sayangnya,
gaya menyusu ini membuat bayi rentan tersedak karena minum terburuburu. Pada ibu, kerap menyebabkan puting susu sakit karena dihisap keras
dan cenderung kasar.
Tips menyusui:

Susui sebelum dia lapar. Jangan menunda menyusui karena akan


membuatnya semakin panik menyusu.

Susui bayi dalam posisi bayi setegah berdiri agar ASI yang deras karena dihisap cepat - dapat langsung mengalir ke dalam perutnya.

Jangan pecah konsentrasinya, misalnya dengan mengajaknya


mengobrol saat ia menyusu, karena akan membuat bayi tersedak.

Pastikan ia cukup disendawakan, karena minum ASI dengan bergegas


membuatnya banyak udara tertelan.

Bila puting Anda luka, oles dengan tetesan ASI dan biarkan luka
mengering sendiri.

2. Si Penikmat
Gaya menyusui: Baginya, ASI adalah menu super istimewa. Itu sebabnya
ia merayakan setiap momen menyusui. Di awal menyusui, dia hanya
mencicipi ASI sedikit, setelah itu ada jeda istirahat untuk "menghayati"
rasanya. Berikutnya, dimulailah sedotan sesungguhnya, seolah-olah dia
tengah menikmati main course. Minum ASI bagi bayi tipe ini, lebih dari
sekadar memenuhi rasa dahaga. Ketika menikmati ASI, dia akan membuat
kontak mata dengan bunda, menikmati sentuhan lembut bunda, dan banyak
tersenyum.
Tips menyusui:

Karena waktu yang dibutuhkan untuk membuat bayi kenyang, sangat


lama, pilih posisi menyusui yang nyaman bagi Anda, misalnya
menggunakan bantal menyusui. Dengan cara ini, Anda terhindar dari
rasa pegal pada tangan, pundak dan leher.

Pusatkan perhatian pada bayi, seperti, membalas kontak matanya dan


tersenyum saat dia tersenyum.

3. Si Sibuk
Gaya menyusu: Bayi ini terlihat heboh sejak sebelum disusui. Meski pun
tidak sedang lapar, ketika melihat ibu membuka bra, dia sudah bergerakgerak dengan antusias. Begitu diletakkan pada posisi menyusu, dia akan
menyambar puting. Sambil menyusui, tubuhnya - kaki atau tangan bergerak-gerak atau menggeliat. Mulutnya banyak bersuara. Bila ada
bebunyian dari arah lain yang menarik hatinya, dia akan menoleh ke arah
tersebut, sambil tetap mengisap puting. Setelah kenyang, puting dilepaskan
dalam satu hentakan.
Tips menyusui:

Tenangkan dia sebelum menyusuinya, misalnya, dengan mengajaknya


berjalan-jalan sejenak.

Susui sebelum bayi lapar.

Pilih posisi menyusui yang membuat bayi sulit untuk menggeliat-geliat,


contohnya, posisi menyusui sambil memegang punggungnya.

4. Si Skeptis
Gaya menyusui: Malas-malasan, seperti enggan menyusu. Dia pun sering
menguap dan mengantuk saat menyusu - memberi kesan bosan, tidak

tertarik dan tidak bersemangat. Itu sebabnya, terkadang Anda tergoda


untuk memaksanya minum ASI, meski pun dia tidak menginginkan. Padahal,
cara itu membuat keadaan semakin parah, karena bayi merasa dipaksa.
Tips menyusui:

Jangan menyerah atau tergoda memberinya susu dari botol yang


mengalirkan cairan lebih deras daripada puting.

Bila dia kurang minum ASI - salah satu indikatornya adalah berat
badan yang kurang - berilah ASI perah dengan cara disuapi pakai
sendok, menggunakan gelas minum khusus atau menggunakan pipet,
sehingga bayi termotivasi untuk minum ASI lagi.

Belaian, belaian, belaian. Penting bagi bayi tipe ini karena kontak kulit
dengan ibu akan merangsang produksi hormon yang membuatnya
merasa dekat dengan ibu.

Buatlah jadwal menyusui yang lebih sering meski sebentar-sebentar,


misalnya, setiap jam sekali.

5. Si Madam
Gaya menyusui: Makhluk kecil yang anggun, tenang dan berkelas.
Pembawaan itu tampak pula dalam gayanya menyusu, yaitu, tenang, santai
(terkadang terasa lamban!), pokoknya, tidak mau diburu-buru. Pola
menyusu misalnya, menelan ASI seteguk, istirahat, mengisap dua teguk,
istirahat. Di tengah menyusu, sesekali dia berhenti untuk siesta - tidur
sejenak!
Tips menyusui:

Karena bayi tidak mau menyusu dengan cepat dan tidak mau diburuburu, sisihkan waktu yang lebih lama untuk menyusuinya.

Bila dia tertidur sebelum selesai menyusu, tepuk lembut bokongnya


atau tarik puting sedikit untuk membangunkan dan membuatnya
menyusu lagi. Jangan dikagetkan, karena dia akan marah dan
menangis.

Posisi yang tepat akan membuatnya lebih konsentrasi saat menyusu,


misalnya, menyusu dengan tubuh bayi ditegakkan.

Tempat tidur bukan lokasi menyusu yang tepat - kecuali saat menyusu
di malam hari. Lebih baik, susui dia di atas sofa, posisi Anda duduk
tegak dan kaki menyentuh lantai.

5 Kiat Lancar ASI Eksklusif

Keputusan untuk menyusui bayi Anda secara eksklusif begitu indah. Ya,
Anda telah memberikan bekal berharga untuk kehidupan dan tumbuh
kembang bayi mungil Anda. Niat mulia Anda ini tentu berkaitan dengan
lancarnya proses menyusui. Ayahbunda punya cara untuk sahabat seperti
Anda yang ingin sukses menyusui!
1. Pijat payudara. Perawatan payudara selama hamil berperan besar dalam
mewujudkan tercapainya program ASI eksklusif. Salah satu caranya dengan
pijat payudara atau breast massage yang berguna untuk relaksasi dan
membantu refleks pengeluaran ASI. Pijat payudara sebaiknya dilakukan

sedini mungkin, yakni saat usia kehamilan 5 atau 6 bulan. Namun, hentikan
pijat setelah usia kehamilan Anda masuk trimester ketiga, karena bisa
menimbulkan kontraksi rahim. Pijat bisa Anda lakukan lagi setelah si buah
hati lahir, baik sebelum menyusui atau sebelum memerah maupun saat
saluran ASI tersumbat. Caranya:

Bersihkan payudara dengan air hangat, lalu pijat dengan


menggunakan minyak (virgin coconut oil-VCO atau baby oil).

Pijat payudara selama beberapa menit dari arah pangkal (atas)


payudara menuju puting (bawah) dengan gerakan memutar pada satu
area payudara. Lakukan hal yang sama pada area payudara yang lain.

Pijat bagian atas dan bawah payudara dari arah pangkal ke arah
puting. Kemudian, lanjutkan gerakan yang sama pada bagian samping
payudara dari dada ke arah puting.

2. Merawat puting. Puting payudara Anda kering atau pecah-pecah?


Tenang, masalah ini sering dialami beberapa ibu, baik saat hamil maupun
ketika proses menyusui. Jangan buru-buru menyerah menyususi eksklusif
karena ketidaknyamanan yang muncul, bahkan sakit atau perih saat
menyusui bayi. Cegah puting pecah dengan membuatnya lentur dan kuat
serta bebas sumbatan, sehingga bayi nantinya tidak kesulitan menyusu.
Lakukan hal-hal berikut dua kali dalam sehari.

Kompres puting susu dengan air hangat selama kurang lebih 23


menit.

Olesi puting dengan balsam khusus puting, dengan VCO atau baby oil.

Jangan membersihkan puting dengan sabun karena menyebabkan


puting kering. Gunakan saja air dan handuk.

Persiapan puting susu untuk menyusui bayi dapat dilakukan


bersamaan dengan pijat payudara. Caranya, tarik dan putar lembut
puting dengan telunjuk dan ibu jari, ke arah dalam dan luar.

3. Rajin mencari informasi. Bagaimana bisa sukses menyusui dan lulus


ASI eksklusif bila belum paham apa itu ASI ekslusif, cara menyusui atau
pelekatan mulut bayi dengan benar? Jadi, lengkapi diri Anda dengan sejuta
informasi mengenai proses menyusui. Banyak buku atau blog yang
membahas tentang seluk-beluk menyusui. Mulai dari cara menyusui sampai
bagaimana menanggulangi bila adamasalah menyusui, seperti breasfeeding
blues, nyeri puting, payudara bengkak, sampai radang payudara (mastitis).

Jadi, bila kebetulan terjadi gangguan proses menyusui, Anda bisa


menanganinya. Bahkan, Anda bisa menjadi sumber informasi bila ada teman
yang memiliki masalah menyusui.
4. Perhatikan asupan nutrisi. Nutrisi optimal. Inilah salah satu modal
persiapan menyusui. Konsumsi makanan bergizi seimbang agar Anda
mampu memberikan gizi yang cukup kepada anak melalui ASI. Makanan
yang mampu menjaga kualitas dan kuantitas produksi ASI adalah sayuran
berwarna hijau, kacang-kacangan, dan cukup cairan.
5. Ubah mindset. Ubah mindset atau pola berpikir Anda sejak hari ini!
Tepis jauh-jauh pemikiran, Saya sepertinya tidak mampu memberikan ASI
eksklusif untuk bayi nanti kelak. Mengapa? Tahukah Anda bahwa apa yang
Anda pikirkanlah yang menyebabkan ASI keluar, begitu juga dengan
kelancaran dan kesuksesan proses ASI eksklusif. Dengan kata lain, kunci
sukses menyusui hanyalah dari ibu dan milik ibu.

Tanda-tanda Bayi Cukup ASI

Indikasi bayi cukup mendapat ASI adalah tidurnya nyenyak, segar saat
terbangun, dan berat badannya bertambah sesuai perkembangan usia. Cari
tahu tanda-tanda lainnya di sini.

Buang air kecil lebih dari 6 kali sehari dengan warna urin yang tidak
pekat dan bau menyengat.

Berat badan naik lebih dari 500 gram sampai 1 kg setiap bulan pada
trimester pertama kehidupannya. Berat badannya kemudian
bertambah sekitar 600 gram setiap bulan pada trimester kedua dan

bertambah sekitar 400-500 gram setiap bulannya pada trimester


ketiga.

Bayi terlihat rileks dan puas setelah menyusu dan akan melepas
sendiri mulutnya dari payudara ibu.

Setelah menyusu bayi langsung tertidur karena ASI memicu produksi


hormon endorfin yang merangsang tidur.

Setelah berumur beberapa hari, bayi akan buang besar (BAB)


setidaknya dua kali sehari dengan tinja berwarna kuning atau gelap
dan mulai berwarna lebih cerah setelah hari kelima belas.

Baca juga:

Cukupi Kebutuhan ASI Bayi Anda

Biarkan saja bayi Anda minum ASI sepuasnya. Karena akan


merangsang produksi ASI bertambah banyak. Jadi, Anda tak perlu
kuatir bayi Anda merasa lapar
Tenang saja jika bayi Anda menangis selesai menyusu. Jangan buru-buru
disodori cairan tambahan selain ASI karena belum tentu ia merasa lapar.
Perhatikan, apakah ia memang kurang ASI atau ada sebab lain. Hati-hati,
pemberian cairan selain ASI justru akan menghambat produksi ASI.
Tidak perlu dibatasi. Sebaiknya, biarkan bayi menyusu sepuasnya tanpa
perlu dijadwal secara ketat. Karena produksi ASI akan seirama dengan
kebutuhan bayi. Jika bayi Anda minumnya banyak, otomatis ASI yang keluar
juga banyak. Semisal yang diminum 250 ml, hormon prolaktin akan memacu
kelenjar susu agar menghasilkan ASI 25 ml. Jika rangsangan bayi minum
ASI semakin sering, produksi susu juga meninggi. Sebaliknya, air susu akan
berkurang jika rangsangannya jarang.
Biasanya, bayi yang baru lahir perlu menyusu antara 10 hingga 12 kali
sehari.dengan jarak antara 1,5 hingga 2 jam sekali. Jika frekuensi menyusu
bayi Anda lebih sering, tak usah dibatasi. Biarkan menyusu hingga bayi Anda
merasa kenyang, karena kebutuhan setiap bayi akan bervariasi. Atau pada
bayi yang baru lahir karena waktunya lebih banyak untuk tidur, upayakan
membangunkannya agar ada waktu untuk menyusu.
Posisi menyusu bayi juga harus dicermati apakah sudah benar. Posisi
menyusu yang baik diantaranya:

Badan bayi Anda menempel dengan badan sang ibu

Dagu bayi melekat pada payudara dan posisi dada juga melekat pada
bagian dasar payudara

Mulut bayi terbuka dan bibir bawah juga membuka sehingga bagian
areola (bagian kehitaman sekitar puting) tertutup mulut bayi

Puting susu tidak lecet

Selain itu, perhatikan apakah posisi perlekatan antara mulut bayi dan
payudara ibu sudah betul atau belum. Perlekatan mulut bayi yang baik
mempunyai tanda:
Tubuh bagian depan bayi menempel pada tubuh ibu.

5 Tanda Bayi Lapar

Tak perlu terpaku rentang waktu pemberian ASI. Jika menemukan tanda
berikut pada bayi baru lahir, mungkin perut mungilnya sudah minta diisi ASI.

Meski terpejam, mata bergerak-gerak.

Mulut dan lidah melakukan gerakan menghisap.

Tangan bergerak kea rah mulut berulang kali.

Tubuh bergerak-gerak.

Bersuara lirih.

MENERAPKAN pola tidur


MENERAPKAN pola tidur yang baik pada anak sedini mungkin, akan sangat berpengaruh pada emosi dan
perkembangan balita. Banyak sekali hal yang bisa mempengaruhi pola tidur balita. Untuk itu si ibu harus
bisa menerapkan kebiasaan tidur yang baik bagi buah hatinya.
Menerapkan kebiasaan tidur yang baik ini bisa dilakukan dengan cara:

Ciptakan rutinitas waktu tidur: misalnya dengan cara membacakan cerita, menggosok gigi,
mengganti pakaian dengan baju tidur, menyanyikan nina bobo, dan lain-lain.

Tetapkan jadwal harian : usahakan si kecil tidur siang, makan, bermain pada jam yang sama setiap
harinya.

Latih dan dorong si kecil untuk tidur dengan sendiri.

Bila dalam keadaan mengantuk dilatekkan di tempat tidur, si kecil akan cenderung tertidur dengan
sendirinya. Ini akan menguntungkan si ibu, karena si kecil tidur secara mandiri, ibu tidak perlu menemani
atau meninabobokan si kecil.
Masalah sosial dan perkembangan bisa mempengaruhi pola tidur si kecil. Bayi yang merasa aman, tidak
akan bermasalah dengan tidurnya. Kecemasan berpisah menyebabkan si kecil terbangun dan menangis
karena ibu tidak berada di dekatnya. Sakit dan perkembangan motorik juga bisa mempengaruhi pola tidur si
kecil.
Berikut Tips agar si kecil bisa tidur dengan nyaman:

Jika memungkinkan, salah satu sisi tempat tidur menempel di dinding dan tidurkan si kecil diantara
ibu dan dinding, bukan diantara ayah dan ibu. Si kecil bisa berputar 360 derajat selama tidur dan pastikan
pula tidak ada sisi yang retak, baik di tempat tidur atau dinding. Isi ruang yang tersisa dengan selimut yang
di gulung.

Jika sedang dalam pengobatan yang mungkin bisa mengganggu kepekaan ibu terhadap si kecil yang
tidur di samping ibu, sebaiknya ibu tidak tidur bersama si kecil.

Tempat tidur yang terlalu kecil atau terlalu penuh dengan barang-barang, merupakan lingkungan
tidur yang buruk bagi si kecil, dan juga sebaiknya hindari tertidur di sofa dengan si kecil.

Ekstra waspada terhadap kemungkinan si kecil terjatuh dari tempat tidur. Bila si kecil tidur sendirian
di tempat tidur, buatlah pagar kecil, misalnya dari bantal dan guling.

MAKANAN berpengaruh pada ASI, Anda, dan bayi. Sebagian kalori yang dibutuhkan dalam produksi ASI
dipasok oleh cadangan lemak tubuh yang disimpan selama kehamilan. Akan tetapi tambahan kalori tetap
dibutuhkan, melebihi dan di atas asupan selama sebelum kehamilan untuk memberikan cukup energi yang
akan memenuhi kebutuhan bayi yang sedang tumbuh. Saat Anda mulai menyapih bayi, kebutuhan kalori
Anda akan perlahan-lahan kembali ke tingkat sebelum kehamilan.
Panduan dari Departemen Kesehatan (USA) menggariskan jumlah berikut ini adalah tambahan kalori yang
dibutuhkan selama tiga bulan pertama menyusui:

Hingga satu bulan - 450 kalori

Hingga dua bulan - 530 kalori

Hingga tiga bulan - 570 kalori


Akan tetapi, riset terkini menyatakan bahwa angka ini terlalu tinggi dan tambahan 300 - 400 kalori per hari
sudah memadai untuk ibu yang menyusui penuh selama tiga bulan pertama.
Ada dua set angka untuk asupan kalori tambahan yang diperlukan setelah tiga bulan.
1.

Ibu kelompok ke-1 adalah mereka yang tidak menjadikan ASI-nya sebagai seluruh atau sebagian
besar kebutuhan makanan bayi setelah 3 bulan pertama. Sedangkan,

2.

Ibu di kelompok ke-2 adalah mereka yang menggunakan ASI sebagai persediaan semua kebutuhan
energi dan gizi bayi selama enam bulan atau lebih.

3-6 bulan:

Kelompok 1 -- 480 kalori

Kelompok 2 -- 570 kalori


Lebih dari 6 bulan

Kelompok 1 -- 240 kalori

Kelompok 2 -- 550 kalori


Apa yang harus saya makan?
Jadikan menyusui sebagai motivasi terus menerus untuk menjalankan pola makan yang sehat yang Anda
lakukan selama hamil. Fokuskan untuk makan beras merah/tumbuk, gandum utuh dan sereal, buah segar
dan sayuran, dan makanan yang mengandung banyak protein, kalsium dan zat besi (dan, pada umumnya,
sesekali memanjakan diri untuk makan enak, tidak akan mengganggu).
Pilih camilan atau makanan selingan yang bergizi, seperti yoghurt, sandwich yang dibuat dari roti gandum
utuh diisi dengan daun selada, salmon atau tuna kalengan, keju atau humus, kentang berikut kulitnya
dengan kacang panggang, atau buah.
Minum cukup air untuk menjaga persediaan ASI.
Pastikan Anda minum cukup banyak air - minimal 8 hingga 12 gelas air sehari sudah memadai. Ini akan
membantu tubuh menghasilkan ASI yang diperlukan oleh bayi.
Perhatikan yang Anda makan dan minum
Zat seperti kafein, alkohol. dan zat beracun lainnya dapat disalurkan melalui darah ke ASI, sehingga jumlah
zat tersebut yang berlebihan harus dihindari. Nikotin rokok dan obat-obatan juga akan disalurkan ke ASI dan
ini harus dihindari (dokter Anda dapat menyarankan obat yang aman). Anda akan tahu apakah bayi sensitif

terhadap sesuatu yang Anda makan atau minum, karena dia akan menunjukkan keresahannya dengan cara
bersikap rewel setelah disusui, menangis terus dan tidak dapat ditenangkan, atau tidurnya gelisah.
"Jika saya minum kopi berkafein saya tidak dapat menenangkan putri saya", kata seorang ibu baru, Kim. "
Jika saya kembali minum kopi tanpa kafein, bayi saya baik-baik saja". Dapat dilihat, jika bayi alergi terhadap
sesuatu yang Anda makan, Anda mungkin akan melihat reaksi pada kulitnya (ruam atau berbintil-bintil
merah) atau pada kotorannya (hijau atau berlendir). Tanyakan saran lainnya kepada petugas kesehatan atau
dokter.
Walaupun sebagian ibu yakin bahwa makanan yang pedas atau berbumbu akan membuat bayi tidak
nyaman, uji-coba adalah panduan terbaik bagi Anda, karena reaksi terhadap makanan yang menyebabkan
iritasi, berbeda-beda pada setiap bayi. Jika Anda tahu Anda dapat makan ayam bawang putih atau kari
sayuran yang agak pedas tanpa menyengsarakan bayi Anda, makanlah. Tetapi tetaplah waspada - ada
beberapa makanan yang merupakan penyebab rasa mulas yaitu brokoli, kol, bawang bombay dan brussel
sprout (kubis kecil).
Mengkonsumsi banyak zat besi
Jika Anda mengkonsumsi suplemen vitamin ketika hamil, Anda mungkin tidak membutuhkannya setelah
melahirkan. Yang mungkin Anda perlukan adalah suplemen zat besi. Banyak wanita yang kehilangan
cadangan zat besi ketika masa menyusui. Tanyakan kepada dokter, bidan atau petugas kesehatan untuk
meminta anjuran mereka. Jika Anda terus mengkonsumsi suplemen vitamin umum, ingatlah bahwa itu tidak
dapat menggantikan pola makan yang buruk. Jadi tetaplah berupaya menjalani pola makan yang berimbang
dan bervariasi.
Bagaimana dengan berdiet selama menyusui?
Turunkan berat badan secara bertahap dengan cara mengombinasikan pola makan sehat, rendah lemak
dengan olahraga yang mencukupi. Penurunan berat badan dengan cepat dapat membahayakan bayi, karena
hal mungkin dapat membebaskan sejumlah racun -- yang biasanya tersimpan dalam lemak tubuh -- ke
dalam aliran darah, meningkatkan kontaminan yang akan berlabuh dalam ASI Anda.
Selain

itu,

menyusui

membantu

pembakaran

lemak

yang

mengendap

selama

kehamilan

dan

menggunakannya untuk memproduksi ASI. Ibu yang menyusui akan membakar kalori lebih banyak daripada
yang tidak menyusui, yang berarti bahwa sebagian besar ibu yang menyusui akan kehilangan 0,5 kg per
bulan hanya karena adanya kebutuhan energi untuk menghasilkan ASI.
Bagaimanapun, tetaplah jadwalkan waktu 10 bulan hingga satu tahun untuk memperoleh kembali berat
badan Anda sebelum kehamilan. Jika Anda ingin mengurangi sedikit asupan makanan, tunggu sampai
minimal 6 minggu setelah bayi lahir. Membatasi yang Anda makan pada minggu-minggu awal menyusui
akan mengurangi persediaan ASI Anda.
Food Standards Agency mempunyai informasi terkini tentang keamanan makanan, termasuk kandungan
nutrisi selama kehamilan, menyusui dan kebijakan tentang makanan bayi, yang mencakup susu formula bayi
di bawah 1 tahun dan lanjutan, serta menyapih.

Teknik Menyusui BAYI

Menyusui bayi, memang kelihatannya merepotkan. Ibu perlu


mempersiapkan dan menyelami kebutuhan si bayi. Dengan begitu, selain
kebutuhan gizinya terpenuhi dengan baik, bonding Anda dengan bayi pun
semakin erat. Ada kiatnya sendiri, agar kegiatan bermanfaat ini lancar dan
menyenangkan.

Ketika akan menyusui, ambil posisi senyaman mungkin, baik


duduk atau berbaring. Biasanya, ibu yang menjalani persalinan dengan
operasi Caesar, lebih nyaman menyusui dengan posisi berbaring
miring.

Mulut bayi harus sejajar dengan puting payudara ibu. Jika ibu
dan bayi berbaring, gunakan bantal untuk mengganjal bayi agar
mulutnya sejajar dengan puting payudara. Jika ibu duduk, peluk bayi,
tempelkan perutnya ke perut Anda.

Jangan menyusui sambil melakukan kegiatan lain yang membuat


perhatian Anda terpecah. Lakukan menyusui dengan sepenuh hati dan
cinta.

Untuk merangsang bayi mau menyusu, pijat puting payudara agar


ASI keluar sedikit mengenai bibir bayi. Biasanya, begitu bibir bayi
terkena ASI atau menyentuh puting payudara, mulutnya akan terbuka
dan siap untuk mengisap.

Biarkan bayi menyusu sepuasnya. Ada bayi yang membutuhkan


waktu menyusu lebih lama dibanding bayi lain. Namun, pada
umumnya ASI dikonsumsi selama lima menit pertama saja.
Selebihnya, biasanya bayi akan mengisap untuk kenyamanan.

Susui bayi pada kedua buah payudara setiap kali ia menyusu.


Namun, jangan khawatir kalau bayi Anda jatuh tertidur ketika baru
mengisap satu payudara saja. Anda tak perlu membangunkannya,
karena dia mungkin sudah merasa cukup menyusu.

Sebagian bayi baru lahir bisa tertidur ketika sedang


menyusu. Hal ini antara lain karena dia belum sepenuhnya pulih dari
proses kelahiran yang melelahkan.

Bayi Muntah Setelah Menyusu


Tanya: Setiap habis minum ASI atau susu formula, bayi saya (3
bulan) sering muntah dan berlendir. Padahal, sudah saya
sendawakan. Apa lagi yang harus saya lakukan?
Jawab: Muntah seringkali dikeluhkan orang tua bila bayinya mengeluarkan
minuman/makanan dari mulutnya. Padahal, tidak selalu yang keluar dari
mulut adalah muntah. Bisa saja itu gumoh atau regurgitasi. Muntah adalah
dikeluarkannya isi lambung melalui mulut dengan adanya upaya anak
mengeluarkannya. Sedangkan regurgitasi adalah keluarnya
minuman/makanan melalui mulut tanpa adanya upaya anak
mengeluarkannya jadi bersifat pasif.
Anak Ibu sangat mungkin mengalami regurgitasi dan hal ini adalah normal
pada bayi. Hal ini akan berkurang sesuai penambahan umurnya (80% pada
bayi usia 1 bulan, 60% pada bayi usia 3-4 bulan, dan 5% pada bayi usia 12
bulan).
Untuk mencegahnya, setelah disendawakan, bayi dapat ditidurkan dengan
menaruh bantal sampai pinggangnya sehingga membentuk sudut 60
dengan alas tempat tidur, dan biarkan selama 2 jam. Pemberian ASI
diteruskan, dan bila telah mendapat susu formula dapat diberikan thickening
milk atau susu formula yang ditebalkan. Susu demikian ada yang sudah
tersedia dari pabriknya, tetapi dapat pula disiapkan sendiri dengan cara
menambahkan satu sendok tepung beras ke dalam 100 ml susu susu
formula standar.
dr. Badriul Hegar, SpA(K)

Atasi Bayi KOLIK

Ayah dan bunda pasti bingung jika bayi menangis tanpa sebab
hampir sepanjang malam. Jangan-jangan bayi mengalami kolik
infantil. Kejadian ini dialami sekitar 20% bayi berumur 2 minggu
sampai 4 bulan.
Penyebab tak jelas. Penyebab pasti bayi kolik memang belum bisa
diketahui. Tapi, umumnya dihubungkan dengan gangguan sistim pencernaan
bayi yang belum sempurna. Tangis kolik ini bisa saja terjadi pada pagi,
siang, sore, atau malam. Tapi, kebanyakan bayi mengalami kolik pada
malam hari.
Yang paling membuat bingung orang tua, selain tangisnya lama, bayi yang
mengalami kolik seringkali tampak seperti kesakitan. Bagaimana tidak,
sambil menangis, kakinya ditarik ke arah perut, kepalanya bergerak-gerak,
wajahnya kemerahan, dan biasanya disertai buang angin (kentut).
Kapan ke dokter? Kolik infantil sebenarnya bukan penyakit yang
membahayakan kesehatan bayi. Jadi, jika bayi mengalami kolik, Anda tidak
perlu segera membawanya ke dokter.
Kuncinya, tenang. Sampai sekarang, belum ada obat yang pas untuk

langsung menyembuhkan kolik bayi. Tapi, cara berikut ini bisa Anda coba
untuk menenangkan bayi.

Gendong sambil elus-elus punggungnya, agar bayi bersendawa.

Gendong sambil diayun perlahan, agar bayi merasa aman dan


nyaman.

Dekap ke dada Anda, agar bayi merasa hangat.

Jika kulitnya agak dingin, kenakan sarung tangan, kaus kaki dan
selimut.

Bersikaplah tenang (ini yang paling penting). Kepanikan Anda biasanya


dirasakan juga oleh bayi. Hal ini bisa membuat bayi semakin rewel.

5 Fakta Tentang Bayi Kolik

Tangis panjangnya sangat bisa membuat ibu baru panik. Fakta-fakta ini bisa
membantu Anda tetap tenang.
1. KOLIK bukan indikasi bahwa ada yang salah dengan tubuh
bayi.Pemahaman standar yang berlaku saat ini yang masih bisa
berubah yaitu Kolik adalah kondisi yang terjadi bila bayi menangis,
lekas marah dan rewel selama total 3 jam atau lebih sehari, lebih dari
3 hari seminggu selama 3 minggu lebih. Perkembangan bayi adalah
satu kesatuan. Ada bayi yang jarang menangis, ada bayi yang sering
menangis. Hal ini tidak lantas berarti ada sesuatu yang salah dengan si
bayi, ujar Ronal Barr, MDCM., FRCPC, dokter spesialis anak, ahli
perilaku bayi di Universitas British Columbia, Kanada.
2. KOLIK dimulai segera beberapa hari setelah bayi lahir. Kondisi
ini umumnya mengheboh pada bayi usia 2 minggu dan akan
menghilang pada sekitar usia 4 bulan.
3. KOLIK bukan karena kesalahan orangtua. Ibu dan ayah yang
bayinya menangis terus sering merasa bersalah, bahwa penyebab
kondisi itu adalah akibat ketidakmampuan mereka merawat dan
mengasuh bayinya. Tak ada hubungannya sama sekali! kata Marc
Weissbluth, MD, dokter spesialis anak penulis buku Your Fussy
Baby. Cara-cara yang biasa dilakukan untuk menenangkan bayi pun,
seperti membedong, mengayun atau memberinya sesuatu untuk
diisap, tidak banyak menolong.

4. KOLIK tidak disebabkan oleh perut kembung atau masuk


angin. Tak ada bukti ilmiah bahwa simethicone unsur penyalur gas
dalam perut yang diklaim oleh obat-obat tertentu akan
menyembuhkan kolik, tegas dr. Barr. Namun demikian, sebuah riset
awal pada bayi-bayi yang mendapat ASI eksklusif ditemukan fakta
bahwa Lactobacillus reuteri, bakteri sehat yang terdapat dalam
suplemen yang dikonsumsi ibu, menurunkan tingkat tangis bayi hingga
95% --walaupun belum ditemukan korelasinya.
5. KOLIK tidak menyebabkan bayi kelak menjadi tukang
ngambek. Tak ada efek abadi pada bayi yang banyak menangis
kecuali bila bayi tersebut sering diguncang atau mengalami
kekerasan. Shaken baby syndrome adalah konsekuensi paling serius
akibat kolik. Tangis yang berkepanjangan memang bisa membuat
jengkel orangtua yang paling sabar sekalipun. Maka tak apa untuk
meletakkan bayi Anda menangis di boksnya dan tinggalkan ia sejenak
bersama pasangan Anda atau pengasuhnya. Anda juga perlu istirahat
dan menenangkan diri.

Pencegahan Kolik pada Bayi

Jika bayi terus-menerus menangis tanpa sebab, bisa jadi ia


terserang kolik. Walau tampak mengkhawatirkan, kolik bukan
penyakit yang serius.
Kolik adalah keadaan dimana bayi menangis terus-menerus secara
berlebihan ( lebih dari 3 jam sehari dan paling sedikit 4 hari dalam
seminggu). Gangguan ini bisa terjadi sejak anak lahir sampai usia 3-4 bulan.
Itu sebabnya, dikenal juga istilah kolik tiga bulan.
Tapi, jangan langsung menduga bayi pasti kolik bila menangis berlebihan.
Sebab, tangisan bisa saja terjadi karena ia lapar, terlalu lelah, popoknya
basah, atau kedinginan.
Penyebabnya belum pasti. Kolik sering dikaitkan dengan adanya
gangguan pada saluran pencernaan, misalnya akibat mengejangnya otot di
dinding usus atau ada udara dalam usus. Tapi, mungkin juga kolik terjadi
karena bayi mengalami intoleransi laktosa alias alergi terhadap susu
sapi/susu formula. Meski begitu, mekanisme spesifik penyebab terjadinya
kolik sampai kini belum diketahui secara pasti. Tak heran bila ada dugaan

bahwa kolik adalah perwujudan dari tidak berhasilnya upaya anak untuk
berkomunikasi dengan orang tuanya.
Penyakit lainnya, seperti demam (suhu di atas 37,5 derajat C), diare, atau
infeksi lain juga membuatnya rewel. Apapun penyebab tangisnya, segera
penuhi kebutuhan bayi. Segera bawa ke dokter bila bayi kolik terusmenerus, atau serangan di malam hari sangat mengganggu. Misalnya, ia
sering terjaga dan merasa sakit.
Cegah selagi bisa. Tidak ada cara yang tokcer untuk mencegah kolik.
Walau begitu, tak ada salahnya bila Anda mencoba meminimalkan
penyebabnya. Misalnya, periksa apakah posisi mulutnya sudah pas saat
menyusu, dan sendawakan dengan benar sehabis menyusu sehingga tak ada
udara yang masuk ke dalam usus.
Kalaupun anak diduga kolik, ada beberapa upaya yang bisa Anda lakukan
untuk meredakan tangisannya. Yang pasti, jangan cepat putus asa! Begitu
gagal, coba cara lainnya.
Bila Anda merasa frustrasi (karena bayi menangis terus) dan tidak tahu
harus berbuat apa lagi, letakkan bayi di tempat tidurnya, lalu matikan lampu
kamar. Dengan begitu, Anda dan bayi bisa tenang. Sebagai catatan, Anda
sebaiknya cukup istirahat. Jadi, lakukan penjagaan dan perawatan bayi
secara bergantian dengan pasangan Anda, misalnya.
Yang penting, jangan panik. Kolik akan menghilang dalam beberapa minggu,
dan tidak ada dampak jangka panjang terhadap kesehatannya. Apalagi,
umumnya, bayi yang kolik tetap punya nafsu makan yang baik serta
kenaikan berat badannya normal.
Kenali Gejalanya

Menangis secara berlebihan setelah minum atau ketika bangun tidur,


terutama di malam hari. Bayi tetap normal dan sehat selain waktuwaktu itu.

Tangis sukar dihentikan saat serangan terjadi.

Ketika menangis, wajahnya berwarna kemerahan dan kakinya


diangkat-angkat (lutut ditekuk ke arah dadanya).

Perut mungkin kembung .

Lakukan ini

Pastikan kebutuhan bayi terpenuhi . Misalnya, jangan sampai ia terlalu


lapar atau harus menunggu lama untuk disusui.

Peluklah, sehingga anak merasa nyaman. Nikmati saja kontak kulit ke


kulit.

Usap-usap punggungnya dengan menengkurapkan bayi di atas


pangkuan Anda.

Ajak jalan-jalan dengan kereta dorong atau naik mobil agar ia tenang.

Mandikan dengan air hangat dan ciptakan suasana rileks di malam hari
.

Ayun-ayun anak sambil menyanyikan atau memutar lagu favoritnya.