Anda di halaman 1dari 8
Kinetika dan Katalisis Semester Genap Tahun Akademik 2010/2011 KINETIKA REAKSI HOMOGEN SISTEM BATCH siti diyar
Kinetika dan Katalisis
Semester Genap Tahun Akademik 2010/2011
KINETIKA REAKSI HOMOGEN
SISTEM BATCH
siti diyar kholisoh
IGS Budiaman
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA – FTI
UPN “VETERAN” YOGYAKARTA
April 2011
KompetensiKompetensiKompetensiKompetensi MateriMateriMateriMateri KuliahKuliahKuliahKuliah IniIni-IniIni--1-111 1.
KompetensiKompetensiKompetensiKompetensi MateriMateriMateriMateri KuliahKuliahKuliahKuliah IniIni-IniIni--1-111
1. Memahami gambaran sistem reaksi homogen
yang berlangsung secara batch.
2. Memahami konsep 2 dan mampu menjabarkan
persamaan 2 kinetika reaksi homogen pada
sistem batch (dan constant–density atau
constant volume) untuk reaksi-reaksi searah
(atau irreversible) berorde 1, 2, 0, dan n (untuk
satu reaktan atau lebih).
3. Memahami konsep orde semu, waktu fraksi
(fractional life), dan waktu paruh (half-life).
PENGANTAR Batch (partaian) Sistem reaktor Alir (kontinyu / sinambung) Gambaran sistem reaksi homogen dalam reaktor
PENGANTAR
Batch (partaian)
Sistem reaktor
Alir (kontinyu / sinambung)
Gambaran sistem reaksi homogen dalam reaktor batch:
Neraca massa (dalam mol komponen reaktan A
per satuan waktu):
Akumulasi
=
+ Terbentuk oleh reaksi
Input
Output
Sistem
d n
Isotermal
A
=
0
0 +
V
(
r
)
A
d t
(sama dengan definisi
1
d n
A
r
=
kecepatan reaksi intensif, pada
A
V
d t
materi kuliah sebelumnya)
d C
A
r
=
(V tetap)
A
Reaksi: A
P
d t
MATERI KULIAH Pengantar Sistem Batch – Bervolume Tetap (Constant Density) * Reaksi sederhana (r. ireversibel
MATERI KULIAH
Pengantar
Sistem Batch – Bervolume Tetap (Constant Density)
* Reaksi sederhana (r. ireversibel
unimolekuler berorde-satu, r. ireversibel
bimolekuler berorde-dua, r. ireversibel
trimolekuler berorde-tiga, r. ireversibel
berorde-nol, r. ireversibel berorde-n, waktu
paruh reaksi)
* Reaksi kompleks (r. reversibel unimoleku-
ler berorde-satu, r. reversibel bimolekuler
berorde-dua, r. ireversibel paralel, r. ire-
versibel seri, r. katalitik homogen, r. auto-
katalitik, r. dengan perubahan atau peng-
geseran orde )
Sistem Batch – Bervolume Berubah (Variable Density)
KompetensiKompetensiKompetensiKompetensi MateriMateriMateriMateri KuliahKuliahKuliahKuliah IniIni-IniIni--2-222 4.
KompetensiKompetensiKompetensiKompetensi MateriMateriMateriMateri KuliahKuliahKuliahKuliah IniIni-IniIni--2-222
4. Memahami konsep 2 dan mampu menjabarkan
persamaan 2 kinetika reaksi homogen pada sistem
batch (dan constant–density) untuk reaksi-reaksi
kompleks, seperti reaksi bolak-balik (atau
reversible), reaksi paralel, reaksi seri (konsekutif),
kombinasi reversible-seri-paralel, dsb.
5. Memahami perbedaan antara reaksi yang
berlangsung secara batch pada sistem variable
(varying) density dan constant density.
6. Mampu menjabarkan persamaan 2 kinetika reaksi
homogen pada sistem batch & variable-density
untuk kasus reaksi-reaksi sederhana.
SistemSistemSistemSistem BBatchBBatchatchatch dengandengandengandengan VVolumeVVolumeolumeolume RReaksiRReaksieaksieaksi
SistemSistemSistemSistem BBatchBBatchatchatch dengandengandengandengan VVolumeVVolumeolumeolume RReaksiRReaksieaksieaksi TTetapTTetapetapetap
Pada sistem batch dengan sistem volume reaksi tetap:
V sistem setiap saat (t = t) sama dengan
V sistem mula-mula
atau:
V = V 0
sehingga, konsentrasi reaktan A setiap saat dapat di-
nyatakan sebagai:
n
(1
X
)
A0
A
C
= =
C
(1
X
)
A
A0
A
V
(Silakan Anda ingat dan pelajari kembali materi sebe-
lumnya: “DASAR-DASAR KINETIKA REAKSI KIMIA”)
Reaksi Ireversibel Unimolekuler Berorde-Satu Kecepatan reaksi berorde-satu: r = k C A A d C
Reaksi Ireversibel Unimolekuler Berorde-Satu
Kecepatan reaksi berorde-satu:
r
= k C
A
A
d C
d X
A
A
Pada sistem batch bervolume-tetap:
r
=
= C
A
A0
dt
dt
Kondisi batas:
t = 0:
atau X A = 0
C A = C A0
t = t:
C A = C A atau X A = X A
X A vs t
(pers. (10))
Pers. (5)
atau (9)
C A vs t
(pers. (6))
t
Bagaimana profil grafik (-r A ) vs C A dan (-r A ) vs X A ?
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi SearahSearahSearahSearah BerordeBerordeBerordeBerorde 1111
Suatu reaksi homogen orde pertama: A
2 P
berlangsung dalam reaktor batch bervolume
tetap. Mula-mula hanya terdapat A dan P
dengan konsentrasi masing-masing sebesar 10
mmol/liter dan 1 mmol/liter. Yield P sebesar
30% dicapai dalam 15 menit.
Berapakah laju spesifik reaksi ini?
Hill, 1977, p. 68, ch. 3 Problem
Hill, 1977, p. 68, ch. 3
Problem
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi SearahSearahSearahSearah BerordeBerordeBerordeBerorde 1111
Suatu reaksi homogen fase-cair orde-
pertama dilangsungkan dalam reaktor
batch. Konversi (X) 60% reaksi itu dicapai
dalam 45 menit.
(a) Berapa waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai konversi 80%?
(b) Berapa nilai konstanta laju reaksinya?
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi SearahSearahSearahSearah BerordeBerordeBerordeBerorde 1111
Reaksi homogen orde-pertama: A
2 P
berlangsung secara batch dalam reaktor
bervolume tetap. Mula-mula hanya terdapat
A dan P (C A0 = 10 mmol/liter, C P0 = 2
mmol/liter). Setelah 15 menit: komposisi
molar P dalam campuran = 40%.
Berapakah laju spesifik reaksi ini?
Reaksi Ireversibel Berorde-Dua Beberapa kasus: (1) A + B produk -r A = k C
Reaksi Ireversibel Berorde-Dua
Beberapa kasus:
(1) A + B produk
-r A = k C A C B
(penyelesaian dengan integral pecahan fraksional)
(2) A produk
-r A = k C A 2
(3) Secara umum: a A + b B produk
C B
-r A = k C A
(dengan:
+
= 2)
(jika
dan berupa pecahan, maka penyelesaian
akan lebih mudah dilakukan secara numerik)
Pelajari persamaan dan grafik2 yang bersesuaian…!
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi SearahSearahSearahSearah BerordeBerordeBerordeBerorde 1111 dandandandan 2222
Cairan A terdekomposisi melalui kinetika
reaksi berorde-satu. Dalam sebuah
reaktor batch bervolume-tetap, 50% A
terkonversi dalam waktu 5 menit.
Berapakah waktu reaksi agar konversi
mencapai 75%? Ulangi jika kinetika
reaksi tersebut berorde-dua!
Soal Nomor 14
Reaksi Ireversibel Berorde n Untuk reaksi: A produk reaksi secara umum: -r A = k
Reaksi Ireversibel Berorde n
Untuk reaksi: A produk reaksi
secara umum: -r A = k C A n
Penyelesaian secara analitik (dengan
batas: C A = C A0 pada t = 0 dan C A = C A
pada t = t) adalah:
1
n
1
n
[n π 1]
C
C
=
( n
1) k t
A
A0
Coba Anda cek untuk reaksi-reaksi
berorde 0, 2, ½, dan 1 ½ !
ContohContoh-ContohContoh-contoh--contohcontohcontoh ReaksiReaksiReaksiReaksi Berorde 1: Cracking butana, dekomposisi N
ContohContoh-ContohContoh-contoh--contohcontohcontoh ReaksiReaksiReaksiReaksi
Berorde 1:
Cracking butana, dekomposisi N 2 O 5 , peluruhan radioaktif
Berorde 2:
Class I: Dekomposisi HI ( 2 HI H 2 + I 2 ), dimerisasi
siklopentadiena (2 C 5 H 6 C 10 H 12 ), dekomposisi termal
NO 2 fase gas (2 NO 2 2 NO + O 2 )
Class II: Hidrolisis ester organik dalam media non-
aqueous, pembentukan HI (H 2 + I 2 2 HI)
Berorde 3:
2 NO + Cl 2 2 NOCl, 2 NO + O 2 2 NO 2
Berorde pecahan:
Pirolisis asetaldehida (orde 3/2), pembentukan phosgene
dari CO dan Cl 2 (r = k (Cl 2 ) 3/2 CO)
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi SearahSearahSearahSearah BerordeBerordeBerordeBerorde 2222
Cairan A terdekomposisi melalui kinetika
reaksi berorde-kedua. Dalam sebuah
reaktor batch bervolume-tetap, 40% A
terkonversi dalam waktu 10 menit.
(a) Berapakah waktu reaksi agar konversi
mencapai 75%?
(b) Berapakah nilai laju reaksi spesifiknya?
Reaksi Berorde Semu Orde semu = orde “tidak sebenarnya” Ilustrasi: Reaksi fase cair hidrolisis ester:
Reaksi Berorde Semu
Orde semu = orde “tidak sebenarnya”
Ilustrasi:
Reaksi fase cair hidrolisis ester:
CH 3 COOC 2 H 5 + H 2 O CH 3 COOH + C 2 H 5 OH
Orde 1 terhadap CH 3 COOC 2 H 5
Orde 1 terhadap H 2 O
Orde reaksinya: …?
Bagaimana jika konsentrasi awal
O dibuat sangat
H 2
berlebih terhadap CH 3 COOC 2 H 5 : …?
WaktuWaktuWaktuWaktu ParuhParuhParuhParuh (Half(Half-(Half(Half--Life)-Life)Life)Life) ReaksiReaksiReaksiReaksi Waktu
WaktuWaktuWaktuWaktu ParuhParuhParuhParuh (Half(Half-(Half(Half--Life)-Life)Life)Life) ReaksiReaksiReaksiReaksi
Waktu paruh (half-life) reaksi (t ½ ) merupakan waktu yang
dibutuhkan oleh reaksi tersebut agar konsentrasi reaktannya
menjadi setengah dari konsentrasi reaktan mula-mula.
t
= t
atau:
1 1
C
=
C
A
A0
2 2
Hubungan antara waktu
paruh reaksi terhadap
konsentrasi reaktan A
mula-mula:
Pers.
(45)
(
)
1
n
1
2
1
1
n
t
=
C
A0
1 k
2 (
n
1
)
[n ππππ 1]
WaktuWaktuWaktuWaktu FraksiFraksiFraksiFraksi (Fractional(Fractional(Fractional(Fractional Life)Life)Life)Life)
WaktuWaktuWaktuWaktu FraksiFraksiFraksiFraksi (Fractional(Fractional(Fractional(Fractional Life)Life)Life)Life) ReaksiReaksiReaksiReaksi
Waktu paruh (t ½ ) merupakan istilah (atau kasus) yang
spesifik dari fractional life (t F ), dengan besarnya F:
C
A
F =
=
1
2
C
A0
C
A
Secara umum, besarnya F:
F =
C
A0
berada pada rentang:
0 < F < 1
Hubungan antara t F dengan C A0 :
1
n
F
1
1
n
t
=
C
[n ππππ 1]
F
(
n
1
)
A0
k
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: WaktuWaktuWaktuWaktu ParuhParuhParuhParuh ReaksiReaksiReaksiReaksi Laju
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
WaktuWaktuWaktuWaktu ParuhParuhParuhParuh ReaksiReaksiReaksiReaksi
Laju hidrasi etilen oksida (A) menjadi etilen
glikol (C 2 H 4 O + H 2 O
C 2 H 6 O 2 ) dalam larutan
encer sebanding dengan konsentrasi A,
dengan konstanta kecepatan reaksi sebesar k
= 4,11x10 -5 detik -1 pada 20 o C untuk
konsentrasi katalis (HClO 4 ) tertentu (tetap).
Tentukan besarnya waktu paruh (half-life, t 1/2 )
oksida A (dalam satuan detik), jika reaksi
dilangsungkan dalam sebuah reaktor batch.
Soal Nomor 21
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi SearahSearahSearahSearah BerordeBerordeBerordeBerorde 2222 (Non(Non(Non(Non Bimolekuler)Bimolekuler)Bimolekuler)Bimolekuler)
Reaksi antara etilen bromida dan kalium iodida dalam 99%
metanol (sebagai inert) diketahui merupakan reaksi yang berorde-
satu terhadap masing-masing reaktan (atau, mempunyai orde
keseluruhan = 2). Reaksi tersebut dapat dituliskan sbb:
C 2 H 4 Br 2 + 3 KI
atau: A + 3 B
C 2 H 4 + 2 KBr + KI 3
produk
(a) Turunkan persamaan yang dapat digunakan untuk menghitung
konstanta kecepatan reaksi berorde-dua (k) tersebut.
(b) Dalam sebuah eksperimen pada 59,7 o C, dengan C A0 = 0,0266
dan C B0 = 0,2237 mol/L, bromida (A) telah 59,1% bereaksi
setelah reaksi berlangsung selama 15,25 jam. Tentukan besarnya
harga k tersebut, beserta satuannya.
Soal Nomor 26
WaktuWaktuWaktuWaktu ParuhParuhParuhParuh (Half(Half-(Half(Half--Life)-Life)Life)Life) ReaksiReaksiReaksiReaksi ---- 2222
WaktuWaktuWaktuWaktu ParuhParuhParuhParuh (Half(Half-(Half(Half--Life)-Life)Life)Life) ReaksiReaksiReaksiReaksi ---- 2222
Banyaknya reaktan A yang tersisa setelah reaksi
berlangsung selama m x waktu paruh:
m
=  
1
2  
m
Fraksi reaktan A
yang
terkonversi:
1 
= 1
 
2  
Analog untuk kasus: waktu fraksi
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: WaktuWaktuWaktuWaktu ParuhParuhParuhParuh ReaksiReaksiReaksiReaksi Reaksi
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
WaktuWaktuWaktuWaktu ParuhParuhParuhParuh ReaksiReaksiReaksiReaksi
Reaksi homogen: A B + C, merupakan
reaksi orde-satu dengan waktu paruh
sebesar 27 menit. Banyaknya A yang telah
terurai dalam waktu 81 menit adalah
A. 12,5 %
B. 25 %
C. 50 %
D. 75 %
E. 87,5 %
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: PerhitunganPerhitunganPerhitunganPerhitungan TekananTekananTekananTekanan
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
PerhitunganPerhitunganPerhitunganPerhitungan TekananTekananTekananTekanan ParsialParsialParsialParsial dalamdalamdalamdalam SistemSistemSistemSistem ReaksiReaksiReaksiReaksi
Untuk reaksi fase-gas ireversibel 2A
D yang
dipelajari dalam reaktor bervolume-tetap (rigid) pada
temperatur (tetap) T, tekanan total (P) yang terukur
adalah 180 kPa setelah reaksi berlangsung selama 20
menit dan 100 kPa setelah waktu yang lama (reaksi
berlangsung sempurna). Jika mula-mula hanya ada A,
berapakah tekanan parsial D (p D ) setelah reaksi
berlangsung selama 20 menit?
Tuliskan asumsi-asumsi yang digunakan.
Soal Nomor 23
Problem Nauman, 2002, p. 71
Problem
Nauman, 2002, p. 71
SoalSoalSoalSoal ddari:ddari:ari:ari: Missen,1999Missen,1999Missen,1999Missen,1999 For the gas-phase reaction: C 2 H 4 +
SoalSoalSoalSoal ddari:ddari:ari:ari: Missen,1999Missen,1999Missen,1999Missen,1999
For the gas-phase reaction:
C 2 H 4 + C 4 H 6
or
A + B
C
C 6 H 10
carried out isothermally in a constant-volume batch
reactor, what should the temperature (T/K) be to
achieve 57,6% conversion of reactants, initially
present in an equimolar ratio, in 4 min? The initial
total pressure is 0,8 bar (only A and B present
initially). The rate law (Example 4-8) is:
115000   C
7
r A
=
3,0 x 10
exp 
C
A
B
R T
 
with the Arrhenius parameters, A and E A , in L mol -1 s -1
and J mol -1 , respectively.
Reaksi Reversibel Berorde Satu Tinjau reaksi reversibel unimolekuler berorde satu: Persamaan kinetikanya: d C d
Reaksi Reversibel Berorde Satu
Tinjau reaksi reversibel unimolekuler berorde satu:
Persamaan kinetikanya:
d C
d C
d X
R
=
A
=
C
A =
k
C
k
C
A0
1
A
2
R
dt
dt
dt
C
k 1 M
+
X
C
M =
R0
Ae
Re
=
=
K
=
C
C
k
1
X
C
A0
2
Ae
Ae
X
C
C
M
+
1
ln
1
A
 =
ln
A
Ae
=
k
t
1
X
C
C
M
+
X
Ae
A0
Ae
Ae
SoalSoalSoalSoal dari:dari:dari:dari: Missen,1999Missen,1999Missen,1999Missen,1999
SoalSoalSoalSoal dari:dari:dari:dari: Missen,1999Missen,1999Missen,1999Missen,1999
REAKSI KOMPLEKS - ContohContohContohContoh ReaksiReaksiReaksiReaksi Reaksi reversibel (bolak-balik): Isomerisasi butana:
REAKSI KOMPLEKS - ContohContohContohContoh ReaksiReaksiReaksiReaksi
Reaksi reversibel (bolak-balik):
Isomerisasi butana:
Reaksi ireversibel paralel:
Dehidrasi dan dehidrogenasi etanol:
Reaksi ireversibel seri:
Dekomposisi aseton (seri terhadap ketena):
4
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi BolakBolak-BolakBolak--balik-balikbalikbalik BerordeBerordeBerordeBerorde 1111
Reaksi fase-cair reversibel berorde-satu: A € R,
dengan C A0 = 0,5 mol/liter dan C R0 = 0,
berlangsung di dalam sebuah reaktor batch
bervolume-tetap. A telah terkonversi sebesar
33,3% setelah 8 menit, sedangkan konversi
kesetimbangan tercapai pada 66,7%. Tentukan
persamaan kinetika reaksi ini!
Soal Nomor 18
Reaksi Reversibel Berorde Dua Tinjaulah beberapa skema reaksi reversibel bimole- kuler berorde dua sebagai berikut:
Reaksi Reversibel Berorde Dua
Tinjaulah beberapa
skema reaksi
reversibel bimole-
kuler berorde dua
sebagai berikut:
Persamaan kinetikanya: …?
Nilai awal (pada t = 0): …?
Dapat diselesaikan…!
Reaksi Ireversibel Paralel Reaksi ireversibel paralel elementer: Persamaan kinetikanya: d C r = A =
Reaksi Ireversibel Paralel
Reaksi ireversibel paralel elementer:
Persamaan kinetikanya:
d C
r =
A =
k
C
+
k
C
=
(
k
+
k
)
C
A
1
A
2
A
1
2
A
dt
d C
R
k 1 > k 2
=
= k
r R
1 C
A
dt
R: desired
product
d C
S
=
= k
C
r S
2
A
dt
Pada t = 0: C A = C A0
C R = C R0 = 0
C S = C S0 = 0
Reaksi Ireversibel Seri-1 Reaksi ireversibel seri elementer: Persamaan kinetikanya: d C r = A =
Reaksi Ireversibel Seri-1
Reaksi ireversibel seri elementer:
Persamaan kinetikanya:
d C
r
=
A =
k
A
1 C
A
dt
d C
r
=
R =
k
C
k
C
R
1
A
2
R
dt
d C
r
=
S = k
C
S
2
R
dt
Pada t = 0: C A = C A0
C R = C R0 = 0
C S = C S0 = 0
ThinkThinkThinkThink aboutaboutaboutabout this⁄this⁄this⁄this⁄ Is the approach of the concentration of a reagent
ThinkThinkThinkThink aboutaboutaboutabout this⁄this⁄this⁄this⁄
Is the approach of the concentration of a reagent A
to equilibrium always monotonically decreasing if
?
Thermodynamics tells nothing about kinetics.
Thus, while [A] must go to its equilibrium value
eventually, it may not go there directly. For example,
the following is possible:
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi SearahSearahSearahSearah ParalelParalelParalelParalel
Tinjaulah sebuah reaksi fase-cair dekomposisi A yang
berlangsung menurut skema kinetika dengan persamaan
kecepatannya sebagai berikut: A B + E r B = k 1 C A
A
D + E
r D = k 2 C A
Reaksi dilangsungkan secara isotermal dalam sebuah
reaktor batch, dengan mula-mula hanya ada A dengan C A0
= 4 mol/L dalam pelarut inert. Pada t = 1200 detik, C A =
1,20 mol/L dan C B = 0,84 mol/L. Hitunglah:
(a)
harga k 1 dan k 2 (beserta satuannya)
(b)
harga C D dan C E pada t = 1200 detik.
Soal Nomor 52
Reaksi Ireversibel Seri-2 Kapan dan berapa C R maksimum? k 2 ( k k )
Reaksi Ireversibel Seri-2
Kapan dan berapa C R maksimum?
k
2 (
k
k
)
 k 
2
1
1
C
= C
R ,max
A0
 
k
d C R
  
2
=
0
dt
k
2
ln
k
1
t
=
1 =
max
k
k
2
1
k log mean
Secara umum:
Untuk sejumlah reaksi yang berlangsung seri/ konsekutif/
berurutan: tahap reaksi yang paling lambat yang akan
menjadi penentu kecepatan reaksi secara keseluruhan
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi SearahSearahSearahSearah SeriSeriSeriSeri
Reaksi seri elementer:
berlangsung dalam sebuah reaktor sistem batch
bervolume tetap. Mula-mula hanya ada A dengan
C A0 = 120 mmol/m 3 .
Jika C A = 85 mmol/m 3 setelah reaksi berlangsung
selama 12 menit, dan C R maksimum yang dicapai
oleh reaksi ini adalah 60 mmol/m 3 , tentukan:
(a)
besarnya k 1 dan k 2
(b)
waktu untuk mencapai C R maksimum
(c)
C A dan C S pada saat t pada butir (b)
(d)
C R dan C S pada t = 12 menit
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal: KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi
ContohContohContohContoh Soal:Soal:Soal:Soal:
KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi SearahSearahSearahSearah SeriSeri-SeriSeri--Paralel-ParalelParalelParalel
k 3
D
k 1
Reaksi homogen:
A
B
k 2
C
berlangsung dalam sebuah reaktor sistem batch
bervolume tetap. Mula-mula hanya ada A.
(a)
Turunkan persamaan C A terhadap t. Jika k 1 = 0,001
detik -1 , berapakah rasio C A /C A0 setelah 1,5 menit?
(b)
Turunkan persamaan C B terhadap t. Jika k 2 = 0,003
detik -1 , k 3 = 0,002 detik -1 , dan C A0 = 0,2 gmol/dm 3 ,
berapakah C B setelah 2 menit?
(c)
Berapakah konsentrasi C setelah 1 menit? 2 menit?
(d)
Gambarkan profil S DC terhadap t. Kapankah C B
mencapai maksimum?
(Sumber: Fogler, 1992)
SISTEM REAKTOR BATCH – VOLUME BERUBAH (VARIABLE VOLUME/ VARIABLE DENSITY) Beberapa asumsi untuk pendekatan: ∑
SISTEM REAKTOR BATCH – VOLUME BERUBAH
(VARIABLE VOLUME/ VARIABLE DENSITY)
Beberapa asumsi untuk
pendekatan:
∑ Reaksi berlangsung
dalam kondisi P tetap
dan T tetap
∑ Berlangsungnya reaksi
diamati melalui
perubahan volume
sistem reaksi
∑ Reaksi berlangsung hanya melalui satu persamaan stoi-
kiometri tunggal.
Volume sistem reaksi pada saat t (atau pada X A tertentu):
V = V
(
1+
X
)
0
A
A
Profil C A , C R , dan C S versus t:
Profil C A , C R ,
dan C S
versus t:
Problem Nauman, 2002, p. 71
Problem
Nauman, 2002, p. 71
Penentuan A Besarnya A ditentukan oleh: (1) persamaan stoikiometri reaksi (2) komposisi reaktan awal (termasuk
Penentuan A
Besarnya A ditentukan oleh:
(1) persamaan stoikiometri reaksi
(2) komposisi reaktan awal (termasuk inert)
Tinjau reaksi:
a A + … p P + …
V
V
X
A = 1
X
= 0
=
A
(Levenspiel; Hill)
A V
X
= 0
A
A
atau:
= y
(Fogler)
A
A0
A
Ilustrasi: (1) Reaksi homogen fase-gas: A 4 R dalam sistem variable-volume batch reactor ∑ Jika
Ilustrasi:
(1)
Reaksi homogen fase-gas: A 4 R
dalam sistem variable-volume batch reactor
∑ Jika mula-mula hanya ada reaktan A, maka: …
∑ Jika mula-mula campuran reaktan mempunyai
komposisi: A sebanyak 50%-mol dan sisanya
berupa inert, maka: …
(2)
Campuran gas dengan n A0 = 100, n B0 = 200, dan n I0 =
100, direaksikan dalam sebuah reaktor batch
(variable-density), melalui reaksi: A + 3 B 6 R
maka: …
ContohContohContohContoh SoalSoal:SoalSoal::: KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi
ContohContohContohContoh SoalSoal:SoalSoal:::
KinetikaKinetikaKinetikaKinetika ReaksiReaksiReaksiReaksi HomogenHomogenHomogenHomogen –––– SistemSistemSistemSistem VolumeVolumeVolumeVolume BerubahBerubahBerubahBerubah
Tentukan konstanta kecepatan reaksi
orde-satu untuk berkurangnya A dalam
reaksi fase-gas (dalam sebuah reaktor
batch): 2 A
R, pada kondisi tekanan
tetap, reaktan berupa 80%-mol A (&
sisanya berupa gas inert), dan volume
campuran reaksi berkurang 20% dalam
waktu 3 menit!
Soal Nomor 41
Hill, 1977, p. 75, ch. 3
Hill, 1977,
p. 75,
ch. 3
Pernyataan Kecepatan Reaksi Konsentrasi A setiap saat (t = t): n n ( 1 X
Pernyataan Kecepatan Reaksi
Konsentrasi A setiap saat (t = t):
n
n
(
1
X
)
1
X
A
A0
A
A
C
=
= C
A =
A0
V
V
(
1
+
X
)
1
+
X
0
A
A
A
A
Kecepatan reaksi homogen berkurangnya A:
d C
A
r A =
dt
(sistem batch, V tetap)
1
d n
A
r =
A
C
d X
V
dt
r A0
A
=
A 1
+
X
dt
A
A
d V
C
(
ln V
)
atau:
C A0
A0 d
r =
A =
V
dt
A dt
A
(sistem batch, V berubah)
Hill, 1977, p. 71, ch. 3 Problem
Hill, 1977, p. 71, ch. 3
Problem
C ( ln V ) atau: C A0 A0 d r = A = V dt