Anda di halaman 1dari 14

KOORDINASI

Pengertian Koordinasi

Awaluddin(Hasibuan, 2004)
Koordinasi adalah suatu kerja sama antara
badan, instansi, unit dalam pelaksanaan
tugas-tugas tertentu sedemikian
rupa,sehingga terdapat saling mengisi, saling
membantu, dan saling melengkapi.

Pengertian Koordinasi

Sedangkan menurut (Usman, 2010)


koordinasi ialah proses
mengintegrasikan(memadukan),
menyingkronisasikan, dan menyederhanakan
pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah secara
terus-menerus untuk mencapai tujuan secara
efektif dan efisien.

Pengertian Koordinasi

Secara Umum
koordinasi yaitu kerja sama suatu
organisasi agar tercipta tujuan yang efektif
dan efisien melalui proses saling memadukan
tugas dengan saling membantu maupun
saling melengkapi yang terpisah agar dapat
terselesaikan.

Pentingya Koordinasi
1. Untuk mencegah terjadinya kekacauan, percekcokan, dan kekembaran

atau kekosongan pekerjaan.


2. Agar orang-orang dan pekerjaanya diselaraskan serta diarahkan untuk

mencapai tujuan perusahaan.


3. Agar sarana dan prasarana dimanfaatkan untuk mencapai tujuan.
4. Supaya semua unsur manajemen (6M: men, money, methods, materials,

machines, and market)dan pekerjaan masing-masing individu karyawan


harus membantu tercapinya tujuan organisasi
5. Supaya semua tugas, kegiatan dan pekerjaan terintegrasi kepada sasaran

yang diinginkan.

Tujuan dan Manfaat


Koordinasi
(Hasibuan, 2004) koordinasi penting dalam suatu organisasi
adalah sebagi berikut
Untuk mengarahkan dan menyatukan semua tindakan serta
pemikiran kearah tercapainya sasaran perusahaan.
Untuk menjuruskan keterampilan spesialis ke rah sasaran
perusahaan.
Untuk menghindari kekosongan dan tumpang-tindih pekerjaan.
Untuk menghindari kekacauan dan penyimpangan tugas dari
sasaran.
Untuk mengintegrasikan tindakan dan pemanfaatan 6M kearah
sasaran organisasi atau perusahaan.
Untuk menghindari tindakan overlapping dari sasaran
perusahaan.

Tujuan dan Manfaat


Koordinasi
(Usman,

2010) Tujuan dan manfaat koordinasi antara lain


sebagai berikut:
Untuk mewujudkan KISS(koordinasi, integrasi, sinkronisasi,
dan simplikasi) agar tujuan organisasi tercapai secara efektif
dan efisien.
Memecahkan konflik kepentingan berbagai pihak yang terkait.
Agar manajer pendidikan mampu mengintegrasikan dan
mensingkronkan pelaksanaan tugas-tugasnya dengan
stakeholders pendidikan yang saling bergantungan, semakin
besar ketergantungan dari unit-unit, semakin besar pula
kebutuhan akan pengkoordinasian.
Agar manajer pendidikan mampu mengoordinasikan
pembangunan sector pendidikan dengan pengembangan
sector-sektor lainnya.

Lanjutan

Agar manajer pendidikan mampu mengintegrasikan


kegiatan funsional dinas pendidikan dan tujuan-tujuan
dari unit organisasi yang terpisah-pisah untuk mencapai
tujuan bersama dengan sumber daya yang terbatas
secara efektif dan efisien.
Adanya pembagian kerja dimana semakin besar
pembagian kerja, semakin diperlukan
pengoordinasian/penyerasian sehingga tidak terjadi
duplikasi atau tumpang tindih pekerjaan yang
menyebabkan pemborosan.
Untuk mengembangkan dan memelihara hubungan yang
baik dan harmonis diantara kegiatan-kegiatan, baik fisik
maupun non-fisik dengan stakeholders.

Lanjutan

Untuk memperlancar pelaksaan tugas dalam


rangka mencapai tujuan pendidikan dengan
sumber daya pendidikan yang terbatas
Mencegah terjadinya konflik internal dan
eksternal sekolah yang kontra produktif.
Mencegah terjadinya kekosongan ruang dan
waktu.
Mencegah terjadinya persaingan yang tidak
sehat.

Karakteristik Koordinasi

(Usman, 2010) menyatakan membagi kedalam


10 point sebagai berikut:
Tujuan berkoordinasi tercapai dengan
memuaskan semua pihak terkait;
Coordinator sangat proaktif dan stkeholders
kooperatif;
Tidak ada yang mementingkan diri sendiri atau
kelompokyna(egosektoral);
Tidak terjadi tumpang tindih tugas;
Komitmen semua pihak tinggi;

Lanjutan

Informasi keputusan mengalir cepat ke


semua pihak yang ada dalam system
jaringan koordinasi;
Tidak merugikan pihak-pihak yang
berkoordinasi;
Pelaksanaan tepat waktu;
Semua masalah terpecahkan;
Tersedianya laporan tertulis yang lengkap
dan rinci oleh masing-masing stakeholders.

Karakteristik Koordinasi
Sementara menurut (Hasibuan, 2004) membagi
karakteristik koordinasi kedalam 3 bagian yaitu:
Koordinasi adalah dinamis bukan statis
Koordinasi menekankan pandangan menyeluruh
oleh seorang coordinator (manajer) dalam rangka
mencapai sasaran
Koordinasi hanya meninjau suatu pekerjaan secara
keseluruhan.

Cara- Cara Mengadakan Koordinasi

Memberikan keterangan langsung dan secara


bersahabat. Keterangan mengenai pekerjaan saja
tidak cukup, karena tindakan-tindakan yang tepat
harus diambil untuk menciptakan dan menghasilkan
koordinasi yang baik.
Mengusahakan agar pengetahuan dan penerimaan
tujuan yang akan dicapai oleh anggota, tidak menurut
masing-masing individu anggota dengan tujuannya
sendiri-sendiri. Tujuan itu adalah tujuan bersama.
Mendorong para anggota untuk bertukar pikiran,
mengemukakan ide, saran-saran,dan lain sebagainya.

Lanjutan

Mendorong para anggota untuk berpartisipasi dalam


tingkat perumusan dan penciptaan sasaran
Membina human relaions yang baik antara sesama
karyawan.
Manajer sering melakukan komunikasi informal
dengan para bawahan. Ringkasnya, suatu koordinasi
akan lebih baik, jika memperoleh dukungan
partisipasi dari bawahan, dan pihak-pihak yang
terkait yang akan melakukan pekerjaan
diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan,
supaya mereka antusias dalam melakukannya.