Anda di halaman 1dari 6

TUGAS ALAT INDUSTRI KIMIA

FLUIDISASI

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA

Iip Saipulloh

114100012

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


SERPONG
JANUARI 2014

FLUIDISASI
Fluidisasi

adalah

metoda

pengontakan

butiran-butiran

padat

dengan fluida baik cair maupun gas. Dengan metoda ini diharapkan
butiran-butiran padat memiliki sifat seperti fluida dengan

viskositas

tinggi. Sebagai ilustrasi, tinjau suatu kolom berisi sejumlah partikel


padat berbentuk bola. Melalui unggun padatan ini kemudian dialirkan
gas dari bawah ke atas.
Pada laju alir yang cukup rendah, butiran padat akan tetap diam,
karena gas hanya mengalir dari bawah ke atas. Pada laju alir yang
cukup rendah, butiran padat akan tetap diam, karena gas hanya
mengalir melalui ruang antar partikel tanpa menyebabkan perubahan
susunan partikel tersebut. Keadaan yang demikian disebut unggun diam
atau fixed bed.

Fenomena-fenomena yang dapat terjadi pada proses fluidisasi


antara lain:
1.

Fenomena fixed bed yang terjadi ketika laju alir fluida kurang dari
laju minimum yang dibutuhkan untuk proses awal fluidisasi. Pada
kondisi ini partikel padatan tetap diam.

2.

Fenomena minimum or incipient fluidization yang terjadi ketika laju


alir fluida mencapai laju alir minimum yang dibutuhkan untuk
proses fluidisasi. Pada kondisi ini partikel-partikel padat mulai
terekspansi.

3.

Fenomena smooth or homogenously fluidization terjadi ketika


kecepatan dan distribusi aliran fluida merata, densitas dan
distribusi partikel dalam unggun sama atau homogen sehingga
ekspansi pada setiap partikel padatan seragam.

4.

Fenomena bubbling fluidization yang terjadi ketika gelembung


gelembung pada unggun terbentuk akibat densitas dan distribusi
partikel tidak homogeny.

5.

Fenomena slugging fluidization yang terjadi ketika gelembunggelembung besar yang mencapai lebar dari diameter kolom
terbentuk pada partikel-partikel padat. Pada kondisi ini terjadi
penorakan sehingga partikel-partikel padat seperti terangkat.

6.

Fenomena

chanelling

fluidization

yang

terjadi

ketika

dalam

ungggun partikel padatan terbentuk saluran-saluran seperti tabung


vertical.
7.

Fenomena disperse fluidization yang terjadi saat kecepatan alir


fluida

melampaui

kecepatan

maksimum

aliran

fluida.

Pada

fenomena ini sebagian partikel akan terbawa aliran fluida dan


ekspansi mencapai nilai maksimum. Kondisi ini ditunjukkan pada
Gambar

Faktor-faktor Fluidisasi :
1.

laju alir fluida dan jenis fluida

2.

ukuran partikel dan bentuk partikel

3.

jenis dan densitas partikel.

4.

porositas unggun

5.

distribusi aliran.

6.

distribusi bentuk ukuran fluida

7.

diameter kolom

8.

tinggi unggun.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN FLUIDISASI


Keuntungan fluidisasi
1.

Kebocoran seperti pada aliaran

cairan dan partikel-partikel

memberikan kontrol secara kontinyu.


2.

Kecepatan

pencampuran

solid

mendekati

kondisi

isothermal,

tekanan melalui reaktor dimana operasi dapat dikontroldengan


mudah.

3.

Sirkulasi solid oleh fluidized bed membuatnya mungkin untuk


transportasi dengan jumlah yang sangat banyak.

Kerugian fluidisasi
1.

Sulit menggambarkan aliran gas dengan deviasi besar dari sumber


aliran dan dengan passing dari solute dan gelembung-gelembung
menyebabkan tidak efisiennya sistem kontak. Hal ini menjadi serius
bila konversi tinggi dan reaktan-reaktan dibutuhkan.

2.

Kecepatan penguapan solid dalam uniformnya. Waktu tinggal solid


ini memberikan konversi lebih efektif dengan kata lain untuk
mengerjakan solid secara batch. Pencampuran ini menolong karena
memberikan produk solid seragam untuk reaksi-reaksi katalitik.

3.

Erosi pipa dan tempat abrasi partikel.

4.

Untuk pengoperasian luas katalitik pada tempat operasi yang


berpengaruh terhadap kecepatan reaksi.

APLIKASI FLUIDISASI DALAM INDUSTRI PEMBAKARAN


BATUBARA
Sistem pembakaran batubara umumnya terbagi 2 yakni
1

sistem unggun terfluidakan (fluidized bed system).

unggun tetap (fixed bed system atau grate system).

1.

Fluidized bed system adalah sistem dimana udara ditiup dari bawah

menggunakan blower sehingga benda padat di atasnya berkelakuan


mirip fluida. Teknik fluidisasi dalam pembakaran batubara adalah teknik
yang paling efisien dalam menghasilkan energi.
Pasir atau corundum yang berlaku sebagai medium pemanas
dipanaskan terlebih dahulu. Pemanasan biasanya dilakukan dengan
minyak bakar. Setelah temperatur pasir mencapai temperaturbatubara
yaitu 300oC, maka batubara diumpankan. Sistem ini menghasilkan abu
terbang dan abu yang turun di bawah alat.

Abu-abu tersebut disebut dengan fly ash dan bottom ash. Teknologi
fluidized bed biasanya digunakan di PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga
Uap). Komposisi fly ash dan bottom ash yang terbentuk dalam
perbandingan berat adalah : (80-90%) berbanding (10-20%).
Secara umum konsep teknologi yang diunggulkan dari system
pembakaran fluidized bed adalah :
a.

adanya gerak turbulen partikel yang sangat baik untuk proses


perpindahan panas dan massa bahan bakar padat, dan baik untuk
menyeragamkabn temperature di dalam bed dan reactor.

b.

injeksi langsung gas terlarut (sorbent) ke dalam bed, sangat


memudahkan untuk mengkontrol gas asam

c.

penggunaan temperature sebagai variable independent, yang


berguna untuk mengendalikan polusi, mengatur distribusi bahan
bakar dan udara, serta penukaran panas di dalam reactor

d.

penggunaan bed dengan material inert sebagai pemberat panas


(thermal

flywheel)

yang

dapat

mengurangi

ataupun pengotor bahan bakar lainnya.

terjadinya

slugs

2.

Fixed bed system atau Grate system adalah teknik pembakaran

dimana batubara berada di atas conveyor yang berjalan atau grate.


Sistem ini kurang efisien karena batubara yang terbakar kurang
sempurna atau dengan perkataan lain masih ada karbon yang tersisa.
Ash yang terbentuk terutama bottom ash masih memiliki kandungan
kalori sekitar 3000 kkal/kg.
Di China, bottom ash digunakan sebagai bahan bakar untuk
kerajinan besi (pandai besi). Teknologi Fixed bed system banyak
digunakan pada industri tekstil sebagai pembangkit uap (steam
generator). Komposisi fly ash dan bottom ash yang terbentuk dalam
perbandingan berat adalah : (15-25%) berbanding (75-25%).