Anda di halaman 1dari 3

Fase Fase Pertumbuhan Anak

Tahapan Perkembangan Motorik Anak Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengn kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Dan patut diingat, perkembangan setiap anak tidak bisa sama, tergantung proses kematangan masing-masing anak. Berikut tahapan-tahapan perkembangannya: Usia 1-2 tahun Motorik Kasar Motorik Halus • merangkak • mengambil benda kecil dengan ibu jari atau telunjuk • berdiri dan berjalan beberapa langkah • membuka 2-3 halaman buku secara bersamaan • berjalan cepat • menyusun menara dari

balok • cepat-cepat duduk agar tidak jatuh • memindahkan air dari gelas ke gelas lain • merangkak di tangga • belajar memakai kaus kaki sendiri • berdiri di kursi tanpa pegangan • menyalakan TV dan bermain remote •

menarik dan mendorong benda-benda berat • belajar mengupas pisang • melempar

Kasar Motorik Halus • melompat-lompat • mencoret-coret dengan 1 tangan • berjalan mundur dan jinjit • menggambar garis tak beraturan • menendang bola • memegang pensil • memanjat meja atau tempat tidur • belajar menggunting • naik tangga dan lompat di anak tangga terakhir • mengancingkan baju • berdiri dengan 1 kaki • memakai baju sendiri Usia 3-4 tahun Motorik Kasar Motorik Halus • melompat dengan 1 kaki • menggambar manusia • berjalan menyusuri papan • mencuci tangan sendiri • menangkap bola besar • membentuk benda dari plastisin • mengendarai sepeda • Read More

Usia 2-3 tahun Motorik

Tindakan Pencegahan Gangguan Perkembangan Motorik Anak Deteksi dini terhadap gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak Penilaian pertumbuhan dan perkembangan dapat dilakukan sedini mungkin sejak anak dilahirkan. Deteksi dini merupakan upaya penjaringan yang dilaksanakan secara komprehensif untuk menemukan penyimpangan tumbuh kembang dan mengetahui serta mengenal faktor resiko pada balita, yang disebut juga anak usia dini. Melalui deteksi dini dapat diketahui penyimpangan tumbuh kembang anak secara dini, sehingga upaya pencegahan, stimulasi, penyembuhan serta pemulihan dapat diberikan dengan indikasi yang jelas pada masa-masa kritis proses tumbuh kembang. Upaya-upaya tersebut diberikan sesuai dengan umur perkembangan anak, dengan demikian dapat tercapai kondisi tumbuh kembang yang optimal (Tim Dirjen Pembinaan Kesmas, 1997). Penilaian pertumbuhan dan perkembangan meliputi dua hal pokok, yaitu penilaian pertumbuhan fisik dan penilaian perkembangan. Masing-masing penilaian tersebut mempunyai parameter dan alat ukur tersendiri. Pengukuran berat badan (BB) Pengukuran ini dilakukan secara teratur untuk memantau pertumbuhan dan keadaan gizi balita. Balita ditimbang setiap bulan dan dicatat dalam Kartu Menuju Sehat Balita (KMS Balita) sehingga dapat dilihat grafik pertumbuhannya dan dilakukan interfensi jika terjadi penyimpangan. Pengukuran tinggi badan (TB) Pengukuran tinggi badan pada anak sampai usia 2 tahun dilakukan dengan berbaring., sedangkan di atas umur 2 tahun dilakukan dengan berdiri. Hasil pengukuran setiap bulan dapat dicatat pada dalam KMS yang mempunyai grafik pertumbuhan tinggi badan. Pengukuran Lingkar Kepala Read More

Teori Perkembangan Anak - Erickson dan Gardner Pendapat Piaget dan Vigotsky ini perlu diakomodasi untuk saling melengkapi. Rancangan kegiatan perlu dibagi dimana ada saat anak diberi kesempatan menemukan dan membangun pemahamannya (discovery learning), tetapi guru tetap harus berperan memperluas dan meningkatkan efektifitas belajarnya dengan bantuan arahan yang tepat (scaffolding) sehingga anak dapat meningkatkan ZPD untuk menjadi daerah kemampuan aktualnya. Selain itu perlunya menunggu kesiapan anak dari Piaget dan pemberian bantuan dari orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan anak jangan dipandang sebagai sesuatu yang kontradiktif, tetapi dipahami sebagai batasan dalam menetapkan kriteria Developmentally Appropriate Practice. Pendidik perlu meneliti sejauh mana kompetensi dasar usia tertentu, sekaligus mencoba meningkatkan kemampuannya dengan tetap

1/3

memperhatikan kondisi psikologi anak dan tanpa mematikan anak untuk mencintai belajar. Pakar Psikologi Perkembangan Erikson memfokuskan pada perkembangan psikososial sejak kecil hingga dewasa dalam delapan tahap. Setiap orang akan melewati tahapan dan setiap tahapan akan mendapatkan pengalaman positif dan negatif. Kepribadian yang sehat akan diperoleh apabila seseorang dapat melewati krisis dalam tugas perkembangan dengan baik. Bagi anak usia dini, autonomy v.s. doubt (1-3 tahun).Bayi memerlukan pengasuhan yang penuh cinta kasih sehingga ia merasa yang aman baginya. Ketidak konsistenan dan penolakan pada masa bayi akan menimbulkan ketidak percayaan pada pengasuhnya berlanjut pada orang lain dan lingkungan yang lebih luas.Pada masa usia Read More

Safer schools part of quality education “Quality education” has become the main buzzword in dialogue concerning Indonesia’s current education system. Beginning with securing 20 percent of public spending through constitutional amendment, the education sector has made notable improvements by making education free for 9-year primary schooling. Different funding programs have also been provided to allow schools to improve the quality of teachers, curriculum and teaching facilities. But how safe are our public school buildings in the face of potential structural collapse during natural phenomenon, such as an earthquake? In the 2006 Yogyakarta earthquake, 2,155 schools were heavily damaged while in the 2009 West Java and the 2009 West Sumatra earthquakes 2,287 and 1,013 schools were respectively destroyed. On average, damages to schools accounted for more than half of the collective impacts to social infrastructure (education, health, religious facilities) during the last seven major disasters, from the Aceh tsunami through the recent Merapi volcanic eruptions. The question remains; are the schools suffering such significant impacts because they are located in disaster-prone locations, or are they simply sub-standard? Data from the National Education Ministry shows that in 2009, more than 142,000 schools were in need of major refurbishment or rebuilding. More than 317,000 classrooms across the country were also in run-down Read More

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Anak usia dini (0 – 8 tahun) adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan karena itulah maka usia dini dikatakan sebagai golden age (usia emas) yaitu usia yang sangat berharga dibanding usia-usia selanjutnya. Usia tersebut merupakan fase kehidupan yang unik. Secara lebih rinci akan diuraikan karakteristik anak usia dini sebagai

berikut :

cepat dibanding usia selanjutnya. Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar dipelajari anak pada usia ini.

Beberapa karakteristik anak usia bayi dapat dijelaskan antara lain : Mempelajari ketrampilan motorik mulai dari berguling, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan. Mempelajari ketrampilan menggunakan panca indera, seperti melihat atau mengamati, meraba, mendengar, mencium dan mengecap dengan memasukkan setiap benda ke mulutnya. Mempelajari komunikasi sosial. Bayi yang baru lahir telah siap melaksanakan kontrak sosial dengan lingkungannya. Komunikasi responsif dari orang dewasa akan mendorong dan memperluas respon verbal dan non verbal bayi. Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar tersebut merupakan modal penting bagi anak

untuk menjalani proses perkembangan selanjutnya.

beberapa kesamaan karakteristik dengan masa sebelumnya. Secara Read More

1. Usia 0 – 1 tahun

Pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan luar biasa, paling

2. Usia 2 – 3 tahun Anak pada usia ini memiliki

FASE PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI FASE PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI A. Pengertian Kognitif Kognitif adalah proses yang terjadi secara internal di dalam pusat susunan syaraf pada waktu manusia sedang berpikir (Gagne,l976: 71). Kemampuan kognitif ini berkembang secara bertahap, sejalan dengan perkembangan fisik dan syaraf-syaraf yang berada di pusat susunan syaraf. Salah satu teori yang berpengaruh dalam menjelaskan perkembangan kognitif ini adalah teori Piaget. Jean Piaget, yang hidup dari tahun 1896 sampai tahun 1980, adalah seorang ahli biologi dan psikologi berkebangsaan Swiss. Ia merupakan salah seorang yang memmuskan teori yang dapat menjelaskan fase-fase perkembangan kognitif. Teori ini dibangun berdasarkan dua sudut pandang yang disebut

2/3

sudut pandang aliran struktural (structuralism) dan aliran konstruktif (constructivism). Aliran struktural yang mewarnai teori Piaget dapat dilihat dari pandangannya tentang inteligensi yang berkembang melalui serangkaian tahap perkembangan yang ditandai oleh perkembangan kualitas struktur kognitif. Aliran konstruktif terlihat dari pandangan Piaget yang menyatakan bahwa, anak membangun kemampuan kognitif melalui interaksinya dengan dunia di sekitarnya. Dalam hal ini, Piaget menyamakan anak dengan peneliti yang selalu sibuk membangun teori-teorinya tentang dunia di sekitarnya, melalui interaksinya dengan lingkungan di sekitarnya. Hasil dari interaksi ini adalah terbentuknya struktur kognitil, atau skemata (dalam bentuk tunggal disebut skema) yang dimulai dari terbentuknya struktur berpikir secara logis, kemudian Read More

KARAKTERISTIK ANAK USIA DINI Anak usia dini (0 – 8 tahun) adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan karena itulah maka usia dini dikatakan sebagai golden age (usia emas) yaitu usia yang sangat berharga dibanding usia-usia selanjutnya. Usia tersebut merupakan fase kehidupan yang unik. Secara lebih rinci akan diuraikan karakteristik anak usia dini sebagai

berikut : a.

cepat dibanding usia selanjutnya. Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar dipelajari anak pada usia ini.

Beberapa karakteristik anak usia bayi dapat dijelaskan antara lain : 1.

dari berguling, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan. 2.

indera, seperti melihat atau mengamati, meraba, mendengar, mencium dan mengecap dengan memasukkan

setiap benda ke mulutnya. 3.

kontrak sosial dengan lingkungannya. Komunikasi responsif dari orang dewasa akan mendorong dan memperluas respon verbal dan non verbal bayi. Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar tersebut

merupakan modal penting bagi anak untuk menjalani proses perkembangan selanjutnya. b.

Anak pada usia ini memiliki beberapa kesamaan karakteristik dengan masa sebelumnya. Secara fisik anak

masih mengalami pertumbuhan yang pesat. Beberapa karakteristik Read More

Usia 0 – 1 tahun Pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan luar biasa, paling

Mempelajari ketrampilan motorik mulai

Mempelajari ketrampilan menggunakan panca

Mempelajari komunikasi sosial. Bayi yang baru lahir telah siap melaksanakan

Usia 2 – 3 tahun

3/3