Anda di halaman 1dari 6

PEMETAAN RINCI DAN

SAMPLING

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Teknik Pemercontoh


Pada Jurusan Teknik Pertambangan
Fakultas Teknik
Universitas Islam Bandung

Oleh :

M. TASRIK HI. MALIK


100.70.1.11.028

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG


1435 H/2014 M
BAB III
PEMBAHASAN

3.1

Pembahasan Komponen
Dalam pembahasan komponen ini kita mencakup tahapan-tahapan

eksplorasi karena di dalam tahapan tersebut terdapat pemetaan rinci yang


dimana dari hasil pemetaan tersebut bisa digunakan untuk menentukan lokasi
pengambilan sample dan lain-lain.
3.1.1

Tahapan-tahapan Eksplorasi
Survey tinjau
Sebelum para ahli eksplorasi terjun langsung kelapangan ada beberapa

hal yang harus menjadi dasar dalam melakukan survey tinjau diantaranya yaitu :
melihat kembali laporan terahulu dan pembacaan peta lainnya.
Sasaran utama dari peninjauan ini adalah mengedintifikasi derah-daerah
mineralisasi/cebakan skala regional terutama hasil stud geologi regional dan
analisis pengindraan jarak jauh untuk dilakukannya pekerjaan pemboran.
Prospeksi
Prospeksi merupakan pengecilan atau memperjelas daerah dimana
mengandung endapan bahan galian yang potensial yang memiliki nilai ekonomis
yang tinggi.
Kegiatan Penyelidikan dilakukan dengan cara pemetaan geologi dan
pengambilan contoh awal, misalnya puritan dan pemboran yang terbatas, study
geokimia dan geofisika, yang tujuanya adalah untuk mengidentifikasi suatu

Sumber Daya Mineral Tereka (Inferred Mineral Resources) yagn perkiraan dan
kualitasnya dihitung berdasarkan hasil analisis kegiatan diatas.
Eksplorasi umum
Didalam eksplorasi umum seorang ahli eksplorasi sudah mengetahui
berapa kadar yang terkandung didalam suatu endapan bahan galian yang
berpotensial bisa dikatakan sudah teridentifikasi.
Eksplorasi rinci
Dimana didalam eksplorasi rinci itu sendiri yaitu daerah endapan bahan
galian yang sudah di ketahui kadar dan lain-lain dilakukan pemboran sebanyak
mungkin sehingga bentuk dari suatu endapan yang berpotensial tersebut jelas
dan detail.
Untuk kegiatan pemetaan rinci dan sampling tersebut termasuk kedalam
salah satu tahapan-tahan eksplorasi yaitu prospeksi, eksplorasi umum dan
eksplorasi rinci.
3.1.2

Sampling
Metodologi yang dipergunakan untuk memilih dan mengambil unsur-

unsur atau anggota-anggota populasi untuk digunakan sebagai sampel yang


representatif. Secara garis besar metode sampling dapat dibedakan menjadi 2
jenis, yaitu Probability sampling dan Non-Probaility Sampling. Setiap unsur
dalam populasi tidak memilki kesempatan atau peluang yang sama untuk dipilih
sebagi sampel, bahkan probabilitas anggota populasi tertentu untuk terpilih tidak
diketahui. Pemilihan unit samping ke dalam metode ini didasarkan pada
pertimbangan atau penilaian subjektif dan tidak ada penggunaan teori probalitas.

3.2

Diagnosa Masalah
Ada beberapa masalah yang terjadi didalam pemetaan rinci dan sampling

diantaranya yaitu :

1.
2.
3.
4.

3.3

Pemetaan detail geologi yang membutuhkan dana yang tidak sedikit


Pengerjaan membutuhkan waktu yang lama
Pengetahuan yang sedikit tentang pemetaan rinci dan sampling
Pengambilan sample tidak selalu di include

Penanganan Masalah
Dari masalah-masalah yang terjadi ada penanganannya sendiri yang

diantaranya :
1.

Dana yang dibutuhkan dalam sebuah eksplorasi memang sangatlah


banyak mengingat hala-hal yang sepele pun perlu di bayar jd
penanganannya yaitu pencarian investor atau donator tersebut harus
memiliki dana yang melebihi agar kedepannya tidak terjadi salah

2.

komunikasi antara ahli eksplorasi sama investornya.


Didalam sebuah kegiatan eksplorasi itu sendiri membutuhkan waktu yang
sangat lama mengingat pencarian endapan mineral sampai rancangan
untuk melakukan penambangan sangatlah tidak mudah jadi penangannya
mungkin dari efektif dan efesiensi kerja dari para ahli eksplorasi itu sendiri
yang dapat mempersingkat waktu dari yang awalnya lama menjadi lebih

3.

cepat dan jelas outputnya.


Untuk masalah pengetahuan yang sedikit mengenai dunia pemetaan rinci
dan sampling jadi penangannya yaitu sebelum melakukan pemetaan rinci
dan sampling semua para ahli harus memantapkan ilmu yang sudah ada
terlebih dahulu agar ketika kegiatan sudah dilaksanakan tidak terjadi

4.

kesalah pahaman.
fragmen dari luar batas yang ditentukan, dan sampel chip harus
dikumpulkan pada interval yang telah ditentukan, terlepas dari bahan
spektakuler yang tidak terletak di titik interval

BAB IV
KESIMPULAN

4.1

Kesimpulan