Anda di halaman 1dari 5

TUGAS I ETIKA BISNIS 1

BISNIS DAN ETIKA


(Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Etika Bisnis)

OLEH

NAMA

: ROCHEHAT PARDEDE

NPM

: 16211426

KELAS

: 4EA27

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN


UNIVERSITAS GUNADARMA
2015

Bisnis dan Etika

1.

Mitos Bisnis Amoral


Bisnis jangan dicampuradukkan dengan etika. Inilah ungkapan-ungkapan menurut
De George yang disebut sebagai Mitos Bisnis Amoral. Mitos ini mengungkapkan suatu
keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungannya sama
sekali. Keduanya adalah dua bidang yang terpisah satu sama lain. Bisnis hanya bisa dinilai
dengan kategori dan norma-norma bisnis, bukan dengan kategori dan norma etika.
Menurut mitos ini, tujuan dari bisnis adalah mendatangkan keuntungan sebesarbesarnya, tanpa mengindahkan etika dan moral. Aturan yang dipakai dalam bisnis berbeda
dengan aturan dalam kehidupan sosial.

2.

Keutamaannya etika bisnis


Etika sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai
pegangan siap pakai. Etika sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi
kritis dan rasional.
Manfaat etika bisnis antara lain :

3.

Jika jujur dalam berbisnis, maka bisnisnya akan maju

Timbulnya kepercayaan

Kemajuan terjaga, jika perilaku etis terjaga

Bisnis akan terjaga eksistensi dan kesinambungannya


Sasaran dan lingkup etika bisnis
Etika bisnis mencakup hubungan antara perusahaan dengan orang yang
menginvestasi uangnya dalam perusahaan, dengan konsumen, pegawai, kreditur dan
pesaing. Orang yang menanam uang atau investor menginginkan manajemen dapat
mengelola perusahaan secara berhasil, sehingga dapat menghasilkan keuntungan bagi
mereka. Konsumen menginginkan agar perusahaan menghasilkan produk bermutu yang
dapat dipercaya dan dengan harga yang layak. Para karyawan menginginkan agar
perusahaan mampu membayar balas jasa yang layak bagi kehidupan mereka, memberi

kesempatan naik pangkat atau promosi jabatan. Pihak kreditur mengharapkan agar semua
hutang perusahaan dapat dibayar tepat pada waktunya dan membuat laporan keuangan
yang dapat dipercaya dan dibuat secara teratur. Pihak pesaing mengharapkan agar dalam
persaingan dilakukan secara baik, tidak merugikan dan menghancurkan pihak lain.
4.

Prinsip-prinsip etika bisnis


Orang-orang bisnis diharapkan bertindak secara etis dalam berbagai aktivitasnya di

masyarakat. Harus ada etik dalam menggunakan sumber daya yang terbatas di masyarakat, apa
akibat dari pemakaian sumber daya tersebut dan apa akibat dari proses produksi yang dilakukan.
Etika bisnis menyangkut usaha membangun kepercayaan antara masyarakat dengan
perusahaan,dan ini merupakan elemen sangat penting buat suksesnya suatu bisnis dalam jangka
panjang. Jadi prinsipnya seorang wirausaha lebih baik merugi daripada melakukan perbuatan
tidak terpuji.
Menjaga etika adalah suatu hal yang sangat penting untuk melindungi reputasi perusahaan.
Masalah etika ini selalu dihadapi oleh para manajer dalam keseharian kegiatan bisnis, namun
harus dijaga terus menerus, sebab reputasi sebuah perusahaan yang etis tidak dibentuk dalam
waktu pendek tapi akan terbentuk dalam jangka panjang. Dan ini merupakan aset tak ternilai
sebagai good will bagi sebuah perusahaan.
5.

Prinsip utama etika bisnis

1.

Otonomi
Sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan

2.

Kejujuran
Kejujuran dalam memenuhi syarat-syarat perjanjian, kejujuran dalam penawaran barang

dan jasa dengan mutu dan harga yang sebanding, kejujuran dalam hubungan kerja intern.
3.

Keadilan
Memperlakukan setiap orang sesuai dengan haknya masing-masing, baik dalam relasi

eksternal maupun internal perusahaan.


4.

Saling menguntungkan
Bisnis dijalankan sedemikian rupa agar semua pihak menikmati keuntungan.

5.

Integritas moral

Tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis.


6.

Etos kerja
Etos Kerja sebenarnya istilah populer untuk selera bekerja yang terdiri dari :

- Semangat (spirit)
- Self esteem (harga diri)
- Trust (keyakinan)
Beberapa prinsip etos kerja :

Kerja adalah Rahmat

Kerja adalah Amanah

Kerja adalah Panggilan

Kerja adalah Aktualisasi

Kerja adalah Ibadah

Kerja adalah Seni

Kerja adalah Kehormatan

Kerja adalah Pelayanan


7.

Realisasi Moral Bisnis


Etika merupakan ilmu tentang norma-norma, nilai-nilai dan ajaran moral, sedangkan moral

adalah rumusan sistematik terhadap anggapan-anggapan tentang apa yang bernilai serta
kewajiban-kewajiban manusia. Untuk menjadi masyarakat abad ke-21, ada dua agenda yang
harus kita lakukan. Pertama, mencari strategi penyebaran tindakan etis agar etika bisnis menjadi
konsensus nasional. Kedua, merekayasa budaya etika bisnis Indonesia, yang mencakup
kepentingan pengusaha, konsumen, pengguna jasa, pekerja, dan lingkungan demi masa depan
yang cerah.
Bisnis tidak bisa dinilai berdasarkan tolok ukur etika moralitas, karena pertimbanganpertimbangan moral dan etika tidak tepat untuk bisnis. Dengan demikian, etika bisnis perlu
berperan sebagai mitos baru bukan sekedar rambu-rambu moralitas.
8. Pendekatan-pendekatan Stockholder

Perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas dan terutama yang akan atau telah "go
public" haruslah menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para
investor atau calon investornya. Informasi yang tidak jujur akan menjerumuskan untuk
mengambil keputusan yang keliru.
Dalam hal ini perlu mendapat perhatian yang serius karena dewasa ini di Indonesia sedang
mengalami lonjakan kegiatan pasar modal. Banyak permintaan dari para pengusaha yang ingin
menjadi emiten yang akan menjual sahamnya (mengemisi sahamnya) kepada masyarakat. Di
pihak lain masyarakat juga sangat berkeinginan untuk menanamkan uangnya dalam bentuk
pembelian saham ataupun surat-surat berharga yang lain yang diemisi oleh perusahaan di pasar
modal. Oleh karena itu masyarakat calon pemodal yang ingin membeli saham haruslah diberikan
informasi secara lengkap dan benar mengenai prospek perusahaan yang go public tersebut.
Janganlah sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informsi atas hal ini.

Anda mungkin juga menyukai