Anda di halaman 1dari 5

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

ELEKTROLISIS LARUTAN

Oleh Kelompok 9 :
Ratna Pawitra Listyasari

(XII IPA 5/ 33)

Rheiza Vashti Retnoningrum

(XII IPA 5/ 34)

Silmy Aulia Rufiatin Nisa

(XII IPA 5/ 35)

Sonia Prilly Ismi Arum

(XII IPA 5/ 36)

PEMERINTAH KOTA MALANG


DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 1 MALANG
Jalan Tugu Utara 1 Malang 65111 Telp. 0341-366454
Website: www.sman1-mlg.sch.id E-mail: mitrekasatata@sman1-mlg.sch.id

2012

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


ELEKTROLISIS LARUTAN

Elektrolisis
Elektrolisis merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi
kimia. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektroda dan
elektrolit.
Elektroda yang digunakan dalam proses elektolisis dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
Elektroda inert, seperti kalsium (Ca), potasium, grafit (C), Platina (Pt), dan emas (Au).
Elektroda aktif, seperti seng (Zn), tembaga (Cu), dan perak (Ag)
Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam, basa, atau garam, dapat pula leburan
garam halida atau leburan oksida. Kombinasi antara elektrolit dan elektroda
menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis, yaitu:
Elektrolisis larutan dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan dengan elektroda aktif
Elektrolisis leburan dengan elektroda inert
Pada elektrolisis, katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif.
Pada katoda akan terjadi reaksi reduksi dan pada anoda terjadi reaksi oksidasi.
Sel elektrolisis
Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang menimbulkan terjadinya reaksi redoks
yang tidak spontan dengan adanya energi listrik dari luar. Contohnya adalah elektrolisis
lelehan NaCl dengan elektroda platina. Contoh lainnya adalah pada sel Daniell jika
diterapkan beda potensial listrik dari luar yang besarnya melebihi potensial sel Daniell.

Faktor-faktor yang mempengaruhi elektrolisis larutan :


1. Konsentrasi larutan elektrolit
Konsentrasi ion-ion dalam larutan elektrolit akan mempengaruhi produk
(hasil reaksi) yang dihasilkan. Contoh: Elektrolisis larutan NaCl. Pada kutub
anoda akan terjadi reduksi. Reaksi yang mungkin terjadi sebagai berikut :
2H2O + 2e H2 + 2OH
Na+ + e Na

E = -0,83 V
E =-2,71 V

Berdasarkan data potensial reduksi standar, seharusnyaa air yang direduksi


pada kutub katoda dan bukan ion Na+. Sedangkan, pada kutub anoda akan terjadi
reaksi oksidasi. Reaksi yang mungkin terjadi sebagai berikut.
Cl2 + 2e 2Cl
E = +1,36 V
O2 + 4H+ +4e 2H2O
E = +1,23 V
Berdasarkan data potensial reduksi standar, air akan dioksidasi
pada kutub anoda dan bukan senyawa klorin. Tetapi jika konsentrasi ion Cl- lebh
tinggi, pelepasan klorin menjadi lebih mudah. Sedangkan reaksi reduksi air akan
tetap terjadi pada konsentrasi ion-ion natrium yang lebih tinggi.
2. Bahan Elektrode
a. Bila bahan elektrode terbuat dari grafit (C) atau logam inert (misalnya Pt atau
Au) maka elektrode tidak mengalami oksidasi atau reduksi. Jadi, yang
mengalami oksidasi atau reduksi spesi-spesi yang ada di sekitar elektrode.
b. Bila elektrodenya (terutama anode) dari logam aktif maka anode tersebut
akan mengalami oksidasi.
3. Ion-ion di sekitar electrode
Ion-ion yang mempunyai potensial elektrode standar (E ) yang lebih
positif mengalami reaksi lebih dulu (lebih mudah mengalami reaksi).
4. Jenis larutan elektrolit
Apabila larutan tembaga klorida (CuCl2) pekat di elektrolisis, hasil
reaksinya akan berbeda dengan larutan NaCl pekat. Pada sel CuCl2, ada dua
reaksi yang mungkin terjadi pada katoda sebagai berikut.
Cu2+ + 2e Cu

E = +0,34 V

2H2O + 2e H2 + OH

E = -0,83 V

Ion Cu2+ akan direduksi pada kutub katoda menjadi padatan tembaga.
Pada kutub anoda ion Cl dioksidasi menjadi gas Cl2. Jadi, produk dari
elektrolisis bergantung pada jenis larutan elektrolit.
5. Sifat elektroda
Jika kutub anoda (elektroda dalam kutub anoda) terbuat dari logam,
seperti perak, tembaga, atau besi, maka elektron yang dilepaskan berasal dari
atom-atom logam elektroda dan bukan dari ion-ion senyawa dalam larutan atau
dari molekul air.

Sedangkan, kutub katoda tidak berpengaruh karena logam

tersebut tidak mempunyai kecenderungan untuk menangkap elektron.

LAMPIRAN
PERTANYAAN dan JAWABAN
Larutan yang bagaimana yang menghasilkan elektrolisis paling besar? (Novi P.)

Larutan yang memiliki konsentrasi yang besar, elektroda yang digunakan tidak
dari logam innert, dan ion- ion yang memiliki potensial elektrode standart yang
lebih positif.
Mengapa pada logam innert tdk terjadi redoks? (Nadia V.)
Karena pada logam innert memiliki elektroda yang sudah stabil sehingga tidak
dapat bereaksi.
Contoh larutan yg mempengaruhi produk elektrolisis? (Liliana K.)
Hasil yang terbentuk

Hasil yang terbentuk

pada anoda

pada katoda

Larutan Elektrolit
Pb(Br)2 (l)

Pb (s)

Br2 (g)

NaCl (l)

Na (s)

Cl2 (g)

CuCl2 (aq)

Cu (s)

Cl2 (g)

NaCl (aq)

H2 (s)

Cl2 (g)

Apakah reaksi yang ada masih bisa dilanjutkan operasinya? (Aulia I.)
Tidak bisa, karena reaksi tersebut telah selesai sehingga tidak perlu dilanjutkan
kembali.