Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH ELEKTRONIKA DASAR I PENGISIAN DAN PENGOSONGAN KAPASITOR

MAKALAH ELEKTRONIKA DASAR I PENGISIAN DAN PENGOSONGAN KAPASITOR Dosen Pembimbing: Misbah, M.Pd dan Sri Hartini, M.Sc

Dosen Pembimbing:

Misbah, M.Pd dan Sri Hartini, M.Sc

Disusun Oleh :

  • 1. Yulia Nor Annisa A1C412030

  • 2. Maulida Muslimah A1C412072

  • 3. Lestari Indra Sari Z A1C412096 Kelas : B / 2012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARMASIN

2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah swt karena kita telah diberi curahan nikmat dan kasih sayang yang berlimpah ruah. Tidak lupa shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan kita sebagai umatnya. Alhamdulillah akhirnya kami berhasil menyelesaikan Makalah Elektronika Dasar 1 tentang Pengisian dan Pengosongan Kapasitor. Kami menyadari dalam pembuatan maupun isi Makalah Elektronika Dasar 1 ini, masih belum sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan masukan yang sifatnya membangun. Semoga makalah ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan berguna di masa yang akan datang.

Banjarmasin,13 Desember 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN

KATA PENGANTAR

2

DAFTAR ISI

3

BAB I PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

......................................................................

4

I.2 TUJUAN

...........................................................................................

4

BAB II PEMBAHASAN

II.1 KAPASITOR

...................................................................................

5

II.2 JENIS-JENIS KAPASITOR

...........................................................

5-10

II.3 PENGISIAN DAN PENGOSONGAN KAPASITOR

.................

12-21

BAB III KESIMPULAN .................................................................................

22

DAFTAR PUSTAKA

23

I.

PENDAHULUAN

I.1

Latar Belakang

Kapasitor merupakan salah satu piranti elektronika yang terpenting. Rasanya tak ada untai elektronika dirangkai tanpa menggunakan kapasitor. Kalaupun secara fisik kapasitor tidak dipakai dalam suatu untai elektronika, watak kapasitas tetap hadir pada piranti-piranti yang lain, baik itu pada resistor, dioda, ataupun transistor. Oleh sebab itu pemahaman watak-watak kapasitas mutlak perlu jika kita ingin menguasai teknologi modern yang boleh dikata hampir selalu berkaitan dengan elektronika.

Secara umum kapasitor terdiri dari dua elektroda yang terbuat dari konduktor, dan bahan dielektrik yang berada di antara kedua elektroda itu. Untuk mempelajari watak kapasitor tersebut diperlukan model ideal yang sederhana. Di dalam model ini bahan dielektrik dianggap bersifat isolator ideal, yakni tidak memiliki daya hantar listrik sama sekali. Dalam istilah ilmiahnya konduktivitas listrik suatu isolator ideal sama dengan nol. Muatan listrik tidak dapat menyeberangi bahan isolator ini.

I.2

Tujuan

  • 1. Mengetahui fungsi dan jenis – jenis kapasitor

  • 2. Memahami prinsip pengisian dan pengosongan kapasitor

  • 3. Mengetahui grafik pengisian dan pengosongan kapasitor

  • 4. Menentukan tetapan waktu dan kapasitas kapasitor

.BAB II

PEMBAHASAN

II.1 KAPASITOR

Kapasitor banyak digunakan dalam sirkuit elektronik dan mengerjakan berbagai fungsi. Pada dasarnya kapasitor merupakan komponen penyimpan muatan listrik yang dibentuk dari dua permukaan yang berhubungan tapi dipisahkan oleh satu penyekat. Bila elektron berpisah dari satu plat ke plat lain akan terdapat muatan diantara kedua plat medium penyekat tadi. Muatan ini disebabkan oleh muatan positif pada plat yang kehilangan elektron dan muatan negatif pada plat yang memperoleh elektron. Adapun sifat –sifat kapasitor adalah sebagai berikut.

  • a) Dapat menyimpan muatan listrik

  • b) Dapat menahan arus searah

  • c) Dapat melewatkan arus bolak balik Kapasitor merupakan komponen pasif elektronika yang sering dipakai didalam merancang suatu sistem yang berfungsi untuk mengeblok arus DC, Filter, dan penyimpan energi listrik. Didalamnya 2 buah pelat elektroda yang saling berhadapan dan dipisahkan oleh sebuah insulator. Sedangkan bahan yang digunakan sebagai insulator dinamakan dielektrik. Ketika kapasitor diberikan tegangan DC maka energi listrik disimpan pada tiap elektrodanya. Selama kapasitor melakukan pengisian, arus mengalir. Aliran arus tersebut akan berhenti bila kapasitor telah penuh. Yang membedakan tiap - tiap kapasitor adalah dielektriknya. II.2

JENIS-JENIS KAPASITOR

Berikut ini adalah jenis – jenis kapasitor yang banyak dijual dipasaran.

1)

Electrolytic Capacitor

Elektroda dari kapasitor ini terbuat dari alumunium yang menggunakan membran oksidasi yang tipis. Karakteristik utama dari

Elektroda dari kapasitor ini terbuat dari alumunium yang menggunakan membran oksidasi yang tipis. Karakteristik utama dari Electrolytic Capacitor adalah perbedaan polaritas pada kedua kakinya. Dari karakteristik tersebut kita harus berhati – hati di dalam pemasangannya pada rangkaian, jangan sampai terbalik. Bila polaritasnya terbalik maka akan menjadi rusak bahkan “meledak”. Biasanya jenis kapasitor ini digunakan pada rangkaian power supply, low pass filter , rangkaian pewaktu. Kapasitor ini tidak bisa digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi. Biasanya tegangan kerja dari kapasitor dihitung dengan cara

mengalikan tegangan catu daya dengan 2. Misalnya kapasitor akan diberikan catu daya dengan tegangan 5 Volt, berarti kapasitor yang dipilih harus memiliki tegangan kerja minimum 2 x 5 = 10 Volt.

2)

Tantalum Capacitor

Elektroda dari kapasitor ini terbuat dari alumunium yang menggunakan membran oksidasi yang tipis. Karakteristik utama dari

Merupakan jenis electrolytic capacitor yang elektrodanya terbuat dari material tantalum. Komponen ini memiliki polaritas, cara membedakannya dengan mencari tanda + yang ada pada tubuh kapasitor, tanda ini menyatakan bahwa pin dibawahnya memiliki polaritas positif. Diharapkan berhati-hati di dalam pemasangan komponen karena tidak boleh terbalik. Karakteristik temperatur dan frekuensi lebih bagus daripada electrolytic capacitor yang terbuat dari bahan alumunium dan kebanyakan digunakan untuk sistem yang

menggunakan sinyal analog. Contoh aplikasi yang menggunakan kapasitor jenis ini adalah noise limiter, coupling capacitor dan rangkaian filter.

3)

Ceramic Capacitor

menggunakan sinyal analog. Contoh aplikasi yang menggunakan kapasitor jenis ini adalah noise limiter, coupling capacitor dan

Kapasitor menggunakan bahan titanium acid barium untuk dielektriknya. Karena tidak dikonstruksi seperti koil maka komponen ini dapat digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi. Biasanya digunakan untuk melewatkan sinyal frekuensi tinggi menuju ke ground. Kapasitor ini tidak baik digunakan untuk rangkaian analog, karena dapat mengubah bentuk sinyal. Jenis ini tidak

mempunyai polaritas dan hanya tersedia dengan nilai kapasitor yang sangat kecil dibandingkan dengan kedua kapasitor diatas.

4)

Multilayer Ceramic Capacitor

menggunakan sinyal analog. Contoh aplikasi yang menggunakan kapasitor jenis ini adalah noise limiter, coupling capacitor dan

Bahan material untuk kapasitor ini sama dengan jenis kapasitor keramik, bedanya terdapat pada jumlah lapisan yang menyusun dielektriknya. Pada jenis ini

dielektriknya disusun dengan banyak lapisan atau biasanya disebut dengan layer dengan ketebalan 10 s/d 20 µm dan pelat elektrodanya dibuat dari logam yang murni. Selain itu ukurannya kecil dan memiliki karakteristik suhu yang lebih bagus daripada kapasitor keramik. Biasanya jenis ini baik digunakan untuk aplikasi atau melewatkan frekuensi tinggi menuju tanah.

5)

Polyester Film Capacitor

Dielektrik dari kapasitor ini terbuat dari polyester film. Mempunyai karakteristik suhu yang lebih bagus dari semua

Dielektrik dari kapasitor ini terbuat dari polyester film. Mempunyai karakteristik suhu yang lebih bagus dari semua jenis kapasitor di atas. Dapat digunakan untuk frekuensi tinggi. Biasanya jenis ini digunakan untuk rangkaian yang menggunakan frekuensi tinggi, dan rangkaian analog. Kapasitor ini biasanya disebut mylar dan mempunyai toleransi sebesar ±5% sampai ±10%.

6)

Polypropylene Capacitor

Dielektrik dari kapasitor ini terbuat dari polyester film. Mempunyai karakteristik suhu yang lebih bagus dari semua

Kapasitor ini memiliki nilai toleransi yang lebih tinggi dari polyester film capacitor. Pada umumnya nilai kapasitansi dari komponen ini tidak akan berubah apabila dirancang disuatu sistem dimana frekuensi yang melaluinya lebih kecil atau sama dengan 100KHz. Pada gambar disamping ditunjukkan kapasitor polypropylene dengan toleransi ±1%.

7)

Kapasitor Mika

Dielektrik dari kapasitor ini terbuat dari polyester film. Mempunyai karakteristik suhu yang lebih bagus dari semua

Jenis ini menggunakan mika sebagai bahan dielektriknya. Kapasitor mika mempunyai tingkat kestabilan yang bagus, karena temperatur koefisiennya rendah. Karena frekuensi karakteristiknya sangat bagus, biasanya kapasitor ini digunakan untuk rangkaian resonansi, filter untuk frekuensi tinggi dan rangkaian yang menggunakan tegangan tinggi misalnya: radio pemancar yang menggunakan

tabung transistor. Kapasitor mika tidak mempunyai nilai kapasitansi yang tinggi, dan harganya relatif mahal.

8)

Polystyrene Film Capacitor

tabung transistor. Kapasitor mika tidak mempunyai nilai kapasitansi yang tinggi, dan harganya relatif mahal. 8) Polystyrene

Dielektrik dari kapasitor ini menggunakan polystyrene film. Tipe ini tidak bisa digunakan untuk aplikasi yang menggunakan frekuensi tinggi, karena konstruksinya yang sama seperti kapasitor elektrolit yaitu seperti koil. Kapasitor ini baik untuk aplikasi pewaktu dan filter yang menggunakan frekuensi beberapa ratus KHz. Komponen ini mempunyai 2 warna untuk elektrodanya, yaitu: merah

dan abu – abu. Untuk yang merah elektrodanya terbuat dari tembaga sedangkan warna abu – abu terbuat dari kertas alumunium.

9)

Electric Double Capacitor (Super Capacitor)

tabung transistor. Kapasitor mika tidak mempunyai nilai kapasitansi yang tinggi, dan harganya relatif mahal. 8) Polystyrene

Jenis kapasitor ini bahan dielektriknya sama dengan kapasitor elektrolit. Tetapi bedanya adalah ukuran kapasitornya lebih besar dibandingkan kapasitor elektrolit yang telah dijelaskan di atas. Biasanya mempunyai satuan F. Gambar bentuk fisiknya dapat dilihat di samping, pada gambar tersebut kapasitornya memiliki ukuran 0.47F. Kapasitor ini biasanya digunakan untuk rangkaian power supply.

10)

Trimmer Capacitor

tabung transistor. Kapasitor mika tidak mempunyai nilai kapasitansi yang tinggi, dan harganya relatif mahal. 8) Polystyrene

Kapasitor jenis ini menggunakan keramik atau plastik sebagai bahan dielektriknya. Nilai dari kapasitor dapat diubah – ubah dengan cara memutar sekrup yang berada diatasnya. Didalam pemutaran diharapkan menggunakan

obeng yang khusus, agar tidak menimbulkan efek kapasitansi antara obeng dengan tangan.

11)

Tuning Capacitor

Kapasitor jenis ini menggunakan keramik atau plastik sebagai bahan dielektriknya. Nilai dari kapasitor dapat diubah –

Kapasitor ini dinegara Jepang disebut sebagai “Varicons”, biasanya banyak sekali digunakan sebagai pemilih gelombang pada radio. Jenis dielektriknya menggunakan udara. Nilai kapasitansinya dapat dirubah dengan cara memutar gagang yang terdapat pada badan kapasitor kekanan atau kekiri.

Apabila diantara kedua plat diberikan tegangan 1 volt maka kapasitor dapat menyimpan muatan listrik sebesar 1 coulomb, maka kapasitas dari kapasitor tersebut adalah 1 farad. Maka besarnya kapasitansi dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

C = Q/ V

................................................................................

(1)

Dimana :

  • C = Kapasitansi kapasitor {F}

Q = Muatan yang diisikan pada plat +Q dan .Q {C}

  • V = Tegangan yang diberikan (V)

Tampak bahwa satuan kapasitansi adalah coulomb/Volt atau {C/V} atau Farad {F}. Satu farad adalah jumlah muatan listrik sebesar satu coulomb yang disimpan di dalam elektrik {zat perantara} dengan beda potensial sebesar satu volt. Jadi kapasitansi dari suatu kapasitor adalah kemampuan darui kapasitor tersebut untuk menyimpan muatan pada plat-platnya. Kapasitansi suatu kapasitor bergantung pada :

1.

bahan dielektrik yang digunakan

  • 2. Luas dari plat-plat

  • 3. Jarak antara plat-plat

1. bahan dielektrik yang digunakan 2. Luas dari plat-plat 3. Jarak antara plat-plat Kapasitansi dari kapasitor

Kapasitansi dari kapasitor berbanding lurus dengan luas plat dan berbanding terbalik dengan jarak antara plat-plat atau dapat tertulis dengan:

C= ϵ . A

d

......................................................................

( 2 )

Dimana :

ϵ

= permitivitas bahan ( Farad/m)

A = luas pelat ( m 2 ) d = jarak antara pelat-pelat (m)

Perbandingan antara permitivitas suatu bahan (

ϵ

) dengan permitivitas ruang

hampa (

ϵ

dengan yaitu :

o) disebut permitivitas relatif atau konstanta dielektrik dinyatakan

r

=

0

...............................................................

( 3 )

Untuk kapasitor yang dapat diubah-ubah kapasitasnya atau kapasitor variabel yang mempunyai pelat lebih dari dua, dapat ditulis bahwa luas pelat efektif dari n pelat adalah (n-1) dikali luas penampang masing masing pelat. Oleh karena itu dapat ditulis :

C= 0 0 (n1)A

d

...................................................

( 4 )

Dimana :

n = banyaknya pelat paralel ( bagian luar )

∈ ∈ ( n − 1 ) A ................................................... ( 4 ) Dimana : n

Setiap kapasitor memiliki batas tegangan yang jika dilewati akan menyebabkan kerusakan. Batas tegangan tersebut dinamakan breakover voltage atau working voltage, sebelum kapasitor digunakan dalam sebuah rangkaian kita harus mengetahui tegangan tertinggi yang mungkin terjadi pada rangkaian tersebut. Tegangan kapasitor harus melebihi tegangan yang mungkin akan terjadi.

II.3 PENGISIAN DAN PENGOSONGAN KAPASITOR

Rangkaian RC adalah rangkaian yang terdiri atas hambatan (R) dan kapasitor (C) yang dihubungkan dengan sumber tegangan DC. Ada dua proses dalam rangkaian RC yaitu:

  • 1. Pengisian Muatan (Charge)

∈ ∈ ( n − 1 ) A ................................................... ( 4 ) Dimana : n
∈ ∈ ( n − 1 ) A ................................................... ( 4 ) Dimana : n

Gambar.1. Rangkaian pengisian kapasitor

Pada proses pengisian diasumsikan bahwa kapasitor mula-mula tidak bermuatan. Saat saklar ditutup pada t = 0 dan muatan mengalir melalui resistor dan mengisi kapasitor [2]. Berdasarkan hukum Kirchhoff, maka diperoleh muatan sebagai fungsi waktu sebagai

q(t )=Cε (1- e t /RC ¿ = Q (1- e t /RC ¿

...........................................

(5)

Dengan τ=¿ RC yang merupakan konstanta waktu, maka diperoleh juga arus

dan potensial pada kapasitor sebagai potensial fungsi waktu

I (t )=I o e

t/ τ

..............................................................................

(6)

Ketika saklar S ditutup, tegangan Vs akan menyebabkan arus mengalir ke dalam salah satu sisi kapasitor dan keluar dari sisi yang lainnya, arus ini tidak tetap

karena ada penyekat dielektrik sehingga arus menurun ketika muatan pada kapasitor meninggi sampai V C = V S, ketika i = 0. Tegangan pada C akan naik secara eksponensial sesuai dengan persamaan berikut :

Vc = Vs (1- e -t/ RC )

.....................................................................

(7)

 

Dimana :

Vc

= tegangan pada kapasitor (V)

Vs = tegangan pada sumber (V)

t = waktu pengisian kapasitor (det) R = resistansi dari resisitor (Ω)

  • C = kapasitansi dari kapasitor (F)

Persamaan (5), (6) dan (7) diperoleh melalui penurunan rumus sebagai berikut. Jika muatan dalam kapasitor adalah Q dan arus rangkaian adalah i, maka aturan

simpal Kirchoff memberikan :

Pada proses pengisian diasumsikan bahwa kapasitor mula-mula tidak bermuatan. Saat saklar ditutup pada t = 0

Dalam rangkaian ini arus sama dengan laju peningkatan muatan kapasitor.

Dalam rangkaian ini arus sama dengan laju peningkatan muatan kapasitor. Agar lebih mudah dalam menyelesaikan maka

Agar lebih mudah dalam menyelesaikan maka kedua ruas kita kalikan dengan

Dalam rangkaian ini arus sama dengan laju peningkatan muatan kapasitor. Agar lebih mudah dalam menyelesaikan maka

Untuk menyelesaikan ruas kanan digunakan metode substitusi. Misalnya:

Sehingga Diperoleh Misalkan Nilai B sitentukan oleh keadaan awal yaitu pada saat t=0 dimana kapasitor dalam

Sehingga

Sehingga Diperoleh Misalkan Nilai B sitentukan oleh keadaan awal yaitu pada saat t=0 dimana kapasitor dalam

Diperoleh

Sehingga Diperoleh Misalkan Nilai B sitentukan oleh keadaan awal yaitu pada saat t=0 dimana kapasitor dalam

Misalkan

Sehingga Diperoleh Misalkan Nilai B sitentukan oleh keadaan awal yaitu pada saat t=0 dimana kapasitor dalam

Nilai B sitentukan oleh keadaan awal yaitu pada saat t=0 dimana kapasitor dalam keadaan kosong (Q=0).

Sehingga:

Sehingga: Oleh karena Tampak bahwa arus yang mengalir pada rangkaian semakin mengecil dan arus ini disebut

Oleh karena

Sehingga: Oleh karena Tampak bahwa arus yang mengalir pada rangkaian semakin mengecil dan arus ini disebut

Tampak bahwa arus yang mengalir pada rangkaian semakin mengecil dan arus ini disebut arus transien. Pada persamaan akhir yang berwarna abu-abu. Muatan Q dan tegangan antara kedua kaki kapasitor semakin lama semakin naik hingga pada nilai tertentu dengan kata lain kapasitor telah terisi penuh. Sedangkan pada persamaan arus semakin lama semakin mengecil hingga nol yang menandakan bahwa kapasitor telah terisi penuh.

Plot grafik arus dan tegangan pada kapasitor sebagai fungsi waktu ketika proses pengisian muatan adalah sebagai berikut

Plot grafik arus dan tegangan pada kapasitor sebagai fungsi waktu ketika proses pengisian muatan adalah sebagai

Gambar .2 Grafik Pengisian kapasitor

  • 2. Pelepasan Muatan (Discharge) Pada proses pelepasan muatan, potensial mula-mula kapasitor adalah

V c

=

Q

  • C sedangkan potensial pada resistor sama dengan nol. Setelah t = 0,

mulai tejadi pelepasan muatan dari kapasitor.

Plot grafik arus dan tegangan pada kapasitor sebagai fungsi waktu ketika proses pengisian muatan adalah sebagai
Plot grafik arus dan tegangan pada kapasitor sebagai fungsi waktu ketika proses pengisian muatan adalah sebagai

Gambar.3 Rangkaian pengosongan kapasitor

Ketika saklar S dibuka, arus mengalir dari salah satu sisi kapasitor yang mengandung muatan listrik ke sisi yang lainnya. Ketika V C menjadi nol maka arus juga menghilang. Kalau dihubungkan dengan sirkuit AC (bolak-balik), kapasitor akan terisi oleh tegangan searah dan kemudian menutup aliran arus selanjutnya

serta kapasitor akan terisi dan kosong secara kontinu dan arus bolak-balik mengalir dalam sirkuit. Berdasarkan hukum Kirchhoff berlaku muatan sebagai fungsi waktu ditulis sebagai :

q(t ) = Q. e

t /RC

........................................................

(8)

Potensial dan arus pada kapasitor sebagai fungsi waktu dapat ditulis menjadi :

V c (t) =

q(t)

C

= ( Q

C

)

e -t / RC atau

V c = V s e -t / RC

...................................................................................

(9)

I(t) =

dq

dt

=

(

RC )

Q

e -t / RC =

I 0 .

e -t / RC

..........................................

(10)

Adapun persamaan (8), (9) dan (10) diperoleh melalui penurunan rumus sebagai berikut. Besarnya arus yang mengalir sama dengan laju pengurangan muatan sehingga :

serta kapasitor akan terisi dan kosong secara kontinu dan arus bolak-balik mengalir dalam sirkuit. Berdasarkan hukum

Jika tegangan pada resistor adalah IR dan tegangan kapasitor adalah Q/C maka aturan simpal kirchoff memberikan :

serta kapasitor akan terisi dan kosong secara kontinu dan arus bolak-balik mengalir dalam sirkuit. Berdasarkan hukum

Kedua ruas kita kalikan dengan dt/Q

Anggap : Maka dapatkan Sama seperti tulisan sebelumnya, nilai B ditentukan oleh keadaan awal. Jika keadaan
Anggap : Maka dapatkan
Anggap :
Maka dapatkan
Anggap : Maka dapatkan Sama seperti tulisan sebelumnya, nilai B ditentukan oleh keadaan awal. Jika keadaan

Sama seperti tulisan sebelumnya, nilai B ditentukan oleh keadaan awal. Jika keadaan awal pada saat t=0 muatan dalam kapasitor adalah Q = Q o maka :

Anggap : Maka dapatkan Sama seperti tulisan sebelumnya, nilai B ditentukan oleh keadaan awal. Jika keadaan

Dengan Nilai RC ini disebut konstanta waktu yaitu waktu yang dibutuhkan muatan untuk berkurang menjadi 1/e dari nilai awalnya. Hal tersebut dikarenakan :

Anggap : Maka dapatkan Sama seperti tulisan sebelumnya, nilai B ditentukan oleh keadaan awal. Jika keadaan

Maka tegangan kedua kaki kapasitor adalah

Anggap : Maka dapatkan Sama seperti tulisan sebelumnya, nilai B ditentukan oleh keadaan awal. Jika keadaan

Arus yang mengalir dalam rangkaian

Anggap : Maka dapatkan Sama seperti tulisan sebelumnya, nilai B ditentukan oleh keadaan awal. Jika keadaan

Terlihat dari plot grafik terjadinya proses pelepasan muatan sebagai berikut.

Terlihat dari plot grafik terjadinya proses pelepasan muatan sebagai berikut. Gambar.4 Grafik Pengosongan kapasitor Jika suatu

Gambar.4 Grafik Pengosongan kapasitor

Jika suatu rangkaian RC diberi tegangan DC maka muatan listrik pada kapasitor tidak akan langsung terisi penuh, akan tetapi membutuhkan waktu untuk mencapai muatan listrik pada kapasitor tersebut penuh. Setelah muatan listrik penuh dan sumber tegangan dilepas maka muatan listrik pada kapasitor tidak akan langsung kosong akan tetapi membutuhkan waktu untuk mencapai muatan listrik pada kapasitor kosong. Waktu yang diperlukan untuk pengisian dan pengosongan kapasitor bergantung kepada besar RC yang disebut konstanta waktu (time constant) yaitu :

τ

= R.C

......................................................................

(11)

dimana :

τ

= konstanta waktu (detik)

R = Resistansi dari kapasitor (Ω) C = Kapasitansi dari kapasitor (F) dan rumus konstanta waktu secara universal :

Terlihat dari plot grafik terjadinya proses pelepasan muatan sebagai berikut. Gambar.4 Grafik Pengosongan kapasitor Jika suatu

dimana :

change = nilai perubahan

akhir

= nilai akhir variabel

awal

= nilai awal variabel

e

= nilai euler (2,7182818)

................................................................

(12)

T

τ

= waktu dalam satuan detik

= konstanta waktu dalam satuan detik

untuk menentukan besar waktu yang dibutuhkan untuk perubahan tertentu adalah

T = waktu dalam satuan detik = konstanta waktu dalam satuan detik untuk menentukan besar waktu

...........................................................................

(13)

BAB III

KESIMPULAN

Kapasitor merupakan komponen penyimpan muatan listrik yang dibentuk dari dua permukaan yang berhubungan tapi dipisahkan oleh satu penyekat.

Proses pengisian kapasitor terjadi pada rangkaian tertutup. Dimana pada saat saklar dihubungkan maka arus i dari sumber akan mengalir melalui hambatan R menuju ke kapasitor C. Tegangan pada kapasitor Vc akan naik seiring dengan lamanya waktu pengisian pada kapasitor. Semakin lama waktu pengisiannya maka Vc pada kapasitor akan semakin naik. Kapasitor akan terisi oleh muatan listrik. Dan ketika tegangan kapasitor dengan tegangan sumber sama, Vc = Vs maka arus yang mengalir akan berhenti ( i=0 ).

Untuk pengosongan kapasitor dilakukan dengan cara mematikan saklar secara langsung atau menghubungkan singkat rangkaian sehingga tidak ada tegangan yang mengalir dari sumber ke kapasitor. Sehingga arus yang mengalir akan berlawanan dengan arus semula ketika pegisian kapasitor akibatnya, Vc pada kapasitor akan turun sampai arus yang mengalir berhenti (i=0 ).

Waktu yang diperlukan untuk pengisian dan pengosongan kapasitor bergantung

kepada besar rc yang disebut konstanta waktu (time constant) yaitu : τ = RC

DAFTAR PUSTAKA

Tipler, Paul A. 2001. Fisika, Jilid 2. Alih bahasa, Bambang Soegijono. Jakarta:

Erlangga.

(Diakses tanggal 11 Desember 2013) http://www.digiwarestore.com/file/AN-02.pdf. (Diunduh tanggal 12 Desember

2013)

kapasitor/. (Diakses tanggal 13 Desember 2013)

(Diakses tanggal 12 Desember 2013)

pertemua-r.pdf.(Diunduh tanggal 12 Desember 2013)

Kapasitor-Dengan-Metode-Regresi-Linier. (Diakses tanggal 12 Desember 2013)