Anda di halaman 1dari 6

2.1.

Klasifikasi
Klasifikasi Tumor Kelenjar Liur Berdasarkan Histopatologi WHO/ AJCC
Benign
Plemorphic Adenoma (Mixed Benign

Malignant
Mucoepidermoid Carcinoma

Tumor)
Warthins Tumor

Adenoid Cystic Carcinoma

Lymphoepithelial Lesion

Adenocarcinoma

Oncocytoma

Acinic Cell Carcinoma

Monomorphic Adenoma

Malignant Mixed Tumor

Benign Cysts

Epidermoid Carcinoma
Other Ananplastic Carcinoma

2.1.1. Tumor jinak


1) Pleomorfik adenoma (mixed tumor jinak):
Merupakan tumor tersering pada kelenjar liur dan paling sering terjadi pada
kelenjar parotis. Dinamakan pleomorfik karena terbentuk dari sel-sel epitel dan
jaringan ikat. Pertumbuhan tumor ini lambat, berbentuk bulat, dan konsistensinya
lunak. Secara histologi dikarakteristik dengan struktur yang beraneka ragam.biasanya
terlihat seperti gambaran lembaran, untaian atau seperti pulau-pulau dari spindel atau
stellata. Penatalaksanaanya yaitu eksisi bedah dari kelenjar yang terkena.

Gambar 2.5. Pleomorfik adenoma


2) Warthin's tumor (kistadenoma limfomatosum papiler, adenoma kistik papiler)
Tumor ini tampak rata, lunak pada daerah parotis, memiliki kapsul apabila
terletak pada kelenjar parotis dan terdiri atas kista multipel. Histologi Warthin's tumor
yaitu memiliki stroma limfoid dan sel epitelial asini. Perubahan menjadi ganas tidak
pernah dilaporkan. Lebih sering ditemukan pada kelenjar mayor.

Gambar 2.6. Bentuk Whartins tumor (kiri). Gambaran histologi Whartins tumor
dari kelenjar parotis (kanan).
3) Papiloma intraduktal
Berbentuk kecil, lunak dan biasanya ditemukan pada lapisan submukosa.
Gambaran mikroskopiknya tampak dilatasi kistik duktus parsial dengan epitel kuboid.
Sangat jarang terjadi pada kelenjar minor.
4) Oxyphil adenoma (oncositoma)
Sangat jarang ditemukan, lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria
dengan ratio 2:1. Diameternya kecil (< 5 cm), pertumbuhannya lambat dan

berbentuk sferis. Dapat terjadi rekurens jika eksisi tumor tidak komplit.
Terdiri dari sel-sel oksifilik (onkosit).
2.1.2. Tumor Ganas Kelenjar Liur
1) Mukoepidermoid karsinoma
Kebanyakan berasal dari kelenjar parotis dan biasanya memiliki gradasi yang
rendah. Sering terjadi pada orang dewasa dan wanita > laki-laki

dekade

antara 30-40 tahun. Hampir 75% pasien mempunyai gejala pembengkakan


yang asimtomatis, 13 % dengan rasa sakit, dan sebagian

kecil

dengan paralisis nervus fasialis. Tumor ini tidak berkapsul, dan

lainnya
metastasis

kelenjar limfe ditemukan sebanyak 30-40 %.

Gambar 2.7. Gambaran klinis karsinoma mukoepidermoid


2) Kista Adenoma karsinoma
Merupakan karsinoma yang paling banyak pada kelenjar minor.
Pertumbuhannya lambat dan kebanyakan memiliki gradasi yang rendah.
Dapat berulang setelah dilakukan pembedahan, kadang-kadang beberapa
bulan setelah operasi. Umumnya melibatkan penderita antara usia 40
dan 60 tahun.

Gambar 2.8. Gambaran klinis karsinoma adenokistik


3) Adenokarsinoma
Terdapat beberapa tipe adenokarsinoma:
a) Karsinoma sel asinik
Paling banyak berasal dari kelenjar parotis dan pertumbuhannya lambat.
Tumor ini berkapsul, merupakan suatu proliferasi sel-sel yang membentuk
massa bulat, dengan diameter kurang dari 3 cm.4

Gambar 2.9. Gambaran klinis pederita karsinoma sel asini (kanan). Pembedahan
pada kasus karsinoma sel asini kelenjar saliva (kiri).
b) Adenokarsinoma polimorfik grade rendah
Polimorf hanya berarti bahwa jaringan kanker memiliki berbagai pola
pertumbuhan yang berbeda jika dilihat di bawah mikroskop. Ini adalah kanker
yang tumbuh lambat. Meskipun sangat jarang, kanker ini adalah kelenjar ludah
minor kedua paling umum. Mereka biasanya dijumpai pada orang di atas usia 70
tahun.
c) Adenokarsinoma yang tidak dispesifikasikan:
Bila dilihat di mikroskop tumor ini memiliki penempakan yang cukup untuk
disebut

adenokarsinoma,

tetapi

belim

memiliki

penampakan

untuk

dispesifikasikan.sering berasal dari kelenjar parotis dan kelenjar minor.4


d) Adenokarsinoma yang jarang:
Contohnya seperti basal sel adenokarsinoma, clear cell adenokarsinoma, kista
adenokarsinoma, sebaceus adenokarsinoma, musinous adenokarsinoma.4

2.1.3.

Mixed tumor maligna


Terdiri atas 3 tipe yaitu, karsinoma ex pleomorfik adenoma, karsinosarkoma dan
mixed tumor metastasis. Kasrinoma ex pleomorfik adenoma merupakan tipe yang
paling banyak. Karsinoma ex pleomorfik adenoma merupakan kanker yang
berkembang dari mixed tumor jinak (pleomorfik adenoma). Kebanyakan terjadi pada
kelenjar liur mayor.

2.1.4. Kanker kelenjar liur lainnya yang jarang


1. Squamous sel karsinoma: terutama pada laki-laki yang tua. Dapat berkembang
setelah terapi radiasi untuk kanker yang lain pada area yang sama.
2. Epitelial-mioepitelial karsinoma : tumor ini cenderung kelas rendah, tetapi
bisa kembali setelah pengobatan atau menyebar ke bagian lain dari tubuh.
3. Karsinoma sel kecil anaplastik: Sel-sel dalam tumor ini memiliki fitur seperti
sel saraf. Tumor ini paling sering ditemukan pada kelenjar ludah minor dan
cenderung tumbuh dengan cepat.
4. Karsinoma Undifferentiated: Kelompok kanker termasuk sel kecil karsinoma
undifferentiated, sel besar karsinoma undifferentiated, dan karsinoma
limfoepitelial. Ini adalah kanker gred tinggi yang sering menyebar. Secara
keseluruhan, angka kelangsungan hidup adalah rendah.
5. Limfoma Non-Hodgkin: Kebanyakan limfoma non-Hodgkin dimulai pada
kelenjar getah bening. Jarang, kanker ini dimulai pada sel-sel sistem
kekebalan tubuh dalam kelenjar ludah. Kebanyakan limfoma yang dimulai
dalam kelenjar ludah berhubungan orang-orang dengan sindrom Sjgren
(kelainan yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel-sel
kelenjar ludah).
6. Sarkoma: Kelenjar ludah mengandung pembuluh darah, sel-sel otot, dan selsel yang membuat jaringan ikat. Kanker yang dimulai dalam jenis sel ini
disebut sarkoma. Ini jarang terjadi pada kelenjar ludah.
7. Kanker kelenjar ludah sekunder: Kanker yang dimulai di tempat lain dan
menyebar ke kelenjar ludah disebut kanker kelenjar ludah sekunder. Kanker
ini diperlakukan berdasarkan mana kanker dimulai.

2.1.5

Membedakan Tumor Jinak dan Tumor Ganas Kelenjar Liur

Pada tumor ganas, antara 7-20% dijumpai kelemahan saraf wajah. Selain itu,
pembesaran pembengkakan cepat dibandingkan tumor jinak dalam durasi yang
sinkat. Fiksasi kulit, ulserasi kulit, atau fiksasi ke struktur yang berdekatan juga
menunjukkan keganasan. Pembesaran kelenjar getah bening servikal dan

nyeri

(menggambarkan invasi perineural) juga dijumpai pada tumor ganas. Tumor jinak
biasanya mobil dan lunak, massa sekeras batu umumnya menunjukkan keganasan.
Dapus ( utk sume)::
1. Burkitt G., C. Quick, J. Reed, and P. Deakin. 2007.Lumps in The Head and
Neck and Salivary Calculi. In Laurence Hunter. Essential Surgery: Problems,
Diagnosis, and Management 4th Ed.Philadelphia: Elsevier;689-690
2. American Cancer Society. Salivary Gland Cancer. 2014.