Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

KERJA ENZIM KATALASE PADA


HATI AYAM

Oleh:

Kelompok 4
Annisa Ayu Parameswari D. (4)
Fikry Aditya Permadina (12)
Lusiani Pratama Putri (20)
Reyza Achyari (28)

XII IPA 2
Tahun Ajaran 2014/2015

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI KERJA ENZIM PADA HATI AYAM

KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Segala puji
dan syukur bagi Allah swt yang dengan ridho-Nya kita dapat menyelesaikan laporan
penelitian ini dengan baik dan lancar. Sholawat dan salam tetap kami haturkan
kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw dan untuk para keluarga, sahabat
dan pengikut-pengikutnya yang setia mendampingi beliau. Terima kasih kepada
keluarga, ibu guru dan teman-teman yang terlibat dalam pembuatan makalah ini
dengan doa dan bimbingannya laporan penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik
dan lancar.
Dalam laporan penelititan ini, kami meneliti tentang LAPORAN
PRAKTIKUM BIOLOGI KERJA ENZIM KATALASE PADA HATI AYAM yang
kami buat berdasarkan hasil penelitian dan refrensi yang kami ambil dari berbagai
sumber diantaranya buku dan internet. Laporan penelitian ini diharapkan bisa
menambah wawasan dan pengetahuan yang selama ini kita cari. Kami berharap bisa
dimafaatkan semaksimal dan sebaik mugkin.
Tidak gading yang tak retak, demikian pula laporan penelitian ini. Oleh
karena itu saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan dan kami harapkan
demi kesempurnaan makalah ini.

Bekasi, 20 September 2014


Penulis,

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI KERJA ENZIM PADA HATI AYAM

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada hakikatnya tubuh makhluk hidup sangatlah rentan akan racun,
racun yang berasal dari luar tubuh makhluk hidup tersebut dapat masuk
melalui saluran pencernaan, saluran pernapasan, ataupun racun yang berasal
dari dalam tubuh makhluk hidup itu sendiri yang biasanya berasal dari sisa
sisa metabolisme.
Sisa-sisa metabolisme yang dihasilkan didalam dapat menumpuk dan
menjadi racun yang berbahaya bagitu tubuh. Racun ini disebut dengan H2O2
(Hidrogen Peroksida). H2O2 dalam tubuh dapat diuraikan oleh enzim
katalase.
Enzim katalase berfungsi untuk menguraikan racun yang berada di
dalam tubuh makhluk hidup tersebut, enzim ini bekerja pada hati. Pada
praktikum ini akan dilakukan percobaan untuk membuktikan bahwa enzim
katalase yang berada di dalam hati tersebut akan menguraikan racun
Hidrogen Peroksida yang diberikan kepada hati ayam.
1.2 Rumusan Masalah
i.
Pada kisaran pH berapa kerja enzim katalase dapat bekerja optimal?
ii. Apakah pengaruh suhu terhadap enzim dapat mempengaruhi kerja enzim?
1.3 Tujuan Penelitian
i.
Membandingkan pengaruh perbedaan pH pada kinerja enzim katalase
pada hati ayam.
ii. Membandingkan pengaruh perbedaan suhu pada kinerja enzim katalase
pada hati ayam.
1.4 Manfaat Penelitian
Pada percobaan ini kita dapat mengetahui fungsi dari enzim, salah
satunya adalah enzim katalase, enzim katalase ini sangatlah penting untuk
tubuh kita agar racun yang berada di dalam tubuh dapat terurai dang tidak
menjadi berbahaya.
1.5 Hipotesis
Enzim katalase dapat bekerja optimal pada pH tinggi (basa) pengaruh
suhu pada enzim juga akan mempengaruhi kerja optimal enzim yaitu pada
suhu rendah

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI KERJA ENZIM PADA HATI AYAM

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian Enzim
Enzim adalah protein yang berperan sebagai katalis dalam metabolisme
makhluk hidup. Enzim berperan untuk mempercepat reaksi kimia yang terjadi di
dalam tubuh makhluk hidup, tetapi enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi. Oleh
sebab itu enzim disebut sebagai salah satu katalisator alami. Enzim terdiri dari
apoenzim dan gugus prostetik. Apoenzim adalah bagian enzim yang tersusun atas
protein. Gugus prostetik adalah bagian enzim yang tidak tersusun atas protein.
Gugus prostetik dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu koenzim (tersusun dari
bahan organik) dan kofaktor (tersusun dari bahan anorganik).
Enzim tak hanya ditemukan dalam sel-sel manusia dan hewan, namun sel-sel
tumbuhan juga memiliki enzim sebagai salah satu komponen metabolismenya.
Enzim katalase merupakan salah satu enzim yang terdapat pada tumbuhan.
Enzim diproduksi oleh peroksisom dan aktif dalam melakukan reaksi oksidatif
bahan-bahan yang dianggap toksik oleh tanaman, seperti hidrogen peroksida
(H2O2). Enzim katalase termasuk ke dalam golongan desmolase, yaitu enzim
yang dapat memecahkan ikatan C-C atau C-N pada substrat yang diikatnya
Cara kerja enzim dapat dijelaskan dalam dua teori, yaitu: Teori kunci dan
gembok (enzim bekerja sangat spesifik. Enzim dan substrat memiliki bentuk
geometri komplemen yang sama persis sehingga bisa saling melekat) dan teori
ketepatan induksi (enzim tidak merupakan struktur yang spesifik melainkan
struktur yang fleksibel. Bentuk sisi aktif enzim hanya menyerupai substrat.
Ketika substrat melekat pada sisi aktif enzim, sisi aktif enzim berubah bentuk
untuk menyerupai substrat). Namun dalam implementasinya, teori pertama yang
dianggap paling sesuai dalam menjelaskan cara kerja enzim
2.2 Pengertian Enzim Katalase
Enzim katalase adalah salah satu jenis enzim yang umum ditemui di dalam
sel-sel makhluk hidup. Enzim katalase berfungsi untuk merombak hydrogen
peroksida yang bersifat racun yang merupakan sisa / hasil sampingan dari proses
metabolisme.
Apabila H2O2 tidak diuraikan dengan enzim ini, maka akan menyebabkan
kematian pada sel-sel. Oleh sebab itu, enzim ini bekerja dengan merombak H 2O2
menjadi substansi yang tidak berbahaya, yaitu berupa air dan oksigen. Selain
bekerja secara spesifik pada substrat tertentu, enzim juga bersifat termolabil
(rentan terhadap perubahan suhu) serta merupakan suatu senyawa golongan
protein. Pengaruh temperature terlihat sangat jelas, karena dapat merusak enzim
dan membuatnya terdenaturasi seperti protein kebanyakan.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI KERJA ENZIM PADA HATI AYAM

Enzim katalase termasuk enzim hydrogen peroksidase, yang melindungi


tubuh terhadap senyawa-senyawa peroksida yang berbahaya. Penumpukan
senyawa peroksida dapat menghasilkan radikal bebas, yang selanjutnya akan
merusak membrane sel dan kemungkinan menimbulkan penyakit kanker serta
arterosklerosis. Enzim Katalase memiliki kemampuan untuk inaktivasi hydrogen
peroksida.
Senyawa H2O2 dihasilkan oleh aktivitas enzim oksidase. H 2O2 berpotensi
membentuk radikal karena membentuk OH- .
Enzim katalase merupakan hemoprotein yang mengandung 4 gugus hem.
Aktivitas enzim katalase :
1. Aktivitas peroksidase, mengoksidasi senyawa yang analog dengan
substrat
2. Aktivitas katalase, enzim ini mampu menggunakan satu molekul H 2O2
sebagai substrat atau donor electron dan molekul H2O2 yang lain
sebagai oksidan atau akseptor electron.
2 H2O2 + enzim katalase 2 H2O + O2
Enzim katalase dapat ditemukan di darah, sumsum tulang, membrane
mukosa, ginjal dan hati.
2.3 Sifat-sifat Enzim
2.3.1 Enzim adalah protein
Enzim adalah protein, kerja enzim seperti sifat protein, yaitu
membutuhkan kondisi lingkungan (suhu, pH, konsentrasi ion, dan
sebagainya) yang sesuai. Lingkungan enzim yang tidak cocok
menyebabkan enzim rusak sehingga tidak mampu bekerja dengan
baik.
2.3.2 Enzim bekerja secara spesifik
Di dalam sel terdapat ribuan jenis enzim yang fungsinya masingmasing sangat spesifik. Tiap enzim hanya dapat bekerja untuk
mengkatalis reaksi yang spesifik. Dengan kata lain, suatu enzim hanya
dapat bekerja untuk substratnya yang cocok.
2.3.3 Enzim berfungsi sebagai katalis
Katalis mengubah kecepatan reaksi, namun tidak mengubah
produk akhir yang dibentuk tau mempengaruhi keseimbangan reaksi.
2.3.4 Enzim hanya diperlukan dalam jumlah yang sedikit
Sesuai dengan fungsinya sebagai katalis, enzim hanya diperlukan
dalam jumlah sedikit, sejumlah kecil enzim dapat meningkatkan
kecepatan reaksi secara hebat.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI KERJA ENZIM PADA HATI AYAM

2.3.5 Enzim dapat bekerja secara bolak balik


Enzim tidak mempengaruhi arah reaksi, sehingga dapat
bekerja bolak-balik. Enzim dapat menguraikan suaru senyawa
menjadi senyawa-senyawa lain. Enzim juga dapat menyusun
senyawa-senyawa menjadi senyawa tertentu.
2.3.6 Enzim dipengaruhi oleh factor lingkungan
Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kerja enzim
adalah suhu, pH, activator dan inhibitor, serta konsentrasi enzim dan
substrat.
2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim
2.4.1 Suhu
Enzim menjadi rusak bila suhunya terlalu tinggi atau rendah. Hal
ini disebabkan karena enzim memiliki sifat termolabil (tidak tahan
panas). Protein akan mengental atau mengalami koagulasi bila suhunya
terlalu tinggi (panas).
Peningkatan suhu diatas suhu optimum menyebabkan putusnya
ikatan hydrogen dan ikatan lain yang merangkai molekul enzim,
sehingga enzim mengalami denaturasi. Denaturasi adalah rusaknya
bentuk tiga dimensi enzim yang menyebabkan enzim tidak dapat lagi
berikatan dengan substratnya.
2.4.2 Derajat Keasaman (pH)
Enzim menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang
sangat kuat. Sebagian besar enzim bekerja paling efektif pada kisaran
pH lingkungan yang sedikit sempit (pH = 7). Di luar pH optimal,
kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim
dengan cepat.
2.4.3 Konsentrasi Enzim
Konsentrasi enzim katalase juga mempengaruhi kecepatan reaksi.
Semakin besar konsentrasi enzim katalase, semakin cepat pula reaksi
yang berlangsung. Dengan kata lain, konsentrasi enzim berbanding
lurus dengan kecepatan reaksi.
2.4.4 Konsentrasi Substrat
Bila konsentrasi enzim dalam keadaan tetap, kecepatan reaksi akan
meningkat dengan adanya peningkatan konsentrasi substrat. Namun,
apada saat semua sisi aktif semua enzim bekerja, penambahan substrat
tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi enzim.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI KERJA ENZIM PADA HATI AYAM

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM


3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini berlangsung pada tanggal 11 September 2014.
Bertempatan di Laboratorium Biologi SMAN 1 Bekasi.
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
Rak tabung reaksi (1 buah)
Tabung reaksi (6 buah)
Pipet tetes (3 buah)
Lidi (3 buah)
Korek api (1 buah)
Lilin (1 buah)
Kertas Tissue (1 lembar)
Kertas koran (1 lembar)
3.2.2 Bahan
Ekstrak hati ayam (1 buah)
H202 30% (50 ml)
HCl 1 M (50 ml)
NaOH 1 M (50 ml)
3.3 Cara Kerja
1. Siapkan ekstrak hati pada tabung reaksi A, B, C, D, dan E (masing-masing
setinggi 0.5 cm tabung reaksi.
2. Tambahkan HCl 10 tetes pada hati B
3. Tambahkan NaOH 10 tetes pada hati c
4. Panaskan hati D
5. Dinginkan hati E
6. Teteskan larutan H2O2 pada tabung reaksi A, B, C, D, dan E (masing-masing
5-10 tetes pada tabung reaksi)
7. Siapkan lilin dan lidi lalu uji dengan menggunakan bara api pada semua
tabung reaksi (A, B, C, D, dan E)
8. Catatlah hasilnya pada table pengamatan, jawablah pertanyaan dan tuliskan
kesimpulan
9. Setelah selesai, cucilah rak dan tabung reaksi.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI KERJA ENZIM PADA HATI AYAM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Pengamatan


No

Percobaan

Gelembung
Gas

Nyala
Bara Api

Keterangan

++++

+++

Gelembung sangat
cepat terbentuk
O2 banyak

Gelembung lama
terbentuk
O2 sedikit

Hati + H2O2

Hati + HCl + H2O2

Hati + NaOH + H2O2

++++

+++

Gelembung cepat
terbentuk
O2 banyak

Hati + Didinginkan + H2O2

++

Gelembung
lambat terbentuk
O2 sedikit

Hati + Dipanaskan + H2O2

Gelembung dan
O2 tidak ada

Keterangan:
++++ = banyak sekali
+++ = banyak

++
+

= sedang
= sedikit

- = tidak ada

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI KERJA ENZIM PADA HATI AYAM

4.2 Pembahasan
4.2.1 Percobaan 1
Pada tabung A yaitu adalah hati ditambahkan dengan 10 tetes H2O2
(Peroksida) hasil yang didapatkan gelembung pada tabung reaksi
dengan cepat terbentuk, pada tabung percobaan pertama ini juga
kandungan oksigen didalam tabung sangat banyak sehingga gelembung
didalamnya renggang-renggang, jadi pada saat bara api dimasukkan
kedalam tabung bara api tersebut menyala hingga dasar tabung karena
banyaknya kandungan oksigen didalamnya.
4.2.2 Percobaan 2
Pada tabung B yang berisi hati ayam diberi larutan HCl 1 M
sebanyak 10 tetes kedalam tabung kemudian diteteskan 10 tetes H2O2 ,
hasil yang didapatkan pada tabung B gelembung lama terbentuk dan
gelembung gas yang dihasilkan juga sedikit, karena gelembung yang
dihasilkan juga sedikit maka oksigen yang berada di dalam tabung juga
sedikit yang menyebabkan apabila bara api dimasukkan ke dalam
tabung bara api yang dihasilkan juga sedikit karena kurangnya oksigen
tersebut.
4.2.3 Percobaan 3
Pada tabung C tabung yang berisi hati ayam diteteskan dengan larutan
NaOH 1 M sebanyakan 10 tetes, hasil yang didapatkan sama dengan
percobaan pada tabung A gelembung yang dihasilkan cepat, terdapat
banyak gelembung dan oksigen didalamnya juga banyak sehingga nyala
bara api pada tabung C tersebut juga banyak.
4.2.4 Percobaan 4
Pada tabung D tabung yang berisi hati ayam didinginkan terlebih
dahulu, setelah itu tabung yang sudah didinginkan diberi hidorgen
peroksida sebanyak 10 tetes, hasil yang didapatkan dari percobaan
tersebut gelembung hanya sedang yang dihasilkan dan gelembung
lambat terbentuk, oksigen didalam tabung juga hanya sedikit sehingga
ketika bara api dimasukkan ke dalam tabung bara api hanya sebentar
menyala.
4.2.5 Percobaan 5
Pada tabung A tabung yang berisi hati ayam dipanaskan terlebih
dahulu, setelah tabung dipanaskan diberi H2O2 sebanyak 10 tetes, jika
pada tabung-tabung sebelumnya terdapat gelembung walaupun hanya
sedikit tapi pada percobaan ke-5 ini tidak terdapat gelembung dan juga
tidak terdapat O2 yang dihasilkan dari percobaan ini. Sehingga bara api
dipastikan juga tidak dapat menyala di dalam tabung.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI KERJA ENZIM PADA HATI AYAM

BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
Enzim merupakan biokatalisator atau katalis yang terdapat pada
makhluk hidup, enizm dapat mempercepat reaksi ataupun memperlambat
reaksi. Enzim katalase merupakan enzim yang berfungsi untuk mengkatalis
racun, enzim ini mengakatalis larutan H2O2 (Hidrogen peroksida) yaitu
larutan yang berbahaya untuk tubuh (racun) reaksi ini terdapat di dalam hati.
Enzim katalase di dalam hati akan lebih cepat bereaksi pada kondisi pH
tinggi (basa) dan akan lebih lambat pada kondisi pH rendah (asam), dapat
dibuktikan dengan banyak-sedikitnya jumlah gelembung dan O2. Enzim
seperti protein apabila enzim tersebut tidak sesuai dengan lingkungannya
maka enzim tersebut akan rusak fungsinya, maka dari percobaan diatas saat
enzim katalase pada suhu dingin akan mengalami perlambatan reaksi dan
sedikit O2 yang dihasilkan. Dan pada suhu panas enzim tidak mengalami
reaksi apapun, karena enzim katalase pada hati telah rusak.
5.2 Saran
Tingkat kelarutan ekstrak hati berpengaruh terhadap kecepatan
penguraian peroksida. Maka buatlah ekstrak hati sehalus mungkin. Enzim
katalase terdapat di dalam sel-sel hati. Jika jumlah enzim meningkat, maka
reaksi juga berjalan lebih cepat. Jadi tambahkan porsi hati lebih banyak. Jika
kadar perosida sedikit, maka gelembung yang dihasilkannya juga sedikit.
Agar gelembung yang dihasilkan lebih banyak, tambahkan sedikit lagi
peroksida. Tetapi ekstrak hati yang dibuat harus cukup dengan kadar
peroksidanya.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI KERJA ENZIM PADA HATI AYAM

1
0

Daftar Pustaka
Aryulina, Diah & dkk. 2004. Biologi 3 SMA dan MA untuk kelas XII. Jakarta:
Penerbit Erlangga
Anonim. Enzim. 20 September 2014. http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim
Anonim. Apa itu Enzim Katalase?. 20 September 2014.
http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/05/apa-itu-enzim-katalse.html

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI KERJA ENZIM PADA HATI AYAM

1
1