Anda di halaman 1dari 21

SEMINAR KEPERAWATAN

SOSIALISASI IMPLEMENTASI UURI


NO.38 TAHUN 2014 TENTANG
KEPERAWATAN

BLU RSUD
NAGAN RAYA

SEJARAH KEPERAWATAN DI INDONESIA

Masa sebelum kemerdekaan


Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, perawat berasal dari penduduk pribumi
yang disebut Verpleger dengan dibantu Zieken Oppaser sebagai penjaga orang
sakit. Mereka bekerja pada rumah sakit Binnen Hospital di Jakarta yang didirikan
pada tahun 1799 untuk memelihara kesehatan staf dan tentara Belanda

MASA SETELAH KEMERDEKAAN

Tahun 1945-1950 merupakan periode awal kemerdekaan dan merupakan


masa transisi Pemerintah Republik Indonesia sehingga dapat dimaklumi
jika masa ini boleh dikatakan tidak ada perkembangan.

Tahun 1962 dibuka Akademi Perawatan, yaitu pendidikan tenaga


keperawatan dengan dasar pendidikan umum SMA di Jakarta, di RSUP
Cipto Mangunkusumo yang sekarang kita kenal sebagai Poltekkes
Jurusan Keperawatan Jakarta yang berada di Jalan Kimia No. 17 Jakarta
Pusat.

PERIODE TAHUN 1963-1982

Pada masa tahun 1963 hingga 1982 tidak terlalu banyak


perkembangan di bidang keperawatan, sekalipun sudah
banyak perubahan dalam pelayanan, tempat tenaga lulusan
Akademi Keperawatan banyak diminati oleh rumah sakitrumah sakit, khususnya rumah sakit besar.

PERIODE TAHUN 1983-1992

Sejak adanya kesepakatan pada lokakarya nasional (Januari 1983) tentang


pengakuan

dan

diterimanya

keperawatan

sebagai

suatu

profesi,

dan

pendidikannya berada pada pendidikan tinggi, terjadi perubahan mendasar


dalam pandangan tentang pendidikan keperawatan.

Tahun 1983 merupakan tahun kebangkitan profesi keperawatan di Indonesia,


sebagai perwujudan lokakarya tersebut di atas pada tahun 1984 diberlakukan
kurikulum

nasional

untuk

Diploma

III

Keperawatan.

UU-RI NO.1992 TENTANG TENAGA


KESEHATAN

Karena keperawatan di Indonesia sudah diakui sebagai suatu profesi maka


pelayanan atau asuhan keperawatan yang diberikan harus didasarkan pada
ilmu dan kiat keperawatan. Hal ini sejalan dengan tuntutan UU No. 23
Tahun 1992 tentang Kesehatan, terutama pada pasal 32 ayat 3 dan 4 yang
berbunyi:

PASAL 32 AYAT 3 DAN 4 :

Ayat 3: Pengobatan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan


ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat
dipertanggungjawabkan.

Ayat 4: Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan


ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh
tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk
itu

SK MENKES NO. 647 TAHUN 2000

Registrasi dan Praktik Perawat sebagai


regulasi praktik keperawatan sekaligus
kekuatan hukum bagi tenaga perawat
dalam
keperawatan

menjalankan
secara

praktik
professional.

PERIODE 2014 (UU-RI NO. 38


TH.2014)

REGISTRASI, PRAKTIK DAN IZIN PERAWAT

UU keperawatan ini sendiri terdiri atas 13 BAB dan 66 pasal yang


mengatur tentang berbagai hal yang berkaitan tentang keperawatan
sebagai suatu profesi salah satunya adalah mengenai Registrasi, Praktik
dan Izin Perawat (Bab V pasal 17 s/d 27 UURI No.38 Th.2014)

PASAL 17

Ayat 1

Untuk melindungi masyarakat

penerima jasa pelayanan kesehatan dan meningkatkan


mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Perawat,
Menteri dan Konsil Keperawatan bertugas melakukan
pembinaan dan pengawasan mutu Perawat sesuai dengan
kewenangan

masing-masing

PASAL 18

Ayat 1

Perawat yang menjalankan Praktik Keperawatan wajib

memiliki STR

Ayat 2

STR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh

Konsil Keperawatan setelah memenuhi persyaratan.

AYAT 3
Persyaratan

IJAZAH
PENDIDIKAN
TINGGI
KEPERAWATAN

yang dimaksud pada ayat 2 yaitu:

SERTIFIKAT
KOMPETENSI/P
ROFESI

SURAT
KETERANGAN
SEHAT FISIK DAN
MENTAL

SURAT TELAH
MENGUCAPKAN
SUMPAH/JANJI
PROFESI

MEMBUAT
PERNYATAAN
MEMATUHI DAN
MELAKSANAKAN
KETENTUAN
ETIKA PROFESI

AYAT 4

STR

berlaku selama 5 (lima)

tahun dan dapat diregistrasi ulang setiap 5 (lima)


tahun.

Pentingnya
STR???

Untuk menjamin pelindungan terhadap masyarakat


sebagai penerima Pelayanan Keperawatan dan untuk
menjamin pelindungan terhadap Perawat sebagai
pemberi pelayanan keperawatan, diperlukan
pengaturan mengenai keperawatan secara
komprehensif yang diatur dalam undang-undang.

STR

Selain sebagai kebutuhan hukum bagi perawat, pengaturan


ini juga merupakan pelaksanaan dari mutual recognition

agreement mengenai pelayanan jasa Keperawatan di


kawasan

Asia

Tenggara.

Ini

memberikan

peluang

bagi

perawat warga negara asing masuk ke Indonesia dan perawat


Indonesia bekerja di luar negeri untuk ikut serta memberikan
pelayanan

kesehatan

melalui

Praktik

Keperawatan.

Selama ini, kalangan perawat sering dihantui


ketidakpastian hukum terkait dengan praktik
profesi yang dilakukan. Perawat harus
melakukan berbagai macam pekerjaan
pelayanan kesehatan bahkan tanpa kompensasi
dan perlindungan yang memadai.

ALASAN DIBENTUK UNDANG-UNDANG


KEPERAWATAN

Masyarakat menuntut banyak terhadap perawat


untuk memberikan pelayanan yang mereka
butuhkan. Akibat tuntutan dan desakan situasi,
banyaknya area abu-abu yang harus dikerjakan,
membuat kenyamanan bekerja perawat
terganggu. Beberapa kasus, perawat bahkan
dibawa ke meja hijau, membuktikan bahwa
praktik keperawatan rawan dipidanakan.

Aturan yang jelas dan sesuai kebutuhan


masyarakat menjadi penting agar pelayanan yang
diharapkan oleh masyarakat dapat terpenuhi.
Kejelasan kewenangan juga membuat tim
kesehatan dapat saling bantu dan bersinergi dalam
melayani masyarakat.

Sinergitas ini akan menghapus stereotype perawat


sebagai pembantu. Tetapi akan menguatkan peran
profesionalitas dalam memberi perawatan dan
advokasi hak-hak pasien dalam pelayanan
kesehatan.

ALASAN DIBENTUK UNDANG-UNDANG


KEPERAWATAN

Atas

dasar

Keperawatan

itu,

maka

untuk

dibentuk

memberikan

Undang-Undang
kepastian

tentang

hukum

dan

pelindungan hukum serta untuk meningkatkan, mengarahkan, dan


menata

berbagai

perangkat

hukum

yang

mengatur

penyelenggaraan Keperawatan dan Praktik Keperawatan yang


bertanggung jawab, akuntabel, bermutu, dan aman sesuai dengan
perkembangan

ilmu

pengetahuan

dan

teknologi.

Undang-Undang ini memuat pengaturan mengenai jenis perawat,


pendidikan tinggi keperawatan, registrasi, izin praktik, dan
registrasi ulang, praktik keperawatan, hak dan kewajiban bagi
perawat dan klien, kelembagaan yang terkait dengan perawat
(seperti organisasi profesi, kolegium, dan konsil), pengembangan,
pembinaan,
administratif.

dan

pengawasan

bagi

perawat,

serta

sanksi