Anda di halaman 1dari 43

MANAJEMEN

KESEHATAN PASIEN
DAN KELUARGA

Manajemen penatalaksanaan pada


praktek dokter keluarga terbagi atas:
- Manajemen pentalaksanaan pasien
- Manajemen penatalaksanaan keluarga
2

Manajemen
penatalaksanaan
kesehatan pasien

Pasien dalam praktek


dokter keluarga

Adalah pengguna jasa pelayanan


kesehatan yang datang atau dirujuk
untuk memperoleh pertolongan medis
maupun non medis yang berkaitan
dengan masalah kesehatan yang
dihadapinya.
Pasien ada yang mempunyai keluhan
kesehatan, ada pula yang tidak
mempunyai keluhan kesehatan
4

Manajemen operasional:
Konsep model suatu sistim
operasional
Lingkungan external
Input
(Sumber daya)
-Manusia
-Modal
-Tekhnologi
-Pengetahuan

Proses
tranformasi
atau
konfersi

Output

Impact

Umpan balik
5

Tujuan akhir penatalaksanaan


pasien adalah (impact yang
diharapkan):

Hilangnya keluhan/gejala
Meningkatnya taraf kesehatan dan
kualitas kehidupan individu
Kembalinya individu untuk berfungsi
dalam segala segi kehidupan
Terhindarnya masalah yang sama
dikemudian hari
Peran serta pasien untuk menjaga
kesehatannya sendiri
6

Tujuan antara
penatalaksanaan pasien
adalah (output)

Dilaksanakannya penatalaksanaan
kesehatan pasien berdasarkan :
Tersimpulnya masalah kesehatan yang ada
Tersimpulnya faktor-faktor yang
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh
masalah kesehatan tersebut
Tersusunnya target pemecahan masalah
kesehatan
Kesepakatan pasien sesuai dengan
sumber-sumber yang ada
7

Proses penatalaksanaan
kesehatan pasien:

Pemeriksaan penunjang rasional sadar mutu dan


sadar biaya berdasarkan temuan anamnesis dan
pemeriksaan fisik sebelumnya
Konseling penatalaksanaan agar pasien
memutuskan penatalaksanaan yang akan
ditempuhnya
Tindakan bedah atau tindakan lain yang
diperlukan
Pemberian medikamentosa yang rasional
Evaluasi dan edukasi penyebab, faktor-faktor
yang mempengaruhi dan dipengaruhi dalam
rangka preventif
8
Edukasi modifikasi gaya hidup bila diperlukan

Input dalam
penatalaksanaan pasien

Keluhan pasien
Gejala yang timbul
Komplikasi yang timbul
Penyakit keturunan
Penyakit di lingkungan sekitar
Gaya hidup keseharian
Food intake
Lingkungan tempat tinggal
Lingkungan pekerjaan
Perilaku kesehatan
Pelayanan kesehatan sebelumnya

Alir penatalaksanaan
pasien:
Pasien
datang
Kemufakatan
penatalaksanaa
n

Penapisan

Anamnesis
patient
centered
dengan KIP
yang baik

Pemeriksaan
Pemeriksaa
penunjang
Penegakkan
n fisik
masalah berorientasi rasional
seksama
sadar
mutu
dan
pada keluarga
dengan
sadar biaya
lege artis
10

Contoh manajemen
operasional
penatalaksanaan pasien
Lingkungan external
Input:
-gejala
Proses:
-keluhan
kegiatan-hasil anamnesa kegiatan
-hasil p.f.
pelayanan
-dsb
medis

Impact:
-sembuh
-membaik

Output:
-minum obat teratur
-perubahan gaya hidup
-exercixe rehabilitasi
-dsb

Umpan balik
11

Contoh kasus penatalaksaan


pasien
Seorang anak laki-laki, 4 tahun, datang ke klinik diantar
ibunya dengan keluhan batuk pilek yang hilang timbul.
Batuk pilek sering terjadi pada 4 bulan terakhir. Dahak &
ingus cair disertai demam ringan. Dalam 4 bulan telah
timbul lebih dari 5 kali. Nafsu makan berkurang namun
aktifitas keseharian tetap. Anak ke 2 dari 4 bersaudara,
lahir ditolong bidan, imunisasi yang diperoleh BCG, DPT I &
II, Polio I & II. Usia ibu 25 tahun dan ayah 27 tahun. Ayah
bekerja sebagai pegawai cleaning service. 6 bulan yll
dinyatakan sembuh dan stop OAT setelah 9 bulan
pengobatan.
12

4 tahun
batuk pilek yang hilang timbul
demam ringan
5 x dalam 4 bulan
nafsu makan berkurang
imunisasi tak lengkap
orangtua usia muda
Sosial ekonomi rendah
Kontak KP (+).
PF : t.a.k kecuali gizi kurang
(BB/U 82%) dan e\ronki basah
kasar pada kedua lapang paru

Balita
dengan
suspek KP,
riwayat
imunisasi
kurang,
dengan gizi
kurang
DD/bronkhiti
s kronik

Alir
permasalahan:
Anak, laki-laki, 4 tahun, batuk pilek hilang
timbul
Batuk pilek sering terjadi
pada 4 bulan

Ibu tidak tahu


bahwa
Imunisasi
dasar
tak lengkap

Tampak kurus

Susp. TB paru
DD/bronchitis
kronik
PSP Ibu
kurang
tentang
imunisas
i

Gizi kurang

Riwayat kontak KP (+)


Bronkovesikuler +/+
R d/ Mantoux test
Ro thorax
R th/ Bila (+) mulai OAT
sesuai BB, Bila (-) mulai
antibiotik
Belum imunisasi DPT
III,Polio III, Hepatitis B,
Hepatitis A, Campak
R th/ Edukasi dan motivasi
untuk paket kejar imunisasi
yang dapat dilakukan di
klinik maupun di RS ybs
Kualitas & kuantitas intake
kurang setelah kelahiran anak
ke 4 (13 bulan yll).
R th/ Edukasi menu sehat
seimbang
Edukasi metoda KB
Edukasi resiko penularan

Balita sehat dengan tumbuh kembang optimal

Output penatalaksanaan pasien


ini:
Pasien minum obat anti tuberculosis
kombinasi jangka pendek dengan
teratur
dibawah tanggung jawab ibu namun
kontrol teratur ke klinik setiap 1 bulan,
terjadi peningkatan kualitas gizi pada
makanan
sehari-hari dengan kenaikkan berat
badan 1 kg dalam sebulan, dan telah
lengkapnya imunisasi yang dianjurkan

Impact penatalaksanaan pasien


ini

Pasien tidak lagi batuk pilek berulang


Tidak ada hambatan tumbuh kembang
Terhindarnya resiko terserang penyakit
menular yang telah ada imunisasinya
Telah di-skrining-nya anggota keluarga
lain yang tinggal serumah
Kualitas dan kuantitas intake yang baik
pada seluruh anggota keluarga
16

Manajemen
penatalaksanaan
keluarga

Tujuan akhir
penatalaksanaan kesehatan
keluarga

Menghilangnya gejala/tanda penyakit


Meningkatnya status kesehatan pasien
Meningkatnya psp kesehatan keluarga
Meningkatnya status kesehatan keluarga
Berubahnya sikap peran serta keluarga
dalam mengatasi masalah kesehatan

18

Tujuan antara
penatalaksanaan keluarga
adalah (output)

Dilaksanakannya penatalaksanaan
kesehatan keluarga berdasarkan :
Tersimpulnya masalah kesehatan yang
ada
Tersimpulnya faktor-faktor yang
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh
masalah kesehatan tersebut
Tersusunnya target pemecahan
masalah kesehatan
Kesepakatan keluarga sesuai dengan
sumber-sumber yang ada
19

Proses
penatalaksanaan
kesehatan
keluarga:
Mengumpulkan data
keluarga dengan

pertanyaan atau pengamatan


Pembinaan keluarga

Mempelajari masalah kesehatan pasien


Mempelajari kepustakaan
Mendapatkan persetujuan pasien/keluarga
Mengunjungi rumah
Menganalisa kembali
Mengintervensi kembali
20
Menilai tingkat pemahaman pasien

Input dalam
penatalaksanaan pasien

Bentuk keluarga
Siklus kehidupan keluarga
Fungsi-fungsi dalam keluarga
Masalah kesehatan yang ada
Riwayat penyakit keturunan
Faktor perilaku
Faktor non perilaku kesehatan
21

Keluarga inti

Keluarga orang tua tunggal

Keluarga extended

atau

Keluarga majemuk
atau

The family life cycle


Source: Duvall 1977
1. Newly married couple
2.Newborn children
2
8. Family in
later years

3. The family with


young children

2.5
3.5

10-15
7
7

15
7. Middle age parents
to retire time

4. The family
with school-age
children
5. Family with
adolescent

8
6. Launching family

Fungsi-fungsi keluarga

Fungsi biologis
Fungsi psikologis
Fungsi sosial
Fungsi ekonomi dan pemenuhan
kebutuhan
Fungsi adaptasi dan penguasaan
masalah

Contoh kasus
Seorang bapak, 58 th,mengeluh BB
turun,lemas dengan 3P.Dgn lab urin dan
GD di D/sbg DM TTI, dianjurkan diet dan
minum obat teratur.Hingga 3 bulan
kmd,walau kontrol teratur tiap
bulannya,GD tidak turun.Kemudian
diketahui bahwa ps tinggal bersama istri
barunya yang merupaka wanita karier
berusia 38 thn. Sebagai sekretaris di
perusahaan kontraktor di Jkt. Ps baru
pindah dr Jambi, istri pertama meninggal 2
thn yll krn Ca mammae.Anak-anak mhsw
dan SMA di Jambi.Krn pensiun,ps ikut istri
ke Jkt. Sekarang tinggal kost berdua istri.
28

input

Bentuk keluarga: pasangan usia


pertengahan karier kedua
Siklus keluarga: keluarga dengan anak
remaja dan dewasa pada perkawinan
karier kedua
Fungsi-fungsi keluarga: tinggal terpisah
dengan anak-anak, istri sibuk bekerja,
kurang perhatian dari pelaku rawat
DM TTI dengan GD tak terkontrol
29

proses

Menganjurkan modifikasi gaya


hidup: diet DM, olahraga teratur,
Mengundang istri pasien untuk
membicarakan pemecahan
masalah dan berpartisipasi pada
modifikasi gaya hidup
Konseling pasien mengenai
adaptasi dengan hidup baru
30

output

GD terkotrol dengan olahraga 3 kali


seminggu, 45 menit setiap kali dengan
kenaikkan 70 % denyut nadi dan diet
DM 2200 Kkal.
Istri memesan catering untuk diet
suami keseharian
Istri menemani olahraga setiap hari
sabtu dan minggu
Pasien telepon ke anak-anak seminggu
sekali
31

impact

DM TTI GD terkontrol tanpa


komplikasi
Hubungan harmonis suami istri
dengan gaya hidup bugar
Hubungan harmonis dengan
anak-anak walaupun tinggal di
lain kota
32

PEMBINAAN KELUARGA

Adalah salah satu kegiatan dalam


praktek dokter keluarga
Merupakan bagian dari pelayanan
kedokteran keluarga
Tujuannya: meningkatkan derajat
kesehatan pasien dan keluarganya
Caranya: mempelajari sistim
keluarga dan lingkungannya

33

Menggunakan pendekatan
paripurna, terpadu,
bersinambung, terjangkau, dan
memanfaatkan sumber yang ada
pada keluarga

34

KUNJUNGAN
RUMAH

Adalah kedatangan petugas


kesehatan ke rumah pasien untuk:
Lebih mengenal kehidupan pasien
(misalnya: dalam rangka pembinaan
keluarga)
Memberikan pertolongan kedokteran
sesuai dengan kebutuhan atau
tuntutan pasien (misalnya: doctor on
call)

35

PERAWATAN DIRUMAH

Adalah pertolongan kedokteran yang


diberikan oleh dokter ke pasiennya di
rumah pasien, dan pertolongan
profesional tersebut sebenarnya telah
masuk ke dalam kelompok rawat inap
(hospitalization) dan bukan rawat
jalan (ambulatory service)

36

Sasaran pembinaan
keluarga
1. Pasien yang datang,
mempunyai masalah klinis,
mental dan sosial yang
kompleks yang tidak dapat
diselesaikan secara
perseorangan namun
membutuhkan partisipasi
keluarga
37

2.

3.

Pasien yang datang untuk medical check


up dan ditemukan masalah kesehatan,
namun keterbatasan untuk mengatasinya.
Pasien dan keluarga yang telah mampu,
namun masih diperlukan usaha
pengayoman untuk menciptakan
partisipasi penuh keluarga dalam
meningkatkan kesehatan dan
kesejahteraan keluarga
38

Langkah-langkah
pembinaan keluarga
1.
2.

3.

4.

Mempelajari masalah kesehatan yang


terekam di ruang praktek
Mempelajari kembali kepustakaan yang
berhubungan dengan masalah
kesehatan yang ada
Mendapatkan persetujuan
pasien/keluarga untuk diselenggarakan
pelayanan pembinaan keluarga
.
39

4.Mengunjungi rumah untuk:


a.
Mengumpulkan data demografis dan
karakteristik keluarga
b.
Mengidentifikasi fungsi-fungsi keluarga
c.
Memahami masalah penyakit, kesehatan
dan gizi keluarga, riwayat penyakit keluarga,
dan genogram
d.
Mengamati gaya hidup keluarga dalam
bidang kesehatan dan pola mendapatkan
pelayanan kesehatan
e.
Menyimpulkan tingkat pemahaman keluarga
pada saat itu
f.
Memufakatkan rencana penatalaksanaan
yang akan diselenggarakan
g.
Melakukan intervensi berdasarkan fakta
yang ditemukan berupa penyuluhan, dsb.
40
h.
Merencanakan kunjungan rumah berikutnya

5.

6.

7.

8.

9.

menganalisa kembali hasil pengamatan


dan intervensi yang diberikan dalam
kunjungan
Mendiskusikannya atau konsultasi
dengan sejawat pada saat-saat
dianggap perlu
Menyelenggarakan intervensi kembali
sesuai dengan hasil analisa dan diskusi,
sekaligus menindak lanjuti hasil
intervensi yang terdahulu
Menilai tingkat pemahaman pasien dan
keluarganya dalam rangkaian
penatalaksanaan yang telah disepakati
bersama
Merencanakan pembinaan selanjutnya
apakah dilanjutkan dengan kunjungan
rumah atau dapat dilanjutkan di ruang
praktek
41

Tingkat pemahaman

Penuh: telah menyadari dan dan


mengetahui masalah penyakit dan
mempunyai potensi, daya dan dana
untuk menyelesaikan masalah baik
klinis, psikologis maupun sosial
Kurang: belum mampu mandiri dan
membutuhkan bantuan penuh dokter
keluarga dalam menyelesaikan masalah
kesehatan dan kesejahteraan keluarga
42

Terimakasih atas
perhatiannya..

43