Anda di halaman 1dari 10

Judul Praktikum

: Pengukuran Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) metode Westergreen

Semester

: III

I.

TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
a. Untuk dapat memahami pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) metode westergreen.
2. Tujuan Instruksional Khusus
a. Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan pengukuran Laju Endap Darah (LED)
dengan metode westergreen.

II.

METODE
Metode yang digunakan dalam pengukuran Laju Endap Darah adalah metode
westergreen.

III.

PRINSIP
Sampel darah dengan antikoagulan dimasukkan ke dalam pipet khusus berskala dan
diletakkan tegak lurus maka eritrosit akan mengendap. Pengendapan ini diukur 1 jam dan 2
jam berikutnya.

IV.

DASAR TEORI
Hematologi adalah ilmu tentang darah dan jaringan pembuluh darah yang merupakan
salah satu sistem organ terbesar di dalam tubuh. Darah membentuk 6-8 % berat tubuh total
dan terdiri dari sel-sel darah yang tersuspensi di dalam suatu cairan yang disebut plasma.
(Sacker, Ronald A, 2004).
Darah merupakan suatu medium transportasi jarak jauh berbagai bahan antara sel dan
lingkungan eksternal atau antara sel itu sendiri. Warna merah darah keadaannya tidak tetap,
bergantung pada banyaknya oksigen dan karbondioksida yang terdapat didalamnya.

PEMERIKSAAN LED( LAJU ENDAP DARAH )


1.

Definisi

Laju Endap Darah (LED) atau Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) merupakan salah
satu pemeriksaan rutin untuk darah. Proses pemeriksaan sedimentasi (pengendapan) darah ini
diukur dengan memasukkan darah kita ke dalam tabung khusus selama satu jam. Makin
banyak sel darah merah yang mengendap maka makin tinggi Laju Endap Darah (LED)-nya.
Tinggi ringannya nilai pada Laju Endap Darah (LED) memang sangat dipengaruhi oleh
keadaan tubuh kita, terutama saat terjadi radang. Namun ternyata orang yang anemia, dalam
kehamilan dan para lansiapun memiliki nilai Laju Endap Darah (LED) yang tinggi. Jadi orang
normal pun bisa memiliki Laju Endap Darah (LED) tinggi, dan sebaliknya bila Laju Endap
Darah (LED) normalpun belum tentu tidak ada masalah. Jadi pemeriksaan Laju Endap Darah
(LED) masih termasuk pemeriksaan penunjang, yang mendukung pemeriksaan fisik dan
anamnesis dari sang dokter.

2. Tahap LED Berlangsung


a.

Fase pengendapan lambat I


Beberapa menit setelah percobaan dimulai, sel darah merah dalam keadaan melayang,
sulit mengendap ( 1-30 menit )

b.

Fase pengendapan cepat


Terjadi setelah darah saling berikatan membentuk rauleaux permukaan relatife kecil ,
masa menjadi lebih berat ( 30-60 menit )

c.

Fase pengendapan lambat II

Terjadi setelah sel darah mengendap, menampak di dasar tabung ( 60-120 menit )
3.

Standar Laju Endap Darah


Proses pengendapan darah terjadi dalam 3 tahap yaitu tahap pembentukan rouleaux sel

darah merah berkumpul membentuk kolom, tahap pengendapan dan tahap pemadatan. Di
laboratorium cara untuk memeriksa Laju Endap Darah (LED) yang sering dipakai adalah cara
Wintrobe dan cara Westergren. Pada cara Wintrobe nilai rujukan untuk wanita 0-20 mm/jam
dan untuk pria 0-10 mm/jam, sedang pada cara Westergren nilai rujukan untuk wanita 0-15
mm/jam dan untuk
pria 0-10 mm/jam.
4. Faktor yang Mempengaruhi LED
a. Faktor eritrosit
1) Jumlah eritrosit untuk darah yang kurang dari normal
2) Ukuran eritrosit yang lebih besar dari normal dan eritrosit yang
beraglutinasi

mudah

akan menyebabkan laju endap darah cepat.

b. Faktor Plasma
LED mencerminkan protein plasma yang akan meningkat ketika seseorang
mengalami infeksi akut atau kronis
c. Faktor Teknik
Tabung tidak boleh miring, apabila terjadi kemiringan akan terjadi kesalahan 30%
dan tidak boleh banyak getaran
d. Faktor suhu
`

Suhu terbaik adalah 20C

e. Faktor fiskositas
5. Variasi Laju Endap Darah
Pada orang yang lebih tua nilai Laju Endap Darah juga lebih tinggi. Dewasa (Metode
Westergren):

Pria < 50 tahun

= kurang dari 15 mm/jam

Pria > 50 tahun

= kurang dari 20 mm/jam

Wanita < 50 tahun = kurang dari 20 mm/jam

Wanita > 50 tahun = kurang dari 30 mm/jam

Anak-anak (Metode Westergren):

Baru lahir

= 0 2 mm/jam

Baru lahir sampai masa puber = 3 13 mm/jam

Dalam keadaan normal nilai LED jarang melebihi 10 mm per jam. LED ditentukan
dengan mengukur tinggi cairan plasma yang kelihatan jernih berada di atas sel darah merah
yang mengendap pada akhir 1 jam ( 60 menit ). Nilai LED meningkat pada keadaan seperti
kehamilan ( 35 mm/jam ), menstruasi, TBC paru-paru ( 65 mm/jam ) dan pada keadaan
infeksi terutama yang disertai dengan kerusakan jaringan. Metode yang dianjurkan oleh ICSH
( International Comunitet for Standardization in Hematology ) adalah cara westergren.
Hasil Laju Endap Darah/LED/ ESR yang tinggi juga dapat terjadi karena :

V.

Anemia

Kanker seperti lymphoma atau multiple myeloma

Kehamilan

Penyakit Thyroid

Diabetes

Penyakit jantung

ALAT DAN BAHAN


a. Alat
Pipet westergreen
Tabung serologi
Rak westergreen
Push ball
b. Bahan
Sampel darah EDTA
Tissue

VI.

CARA KERJA/PROSEDUR
1. Dipipet NaCl 0,9% dengan pipet westergreen sampai skala 150 kemudian dimasukkan ke
dalam tabung westergreen.
2. Sampel darah dengan antikoagulan EDTA dipipet dengan pipet westergreen hingga batas
nol.
3. Sampel darah tadi dimasukkan ke dalam tabung yang berisi NaCl 0,9% tadi.
4. Dicampur isi tabung westergreen dengan cara menyedot dan mengeluarkan beberapa kali
hingga tercampur baik.
5. Campuran larutan dalam tabung kemudian dipipet dengan pipet westergreen sampai skala
nol, kemudian pipet westergreen diletakkan tegak lurus pada rak westergreen.
6. Ditunggu selama 1 jam dan dibaca tingginya pengendapan pada sampel.

VII.

NILAI RUJUKAN
Berdasarkan metode Westergreen , terdapat nilai rujukan yang dapat digunakan diantaranya:
Golongan Usia
Pria < 50 tahun
Pria > 50 tahun
Wanita < 50 tahun
Wanita > 50 tahun
Anak-anak:
Baru lahir
Baru lahir sampai masa puber

Nilai Normal
15 mm/jam
20 mm/jam
20 mm/jam
30 mm/jam
0-2 mm/jam
3-13 mm/jam

VIII.

HASIL PENGAMATAN
1. Gambar Hasil Pengamatan
Gambar

Keterangan
Darah yang diperiksa pada pipet
westergreen yang diletakkan secara tegak
lurus pada rak westergreen untuk menunggu
terjadinya pengendapan ditunggu selama 1
jam

Hasil pengendapan yang terjadi setelah 1


jam. Diperoleh endapan pada pipet
westergreen dengan Laju Endap Darah
sebesar 9 mm/jam.

2. Hasil Pemeriksaan
Identitas sampel
Nama pasien
Umur
Jenis Kelamin

: I Wayan Hardiawan
: 18 Tahun
: Laki-laki

Waktu Pengambilan
Waktu pemeriksaan
Hasil Pemeriksaan
Interpretasi Hasil
IX.

: 11.30 WITA
:12.00 WITA
: 9 mm/jam
: normal

PEMBAHASAN
Berdasarkan pada praktikum yang telah dilaksanakan, adapun hal-hal yang perlu
dibahaskan yaitu:
Pada pemeriksaan LED metode westergreen yang dilakukan, darah dengan antikoagulan
yang digunakan diencerkan ( 4 volume darah : 1 pengencer) yaitu dengan NaCl 0,9% dengan
tujuan darah tidak lisis. Sehingga NaCl tersebut dapat digunakan untuk pengenceran tanpa
mempengaruhi komposisi darah.
Selain digunakan NaCl,dapat digunakan alternative lain seperti Natrium Sitrat 3,8% .
setelah NaCl 0,9% dipipet, kemudian dimasukkan pada tabung serologi yang telah disiapkan.
Kemudian pada tabung tersebut ditambahkan sampel darah dengan antikoagulan
EDTA.sampel dihomogenkan dengan cara disedot dan dikeluarkan lagi secara berulang-ulang
hingga dianggap telah tercampur rata, selanjutnya sampel disedot dengan pipet westergreen
hingga tepat pada skala nol. Diletakkan berdiri tegak pada rak westergreen, ditunggu hingga
terjadi pengendapan yang nantinya akan dibaca yaitu tinggi pengendapan dan laju endap
darah pada sampel, ditunggu hingga 1 jam.
Pada saat telah 1 jam, barulah dibaca hasil pemeriksaan LED tersebut dengan membaca
skala dari pengendapan yang terjadi dimana terdapat plasma yang terpisah dengan sel darah
yang mengendap.batas pembacaan yaitu dari skala nol tingginya plasma darah hingga batas
pertemuan sel darah yang mengendap dengan plasmaatau yang disebut buffycoat.
Adapun pasien atas nama I Wayan Hardiawan seorang laki-laki berusia 18 tahun, pada
pemeriksaan LED pasien diperoleh hasil pemeriksaan LED darah pasiennya yaitu 9 mm/jam.
Berdasarkan nilai rujukan yang digunakan, pasien termasuk laki-laki golongan usia < 50
tahun dimana nilai normal LEDnya yaitu 15 mm/jam. Sehingga pasien dengan nilai LED
tersebut dapat dikatakan nilai yang masih dalam batas normal.
Dalam pemeriksaan LED adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaanya
antara lain:
Faktor teknik
a. letak tabung/pipet
tabung atau pipet harus tegak lurus pada raknya 90 derajat.bila tabung dimiringkan
maka sel-sel akan menempuh jarak pendek ke dinding tabung kemudian
menggelincir kedasar tabung.hasilnya sedimentasi sel menjadi lebih cepat. Untuk
memperoleh kedudukan tabung yang tepat, dianjurkan rak tabung dilengkapi dengan

sekrup pengatur atau adjustable levelling screws,di bagian bawahnya kemudian


mengamati kedudukan rak dengan menggunakan waterpass.
b.

diameter tabung/pipet
Diameter bagian dalam tabung yang dianjurkan adalah 2,55 atau kurang lebih 0,15
mm.diameter yang lebih kecil akan menghalangi kecepatan sedimentasi diameter
yang lebih besar mempercepat sedimentasi eritrosit.

c.

Suhu ruangan
makin tinggi suhu makin cepat sedimentasi eritrosit umumnya pemeriksaan LED
dilakukan pada suhu diatas 25 derajat sebaiknya ditegakkan kisaran nilai normal
tersendiri.sejalan dengan pengaruh suhu ini,penempatan tabung dan rak LED
sebaiknya tidak dikenai cahaya matahari secara langsung.

d.

Getaran
getaran pada dasar tabung memberi pengaruh pada jalannya sedimentasi.oleh
sebab itu harus diusahakan rak sedimentasi tidak berada semeja dengan peralatan
lain yang mengeluarkan getaran.misalnya centrifuge

Faktor dalam darah


a. Plasma :
Eritrosit merupakan pembawa muatan elektrik negative sedangkan plasma
membawa muatan elekteik positif. Segala factor atau kondisi yang menyebabkan
plasma bermuatan positif, maka otomatis akan meningkatkan pembentukan rouleaux
yang secara langsung pula meningkatkan nilai LED. Fibrinogen, globulin dan
kolesterol termasuk mempercepat pengendapan sedangkan albumin dan lesitin
memperlambat pengendapan oleh karena itu LED akan meningkat seiring dengan
adanya kondisi yang memyebabkan peningkatan fibrinogen (pada kasus TBC dan
inflamasi) atau globulin alfa dan beta seperti deman rematik, berbagi myeloma dank
ala azar (pakasi R. 1986).
b. Eritrosit,
Protein yang memiliki berat molekul yang tinggi dengan muatan positif tolak
menolak dengan muatan positif yang bermuatan negative sehingga menyebabkan
peningkatan perletakan eritrosit untuk membentuk formasi rouloeux, sehingga akan
menigkatkan nilai LED. Peningkatan jumlah sel darah seperti polisitemia dapat

memperlambat pengendapan yang dikaitkan dengan gaya saling tolak menolak


eritrosit seperti anemia sel asabit dan mikrosit dalam animea hipokrom cenderung
untuk mencegah pembentukan rouleax dan penggunaan nilai LED.
Kelebihan dan kekurangan metode westegren, yaitu:
1.

Kelebihan :
metode ini memiliki skala tabung yang panjang sehingga memungkinkan untuk
menghitung skala pembacaan yang besar.

2.

Kekurangan :
pada pemasangan tabung yang tidak tegak lurus akan memberikan hasil yang berbeda.

1.
2.
3.
4.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:


Dalam pencampuran darah dengan antikoagulan harus homogen.
Hindari terjadinya gelembunga udara pada tabung.
Pemasangan tabuung pipet harus dalam posisi tegak.
Jauhkan alat dari objek yang menghasilkan getaran.

Sumber kesalahan dalam pemeriksaan LED


1.

Kesalahan dalam persiapan penderita, pengambilan dan penyiapan bahan.

2.

Dalam suhu kamar pemeriksaan harus dilakukan dalam 2 jam pertama, apabila darah
EDTA disimpan pada suhu kamar 4 derajat.

3.

Perhatikan agar pengenceran dan pencampuran darah dengan larutan antikoagulan


dikerjakan dengan baik.

4.

Mencuci pipet westergren yang kotor dapat dilakukan dengan cara menbersikan dengan
air , kemudian alcohol dan terakhir aseton. Cara lain adalah dengan membersihkan
dengan air dan biarkan kering satu malam dalam posisi vertical tidak dianjurkan
memakai deterjen.

X.

KESIMPULAN
1. Laju endap darah (Erithrocyte Sedimentation Rate, ESR) yang juga disebut kecepatan
endap darah (KED) atau laju sedimentasi eritrosit adalah kecepatan sedimentasi eritrosit
dalam darah yang belum membeku, dengan satuan mm/jam.

2. Pemeriksaan LED metode westergreen dilakukan untuk mengetahui tingkat peradangan


suatu tubuh seseorang, dimana pemeriksaan ini menggunakan sampel darah dengan
antikoagulan EDTA. Prinsipnya adalah sampel dimasukkan ke dalam pipet khusus/ pipet
westergreen diletakkan pada tempat yang tegak lurus maka eritrosit akan mengendap.
Pengendapan ini dapat diukur 1-2 jam berikutnya.
3. Hasil pemeriksaan LED pada sampel darah pasien atas nama I Wayan Hardiawan lakilaki, usia 18 tahun ini diperoleh nilai LED 9 mm/jam.
XI.

DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. 1989. Hematologi Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan. Jakarta.
Gandasoebrata, R.1969. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta: Dian Rakyat.
Kresno. 1998. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium dan Diagnostik Ed. 6. Jakarta: EGC
Ramlah.
2013.
Pemeriksaan
Laju
Endap
Darah.
[online].
http://ramlaharief.bogspot.com/2013/04/html. Diakses pada tanggal 29 September
2014.
Sackher, dkk. 2004. Tinjauan Klinik Hasil Pemeriksaan Laboratorium Ed. II alih bahasa:
Brahm U. Pendit dan Dewi Wulandari. Jakarta: EGC

XII.

LEMBAR PENGESAHAN