Anda di halaman 1dari 14

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Satuan Pendidikan

: SMA Muria Pati

Mata Pelajaran

: Kimia-Peminatan

Kelas/Semester

: X/2

Materi Pokok

: Larutan elektrolit dan non elektrolit

Waktu

: 6 45 menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, procedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai
hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur,
objektif,terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung
jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan
melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli
lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif sebagai wujud kemampuan
memecahkan masalah dan membuat keputusan.
3.8 Menganalisis sifat larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan daya
hantar listriknya
4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk
mengetahui sifat larutan elektrolit dan larutan non- elektrolit

B.Indikator Pencapaian Kompetensi


3.8.1. Mengkaji literatur tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit

4.8.1. Merancang percobaan untuk menyelidiki sifat larutan berdasarkan daya hantar
listrik dan mempresentasikan hasilnya untuk menyamakan persepsi.
4.8.2. Melakukan percobaan.daya hantar listrik pada beberapa larutan.
4.8.3. Mengamati dan mencatat data hasil percobaan.daya hantar listrik pada beberapa
larutan.
4.8.4.

Menganalisis data hasil percobaan untuk menyimpulkan sifat larutan

berdasarkan daya hantar listriknya (larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit).


4.8.5. Mengelompokkan larutan berdasarkan jenis ikatan dan menjelaskannya.
4.8.6. Menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa
kovalen polar
4.8.7. Menyajikan laporan hasil percobaan tentang daya hantar listrik larutan elektrolit
kuat, larutan elektrolit lemah, dan larutan nonelektrolit
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan mengkaji literature ,diskusi kelompok,dan eksperimen dalam
pembelajaran tentang larutan elektrolit dan non elektrolit diharapkan siswa terlibat aktif dalam
kegiatan pembelajaran, mampu bekerja sama dan bertanggung jawab dalam menyampaikan
pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat :
1. Mengkaji literatur tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit
2. Merancang percobaan untuk menyelidiki sifat larutan berdasarkan daya hantar listrik dan
mempresentasikan hasilnya untuk menyamakan persepsi.
3. Melakukan percobaan.daya hantar listrik pada beberapa larutan.
4. Mengamati dan mencatat data hasil percobaan.daya hantar listrik pada beberapa larutan.
5. Menganalisis data hasil percobaan untuk menyimpulkan sifat larutan berdasarkan daya
hantar listriknya (larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit).
6. Mengelompokkan larutan berdasarkan jenis ikatan dan menjelaskannya.
7. Menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen
polar
8. Menyajikan laporan hasil percobaan tentang daya hantar listrik larutan elektrolit kuat,
larutan elektrolit lemah, dan larutan nonelektrolit
C, Materi Pembelajaran

Fakta
- Konduktor
- Isolator
- Pelarut
- Terlarut
Konsep
- Larutan
- Larutan Elektrolit
- Larutan Non Elektrolit
- Reaksi
- Ionisasi
Prinsip
- Peran ion dalam hantaran listrik larutan ( teori Arhenius )
- Kekuatan elektrolit
Prosedur
- Langkah kerja percobaan daya hantar listrik dalam larutan
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

Pengertian dan perbedaan larutan elektrolit dan larutan nonelekrolit


A. Pengertian larutan
Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut
adalah zat yang terdispersi ( tersebar secara merata ) dalam zat pelarut.Zat terlarut
mempunyai jumlah yang lebih sedikit dalam campuran. Ini biasa di sebut dengan solute.
Sedangkan zat pelarut adalah zat yang mendispersi atau ( fase pendispersi ) komponen
komponen zat terlarut. Zat pelarut mempunyai jumlah yang lebih banyak dalam
campuran. Zat pelarut di sebut solvent.
B. Pengertian larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan
memberikan gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji atau timbulnya gelmbung gas
dalam larutan .Larutan yang menunjukan gejala gejala tersebut pada pengujian
tergolong ke dalam larutan elektrolit.
Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus
listrik dengan memberikan gejala berupa tidak ada gelembung dalam larutan atau lampu
tidak menyala pada alat uji. Larutan yang menunjukan gejala gejala tersebut pada
pengujian tergolong ke dalam larutan nonelektrolit.
C. Jenis jenis larutan berdasrkan daya hantar listrik
1.

Larutan elektrolit kuat


Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang banyak menghasilkan ion ion
karena terurai sempurna, maka harga derajat ionisasi ( ) = 1. Banyak sedikit elektrolit
menjadi ion dinyatakan dengan derajat ionisasi ( ) yaitu perbandingan jumlah zat
yang menjadi ion dengan jumlah zat yang di hantarkan. Yang tergolong elektrolit kuat
adalah :

a.

Asam asam kuat

b.

Basa basa kuat

c.

Garam garam yang mudah larut


Ciri ciri daya hantar listrik larutan elektrolit kuat yaitu lampu pijar akan
menyala terang dan timbul gelembung gelembung di sekitar elektrode. Larutan
elektrolit kuat terbentuk dari terlarutnya senyawa elektrolit kuat dalam pelarut air.
Senyawa elektrolit kuat dalam air dapat terurai sempurna membentuk ion positif
( kation ) dan ion negatif (anion). Arus listrik merupakan arus electron. Pada saat di
lewatkan ke dalam larutan elektrolit kuat, electron tersebut dapat di hantarkan melalui
ion ion dalam larutan, seperti ddihantarkan oleh kabel. Akibatnya lampu pada alat uji
elektrolit akan menyala. Elektrolit kuat terurai sempurna dalam larutan. Contoh : HCl,
HBr, HI, HNO3, H2SO4, NaOH, KOH, dan NaCL.

2.

Larutan elektrolit lemah


Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah
dengan harga derajat ionisasi sebesar 0 < > 1. Larutan elektrolit lemah mengandung

zat yang hanya sebagian kecil menjadi ion ion ketika larut dalam air. Yang tergolong
elektrolit lemah adalah :
a.

Asam asam lemah

b.

Garam garam yang sukar larut

c.

Basa basa lemah


Adapun larutan elektrolit yang tidak memberikan gejala lampu menyala, tetapi
menimbulkan gas termasuk ke dalam larutan elektrolit lemah. Contohnya adalah
larutan ammonia, larutan cuka dan larutan H2S.
3.

Hubungan Elektrolit dengan Jenis Ikatan Kimia


Jika diperhatikan lebih teliti dari jenis ikatannya, larutan elektrolit ada yang
berasal dari ikatan ionik dan ada juga yang berasal dari ikatan kovalen polar. Sebagai
contoh larutan NaCl dan NaOH berasal dari senyawa ionik, sedangkan HCl,
CH3COOH, NH4Cl berasal dari senyawa kovalen.
Daya Hantar Listrik Senyawa Ion :
NaCl adalah senyawa ion, jika dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion,
tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan rapat dan kuat, sehingga tidak bebas
bergerak. Jadi dalam keadaan kristal (padatan) senyawa ionik tidak dapat
menghantarkan listrik, tetapi jika garam yang berikatan ion tersebut dalam keadaan
lelehan atau larutan, maka ion-ionnya akan bergerak bebas, sehingga dapat
menghantarkan listrik.
Pada saat senyawa NaCl dilarutkan dalam air, ion-ion yang tersusun rapat dan
terikat akan tertarik oleh molekul-molekul air dan air akan menyusup di sela-sela butirbutir ion tersebut yang akhirnya akan terlepas satu sama lain dan bergerak bebas dalam
larutan.
NaCl (s) + air ---> Na+(aq) + Cl-(aq)
seperti gambar berikut :

Daya Hantar Listrik Senyawa Kovalen


Senyawa kovalen terbagi menjadi senyawa kovalen non polar misalnya : F 2,
Cl2, Br2, I2, CH4 dan kovalen polar misalnya : HCl, HBr, HI, NH 3. Dari hasil
percobaan, hanya senyawa yang berikatan kovalen polarlah yang dapat menghantarkan
arus listrik.
Kalau kita perhatikan, bahwa HCl merupakan senyawa kovalen diatom bersifat
polar, pasangan elektron ikatan tertarik ke atom Cl yang lebih elektro negatif dibanding
dengan atom H. Sehingga pada HCl, atom H lebih positif dan atom Cl lebih negatif.
Struktur lewis:

Jadi walaupun molekul HCl bukan senyawa ionik, jika dilarutkan ke dalam air
maka larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena menghasilkan ion-ion yang
bergerak bebas. Jadi ikatan kovalen polar di dalam air mampu terurai menjadi ion-ion
penyusunnya.
Perhatikan gambar berikut :

4.

Larutan non elektrolit


Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus
listrik karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion ion
( tidak mengion ). Yang tergolong jenis larutan ini adalah larutan urea, larutan sukrosa,
larutan glukosa, alcohol dan lain lain.

Gambar Uji Elektrolit beberapa larutan:

Tabel pengujian daya hantar listrik beberapa larutan


Nyala Lampu
Larutan
Ada
Tidak ada
Larutan Ureautan

Larutan Anomia

Laruran HCL

Larutan Cuka

Air aki

Larutan alcohol

Air laut

Larutan H2S

Air Kapur

Larutan Glukosa

Gelembung Gas
Ada
Tidak Ada

E. Metode Pembelajaran
1. Metode Pembelajaran : Ekspositori, Diskusi, Eksperimen, Tanyajawab, Penemuan
terbimbing
2. Model Pembelajaran : Pendekatan pembelajaran adalah
pendekatan saintifik (scientific) Pembelajaran kooperatif
(cooperative learning) menggunakan kelompok diskusi yang
berbasis masalah (problem-based learning).
F. Media Pembelajaran
1. Alat tulis, Worksheet atau lembar kerja yang dirancang oleh siswa.
2. Laboratorium dan perlengkapannya.
3. Lap top dan LCD.
G. Sumber Belajar

1.
2.
3.
4.

Silabus Kurikulum 2013


Drs. Unggul Sudarmo, M.Pd.2012, Jakarta : Erlangga
Drs. Michael Purba, M.Si. 2012, Jakarta : Erlangga
Sandri Justiana, 2008, Bogor : Yudistira.

H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1.
Kegiatan
Pendahuluan

Deskripsi Kegiatan
1. Guru

memberikan

Alokasi
salam

pembuka,

Waktu
memantau 20 menit

kehadiran, ketertiban dan kesiapan siswa untuk


melaksanakan pembelajaran.
2. Siswa
diajak
mengamati
berhubungan

dengan

larutan

gambar/slide
elektrolit

dan

yang
non

elektrolit.
3.

Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu


dan berpikir kritis, siswa diajak berpikir sejauh mana
manfaat larutan elektrolit dan non elektrolit serta
kaitannya dengan karir masa depan.

4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin


dicapai yaitu menganalisis larutan elektrolit dan larutan
Inti

elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.


1. Mengamati
100 menit
Mengkaji literatur tentang larutan elektrolit dan non
elektrolit
2. Menanya
Mengajukan pertanyaan apakah semua larutan dapat
menghantarkan arus listrik ? Mengapa ketika banjir
orang bisa tersengat arus listrik ?
3. Mengumpulkan Data
Merancang percobaan untuk menyelidiki sifat larutan
berdasarkan daya hantar listrik dan mempresentasikan
hasilnya untuk menyamakan persepsi
4. Mengasosiasikan
Menganalisis data hasil percobaan pada literatur
untuk membuat kesimpulan sementara sifat larutan
berdasarkan daya hantar listriknya (larutan elektrolit
dan larutan non-elektrolit)
5. Mengkomunikasikan
Menyajikan laporan sementara hasil analisis pada
literatur tentang daya hantar listrik larutan elektrolit
kuat, larutan elektrolit lemah, dan larutan non

Penutup

elektrolit
1. Refleksi
Siswa diminta menyimpulkan tentang rancangan alat uji
elektrolit hasil diskusi(kreasi) kelompoknya.
2. Umpan Balik
Ditanyakan secara sepintas bagaimana cara kerja alat
uji elektrolit rancangan kelompoknya.
3. Pemberian Tugas
Siswa diberi tugas untuk merealisasikan alat uji

15 menit

elektrolit rancangan kelompoknya di rumah (satu


kelompok satu alat uji elektrolit),untuk digunakan
eksperimen pada pertemuan selanjutnya.
4. Informasi
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan untuk tetap belajar dan membaca materi yang
berhungan dengan eksperimen yang akan dilakukan.
Pertemuan 2.
Kegiatan
Pendahuluan

Deskripsi Kegiatan
1.

Guru

memberikan

Alokasi
salam

pembuka,

Waktu
memantau 20 menit

kehadiran, ketertiban dan kesiapan siswa untuk


melaksanakan pembelajaran.
2.

Siswa diberikan gambaran tentang cara kerja alat uji


elektrolit secara global.

3. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu


dan berpikir kritis, siswa diajak berpikir mengenai
adakah hubungan larutan elektrolit dan non elektrolit
dalam kehidupan sehari hari.
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai
Inti

yaitu menganalisis larutan elektrolit dan

larutan elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya


6. Mengamati
70 menit
Mengkaji literatur tentang hasil percobaan uji larutan
elektrolit dan non elektrolit
7. Menanya
Apa manfaat larutan elektrolit dalam kehidupan ?
8. Mengumpulkan Data
Melakukan percobaan daya hantar listrik pada
beberapa larutan
Mengamati dan mencatat data hasil percobaan daya
hantar listrik pada beberapa larutan
9. Mengasosiasikan
Mengelompokkan larutan berdasarkan jenis ikatan dan
menjelaskannya
Menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa
senyawa ion atau senyawa kovalen polar
10. Mengkomunikasikan
Menyajikan laporan hasil percobaan tentang daya
hantar listrik larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit

Penutup

lemah, dan larutan non elektrolit


1. Refleksi
Siswa diminta menyimpulkan tentang sifat larutan
berdasarkan

daya

listriknya,mengelompokkan

hantar
larutan

elektrolit

berdasarkan jenis ikatan dan menjelaskannya.


2. Umpan Balik
Ditanyakan secara sepintas tentang larutan non
elektrolit,larutan elektrolit lemah dan larutan

10 men
it

elektrolit kuat dalam kehidupan sehari hari serta


manfaatnya .
3. Pemberian Tugas
Siswa diberi pekerjaan
mengidentifikasi

rumah

larutan-larutan

yang

untuk
ada

di

rumah,kemudian mengelompokkannya ke dalam


larutan elektrolit kuat atau lemah dan larutan non
elektrolit.
4. Informasi
Guru mengakhiri

kegiatan

belajar

dengan

memberikan pesan untuk tetap belajar .


I. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian: pengamatan sikap, tes tertulis
2. Prosedur Penilaian:
No
1.

Aspek yang dinilai


Sikap
a. Terlibat

Teknik Penilaian
Pengamatan

aktif

dalam

pembelajaran

Waktu Penilaian
Selama pembelajaran

dan

saat diskusi

larutan

elektrolit dan larutan non


elektrolit.
b. Bekerjasama

dalam

kegiatan kelompok.
c. Peduli
dan
toleran
terhadap

proses

pemecahan
2.

masalah

yang berbeda dan kreatif.


Pengetahuan
a.Menganalisis
larutan

penyebab Tes tertulis

elektrolit

dapat

Penyelesaian tugas individu


dan kelompok

menghantarkan arus listrik.


b.Mengelompokkan larutan
elektrolit dan larutan non
elektrolit

serta

larutan

elektrolit kuat dan elektrolit


lemah

berdasarkan

data

percobaan .
3.

Keterampilan
a. Terampil

menerapkan Pengamatan

konsep/prinsip
strategi

dan

pemecahan

masalah(sebelum,selama
,dan
eksperimen).

sesudah

Penyelesaian

tugas

(baik

individu maupun kelompok)


dan saat diskusi/presentasi

J. Instrumen Penilaian Hasil belajar


LEMBAR DISKUSI
Sesuai rancangan percobaan masing-masing tentang larutan elektrolit dan larutan
non elektrolit.
Perhatikan tabel berikut (contoh larutan yang di uji):
Larutan
Larutan Urea
Larutan Anomia
Laruran HCL
Larutan Cuka
Air aki
Larutan alcohol
Air laut
Larutan H2S
Air Kapur
Larutan Glukosa

Nyala Lampu
Ada
Tidak ada

Gelembung Gas
Ada
Tidak Ada

1. Kelompokkan larutan di atas ke dalam larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah
dan larutan non elektrolit!
2. Kelompokkan larutan elektrolit ke dalam jenis ikatannya (ionik atau kovalen polar)!

SOAL TERTULIS (ULANGAN HARIAN)


1. Data pengamatan daya hantar listrik beberapa larutan dalam air sebagai berikut:
Larutan
P
Q
R
S
T
U
V
W

Lampu
menyala

terang

terang

terang

Pengamatan lain
Ada gelembung
Ada gelembung
Ada gelembung
Ada gelembung

Ada gelembung
Ada gelembung

Kelompokkan yang tergolong larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit!
2. Perhatikan larutan elektrolit di bawah ini:
NaCl, HBr, Ag2SO4, MgF2, HCl, KBr, HI
Kelompokkan larutan di atas ke dalam ikatan ionik dan ikatan kovalen polar!
KUNCI DAN PEDOMAN PENSKORAN
I.

DISKUSI
1. Larutan elektrolit kuat: HCl, air aki, air laut dan air kapur.
Larutan elektrolit lemah: amonia, larutan cuka dan H2S
Larutan non elektrolit: larutan urea, larutan alkohol, larutan glukosa.

(skor 25)

2. Ikatan ionik: Air laut (NaCl), air kapur (CaCO3)

(skor 25)

Ikatan kovalen polar: HCl, Air aki (H2SO4), amonia (NH4OH), larutan cuka
(CH3COOH), H2S.
II.

Ulangan harian
1. Larutan elektrolit kuat: Q, S, V.

(skor 25)

Larutan elektrolit lemah: P, R, W.


Larutan non elektrolit: T, U.
2. Ikatan ionik: NaCl, Ag2SO4, MgF2, KBr

(skor 25)

Ikatan kovalen polar: HCl, HBr, HI

NILAI : Total Skor diskusi dan ulhar = 100

Mengetahui,

Pati,

2013

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

Drs. Asthofa Dimyati

Dra. Eny Susiyanti

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP


Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Tahun Pelajaran
Waktu Pengamatan

: Kimia
: X/2
: 2013/2014
:

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran Larutan elektrolit dan non elektrolit:
1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum
ajeg/konsisten
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya
secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah
yang berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkansudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Bubuhkan tanda pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No

Sikap
Aktif
KB B

Nama Siswa
Kelas X IPA

SB

Bekerjasama
KB B SB

Toleran
KB B

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
Keterangan:
KB
: Kurang baik

: Baik

SB

: Sangat baik

SB

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN


Mata Pelajaran

: KIMIA

Kelas/Semester

: X/2

Tahun Pelajaran

: 2013/2014

Waktu Pengamatan :
Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan
yang berkaitan dengan nilai fungsi di berbagai kuadran.
1. Kurangterampiljika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan nilai fungsi di berbagai kuadran
2. Terampiljika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan nilai fungsi di berbagai
kuadrantetapi belum tepat.
3. Sangat terampill,jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan nilai fungsi di berbagai
kuadran dan sudah tepat.
Bubuhkan tanda pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip
No

Nama Siswa
Kelas X IPA

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

strategi pemecahan masalah


KT
T
ST

dan

21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
Keterangan:
KT

: Kurang terampil

: Terampil

ST

: Sangat terampil