Anda di halaman 1dari 3

Nama : Feryanto

NIM : 128304034
Kelas

: Pend. Akuntansi (PAK12A)

Etika Bisnis
1. PENGERTIAN ETIKA BISNIS
Kata etika berasal dari bahasa Yunani yaitu Ethos yang berarti adat, akhlak,
waktu perasaan, sikap dan cara berfikir atau adat-istiadat. Etika adalah tuntutan mengenai
perilaku, sikap dan tindakan yang diakui, sehubungan suatu jenis kegiatan manusia.
Etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup
seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.
Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness),
sesuai dengan hukum yang berlaku (legal) tidak tergantung pada kedudukan individu
ataupun perusahaan di masyarakat.

2. NORMA DALAM ETIKA BISNIS


Norma merupakan pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak
secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya
perilaku dan tindakan kita.
Macam- macam norma :
a. Norma-norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau
kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain.

b. Norma-norma Umum sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat
tertentu boleh dikatakan bersifat universal.
c. Norma Sopan santun / Norma Etiket adalah norma yang mengatur pola perilaku
dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari
d. Etika tidak sama dengan Etiket. Etiket hanya menyangkut perilaku lahiriah yang
menyangkut sopan santun atau tata karma.
e. Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh
masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan
kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
Norma hukum ini mencerminkan harapan, keinginan dan keyakinan seluruh
anggota masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik
dan bagaimana masyarakat tersebut harus diatur secara baik
f.
Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai
manusia. Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil
tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.
3. TANGGUNG JAWAB SOSIAL KORPORAT
Tanggung jawab sosial korporat (corporate soscial responsibility-CSR ) adalah
perhatian yang dimiliki bisnis terhadap kesejahteraan masyarakat. Tanggung jawab ini
didasarkan

pada

perhatian

perusahaan

bagi

kesejahteraan

semua

pemangku

kepentingannya, tidak hanya pemiliknya. CSR jauh melampaui dari hanya sekedar etis.
CSR didasarkan pada komitmen terhdap prinsip-prinsip dasar, seperti integritas, keadilan,
dan rasa hormat.
a. Tanggung Jawab terhadap Pelanggan
Satu tanggung jawab bisni adalah untuk memuaskan pelanggan dengan barang
dan jasa yang bernilai nyata dan yang terpentung adalah menyenangkan pelanggan.
Produk sebaiknya dihasilkan dengan cara yang menjamin keselamatan pelanggan.
Produk sebaiknya memiliki label peringatan yang semestinya, guna mencegah
kecelakaan yang dapat ditimbulkan dari penggunaan yang salah. Untuk beberapa
produk, informasi mengenai efek samping yang mungkin perlu disediakan.
b. Tanggung jawab terhadap karyawan

Perusahaan juga memiliki tanggung jawab terhadap karyawannya guna


memastikan keselamatan mereke, perlakuan yang semestinya oleh karyawan lain, dan
peluang yang setara. Karyawan membutuhkan harapan realistis akan masa depan
yang lebih baik, yang hanya datang melalui kesempatan untuk bergerak ke atas. Jika
sebuah perusahaan memperlakukan karyawannya dengan rasa hormat, mereka
biasanya juga akan menghormati perusahaan..
c. Tanggung jawab terhadap pemegang saham
Perusahaan bertanggung jawab untuk memuaskan pemiliknya (para pemegang
saham). Karyawan dapat tergoda untuk membuat keputusan yang memuaskan
kepentingan mereka sendiri dan bukannya kepentingan pemilik saham.
d. Tanggung jawab terhadap kreditor
Perusahaan bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban keuangannya
kepada kreditor. Jika suatu perusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak
mampu memenuhi kewajibannya, maka perusahaan tersebut harus menginformasikan
hal ini pada kreditornya. Kadang kala kreditor mau memperpanjang masa jatuh tempo
pembayaran dan bahkan menawarkan saran bagaimana perusahaan dpat memperbaiki
kondisi keuangannya.
e. Tanggung jawab terhadap lingkungan

Proses produksi yang digunakan oleh perusahaan, maupun produk yang


dihasilkan, dapat berbahaya bagi lingkungan.
f. Tanggung jawab terhadap komunitas
Ketika perusahaan mendirikan bisnisnya di suatu komunitas, maka perusahaan
tersebut menjadi bagian dari komunitas itu dan mengandalkan komunitas tersebut
sebagai pelanggan dan karyawannya.