Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL TUGAS AKHIR

RANCANGAN ALAT FERMENTASI


BIOGAS ECENG GONDOK

Disusun Oleh :

TRI SUDIBYANTORO (11120019)

JURUSAN S-1 TEKNIK MESIN


UNIVERSITAS MALAHAYATI
BANDAR LAMPUNG
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Energi memiliki peran penting dan tidak dapat dilepaskan dalam
kehidupan manusia. Terlebih, saat ini hampir semua aktivitas manusia sangat
tergantung pada energi. Berbagai alat pendukung, seperti alat penerangan, motor
penggerak, peralatan rumah tangga, dan mesin-mesin industri dapat difungsikan
jika ada energi. Pada dasarnya, pemanfaatan energiseperti energi matahari,
energi air, energi listrik, energi nuklir, energi minyak bumi dan gas, serta energi
mineral dan batubaramemang sudah dilakukan sejak dahulu.
Ketergantungan pada energi yang tidak dapat diperbaharui secara
berlebihan dapat menimbulkan masalah krisis energi. Salah satu gejala krisis
energi yang terjadi akhir-akhir ini yaitu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM),
seperti minyak tanah, bensin, dan solar. Kelangkaan terjadi karena tingkat
kebutuhan BBM terus meningkat setiap tahunnya, Sementara minyak bumi
bahan baku pembuatan BBMberjumlah terbatas dan membutuhkan waktu
berjuta-juta tahun untuk proses pembentukannya.
Saat ini pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak
(BBM) bersubsidi dalam waktu dekat ini. Dalihnya, ada kecenderungan kenaikan
harga minyak bumi di dunia, yang kini harga minyak dunia sudah menyentuh

hingga USD 115 per barel atau di atas hitungan anggaran pemerintah USD 90 per
barel. JAKARTA, KOMPAS.com .
Kelangkaan energi tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di
negara lain. Pasalnya, populasi manusia yang terus bertambah setiap tahun
mengakibatkan

permintaan

terhadap

energi

juga

meningkat.

Karena

kelangkaannya, harga minyak mentah di dunia pun setiap tahun terus meningkat.
Hal ini secara tidak langsung akan berdampak terhadap perekonomian
negara, terutama bagi negara miskin dan sedang berkembang, termasuk Indonesia.
Tabel 1. Tabel Konsumsi BBM, Produksi BBM, dan Cadangan Minyak di
Indonesia
Konsumsi BBM
Tahun

Konsumsi

2005
2006
2007
2008
2009
2010

397.802
374.691
383.453
388.107
379.142
388.241

Cadangan
ProduksiMinyak
(Milyar Barel)

BBM
268.529
257.821
244.396
251.531
246.289
241.156

8,63
8,93
8,40
8,22
8,00
7,76

Sumber : Statistik Minyak Bumi, Ditjen Migas


Memang perlunya energi alternatif untuk mengurangi penggunaan BBM sudah
sangat mendesak. Biogas atau gas bio merupakan salah satu jenis energy yang
dapat dibuat dari banyak jenis bahan buangan dan bahan sisa, semacam sampah,
kotoran ternak, jerami, eceng gondok, serta banyak bahan-bahan lainnya lagi.
Pendeknya, segala jenis bahan yang dalam istilah kimia termasuk senyawa
organik, entah berasal dari sisa dan kotoran hewan ataupun sisa tanaman, dapat
dijadikan

bahan

biogas

(Suriawirira

dan

unus,

2002)

Pemilihan biogas sebagai sumber energy alternatif didasari pada keunggulan yang
dimilikiyayaitu:
1. menghasilkan gas yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari
2. kotoran yang telah digunakan untuk menghasilkan gas dapat digunakan
sebagai

pupuk

organik

yang

sangat

baik.

3. Dapat mengurangi kadar bakteri pathogen yang terdapat dalam kotoran yang
dapat menyebabkan penyakit bila kotoran tersebut ditimbun begitu saja.
4. Yang paling utama adalah dapat mengurangi permasalah penanggulangan
menjadi sesuatu yang bermanfaat.(Ihwan,2003) dalam hal ini gulma seperti eceng
gondok

juga

dapat

digunakan

sebagai

bahan

baku.

Akibat penguraian bahan organik yang dilakukan jasad renik seperti


mikroba, baik jamur maupun bakteri, maka akan terbentuk zat atau senyawa lain
yang lebih sederhana diantaranya yaitu berbentuk gas methan(CH4).
Berdasarkan uraian diatas, dalam proposal ini akan dilakukan perancangan
tabung permentasi penghasil biogas sebagai bahan bakar alternatif minyak tanah.
Adapun judul dari proposal ini adalah : RANCANGAN ALAT FERMENTASI
BIOGAS ECENG GONDOK.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka proposal ini menitik beratkan pada
pembahasan :
1. Bagaimana merancang dan membuat alat penghasil biogas dari bahan baku eceng
gondok.

2.

Bagaimana menghasilkan bahan bakar dari hasil proses fermentasi tumbuhan


air(eceng gondok).

C. TUJUAN
Tujuan pembuatan Proyek Tugas Akhir ini antara lain :
1. Merancang dan membuat alat penghasil gas bahan bakar alternatif dengan bahan
baku eceng gondok
2. Menghasilkan biogas dari eceng gondok sebagai bahan bakar alternatif pengganti
minyak tanah.

D.

BATASAN MASALAH
Batasan masalah untuk Proyek Tugas Akhir ini antara lain :
a. Alat fermentasi biogas eceng gondok

ini dibuat sebagai

pemprosesan pembentukan gas yang akan di gunakan untuk


memasak dalam skala yang sedang.
b. Pembuatan alat ini meliputi desain tabung fermentasi dan tabung
penampung gas dan sistem penyaluran gas melalui pipa dan slang
plastik.
c. Pengamatan yang dilakukan terhadap hasil gas fermentasi adalah
pengamatan secara Visual.
d. Tidak menghitung/menganalisis lebih lanjut mengenai kekuatan
alas tangki, panas api biogas, serta tekanan pada setiap tangki.

e. Tidak membahas lebih lanjut anggaran biaya tambahan untuk alatalat pembantu dalam proses pembuatan alat.

BAB II
TEORI DASAR

A. Pengertian Biogas
Biogas mulai diperkembangkan di Indonesia sekitar tahun 1970. Namun,
tingginya penggunaan bahan bakar minyak tanah dan tersedianya kayu bakar
menyebabkan penggunaan biogas menjadi kurang berkembang. Teknologi
biogas mulai berkembang kembali sejak tahun 2006 ketika kelangkaan energi
menjadi topik utama di Indonesia.
Awalnya, biogas dibangun dalam bentuk denplot oleh pemerintah dengan
reaktor berbentuk kubah

dari bata/beton (fixed dome) dan bentuk terapung

(floating) yang terbuat dari drum yang disambung. Kini, bahan reaktor yang
digunakan telah berkembang, ada yang

terbuat dari beton/bata, plat besi,

plastik, dan serat kaca (fiber glass),


Biogas adalah gas mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses
fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup
dalam

kondisi

kedap

Komposisi gas yang terdapat didalam Biogas :


Daftar Komposisi Udara

Methana (CH4) 40 70
Karbondioksida (CO2) 30 60
Hidrogen (H2) 0 1
Hidrogen Sulfida(H2S) 0 3

udara).

Nilai kalori dari 1 meter kubik Biogas sekitar 6.000 watt/jam yang setara dengan
setengah liter minyakdiesel. Oleh karena itu Biogas sangat cocok digunakan
sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pengganti minyak tanah,
LPG, butana, batubara, maupun bahan bahan lain yang berasal dari fosil. Sumber
metana:
Industri gas dan minyak (45%)
Sektor sampah (25%)
Pertanian (20%)
Sumber daya alam (10%)
Prinsip dasar teknologi biogas adalah proses penguraian bahan-bahan
organik oleh mikroorganisme dalam kondisi tanpa udara (anaerob) untuk
menghasilkan campuran dari beberapa gas, di antaranya metan dan CO2.
Biogas dihasilkan dengan bantuan bakteri metanogen atau metanogenik.
Bakteri ini secara alami terdapat dalam limbah yang mengandung bahan
organik, seperti limbah ternak dan sampah organik.
Proses tersebut dikenal dengan istilah anaerobic digestion atau
pencernaan secara anaerob. Umumnya, biogas diproduksi menggunakan alat yang
disebut reaktor biogas (digester) yang dirancang agar kedap udara (anaerob),
sehingga proses penguraian oleh mikroorganisme dapat berjalan secara optimal.
Berikut beberapa keuntungan yang dihasilkan dari digester anaerob.
a). Keuntungan Energi

Menghasilkan energi yang bersih.

Bahan bakar yang dihasilkan berkualitas tinggi dan dapat diperbaharui.

Biogas yang dihasilkan dapat digunakan untuk berbagai penggunaan.

b). Keuntungan Lingkungan


Mengurangi polusi udara.
Memaksimalkan proses daur ulang.
Pupuk yang dihasilkan bersih dan kaya nutrisi.M
menurunkan emisi gas metan dan CO2 secara signifikan.
c). Keuntungan Ekonomi
Ditinjau dari siklus ulang proses, digester anaerobik lebih ekonomis
dibandingkan dengan proses lainnya.
B. Eceng gondok
Eceng gondok yang memiliki nama lain Eichornia crassipes adalah sejenis
tumbuhan air yang hidup terapung di permukaan air. Akan berkembang biak
manakala dipenuhi limbah pertanian atau pabrik sehingga menjadi indicator
dimana di tempat/sungai tersebut sudah terkena pencemaran/limbah.
Eceng gondok : sejenis tanaman hidrofit. Tumbuhan ini tidak dapat
dimakan bahkan tanaman gulma ini menjadi tanaman pengganggu bagi tumbuhan
lain dan hewan sekitarnya.
Meski memiliki sifat pengganggu, eceng gondok ternyata berperan penting
dalam mengurangi kadar logam berat di perairan waduk seperti Fe, Zn, Cu, dan
Hg. Selain itu, eceng gondok dapat menyerap logam berat. Dan yang paling
menarik, tanaman ini mengandung selulosa dalam jumlah banyak. Dan selulosa
inilah yang bisa digunakan sebagai bahan baker alternative.
Eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan tanaman gulma di wilayah
perairan yang hidup terapung pada air yang dalam atau mengembangkan
perakaran di dalam lumpur pada air yang dangkal. Eceng gondok berkembangbiak

dengan sangat cepat, baik secara vegetatif maupun generatif. Perkembangan


dengan cara vegetatif dapat melipat ganda dua kali dalam waktu 7-10 hari. Hasil
penelitian Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Sumatera Utara di Danau
Toba (2003) melaporkan bahwa satu batang eceng gondok dalam waktu 52 hari
mampu berkembang seluas 1 m persegi. Heyne (1987) menyatakan bahwa dalam
waktu enam bulan pertumbuhan eceng gondok pada areal 1ha dapat mencapai
bobot basah sebesar 125 ton.
Perkembangbiakannya yang demikian cepat menyebabkan tanaman eceng
gondok telah berubah menjadi tanaman gulma di beberapa wilayah perairan
Indonesia. Di kawasan perairan danau, eceng gondok tumbuh pada bibir-bibir
pantai sampai sejauh 5-20 meter. Perkembangbiakan ini juga dipicu oleh
peningkatan kesuburan di wilayah perairan danau (eutrofikasi), sebagai akibat dari
erosi dan sedimentasi lahan, berbagai aktivitas masyarakat(mandi, cuci, kakus),
budidaya perikanan(keramba jarring apung),limbah transportasi air, dan limbah
pertanian.
Pertumbuhan enceng gondok yang sangat cepat juga menimbulkan berbagai
masalah, antara lain mempercepat pendangkalan sungai atau danau, menurunkan
produksi ikan, mempersulit saluran irigasi, dan menyebabkan penguapan air
sampai 3 sampai 7 kali lebih besar daripada penguapan air di perairan terbuka
(Soemarwoto, 1977), sedangkan Oshawa dan Risdiono (1977) menyatakan bahwa
kehilangan air di Rawa Pening karena penguapan oleh enceng gondok, 4 kali lebih
besar

daripada

penguapan

air

pada

perairan

terbuka.

Namun, dibalik berbagai efek negatif yang diberikan oleh eceng gondok.
Sebenarnya, tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas

BAB III
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang di gunakan adalah metode Perancangan dan eksperimental

A. Waktu dan Tempat Penelitian


Waktu
Penelitian dilakukan pada bulan April 2012
Tempat
Penelitian dan pembuatan alat bertempat di laboratorium Teknologi Mekanik
jurusan Teknik Mesin universitas Haluoleo Kendari.

B. Bahan dan Peralatan


Bahan
- 2 buah drum isi 200 liter
- 1 buah drum isi 100 liter
- 1 meter pipa galvanis, ukuran 3 inchi
- 1 meter pipa galvanis ukuran inchi
- 5 meter slang karet/plastic
- 3 buah stop kran, ukuran inchi
- 50 cm pipa, ukuran inchi
- 6 buah kleman slang, ukuran inchi
- Pengelasan drum (Ls)
- Kompor biogas

- 2 buah isolatif besar


- 2 buah lem paralon

Alat
D.

Perlengkapan Pengelasan

TAHAP PEMBUATAN ALAT


Alat fermentasi biogas eceng gondok ini dirancang sangat sederhana
menggunakan drum bekas plat logam isi 200 liter sebagai tempat fermentasi dan
penampung gas, serta 1 buah drum plastic sebagai penampung gas.

Pada drum tempat fermentasi, di bagian atas di pasangkan pipa besi 3 inch
sepanjang 38 cm sebagai saluran untuk memasukkan eceng gondok . dan bada
bagian samping bawah di pasanggkan pula pipa besi ukuran 3 inch 10 cm, sebagai
tempat saluran pembuabuangan bekas pembusukkan eceng gondok. gas hasil
fermentasi di salurkan dari ruang penggolahan (fermentasi) menuju ke ruang
penampungan menggunakan slang plastic berukuran inch .
- Diantara pipa pada drum dan slang, dipasangkan sebuah kran untuk memudahkan
pengaturan gas yang akan di salurkan. Begitu pula pada drum penampung gas,
dipasangkan kran sebagai pengatur gas yang akan di salurkan ke kompor media
pembakaran untuk di pemanfaatan gas hasil fermentasi.

E.

CARA MENGHASILKAN BIOGAS

1. Pada tabung fermentasi gas yang di hasilkan di salurkan menuju ke tempat tabung
penampung gas dan diteruskan ke kompor. Hanya tiga bagian yang dibutuhkan

dalam biogas ini, tabung fermentasi, tabung penampung gas, serta kompor sebagai
media pembakar.
2. Sebelum dimasukkan ke dalam tabung fermentasi, eceng gondok terlebih dahulu
harus dirajang atau ditumbuk halus. Setelah itu dicampur air bersih 1:1. Misalnya
20 kg eceng gondok dicampur dengan 20 kiloliter air, lantas diaduk merata.
3.

Setelah tercampur, masukkan ke dalam lubang pipa yang sudah disiapkan di


ujung kiri tabung fermentasi yang akan mengalirkan gas ke drum penampungan
setelah beberapa hari. Eceng gondok yang sudah ditumbuk sebanyak 20 kg sudah
dapat menghasilkan gas yang dapat dipakai setelah 1 minggu.

4. Ketika menggunakan biogas untuk memasak, tabung fermentasi bisa kembali diisi
dengan eceng gondok baru. Secara terus menerus eceng gondok bisa terus
dimasukkan ke dalam tabung fermentasi.
5.

Karena dalam tabung tersebut sudah terpasang pipa untuk proses pengeluaran,
ampas eceng gondok akan mengalir dengan sendirinya bila eceng gondok baru
masuk ke dalam tabung. Ampas ini bisa digunakan untuk pupuk kompos.

F. PROSEDUR
Metode yang digunakan dalam pembuatan Proyek Tugas Akhir ini adalah
sebagai berikut :
Metode literatur digunakan untuk memperoleh informasi, dasar teori yang
diperoleh dari buku, internet, maupun wawancara kepada pakar biogas sebagai
studi pustaka yang akan mendukung pembuatan proyek akhir.
Wawancara

Metode wawancara dilakukan untuk menambah masukan serta tambahan


pengetahuan dari dosen pembimbing dan pihak lain yang berpengalaman dalam
bidang biogas agar lebih terarah.
Studi Lapangan (Observasi)
Metode studi lapangan digunakan untuk memperoleh informasi dan data-data dari
hasil pengamatan yang dapat mendukung dalam pembuatan proyek akhir, antara
lain survei ke tempat-tempat maupun daerah

yang berhubungan dengan

pembuatan tugas akhir ini


Metode analisa
Metode analisa digunakan untuk menganalisa data dan menghitung data yang
diperoleh.

H. JADWAL PERANCANGAN ALAT

URAIAN KEGIATAN

I
1

STUDI PUSTAKA

PENYUSUNAN PROPOSAL

SEMINAR PROPOSAL

II

MINGGU
III

IV

PEMBUATAN/PERANCANGA
N ALAT

PENYUSUNAN LAPORAN

SEMINAR HASIL

PERBAIKAN

UJIAN AKHIR

DAFTAR PUSTAKA
Hadi . N. 1980. Gas bio sebagai bahan bakar . Lemigas. Cepu.

Simamora,S.,Salundik,Sri.W.,Surajuddin,2006.Membuat

Biogas.Agro

Media

Pustaka.Jakarta.

Mahida,U.N.,1993.Pencemaran Air dan Pemanfaatan Limbah Industri.terjemah


G.A Ticoalu,Raja Grafindo Persada.Jakarta.

Harahap,F.M,1978. teknologi gas bio, pusat teknologi pembangunan ITB,


Bandung.