Anda di halaman 1dari 5

1.

Konsep Organisasi Kehidupan

2. Sel
Sebagian besar sel berdiameter antara 1 sampai 100 m sehingga hanya bisa dilihat dengan menggunakan
mikroskop.

Jenis sel yang secara struktural ada dua yaitu


Sel prokariotik
: Bakteria dan arkea
Sel prokariotik (berasal dari bahasa Yunani prokaryote,
pro berarti sebelum dan karyon berarti karnel atau
nukleus). Sel prokariotik memiliki nukleus/inti sel
tetapi inti sel tersebut tidak diselubungi membran inti.
Sel eukariotik
: Protista, jamur,
tumbuhan, dan hewan
Sel eukariotik (Yunani, eu berarti sejati/ sebenarnya)
merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel
tersebut dibungkus oleh membran inti.
Gambar: 4.4. Sel Eukariotik, (A) Sel Hewan (B) Sel Tumbuhan
Sumber: Campbell. 2002. Biologi

Sejarah ditemukannya teori tentang sel


1. Robert Hooke (1635-1703) : melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop.
2. Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882):
Schleiden mengadakan penelitian
terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan, ia menemukan bahwa banyak sel yang
tumbuh. Schwann melakukan penelitian terhadap hewan. Ternyata dalam pengamatannya
tersebut ia melihat bahwa tubuh hewan juga tersusun dari banyak sel. Dari dua penelitian tersebut
keduanya menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.
3. Robert Brown : Pada tahun 1831, Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman anggrek dan
melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian diberi nama inti sel atau nukleus.
4. Felix Durjadin dan Johannes Purkinye : Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix
Durjadin dan Johannes Purkinye melihat ada cairan dalam sel, kemudian cairan itu diberinya nama
protoplasma.
5. Max Schultze (1825-1874)
: Max Schultze menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasardasar fisik kehidupan.

Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel antara lain:

a) sel merupakan unit struktural makhluk hidup;


b) sel merupakan unit fungsional makhluk hidup;
c) sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup;
d) sel merupakan unit hereditas.

3. Jaringan
Jaringan Hewan

a. Epitel
Fungsi : Fungsi jaringan epitel adalah melindungi jaringan dibawahnya terhadap kerusakan
karena gesekan mekanis, radiasi UV, dan serangan bakteri, melapisi seluruh kelenjar
pencernaan pada tubuh, tabung air dan rongga paru-paru serta menghasilkan sel-sel kelamin
yang akan dilepaskan dari tubuh.
b. Konektif/Penghubung
Jaringan konektif , contoh tulang rawan.
Jaringan konektif pengikat, contoh: tendon.
Jaringan konektif berserat berfungsi: Contoh: Selaput otot
Jaringan hematopoietik/sumsum tulang belakang
c. Otot, terdiri atas 3 macam, yaitu:
Otot halus,
Otot rangka,
Otot Jantung, merupakan otot yang membentuk jantung.
d. Saraf
Saraf terdiri atas neuron, yaitu sel-sel khusus yang menghantar implus saraf elektrokimia.
Jaringan Tumbuhan
Jaringan tumbuhan dikelompokan menjadi dua , yaitu :
a. Jaringan Meristem
Merupakan jaringan yang aktif membelah.
Disebut juga jaringan meristematik atau embrional.
Terdapat pada ujung akar, ujung batang, kambium ikatan pembuluh.
Tumbuh secara vertikal dan horizontal.

b. Jaringan Permanen
Jaringan pelindung yaitu Jaringan Epidermis
Jaringan Stereon/Penguat
Jaringan Parenkim
Jaringan Pengangkutan
Jaringan Gabus/Periderm

4. Organ
Kumpulan jaringan yang memiliki fungsi dan tugas sama akan membentuk organ.

5. Sistem Organ, Organisme