Anda di halaman 1dari 13

Abstrak

Sistem permesinan merupakan kendala yang paling dominan dialami dalam pengoperasian
kapal. Mesin Induk adalah sebagai tenaga penggerak utama yangberfungsi untuk mengubah
tenaga mekanik menjadi tenaga pendorong bagi propellerkapal agar kapal dapat bergerak,
dimana dalam pengoperasionalnya mesin induk

selaludalam kondisi running secara terus

menerus. Hal ini tentunya akan mempengaruhikondisi mesin. Pada sebuah sistem yang kompleks
seperti pada Mesin Induk kapal dimana terdiri dari pompa, turbin, turbo-generator maupun jenis
lainnya, kerusakan yang terjadi sangatlah bervariasi. Dalam kondisi aktualnya, kerusakan yang
terjadi padasebuah mesin sangatlah kompleks, sehingga sangat sulit untuk mencari
modelmatematik dari sebuah mesin yang dapat digunakan sebagai parameter dalammendiagnosa
kerusakan.Pengamatan secara rutin terhadap parameter temperature, tekanan, kekentalan serta
flow oil dan bahan bakar adalah merupakan salah satu metode yang cukup baik untuk
mengetahui kondisi mesin.
Kata kunci : mesin, kapal, bahan bakar
1 Pendahuluan
1 Latar Belakang
Sumberdaya perikanan merupakan kekayaan alam milik bersama (common property)
dan siapapun boleh memanfaatkannya (open access) (Yahya 2001).Paradigma ini dipahami
dengan pengelolaan sumberdaya perikanan tidak terbatas, sehingga mengakibatkan beberapa
wilayah perairan kita mengalami over fishing salah satunya perairan Pekalongan. Keterbatasan
sumberdaya perikanan membuat nelayan Pekalongan semakin sulit untuk mendapatkan hasil
tangkapan, kondisi ini disikapi dengan meningkatkan kecepatan kapal untuk memburu ikan
dengan menambah daya atau jumlah mesin kapal. Penambahan daya dan jumlah mesin kapal
tanpa disadari dapat menyebabkan biaya operasi (operation cost) semakin
sedangkan sumberdaya ikan semakin terbatas. Kondisi ini
semakin ketat dan menimbulkan konflik antar nelayan.

membengkak

menyebabkan persaingan yang

(Yahya, 2001, Perikanan Tangkap

Indonesia,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB, Bogor.)

Untuk mengatasi keterbatasan sumberdaya Perikanan dan peningkatan biaya


operasi penangkapan, maka nelayan harus menjaga kelestarian lingkungan dan
melakukan efisiensi biaya operasi penangkapan dengan menggunakan daya mesin yang
sesuai dengan ukuran kapal, GT dan kecepatan kapal yang dibutuhkan serta
memperbaiki teknologi penangkapan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Penggunaan daya mesin yang efisien, teknologi penangkapan yang efisiensi dan efektif
akan memperkecil biaya operasi penangkapan dengan jumlah hasil tangkapan yang sama.
(Manga, John B. 1993. Pemilihan mesin utama untuk pendorong kapal penangkap ikan.
Lontara XXIX (2): 26 35)
Hingga saat ini penilaian operator kapal terhadap proses kelayakan sistem diatas
kapal masih bersifat subyektif, hanya didasarkan pada intuisi saja. Dengan kata lain
proses penilaiannya tidak dilandasi oleh pembahasan yang ilmiah atau konsep yang jelas.
Agar penilaian teknis terhadap sistem dan komponen di kapal mempunyai dasar
perhitungan yang ilmiah dan obyektif, maka diperlukan alternatif penilaian yang lebih
kuantitatif.(Ahmad, M. dan Nofrizal.2004. Rekayasa Sistem dan Teknologi Pembuatan
Kapal Perikanan di Dumai.Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan)
Dengan demikian kekhawatiran bagi para pemegang kebijakan dalam perusahaan
pelayaran dapat dikurangi karena dengan pencegahan sedini mungkin akan mengurangi
pengeluaran biaya yang besar terhadap perbaikan maupun penggantian peralatan yang
mengalami kegagalan
2 Tujuan Praktikum
Mahasiswa mampu

memahami

teori

yang

telah

dipelajari

dibangku perkuliahan dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan


nyata, serta mampu menyembangkan pola piker sehingga dapat
menciptakan inovasi inovasi baru dalam bidang mesin kapal
perikanan dan selain itu mahasiswa memahami urutan instalasi
tenaga kapal (ITK) beserta data utuh ruangan mesin dikapal.
3 Waktu Dan Tempat
Praktikum mesin kapal perikanan dilaksanakan pada hari sabtu
tanggal 08 November 2014 di Balai Pengembangan Penangkapan
Ikan (BPPI) Probolinggo dan Unit Pelabuhan Perikanan Pantai (UPPP)
Mayangan, Probolinggo.

2 Tinjauan Pustaka

1 Jenis Mesin Darat Yang Digunakan Di Kapal

Disamping transportasi darat, transportasi air adalah jenis transportasi

yang termasuk tua.Barang kali hampir sama tuanya karena air sebagai jalan
atau prasarana angkutan sudahdigunakan sejak jaman purba. Padasaat itu
tenaga penggerak yang digunakan adalah tenagamanusia, yaitu dengan
mendayung.Langkah
manusiaadalah
Mungkin

yang

pemamfaatan

berawal

dari

lebih

maju

tenaga

sinilahlahirnya

dari

angin

penggunaan

dengan

istilah

tenaga

memasang

pelayaran

bagi

layar.

kegiatan

transportasi air (terutama laut) meskipun kapal yangdigunakan tidak


menggunakan

layar,

melainkan

menggunakan

tenaga

mesin.

Sampai

sekarangkapal banyak digunakan untuk mengangkut penumpang, barang,


menangkap ikan, atau kegiatanolah raga (Tommy H. Purwaka, 1993)
Mesin disel bervariasi dalam penampilan luar, ukuran , jumlah dan
pengaturan silinder, dan detil konstruksi. Tetapi mereka mempunyai bagian
utama yang sama, yang meskipun kelihatan berbeda, tetapi melakukan
fungsi yang sama. Setiap mesin diesel hanya mempunyai sedikit bagian kerja
utama; bagian bantu diperlukan untuk menyatukan bagian yang bekerja atau
membantu bagian bekerja utama dalam prestasinya. Bagian bekerja utama
adalah : silinder, kepala silinder untuk memegang katup pemasukan dan
katup buang. Torak, batang engkol, poros engkol, bantalan poros engkol atau
bantalan utama dan bantalan batang engkol, pompa bahan bakar dan
injektor
Mesin fluida yang sering juga disebut mesin hidrolika adalah mesin yang
dibuat atau direncanakan untuk tujuan memindahkan energi baik dari fluida
maupun ke fluida.Apabila energi mekanik dari luar dipindahkan ke suatu
fluida dimana fluida adalah cairan, maka alat itu disebut pompa, sedang
apabila fluida itu merupakan gas maka alat itu disebut kompresor.Bila energi
fluida atau energi dimasukkan ke dalam suatu fluida, macam-macam gas
ataupun diambilkan dari cairan dan dipindahkan oleh mesin dalam bentuk
energi mekanik, maka mesin itu adalah mesin hidrolika maupun turbin (turbin
gas ataupun turbin cairan).(Nofrizal dan M. Ahmad 2005. Usaha
Penangkapan Ikan di Dumai. Jurnal Dinamika Pertanian XX(2): 253
266)

2 Sistem Pemasangan Mesin Di Kapal

Untuk mengkonversikan antara suatu jenis mesin sebagai mesin


utama baik dari jenis kecepatan tinggi atau menengah pada suatu
kapal perikanan sangat erat kaitannya dengan rancangan awal dalam
pembuatan kapal, yang berkaitan pula dengan keadaan mesin yang
dipakai atau pemilihan mesin (Fyson 1985), dan teknik pemasangan
mesin pada kapal.Seperti yang dikemukakan oleh Ahmad et al. (2004)
bahwa tahapan di dalam pembuatan suatu kapal di antara rangkaian
sistemnya adalah pemasangan landasan mesin dan pemasangan
sumbu baling-baling (bost propeller).Dengan demikian diperlukan
suatu pemaduan (integrasi) antara teknik pemasangan instalasi mesin
dengan perancangan kapal.Itu haruslah berdasarkan pengetahuan
teknik pemasangan mesin yang efektif menggerakkan kapal perikanan,
yang umumnya masih dibuat dari bahan kayu.Tujuan percobaan ini
ialah untuk mendapatkan teknik pemasangan mesin kapal yang efektif
(mangkus) agar fungsi mesin sebagai penggerakkapal tercapai secara
optimal dan efisien.(Ahmad, M. 2004. Galangan Kapal Kecil
sebagai Industri Kelautan. Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan
9(1):) )
(Fyson, John. 1985. Design of Small Fishing Vessels. Fishing
News Books Ltd. Farnham, England. 120 hal.)
3 Mesin Induk Kapal
Pada sebuah sistem yang kompleks seperti halnya pada Mesin Induk (ME)
kapal (pompa, turbin, turbo-generator maupun jenis lainnya), kerusakan yang
terjadi sangatlah bervariasi.Dalam kondisi aktualnya, kerusakan yang terjadi
pada sebuah mesin sangatlah kompleks, sehingga sangat sulit untuk mencari
model matematik dari sebuah mesin yang dapat digunakan sebagai
parameter dalam mendiagnosa kerusakan.Selain itu hubungan antara
kerusakan dan gejala kerusakan terkadang juga terlalu kompleks hampir
tidak bisa diketahui secara pasti. Sehingga hasil dari diagnosa mengandung
ketidakpastian (fuzzines) yang cukup tinggi (Harvald, S,A, 1992, Tahanan
dan

Propulsi

Surabaya. )

Kapal,

Airlangga

University

Press,

Untuk

mempertahankan

kondisi

mesin

agar

tetap

mampu

beroperasi

maksimaltentunya main engine akan dibantu dengan beberapa system pendukung


lainnya.Sistem pendukung tersebut antara lain :1. Sistem Bahan Bakar, 2. Sistem
Pelumas, 3. Sistem Pendingin.
Ketiga sistem tersebut diatas sangat berpengaruh terhadap kinerja main engine,
olehsebab itu kesuksesan operasi maupun kegagalan operasi didalam main engine juga
akandipengaruhi oleh ketiga sistem tersebut diatas.(Beever, C, 1979 Fishing Boat
of

the

World

Economic

Influence

Design

of

Fishing Craft, FAO, Fishing News Book Ltd, England.)

Sistem Bahan Bakar


Sistem bahan bakar ini secara umum terdiri atas fuel oil transfer, filtery dan
purifering; fuel oil circulating, fuel oil supply,dan heater. Bahan bakar di kapaldisimpan
di storage tank. Koil pemanas harus dipasang pada tangki bunker sehinggatemperature
bahan bakar pada tangki bunker dapat dipertahankan pada temperature 40 -500C. Untuk
memastikan pensuplaian bahan bakar cukup banyak, maka kapasitas daricirculating pump
dibuat lebih besar dari jumlah bahan bakar yang dikonsumsi olehmotor induk. Dan
kelebihan bahan bakar tersebut akan disirkulasikan kembali darimotor melalui venting
box yang kemudian akan menuju ke circulating pump kembali.Ketika engine berhenti,
circulating pump akan terus bekerja untuk mensirkulasikanHeavy Fuel yang telah
dipanaskan dan tetap melewati fuel oil system engine dengantujuan untuk menjaga bahan
bakar tetap panas dan katup bahan bakar tetap terdeaerated.Ada beberapa jenis tenaga
penggerak yang sering digunakan padakapal, antara lain mesin yang bertenaga miyak
solar atau diesel danbertenaga bahan bakar bensin(Pounder, 1972).(Pounder, C. C.,
1972. Marine Diesel Engine. Butterworth, London.725 hal)
Menurut Wiranto dan Tsuda (2004) mesin diesel merupakan mesin yang system
penggeraknya adalah menggunakan sistem pemampatan (compression system) yang
tinggi; kemudian menginjeksikan bahan bakar ke dalam udara dalam mesin pada suhu
dan tekanan yang tinggi.Hal inilah sebenarnya sumber yang menimbulkan getaran yang
kuat, yang pada gilirannya dapat berakibat berkurangnya kekuatan mesin dan lunas kapal
dalam rentang waktu yang lama.(Wiranto, A dan K. Tsuda. 2004. Motor Diesel
Putaran Tinggi. Perca, Jakarta. 201 hal.)

Pada system bahan bakar ada beberapa peralatanyang mendukungSystem tersebut


antaralain:SystemTransfer, Filteringdan purifikasi. Sistemini bertugas memindahkan
bahanbakardari

storagetank

kesettlingtank,serta

membersihkanbahan

bakar

dari

kotoranyangberasal dari storagetank.Heavy fuel oil harus dibersihkanterlebih dahulu


denganmelewatkanyamelaluicentrifugesebelummasukke

dailytank.

Pada

centrifuge

nantinyakotoran-kotoran yang terdapat pada HFOyang terdiri atas partikel dan air
akandipisahkandari HFO.
5 Sistem Pendingin
Sistem pendingin adalah sistem yang digunakan untuk mendinginkan Main
Enginesehingga dapat beroperasi dalam waktu yang lama.Ada beberapa konfigurasi
yangpaling sering digunakan dalam perencanaan sistem pendingin, yang pertama
denganpendinginan menggunakan air laut temperature rendah dan pendinginana air tawar
untuk jacket cooling. Sistem ini hanya mempunyai dua set pompa (untuk sea water
danjacket water).
Sistem pendingin

menggunakan

type

Central

Cooling,

dimana

air

laut

difungsikansebagai obyek penerima panas dari air tawar yang telah digunakan sebagai
pendinginutama, dengan alat penukar panas pada central cooler. Sirkulasi dari air laut
inimerupakan sirkulasi terbuka dimana air laut dipompa dari sea chest kemudian
disirkulasikan dan akhirnya keluar lewat over board.
Ada dua sistem pendingin yang digunakan di kapal untuk tujuan pendinginan:

Sistem pendingin Air Laut : Air laut langsung digunakan dalam sistem mesin sebagai
media pendingin untuk penukar panas.

Air Tawar atau sistem pendingin utama: air tawar digunakan dalam rangkaian tertutup
untuk mendinginkan mesin yang ada di kamar mesin. Air tawar kembali dari exchanger
panas setelah pendinginan mesin yang selanjutnya didinginkan oleh air laut pada
pendingin air laut.

Memahami Sistem Pendingin utama


1. Sebagaimana dibahas di atas, dalam sistem pendinginan utama, semua mesin yang
bekerja pada kapal-kapal yang didinginkan dengan menggunakan sirkulasi air tawar.
Sistem ini terdiri dari tiga rangkaian yang berbeda:
2. Sistem Air Laut: Air laut digunakan sebagai media pendingin di dalam air lautan yang
besar mendinginkan exchanger panas yang dapat mendinginkan air tawar dari rangkaian
tertutup. Mereka merupakan sistem pendingin utama dan umumnya dipasang di kopel.
3. Sistem Temperatur rendah: Rangkaian temperatur yang rendah digunakan untuk daerah
temperatur mesin yang rendah dan Rangkaian ini secara langsung terhubung ke air lautan
utama pada pendingin pusat; maka temperatur rendah dibandingkan dengan temperatur
yang tinggi (HT sirkuit). Rangkaian LT meliputi dari semua sistem bantu.

4. Suhu tinggi Rangkaian (HT): Rangkaian HT terutama meliputi dari sistem tabung air
pada mesin utama dimana suhu ini cukup tinggi. Suhu air HT dijaga oleh air tawar
dengan temperatur rendah.
5. Tangki Ekspansi : Kerugian pada rangkaian tertutup yaitu air tawar terus dikompensasi
oleh tangki ekspansi yang juga menyerap peningkatan tekanan karena ekspansi panas.
Keuntungan Sistem pendinginan utama
1. Biaya pemeliharaan rendah : Sebagai sistem yang menjalankan air tawar, pembersihan,
pemeliharaan dan penggantian komponen lebih sedikit.
2. Kecepatan Pendinginan air tawar lebih tinggi: kecepatan yang tinggi mungkin dalam
sistem air tawar dan tidak berbahaya bagi pipa dan juga mengurangi biaya instalasi.
3. Penggunaan bahan lebih murah: Karena sistem air tawar dapat mengurangi faktor korosi,
pada bahan yang mahal seperti katup dan pipa.
4. Tingkat suhu yang stabil : Karena temperatur dikontrol tanpa melihat pada temperatur air
laut, temperatur tetap dipertahankan agar stabil yang membantu dalam mengurangi
kerusakan mesin.

6 Sistem Pelumasan
Pelumas merupakan sarana pokok dari mesin untuk bekerja secara optimal.
Tanpapelumas

dapat

dipastikan

bahwa

mesin

tidak

akan

dapat

beroperasi.

Memberikanpelumas yang salah dapat mengakibatkan mesin yang menggunakannya


langsung rusakatau jika tidak begitu fatal, maka salah satu konsekuensinya adalah mesin
tidak dapatbekerja secara optimal.Pelumas di engine sangat diperlukan karena berfungsi
untuk

melumasi

mempertahankan

koponen-komponen

yang

umur

tahan

dan

daya

bergesekan.Tujuannya
komponen

sesuai

adalah

untuk

dengan

umur

ekonomisnya.Selain sistem pelumas berfungsi untuk mengurangi gesekan antar


komponen engine.
7 Susunan Instalasi Tenaga Kapal

8 Sistem Start Engine


Sistem starter kapal untuk mesin penggerak kapal dapat dilakukan dengan beberapa
cara yaitu secara manual, elektrik dan dengan menggunakan udara tekan. Sistem starter di
atas kapal umumnya menggunakan udara bertekanan. Penggunaan udara bertekanan
selain untuk start mesin utama juga digunakan untuk start generator set, untuk
membersihkan sea chest, untuk membunyikan horn kapal, dan menambah udara tekan
untuk sistem hydrophore. (Agus Purwanto, 2012).
Pada sistem starter mesin utama kapal udara dikompresikan dari kompressor udara
utama dan ditampung pada botol angin utama (main air receiver) pada tekanan udara 30
bar menurut ketentuan klasifikasi. Sistem udara bertekanan yang digunakan engine pada
start awal mempunyai prinsip-prinsip kerja sebagai berikut :
1. Udara tekan mempunyai tekanan yang harus lebih besar dari tekanan kompresi, ditambah
dengan hambatan yang ada pada mesin kapal, yaitu tenaga untuk menggerakkan bagian yang
bergerak lainnya seperti engkol, shaft, dan lain-lain.
2. Udara tekan diberikan pada salah satu silinder dimana toraknya sedang berada pada
langkah ekspansi.
3. Penggunaannya dalam engine membutuhkan katup khusus yang berada pada kepala
silinder.
Prinsip kerja sistem starter udara tekan kapal adalah motor listrik yang memperoleh
daya dari generator dipergunakan untuk membangkitkan kompresor guna menghasilkan
udara bertekanan. Selanjutnya udara yang dikompresikan tersebut ditampung dalam
tabung bertekanan yang dibatasi pada tekanan kerja 30 bar.
Sebelum menuju ke main air receiver, udara tersebut terlebih dahulu melewati
separator guna memisahkan air yang turut dalam udara yang disebabkan proses
pengembunan sehingga hanya udara kering saja yang masuk ke tabung.
Konsumsi udara dari main air receiver digunakan sebagai pengontrol udara, udara
safety, pembersihan turbocharge, untuk pengetesan katup bahan bakar, untuk proses

sealing air untuk exhaust valve yang dilakukan dengan memberikan tekanan udara
kedalam ruang bakar melalui katup buang (exhaust valve) dibuka secara hidrolis dan
ditutup dengan pneumatis spring dengan cara memberikan tekanan pada katup spindle
untuk memutar.
Sedangkan

untuk

proses

start,

udara

bertekanan

sebesar

30

bar

dimasukkan/disalurkan melalui pipa ke starting air distributor, kemudian oleh distributor


regulator dilakukan penyuplaian udara bertekanan secara cepat sesuai dengan firing
sequence.
Untuk mesin induk diatas kapal, baik diesel 4-tak maupun 2-tak digunakan udara
untuk start engine, udara ini diproduksi dari air compressor dan ditampung di bejana
udara (air reservoir). Tekanan kerja untuk udara start ini dimulai dari tekanan 25 - 30 bar.
Menurut SOLAS, bahwa untuk mesin digerakkan langsung tanpa reduction gear (gear
box) harus dapat distart 12 kali tanpa mengisi lagi, sedangkan untuk mesin -mesin
dengan gear box dapat distart 6 kali. (BAKAR, A, MT.,M.Mar.E, (2011), Mesin
Penggerak Utama, Pustaka : Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.)

9 Sistem Sirkulasi Ruang Mesin


Sistem pembuangan gas(knalpot) biasanya dapat menggunakandua cara; yaitu
pertama adalah denganmenggunakan bahan pipa besi danselang kawat. Kalau
systempembuangan gas menggunakan pipamaka besarnya pipa diukurberdasarkan besar
pipa pembuanganpada mesin, yang aliran keluarnyamelalui ventilasi yang sudah dibuat
digalangan kapal.Biasanya pipa tidakberkhubungan langsung atau tidakbertumpu
langsung pada tubuh kapal.Hal ini dilakukan untuk menghindarikebakaran apabila terjadi
panas yang luar biasa, yang sering dihasilkanterjadi oleh pipa gas pembuang(knalpot);
kedua agar tidak terjaditahanan (resistance) gaya yangditimbulkan oleh mesin dan
tubuhkapal, yang dapat merusak pipa apabila terjadi getaran yang luar biasa.Pounder
(1972), menyatakan tata letakexhaust pipe juga mengganggu kenyamanan.Yaitu hawa
panas yangditimbulkan dapat mencederai awak kapal.Bahkan itu dapat mengancam
keselamatan kapal serta penumpangnya bila posisinya tidak teratur.Bila terjadi kebocoran
tangki maka kapal dapat terbakar, kemudian bila tersentuh oleh awak ketika melakukan
aktivitas di atas kapal dapat menimbulkan kecelakaan.(Pounder, C. C., 1972. Marine
Diesel Engine.Butterworth, London.725 hal).

Sistem ventilasi dan pengkondisian udara merupakan sistem yang sangat


dibutuhkan untuk menjaga kenyamanan di kapal salah satunya di dalam kamar mesin.Di
dalam kamar mesin terdapat mesin penggerak kapal yang biasanya dinamakan mesin
induk atau mesin utama. Selain itu terletak sumber tenaga untuk membangkitkan listrik
yang berupa generator listrik kapal, pompa-pompa, dan bermacam-macam peralatan kerja
yang menunjang pengoperasian kapal
Sistem ventilasi yang digunakan di kamar mesin kapal untuk mensuplai udara
yaitu sistem ventilasi udara mekanikal (mechanical ventilation system) dimana terdapat
blower dan saluran udara (ducting) serta lubang exhaust funnel [3]. Saluran udara
(ducting) untuk kamar mesin tersebut selalu bekerja bersamaan saat udara dari luar
masuk untuk mensuplai kebutuhan udara dalam kamar mesin dan untuk membuang udara
panas dari dalam kamar mesin adalah dengan cara dihisap keluar melalui saluran exhaust
atau pada kondisi tertentu udara keluar mengalir secara natural melalui lubang ventilasi
(exhaust funnel).
10 Tata Letak Ruang Mesin
Pemasangan mesin pada dasarnya adalah memasang danmeletakkan mesin pad
landasan mesin.Cara meletakkan mesin tidak jauhberbeda dengan memasang gear box
sebelumnya. Bedanya padapemasangan gear box, ia dipengaruhioleh kedudukannya
terhadap lunas.Sedangkan pemaangan mesinkedudukan mesin sudah ditentukanoleh
landasan yang sudah dibuatsebelumnya.Jadi tinggal hanya menentukan jarak antara gear
box dengan mesin, dan tinggi mesindengan gear box serta penyelarasanposisi lebar
kopling antara sinkronisasikopling yang menghubungkan mesindengan gear box dan baut
pengikatkaki mesin.
Kendala dalam pemasanganmesin kadangkala dialami apabila kedudukan yang
ditentukan oleh kerataan kedudukan shafting sumbupropeller dan gear box tidak
sesuaidengan bentuk dan jarak ketinggianmesin tersebut. Maka diperlukanteknik khusus
dalam menentukan kedudukan mesin di atas landasannya.laimnya diambil alternative lain
seperti menentukan derajat kemiringan mesin dalam menetapkan sinkronisasi kopling
yang berhubungan langsung dengan mesin. Atau cara lain dengan melakukan pengikisan
pondasi atau penambahan kaki mesin tambahan yang terbuat dari besi seluruhnya. Hal ini

dilakukan agar posisi kopling mesin dengan gear box pada kedudukan sama rata agar
tidak terjadi hal yang tidak diharapkan. Misalnya akibat perhitungan yang tak tepat
timbul gaya yang berlawanan antara perputaran mesin dengan kopling gear box, yang
membuat kurangnya daya tahan kaki penyokong mesin ataupun gear box. Sehingga
terjadi goncangan yang berlebihan, menimbulkan getaran dan kebisingan mesin. Getaran
dan kebisingan mesin ini perlu dikendalikan agar ikan yang akan ditangkap tidak
terganggu atau menghindar dari kapal dan kenyamanan kerja awak kapal tidak terganggu.
Hal ini juga ada hubungannya dengan pemilihan mesin yang dipasang pada kapal
penangkap ikan, yang mungkin saja tidak sesuai dengan alam dan lingkungan Indonesia;
terutama tentang ketahanannya terhadap suhu,kelembaban, dll. (Manga 1993).(Manga,
John B. 1993. Pemilihan mesin utama untuk pendorong kapal penangkap
ikan.Lontara XXIX (2): 26 35.)
Dari segi teknik, terbukti pemasangan mesin bukanlah suatu hal yang terlalu sulit,
namun kenyataannya tidak semua galangan kapal perikanan di kawasan Dumai yang
mempunyai teknisi memasang mesin. Apalagi di lokasi yang jauh dari kota atau nelayan
yang berada di pulau terpencil, biayanya menjadi lebih mahal pula. Hal ini juga
menghambat laju mekanisasi usaha perikanan dan penangkapan di perairan yang lebih
jauh dari perairan pesisir sekarang ini. Seperti yang terungkap dari data di kota Dumai
dari 359 kapal perikanan tahun 2000, tanpa motor 126 perahu; pada tahun 2001 tinggal
122 perahu tanpa motor berkurang hanya sekitar 3% se tahun(Ahmad 2005). (Ahmad,
M. 2004. Galangan Kapal Kecil sebagai Industri Kelautan.Jurnal IlmuPerikanan
dan Kelautan 9(1) )
Meminimalkan risiko melalui tata letak dan desain merupakan faktor relevan yang
mempengaruhi konfigurasi fisik terhadap keselamatan di kamar mesin. Membuat
konfigurasi mesin-kamar melalui perspektif, sistem rinci akan menghapus hambatan pada
operasi ruang mesin yang efisien dan meminimalkan kemungkinan kecelakaan yang
melibatkan salah satu peralatan dan mempengaruhi kinerja pengoperasian atau peralatan
lain.

3 Data Pengamatan
1 Spesifikasi Kapal
2 Spesifikasi Mesin
3 Gambar Instalasi Tenaga Kapal
Daftar Pustaka