Anda di halaman 1dari 8

Pengertian Dan Ruang Lingkup

Manajemen Industri Perikanan


Dr. Ir. Pudji Purwanti, MP
Email : pudjipurwanti@gmail.com
1. PENDAHULUAN
- Pengantar
- Tujuan
2. Industri dan
pembangunan

3. Faktor pendorong
perkembangan industri
4. Pengertiain Industri
5. Bentuk-bentuk Perusahaan
6. Ruang lingkup perkuliahan

1. PENDAHULUAN

1
SELF-PROPAGATING ENTREPRENEURIAL
EDUCATION DEVELOPMENT (SPEED)

1.1 Pengantar
Sebagai negara berkembang, pembangunan industry merupakan
kebutuhan yang sangat mutlak. Pembangunan industry yang
semakin meningkat akan berakibat pada percepatan terciptanya
struktur ekonomi yang lebih seimbang, memperluas kesempatan
kerja, meningkatkan rangkaian proses produksi industry untuk
memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan demikian akan
mengurangi ketergantungan akan barang impor, bahkan pada
akhirnya akan meningkatkan ekspor hasil industry.
Manusia dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari memerlukan
barang dan jasa yang diproduksi industri. Adanya barang-barang
dan jasa yang beredar dalam masyarakat dan diperlukan
manusia tersebut merupakan hasil kerja produksi dan
pengolahan manusia dalam suatu industri.
Faktor pendorong tumbuh dan berkembangnya suatu industri
disebabkan karena kebutuhan manusia akan barang dan jasa itu
sendiri. Terjadi keadaan jumlah penduduk semakin meningkat
setiap tahunnya, menyebabkan kebutuhan barang dan jasa juga
semakin
meningkat. Hal
ini
mendorong
tumbuh
dan
berkembangnya industri. Sisi lain, perkembangan industri
didorong oleh keinginan dari pihak penyedia barang dan jasa
(produsen) untuk memperoleh pendapatan dan keuntungan.
Secara lebih luas perlu dipelajari pengertian tentang
perindustrian menurut UU no 5 Tahun 1984, rancang bangun
industri
dan
perekayasaan
industri.
Selain
itu,
guna
memperdalam pengertian industri pada umumnya dibahas pula
bentuk-bentuk perusahaan yang ada di bidang perikanan dan
cara pengembangan permodalannya.
Manajemen industri perikanan mencakup perencanaan industri,
proses produksi dan proses pemasaran hasil produksi, yang
merupakan unsur-unsur pokok dalam pengelolaan suatu
perusahaan.

SUB
MODU
L

Pengertian Dan Ruang Lingkup

Brawijaya University 2012

1.2 Tujuan
Penguasaan materi dalam modul ini, yang dirancang sebagai landasan dasar
pemahaman manajemen industri.
Menjelaskan pengertian industri, kawasan industri dalam kaitannya dengan
manfaat pembangunan
Menjelaskan factor-faktor pendorong perkembangan industri
Menjelaskan jenis-jenis manajemen serta perbedaan horizontal dan vertikal
Menjelaskan peran dan kegiatan manajer

2. Industri dan Pembangunan

Untuk melangsungkan hidupnya, manusia sangat memerlukan berbagai jenis barang


dan jasa yang langsung dapat dipergunakan. Kebutuhan manusia sangat luas, bukan
hanya sandang dan pangan saja, namun meliputi berbagai jenis kebutuhan yang
sesuai dengan kemajuan jaman dan perabadan mutakhir. Oleh karena itu dalam
kehidupan sehari-hari secara nyata dapat dilihat dari peredaran berbagai barang dalam
masyarakat untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan manusia.
Perkembangan dan kemajuan industry tentu akan mempercepat pembangunan di
segala bidang. Hal ini secara jelas diuraikan dalam Undang-Undang RI No. 5 tahun
1984, Berdasarkan pasal 3 UU RI No. 05 Tahun 1984, tujuan pembangunan industri
adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata
dengan memanfaatkan dana, sumber daya alam, dan/atau hasil budidaya serta
dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup
2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap, mengubah struktur
perekonomian ke arah yang lebih baik, maju, sehat, dan lebih seimbang sebagai
upaya untuk mewujudkan dasar yang lebih kuat dan lebih luas bagi
pertumbuhan ekonomi pada umumnya, serta memberikan nilai tambah bagi
pertumbuhan industri pada khususnya;
3. Meningkatkan kemampuan dan penguasaan serta mendorong terciptanya
teknologi yang tepat guna dan menumbuhkan kepercayaan terhadap
Page 2 of 8

Pengertian Dan Ruang Lingkup


4.
5.
6.

7.
8.

Brawijaya University 2012

kemampuan dunia usaha nasional;


Meningkatkan keikutsertaan masyarakat dan kemampuan golongan ekonomi
lemah, termasuk pengrajin agar berperan secara aktif dalam pembangunan
industri;
Memperluas dan memeratakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha,
serta meningkatkan peranan koperasi industry
Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor hasil produksi
nasional yang bermutu, disamping penghematan devisa melalui pengutamaan
pemakaian hasil produksi dalam negeri, guna mengurangi ketergantungan
kepada luar negeri;
Mengembangkan
pusat-pusat
pertumbuhan
industri
yang
menunjang
pembangunan daerah dalam rangka pewujudan Wawasan Nusantara;
Menunjang dan memperkuat stabilitas nasional yang dinamis dalam rangka
memperkokoh ketahanan nasional.

Pasal 4 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, diatur mengenai


cabang industri yang dikuasai oleh negara yaitu cabang industri yang penting dan
strategis yang menguasai hajat hidup orang banyak,
Pembangunan industry seyogyanya berwawasan lingkungan, agar keberlanjutan
pembangunan dan kelangsungan hidup mashyarakat tetap terjaga. Hal ini diatur
dalam UU RI No. 05 Tahun 1984 pasal 2, Pembangunan industri berlandaskan
demokrasi ekonomi, kepercayaan pada kemampuan dan kekuatan diri sendiri,
manfaat, dan kelestarian lingkungan hidup.
Hingga saat ini, Undang-undang No. 5 Tahun 1984 masih berlaku, karena belum
dikeluarkan lagi Undang-undang terbaru tentang perindustrian.

2. Faktor Pendorong Perkembangan Industri

Jika kita lihat ada kecenderungan bertambahnya jumlah perusahaan, serta banyak
fihak yang ingin mendirikan dan mengembangkan perusahaan. Ada 2 dorongan
penting yang mengakibatkan berkembangnya industry di Indonesia yaitu (1) Secara
potensial terdapat permintaan terhadap barang yang akan diproduksi dan (2) Terdapat
keinginan untuk memperoleh pendapatan dan keuntungan dari usaha tersebut.
(1)
Terdapat Permintaan barang dari masyarakat:
Manusia selalu membutuhkan barang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seharihari. Pemenuhan barang tersebut tidak selalu dapat dicukupi dengan memproduksi
semua barang sendiri. Pada masa lalu, pemenuhan kebutuhan akan barang dapat
dipenuhi melalui tukar menukar barang. Pada masa itu perekonomian dinamakan
perekonomian barter yaitu: suatu perekonomian yang masih sangat primitive
dimana uang tidak digunakan dalam kegiatan jual beli. Pada jaman sekarang,
perekonomian seperti barter sangat jarang ditemui. Jika ada pertukaran barang,
tentu masing-masing barang tersebut akan dinilai dulu dengan uang, baru
dipertukarkan. Pada jaman modern, kegiatan jual beli dan tukar menukar
dijalankan dengan menggunakan uang sebagai perantara. Perekonomian ini dikenal
sebagai perekonomian uang. Dalam perekonomian uang, maka perdagangan
akan berkembang. Dengan demikian, mendorong untuk tumbuh dan
berkembangnya perusahaan dan industri. Implikasi penting dari berkembangnya
perekonomian uang adalah perkembangan dalam spesialisasi yang ditunjukkan
dengan berkembangkanya aneka industry yang menyediakan barang yang
dibutuhkan masyarakat. Dengan demikian, individu tidak perlu lagi memproduksi
seluruh barang yang dibutuhkan.
(2)
Terdapat keinginan untuk memperoleh keuntungan dari usaha:
Perkembangan perekonomian uang mendorong masyarakat untuk mendirikan
Page 3 of 8

Pengertian Dan Ruang Lingkup

Brawijaya University 2012

perusahaan dan industry guna memenuhi permintaan barang yang dibutuhkan


masyarakat. Pendirian perusahaan tersebut memiliki tujuan utama untuk
memperoleh pendapatan dan keuntungan. Motivasi utama dari pendirian
perusahaan dan industry tersebut adalah memperoleh pendapatan dan
keuntungan.
Motovasi untuk mencari keuntungan ini memiliki peranan yang sangat penting
dalam mengembangkan usaha. Namun demikian, dalam mengembangkan industry,
tentu diperlukan modal. Persoalan permodalan ini merupakan salah satu persoalan
yang dihadapi industry dalam pengembangan usaha. Selain itu, industry selalu
menghadapi resiko dalam pengembangan usaha. Resiko adalah suatu keadaaan
atau situasi dimana probabilitas kejadian yang mempengaruhi hasil pengambilan
keputusan, telah diketahui. Probability berarti frekuensi yang diharapkan terjadi dr
sekumpulan kejadian. Analisis resiko masuk dlm keputusan ekonomi yang diambil
pengusaha berkenaan dengan kejadian ketidakpastian

3. Pengertian Industri

Menurut UU No 005 Tahun 1984 perindustrian adalah tatanan dan segala sesuatu
yang bertalian dengan kegiatan industri. Industri adalah kegiatan ekonomi yang
mengolah bahan-bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi dan atau
barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya
termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Kelompok industri
adalah bagian-bagian utama kegiatan industri, yaitu kelompok industri hulu atau
disebut juga kelompok industri dasar, kelompok industri hilir, dan kelompok
industri kecil.
Rancang bangun industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan
kegiatan perencanaan pendirian industri atau pabrik secara keseluruhan atau
bagian-bagiannya
Perekayasaan industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan
perancangan dan pembuatan mesin/peralatan pabrik dan peralatan industri
lainnya.
Pengertian Industri dalam manajemen industri memiliki pengertian yang sama
dengan pengertian perusahaan atau pabrik. Dalam teori ekonomi mikro, industri
memiliki makna yang berbeda dengan perusahaan/firma. Jika perusahaan adalah
badan usaha yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan
barang-barang yang dibutuhkan masyarakat, maka industri adalah kumpulan
perusahaan atau firma-firma yang menghasilkan barang yang sama atau
bersamaan dalam suatu pasar. Namun dalam bahasan manajemen industry, kita
menggunakan pengertian yang sama antara industri dan perusahaan.

4. Bentuk-bentuk Perusahaan
a. Perusahaan Perseorangan:
Adalah perudahaan yang dimiliki secara individu. Dalam kehidupan sehari-hari,
perusahaan
ini
umumnya
merupakan
perusahaan
keluarga,
dengan
mengggunakan seluruh atau sebagian anggota keluarga untuk mengelola usaha
secara bersama. Kelebihan dari perusahaan perseorangan antara lain mudah
didirikan; dapat dimulai dari usaha yang kecil; pengelolaannya fleksibel serta
terjaminnya rahasia perusahaan. Namun demikian, terdapat pula kelemahan dari
perusahaan keluarga antara lain; kualitas manajerial terbatas, hanya ada pada
Page 4 of 8

Pengertian Dan Ruang Lingkup

b.

c.

d.

e.

F.

g.

Brawijaya University 2012

keluarga; kelangsungan operasi terbatas; kadang juga kurang profesionalisme;


dan modal terbatas;
CV (Commanditere Vennotschap)
Adalah perusahaan yang memiliki kerjasama antara dua orang atau lebih, karena
kebutuhan untuk memperbesar modal maka perusahaan tersebut menerima
anggota lain menjadi peserta dalam pembentukan modal. Namun para anggota
baru ini merupakan pesero diam (commanditere adalah diam atau commit yang
artinya mempercayakan), jadi tidak diberi hak untuk turut campur tangan dalam
pengelolaan perusahaan. Tanggung jawab perusahaan sepenuhnya pada pemilik
yang aktif dan segala hutang perusahaannya ditanggung sampai melibatkan
harta kekayaan pribadinya. Sedangkan anggota diam tanggungjawabnya terbatas
pada modal yang disertakan saja dan memperoleh keuntungan yang seimbang
dengan penyertaan.
Firma / Perkongsian
Adalah bentuk usaha yang dijalankan secara bersama oleh dua orang atau lebih.
Mereka masing-masing sepakat untuk memasukkan modalnya baik berupa uang,
benda modal ataupun keahliannya. Atas kesepakatan bersama, setiap anggota
Firma dapat bertindak atas nama perusahaannya, yang tentunya dalam batas
yang telah mereka sepakati bersama. Tanggung jawab anggota firma adalah
"penuh", yang artinya bahwa dalam resiko dan atau hutang-hutang perusahaan
akan dipikul secara bersama. Apabila hutang perusahaan tidak dapat ditutup
dengan kekayaan perusahaan, maka kekayaan pribadi masing-masing anggota
wajib digunakan untuk mencukupi pembayaran hutang perusahaan hingga lunas.
PT (Perseroan Terbatas)
Adalah sekumpulan orang-orang yang memiliki modal untuk usaha bersama
dalam bentuk saham, dan memiliki hak suara yang ditentukan dari banyaknya
saham yang dimiliki. Selain itu pemegang saham dapat menjual sahamnya jika
diperlukan. Resiko usaha dapat terbagi kepada pemilik saham menurut jumlah
saham yang dimiliki, serta beban pajak yang berwujud pajak perseroan lebih
ringan.
Persero
Bentuk usaha ini hampir mirip dengan Perseroan Terbatas, hanya dalam
perusahaan saham-sahamnya dimiliki oleh sekelompok kecil para pemegang
saham. Sahamnya berbentuk saham atau nama, dan tidak diperdagangkan di
bursa saham.
Perjan (Perusahaan Jawatan) atau Badan Umum Milik Negara (BUMN)
Adalah perusahaan negara, didirikan dan diatur berdasarkan ketentuanketentuan yang termuat dalam Indonesische Bedrijven Wet (IBW) Staatsblad
nomor 419 Tahun 1927. Modal dan biaya usahanya ditentukan dalam Anggaran
Pendapatan dan Belanja Perusahaan Jawatan. Pada awal dibentu Perjan,
kedudukan perusahaan dalam lingkungan Dinas Pemerintahan; status
pegawainya adalah pegawai negeri sipil. Namun dengan perkembangan ekonomi
dan bisnis saat ini, pegawai dari BUMN, terutama direktur utama dapat diangkat
dari pengusaha/ profesional yang telah memiliki track record yang bagus dalam
menjalankan
suatu
perusahaan.
Tujuan
usaha
perusahaan
terutama
mengutamakan kepentingan hidup rakyat banyak, jadi tidak mengejar
keuntungan semata. Apabila perusahaan menderita kerugian, maka ditunjang
dengan subsidi dari pemerintah.
Koperasi
Secara umum yang dimaksud dengan koperasi adalah suatu badan usaha
bersama yang bergerak dalam bidang perekonomian, beranggotakan orang-orang
yang bergabung secara sukarela dan atas dasar persamaan hak, berkewajiban
melakukan suatu usaha yang bertujuan untukmemenuhi kebutuhan-kebutuhan
para anggotanya. Dalam hal industri, anggota koperasi ini adalah para pengusaha
Page 5 of 8

Pengertian Dan Ruang Lingkup

Brawijaya University 2012

kecil dan perseorangan yang bergerak di bidang industri yang umumnya


bermodal lemah.

5. Kawasan Industri

Kawasan industri merupakan sebidang tanah yang cukup luas yang telah dimatangkan
dan dibagi dalam kapling-kalping sesuai dengan rencana yang disusun secara
menyeluruh dengan kemudahan-kemudahan yang berupa beberapa buah jalan,
transpor, listrik, air dengan atau tanpa fasilitas bersama.
Di atas disebutkan "dengan rencana yang disusun secara menyeluruh " maksudnya
ialah tidak saja rencana fisik kawasan itu saja, melainkan juga lingkungan
ekonomisnya yang berdekatan dan peranan yang diberikan pada kawasan dalam
rencana pengembangan regional atau perkotaan . Jadi dengan memperhitungkan pula
kemungkinan pemekaran daerah atau kota tempat kawasan industri itu ditentukan
Fasilitas bersama yang juga telah disebutkan pada batasan-batasan diatas, maksudnya
ialah fasilitas untuk meningkatkan produktivitas, beberapa perusahaan yang ada di
dalam kawasan , penyediaan jasa-jasa teknis dan non teknis bagi para langganan,
atau peningkatan infra struktur sosial dan lingkungan yangmenarik. Fasilitas bersama
itu berupa antara lain kantor polisi, pemedanm kebakaran, kantin, kantor pos, bank,
bengkel kerja dan fasilitas pameran.
Pengelolaan kawasan industri dapat dilakukan oleh suatu badan sentral dengan
desentralisasi wewenang
atau badan
yang berdiri
sendiri-sendiri pada setiap
kawasan industri, tetapi yang penting adalah bahwa badan ini harus melakukan
pengelolaan secara kontinyu sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah
tangga yang ada demi ketertiban dan keamanan investasi yang terdapat dalam
kawasan masyarakat yang tinggal disekitarnya, kelestarian alam lingkungan,
ketentuan bekerja, efisiensi penggunaan tanah, kelancaran penyediaan dan
penggunaan fasilitas-fasilitas yang ada dan lain sebagainya.

6. Manfaat Kawasan Industri dalam pembangunan daerah

Pembangunan kawasan industry memiliki tujuan pokok atas wilayah industri ialah
merupakan usaha pemerintah untuk mengumpulkan beberapa industri dalam wilayah
yang sama, sehingga biaya untuk membangun pelistrikan, air minum, jaringan
telepon, jaringan jalan dan lain-lain dapat ditanggung bersama. Dengan demikian
biaya produksi dapat menurun. Selain itu dapat diharapkan agar di antara beberapa
perusahaan industri dapat dibina hubungan yang mengkait, dengan demikian maka
dapat saling bantu membantu dalam proses pertumbuhan industri. Dengan
menentukan beberapa kawasan industri permasalahan lokasi dapat dikurangi dan
pertumbuhan industri tidak akan membawa akibat pencemaran lingkungan hidup
manusia "
Sekarang baiklah kita tinjau tentang manfaat pembangunan kawasan atau wilayah
industri dalam segi lain, yaitu dalam pembangunan daerah di mana kawasan itu telah
dibangun Dengan dibangunnya kawasan industri yang tujuannya telah dikemukakan di
atas, ternyata kawasan itu segera dimanfaatkan oleh para pengusaha yang bergerak di
bidang perindustrian, kegiatan-kegiatannya tidak hanya terasa di dalam kawasan itu
saja, melainkan juga
pada daerah di sekitarnya. Dengan lain perkataan
perkembangan pertumbuhan kegiatan industri yang terjadi dalam kawasan itu telah
memberikan dampak positip terhadap daerah di sekitar kawasan tadi, berupa
manfaat-manfaat yang sangat menunjang pembangunan daerah yang ditempatinya.
Secara komulatif manfaat-manfaat itu merupakan kekuatan yang sangat potensial bagi
pembangunan yang membawahi kawasan tersebut, antara lain dalam hal :
Page 6 of 8

Pengertian Dan Ruang Lingkup

Brawijaya University 2012

1) Pengkokohan landasan ekonomi, produksi dan employment atau pengerjaan


masyarakat perkotaan maupun masyarakat pedesaan;
2) Pengaturan pendirian dan pertumbuhan industri serta mengarahkannya pada lokasi
yang tepat;
3) Penciptaan lingkungan hidup yang lebih sehat dan menarik;
4) Pengoptimalan pengaturan tata kota dan tata lahan;
5) Pengurangan jarak ke tempat kerja dan kongesti angkutan;
6) Pengintegrasian sektor informal ke dalam sektor formal ;
7) Memperbaiki kondisi hidup masyarakat setempat dengan tersedianya prasarana
dan sarana yang lebih banyak dan lebih baik;
8) Membangkitkan semangat para anggota masyarakat untuk berwiraswasta dalam
usaha pengadaan bahan-bahan mentah atau bahan baku ataupun barang
setengah jadi guna menunjang pemenuhan kebutuhan perusahaan-perusahaan
industri kawasan tersebut ;
9) Pemasukan pendapatan bagi Pemerintah Daerah baik berupa restribusi dan pajakpajak lainnya.

7. Ruang Lingkup Perkuliahan Manajemen Industri Perik

Tujuan umum perusahaan adalah "membuat suatu produk atau jasa dengan
biaya yang serendah-rendahnya, menjual dengan harga wajar, dan membentuk
kebiasaan". Bila kita menganalisa pernyataan ini, kita mendapatkan dua fungsi
esensial setiap perusahaan yaitu :

a. Fungsi produksi
Produksi ini berurusan dengan sisi penawaran (supply side) misalkan: penciptaan
produk dengan biaya seminimal mungkin; dari seluruh tipe organisasi baik
manufacturing (pabrikasi), jasa, perusahaan swasta, perusahaan negara, bermotif
keuntungan maupun non keuntungan.
b. Fungsi pemasaran
Fungsi pemasaran ini berkenaan dengan sisi permintaan (demand side), seperti
seleksi "pembentukan kebiasaan " yang mengatur tingkat, saat (timing) dan sifat
permintaan dengan cara yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya;.
Dengan demikian unsure pokok dalam cakupan pembahasan modul Manajemen
industry adalah sebagai berikut:
1. Pengantar: mengantarkan pengertian industry secara umum dan bentukbentuk industri. Juga membahas potensi perikanan dalam kaitannya dengan
perkembangan industry perikanan.
2. Perencanaan kegiatan produksi dan sumberdaya manusia: Pembahasan
perencanaan kegiatan produksi dimulai dari merencanakan pengelolaan
organisasi industry, perancangan produk, pemilihan lokasi serta perencanaan
dalam pengelolaan sumberdaya manusia.
3. Mengorganisir kegiatan memproduksi: Pembahasan dalam pengorganisir
kegiatan produksi antara lain: penyusunan peralatan pabrik (plant lay out),
proses produksi, perencanaan kapasitas produksi, material handling; dan
pemeliharaan (maintenance).
4. Mengelola dan menentukan cara-cara pemasaran: Pembahasan pengelolaan
dan menentukan cara-cara pemasaran antara lain; peramalan permintaan
produk, bagaimana menciptakan pasar hasil produksi serta periklanan.
Page 7 of 8

Pengertian Dan Ruang Lingkup

Brawijaya University 2012

REFERENSI
Anonymous, 1984. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1984
TENTANG PERINDUSTRIAN
Handoko HT, 1999. Dasar Manajemen Produksi dan Operasi, BPFE Yogyakarta
Kartasapoetra, 1987. Pembentukan Perusahan Industri. Bina Aksara. Jakarta
Sadono Sukirno dkk, 2004. Pengantar Bisnis. Kencana Persada Media Group, Jakarta.

PROPAGASI
A.

Latihan dan Diskusi (Propagasi vertical dan Horizontal)


1. Berdasarkan pasal 3 UU RI No. 05 Tahun 1984, tujuan pembangunan industry
terdapat 8 poin. Diskusikan bagaimanakah implementasi tujuan pembangunan
industry yang terjadi saat ini? Apakah telah terpenuhi? Jelaskan jawaban
Saudara disertai contoh nya.
2. Apakah pembangunan kawasan industry telah memberikan dampak bagi
peningkatan ekonomi masyarakat sekitar? Diskusikan jawaban saudara.
3. Adakah dampak yang negatif dalam pembangunan kawasan industry pada suatu
daerah? Jelaskan jawaban disertai dengan contoh kasus. Diskusikan

B.
1.
2.
3.
4.
5.

C.
D.

Pertanyaan (Evaluasi mandiri)


Apakah yang dimaksud dengan perindustrian? Jelaskan lingkup
perindustrian.
Jelaskan factor-faktor pendorong perkembangan industry, lengkapi
jawaban anda dengan contoh.
Jelaskan jenis-jenis perusahaan. Sebutkan kebaikan dan kelemahan
masing-masing jenis perusahaan.
Sebut dan jelaskan pengertian industry menurut UU no 5 tahun 84 dengan
pengertian industry dalam teori ekonomi.
Terangkan apa yang dimaksud dengan Badan Umum Milik Negara (BUMN)
dan sebutkan beberapa bentuk perusahaan dari BUMN tersebut.
QUIZ -mutiple choice (Evaluasi)

PROYEK (Eksplorasi entrepreneurship, penerapan topic bahasan pada


dunia nyata)

Page 8 of 8