Anda di halaman 1dari 4

Nama : Rosmina

Kelas : XII AK 4
MATEMATIKA KEUANGAN
A. Bunga Tunggal
Bunga tunggal adalah perhitungan bunga yang didasarkan pada modal awal sehingga besarnya
tetap untuk setiap jangka waktu, biasanya dinyatakan dengan persen. Istilah dan lambang-lambang
yang digunakan pada bunga tunggal adalah sebagai berikut.
B = bunga
M = modal
P = suku bunga
t = periode (tahun)
b = bulan
h = hari
1. Persen bunga
P
a. Persen/per seratus : P% =
100
P
b. Persen dibawah seratus =
100P
P
c. Persen diatas seratus =
100+ P
2. Perhitungan bunga
a. Metode pembagian tetap
anga bunga
Bunga =
pembagi tetap
b. Metode eksak
Pada metode ini 1 tahun = 365 hari sehingga diperoleh rumus
M xh P
x
B=
100 365
c. Metode persen seukuran
Aturan yang dipakai pada metode ini adalah besar bunga 5 % sebagai patokan perhitungan
dan 1 tahun = 365 hari, sehingga diperoleh rumus :
M .h
1 1
1

10
.
000
3
30
300

B
Untuk menghitung bungan yang lebih/kurang dari 5% kelebihan/kekurangannya dihitung
dengan menggunakan metode persen sebanding.
d. Metode persen sebanding
Perhitungan bunga dengan metode ini dilakukan dengan cara :
1) Hitunglah besar bunga berdasarkan persentase terdekat dengan suku bunga merupakan
pembagi habis 360 !
2) Hitunglah besar bunga yang dimaksud dengan menggunakan persen yang sebanding!
e. Sistem diskonto
Pada sistem dikonto, bunga dibayarkan pada awal peminjaman. Jadi, besar uang yang
diterima atau nilai tunai (Nt) adalah nilai pokok pinjam (M) dukurang diskon (D).
Nt = M D
Nilai diskon terhadap nilai tunai dirumuskan :
P
xN t
D=
100P
B. Bunga Majemuk

Bunga majemuk adalah perhitungan bunga berdasarkan besarnya modal pada periode yang
terakhir, sehingga besarnya tidak sama setiap periode. Bunga dari suatu modal akan dihitung
sebagai modal pada perhitungan bunga untuk periode berikutnya. Istilah dan lambang yang
digunakan pada bunga majemuk adalah sebagai berikut.
Ma
= nilai akhir dengan masa bunga bulat
M
= modal awal periode
aq
Mp
= nilai akhir dengan masa bunga pecahan
r
n
= masa bunga bulat
Q
P
= masa bunga pecahan
r
i
= persentase bunga
Nt
= nilai tunai
1. Nilai akhir modal yang dibungakan secara majemuk dengan masa bunga bulat dapat
dirumuskan sebagai berikut.
Mn = M (1+i)n
2. Nilai tunai modal yang dibungakan secara majemuk dengan masa bunga bulat dapat
dirumuskan sebagai berikut :
Mn
n
(1+i)n

N=
=M
t

3. Nilai modal yang dibungakan secara majemuk dengan masa bunga pecahan dapat dirumuskan
sebagai berikut.
q
q
Mp =( M +1 ) P(1+ i)
r
r
4. Nilai tunggal modal yang dibungakan secara majemuk dengan masa bunga pecahan dapat
dirumuskan sebagai berikut.
q
Mp
r
Nt=
q
( 1+i ) P (1+ i )
r
Catatan : 1) nilai (1+i)n dapat dilihat dari daftar bungan I
2) dapat dilihat dari daftar bungan II
C. Rente
Rente adalah pembayaran sejumlah uang (angsuran) yang besarnya tetap dengan periode tetap pula
serta menggunakan dasar bunga majemuk. Istilah dan lambang-lambang yang digunakan pada
rente adalah sebagai berikut.
M = angsuran/setoran
Na= nilai akhir
Nt= nilai tunai
i = persentase bunga
n = banyaknya periode
1. Rente Pranumerando
Ialah rente yang pembayaran/angsuran selalu dibayarkan di awal periode
Nilai akhir
Dengan Deret Geometri
n

1 1
M 1 i
i
atau
M 1 i
1 i n 1
NA
i

Bentuk ( 1 + i )n dapat dicari dalam Daftar bunga I.


Dengan Daftar Bunga

Selan dengan deret geometri, nilai akhir rente pra numerando juga dapat disajikan dalam
bentuk notasi sigma :
n

NA M 1 i

k 1

Nilai Tunai
n
M . 1 1
NT
1
1 1 i
Atau
M 1 i
n
NT
1 1 i
i

2. Rente Postnumerando
Ialah rente yang pembayaran/angsuran selalu dibayarkan pada akhir periode.
Nilai Akhir
M
NA
1 i n 1
i
Rumus diatas adalah nilai akhir rente post numerando, bentuk ( 1 + i ) dapat dicari dalam
daftar I atau dengan kalkulator.
Atau dinyatakan sebagai berikut
:
n
k
NA M M 1 i
Nilai Tunai
k 1
nilai tunai rente post numerando :
M
n
NT
1 1 i
i
Jika bentuk diatas ditulis dalam nnotasi sigma, maka dapat ditulis sebagai :
k
NT M 1 i

k 1

3. Rente Kekal
Ialah rente yang pembayaran/angsurannya dibayarkan tanpa batas waktu/selama-lamanya.
a. Nilai tunai rente kekal pranumerando
M
Nt, pra = M +
i
b. Nilai tunai rente kekal post numerando
M
Nt, post =
i
4. Rente Tertunda/ditangguhkan
Ialah rente yang pembayaran/angsurannya ditunda. Nilai tunai rente tertunda/ditangguhkan
dapat dirumuskan sebagai berikut :
n

NT M 1 i
m 1

k 1

M 1 i

m 1

D. Anuitas
Ialah sistem pelunasan pinjaman berbunga majemuk dengan angsuran yang besarnya sama secara
periodik. Anuitas terdiri dari dua bagian, yaitu angsuran pelunasan pinjaman dan pembayaran
bunga. Anuitas = angsuran + bunga
Istilah dan lambang-lambang yang digunakan pada anuitas adalah sebagai berikut:
M = pinjaman
Ab = anuitas pembulatan
a = angsuran
an = angsuran periode ke n
b = bunga
bn = bunga periode ke n
d = kelebihan/kekurangan pembayaran karena pembulatan anuitas
i = persentase bunga
n = banyaknya periode

s = sisa pinjaman
Dalam setiap periode anuitas sudah termasuk besarnya bunga untuk periode tersebut
A=a+b
Rumus-rumus dalam anuitas

Untuk memudahkan dalam pembayaran, anuitas dapat dibulatkan ke atas atau ke bawah kelipatan
tertentu, (Ab). Akibat pembulatan anuitas, maka terjadinya kelebihan atau kekurangan pembayaran
di setiap periode (d). akumulasi kelebihan atau kekurangan ini (Nad) dibebankan pada angsuran
yang terakhir. Untuk pembulatan keatas : An = Ab - Nad
Untuk pembulatan kebawah : An = A6 + Nad
Anuitas dapat digunakan untuk pelunasan utang dalam bentuk obligasi. Besarnya angsuran setiap
periode anuitas digunakan untuk membayar lembaran anuitas sesuai nilai nominal obligasi.

E. Penyusutan
Aktiva adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan baik yang berasal dari modal sendiri

maupun pinjaman.
Harga perolehan atau harga beli atau harga pokok adalah jumlah pengeluaran untuk

memperoleh suatu aktiva.


Umur manfaat adalah lamanya suatu aktiva dapat dimanfaatkan.
Nilai sisa atau nilai residu adalah perkiraan harga pasar dari suatu aktiva diakhir masa
manfaatnya.

Istilah dan lambang-lambang yang digunakan pada penyusutan sebagai berikut :


A = harga perolehan
S = nilai sisa
n = umur manfaat
r = tingkat penyusutan
D = beban penyusutan tiap persentase
J = jumlah jam kerja (dalam jam)
Q = jumlah satuan hasil produksi yang dapat dihasilkan selama umur manfaat aktiva