Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Vesikolitiasis merupakan batu yang menghalangi aliran air kemih
akibat penutupan leher kandung kemih maka aliran yang mula-mula
lancar secara tiba-tiba akan berhenti dan menetes disertai dengan rasa
nyeri (Sjamsuhidajat, 2005).
Kasus batu kandung kemih atau vesikolitiasis ini merupakan salah
satu penyakit yang sering terjadi pada manusia yang menimbulkan rasa
sakit yang hebat dan dapat mengakibatkan kegagalan fungsi ginjal apabila
penyakit ini tidak segera diatasi atau mendapatkan penanganan secara
cepat dan tuntas. Di Indonesia diperkirakan insidensi vesikolitiasis lebih
tinggi atau mencapai porsi terbesar, tetapi insidensi yang pasti dari
penyakit ini di Indonesia belum dapat ditetapkan secara pasti. Penyakit ini
di Indonesia dikarenakan adanya beberapa daerah yang termasuk daerah
stone belt atau daerah sabuk batu dan prevalensi vesikolitiasis ini pada
pria dan wanita didapatkan hasil jumlah penderita pria dibandingkan
dengan wanita yaitu 4:1 (Depkes RI, 2008).
Penyebab lain dari penyakit vesikolitiasis yaitu dari gaya hidup
individu itu sendiri, dimana individu ini lebih banyak mengkonsumsi diit
yang dapat menyebabkan timbulnya vesikolitiasis seperti banyak
mengkonsumsi makanan tinggi kalsium, tinggi purin dan tinggi protein.
Selain itu dari kebiasaan minum atau masukkan cairan yang sedikit dan
minum cairan yang banyak mengandung soda seperti soft drink, jus apel
dan jus anggur (Soeparman, 2005).
Penyakit ini juga dapat terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan
tentang

penyakit

dan

pentingnya

kesehatan,

sehinnga

dapat

mempengaruhi gaya hidup seseorang. Pengobatan dari penyakit ini hanya


bisa dilakukan dengan pembedahan, terapi obat, terapi nutrisi dan dapat

merubah gaya hidup dari buruk menjadi baik. Sehingga akan melibatkan
atau memerlukan peran dari tenaga perawat, dokter, ahli gizi dan tenaga
kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien
penderita vesikolitiasis tidak hanya perawatan fisik tetapi juga perawatan
psikologis dari pasien.
Soeparman. 2001.
Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 11. Ed. 3
. Jakarta : FKUI.
Sjamsuhidajat, 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah
Ed. Revisi.-- Jakarta : EGC.
.
B. Tujuan Umum
Setelah menyusun makalah ini diharapkan mahasiswa dapat memberikan
asuhan keperawatan dengan diagnosa medis vesicolithiasis.

C. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khususnya adalah :
1. Mahasiswa mengetahui pengkajian pada pasien vesicolithiasis.
2. Mahasiwa mengetahui diagnosa yang muncul pada pasien
vesicolithiasis.
3. Mahasiswa mengetahui intervensi yang dapat diberikan pada
pasien vesicolithiasis.
4. Mahasiswa dapat melakukan implementasi sesuai intervensi yang
telah dibuat pada pasien vesicolithiasis.
5. Mahasiswa dapat mengevaluasi pasien vesicolithiasis.