Anda di halaman 1dari 42

R

E
F
R
E
S
H
I
N
G

PIODERMA

Oleh :
Dian Riani 2009730132

Pembimbing : Dr. Heryanto S, Sp. KK


KEPANITERAAN KLINIK RSIJ SUKAPURA
STASE KULIT KELAMIN
PERIODE 05 JANUARI-07FEBRUARI 2015

PIODERMA
Definisi :
Penyakit kulit yang disebabkan oleh kuman
Staphylococcus atau Streptococcus atau oleh keduaduanya

Etiologi
Penyebab utama : Staphylococcus aureus
Streptococcus B hemolyticus
jarang : Staphylococcus epidermidis (flora
normal di kulit)

PIODERMA

Kuman positif-Gram : - Streptokokus


- Stafilokokus
Kuman negatif-Gram: - Pseudomonas aeroginosa
- Proteus mirabilis
- Proteus vulgaris
- Escherichia coli
- Klebsiella sp.

Faktor Predisposisi
1. Higiene yang kurang
2. Menurunnya daya tahan :
.
.
.
.
.

Kekurangan gizi
Anemia
Penyakit kronik
Neoplasma
Diabetes melitus

3. Telah ada penyakit lain di kulit


epidermis rusak sehingga fungsi kulit sebagai
pelindung terganggu yang memudahkan
terjadinya infeksi

Klasifikasi
1. Pioderma Primer
Timbul pada kulit yang normal, gejala klinik tertentu,
Etiologi satu macam mikroorganisme
2. Pioderma Sekunder
Timbul pada pada kulit yang telah ada penyakit kulit
Tanda : pus, pustul, bula purulen, krusta kuning
kehijauan, pembesaran KGB, leukositosis, demam.
Misalnya : dermatitis impetigenisata, skabies
impetigenisata

Bentuk Klinis Pioderma


1.Impetigo
2.Folikulitis
3.Furunkel / Karbunkel
4.Ektima
5.Pionikia
6.Erisipelas
7.Selulitis
8.Flegmon
9.Ulkus piogenik
10.Abses multipel kelenjar keringat
11.Hidraadenitis
12.Staphylococcal scalded skin
syndrome

IMPETIGO
Pioderma superfisialis (terbatas pada epidermis)
Terdapat 3 bentuk
1. Impetigo
2. Impetigo
3. Impetigo

klinis :
krustosa
bulosa
neonatorum

Impetigo Krustosa
Sinonim : impetigo kontagiosa, impetigo vulgaris , impetigo
Tillbury Fox
Etiologi : Streptococcus hemolyticus
Mengenai anak-anak
Predileksi : sekitar lubang hidung & mulut

Impetigo Krustosa
Eritema & vesikel yang cepat pecah menjadi krusta
tebal berwarna kuning spt madu, terdapat erosi di
bawahnya
Komplikasi : glomerulonefritis ( 2 5% )
Diagnosis banding : ektima
Pengobatan

: salap antibiotika

antibiotika sistemik

Impetigo Bulosa
Sinonim : impetigo vesiko-bulosa, impetigo cacar monyet
Etiologi : Staphylococcus aureus
Faktor predisposisi : banyak keringat
Klinis :
Mengenai anak & dewasa
Predileksi : ketiak, dada, punggung
Lesi : eritema, bula, bula hipopion. Vesikel/ bula
pecah tampak berupa koleret dgn dasar eritematosa.
Sering muncul bersama miliaria.
Diagnosis banding : dermatofitosis
Terapi : bila vesikel/ bula sedikit dipecahkan.
Cairan antiseptik, antibiotika topikal dan atau sistemik

Impetigo Neonatorum

Varian impetigo bulosa pada neonatus.


Klinis mirip impetigo bulosa namun lesi
menyeluruh, demam (+)
Diagnosis banding

: sifilis kongenital

Terapi : antibiotika sistemik


bedak salisil 2%

FOLIKULITIS
Definisi : radang folikel rambut
Etiologi : S. aureus
Klasifikasi : Folikulitis superfisialis dan profunda

Folikulitis superfisialis = impetigo


Bockhart
Proses terbatas di epidermis
Predileksi : tungkai bawah
Lesi kulit : Papul eritematosa / pustul biasanya
multipel, di tengahnya terdapat rambut

Folikulitis Profunda
Klinis seperti folikulitis superfisialis disertai
infiltrat di subkutan
Diagnosis banding : tinea barbe
Terapi
: antibiotika sistemik / topikal

Furunkel / Karbunkel
Definisi : radang folikel rambut dan sekitarnya
Furunkel yang lebih dari satu disebut furunkulosis.
Kumpulan furunkel disebut karbunkel
Etio : S. aureus
Klinis :
Keluhan : nyeri
Predileksi : friction area; aksila, bokong
Nodus eritematosa berbentuk kerucut, ditengahnya
terdapat pustul. Nodus melunak menjadi abses
berisi pus & jaringan nekrotik dan kemudian pecah
Terapi : antibiotika topikal, sistemik
Lesi yang berulang faktor predisposisi

EKTIMA
Ulkus superfisial dengan krusta diatasnya
Etio : S. hemolyticus
GK/
: mengenai anak & dewasa
predileksi tungkai bawah
krusta tebal berwarna kuning, dibawahnya
terdapat
ulkus dangkal
Diagnosis banding : impetigo krustosa
Terapi : antibiotika topikal/ sistemik

PIONIKIA
Radang di sekitar kuku oleh piokokus
Etiologi : S. aureus dan atau S. hemolitycus
Klinis
: - Riwayat trauma sebelumnya
- Muncul tanda radang di lipat kuku, menjalar
ke
matriks & lempeng kuku
terbentuk abses
subungual
Terapi
: - kompres dgn larutan antiseptik
- antibiotika sistemik
- ekstraksi kuku jika terdapat abses sububgual

ERISIPELAS
Etio : S. hemolyticus
Klinis :
Gejala konstitusi : demam, malese
Predileksi : tungkai bawah (trauma)
Kelainan kulit : eritema berwarna merah
cerah, batas tegas, pinggir meninggi, tanda
radang akut (+). Bisa disertai edema, vesikel,
bula. Terdapat leukositosis.
Dapat terjadi elefantiasis bila sering residif di
tempat yang sama
Diagnosis banding : selulitis ( terdapat infiltrat di
subkutan)

SELULITIS
Infiltrat difus di sub kutan dgn tanda-tanda radang
akut

FLEGMON
Selulitis yg mengalami supurasi
Terapi : - istirahat (elevasi tungkai)
- antibiotika sistemik
- kompres larutan antiseptik
- dapat diberikan diuretik jika terdapat
edema

Ulkus Piogenik
Ulkus dengan gejala klinik tidak khas, disertai pus
diatasnya
Anjuran kultur untuk menyingkirkan etiologi kuman lain

Abses Multipel Kelenjar Keringat


Infeksi pada kelenjar keringat berupa abses multipel,
tidak nyeri, berbentuk kubah
Etiologi : S. aureus
Sering pada anak-anak
Keringat yang banyak menjadi salah satu faktor
predisposisi sering bersama-sama miliaria

Abses Multipel Kelenjar Keringat


Lesi kulit : nodus eritematosa, multipel, tidak
nyeri, berbentuk kubah, lama memecah
Diagnosis banding : furunkulosis
Terapi : antibiotika topikal dan sistemik

Hidradenitis Supurativa
Infeksi kelenjar apokrin
Etiologi : S. aureus
Predileksi : daerah banyak kelenjar apokrin (ketiak,
perineum)
Klinis :
Mengenai usia akil balik dewasa
Riwayat trauma sebelumnya (keringat, deodoran, rambut ketiak
digunting)
Gejala konstitusi : demam, malese
Lesi kulit : nodus dengan tanda radang, kemudian
melunak menjadi abses
pecah fistel
Jika menahun ditemukan abses, fistel, sinus yang multipel
Disertai leukositosis

Hidradenitis Supurativa
Diagnosis banding : skrofuloderma
T erapi : antibiotika sistemik
kompres
insisi
eksisi kelenjar apokrin jika kronik
residif

Staphylococcal Scalded Skin Syndrome


(S.S.S.S)
Sinonim : Dermatitis eksfoliativa neonatorum /
Penyakit Ritter von Rittershain
Etiologi : S. aureus grup II faga 52, 55, 71
Mengenai
Anak < 5 thn ok fungsi ginjal yang belum
sempurna untuk mengeksresikan eksotoksin
kuman
Dewasa
: kegagalan fungsi ginjal
gangguan imunologik
obat imunosupresif

Staphylococcal Scalded Skin Syndrome


(S.S.S.S)
Patogenesis :
Sumber infeksi di mata, telinga, hidung dan tenggorokan.

Kuman menghasilkan eksotoksin (epidermolin dan


eksfoliatin) yang bersifat epidermolisis

Toksin sampai ke kulit

Lisis epidermis

Klinis :
Demam tinggi
Infeksi sal. nafas atas
Lesi kulit : eritema mendadak di muka, leher, ketiak,
lipat pahaa akhirnya seluruh tubuh menyeluruh
dalam 24 jam. Dalam 24 - 48 jam kemudian muncul
bula berdinding kendur, tanda Nikolsky (+). Dalam 23 hr kemudian terjadi pengeriputan spontan,
pengelupasan kulit
erosif
Mengering disertai deskuamasi
Penyembuhan dalam 10 14 hari tanpa sikatrik

Komplikasi : selulitis, pneumonia, septikemia


Laboratorium : bakteriologik dari suumber infeksi (mata, THT)
kuman tidak ditemukan di kulit
Histopatologi : lepuh intraepidermal, celah di stratum
granulosum, nekrosis sel (-)
Diagnosis banding : NET
Terapi : - antibiotika sistemik (kloksasilin, klindamisin,
golongan
sefalosforin).
- sufratulle atau antibiotika topikal
Prognosis : kematian bayi ; 1 10% oleh karena
gangguan keseimbangan cairan/elektrolit, sepsis

Terapi

: - antibiotika topikal
- sufratulle
Prognosis
: kematian bayi ; 1 10% oleh karena
gangguan keseimbangan cairan/elektrolit,
sepsis

Terapi
1. Penisilin dan semisintetiknya :
Ampisilin : 4 x 500 mg/hr
Amoksisilin : 4 x 500 mg/hr
Golongan obat penisilin resisten- penisilinase:
Kloksasilin : 3 x 250 mg/hr
Dikloksasilin : 4 x 125 500 mg/hari
2. Klindamisin: 4 x 150 mg/hr
Efek samping : kolitis pseudomembranosa
3. Eritromisin : 4 x 500 mg/hr
4. Sefalosporin

: ex : sefadroksil 2 x 500 - 1000 mg/hr

Terapi Topikal
Antibiotika topikal :
Basitrasin
Neomisin 0,5%
Polimiksin B
Asam fusidat 2%
Mupirosin 2%
Larutan Antiseptik :
Larutan Permanganas Kalikus 1/5.000 1/10.000
Larutan Rivanol 1/1.000
Povidon yodium 7,5 - 10% dilarutkan 10x
Larutan Asam Salisilat 1/1.000
Borwater 3%

Pemeriksaan Pembantu

Darah : Leukositosis
Kultur dan tes resistensi

TERIMAKASIH