Anda di halaman 1dari 50

R

E
F
R
E
S
H
I
N
G

Kelainan kulit akibat


virus
Oleh :
Dian Riani 2009730132
Pembimbing : Dr. Heryanto S, sp. KK

KEPANITERAAN KLINIK RSIJ SUKAPURA


STASE KULIT KELAMIN
PERIODE 05 JANUARI-07FEBRUARI 2015

VARISELA-ZOOSTER
Definisi

Infeksi akut primer oleh virus variselazooster yang menyerang kulit dan mukosa,
klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit
polimorf, terutama berokasi di bagian sentral
tubuh.
Etiologi
Virus varicella-zooster. Infeksi primer virus ini
menyebabkan penyakit varicella atau cacar
air (chicken pox) sedangkan reaktivasinya
menyebabkan penyakit herpes zooster.

Varicella

Manifestasi
Klinis
bermanifestasi dengan

vesikelvesikel yang berkembang menjadi papul dan


kemudian menjadi krusta (scab/crust).
Masa
inkubasi berlangsung 14-21 hari.
Terdapat gejala prodromal berupa demam
yang tidak terlalu tinggi, malaise, dan nyeri
kepala, disusul timbulnya erupsi kulit berupa
papul eritematosa yang dalam waktu
beberapa jam berubah menjadi vesikel
dengan bentuk khas berupa tetesan embun
(tear drops).
Vesikel akan berubah menjadi pustul kemudia
krusta

Gambar 1 A.
Varicela. Vesikel
menyebar di
badan dan
ekstremitas.

Gambar 1 B.
Varicela.
Gambaran khas
tear-drop vesikel
yang berisi
cairan.

Komplikasi
Komplikasi utama yang dapat terjadi
antara lain adalah:
1. Pneumonia
interstitial, yang mana
dapat dideteksi dengan radiologi
2. Keterlibatan sistem saraf pusat, yang
terdiri atas suatu limfositik meningitis
atau suatu encephalomyelitis.
3. Komplikasi
lainnya
dapat
berupa
glomerulonefritis,
otitis,
arteritis,
hepatitis, dan kelainan darah (beberapa
macam purpura).

Diagnosis laboratorium VZV dan


Pemeriksaan Penunjang
1. tes

Immunoflouresence dari kerokan lesi


menggunakan antibodi monoklonal spesifik
dari VZV, menggunakan tes molekular untuk
mendeteksi
DNA
VZV,
atau
dengan
mengisolasi VZV pada kultur sel, walaupun
efek
sitopatik
bisa
memakan
waktu
beberapa minggu.
2. Partikel virus herpes dapat dilihat dengan
mikroskop elektron pada cairan vesikel
3. Infeksi
terdahulu
ditentukan
dengan
mendeteksi VZV IgG dengan ELISA (EnzymeLinked Immunosorbent Assay)

Diagnosis Banding
Variola
Pengobatan untuk infeksi Varicella-Zooster
1.Pengobatan secara non farmakologi
Lesi kulit varicella dapat dirawat dengan mandi teratur
dan melakukan beberapa Soothing Treatment untuk
menghilangkan rasa gatal sehingga menghindari
garukan pada lesi dan juga untuk menghindari infeksi
sekunder.
2.Pengobatan secara farmakologi
VZV lebih tidak sensitif terhadap Acyclovir
dibandingkan HSV, tetapi obat ini, atau obat lain
seperti Famcyclovir/Valacyclovir, dapat digunakan
secara oral untuk mengobati varicella dan zoster.

Untuk

penatalaksanaan
yang
lebih
sederhana, dijelaskan bahwa pengobatan
bersifat simtomatik dengan antipiretik dan
analgesik.
Untuk menghilangkan rasa gatal dapat
diberikan sedativa.
Diberikan bedak yang mengandung zat anti
gatal seperti mentol dan kamfora untuk
mencegah pecahnya vesikel secara dini dan
sekaligus menghilangkan gatal.
Pada infeksi sekunder dapat diberikan
antibiotika berupa salep daan oral.

HERPES ZOOSTER
Definisi
Herpes zooster adalah radang kulit
akut dan setempat, terutama terjadi
pada orang dewasa yang khas
ditandai
adanya
nyeri
radikuler
unilateral
serta
timbulnya
lesi
vesikuler
yang
terbatas
pada
dermatom yang dipersarafi serabut
saraf spinal maupun ganglion serabut
saraf sensorik dari nervus kranialis.
Etiologi

Epidemiologi
Herpes zoster terjadi pada orang yang
pernah menderita varisela sebelumnya
karena varisela dan herpes zooster
disebabkan oleh virus yang sama yaitu
virus varisela zooster
Setelah sembuh dari varisela, virus
yang ada di ganglion sensoris tetap
hidup dalam keadaan tidak aktif dan
mengalami reaktivasi jika daya tahan
tubuh menurun. Lebih dari 2/3 usia di
atas 50 tahun dan kurang dari 10%
usia di bawah 20 tahun.

Patogenesis
Varicella
Zooster
Virus
dapat
menyebabkan varicella dan herpes
zoster. (infeksi akut primer) sedangkan
bila penderita varicella sembuh atau
dalam bentuk laten dan kemudian
terjadi serangan kembali maka yang
akan muncul adalah herpes zoster.
Infeksi primer dari VZV ini pertama kali
terjadi di daerah nasofaring. Disini
virus mengadakan replikasi dan dilepas
ke darah sehingga terjadi viremia

Gambaran Klinis
Gejala
prodromal

herpes zooster biasanya


berupa rasa sakit dan parestesi pada dermatom
yang terkena. Gejala ini terjadi beberapa hari
menjelang timbulnya erupsi
Gejala konstitusi, seperti sakit kepala, malaise,
dan demam, terjadi pada 5% penderita
(terutama pada anak-anak) dan timbul 1-2 hari
sebelum terjadi erupsi.
Gambaran yang paling khas pada herpes zooster
adalah erupsi yang lokalisata dan unilateral.
Jarang erupsi tersebut melewati garis tengah
tubuh. Umumnya lesi terbatas pada daerah kulit
yang dipersarafi oleh salah satu ganglion saraf
sensorik

Gambar 2 B. Herpes
Gambar
A.
zoster 2
oftalmikus.
Herpes
zoster.
Vesikel menyerang
Vesikel
tumbuh
sesuai
dermatom
berkelompok
persarafan yaitu n.
unilateral
trigeminus cabang
oftalmikus

Gambar 2 C. Herpes
zoster torakalis. Area
predileksi paling sering.
Bersifat unilateral

Menurut lokasi lesinya, herpes


zooster dibagi menjadi:
1. Herpes zoster oftalmikus.
2. Herpes zoster fasialis
3. Herpes zoster brakialis
4. Herpes zoster torakalis
5. Herpes zoster lumbalis
6. Herpes zoster sakralis

Diagnosis
anamnesis

didapatkan
keluhan
berupa
neuralgia beberapa hari sebelum atau
bersama-sama dengan timbulnya kelainan
kulit, demam
Kelainan kulit tersebut mula-mula berupa
eritema kemudian berkembang menjadi
papula dan vesikula yang dengan cepat
membesar dan menyatu sehingga terbentuk
bula. Isi vesikel mula-mula jernih
Karakteristik dari erupsi kulit pada herpes
zoster
terdiri
atas
vesikel-vesikel
berkelompok, dengan dasar eritematosa,
unilateral, dan mengenai satu dermatom

Diagnosis laboratorium dan


pemeriksaan penunjang
1. pemeriksaan
sediaan apus tes
Tzanck
membantu
menegakkan
diagnosis dengan menemukan sel
datia berinti banyak.
2. pemeriksaan cairan vesikula atau
material biopsi dengan mikroskop
elektron, serta tes serologik
3. pemeriksaan
histopatologi
ditemukan sebukan sel limfosit yang
mencolok, nekrosis sel dan serabut
saraf, proliferasi endotel pembuluh

Apabila gejala klinis sangat jelas


tidaklah sulit untuk menegakkan
diagnosis. Akan tetapi pada
keadaan yang meragukan
diperlukan pemeriksaan
penunjang antara lain:
1. Isolasi virus dengan kultur jaringan
dan identifikasi morfologi dengan
mikroskop elektron
2. Pemeriksaan antigen dengan
imunofluoresen
3. Tes serologi dengan mengukur
imunoglobulin spesifik

Komplikasi
1. Neuralgia pasca herpetik
2. Infeksi sekunder
3. Kelainan pada mata
4. Sindrom Ramsay Hunt
5. Paralisis motorik
Penatalaksanaan
Penatalaksaan herpes zoster bertujuan untuk:
1. Mengatasi infeksi virus akut
2. Mengatasi nyeri akut yang ditimbulkan oleh
virus herpes zoster
3. Mencegah timbulnya neuralgia pasca
herpetik.

Pengobatan Umum
Selama fase akut, pasien dianjurkan tidak
keluar rumah, karena dapat menularkan
kepada orang lain yang belum pernah
terinfeksi varisela dan orang dengan
defisiensi imun.Usahakan agar vesikel
tidak pecah, misalnya jangan digaruk dan
pakai baju yang longgar. Untuk mencegah
infeksi sekunder jaga kebersihan badan.
Pengobatan Khusus
a) Sistemik
1. Obat Antivirus
Asiklovir Sebaiknya pada 3 hari pertama

2. Analgetik
Dosis asam mefenamat adalah 1500
mg/hari diberikan sebanyak 3 kali, atau
dapat juga dipakai seperlunya ketika
nyeri muncul.
3. Kortikosteroid
Indikasi pemberian kortikostreroid ialah
untuk Sindrom Ramsay Hunt
prednison dengan dosis 320 mg/hari,
setelah seminggu dosis diturunkan secara
bertahap
b) Pengobatan topikal
Jika masih stadium vesikel diberikan

HERPES SIMPLEKS

Definisi
Herpes simpleks merupakan infeksi
virus yang ditandai dengan lesi primer
terlokalisir,laten
dan
adanya
kecendurangan untuk kambuh kembali.
Ada 2 jenis virus yaitu virus herpes
simpleks (HSV) tipe 1 dan 2 pada
umumnya menimbulkan gejala klinis yang
berbeda,
tergantung
pada
jalan
masuknya.Dapat
menyerang
alat-alat
genital atau mukosa mulut.
Epidemiologi

Etiologi
Penyebab infeksi adalah virus herpes simpleks
termasuk
dalam
famili
herpesviridae,
subfamili
alphaherpesvirinae.HSV tipe I dan tipe II dapat dibedakan
secara imunologis (terutama kalau digunakan antibody
spesifik atau antibody monoclonal).
Masa Inkubasi
Masa inkubasi berlangsung dari 2 sampai dengan 12 hari.
Masa Penularan
HSV dapat diisolasi dalam 2 minggu dan kadangkadang lebih dari 7 minggu setelah muncul stomatitis
primer atau muncul lesi genital primer.
Setelah
itu,
HSV
mungkin
ditemukan
secara
intermittent pada mukosal selama bertahun-tahun dan
bahkan mungkin seumur hidup, dengan atau tanpa
gejala klinis.

Gejala klinis
Kira-kira 10% dari infeksi primer, muncul
sebagai suatu penyakit dengan spektrum
gejala klinis yang beragam, ditandai
dengan panas dan malaise sampai 1
minggu atau lebih
Pada wanita terjadi pada cervix dan vulva..
Pada laki-laki, lesi muncul pada glans penis
atau daerah preputium,
Daerah lain yang terkena selain alat
kelami: mulut, terjadi pada kedua jenis
kelamin,
tergantung
dari
kebiasaan
hubungan seksual

tipe 1. A). vesikel menyerang bagian mata.


B). vesikel berkelompok di kulit wajah. C )
dan D). area predileksi paling sering di
mukosa mulut dan bibir.

Gambar 3 E. Herpes simpleks akibat virus


tipe 2. Vesikel tumbuh di alat kelamin.

Diagnosa dan pemeriksaan penunjang


Diagnosa ditegakkan berdasarkan terjadinya
perubahan
sitologis
yang
khas
(multinucleated
giant
cell
dengan
intranuclear inclusion pada kerokan jaringan
atau biopsi),
Diagnosis pada infeksi primer dipastikan
dengan adanya kenaikan 4 kali pada titer
paired sera dengan berbagai macam tes
serologis;
untuk membedakan antibodi tipe 1 dan tipe
2 saat ini tersedia diberbagai laboratorium
diagnostik; isolat virus dapat dibedakan dari
yang lain dengan analisis DNA.

Upaya Pencegahan
1). Berikan penyuluhan kesehatan
kepada
masyarakat
dan
tentang
kebersihan perorangan yang bertujuan
untuk mengurangi perpindahan bahanbahan infeksius.
2). Mencegah kontaminasi kulit dengan
penderita eksim melalui bahan-bahan
infeksius.
3).
Petugas
kesehatan
harus
menggunakan sarung tangan pada saat
berhubungan langsung dengan lesi

5). Menggunakan kondom lateks


saat melakukan hubungan seksual
mengurangi risiko infeksi; belum
ada
anti
virus
yang
dapat
digunakan
untuk
mencegah
terjadinya infeksi primer meskipun
acyclovir
mungkin
dapat
digunakan
untuk
pencegahan
untuk
menurunkan
insidensi
kekambuhan,
dan
untuk

VARIOLA

Definisi
Penyakit virus yang disertai keadaan
umum
yang
buruk,
dapat
menyebabkan
kematian,
eflorosensinya
bersifat
monomorf
terutama terdapat di bagian perifer
tubuh.
Sinonim
Cacar, smallpox
Etiologi
Penyebab variola ialah virus pox

Gejala klinis
Inkubasnya 2-3 minggu dan terdapat

empat stadium:
1.Stadium inkubasi erupsi (prodromal)
nyeri kepala, nyeri tulang , disertai
demam tinggi, selama 3-4 hari
2.Stadium makulo-papular
macula-makula eritematosa yag
cepat menjadi papul-papul
3.Stadium vesiko-pustulosa
5-10 hari timbul vesikel-vesikel yang
kemudian menjadi pustule-pustul,
suhu tubuh meningkat lagi

Gambar 4 A. Variola. Vesikel bersifat monomorf.


Tumbuh mulai dari perifer ke sentral.

Komplikasi
Kompikasinya

ialah bronkopneumonia,
infeksi kulit sekunder (furunkel, impetigo
dan
sebagainya),
ulkus
kornea,
ensefalitis, effluvium dan telogen dalam
waktu 3-4 bulan.
Diagnosis dan pemeriksaan penunjang
Inokulasi pada korioalantoik, pemeriksaan
virus dengan mikroskop electron dan
deteksi antigen virus pada agar-agar sel.
Selain itu bisa dilakukan pemeriksaan
histopatologik dan tes serologic (tes
ikatan komplemen).

Terapi
Penderita harus dikarantina. Sistemik

dapat diberika obat antiviral (asiklovir


atau valasiklovir) misalnya isoprinosin
dan interferon.
Boleh juga di berika globulin-gama.
Untuk pengobatan simptomatik dapat
diberikan analgetik dan antipiretik.

Definisi

V. KONDILOMA
AKUMINATUM

Kondiloma adalah kutil yang


berlokasi di area genital (uretra,
genital dan rektum). juga dikenal
sebagai: kutil kelamin, kutil
kemaluan, kutil genital (kutil
genitalia), genital warts, veruka
akuminata, venereal wart, jengger
ayam.
Etiologi
Kutil kelamin atau kondiloma

Faktor-faktor resiko
1.Aktivitas Seksual
2.Kehamilan
3.3. Imunitas
Gejala yang sering muncul antaranya:
Kondiloma akuminata sering muncul

disaerah yang lembab, biasanya pada penis,


vulva, dinding vagina dan dinding serviks dan
dapat menyebar sampai daerah perianal
Berbau busuk
Warts/kutil memberi gambaran merah
muda, flat, gambaran bunga kol
Pada pria dapat menyerang penis, uretra

Gambar
5 B. Kondiloma
Kondiloma
akuminata. Area
akuminatum.
predileksivegetasi
di tempat
Berbentuk
lembap
seperti
dan
bertangkai
di di
penis.
daerah
labia
mayora.

Gambar 5 C. Kondiloma
akuminatum. Kutil
tumbuh di daerah
perianal dan perineum.

Diagnosa banding
Veruka vulgaris yang tidak bertangkai,

kering dan berwarna abu abu atau sama


dengan warna kulit.
Kondiloma latum atau sifilis stadium II,
klinis berupa plakat yang erosi,
Karsinoma sel skuamosa vegetasi yang
seperti kembang kol mudah berdarah dan
berbau.
Penatalaksanaan
a. Kemoerapi
b. Terapi pembedahan
Kuret atau Kauter (Elektrokauterisasi)

VI. MOLUSKUM KONTAGIOSUM

Definisi

Moluskum
kontagiosum
merupakan
penyakit
kulit
yang
disebabkan
oleh
Molluscum
Contagiosum
Virus
(MCV)
yang
menyerang kulit dan membrane
mukosa.
Epidemiologi

Angka
kejadian
moluskum
kontagiosum
di
seluruh
dunia

Etiologi

Molluscum
Contagiosum
Virus
(MCV); kelompok Pox Virus dari
genus Molluscipox virus.
Faktor risiko meliputi:
a)Anak-anak, adanya kontak langsung
kulit ke kulit dengan anak yang
terkena
b)Dewasa imunokompeten - Terutama
terjadi karena kontak seksual dengan
pasangan yang terkena.

Gejala klinis
Masa inkubasi Moluskum kontagiosum didapatkan

satu sampai beberapa minggu hingga 6 bulan.


Lesi berupa papulae miliar, asimtomatis, berbentuk
kubah dengan delle, bila dipijat mengeluarkan
massa putih seperti butiran nasi.
Tempat predileksi adalah wajah, badan serta
ekstremitas.
Diagnosa banding
1. Kriptokokosis
2. Basal Cell Carcinoma
Terapi
1. Bedah Beku (Cryosurgery)
2. Eviserasi
3. Pulsed Dye Laser

Moluskum
Gambar 6 C. Moluskum
kontagiosum.
kontagiosum. Lekukan
Salah
satu
areapapul.
delle (+)
di atas
predileksi papul
ialah di wajah.

Definisi

VERRUCA

Veruka
ialah
hiperplasi
epidermis
disebabkan oleh human papilloma virus tipe
tertentu.
Sinonim
Kutil, common wart
Epidemiologi
Veruka dapat terjadi pada semua usia.
Insiden meningkat pada masa sekolah dan
puncaknya terjadi pada saat dewasa muda.
Etiologi
Merupakan infeksi dari virus papilloma

Klasifikasi
Penyakit ini terbagi kepada beberapa bentuk klinis:
1. veruka vulgaris dengan varian veruka filiformis
2. veruka plana juvenilis
3. veruka plantaris
4. veruka akuminatum (kondiloma akuminatum)
Gejala klinis
1. Veruka vugaris : Kutil ini terutama terdapat pada

anak, tetapi juga terdapat pada dewasa dan orang


tua. Tempat predileksinya terutama di ekstremitas
bagian ekstensor
2. Veruka plana juvenilin: Kutil ini besarnya miliar
atau lentikular, permukaan licin dan rata,
berwarna sama dengan warna kulit atau agak
kecoklatan

3. Veruka plantaris
Kutil ini terdapat di kaki terutama di

daerah yang mengalami tekanan.


Bentuknya berupa cincin yang keras
4. veruka akuminatum
Kutil ini juga dikenali dengan nama
kondiloma akuminatum atau genital
wart dengan kelainan kulit berupa
vegetasi yang bertangkai dan berwarna
kemerahan jika telah lama bewarna
agak kehitaman
Diagnosis banding
Karsinoma
sel
skuamosa
yang

Verruca
Verruca
vulgaris.
Kutil
plantaris.
tumbuhKutil
dalam
pelbagai
tumbuh
ukuran,
di
telapak
permukaan
kaki dan
bersifat
verukosa
multiple
dan
seperti
bertangkai.
mosaik.

Terapi
Terapi

pada
veruka
vulgaris
disesuaikan dengan lokasi tubuh
yang terkena.
Penatalaksanaan
untuk
pasien
dilakukan
elektrokauterisasi.
Elektrokauterisasi ini efektivitasnya
tinggi
dalam
menghancurkan
jaringan yang terinfeksi dan HPV,
serta kontraindikasi untuk pasien
dengan cardiacpacemakers.
Penatalaksanaan lainnya :

TERIMAK
ASIH