Anda di halaman 1dari 54

REFRESHING

MIKROBIOLOGI & PEMERIKSAAN PENUNJANG PADA


KULIT
Pembimbing : Dr. Heryanto Syamsudin, Sp. KK

Disampaikan Oleh : Dian Riani (2009730132)

PENDAHULUAN
steril hanya didapatkan dalam
waktu yang singkat setelah lahir.
Kulit manusia tidak bebas hama (steril)
karena permukaan kulit mengandung
banyak bahan makanan (nutrisi) untuk
pertumbuhan organisme, antara lain
lemak, bahan - bahan yang mengandung
nitrogen, mineral dan lain - lain
Kulit

Dalam

hal hubungannya dengan kulit


manusia, bakteri dapat bertindak sebagai :
Parasit yang dapat menimbulkan penyakit
Komensal yang merupakan flora normal

PATOGENESIS dan VIRULENSI


patogen spesies bakteri yang
mampu menimbulkan penyakit.
Patogenitas atau sifat patogen merupakan
istilah yang relatif dan bakteri mempunyai
frekuensi untuk menimbulkan penyakit
yang berbeda.
Terdapat 2 jenis patogenitas bakteri, yaitu :
Bakteri

Patogen habitual
Patogen oportunistik

(pembawa kuman) hospes yang


mengandung bakteri patogen, tanpa adanya
penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri
tersebut.
Virulensi istilah yang digunakan untuk
menggambarkan galur (strain) dlm suatu
spesies patogen dan mencakup semua bahan bahan di dalam organisme tersebut yg dapat
menyebarkan kuman atau menimbulkan
penyakit pada hospes yang baru.
Carrier

KOLONISASI
Bakteri

yang mengkontaminasi kulit


dapat hidup dan bermultiplikasi disebut
kolonisasi dan kemudian menimbulkan
penyakit infeksi.
Kolonisasi berbeda dari infeksi, yakni
pada kolonisasi hospes tidak memberi
respons dan dengan demikian pada
kolonisasi juga tidak didapatkan kenaikan
titer antibodi.

Frekuensi

kontaminasi menimbulkan
kolonisasi dan kolonisasi menimbulkan
penyakit infeksi bergatung pada :
1.
2.
3.
4.

Virulensi organisme
Besarnya inokulasi
Tempat masuk kuman
Pertahanan atau imunitas hospes

PATOGENESIS INFEKSI
Sifat

respons inflamasi kulit terhadap


bakteri tertentu bergantung pada :
Banyaknya bakteri yang masuk ke dalam kulit
(inokulasi kulit).
Bergantung pada cara bakteri tersebut
mencapai daerah yang bersangkutan.

Dinding
pembuluh
darah
sering
merupakan tempat utama kelainan kulit
pada penyebaran infeksi.

Manifestasi

permulaan berupa perdarahan


atau trombosis disertai infark. Kemudian
diikuti reaksi selular akibat inokulasi
bakteri ke dalam kulit, lalu timbul
inflamasi setempat dan supurasi. Hal ini
dapat menimbulkan penyebaran sistemik.

Terdapat

beberapa
bakteri
yang
menyebabkan bakterimia atau lesi jauh
tanpa menimbulkan respon inflamasi yang
jelas pada tempat masuk kuman (port
dentre e) :
Yernisia Pestis
Streptobacillus Moniliformis

PERTAHANAN KULIT
1.

Keadaan Kering
Kulit mempunyai perlindungan yang kering dan
secara mekanik kontaminasi organisme dengan jalan
deskuamasi.

2. Mekanisme Kimiawi
Asam - asam lemak berantai karbon yang tidak
jenuh terbentuk di permukaan kulit sebagai hasil
pemecahan ester - ester sebum oleh flora komensal.
Dari hasil penyelidikan telah diketahui bahwa bahan
aktif asam - asam lemak tidak jenuh yang
mempunyai efek anti bakteri, ialah terutama asam
oleat.

3.

Fenomena Interferensi Bakteri


Fenomena ini ialah pengaruh supresif bakteri atau
galur bakteri terhadap kolonisasi bakteri lainnya.
Contoh : untuk menghadapi epidemi Staphylococcus
pada tempat - tempat perawatan bayi, dipergunakan
galur spesies yang kurang virulen. Galur tersebut
diinokulsikan pada umbilikus. Dengan cara tersebut
galur (strain) yang prevalen pada bayi, dapat
dikurangi.

4. Bakteri Normal di Kulit


Adanya bakteri tersebut menghasilkan antibiotika
yang dapat menghambat mikroorganisme lainnya.

FLORA NORMAL KULIT


PRICE

pada tahun 1938 membedakan


flora transien dan flora residen
Flora Residen

Flora Transien

Non - patogen

Patogen/ non
patogen

1.

Patogen

2.

Sifat di permukaan kulit

Stabil

Tidak stabil

3.

Mempertahankan diri

Dapat

Tidak dapat

4.

Memperbanyak diri secara


tetap/ teratur

Dapat

Tidak dapat

5.

Dihilangkan dari kulit dengan


cara menghapus

Sulit

Mudah

FLORA RESIDEN
Flora

residen yang tersering ialah :

1. Micrococcaceae
2. Corynebacteriaceae acnes
3. Aerobic diphteroids

. Famili Micrococcaceae terdiri atas 3 genera :


1. Micrococcus
2. Staphylococcus
3. Sarcina

. Sifat - sifat famili Micrococcaceae ialah kokus


positif - gram dan katalase positif

KLASIFIKASI SISTEM BAIRD


PARKER (1963)
Berdasarkan

kemampuan membentuk asam dari


glukosa dalam kondisi anaerobik, maka
Micrococcaceae dibagi dalam :

Genus Staphylococcus reaksi positif


Genus Micrococcus reaksi negatif

Kemudian masing - masing genus dibagi lagi


dalam sub divisi, contoh : Staphylococcus
mempunyai 6 tipe, dan Micrococcus
mempunyai 7 tipe.

Micrococcus

Tipe M1 dan M2 : sering dittemukan di daerah


intertriginosa.
Tipe M3 : dominan pada kulit kepala dewasa.
Tipe M7 : sering disebut Sarcina lutes, lebih
sering ditemukan pada kulit normal daripada
dermatitis.

Staphylococcus

S.I Staphylococcus aureus


S.II dan V Staphylococcus epidermidis
S.VI galur (strain) yang dapat
memproduksi asam dari manitol secara
aerobik, tetapi tidak secara anaerobik.

Corynebacteria

Aerobic diphtheroids merupakan anggota


genus Corynebacterium yang non - patogen.
Organisme ini berbentuk batang positif - gram.

FLORA TRANSIEN
Flora transien terdiri atas :
1. Organisme aerobik yang membentuk spora
(Bacillus spp.)
2. Streptococcus
3. Neisseria
4. Basil negatif - gram yang berasal dari daerah
intertriginosa dapat menjadi flora transien di
tempat lain

FAKTOR MODIFIKASI
Pantang mandi tidak meningkatkan
jumlah organisme.
2. Musim rupanya hanya berpengaruh
sedikit pada jumlah organisme. Jumlah
organisme meningkat jika suhu luar dan
kelembaban meningkat.
3. Penambahan hidrasi akan meningkatkan
flora total.
1.

LOKALISASI FLORA BAKTERI


Mayoritas

organisme aerobik terdapat di


permukaan lapisan terluar stratum
korneum. Juga banyak ditemukan
organisme pada infundibulum folikel
rambut.
Organisme anaerobik terdapat dalam
jumlah besar pada sebum yang
disekresikan dan mungkin pada bagian
dalam folikel pilosebaseus.

PERANAN FLORA NORMAL


Yang terpenting ialah sebagai pertahanan
terhadap infeksi bakteri, dengan jalan
interferensi bakteri.
2. Memproduksi
asam lemak bebas.
Terdapat banyak bukti Corynebacterium
acnes dan kokus negatif - gram mampu
menghidrolisiskan lemak dari sebum dan
menghasilkan asam lemak bebas.
1.

FLORA pada ORIFISIUM TUBUH


MEATUS
Jenis Flora
Meatus Auditorium
Ekternum

Micrococci dan diphtheroid, juga terdapat BTA yang


Non - patogen

Vestibulum Nasi

Micrococci dan diphtheroid, Staphylococcus,


Streptococcus pyogenes

Uretra

Micrococci dan diphtheroid, Mycobacterium smegmatis

Vulva

Organisme aerobik termasuk diphtheroid, Micrococci,


enterococci dan coliform

Umbilikus

Biasanya dikolonisasi oleh Staphylococcus aureus


segera setelah lahir. Juga dapat dikolonisasi oleh
Streptococcus pyogenes.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Biopsi
Kulit

Wood
lamp

Patch
Test

Prepara
t KOH

Biopsi Kulit
Merupakan

teknik pemeriksaan yang sangat


penting untuk menentukan diagnosis pada
banyak kelainan kulit.
Ada dua cara :
Biopsi insisi/eksisi
Punch biopsy
Sediaan

yg
didapatkan
dikirim
untuk
pemeriksaan histopatologi yang konvensional
dan pemeriksaan khusus lainnya, misal untuk
mengetahui fenotipe DNA

Biopsi insisi/eksisi
Tindakan

ini membutuhkan sampel pemeriksaan


yg cukup besar ukurannya
Pemberian anastesi lokal + adrenalin (1:10.000),
membantu mengurangi pendarahan
Biopsi insisi : buat dua sayatan yg berbentuk elips,
melewati tepi lesi, tepi dari kulit yg normal disekitar
lesi. Biopsi Eksisi : perluas elips mengelilingi
keseluruhan lesi.
Perbaiki kerusakan yang ditimbulkan, dengan jahitan.

Tentukan
lokasi

Hasil biopsi

Angkat dgn
pinset

Anestesi lokal

Menembus
subkutan

Gunakan
gunting untuk
dasar

Eksisi dgn
scalpel/biopsi
lubang

Biopsi lubang

Jika perlu jahit

Punch biopsy
Lebih cepat, namun hanya memperoleh sampel yg
kecil
Lakukan anastesi lokal
Tusukkan pisau biopsi kedalam lesi dan
lakukan gerakan melingkar
Tarik ke atas jaringan ditengah irisan tadi
dan pisahkan dengan menggunakan gunting
atau pisau skapel
Atasi perdarahan dengan perak nitrat atau
jahitan kecil.

Punch biopsy

Lampu Woods
Lampu

wood menghasilkan sinar ultraviolet

Teknik : dilakukan dalam kamar gelap menggunakan


lampu ultraviolet yg difilter dengan nikel oksida,
panjang gelombang 320-400 mm. pasien diperiksa
dengan mata tertutup, pancarkan sinar ke lesi.

Coral pink fluorescence of erythrasma


in the groin creases, viewed with
Woods light.

Interpretasi

Proses

Lampu Wood

Vitiligo
Hiperpigmentasi pasca

Putih total
Coklat ungu

peradangan
Infeksi Pseudomonas
Eritrasma
Tinea versikolor

Hijau biru sampai biru


Merah jambu mengkilap
Kuning sampai jingga

Tinea kapitis

keemasan
Kuning

Microsporum canis
Keterangan

: pada beberapa jamur lesi memancarkan


sinar oleh karena pteridin bereaksi dengan rambut

Woods Light

Vitiligo sebelum disinar lampu Wood (kiri) dan setelah disinar lampu
Wood (kanan)

Test tempel (patch test)


Dirancang

untuk mencatat sensitivitas terhadap antigen

spesifik
Curiga dermatitis atopik

Tehnik
Jelaskan

kepada pasien sebelum dan sesudah tindakan


Jangan menggunakan obat jenis kortison selama 1
minggu sebelum tgl pelaksanaan
Sampel dibubuhkan dalam jumlah sedikit pada plester
bentuk cakram yg ditempel pada punggung.
Prosedur dilaksanakan selama 30 menit
2-3 hari plester dilepas
reaksi alergi (+) bila terlihat merah sedikit
papul/vesikel, pada reaksi berat dapat terdapat bula.

Kerokan kulit
Preparat KOH etiologi dicurigai jamur
Tempatkan
di obyek
glass

Tentukan
lesi

Mikroskop

Lakukan
pemanasan
singkat

Berikan 1-2
tetes KOH
10-20%

Laboratorium lainya

Diascopy
Prict

test
Dermatografisme
open test
Skin test

Hematologi

dan
biokimia darah
Imunologi
Bakteriologi dan
mikologi
Sitologi (FNA)

Penunjang lainya

Diaskopi
Tujuan

: membedakan eritema dengan purpura


Cara: : kaca objek/bahan transparan ditekan
diatas lesi, penekanan ini akan menghambat
aliran darah
Hasil:
Positif: jika warna merah menghilang
Negatif: jika warna merah tidak menghilang
Interpretasi:
(+)
Eritema
Diascopy
highlights
the "apple jelly" coloration of cutaneous
sarcoidosis
(-) Purpura atau telangiektasis

Tes Cukit (PRICK TEST)


Tujuan pemeriksaan : Untuk mencari penyebab
dermatitis kontak alergi
Teknik : Cairan alergen diteteskan keatas kulit,
kemudian daerah tersebut ditusuk dengan jarum.
Interpretasi : (+) setelah 15-30 kemudian terlihat
kemerahan dengan indurasi yang paling
bermakna.
Untuk melihat respon humoral.

Dermatografisme
Tujuan : untuk mencari penyebab dermatitis
atopi
Teknik : gores kulit dengan benda tumpul
Interpretasi : segera setelah digores terlihat
garis putih yang 5 detik kemudian menjadi
garis merah dan menjadi garis putih yang
lebih lebar yang menetap selama 5-20 menit.

Open

test

Tujuan : untuk mencari DKA


Teknik : alergen dalam bentuk cairan
dioleskan pada kulit biarkan 24-48
jam. Baca hasilnya
Interpretasi : reaksi alergi (+) bila
terlihat merah sedikit papul/vesikel,
pada reaksi berat dapat terdapat
bula.

Skin

Test

Tujuan : digunakan sebelum


pemberian obat yang sering
menyebabkan reaksi
Teknik : suntik intrakutan antigen
yang diencerken pada lengan bawah,
baca 15-30 menit kemudian
Interpretasi : (+) terlihat kemerahan
dengan indurasi.

Skin test

TES LILIN
Tujuan pemeriksaan:
Memeriksa psoriasis
Cara melakukan:
Pada skuama yang tebal berlapis-lapis digores dengan tepi kaca
objek glass.
Interpretasi:
Terdapat garis putih seperti tetesan lilin pada goresan.
Keterangan :
terjadi karena skuama tersebut patah hingga di masuki udara.

TANDA AUSPITZ
Tujuan pemeriksaan:
Memeriksa psoriasis
Cara melakukan:
Pada lesi(skuama) digoreskan dengan benda tajam, lalu dilepaskan
lapisan demi lapisan beberapa menit, kemudian timbul tanda auspitz.
Interpretasi:
(+) jika tampak bintik-bintik perdarahan diatas dasar eritem.
(-) pada pustular psoriasis
Keterangan :
terjadi karena akantosis dan papilomatosis

TANDA NIKOLSKY
Tujuan pemeriksaan:
Untuk membedakan bulla intradermal(tes pada penyakit
vesikobulosa, steven jhonson syndrome, epidermolisis).
Cara melakukan:
Penekanan dengan telunjuk pada bagian samping bula.
Interpretasi:
(+) bila cairan meluas ke sekelilingnya.
Keterangan :
terjadi karena adanya akantolisis.

TES GUNAWAN
Tujuan pemeriksaan:
Untuk melihat fungsi sensoris pada pemeriksaan morbus hansen.
Cara melakukan:
Pensil tinta digoreskan mulai dari tengah lesi kearah tepi lesi.
Kemudian penderita disuruh beraktifitas ringan agar berkeringat.
Interpretasi:
N

: tinta melebar.

MH : tinta tidak melebar karena adanya gangguan fungsi kelenjar


keringat.

TES KERTAS SIGARET


Tujuan pemeriksaan:
Untuk membuktikan dermatitis seboroik.
Cara melakukan:
Aseptik dan antiseptik daerah lesi kemudian dikerok dengan
skalpel, dan disimpan diatas kertas, lipat kertas kemudian
ratakan dengan jadi.
Interpretasi:
Kertas berminyak

DIMPLE SIGN
Tujuan pemeriksaan:
Untuk membedakan dermatofibroma dan melanoma maligna.
Cara melakukan:
Menekan nodul dari samping dengan jari telunjuk dan ibu jari.
Interpretasi:
Pada dermatofibroma melekuk kedalam.
Pada melanoma maligna menimbul dari permukaan kulit

DARIER SIGN
Tujuan pemeriksaan:
Tes untuk urtikaria pigmentosa

Cara melakukan:
Menggosokkan papula/makula yang kecil dengan
benda tumpul.

Interpretasi:
(+) setelah digosok : edema.

FENOMENA KOEBNER
(ISOMORFIC REACTION)

Tujuan pemeriksaan:
Tes pada psoriasis, lichen planus, lichen nitidus.

Cara melakukan:
Pada kulit normal dilakukan trauma.

Interpretasi:
Timbul kelainan kulit yang serupa (8-10 hari
setelah trauma) pada kulit normal, bentuk lesi linier.

PEMERIKSAAN UNTUK MENCARI


KANALIKULI
Tujuan pemeriksaan:
Diagnosis pada skabies
Cara melakukan:
Lesi yang dicurigai diolesi dengan tinta cina, atau dengan
tetrasiklin. Kemudian disinari lampu wood.
Interpretasi:
(+) terlihat tinta masuk kanalikuli.
(+) sinar biru atau ungu.
Keterangan :
Kanalikuli garis lurus berkelok-kelok

Cara pembiakan (kultur)


Skuama,

kuku & rambut yang telah dipotong2 kecil,

diletakkan media dengan alat (ose) kemudian


tempatkan dalam ruang dengan suhu kamar
(udara kamar),
kalau

(+) akan ada koloni dengan bentuk & warna

yang berbeda tergantung dermatophytanya.


Kemudian

koloni diambil sedikit dilihat dengan

mikroskop untuk mencari makrospora.


Kultur dari T. violaceum dan T. tonsurans

SEKIAN
TERIMA KASIH

WASSALAMU ALAIKUM WR.WB