Anda di halaman 1dari 15

Skenario 4

Keyword

Siklus hidrologis
Scabies
Leptospirosis
Environmental hazard
Sistem ekologi
Banjir

Klarifikasi istilah
Siklus hidrologis peredaran air
secara umun dari laut ke atmosfer
melalui penguapan, kemuadian jatuh
ke permukaan bumi sebgai hujan,
mengalir diatas permukaan di dalam
tanah sebagai sungai yang mengalir
menuju laut (fuji 2011)

Scabies penyakit kulit menular


yang bersifat zoonosis yang
disebabkan oleh tungau sarcoptes
scabiei yang ditularkan secara
kontak langsung dan menyebabkan
rasa gatal yang hebat sampai
timbulnya eritema papula dan
vesikula (wardana 2005)

Leptospirosis suatu penyakit


zoonoziz yang disebabkan oleh m.o
berbentuk spiral dan bergerak aktif
yang dinamakan leptospira ( WHO
2010)

Environmental hazard keadaan


atau lingkungan yang berbahaya

Rumusan masalah
1. Faktor faktor apa sajakah yang mempengaruhi
timbulnya penyakit skabies dan leptospirosis pada
kasusu tsb?
2. Bagaimanakah penularan penyakit pada skabies
dan leptospirosis?
3. Apa saja askep dari kasus ini ?
4. bagaiman tindakan dari masing masing tenaga
medis untuk menanggulangi kasus ini?
5. Bagaimana pencegahan penularan penyakit pada
kasus ini?
6. Bagaimana penatalaksanaan scabies dan
leptospirosis?
7. Bagaimana prevalensi scabies dan leptospirosis di
indonesia?
8. Bagaimana cara kita memastikan diagnosis
scabies dan leptospirosis?

Faktor faktor apa sajakah yang


mempengaruhi timbulnya penyakit skabies
dan leptospirosis pada kasusu tsb?
Faktor agen : leptospira, sarcoptes scabeiei
Faktor host : leptospirosis adanya
hewan yang terinfeksi bakteri leptospira ke
manusia., manusia ke manusia dan
manusia ke hewan. Scabies dari pola
hidup manusia dan faktor imunitas
pejamu.
Faktor lingkungan : lingkungan fisik
banjir

Bagaimanakah penularan
penyakit pada skabies dan
leptospirosis

Leptospirosis penularan secara


langsung : melalui darah, urin atau cairan
tubuh yang mengandung leptospira . Dari
hewan ke manusia diakibatkan oleh
pekerjaan pemeliharaan hewan
Secara tdk langsung : dari genangan
air, akibat dari kencing hewan yang
terinfeksi kuman leptospira,
Scabies secara kontaklangsung dengan
penderita (misal, menggunakan barang
barang seperti pakaian, handuk, sprai
yang pernah digunakan penderita)

Apa saja askep dari kasus


ini ?
Scabies Melakukan pengkajian (biodata, riwayat
kesehatan, )
Diagnosa resiko infeksi berhubungan dg jaringan kulit
rusak: intervensi monitor kerentanan thd infeksi,
infeksi kulit dan membran mukosa thdp
kemerahan,panas
Gangguan pola tidur brhubungan dg rasa gatal : kaji
tidur px, berikan kenyamanan pd px (kebersihan tempat
tdr)
Diagnosa kerusakan integritas kulit berhubungan dg
edema : berikan perawatan kulit pd area edema, insfeksi
kulit dan membran mukosa thdp membran kemerahan,
panas, mampu melindungi kulit dan mempertahankan
kelembapan kulit dan perawatan alami
Leptospirosis

bagaiman tindakan dari masing


masing tenaga medis untuk
menanggulangi kasus ini?
Dokter melakukan survilance
Farmasi memberikan KIE terkait
terapi farmakologi dan non
farmakologi
Keperawatan melakukan
intervensi dari diagnosa keperawatan

Bagaimana pencegahan
penularan penyakit pada kasus
ini?

Pencegahan leptospirosis
A. Jalur sumber infeksi melakukan tindakan isolasi tau
membunuh hewan yang terinfeksi, mengurangi
populasi tikus dg beberpa cara sprti : penggunaan
racun tikus, pemasangan jebakan, penggunaan
rondentisida, dan predator rondent.;
B. Jalur penularan pemakaian pelindung kerja
(sepatu, sarungtangan, pelindung mata, apron,
masker,), memcuci luka dg cairan antiseptik, dan
ditutup dg plester kedap air
C. Jalur pejamu manusia menumbuhkan sikap
waspada, melakukan penyebarab informasi,
Pencegahan scabies
A. Menghindari kontak langsung dg px, serta mencegah
penggunaan barang-barang px scr bersama-sama

Bagaimana penatalaksanaan
scabies dan leptospirosis?
Scabies
Non medicametosa : menjaga
kebersihan dan higienitas dg cara
menggunakan barang pribadi, mandi dg
air hangat,
Medicametosa : sistemik memberikan
interhistin 50 mg 2x1tab .
Topikal 30 g krim scabimit

Leptospirosis

Bagaimana prevalensi scabies


dan leptospirosis di indonesia?
Menurut kusprianto prevalensi
scabies di indonnnnesia pada th 2001
sebesar 4,6 12,95% dan scabies
menduduki urutan ke 3 dari 12
penyakit kulit tersering
Leptospirosis di indonesia pada tahun
2002 sebesar 16,7% dan menurut
depkes pada th 2004-2010
prevalensinya meningkat

Bagaimana cara kita


memastikan diagnosis scabies
dan
leptospirosis?
4 tanda adanya scabies (cardinal scabies) :

Pruritus nokturnal
Menyerang berkelompok
Kunikulus
Ditemukannya tungau

Leptospirosis :
anamnesis riwayat pekerjaan px, demam muncul tiba-tiba,
nyeri kepala terutama bagian frontal, mata merah diikuti dengan
potofobia, nyeri otot dan keluhan GI.
Pemeriksaan fisik : demam, bradikardi, nyeri tekan otot, ruam
pada kulit, hepatomegali,
Ada 3 stadium. I jika ada demam mengigil, sakit kepala muntah,
malaise, konjungtivis serta kemerahan
II: mulai ada pembentukan AB gejalanya lebih bervariasi : terjadi
pada minggu 2 dan 3
III : adanya komplikasi ada kejang pada mata, hati, paru-paru.
Adanya pendarahan ddari saluran nafas, serta infeksi pada
kehamilan

Anda mungkin juga menyukai