Anda di halaman 1dari 18

EPISTAXIS

ADITYA KRISTIANTO
2006.04.0.0030

Definisi:

Perdarahan akut yang berasal dari hidung

Berasal dari kata yunani epistazo (epi=above/over, stazo=to


drip)

Bukan penyakit

Timbul spontan atau karena sebab lain

90% berhenti spontan

95% dari anterior

EPISTAXIS ANTERIOR
Berasal
Anak

dari plexus Kiesselbach (Littles area)

dan Dewasa muda

Angka

kejadian 90% - 95% dari seluruh epistaksis

Tersering
Keluhan

karena trauma, mengorek hidung

pasien : mimisan
Perdarahan dapat berhenti sendiri dan dapat dikendalikan dengan tindakan sederhana

EPISTAXIS POSTERIOR
Cabang
Usia

A. Sphenopalatina

Lanjut

Pada

kasus arteriosclerosis, hipertensi, Kars. Nasofaring, Angiofibroma nasofaring juvenilis

Keluhan
Klinis

pasien : asimptomatis (bukan mimisan tetapi rasa mual, muntah darah, batuk darah, berak hitam)

pasien : anemia

Perdarahan

cenderung berat dan jarang berhenti sendiri

EPISTAXIS
ANTERIOR DAN
POSTERIO

ETIOLOGI

Kongenital
Oslers disease
Aquired
1. Trauma
2. Infeksi
3. Neoplasma
4. Idiopatik
Lokal

Penyakit kardiovaskuler

Kelainan darah
Infeksi akut
Obat
Perubahan tekanan
atmosfer Caisson disease
Gangguan endokrin

Idiopatik

Sistemik

Gejala
Perdarahan berasal dari bagian depan dan
belakang hidung
Posterior gejala yang tidak terlalu jelas
seperti mual, muntah darah, batuk darah,
anemia
Perdarahan yang hebat dapat menimbulkan syok
dan anemia, akibatnya dapat timbul iskemia
serebri, insufisiensi koroner dan infark miokard,
sehingga dapat menimbulkan kematian

DIAGNOSIS

Tindakan segera
Indikasi : perdarahan aktif
1. Perbaiki keadaan umum ( kp infus/ tranfusi)
2. Cari sumber perdarahan (anterior/ posterior)
3. Hentikan perdarahan

3 Prinsip Utama Menanggulangi Epistaksis


a. Menghentikan perdarahan
b. Mencegah komplikasi
c. Mencegah berulangnya epistaxis

Pada anak yang sering mengalami epistaksis ringan,


perdarahan dihentikan dengan cara menekan kedua
cuping hidung ke arah septum selama 5-20 menit

Pasien meniupkan semua darah di hidung


keluar
kemudian membungkukkan badan ke depan
kepala dimiringkan kemudian disemprot LET
solution (lidocaine 4%, epinephrine 0.1%, and
tetracaine 0.4%, apabila tidak ada diganti
oxymetazoline
membungkuk ke depan lagi
dimasukkan rigid nasal endoscope dan
suction utk membersihkan cavum nasi
identifikasi lokasi perdarahan

Epistaxis Anterior

PENATALAKSANAAN
Teknik kaustik

TEKNIK TAMPON BOORZALF


Indikasi tampon Boorzalf
Epistaksis anterior
Teknik pemasangan:
Topikal Anestesi
Kasa Lebar 1,5cm yang diberi vaselin dan acidum boricum
Dimasukkan berlapis-lapis dari bawah ke atas
Perdarahan + pasang tampon sisi kontralateral (counter pressure)
Diganti tiap 2-4 hari

PENATALAKSANAAN
EPISTAXIS POSTERIOR
Tampon Bellocq
Indikasi:
Perdarahan Hebat dan Sukar dicari
Tampon Anterior Gagal
Dipasang tidak lebih dari 5-7 hari
Teknik pemasangan:

Topical Anestesi

Masukkan catheter ke lubang hidung yang


berdarah sampai ke nasofaring

Gunakan Ring Forcep untuk menarik


kateter keluar melalui mulut

Pasang tampon pack pada ujung kateter


dengan tali panjang menggantung keluar
mulut

Tampon didorong sampai soft palate


dengan jari

Pasana tampon roll pada ujung kateter


yang lain di anterior lubang hidung yang
berdarah

Tali yang menggantung keluar dari mulut


dilekatkan pada pipi penderita

LAINNYA:

Ligasi arteri : a.etmoidalis anterior dan posterior,


a. maksilaris interna, a. karotis externa, a.
sphenopalatina
Indikasi ligasi arteri : Tampon Nasal Anterior dan
Posterior Gagal
Embolisasi arteri maxillaris interna dan
cabangnya dilakukan apabila ligasi arteri
sphenopalatina tetap gagal menghentikan
perdarahan

Pencegahan Perdarahan Berulang

Cari Penyebab Perdarahan


Labs: DL, faal hemostasis, fungsi hepar dan ginjal.
Foto: Ro atau CT scan (a.i curiga sinusitis)
Konsul Penyakit Dalam atau Kesehatan Anak (a.i
kelainan sistemik)

Komplikasi:
1. Syok
2. Anemia
3. Tekanan darah
turun

Prognosis

90% epistaksis dapat


berhenti sendiri dan juga
dapat diatasi di gawat
darurat

Pada penderita hipertensi


dengan atau tanpa
arteriosklerosis, biasanya
perdarahan hebat, sering
kambuh dan prognosis
buruk