Anda di halaman 1dari 2

BAB III

KERANGKA KONSEPTUAL
Konstipasi

Gejala:
Susah buang air besar, nyeri saat buang
air besar, feses keras, rasa tidak nyaman
pada perut

Penyebab: kurang serat


dan penggunaan obat
antasida

Mineral oil

Bahan aktif yang digunakan :


Mineral oil

Mineral oil
Keuntungan: Berkhasiat sebagai
laksatif dalam dosis rendah, .
Kerugian: Mudah teroksidasi, tidak
stabil dalam air

Bentuk sediaan yang dipilih:


Emulsi
Keuntungan: mineral oil lebih
mudah diabsorbsi dalam bentuk
emulsi, bioavailabilitas lebih baik
dalam bentuk sediaan emulsi,
memperbaiki penampilan karena
merupakan
campuran
yang
homogen, meningkatkan stabilitas
obat yang lebih mudah terhidrolisa
dalam air.

12

Dosis:
10-30 mL
Anak-anak > 6-11 tahun : 5
mL-15 mL diberikan sebagai
dosis tunggal atau dalam dosis
terbagi
Dewasa dan 12 tahun: 15-45
mL/hari diberikan sebagai dosis
tunggal atau dosis terbagi

Karakter fisik bahan aktif:


Kelarutan: Praktis tidak larut
dalam etanol, gliserin dan air:
larut dalam aseton, benzene,
kloroform, karbon disulfida, eter
dan petroleum (BP, 2008)
Bentuk: Tembus pandang, tidak
bewrna, cairan minyak kental,
tidak berpendar pada siang hari.
Praktis tiak berasa dan tidak
berbau ketika dingin dan
mempunyai bau seperti
petroleum eter
Karakterteristik kimia:
pH: 4,8
stabil dengan air: iya
kadar: 100 mL/5mL

Bentuk sediaan : Emulsi


Formula:
R/
Mineral oil
Benjamin gum
Natrium benzoat
Vanilin
Natrium sakarin
Buffer asetat
BHT
Aquades

Evaluasi:
Organoleptik
pH
Viskositas
Volume tak terpindahkan
Penentuan tipe emulsi
Uji stabilitas

13