Anda di halaman 1dari 17

REFERAT

MELASMA
Pembimbing :
dr. Heryanto Syamsuddin, Sp.KK
Disusun oleh :
Ika Febriyani 2008730014

DEFINISI
Hipermelanosis didapat yang biasanya
bilateral dan sering kali simetris
berupa makula yang tidak merata
berwarna coklat muda sampai coklat
tua, mengenai area yang terpajan
sinar ultra violet dengan tempat
predileksi pada pipi, dahi,daerah atas
bibir, hidung dan dagu.

SINONIM
kloasma atau topeng kehamilan.

EPIDEMIOLOGI
Dapat mengenai semua ras terutama yang tinggal
di daerah tropis.
Terutama dijumpai pada wanita, meskipun didapat
pula pada pria ( 10% ). Di indonesia perbandingan
kasus wanita dan pria adalah 24 : 1.
Terutama pada wanita usia subur dengan riwayat
langsung terkena pajanan sinar matahari. Insidens
terbanyak pada usia 30 - 44 tahun.
Kelainan ini dapat mengenai wanita hamil, wanita
pemakai pil kontrasepsi,pemakai kosmetik,
pemakai obat, dll. Melasma jarang ditemui pada
masa prepubertas, dan jauh sering ditemukan pada
terutama pada masa produktif.

ETIOLOGI
Saat ini belum diketahui pasti, namun
diduga :
Sinar ultra violet
Hormon
Obat
Genetik
Ras
Kosmetik
idiopatik

PATOGENESIS
Patogenesis yang pasti kurang dimengerti,
banyak factor yang mempengaruhi antara
lain :
Peningkatan produksi melanosom karena
hormone maupun karena sinar ultra violet.
kenaikan melanoson ini juga dapat
disebabkan karena bahan farmakologik
seperti perak dan psoralen
Penghambatan dalam malpighian cell
turn over, keadaan ini dapat terjadi karena
obat sitostatik.

GEJALA KLINIS
Lesi berupa makula berwarna coklat
muda atau coklat tua
berbatas tegas dengan tepi tidak
teratur.
Bersifat kronik dan mengalami
eksaserbasi bila terkena sinar
matahari atau sinar buatan UVA dan
UVB.

KLASIFIKASI
(1)bentuk sentrofasial (63%) :
terutama pada pipi, dahi, bibir atas,
hidung dan dagu
(2)bentuk malar (21%) :
pada pipil dan hidung, dan
(3)bentuk mandibular(16%) :
pada ramus mandibulae.

Berdasarkan penampakan dibawah sinar lampu


Wood, dibagi menjadi :
Tipe epidermal
melasma tampak lebih jelas dengan sinar
wood dibandingkan dengan sinar biasa
Tipe dermal
dengan sinar wood tak tampak warna kontras
dibandingkan dengan sinar biasa
Tipe campuran
tampak beberapa lokasi lebih jelas sedang
lainnya tidak jelas
Tipe sukar dinilai
karena warna kulit yang gelap, dengan sinar
wood lesi menjadi tidak jelas, sedangkan
dengan sinar biasa jelas terlihat.

Berdasarkan pemeriksaan histopatologis :


1.melasma epidermal
umumnya berwarna coklat, melanin
terutama terdapat pada lapisan basal
dan suprabasal, kadang-kadang
diseluruh stratum korneum dan stratum
spinosum
2.melasma tipe dermal
berwarna coklat kebiruan, terdapat
makrofag bermelanin disekitar pembuluh
darah didermis bagian atas dan bawah,
pada dermis bagian atas dan bawah

DIAGNOSIS
Diagnosis melasma ditegakkan
hanya dengan pemeriksaan klinis.
Untuk menentukan tipe melasma
dilakukan pemeriksaan sinar Wood
Pemeriksaan histopatologis hanya
dilakukan pada kasus-kasus tertentu.
DIAGNOSIS BANDING
Hiperpigmentasi post inflamasi.

PENATALAKSANAA
N

NON MEDIKAMENTOSA
Pengobatan memerlukan waktu yang
cukup lama, kontrol yang teratur serta
kerja sama yang baik antara penderita
dengan dokter diperlukan.
Kebanyakan penderita datang untuk
alasan kosmetik.
Pengobatan dan perawatan kulit harus
dilakukan secara teratur dan sempurna
karena melasma bersifat kronis residif.

MEDIKA MENTOSA
Bleacing :
Hidrokuinon konsentrasi 2 5%. Makin
besar dosis makin iritasi. Krim tersebut
dipakai pada malam hari disertai
pemakaian tabir surya pada siang hari.
Umumnya tampak perbaikan dalam 6 8
minggu dan dilanjutkan sampai 6 bulan.
Efek samping adalah dermatitis kontak
iritan atau alergik. Setelah penghentian
penggunaan hidrokuinon sering terjadi
kekambuhan.

Tabir surya :
Sebaiknya berbentuk opaque ( bahan fisik :
mengandung titanium dioksida dan zick
oksida) atau dipakai tabir surya dengan SPF
lebih besar dari 30. Tanpa pemakaian tabir
surya yang opaque terapi akan gagal.
Bedah kimia :
Larutan glycolic acid 20-50% 3-4 minggu sekali
Solusio jessner : asam salisilat 14g, resorsinol
14g, asam laktat 85% 14g, etanol ad 100ml

REFERENSI
Djuanda, Adhi, dkk. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI.
Jakarta:2007.
www.medicastore.com.melasma
Journal of Pakistan Accociation of Dermatologist 2013
Klauss Wolff, Lowella A, dkk, Fitzpatricks Dermatology in
Gereral Medicine
Dwi Murtiastutik, dkk, Atlas Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 2
Buku ilmu penyakit kulit, Prof. Dr.Marwadi Harahap
www.blogusissula.ac.id.melasma
http://
catatanmahasiswafk.blogspot.com/2012/06/melasma.html
www.chapter1.USU.universitas sumatera utara
www.scribd.com.melasma