Anda di halaman 1dari 2

1.

1
1.2
1.3
1.4

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang ....................
Identifikasi masalah.
Rumusan Masalah .......................
Tujuan .....................
1.4 metode penelitiaan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah


Penyakit tuberkolosis adalah penyakit yang sangat epidemik karena kuman mikrobakterium
tuberkulosa telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Program penaggulangan secara terpadu
baru dilakkan pada tahun 1995 melalui strategi DOTS (directly observed treatment shortcourse
chemoterapy), meskipun sejak tahun 1993 telah dicanangkan kedaruratan global penyakit
tuberkolosis. Kegelisahan global ini didasarkan pada fakta bahwa pada sebagian besar negara di
dunia, penyakit tuberkolosis tidak terkendali, hal ini disebabkan banyak penderita yang tidak
berhasil disembuhkan, terutama penderita menular (BTA positif). Pada tahun 1995, diperkirakan
setiap tahun terjadi sekitar sembilan juta penderita dengan kematian tiga juta orang. (Word
Health Organisation, 2003).
Di negara-negara berkembang kematian karena penyakit ini merupakan 25 % dari seluruh
kematian, yang sebenarnya dapat dicegah. Diperkirakan 95 % penyakit tuberkulosis berada di
negara berkembang, 75 % adalah kelompok usia produktif (15-50 tahun). Tuberkolosis juga telah
menyebabkan kematian lebih banyak terhadap balita dibandingkan dengan kasus kematian
karena kehamilan, persalinan dan nifas. (Word Health Organisation, 2003).
Di Indonesia pada tahun yang sama, hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT)
menunjukkan bahwa penyakit tuberkolosis merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah
penyakit jantung dan penyakit infeksi saluran pernapasan pada semua kelompok usia, dan nomor
satu dari golongan penyakit infeksi. WHO memperkirakan setiap tahun menjadi 583.000 kasus
baru tuberkulosis dengan kematian sekitar 140.000. secara kasar diperkirakan setiap 100.000
penduduk Indonesia terdapat 130 penderita baru tuberkolosis dengan BTA positif. (Word Health
Organisation, 2003).
Penemuan penderita dan pengobatannya merupakan suatu kunci penting dalam menangani
tuberkolosis paru, oleh karena itu kedua fase ini haruslah ditangani dengan seksama. Proses
penemuan penderita (case finding) tidaklah sesederhana sebagaimana kelihatannya. Melalui

berbagai tahapan harus dijalani sampai ditemukannya satu orang penderita, mulai dari jenis
gejala yang timbul sampai ke mana penderita pergi berobat untuk mengatasi gejala tersebut.

1.2

Rumusan Masalah

1.3

Tujuan

Apa Penyebab Penyakit Tuberkulosis ?


Mengapa Kita Perlu Mengetahui Penyakit Tuberkulosis ?
Bagaimana Cara Untuk Mencegah Penyakit Tuberkulosis ?
Menjelaskan Penyakit Tuberkolosis
Menggerakan masyarakat seluruh dunia agar mengetahui sedini mungkin mengenai penyakit
Tuberkolosis
Menjelaskan bahaya penyakit Tuberkolosis
Menyebutkan cara-cara untuk mencegah penyakit Tuberkolosis

1.3 metode penelitian


3.1. Sumber Data
Yang menjadi sumber data penulisan ini adalah beberapa buku terkait dan artikel-artikel yang
ada di internet.
Dalam melakukan penelitian ini, penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif.
Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa yang
urgen pada masa kini. (Nursalam, 2001).
3.2. Teknik Analisis Data
Teknik atau cara yang digunakan penulis dalam penulisan karya tulis ini adalah dengan
metode studi pustaka. Metode studi pustaka adalah metode dengan mencari bahan-bahan
penulisan karya tulis dengan cara membaca buku, majalah, surat kabar, kamus, esiklopedi, dan
sebaginya.