Anda di halaman 1dari 18

KEBENARAN

DALAM PENGETAHUAN

Tiga Persoalan Pokok


1. Apakah sumber-sumber
pengetahuan itu?
2. Apakah benar-benar ada dunia di
luar pikiran kita? Dan Jika ada,
apakah kita dapat mengetahuinya?
3. Apakah pengetahuan kita itu benar
atau valid?

Sifat Pengetahuan
Awam
1. Cenderung bersifat kebiasaan dan
meniru.
2. Biasanya samar-samar dan tidak
jelas.
3. Kebanyakan merupakan
kepercayaan yang belum diuji
kebenarannya.

Penghambat Pemikiran
1. Arca-arca akal
2. Purbasangka
3. Propaganda
4. Otoriterianisme
5. Kesalahan semantik, kesalahan
formal dan kesalahan empiris
6. Kesalahan ad hominem

Arca-arca Akal (Idols of the


Mind)
Arca-arca

suku (Idols of the tribe)


>> keuntungan sendiri/kelompok
Arca-arca Gua (Idols of the Cave)
>> pendapat sendiri yang terbatas
Arca-arca Pasar (Idols of the Market)
>> nama besar/populer dalam
kehidupan sehari-hari
Arca-arca Panggung (Idols of the
Theatre)
>> partai, kepercayaan, keyakinan

Purbasangka
Cenderung

enggan menunda
pertimbangan )judgement) sampai
terkumpul bukti-bukti yang cukup.

Propaganda
Mudah

terpengaruh sugesti,
propaganda yang membangkitkan
emosi dalam diri kita untuk
bertindak.

Otoriterianisme
Mengikuti kekuasaan secara buta atau
tanpa kritik >> tidak filosofis, tidak
ilmiah.

Kesalahan Semantik
Pemakaian kata-kata secara tidak teliti

Kesalahan Formal
Menarik klesimpulan dari premis yang

Kesalahan Empiris
Generalisasi yang terburu-buru
dengan melihat kejadian p[ertama
sebagai penyebab bagi kejadian
kedua.

Kesalahan Ad Hominem
Mengambil titik tolak pada segi
orangnya, bukan pada isi
pernyataannya.

Pada Mulanya
Aristoteles:
Adalah salah mengatakan yang ada sebagai
tidak ada dan yang tidak ada sebagai ada,
adalah salah.
Adalah benar mengatakan yang ada
sebagai ada dan hal yang tidak ada sebagai
tidak ada.
Kebenaran kesesuaian (correspondence)

Teori-teori Kebenaran
1. Teori Korespondensi
(The correspondence theory of truth)
2. Teori Koherensi
(The coherence theory of truth)
3. Teori Pragmatis
(The pragmatic theory of truth)
4. Teori Performatif
(The p[erformatif theory of truth)

Teori Korespondensi
(Persesuaian)
Kesesuaian

pernyataan - kenyataan.
Dpl, kesesuaian antara subjek dan
objek
pengetahuan subjek sesuai dengan
kenyataan.
Pengetahuan aposteriori
(pengalaman)
Kaum empirisistis: bukti (evidence)
Induksi memberi pengetahuan baru.

Teori Koherensi
(Keteguhan)
Kesesuaian

pernyataan - pemikiran
yang sudah ada dan diterima benar.
Jadi, pernyataan lain yang diterima
benar sebagai titik tolak kebenaran
Pengetahuan apriori (hukum atau
pemikiran yang berlaku)
Kaum rasionalis: kebenaran rasionallogis
Deduksi tidak memberi
pengetahuan baru.

Kriteria Kebenaran
Kebenaran
Empiris

Kebenaran Logis

Mementingkan objek

Mementingkan subjek

Menghargai cara kerja


induktif dan aposteriori

Menghargai cara kerja


deduktif dan apriori

Lebih mengutamakan
pengamatan indra

Lebih mengutamakan
penalaran akal budi

Syarat Pengetahuan
1. Kebenaran sebagai syarat mutlak
pengetahuan
2. Kriteria kebenaran (logis dan
empiris) terpenuhi
Contoh:
Air lebih ringan daripada batu, maka
batu tenggelam dalam air.

Teori Pragmatis
Ukuran

kebenaran adalah kegunaan.


Ide, konsep, pernyataan yang berguna adalah
yang benar.
Yang dipentingkan konsekuensi praktis
J. Dewey & W. James: ide yang benar
sesungguhnya adalah instrumen untuk bertindak
secara berhasil.
Penekanan: kebenaran bagaimana (know-how)
memperbaiki atau menciptakan sesuatu.
Ukuran kebenaran >> realitas tindakan
Bernuansa empiristis (kenyataan) tapi lebih
radikal (kebergunaan)

Kebenaran Performatif
benar

dan salah hanya soal ungkapan


sesuatu yang deskriptif >> ingin ditolak.
Pernyataan baru dianggap benar kalau
pernyataan itu menciptakan realitas. Jadi,
ukurannya bukan pada kemampuan suatu
pernyataan mengungkapkan kenyataan.
Contoh: Dengan ini saya mengangkat
Anda menjadi ketua MA yang baru.
Kelemahan: sering hanya basa-basi, Saya
akan doakan kamu supaya berhasil.

Sifat Dasar Kebenaran


Ilmiah
1. Struktur yang rasional-logis
kesimpulannya logis dan rasional jika dilihat
dari proposisi dan premis-premisnya.
2. Isi empiris
terbukti benar berdasarkan kenyataan yang
ada
3. Dapat diterapkan (pragmatis)
berguna dalam dan bagi kehidupan
manusia, dalam arti berguna untuk
memecahkan berbagai persoalan.