Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan ke khadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
berkah dan rahmatnya sehingga tugas ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Dalam
makalah ini membahas tentang Penentuan Kadar Hormon HCG dalam Urine. Makalah
ini dibuat dalam rangka memenuhi nilai tugas Mata Kuliah Biologi.
Tidak lupa penyusun mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian makalah ini. Terutama untuk Dosen Mata Kuliah Biologi
yaitu H.Washudi, S.Pd yang telah membimbing serta memberi petunjuk, sebab jika tidak
ada bimbingan dari beliau kami tidak dapat menyelesaikan tugas ini.
Penyusun berharap semoga penyusunan makalah ini dapat menjadi manfaat untuk
kita semua. Sebelumnya penyusun memohon maaf jika dari penyusunan makalah ini
masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, karena penyusun juga masih dalam
tahap pembelajaran. Semoga yang membaca dan dosen yang bersangkutan dapat
memaklumi serta memberikan kritik dan saran agar penyusun dapat memperbaiki pada
tugas yang akan datang.

Bandung, Desember2013

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang...................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................................. 1
1.3 Tujuan................................................................................................................ 1
1.4 Manfaat Penelitian................................................................................................. 2
1.5 Metode Penulisan.................................................................................................. 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................................... 3
2.1 Definisi............................................................................................................... 3
2.2 Cara mendeteksi HCG............................................................................................ 4
2.3 Kadar Hormon HCG Yang Ideal Untuk Ibu Hamil..........................................................4
BAB III LAPORAN PRAKTIKUM..................................................................................... 6
3.1 Tujuan................................................................................................................ 6
3.2 Prinsip Dasar........................................................................................................ 6
3.3 Alat Dan Bahan..................................................................................................... 6
3.4 Cara Kerja........................................................................................................... 7
3.5 Hasil Pengamatan.................................................................................................. 7
3.6 Pembahasan......................................................................................................... 7
BAB IV PENUTUP......................................................................................................... 9
4.1 Kesimpulan.......................................................................................................... 9
4.2 Saran.................................................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 10

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Satu hal yang tidak bias lepas dari proses kehamilan adalah perubahan hormon
yang menyebabkan berbagai perubahan organ dan system tubuh seorang ibu hamil.
Hormon itu sendiri merupakan aneka substansi kimia yang dilepaskan kealiran darah untuk
merespons suatu rangsangan dan mengaktifkan sel, sesuai dengan hormon yang dibutuhkan
dan membutuhkannya.
Fertilisasi terjadi pada hari-hari setelah ovulasi yang merupakan titik tengah daur
haid. Telur yang telah mengalami proses pembuahan mengapung kearah tuba fallopi dan
masuk kedalam uterus dimana ovum menanam diri pada endometrium sekretorik yang
telah siap. Segera setelah implantasi pada hari ke-21 hingga hari ke-23 dari siklus, dimulai
produksi gonadotropin korionik (chorionic gonadotrpin,CG).
Hormon Chorionic Gonadotropin (HCG) adalah hormon khas kehamilan
(ditemukan dalam darah dan urine perempuan hamil). Hormon yang dibentuk oleh
trofoblast (lapisan bagian luar janin yang terbentuk pada awal pembentukan janin dan
plasenta) ini berfungsi mempertahankan korpus luteum (jaringan berwarna kuning dalam
indung telur yang terbentuk ketika indung telur baru saja melepaskan sel telur) yang
membuat eksogen dan progesterone sampai plasenta terbentuk seutuhnya.
Molekul HCG bersifat dimerik, terdiri dari satu sub unit alfa dan satu sub unit beta, yang
khas untuk HCG dan menentukan individualitas antigenik.

1.2 Rumusan Masalah


a. Apa itu HCG?
b. Bagaimana prinsip dan cara penentuan HCG dalam urine?
c. Bagaimana cara mendeteksi kadar HCG pada wanita hamil?

1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui prinsip - prinsip dan cara-cara penentuan HCG dalam urine secara
kualitatif. Selain itu praktikan diharapkan mampu menggunakan alat test slide untuk
mengadakan percobaan HCG dalam urine.
b. Mengetahui adanya hormon HCG (Hormone Chorionic Gonadotropin) dalam urine
untuk membuktikan apakah seorang wanita dinyatakan hamil atau tidak.

1.4 Manfaat Penelitian


Manfaat dalam praktikum ini untuk memberikan pengetahuan tentang apa yang dimaksud
dengan HCG yang terdapat dalam urine serta dapat mendeteksi urine pada wanita hamil.

1.5 Metode Penulisan


Metode penulisan makalah ini menggunakan metode Study literature (kajian pustaka).
Study literature (kajian pustaka) merupakan penelusuran literatur yang bersumber dari
buku, media, internet, journal pakar ataupun dari hasil penelitian orang lain yang bertujuan
untuk menyusun dasar teori yang kita gunakan dalam melakukan penelitian.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi
Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang
mempunyai efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh. Human Chorionic
Gonadotropin(HCG) juga disebut hormon kehamilan adalah hormon yang dihasilkan
selama kehamilan dalam plasenta manusia dan bertanggung jawab atas pemeliharaan
kehamilan. Namun selama plasenta belum terbentuk, hormon ini dihasilkan sel-sel fungsi
tropoblas. Setelah umur kehamilan memasuki 12-13 minggu, hormon HCG ini dihasilkan
oleh plasenta. Di dalam tubuh, hormon ini bersifat mempertahankan korpus luteum, yakni
jaringan di ovarium yang menghasilkan progesteron. Hormon progesteron ini berfungsi
untuk memelihara atau mempertahankan proses kehamilan, sedangkan korpus luteum ini
ditunjang keberadaannya oleh HCG.
Human chorionic gonadotropin berinteraksi dengan reseptor LHCG dan
mempromosikan pemeliharaan korpus luteum selama awal kehamilan, menyebabkan ia
mengeluarkan hormon progesteron. Progesteron memperkaya rahim dengan lapisan tebal
dan pembuluh darah kapiler sehingga dapat menopang tumbuh janin. Karena biaya yang
sangat-negatif, HCG mungkin mengusir sel-sel kekebalan ibu, melindungi janin selama
trimester pertama. Ini juga telah dihipotesiskan bahwa HCG juga bisa merupakan link
plasenta untuk pengembangan immunotolerance ibu lokal. Sebagai contoh, sel-sel
endometrium HCG-diperlakukan mendorong peningkatan apoptosis sel T (pembubaran Tsel). Hasil ini menunjukkan bahwa HCG juga bisa merupakan link dalam pengembangan
toleransi kekebalan peritrophoblastic, dan dapat memfasilitasi invasi trofoblas, yang
dikenal untuk mempercepat perkembangan janin di endometrium. Hal ini juga telah
diusulkan bahwa tingkat HCG yang terkait dengan keparahan morning sickness pada
wanita hamil.
Menurut Frandson (1993) Human Chorinic Gonadotropin (HCG) adalah suatau
glikoprotein yang mengandung galaktosa dan heksosamin. Kadar HCG meningkat dalam
darah dan urine segera setelah implantasi ovum yang sudah dibuahi. Dengan demikian
ditemukannya HCG merupakan dasar bagi banyak tes kehamilan (Murray et al, 1999). Tes
kehamilan menggunakan urine, ,karena dalam wanita hamil mengadung HCG (Human
Chorionic Gonadotropin). HCG yaitu suatau hormon glikoprotein yang mempertahankan
system reproduksi eanita dalam keadaan cocok untuk kehamiln . HCG disentesa pada
retikulum endoplasma kasar, glikosilasi disempurnakan apparatus golgi (Johnson,1994).
HCG dapat juga digunakan dalam upaya mersinkronkan ovulasi dan perkawianan yang
diperlukan agar terjadi suatu konsepsi (Frandson,1993). Bila terdapat HCG dalam urine ,
3

HCG terikat pada antibodi dan dengan demikian akan mencegah aglutinasi partikel lateks
yang dilapisi HCG yang diperlihatkan oleh antibodi tersebut. Dengan demikian uji
kehamilan positif apabila tidak terjadi aglutinasi, dan kehamilan negatif jika terjadi
aglutinasi (Pearce , 1997 ).
HCG berfungsi untuk mempertahankan corpus luteum yang membuat estrogen
dan progesteron sampai saat plasenta terbentuk sepenuhnya dan dapat membuat sendiri
cukup estrogen dan progesteron. Pada waktu itu kadar HCG juga turun. (Prawirohardjo,
1976). Human Chorionic Gonadotropic adalah hormon yang terdapat pada urine semasa
kebuntingan pada manusia. Oleh sebab itu HCG hanya dapat digunakan pada manusia saja,
sedangkan pada hewan tidak dapat digunakan (Pearce, 1997).

2.2 Cara mendeteksi HCG


Dengan menggunakan uji kehamilan home pregnancy test (HPT) yang biasa
dikenal dengan test pack. Pengecekan kualitatif ini cukup mudah yakni dengan
mencelupkan ujung alat ke dalam urin, biasanya alat uji ini memiliki indikator berupa dua
buah garis. Waktu yang tepat untuk melakukan tes urin biasanya adalah 4-5 hari atau 1
minggu setelah terlambat haid, karena sebagian besar test pack sudah dapat mendeteksi
HCG dengan kadar 50 IU/ml. Dengan pengecekan lewat darah. Pengecekan kuantitatif ini
lebih akurat tentunya karena biasanya yang diukur adalah jumlah subunit beta hormon
HCG (-hCG).
Pemeriksaannya menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay
(ELISA). Tes melalui darah ini lebih cepat dibandingkan dengan urin, karena sebenarnya
kadar HCG sudah ada dalam darah sejak implantasi terjadi, atau sejak terjadi pembuahan
pada hari ke 8 sudah terdapat beta HCG sehingga bisa terdeteksi lewat darah. Hanya saja
pemeriksaan lewat darah masih sangat jarang karena harganya relatif mahal.

2.3 Kadar Hormon HCG Yang Ideal Untuk Ibu Hamil


Jumlah kadar HCG yang ideal bisa berubah atau berbeda-beda tergantung pada
usia kehamilan. Kadar HCG yang ideal adalah tidak terlalu rendah, maupun tidak terlalu
tinggi. Jumlah hormon HCG tidak ditentukan oleh umur, jadi yang benar-benar
mempengaruhi jumlah kadar HCG adalah usia kehamilan. Kadar hormon ini terus
bertambah hingga minggu ke 14-16 kehamilan, terhitung sejak hari terakhir menstruasi.
Sebagian besar ibu hamil mengalami penambahan kadar hormon HCG sebanyak dua kali
lipat setiap 3 hari. Peningkatan kadar hormon ini biasanya ditandai dengan mual dan
pusing yang sering dirasakan para ibu hamil. Setelah itu kadarnya menurun terus secara
perlahan, dan hampir mencapai kadar normal beberapa saat setelah persalinan. Tetapi
adakalanya kadar hormon ini masih di atas normal sampai 4 minggu setelah persalinan atau
keguguran.
4

Kadar HCG yang lebih tinggi pada ibu hamil biasa ditemui pada kehamilan
kembar dan kasus hamil anggur (mola). Sementara pada perempuan yang tidak hamil dan
juga laki-laki, kadar HCG di atas normal bisa mengindikasikan adanya tumor pada alat
reproduksi. Tak hanya itu, kadar HCG yang terlalu rendah pada ibu hamil pun patut
diwaspadai, karena dapat berarti kehamilan terjadi di luar rahim (ektopik ) atau kematian
janin yang biasa disebut aborsi spontan.
Tingkat HCG selama masa kehamilan adalah sebagai berikut:

3 weeks LMP: 5 - 50 mIU/ml

4 weeks LMP: 5 - 400 mIU/ml

5 weeks LMP: 18 - 7300 mIU/ml

6 weeks LMP: 1000 - 56000 mIU/ml

7 - 8 weeks LMP: 7600 - 220000 mIU/ml

9 - 12 weeks LMP: 25000 - 280000 mIU/ml

13 - 16 weeks LMP: 13000 - 250000 mIU/ml

17 - 24 weeks LMP: 4000 - 165000 mIU/ml

25 - 40 weeks LMP: 3600 - 117000 mIU/ml

Non-pregnant females: <5.0 mIU/ml

Postmenopausal females: <9.5 mIU/ml

Biasanya pada trimester 1 ini, peningkatan kadar HCG akan terus meningkat secara
signifikan. Pada kehamilan kembar biasanya HCG level akan meningkat jauh lebih tinggi.

BAB III
LAPORAN PRAKTIKUM
3.1 Tujuan
Untuk mendeteksi Hormon Chorionic Gonadotropin (HCG) dalam urin
pasien secara kualitatif.

3.2 Prinsip Dasar


Terjadi reaksi immunologi secara kimiawi antara hormon HCG dalam urin (antigen)
dengan antibody pada lateks.
Azas : HCG dalam urin wanita hamil (sebagai Ag) bereaksi terhadap Ab anti HCG yang
berasal dari kelinci yang disensitasi dengan HCG & dilakukan kompetisi antara latex
yang diselubungi dengan HCG serta HCG dalam urin.
Sensitivitas tes berkisar 2-3 unit HCG /ml urin.
Umumnya hasil tes negatif palsu pada awal kehamilan (<10 hr) dari saat haid terlambat
karena kadar HCG masih rendah.
Interpretasi Hasil:
POSITIF

NEGATIF

3.3Alat Dan Bahan


Bahan Pemeriksaan :
Urine Segar
Reagen:
Antigen HCG
Alat :
Kaca Objek
Pipet
Pengaduk
6

3.4 Cara Kerja


a. Teteskan setetes urin diatas pernukaan kaca objek
b. Teteskan setetes reagen antigen HCG
c. Aduk dengan batang pengaduk sampai merata.
d. Goyangkan kaca objek dengan gerakan memutar
e. Amati terbentuknya gumpalan dalamwaktu yang tidak melebihi 3 menit.

3.5 Hasil Pengamatan


Pemeriksaan urin dengan menggunakan metode Latex menunjukkan gambaran sebagai
berikut pada lingkaran setelah diberikan reagen.

3.6 Pembahasan
Dari hasil praktikum tentang Pemeriksaan Tes Kehamilan didapatkan pada Tes
Card terjadi aglutinasi maka urin sample Positif yang berarti didalam urine tersebut
terdapat adanya Hormon Chorionic Gonadotropin (HCG), dan disimpulkan bahwa orang
yang mempunyai urine tersebut adalah wanita hamil.
HGC dalam urine akan diketahui pada wanita hamil karena HGC terbentuk hanya
pada wanita yang sedang hamil. Adanya HCG dapat dideteksi 8-9 hari setelah adanya
peristiwa ovulasi. HCG dalam urine berisi dua reagen, pertama adalah suspensi partikel
lateks yang dilapisi atau terikat secara kovalen dengan HCG dan yang lain berisi larutan
antibodi HCG. Bila terdapat HCG dalam urine, HCG terikat pada antibodi dan dengan
demikian akan mencegah aglutinasi partikel lateks yang dilapisi HCG yang diperlihatkan
oleh antibodi tersebut. Dengan demikian uji kehamilan positif jika terjadi aglutinasi, dan
apabila tidak terjadi aglutinasi kehamilan negative.
Pada fase kehamilan bulan ketiga dan keempat, korpus luteum masih
menghasilkan hormon estrogen dan progresteron. Kedua hormon tersebut mempunyai
peranan dalam mengatur dinding uterus sehingga siap untuk menerima implantasi dan
memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh zigot yang sedang berkembang. Pada
7

fase ini, juga sudah terjadi rangsangan pada kelenjar susu, sehingga pada saat
diperlukannya sudah siap berfungsi. Selanjutnya fungsi korpus luteum diganti oleh
plasenta yang menghasilkan hormon yang diperlukan untuk kehidupan janin dalam rahim.
Hormon HCG (Human Chorionic Ganadotropin) yang bekerja dari hari kedelapan sampai
minggu kedelapan kehamilan dapat digunakan untuk mengetes kehamilan, karena hormon
tersebut dijumpai dalam urine orang yang hamil. Hormon lain yang dihasilkan oleh
plasenta adalah hormon yang mempengaruhi kerja kelenjar susu untuk mengatur
metabolisme ibu yang hamil, sehingga apa yang dibutuhkan ibu bisa dikurangi dan
disalurkan kejanin, dan juga untuk mempersiapkan kebutuhan energi bagi ibu. Hormon
penting lain yang juga dihasilkan plasenta adalah relaksin yang mempengaruhi fleksibilitas
simfisis pubis dan organ-organ lain di daerah tersebut sehingga mempermudah kelahiran.
(Kimball, 1994).

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa urin ibu hamil
positif terjadi aglutinasi. Artinya terdapat hormone HCG pada ibu hamil. Sedangkan pada
urin wanita tidak hamil negative tidak terjadi aglutinasi. Artinya wanita tersebut tidak hamil
dan otomatis tidak terdapat hormon HCG dalam tubuhnya.
Hormon HCG dapat ditemukan pada urine wanita hamil. Hormon ini dihasilkan
oleh jaringan plasenta yang sedang berkembang sesaat setelah terjadi pembuahan. HCG
dapat digunakan sebagai pendeteksi kehamilan. Prinsip kerja HCG test adalah reaksi
penghambatan aglutinasi yang digunakan untuk menunjukkan hormon HCG yang
disekresikan kedalam urine selama masa kehamilan.

4.2 Saran
Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat membantu memudahkan dalam mendeteksi
adanya kadar hormone HCG dalam urine, sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari untuk mengetahui kehamilan.

DAFTAR PUSTAKA
Johnson K. E. 1994. Histologi dan Fisiologi Sel. Binarupa Aksara, Jakarta.
Murray, Robert K. et al. 1999 Biokimia Harper. ECG. Jakarta.
Pearce, E. 1997. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Prawirohardjo, S. 1976. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.
One Med Health Care. Test Kehamilan Instant. Dep. Kes. RI. KL. 0101200105.
Tuttle, W.W. and Schottelius, Byron A. 1961. Texbook of Physiology The C. V. Mosby
Company, St. Louis, USA.
Pickering, W.R. 2000. Complete Biology. Oxford University Press, UK.
http://www.scribd.com/doc/46636395/Uji-kehamilan (Diakses pada 5 Desember 2013)
http://www.scribd.com/doc?49979631/TES-KEHAMILAN (Diakses pada 5 Desember 2013)

10