Anda di halaman 1dari 6

Dx holistik &

komprehensif

Pengertian Diagnosis Holistik


Pengertian diagnosis holistik adalah
kegiatan untuk mengidentifikasi dan
menentukan dasar dan penyebab
penyakit (disease), luka (injury) serta
kegawatan yang diperoleh dari alasan
kedatangan, keluhan personal, riwayat
penyakit pasien, pemeriksaan fisik,
hasil pemeriksaan penunjang,
penilaian risiko internal/individual dan
eksternal dalam kehidupan pasien serta
keluarganya.

Tujuan Diagnosis Holistik

Penyembuhan penyakit dengan tatalaksana


yang tepat dan waktu yang pendek

Hilangnya keluhan pasien

Pembatasan kecacatan lebih lanjut

Penyelesaian pemicu dalam keluarga

Percepatan perbaikan fungsi sosial

Terproteksi dari faktor risiko

Terwujudnya partisipasi keluarga untuk


penyelesaian masalah

Diagnosis Holistik
Aspek Personal

Aspek Klinis
Aspek Faktor Risiko
Intrinsik Individu
Aspek Faktor Risiko
Eksternal

Keluhan/alasan kedatangan pasien


Harapan dan kekuatiran
pasien/keluarganya
Diagnosis Klinis/Kerja

Usia, jenis kelamin, kebiasaan,


gaya hidup

Perilaku keluarga, pendidikan dan


pergaulan
Layanan kesehatan, lingkungan kerja
Bangunan tempat tinggal, lingkungan
pemukiman

Aspek Skala Penilaian Penilaian aktivitas di dalam dan luar


rumah selama 2 minggu terakhir
Fungsi Sosial

Skala Penilaian Fungsi


Skala
Rincian
Keterangan
Sosial
Fungsional
Skala 1

Mampu melakukan pekerjaan Mandiri, dapat


seperti sebelum sakit (tak
bekerja di dalam dan
ada kesulitan)
luar rumah

Skala 2

Mampu melakukan pekerjaan Mulai mengurangi


ringan sehari-hari di
aktivitas kerja
dalam/luar rumah (sedikit
kesulitan)

Skala 3

Mampu melakukan
perawatan diri, tapi mampu
melakukan pekerjaan ringan
(beberapa kesulitan)

Perawatan diri masih


bisa dilakukan, hanya
mampu melakukan
kerja ringan

Skala 4

Dalam keadaan tertentu


masih mampu merawat diri,
namun sebagian besar
pekerjaan hanya duduk dan
berbaring (banyak kesulitan)

Tidak melakukan
aktivitas kerja,
bergantung pada
keluarga

Komprehensif tidak hanya terbatas pada


pelayanan pengobatan atau kuratif saja, tetapi
meliputi aspek lainnya mulai dari promotifpreventif hingga rehabilitatif. Misalnya,
konseling, edukasi kesehatan, imunisasi, KB,
medical check-up, perawatan pasca RS dan
rehabilitasi medik.