Anda di halaman 1dari 16

Atresia Ani

Ronny
S,dr,SpOT

PENDAHULUAN
Atresia ani atau anus imperforata atau
juga disebut sebagai malformasi
anorektal, adalah suatu kelainan
kongenital tanpa anus atau dengan anus
tidak sempurna, termasuk Agenesis ani,
Agenesis rekti dan Atresia rekti.
Insiden 1:5000 kelahiran yang dapat
muncul sebagai penyakit tersering yang
merupakan syndrom VACTRERL (Vertebra,
Anal, Cardial, Esofageal, Renal, Limb)

DEFINISI
Anus imperforata
merupakan defek
kongenital dimana
lubang anus hilang
atau tersumbat

PATOFISIOLOGI
Atresia ani terjadi akibat kegagalan
penurunan septum anorektal pada
kehidupan embrional

Manifestasi klinis diakibatkan adanya


obstruksi dan adanya fistula

GEJALA
Lubang anus sangat dekat dengan
lubang vagina pada anak perempuan
Hilangnya lubang atau lubang salah
tempat ke anus
Tidak adanya mekonium dalam 24
48 jam paska kelahiran
Kotoran keluar melalui vagina, dasar
penis, skrotum ataupun uretra
Perut gembung

GEJALA
Jika anus tidak dijumpai, maka setelah
lahir kotoran tidak dapat keluar. Usus
menjadi buntu sehinga kotoran bayi yang
disebut mekonium tetap berada di usus
Jika dijumpai adanya fistula usus dan
kandung kemih, kotoran dapat ditemukan
bersama dengan urin. Jika fistula
menghubungkan usus dengan vagina
maka kotoran akan keluar melalui vagina.

KLASIFIKASI DAN GAMBARAN


KLINIS

Anterior displacement of the anus


Anal stenosis
Imperforate anal membrane
Anal agenesis
Anorectal agenesis

DIAGNOSIS
Bayi cepat kembung antara 4-8 jam
setelah lahir
Tidak ditemukan anus, kemungkinan
ada fistula
Bila ada fistula pada perineum
(mekonium +) kemungkinan letak
rendah

Untuk menegakkan diagnosis Atresia Ani


adalah dengan anamnesis dan
pemeriksaan perineum yang teliti

PENATALAKSANAAN
Rekonstruksi bedah untuk pembuatan
anus diperlukan. Dan jika rektum
mengalami perlengketan dengan
organ lain, maka organ tersebut harus
dibebaskan dan diperbaiki. Kolostomi
sementara mungkin diperlukan

Posterior Sagital Anorektal


Plasty (PSARP)
Insisi dibuat dari fistula yang nampak ke
arah rektum. Sfingter rektal sebenarnya
terdiri dari saraf dan otot yang dapat
diidentifikasi dan fistula dipisahkan dari
rektum. Pembuatan lubang anus dimana
saraf dan otot rektum berada, bertujuan
untuk memaksimalkan kemampuan bayi
dalam mengontrol pergerakan usus.
Kolostomi tidak ditutup selama prosedur
operasi. Kotoran akan tetap keluar melalui
kolostomi dan memberi waktu bagi lubang
anus yang baru untuk sembuh.

COLOSTOMY

COLOSTOMY &
COLOSTOMY
BAG

Perawatan Pasca Operasi


PSARP
Antibiotik intravena diberikan selama 3
hari, salep antibiotik diberikan selama 8
10 hari
2 minggu paska operasi dilakukan anal
dilatasi dengan hegar dilatation, 2x
sehari dan tiap minggu dilakukan anal
dilatasi dengan anal dilator yang dinaikan
sampai mencapai ukuran ynag sesuai
dengan umurnya. Businasi dihentikan
bila busi nomor 13-14 mudah masuk

PROGNOSIS
Dengan pembedahan hasil selalu baik,
akan tetapi bergantung pada
penyebabnya

KOMPLIKASI

inkontinensia usus,
konstipasi dan hambatan intestinal