Anda di halaman 1dari 22

PROPOSAL

USAHA ROTI GORENG SMILE

Disusun Guna Melengkapi Tugas Mata Kuliah


Kewirausahaan
Dosen Kewirausahaan : Wardoyo M.M.

Disusun Oleh:
MOHAMMAD ZAKARIA
Jl. Madrasah No.12 RT/RW.010/01 Gandaria Selatan Cilandak Jakarta Selatan
(Belakang Sekolah Aliyah Manaratul Islam)
Telf : (0857) 18 320 395

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG MASALAH


Mengkonsumsi sarapan merupakan rutinitas yang sering terlupakan di tengah
kesibukan menyiapkan aktivitas di pagi hari. Seringkali kita mengabaikan sarapan
dengan alasan kurangnya waktu, padatnya aktivitas atau bosan dengan menu sarapan
yang kurang variasinya. Sarapan bukan sekedar untuk mengganjal perut saja, tetapi
juga memberikan energi agar otak bekerja lebih optimal, dapat beraktivitas dengan
baik dan tidak cepat mengantuk.
Sarapan merupakan makanan yang dimakan ketika pagi hari sebelum
beraktivitas, makanan itu terdiri dari makanan pokok serta lauk pauk atau makanan
lainnya yang dapat dijadikan sumber energi dan gizi. Bagi siswa yang akan
melakukan kegiatan belajar di pagi hari, tentu saja mereka membutuhkan sarapan agar
tidak mengganggu konsentrasi belajar dan tidak lemas. Penelitian menunjukkan
pelajar yang rutin sarapan pagi memiliki daya ingat dan konsentrasi lebih baik
dibanding yang berangkat dari rumah dengan perut kosong.
Di Sekolah Aliyah Manaratul Islam, siswa yang melakukan kegiatan belajar di
pagi hari rata-rata mereka jarang sarapan di rumah. Hal tersebut karena siswa tidak
memiliki waktu sarapan di rumah atau dirumahnya tidak ada makanan, sehingga
mereka lebih memilih sarapan di belakang sekolah, karena di belakang sekolah
tersebut tersedia banyak pedagang makanan. Akibatnya siswa yang akan melakukan
pembelajaran di pagi hari terlambat masuk kelas.
Dengan melihat analisis tersebut kami ingin memberikan suatu solusi untuk
kalangan para siswa Manaratul Islam yang membutuhkan sarapan praktis, bergizi dan
dengan harga yang terjangkau.
Kami membuka usaha perdagangan Roti Goreng yang menggunakan daging
ayam ditambah sayuran sebagai isinya. Siswa dapat memperoleh sarapan secara cepat

dan bergizi dengan harga terjangkau dan yang paling penting tidak mengganggu
proses belajar.

I.2 USAHA ROTI GORENG SMILE


Kami menjalankan program bisnis Roti Goreng karena kami rasakan mudah
dalam proses pembuatannya dan tidak terlalu mahal pula modal yang diperlukan
untuk membuat Roti Goreng ini.
Kami menamakan Usaha Roti Goreng ini dengan nama SMILE karena
SMILE memiliki arti SENYUM. Saya ingin setiap pelanggan yang mengkonsumsi
makanan ini merasakan lezatnya roti goreng ini hingga mengekspresikan sebuah
senyuman. Selain itu juga nama SMILE tersebut mudah diucapkan sehingga, kami
berharap nama usaha ini mudah diingat oleh banyak orang khususnya para siswa
Sekolah Manaratul Islam.
Bentuk perusahaan dari usaha kami ini adalah masih dalam tahap perusahaan
perseorangan yang dibentuk dari beberapa anggota keluarga, yaitu saya dan dibantu
oleh kakak ipar saya. Perusahaan ini belum memiliki ijin resmi dari pemerintah
karena memang perusahaan ini masih baru mulai berjalan dan masih mencoba untuk
masuk dalam dunia bisnis.
Apabila perusahaan ini dapat memperoleh keuntungan yang besar dan
memiliki pelanggan yang cukup banyak, maka kami pun ingin meningkatkan
perusahaan menjadi lebih populer dan memiliki outlet sendiri.

1.3

VISI DAN MISI


Adapun VISI dari program kewirausahaan ini adalah:
1. Memperoleh keuntungan
2. Memberikan sarapan praktis dan bergizi bagi siswa yang belum sarapan di
rumah
Adapun MISI dari program kewirausahaan ini adalah:
1. Melakukan promosi dengan cara pembagian brosur kepada siswa-siswi
2. Mewujudkan produk dengan kwalitas yang baik dan harga nya terjangkau
3. Memproduksi produk usaha yang sehat
4. Memuaskan konsumen

BAB II
ASPEK PEMASARAN

I.3 GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA


Segmen Pasar
Roti Goreng merupakan bisnis perdagangan makanan yang bertujuan untuk
memudahkan siswa-siswi dalam memperoleh sarapan yang bergizi. Roti Goreng
merupakan solusi yang terbaik bagi mereka yang membutuhkan sarapan.
Kelebihan bisnis ini adalah memberikan sarapan secara praktis dengan memakai
bahan-bahan yang bersih dan sehat serta pengerjaannya dibuat secara langsung.
Target Pasar
Jam operasional kegiatan usaha Roti Goreng pada pagi hari dengan target
pasar yaitu seluruh siswa-siswa yang bersekolah di Aliyah Manaratul Islam yang
membutuhkan makanan secara praktis dan cepat.
Positioning
Untuk saat ini usaha roti goreng belum banyak di kenal karena namanya yang
asing sehingga saat ini banyak usaha roti yang masih bergerak di bidang roti
bakar. Jadi usaha roti goreng masih menjadi usaha yang langka di daerah sekokah
Manaratul Islam.

I.4 STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN DAN PESAING


Tahap awal yang dilakukan dalam membangun usahanya yaitu dengan
melakukan promosi melalui media cetak seperti brosur yang dibagikan ke setiap
siswa-siswi Manaratul Islam dan pembuatan banner agar lebih menarik konsumen.
Sosialisasi dan promosi ini dilakukan satu minggu sebelum usaha dibuka. Kami pun
melakukan promosi dari mulut ke mulut agar lebih banyak lagi para siswa yang
mengetahui mengenai bisnis Roti Goreng tersebut.
Kami melakukan pengamatan terhadap siswa siswi Manaratul Islam yang
belajar sebagai calon konsumen (target pasar) sehingga usaha ini memiliki pasar yang
jelas. Setiap usaha yang baru mulai memerlukan ketepatan-ketepatan dalam
pengambilan keputusan. Jika tidak, maka kegagalan akan muncul dalam usahanya.
Ketepatan tersebut dapat diperoleh melalui pendekatan yang sesuai salah satunya
adalah analisis SWOT.
Analisis SWOT adalah mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis
untuk merumuskan strategi perusahaan. SWOT adalah kependekan dari Strength,
Weakness, Opportunity, dan Threat. Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut:
1. Strength atau Kekuatan
a. Menggunakan pemasaran yang menarik dan agresif sebagai bisnis baru
seperti menggunakan brosur, spanduk, dan bertemu secara langsung
b. Usaha ini satu-satunya dalam lingkungan sekolah sehingga memancing
rasa penasaran dan keingintahuan calon pelanggan
c. Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh siswa-siswi
d. Menawarkan harga yang terjangkau untuk siswa-siswi
e. Untuk

memperkecil

biaya

modal,

maka

peralatan

utama

(penggorengan,) sudah dimiliki sebelumnya

2. Weakness atau Kelemahan


a. Roti Goreng merupakan produk baru yang belum terlalu dikenal, untuk
menangani kelemahan ini, kami melakukan promosi secara terus
menerus melalui media cetak serta pertemuan langsung dengan
konsumen.
b. Bahan isi dari Roti Goreng yang tidak tahan lama, untuk mengatasi
kelemahan

tersebut

kami

membatasi

pembelian

bahan

dan

menargetkan penjualan agar bahan habis terpakai sebelum kadaluarsa.


3. Opportunities atau Kesempatan
a. Dapat membuka cabang usaha di sekolah lain jika usaha roti goreng ini
sudah stabil
b. Dapat berkembang menjadi usaha yang menawari berbagai rasa seperti
rasa sosis, coklat, abon dan lain-lain disesuaikan selera pasar atau
konsumen
c. Memperluas pemasaran dengan area penjualan tidak hanya di Sekolah
Manaratul Islam tetapi bisa di tempat lain (dengan sistem titip jual) dan
segmentasi konsumen tidak hanya siswa-siswi
d. Belum ada penjualan Roti Goreng di sekolah ini, meskipun terdapat
sebuah kantin tetapi belum tentu disukai konsumen. Oleh karena itu
kami berasumsi bahwa pengadaan perdagangan roti goreng ini akan
dapat mengundang para siswa-siswi untuk membeli
4. Threats atau Ancaman
a. Kebiasaan individu yang lebih dulu membeli roti kepada penjual yang
telah mereka kenal atau percayai sehingga mempengaruhi keputusan
mereka untuk membeli Roti Goreng. Untuk mengatasi ancaman
tersebut, diantisipasi dengan membuat kemasan yang menarik serta
menggunakan isi roti sesuai permintaan konsumen

b. Adanya pesaing yang menjual Roti Goreng dengan harga yang lebih
murah. Untuk mengatasi ancaman tersebut, kami memberikan
penjelasan kepada konsumen mengenai isi roti serta cara pembuatan
roti goreng agar konsumen mengetahui mengapa kami memberikan
harga yang berbeda dari penjual lain

I.5 MARKETING MIX


a. Product
Kami membuka usaha perdagangan Roti Goreng yang menggunakan daging
ayam ditambah sayuran sebagai isinya. Roti goreng ini bermanfaat untuk
siswa-siswi memperoleh sarapan secara cepat dan bergizi.
b. Price
Kami menawarkan harga yang cukup terjangkau untuk siswa-siswi Aliyah
Manaratul Islam, yaitu dengan harga Rp 4.000/buah.
c. Place
Tempat yang dipilih adalah lingkungan sekolahan Aliyah Manaratul Islam
karena

para

siswa-siswi

yang

belum

sempat

sarapan

dipagi

hari

menjadikannya bisa didapati pada usaha kami.


d. Promotion
Strategi mengenai bagaimana produk kita dapat dikenal oleh konsumen
melalui beberapa cara :
-

Advertising (iklan)
o Brosur yang dibagikan kepada siswa-siwi
o Pembuatan banner agar usaha kami lebih menarik calon pelanggan

BAB III
ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN

3.1 ASPEK ORGANISASI

Nama Perusahaan / Usaha

: Roti Goreng SMILE

Nama Pemilik / Pimpinan

: Mohammad Zakaria

Staf

: Rizkiyah

Alamat tempat usaha

: Jl. Madrasah No.12 RT.010/01 Gandaria


Selatan Cilandak Jakarta Selatan
(Belakang Sekolah Aliyah Manaratul Islam)

3.2 KEGIATAN PRA OPERASI DAN JADWAL PELAKSANAAN

Produksi yang dijalankan dalam Usaha Roti Goreng ini, karena perusahaan ini
masih berskala kecil maka Saya mempersiapkan keseluruhan sistem produksinya
sendiri.
Teknis pembuatan atau produksi dari Roti Goreng ini adalah dengan membeli
bahan baku yang sekiranya akan dipergunakan sekali saja dalam proses pembuatan
Roti Goreng tersebut sehingga tidak perlu menyimpan bahan baku pembuatan Roti
Goreng tersebut.
Keseluruhan bahan baku yang digunakan untuk memasak Roti Goreng
kemudian menghasilkan Roti Goreng yang siap dijual. Pembuatan Roti Goreng ini
dilakukan pada pagi hari mengingat penjualannya dilakukan pada pagi hari menjelang
masyarakat mulai beraktivitas.

JADWAL KEGIATAN PROGRAM


NO

NAMA KEGIATAN

KEGIATAN MINGGU
1

Riset Pasar

Promosi

Penjualan Roti

Evaluasi

X
X

Kegiatan dilakukan pada bulan Novermber 2014, dimulai pada minggu


pertama melakukan riset pasar. Setelah mengetahui kebutuhan konsumen, maka
terciptalah usaha Roti Goreng tersebut. Kegiatan promosi dilakukan pada minggu
kedua, dan ketiga. Setelah kegiatan promosi dilakukan dengan seksama, kemudian
pada minggu kedua sampai keempat melakukan kegiatan penjualan. Pada minggu
keempat setelah satu bulan berbisnis kita mengadakan evaluasi untuk masalah atau
kendala yang ada pada usaha Roti Goreng tersebut.

10

BAB IV
ASPEK PRODUKSI
4.1 PRODUK
A. Dimensi Produk
Dalam usaha ini kami akan memproduksi ROTI GORENG dengan
nama label kami yaitu ROTI GORENG SMILE. Roti goreng yang kami
produksi terbuat dari roti tawar yang menggunakan daging ayam ditambah
sayuran sebagai isinya.
B. Nilai / Manfaat Produk
-

Manfaat inti (core benefit): sarapan untuk siswa-siswi

Manfaat Dasar (basic benefit): menjadikan siswa-siswi lebih tangkap pelajaran


dengan sarapan yang bergizi

Manfaat Yang di Harapkan (expected benefi): meningkatkan daya fikir

Manfaat di Atas Harapan (augmented benefit): membuat siswa-siswi


memperoleh asupan gizi yang baik.

Manfaat Potensial (Potential Benefit): makanan yang dapat mengenyangkan,


menambah gizi dan praktis.

11

4.2 PROSES PRODUKSI


Alat-alat yang dibutuhkan:
1.

Wajan

2.

Panci

3.

Spatula

4.

Kompor gas

5.

Pisau

6.

Piring

7.

Baskom

8.

Capitan kue

9.

Mika Plastik

Bahan-bahan yang dibutuhkan:


1.

Roti tawar

2.

Ayam

3.

Wortel

4.

Labu

5.

Terigu

6.

Air

7.

Garam

8.

Minyak goreng
12

9.

Saos Sachet

Cara pembuatan :
1.

Rebus Ayam, wortel dan labu dalam panci secara bergantian. Lalu cincang
ketiga bahan tersebut.

2.

Masukkan terigu dan garam secukupnya ke dalam baskom. Lalu tambahkan


air secukupnya.

3.

Masukkan roti tawar satu per satu ke dalam adonan terigu sampai seluruh
permukaannya tertutupi.

4.

Ambil 1 roti yang sudah terbalut terigu dan letakkan potongan ayam,wortel,
dan labu yang telah dicincang. Gulung roti dan sisihkan di piring.

5.

Panaskan minyak goreng dalam wajan yang berada diatas kompor gas menyala
dan goreng roti hingga berwarna coklat keemasan.

6.

Lanjutkan proses ini sampai semua roti habis.

4.3 KAPASITAS PRODUKSI


Kami menargetkan usaha hijab kami untuk 3 tahun kedepan dapat memproduksi
Tahun

Rencana produksi (dalam unit)

2015

14.520

2016

14.750

2017

15.000

4.4 TANAH DAN BANGUNAN


Bangunan untuk usaha kami berbentuk lapak di lingkungan belakang sekolah
Aliyah Manaratul Islam, Jl. Madrasah No.12 RT/RW.010/01 Gandaria Selatan
Cilandak Jakarta Selatan.

13

4.5 MESIN DAN PERALATAN


Jumlah
Nama Mesin/Peralatan
1. Kompor Gas

Merk

Jumlah

Unit

Harga

Harga

Rp
Quantum

400.000

Rp 400.000

Rp

2. Wajan

Maya

100.000

Rp 200.000

Rp

3. Panci

Maspion

61.500

Rp

61.500

Rp

34.000

Rp

4. Spatula

5. Gas 3Kg

Elpiji

17.000

Rp

18.000

Rp 18.000

6. Baskom

Rp

10.000

Rp

20.000

7. Capitan Kue

Rp

15.000

Rp

30.000

8. Gerobak

Handmad

Alumunium

Rp

Rp

3.000.000

3.000.000
Rp

Total Pembelian Mesin/Peralatan

3.763.500

4.6 BIAYA UMUM USAHA/PABRIK


Berikut ini merupakan rincian biaya dalam memproduksi Roti Goreng
Jenis Biaya Umum Usaha/Pabrik

Jumlah Biaya/Tahun

1. Sewa Lapak

Rp 3.600.000

2. Pemeliharaan mesin dan peralatan

Rp

Total biaya umum usaha per tahun:

350.000

Rp 3.950.000

14

4.7 BIAYA BAHAN BAKU


Berikut ini merupakan rincian harga dalam memproduksi Roti Goreng satu hari
produksi yang menghasilkan 30 roti,
Uraian

Banyaknya

Harga/Unit

Jumlah

(1)

(2)

(3=1x2)

a. Roti Tawar (isi 20)

3 bks

Rp 11.000

Rp. 33.000

b. Ayam Potong

1 ptg

Rp 25.000

Rp. 25.000

c. Wortel

2 bks

Rp

2.000

Rp.

4.000

d. Labu

2 buah

Rp

1.500

Rp.

3.000

e. Terigu

2 kg

Rp

7.500

Rp. 15.000

f. Garam

1 bks

Rp

1.000

Rp.

g. Minyak Goreng

2 ltr

Rp 11.000

Rp. 22.000

h. Saos Sachet Indofood (isi 14)

5 bks

Rp

6.800

Rp. 34.000

i. Mika Plastik

30 pcs

Rp

50

Rp. 1.500

Jumlah

1.000

Rp. 138.500

15

BAB V
ASPEK KEUANGAN
5.1. Strategi Sumber Pendanaan Usaha
Sumber dana untuk usaha yang akan dijalankan oleh perusahaan kami ini
adalah dari dana pribadi. Jumlah anggota adalah 2 orang, maka kami berdua
memberikan kontribusi untuk dimasukkan ke dalam modal awal pembuatan,
pemasaran serta penjualan Roti Goreng SMILE ini.
Para anggota penyumbang dana disini diberi peran tergantung pada prosentase
modal yang diberikan. Hal tersebut dapat memberikan tingkat serius yang lebih tinggi
kepada seluruh anggota perusahaan Roti Goreng ini mengingat bahwa seluruh dana
anggota dimasukkan kedalamnya sehingga apabila perusahaan mengalami kerugian,
maka dia pun akan kehilangan dana yang sudah diinvestasikannya tersebut.
5.2. Proyeksi Keuangan
A. Sumber Pendanaan
Persentase (%)
Uraian

1. Modal Sendiri

Jumlah

Zakaria

Rizkiyah

(90%)

(10%)

Rp. 13.500.000

(100%)

Rp. 1.500.000

Rp. 15.000.000

B. Kebutuhan Pembiayaan / Modal Investasi


Uraian
a. Sewa Lapak
b. Mesin/Peralatan

Banyaknya
1

Harga/Unit
Rp. 3.600.000

Jumlah
Rp. 3.600.000

Kompor Gas

Rp.

400.000

Rp.

400.000

Wajan

Rp.

100.000

Rp.

200.000
16

Panci

Rp.

61.500

Rp.

61.500

Spatula

Rp.

17.000

Rp.

34.000

Gas 3kg

Rp.

18.000

Rp.

18.000

Baskom

Rp.

10.000

Rp.

20.000

Capitan Kue

Rp.

15.000

Rp.

30.000

Rp. 3.000.000

Rp. 3.000.000

Gerobak Alumunium
c. ATK
-

Pulpen

12

Rp. 2.000

Rp. 24.000

Notes

Rp. 10.000

Rp. 30.000

Lem

Rp. 5.000

Rp. 10.000

Gunting

Rp. 10.000

Rp. 20.000

Double tape

Rp. 3.000

Rp. 9.000

Rp. 7.000

Rp. 14.000
Rp. 200.000

- Strapler
d. Biaya pra operasi
Jumlah

Rp. 7.670.500

C. Analisis Biaya Tetap


Uraian

Banyaknya

Harga/Unit

Jumlah

(1)

(2)

(3=1x2)

a. Penyusutan
-

Mesin & Peralatan

Rp.

350.000

b. Biaya Pemasaran
-

Brosur

100

Rp 200

Rp.

20.000

Banner

Rp 50.000

Rp.

50.000

c. Biaya Lainnya
Jumlah

Rp. 600.000
Rp. 1.020.000

17

D. Analisis Biaya Variabel (asumsi untuk 1 X produksi)


Uraian

Banyaknya

Harga/Unit

Jumlah

(1)

(2)

(3=1x2)

j. Roti Tawar (isi 20)

3 bks

Rp 11.000

Rp. 33.000

k. Ayam Potong

1 ptg

Rp 25.000

Rp. 25.000

l. Wortel

2 bks

Rp

2.000

Rp.

4.000

m. Labu

2 buah

Rp

1.500

Rp.

3.000

n. Terigu

2 kg

Rp

7.500

Rp. 15.000

o. Garam

1 bks

Rp

1.000

Rp.

p. Minyak Goreng

2 ltr

Rp 11.000

Rp. 22.000

q. Saos Sachet Indofood (isi 14)

5 bks

Rp

6.800

Rp. 34.000

r. Mika Plastik

30 pcs

Rp

50

Rp. 1.500

Jumlah

1.000

Rp. 138.500

Keterangan :
Harga pokok /hari

= Rp. 138.500

Harga pokok/roti

= Rp.

Harga Jual (Rp 4.000 x 60) /hari

= Rp. 240.000

Pendapatan per bulan

= (60 x 22hari) x Rp. 4.000 = Rp. 5.280.000

Pendapatan per tahun

138.500 / 60 = Rp 2.310

= (60 x 22 x 11bulan) x Rp 4.000 = Rp 58.080.000

*keterangan = bulan Ramadhan tidak produksi


Biaya variabel per tahun
Biaya tetap per tahun

= (60 x 22 x 11bulan) x Rp 2.310 = Rp 33.541.200


= Rp. 1.020.000

*operasional penjualan 1 bulan = 22 hari

18

E. Analisis Kelayakan Usaha


1. Analisis Keuntungan
Tahun

Keterangan

2015

2016

2017

Pendapatan

Rp. 58.080.000

Rp. 59.000.000

Rp. 60.000.000

Biaya

Rp. 33.541.200

Rp. 35.092.500

Rp. 35.670.000

Laba

Rp. 24.538.800

Rp. 23.907.500

Rp. 24.330.000

Jadi, keuntungan yang diperoleh pada tahun 2015 dengan menjual 14.520 roti
dengan harga Rp 4.000 per buah dalam 1 tahun adalah Rp 24.538.800,
sedangkan pada tahun 2016 dan 2017 dengan peningkatan penjualan 2% setiap
tahunnya diperoleh keuntungan masing-masing setiap tahunnya adalah Rp.
23.907.500 dan Rp. 24.330.000.

2. Proceed
i=10%
Tahun

Laba

Depresiasi

Proceed

DF =

PV

(1+i)n
2015

Rp.
24.538.800

Rp.

350.000

2016

Rp.
23.907.500

Rp.

350.000

2017

Rp.
24.330.000

Rp.

350.000
Total

Rp. 24.888.800

0,909

Rp. 22.623.919

Rp. 24.257.500

0,826

Rp. 20.036.695

Rp. 24.680.000

0,751

Rp. 18.534.680
Rp. 61.195.294

Jadi, Present Value untuk 3 tahun kedepan diperoleh Rp. 61.195.294 yang diperoleh
dari total depresiasi ditambahkan laba kemudian dikalikan dengan DF (bunga 10%).

19

3. Analisa Pay Back Period


Total Investasi
Pay Back Period = --------------------------------------- x 1 tahun
Proceed
Rp. 7.670.500
Pay Back Period = --------------------------------------- x 1
tahun
Rp.73.826.300
= 0,1 tahun = 25 hari
Jadi, modal akan kembali dalam jangka waktu setengah tahun atau 25 hari
4. Analisa Net Present Value
NPV = Total Present Value Investasi Awal
= Rp. Rp. 61.195.294 - Rp. 7.670.500
= Rp. 53.524.794
Jadi, NPV yang diperoleh dalam 3 tahun kedepan adalah Rp. 53.524.794 yang
artinya dengan investasi awal sebesar Rp 7.670.500 menguntungkan atau
hasilnya melebihi tingkat bunga yang diapakai.
F. Analisa Break Even Point (BEP)
Biaya Tetap
BEP = --------------------------------------------- x 100%
Hasil Penjualan Biaya Variabel
Rp. 1.020.000
BEP = --------------------------------------------- x 100%
Rp 58.080.000

Rp 33.541.200

= 4.2%

20

Jadi, BEP yang diperoleh dalam 1 tahun sebesar 4.2%. Atau dapat dijuga
dicari BEP berdasarkan harga yaitu:
Biaya Tetap
BEP = --------------------------------------

Biaya Variabel
----------------------Hasil Penjualan
Rp. 1.020.000

BEP =

--------------------------------------

Rp. 33.541.200
----------------------Rp. 58.080.000

= Rp. 2.428.571
Jadi, titik impas untuk penjualan selama 1 tahun diperoleh sebesar Rp.
2.428.571.

21

BAB VI
KESIMPULAN
Setelah melalui pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa usaha dari
Roti Goreng ini sudah sangat layak untuk dijalankan. Dalam cara menjalankannya
pun terlihat tidak terlalu sulit, sehingga proses penjualannya pun tidak terlalu
memakan waktu dan fikiran terlalu banyak. Setelah itu, modal yang diperlukan untuk
menjalankan usaha Roti Goreng ini pun tidak terlalu banyak, sehingga tidak akan
terlalu menyulitkan kegiatan belajar siswa-siswi. Waktu pelaksanaannya pun
dilakukan sebelum jam pembelajaran dimulai.
Berdasarkan proposal yang telah dijelaskan, kami juga dapat mengambil kesimpulan
sebagai berikut :
1. Dalam merintis suatu usaha diperlukan perencanaan yang matang agar
kegagalan dapat diminimalisir.
2. Untuk mendirikan suatu usaha diperlukan keberanian dan kepercayaan pada
diri sendiri.
3. Untuk mendapat laba yang besar, maka pengeluaran diusahakan sekecil
mungkin tanpa mengurangi kualitas barang.

Akhir kata, besar pengharapan kelompok kami untuk memperoleh keuntungan


dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa dalam kelas entrepreneur ini. Karena
setelah dilakukan penghitungan, ternyata keuntungan yang didapatkan dari program
ini selain manfaat pengetahuan, relasi, kita juga memperoleh keuntungan dalam
bentuk materi. Materi tentunya adalah suatu hal yang sangat berharga, apalagi apabila
materi tersebut diperoleh oleh mahasiswa yang masih belum memiliki penghasilan
sama sekali.

22