Anda di halaman 1dari 9

EVALUASI DARI SENSITIF FORMASI DENGAN PERENCANAAN WELL

COMPLETION DALAM MENANGGULANGI TERJADINYA WATER DAN


GAS CONING
Supianudin
Teknik Perminyakan
Fakultas Teknik dan Desain
Institut Teknologi dan Sains Bandung
e-mail: iyansofyan19@gmail.com

ABSTRAK
Pada saat memproses minyak yang dimana seringkali didapati masalah seperti water ataupun
gas coning. Penyebab terjadinya water dan gas coning ini karena diindikasikan karena adanya
breaktrough air dan gas yang terlalu dini pada saat melakukan proses produksi minyak di
lapangan. Water dan gas coning ini dapat terjadi karena proses produksi sumur yang
berlebihan dan melewati kondisi aliran kritis, sehingga sejumlah air yang berada diaquifer
dan gas yang berada di tudung gas ikut terproduksi dalam aliran fluida reservoir.
Water dan gas coning yang terkadang terjadi akan dapat memberikan pengaruh yang
berdampak negative terhadap perolehan minyak. Oleh sebab itu sangat perlu dilakukan usaha
untuk pencegahan sejak awal proses produksi berlangsung, salah satu hal yang dapat
dilakukan adalah dengan perencanaan well completion. Karena dengan perencanaan well
completion yang tepat akan dapat memberikan pengaruh positif dengan hasil yang bisa
mengahambat terjadinya coning, dengan perencanaan tersebut sehingga produksi minyak
optimum dan maksimal sehingga dapat dipertahankan dan ultimate recovery dan akan
menghasilkan keekonomisan yang optimal terhadap lapangan yang dapat diroduksikan.

1. Latar Belakang
Kita mengetahui bahwasannya well
completion
merupakan
langkah
selanjutnya yang dimana dilakukan setalah
pemboran mencapi target yang diharapkan,
maka sumur yang ada dipersiapkan untuk
dikomplesi.
Metoda well completion merupakan
pekerjaan tahap akhir dari operasi
pemboran, dimana kegiatan ini

bertujuan untuk dapat mempersiapakan


suatu sumur pemboran menjadikan sumur
yang dapat diproduksikan. Tujuan dari
well completion diantaranya adalah untuk
dapat mengatur agar jika terjadi aliran
fluida dari formasi produktif ke lubang
sumur hingga sampai ke permukaan. Dan
agar dapat memperoleh laju optimum dan
dapat mengatasi efek setiap lapisan
produktif, maka harus dapat dilakukan
pemilihan salah satu metoda completion
yang sesuai tepat, serta sesuai dengan
ukuran peralatan yang sesuai dengan setiap

EVALUASI DARI SENSITIF FORMASI DENGAN PERENCANAAN WELL COMPLETION DALAM


MENANGGULANGI TERJADINYA WATER DAN GAS CONING

sumur yang akan dilakukan evaluasi dari


sensitif formasi dengan perencanaan well
completion
dalam
menanggulangi
terjadinya water coning dan gas coning.

yaitu pada tekanan dan tempertaur yang


tinggi. Oleh karena itu maka agar
mengetahui dan mengevaluasi tidak
terjadinya water coning dan gas coning
maka dilakukan metoda well completion.

Water coning dan gas coning merupakan


fenomena ataupun masalah yang sangat
serius dalam melakukan produksi minyak
pada suatu lapangan, baik pada lapangan
sumur horizontal dan pada sumur vertical.
Ketika sedang melakukan produksi
minyak dan terjadi adanya water coning
dan gas coning makan hal ini akan
menyebabkan
pengurangan
produksi
minyak. Coning itu sendiri terjadi jikalau
air dan gas mengalir dan mendahului
minyak dengan arah gerakan yang
memotong bidang perlapisan batuan
disekitarnya, karena permeabilitas vertikal
batuan yang cukup tinggi sehingga
mempengaruhi air dan gas bergerak cepat
dan mendahului minyak sehingga dapat
mengakibatkan terjadinya water coning
dan gas coning pada sumur yang
terproduksi.
Oeh karena itu makalah ini membahas
tentang perkiraan dilakukan evaluasi dari
sensitif formasi dengan perencanaan well
completion
dalam
menanggulangi
terjadinya water coning dan gas coning.
Diharapkan dengan mengetahui hasil dari
evaluasi tersebut, maka dapat ditentukan
kondisi operasi yang sesuai agar masalah
water coning dan gas coning dapat
dihindari atau diminimalkan.
2. Landasan Teori
A. Well Completion
Fluida yang terdapat pada sumur
pemboran dalah suatu larutan yang
mengandung berbagai unsur kimia, dimana
prosesnya terjadi pada kondisi reservoir

Well Completion adalah merupakan


pekerjaan tahap akhir yang dilakukan dari
operasi pemboran, dimana pekerjaan ini
dimaksudkan agar dapat mempersiapakan
suatu sumur pemboran yang dimana
sebelumnya belum terproduksi dengan
dilakukan well completion sumur tersebut
dapat terproduksikan. Adapun tujuan dari
metoda well completion adalah untuk
dapat mengatur agar terjadinya aliran
fluida dari formasi produktif ke lubang
sumur sampai ke permukaan. Selain tujuan
tersebut juga, agar dapat memperoleh laju
optimum dan mengatasi efek setiap lapisan
produktif maka harus dilakukan pemilihan
dengan metoda completion yang tepat
serta ukuran peralatan yang sesuai untuk
setiap sumurnya.

Beberapa jenis well completion dapat


dibagi menjadi 3 completion, diantaranya
yaitu :
Formation Completion
Formation completion dapat dilakukan
secara open atau cased hole completion
yang dilakukan saat perforasi. Agar dapat
menanggulangi masalah jika nantinya
terproduksi pasir sehubungan dengan
kondisi formasi yang dapat digunakan
secara liner, gravel packing atau sand
consolidation.

a. Open-hole completion
Metoda open-hole completion hanya
cocok digunakan untuk formasi yang
kompak atau tidak mudah gugur. Bila laju

EVALUASI DARI SENSITIF FORMASI DENGAN PERENCANAAN WELL COMPLETION DALAM


MENANGGULANGI TERJADINYA WATER DAN GAS CONING

produksi cukup besar maka produksi


sumur dilakukan dengan melalui casing.
Pada metoda ini, casing dipasang hanya
sampai pada puncak formasi produktif
sehingga formasi produktif tidak tertutup
secara mekanis, dengan demikian aliran
fluida reservoir dapat langsung masuk ke
dalam sumur tanpa halangan.
b. Cased-hole completion
Metoda cased-hole completion digunakan
untuk formasi yang kurang kompak atau
mudah gugur. Pada metoda ini casing
diproduksi dan dipasang sampai dasar
formasi produktif dan disemen selanjutnya
diperforasi pada titik-titik interval yang
diharapkan.

b. Commingle completion
Metode ini dilakukan untuk sumur yang
memiliki lebih dari satu lapisan zona
produktif yang diproduksikan melalui satu
produksi string. Jenis-jenis comingle
completion antara lain;\
1. Single Tubing with Single Packer
2. Single Tubing with Dual Packer
3. Single Tubing Single Packer with Extra
Tubing
4. Single Tubing with Multiple Packer
c. Multiple completion
Multiple completion ini merupakan
metoda yang digunakan untuk sumur yang
memiliki lebih dari satu zona atau lapisan
produktif dimana tiap-tiap zona produktif
diproduksikan
sendiri-sendiri
secara
terpisah dengan produktifitas serta jarak
masing-masing zona sehingga dapat
memaksimalkan perolehan minyak. Jenisjenis multiple completion antara lain:

Tubing Completion
Tubing completion secra umum dapat
dibedakan menjadi tiga jenis yang
didasarkan jumlah production string yang
digunakan dalam sumur. Jenis-jenis
tersebut adalah; single completion,
comingle completion dan multiple
completion.

1. Multiple Packer Completion


2. Multiple Tubingles Completion

a. Single Completion
Single completion merupakan metoda
completion yang hanya memiliki satu
lapisan atau zona produktif. Berdasarkan
kondisi reservoir dan lapisan batuan
produktifnya,
single
completion
dobedakan menjadi dua jenis yaitu open
hole
completion
dan
perforated
completion.

Wellhead Completion
Wellhead suatu istilah yang digunakan
untuk menguraikan peralatan yang terpaut
pada bagian atas dari rangkaian pipa
didalam suatu sumur untuk menahan dan
menopang rangkaian pipa.

Metoda wellhead
menjadi dua, yaitu

completion

EVALUASI DARI SENSITIF FORMASI DENGAN PERENCANAAN WELL COMPLETION DALAM


MENANGGULANGI TERJADINYA WATER DAN GAS CONING

dibagi

1. Single completion
Berdasarkan jenis
menjadi dua, yaitu:

b. Christmas-Tree untuk Multiple completion


peralatanya

dibagi

sumur yang diproduksiskan lebih dari satu

a. Tubing Head untuk single completion


Tubing head di tempatkan diatas casing
head dan berfungsi untuk menggantungkan
tubing dan memberikan suatu pack off
antara tubing string dan production string.
b. Christmast-Tree untuk single completion
Christmast-Tree untuk single completion
merupakan suatu susunan dari katup-katup
(valve) dan fitting yang ditempatkan diatas
tubing head untuk mengatur serta
mengalirkan fluida sumur. Pada umunya
single completion ,menggunakan satu
wing
valve.
Sedangkan
peralatan
christmast-tree terdiri dari:

ini jenis multiple pararel string well head


dengan semua fitting berada pada flange
bagian atas tubing head. Sedangkan untuk
Christmas tree yang digunakan sambungan
jenis ulir, las dan flange yang berdiri
sendiri

serta

dengan

kesatuan

yang

lengakap, dipakai untuk tubing dengan


berbagai

ukuran, beberapa ukurannya

adalah 11/4, 1 , 2 27/8 ataupun 4 inch.


B. Water Coning dan Gas Coning

cenderung untuk terus turun atau decline


yang dimana mempunyai permeabilitas
yang tidak seragam atau biasa disebut tak
homogeny. Dengan adanya drawdown

Berdasarkan jenis peralatannya dibagi


menjadi dua jenis, yaitu:
a. Tubing head untuk Multiple completion
Pada perencanaan ini agak berbeda dalam
mangkuk

tubing

headnya (tubing head bowl), dimana harus


disesuaikan dengan ukuran dan jumlah
tubing yang digunakan

untuk dual

completion dengan dual completion tubing


hanger.

wing Christmas-tree). Pada pemasangan

memiliki tekanan yang selalu berubah dan

2. Multiple completion

ukuran

tubing atau multiple completion (double

Setiap reservoir hidrokarbon pada umunya

Tubing head adapter


Master valve
Tee atau cross
Wing valve
Choke
Flow-line valve

pemilihan

Pada perencanaan ini yang digunakan pada

pressure

yang

tinggi

serta

didukung

dengan adanya permeabilitas batuan yang


tinggi maka akan menghasilkan dan
mengakibatkan

terjadinya

coning

itu

sendiri. Hal ini terjadi apabila air dan gas


mengalir mendahului minhyak dengan
arah gerakan memotong bidang perlapisan
batuan disekitarnya, karena permeabilitas
vertikal batuan yang cukup tinggi sehingga
dapat memungkinkan air atau gas bergerak
cepat

dan

akan

mendahului

EVALUASI DARI SENSITIF FORMASI DENGAN PERENCANAAN WELL COMPLETION DALAM


MENANGGULANGI TERJADINYA WATER DAN GAS CONING

fluida
4

hidrokarbon hal ini sehingga menyebabkan


terjadinya water coning dan gas coning.

a. Jika

tidak

terdapatnya

lapisan

impermeable antara zona air dan zona

Jika sumur produksi ini diselesaikan secara


perforation kemudian diproduksikan maka
tekanan disekitar lubang sumur akan turun

fluida diatasnya sehingga memungkinkan


air dapat mengalir ke dasar sumur.
b. Bila terjadi penurunan pada tekanan di

maka hal ini menyebabkan gradient alir

dasar sumur produksi.


c. Jika mobilitas (k > ), yang disini keadaan

(flow gradient) yang akan ditimbulkan

air ke dasar sumur lebih besar daripada

cenderung untuk menurunkan bidang batas

mobilitas fluida yang diatasnya.


d. Jarak antara dasr sumur ke water level

gas minyak dan dapat menaikan bidang


batas minyak air disekitar lubang bor
sampai dicapai kondisi setimbang. Pada
kondisi ini terdapat dua gradient yang

lebih kecil daripada radius pengurasan


sumur ((re).
e. Bila interval perforation sumur berada
diatas water level.

berlawanan yaitu gradient tekanan alir dan


gradient hidrostatisnya (gaya grafitasi)

3. PEMBAHASAN

menjadi seimbang. Jika laju produksi


terlalu besar menyebabkan gradient alir
yang

tinggi

mengalahkan

disekitar
gaya

lubang

gravitasi

bor

sehingga

kerucut air dan gas menjadi tidak stabil

Evaluasi dari sensitif formasi dengan


perencanaan

well

completion

dalam

menanggulangi terjadinya water coning


dan gas coning pada reservoir jika terdapat
water coning dan gas coning maka metoda

dan memasuki sumur.

yang dapat dilakukan salah satunya dalah


Produksi

minyak

yang

mengalami

metoda

dengan

perforated

casing

fenomena water coning dan gas coning ini

completion, karena metoda ini dapat

dapat mengurangi produksi minyak yang

,mengkontro laju air atau gas yang ikut

sangat cukup signifikan, sehingga unutuk

terproduksi pada pipa produksi, yaitu

menanggulangi dan meminimalkan atau

dengan mengatur interval dan posisi

bahakan bisa menunda dan mencegah

perforasi. Disamping itu juga perforasi

terjadinya water coning dan gas coning

dapat memberikan efek samping yang

terlalu dini.

dapat

Faktor-faktor water coning dan gas coning


yang dapat terjadi apabila memenuhi
kriteria sebagai berikut :

menguntungkan

penembusan
perforasi

pelubangan
yang

yaitu
ke

produktif

efek
dalam
dalam

menghasilkan hidrokarbon.

EVALUASI DARI SENSITIF FORMASI DENGAN PERENCANAAN WELL COMPLETION DALAM


MENANGGULANGI TERJADINYA WATER DAN GAS CONING

Perencanaan Evaluasi Completion

dipengaruhi oleh kerusakan (damage) dan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalm


melakukan Perforated Casing Completion
adalah:

lubang perforasi. Dalam hal ini keduanya


dapat dikatakan sebagai skin yang sama
secara kuantitatif dapat berharga positif
atau negative. Untuk selajuntnya masing-

1. Perhitungan Interval dan posisi perforasi

masing dapat dinyatakan sebgai skin


damage (Sd) dan skin perforasi (Sp).

Penentuan interval perforasi dimaksudkan


untuk mendapatkan suatu posisi dan
panjang rangkaian perforasi optimum yang
memberikan laju produksi maksimum
tanpa ikut terproduksinya air dan gas.

5. Perhitungan pressure drop perforasi


Salah

satu

produktifitas
completion

penyebab
sumur
adalah

rendahnya

pada

perfotaed

karena

program

pelubangan selubung (perforasi) yang

2. Perhitungan Density Perforasi

tidak memadai. Apabila kondisi ini terjadi


Density Perforasi adalah jumlah lubang

akan berakibat timbulnya suatu hambatan

perforasi per satuan panjang (ft) untuk

terhadap

dapat mencegah terjadinya coning, Faktor

penurunan tekanan (pressure drop) dalam

utamanya yang harus dapat dicegah adalah

formasi.

aliran

atau

bertambahnya

pada laju produksi water awal dari sumur


tersebut yang akan membandingkan laju
produksi dari sumur yang diperforasi (Qp)
terhadap

produktivitas

sumur

bila

dikomplesi secara terbuka (Qo).


3. Peritungan Diameter Perforasi

Perencanaan Tubing Completion


Faktor

yang

menjadikan

dasar

dilakukannya hal ini adalah karena factor


vertical flow performance, karena menjadi
dasar utama dalam penentuan ukuran
tubing dan anlisa kehilangan tekanan pada

Hal ini bertujuan untuk mempengaruhi

tubing.

pada harga kc tehadap ku ( permeabilitas


crush zone dengan permeablitas formasi)
terhadap productivity ratio.
4. Perhitungan factor skin pada perforasi

1. Perencanaan dalam penentuan ukuran


tubing
Perhitungan

diameter

tubing

pada

dasarnya merupakan pemilihan ukuran


Laju aliran dari formasi ke dalam sumur

(diameter) tubing yang disesuaikan dengan

pada saat perforared casing completion,


EVALUASI DARI SENSITIF FORMASI DENGAN PERENCANAAN WELL COMPLETION DALAM
MENANGGULANGI TERJADINYA WATER DAN GAS CONING

laju aliran yang optimum terhadap sumur


produksi.

Hal ini sangat perlu diperhitungkan juga

2. Analisa kehilangan tekanan pada tubing


Perhitungan kehilangan tekanan selama
terjadi

aliran

melalui

pipa

vertikal

(tubing). Aliran minyak, air dan gas


merupakan aliran turbulen. Kehilangan
energy yang terjadi pada sepanjang aliran
tersebut
pembilang

2. Perencanaan Christmast-Tree

yang

dikolerasikan

daripada

pada

dengan
bilangan

Reynolds.

dalam
dengan

evaluasi

dari

perencanaan

sensitif
well

formasi

completion

dalam menanggulangi terjadinya water


coning dan gas coning pada reservoir,
karena hal ini sangat dipengaruhi oleh
kondisi tekanan sumur, disamping pula
oleh jumlah komplesi yang digunakan.
Kondisi tekanan perlu diperhatikan karena
Christmas

tree

pada

standar

API

diklasifikasikan berdasarkan kemampuan


dalam menahan tekanan kerja. Choke

Perencanaan Wellhead Completion

performance merupakan bagian analisa


Dasar utama dari perencanaan wellhead

ulah kerja sumur sembur alam pada kepala

completion yang terpenting adalah dapat

sumur yang meliputi kehilangan tekanan

memilih dengan tepat dan sesuai dengan

akibat penyempitan diameter pipa pada

rentang tekanan dan menentukan diameter

bagian tertentu (suface choke). Selain

choke yang dibutuhkan disamping itu juga

dipasang pada peralatan kepala sumur,

pemilihan

biasanya dipasang pula tubing pada tubing

chritsmas-tree

yang

akan

digunakan.
1. Perencanaan Wellhead
Perencanaan ukuran wellhead dipilih agar
bagian dalamnya dapt memberikan lubang
yang terbuka luas agar peralatan yang
diturunkan ke bawah permukaan tidak
merusak tubing head. Dalam perencanaan
dan kekuatan tubing head tergantung dari
ukuran casing yang digunakan harus
mempunyai tekanan kerja yang mampu
menahan tekanan aliran fluida formasi.

yang berada di dasar sumur (subsurface


choke).
Tujuan utama melakukan pemasangan
choke adalah mengatur laju produksi yang
sesaui dengan perencanaan. Pemilihan
choke di lapangan minyak dilakukan
sedemikian rupa sehingga bagian tekanan
down stream di dalam floe line tidak
berdampak jelek terhdap tekanan kepala
sumur

dan

pada

kelalukan

terhadap

produksi sumur.

EVALUASI DARI SENSITIF FORMASI DENGAN PERENCANAAN WELL COMPLETION DALAM


MENANGGULANGI TERJADINYA WATER DAN GAS CONING

Disamping itu perencanaan ukuran choke


yang digunakan, maka masalah penting
lainnya dalam choke performance adalah
adnya masalah penurunan tekanan tau
pressure drop yang terjadi di choke. Hal
ini perlu diperhatikan karena menyangkut
masalah aliran fluida yang akan menuju ke

Perhitungan factor perforasi


Perhitungan pressure drop perforasi
3. Dsar dari perencanaan tubing itu adalah
vertical flow performance, karena menjadi
factor utama dalam penentuan ukuran
tubing dan analisa kehilangan tekanan
pada tubing.
4. Merencanakan

well

head

completion

separator. Untuk menentukan besarnya

dengan memilih well head yang sesuai

penurunan tekanan melalui choke (suface

dengan

choke), dilakukan dengan analisa nodal,

menentukan

dimana surface choke ini merupakan node

dibutuhkan

(titik) terhadap solusinya untuk mencegah

pemilihan

adanya water coning ataupun gas coning.

digunakan.

rentang

tekanan

diameter
diamping

dan

dapat

choke

yang

itu

Christmast-tree

juga

saat

yang

saat

4. KESIMPULAN
Dari pembahasan yang telah dikaji diatas
maka dapat disimpulkan dalam beberapa
kesimpulan mengenai evaluasi sensitive
terhadap

water

dan

gas

coning,

diantaranya sebagai berikut;


1. Pada reservoir yang terdapat water coning
dan gas coning metoda yang dapat
digunakan

adalah

metoda

perforated

casing completion, karena metoda ini


dapat mengontrol ikut terproduksinya air
dan gas.
2. Faktor factor yang harus diperhatikan
dalam

perencanaan

perforated

casing

completion, yaitu :
Perhitungan interval dan posisi perforasi
Perhitungan density perforasi
Perhitungan diameter perforasi

5. DAFTAR PUSTAKA
Wan Renpu. (1995) Advanced Well
Completion
Engineering,
Petroleum
Industry Press, Beijing.
Makinde F.A., Adefidipe, O. A., and Craig,
A. J. Water Coning in Horizontal Wells:

EVALUASI DARI SENSITIF FORMASI DENGAN PERENCANAAN WELL COMPLETION DALAM


MENANGGULANGI TERJADINYA WATER DAN GAS CONING

PredictionPost-Breaktrhough Performance,
International Journal of Engineering &
Technology IJET-IJENS Vol : 11 No:11
F.B. Thomas, E. Shtepani, G.
Marosi, D.B. Dennion. Production
Well Water Coning Is There
Anything That We Can Do?, Hycal
Energy Research Laboratories
Ltd.
http://www.slb.com/services/comp
letions.aspx?
entry=ad_google_cpl_schlumberg
er_completion
http://www.slb.com/services/comp
letions/perforating/completion_pe
rforating.aspx
http://anggafasya.blogspot.com/2012/05/k
omprehensif.html
en.wikipedia.org/wiki/Completion_
(oil_and_gas_wells)
petrowiki.org/Water_and_gas_coni
ng
http://www.slb.com/services/comp
letions.aspx?
entry=ad_google_cpl_schlumberg
er_completion

EVALUASI DARI SENSITIF FORMASI DENGAN PERENCANAAN WELL COMPLETION DALAM


MENANGGULANGI TERJADINYA WATER DAN GAS CONING