Anda di halaman 1dari 27

DAFTAR ISI

Halaman Judul....................................
Keterangan Pemilik
Daftar Isi
Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika
BAB I KETENTUAN UMUM
Pasal 1 Pemberlakuan
Pasal 2 Dasar Pemikiran
Pasal 3 Pengertian
BAB II MAKSUD, TUJUAN, DAN LANDASAN
Pasal 4 Maksud Dan Tujuan
Pasal 5 Landasan
Pasal 6 Hubungan Antar Taruna
Pasal 7 Hubungan Taruna Dengan Masyarakat
BAB III HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal 8 Hak
Pasal 9 Kewajiban
Bab Iv Pembinaan Moral Dan Mental
Pasal 10 Umum
Pasal 11 Pembinaan
Pasal 12 Taruna
Pasal 13 Penghargaan Atau Tanda Jasa
Pasal 14 Kegiatan Sehari-Hari
Pasal 15 Kegiatan Sosial Dan Keagamaan
Pasal 16 Pesiar
Pasal 17 Kepemilikan Barang
Pasal 18 Berkendaraan
Pasal 19 Upacara Dan Apel
Pasal 20 Proses Belajar Mengajar
Pasal 21 Pembebasan Dari Pembelajaran
Pasal 22 Lagu Dan Bendera
Pasal 23 Penyelenggaraan Peserta Di Sekolah

Pasal 24 Pakaian Dinas


Pasal 25 Biaya Pendidikan
Bab V Tata Krama
Pasal 26 Sebutan Dan Panggilan
Pasal 27 Berdiri, Berjalan, Duduk
Pasal 28 Berbicara Dan Bahasa
Pasal 29 Bertamu
Pasal 30 Menerima Tamu
Pasal 31berkenalan
Pasal 32 Bersama Rekanita
Pasal 33 Mengunjungi Orang Sakit
Pasal 34 Melayat
Pasal 35 Ziarah
Pasal 36 Berbelanja
Pasal 37 Membuat Janji
Pasal 38 Menulis Surat
Pasal 39 Undangan
Pasal 40 Menonton
Pasal 41 Menelpon
Pasal 42 Berobat
Pasal 43 Kantin
Pasal 44 Kebersihan Dan Kerapihan
Pasal 45 Makan
Pasal 46 Merokok Dan Minum-Minuman Keras
Pasal 47 Meminjam
BAB VI PEMBERHENTIAN, PELANGGARAN, SANKSI, LARANGAN, DAN
HUKUMAN
Pasal 48 Pemberhentian
Pasal 49 Sanksi dan Hukuman
Pasal 50 Larangan Pelanggaran Tingkat Utama
Pasal 51 Larangan dan Pelanggaran Tingkat Pertama
Pasal 52 Larangan dan Pelanggaran Tingkat Kedua
Pasal 53 Larangan dan Pelanggaran Tingkat Ketiga
Pasal 54 Larangan dan Pelanggaran Tingkat Keempat

Pasal 55 Larangan dan Pelanggaran Tingkat Kelima


Pasal 56 Poin atau Angka Kesalahan
Pasal 57 Dewan Pertimbangan
Pasal 58 Pelaksanaan Sanksi
Pasal 59 Evaluasi Pembinaan Mental dan Moral
BAB VII PENUTUP
Pasal 60
Pasal 61
Pasal 62

PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan / Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Bhineka Tunggal Ika


Bermacam-macam suku tetapi satu tujuan

BAB I
KETENTUAN UMUM
PASAL 1
PEMBERLAKUAN
1) Peraturan tata terib Taruna ini berlaku bagi Taruna SMK Pelayaran (SPM) Semarang.
2) Peraturan tata tertib Taruna ini berlaku sejak calon Taruna dinyatakan sebagai Taruna
sampai dengan diwisuda.
Perubahan : ayat (2)
Peraturan tata tertib Taruna ini berlaku sejak calon Taruna dinyatakan sebagai Taruna sampai
kelulusan.
PASAL 2
DASAR PEMIKIRAN
Taruna SMK Pelayaran (SPM) Semarang sebagai calon perwira profesional pelayaran
diharapkan mempunyai kompetensi kepribadian perlu memiliki kondisi fisik dan mental yang
baik sehingga seluruh Taruna wajib mentaati dan mematuhi PERTIBTAR.
Perubahan : Taruna SMK Pelayaran (SPM) Semarang sebagai calon perwira profesional
pelayaran diharapkan memiliki kondisi fisik dan mental yang baik serta didukung dengan
kepribadian yang mulia sehingga seluruh Taruna wajib mentaati dan mematuhi PERTIBTAR.

PASAL 3
PENGERTIAN
Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan :
1) Peraturan tata tertib Taruna yang selanjutnya disebut PERTIBTAR adalah suatu
peraturan tertulis yang mengatur tata tertib kehidupan Taruna baik di dalam maupun
di luar kampus SMK Pelayaran (SPM) Semarang
2) Calon Taruna yang selanjutnya disebut CATAR adalah mereka yang belum memenuhi
3)
4)
5)
6)

persyaratan untuk dapat diangkat menjadi Taruna.


Taruna adalah Taruna dan Taruni SMK Pelayaran (SPM) Semarang.
Taruna Muda adalah Taruna yang duduk pada tingkat semester I dan II.
Taruna Madya adalah Taruna yang duduk pada tingkat semester III dan IV.
Taruna Praktek Laut (Prala) adalah Taruna yang melaksanakan tugas praktek lapangan
di laut. Taruna Praktek Darat (Prada) adalah Taruna yang melaksanakan tugas praktek

lapangan di darat.
7) Taruna Dewasa adalah Taruna yang duduk pada tingkat semester VII.

Perubahan :
ayat (6) Taruna Dewasa adalah Taruna yang duduk pada tingkat semester V dan VI.
Ayat (6) lama dipindah menjadi ayat (7)
BAB II
MAKSUD, TUJUAN, DAN LANDASAN
PASAL 4
MAKSUD DAN TUJUAN
1) Maksud ditetapkannya PERTIBTAR adalah untuk memberikan arah dalam pembinaan
Taruna di dalam maupun di luar kampus.
2) Tujuan ditetapkannya PERTIBTAR adalah untuk memberikan pedoman dan arah
kepada Taruna supaya memiliki sikap disiplin, dedikasi dan bertanggung jawab
sehingga mencetak Perwira pelayaran niaga yang memiliki kompetensi kepribadian,
profesional dan manager.
PASAL 5
LANDASAN
1) Landasan PERTIBTAR adalah :
a. Agama
b. Pancasila
c. UUD 1945
d. 5 (Lima) Citra Manusia Perhubungan
e. Tri Dharma Perguruan Tinggi
f. Catur Prasetya Taruna
Perubahan: mendapat tambahan poin
g. Kepramukaan
2) Di samping nilai-nilai tersebut pada ayat (1), dilakukan pula peraturan-peraturan
teknis lain yang merupakan landasan tambahan, yaitu:
a. Peraturan Baris-Berbaris (PBB)
b. Peraturan penghormatan
c. Tata upacara
PASAL 6
HUBUNGAN ANTAR TARUNA
1) Taruna yang tingkatannya lebih tinggi harus :
a. Dapat menjadi contoh yang lebih rendah dalam ketaatan terhadap norma-norma,
aturan, sopan santun dan tingkah laku serta kerapian dan kebersihan dalam
penampilan.
b. Dapat membimbing dan membantu Taruna yang tingkatannya lebih rendah, dalam
mengatasi kesulitan yang dihadapi terutama di bidang akademis.

c. Memberikan perintah atau petunjuk yang baik dan bermanfaat sesuai dengan
PERTIBTAR.
Perubahan:
1) Kakak kelas (Taruna yang tingkatannya lebih tinggi) harus :
a. Dapat menjadi contoh adik kelas dalam ketaatan terhadap norma-norma,
aturan, sopan santun dan tingkah laku serta kerapian dan kebersihan dalam
penampilan
b. Dapat membimbing dan membantu adik kelas, dalam mengatasi kesulitan di
bidang akademis, sosial dan karir.
c. Memberikan perintah atau petunjuk yang baik dan bermanfaat sesuai dengan
PERTIBTAR
2) Taruna yang tingkatannya lebih rendah harus :
a. Menghargai dan melaksanakan perintah dan nasehat yang baik dari Taruna yang
lebih tinggi tingkatannya.
b. Menjaga sopan santun dalam tutur kata dan tindak tanduk, berpenampilan rapi
serta menjaga kebersihan badan maupun perlengkapan atau atribut.
c. Mencontoh dan meneladani serta mengembangkan hal-hal positif yang telah
dicontohkan Taruna yang lebih tinggi tingkatnya.
Perubahan :
2)Adik kelas (Taruna yang tingkatannya lebih rendah) harus :
a. Menghargai dan melaksanakan perintah dan nasehat yang baik dari kakak
Taruna yang lebih tinggi tingkatannya.
b. Menjaga sopan santun dalam tutur kata dan tindak tanduk, berpenampilan
rapi serta menjaga kebersihan badan maupun perlengkapan atau atribut.
c. Mencontoh dan meneladani serta mengembangkan hal-hal positif yang telah
dicontohkan Taruna yang lebih tinggi tingkatnya.
3) Hubungan Taruna sesama tingkat harus saling bekerjasama, bantu membantu dan
hormat menghormati.
4) Semua Taruna harus taat dan menghormati Taruna yang sedang bertugas atau
menjabat.
5) Semua Taruna harus berusaha menegakkan semangat korps Taruna yang kuat, sehat
dan dinamis.
PASAL 7
HUBUNGAN TARUNA DENGAN MASYARAKAT

1) Taruna merupakan bagian dari masyarakat sehingga harus hormat-menghormati,


gotong-royong, tenggang rasa dalam kegiatan sosial di masyarakat serta harus
mentaati peraturan atau norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat.
2) Taruna sebagai generasi muda dan calon perwira pelayaran niaga perlu saling
mengenal sesama generasi muda dan dapat bekerjasama dalam kegiatan akademis,
sosial, kepemudaan maupun keolahragaan.
3) Dalam menjalin hubungan tersebut Taruna selalu menjunjung tinggi tata krama, sopan
santun serta tetap menjunjung tinggi PERTIBTAR SMK Pelayaran (SPM) Semarang.
BAB III
HAK DAN KEWAJIBAN
PASAL 8
HAK
Selama dalam pendidikan Taruna mempunyai hak :
1) Mendapatkan pengajaran, pelatihan, dan pembinaan.
2) Mendapatkan perawatan kesehatan menurut peraturan yang telah berlaku di SMK
Pelayaran (SPM) Semarang.
3) Bagi Taruna yang berprestasi dalam pendidikan atau hal-hal khusus berhak untuk
mendapatkan piagam penghargaan serta hadiah.
4) Pesiar atau keluar dari lingkungan sekolah sesuai dengan ketentuan serta segala
peraturan yang berlaku.
PASAL 9
KEWAJIBAN
Selama dalam pendidikan Taruna mempunyai kewajiban :
1) Mematuhi dan mentaati semua ketentuan pendidikan, baik lisan maupun tertulis dan
memelihara serta menggunakan hak yang diberikan dengan sebaik-baiknya.
2) Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing serta
saling menghormati antar sesama pemeluk agama.
3) Secara aktif mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh semua Taruna.
Perubahan :
Ayat (3) Secara aktif mengikuti kegiatan yang ditugaskan atau diadakan oleh sekolah.
Tambahan ayat
4) Menjaga kebersihan diri, tempat tinggal dan lingkungan sekolah.
BAB IV
PEMBINAAN MORAL DAN MENTAL

PASAL 10
UMUM
1) Taruna SMK Pelayaran (SPM) Semarang dari berbagai daerah dan suku bangsa
dengan beraneka adat istiadat dan kebudayaan. Sebagai calon perwira pelayaran
niaga, Taruna dituntut mempunyai sikap dan pemikiran yang sama, tutur kata dan
perbuatan yang merupakan perwujudan nilai-nilai luhur, adat istiadat dan budaya
bangsa melalui bimbingan dan tuntunan.
2) Bimbingan dan tuntunan tersebut pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan yang
memberikan pedoman dan arah yang harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari
dan menjadi ciri khas serta kebanggaan Taruna sebagai pencerminan kehidupan yang
memiliki jiwa bahari.
PASAL 11
PEMBINAAN
1) Pembinaan dilaksanakan dengan metode saling asah, asih dan asuh bertujuan
membentuk Taruna agar mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai budaya
bangsa dan menguasai pengetahuan akademis dalam rangka pembentukan kepribadian
yang baik.
2) Kegiatan tersebut meliputi :
a. Pembinaan mental
b. Pembinaan kerohanian/spiritual
c. Pembinaan bela negara dan ideologi
d. Pembinaan kepemimpinan
e. Pembinaan ketrampilan olah raga
f. Pembinaan ketrampilan ekstrakurikuler seperti drumband dan kesenian lainnya.
g. Pembinaan motivasi dan olah pikir
h. Pembinaan cinta alam/bahari
i. Pembinaan bahasa inggris
3) Para Taruna diwajibkan untuk aktif mengikuti kegiatan tersebut pada ayat (2), yang
pelaksanaannya diatur oleh unit PMM.
PASAL 12
TARUNA
1) Organisasi Taruna dibentuk untuk melatih, memupuk dan mengembangkan jiwa
kepemimpinan Taruna
2) Pembentukan organisasi Taruna ditetapkan dengan surat keputusan direktur SMK
Pelayaran (SPM) Semarang
PASAL 13

PENGHARGAAN ATAU TANDA JASA


1) Taruna yang berprestasi dalam pendidikan atau dalam hal khusus mendapatkan
piagam atau penghargaan, tanda jasa, hadiah serta dicatat dalam rekapitulasi angkat
penghargaan Taruna yang diperhitungkan dalam menentukan kondite seorang Taruna
2) Penghargaan atau tanda jasa tersebut dapat dicabut kembali apabila suatu saat Taruna
yang bersangkutan melakukan perbuatan tercela.
PASAL 14
KEGIATAN SEHARI-HARI
Kegiatan harian Taruna ditetapkan dalam Perintah Harian Sifat Tetap (PHST) yang ditetapkan
oleh direktur SMK Pelayaran (SPM) Semarang yang harus dilaksanakan oleh seluruh Taruna
PASAL 15
KEGIATAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN
1) Taruna wajib mengikuti kegiatan sosial yang pelaksanaannya diatur oleh pejabat yang
berwenang.
2) Taruna yang akan melaksanakan ibadah khusus maupun upacara keagamaan ke luar
kampus, terlebih dahulu harus mendapatkan izin dari pejabat yang berwenang.
PASAL 16
PESIAR
1) Taruna diperbolehkan pesiar atau keluar kampus sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
2) Taruna tidak diizinkan pesiar atau keluar kampus apabila sedang melaksanakan
kegiatan belajar mengajar, dinas jaga, dinas dalam, konsinering dan menjaani tahanan
kampus dari unit PMM
3) Selama pesiar wajib menggunakan pakaian dinas pesiar yang telah ditetapkan.
PASAL 17
KEPEMILIKAN BARANG
1) Barang perlengkapan atau peralatan inventaris yang dipertanggungjawabkan kepada
Taruna wajib digunakan dan dirawat sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
dilarang meminjamkan atau membawanya keluar kampus tanpa seizin dinas.
2) Taruna boleh mengunakan barang-barang elektronik milik pribadi, yang tidak
memakai energi listrik secara berlebihan.
3) Perlengkapan atau inventaris dinas yang rusak diakibatkan oleh perbuatan Taruna
menjadi tanggung jawabnya dan Taruna tersebut wajib menggantinya.
PASAL 18
BERKENDARAAN
1) Berkendaraan umum :
a. Taruna diperkenan untuk menaiki kendaraan umum dengan tetap berlaku sopan.

b. Tutup kepala tetap dipakai kecuali dalam perjalanan jauh atau keadaan kendaraan
tidak memungkinkan.
c. Bila ada orang sakit orang tua atau wanita yang tidak mendapatkan tempat duduk,
Taruna memberikan tempat duduknya kepada orang tersebut.
d. Usahakan jangan tertidur selama dalam kendaraan umum jika terpaksa tidur agar
menutup muka dengan sapu tangan.
e. Jika bersama wanita orang tua atau yang dituakan, dipersilahkan naik terlebih
dahulu, pada waktu turun harus turun lebih dahulu untuk memberikan pertolongan
apabila diperlukan.
2) Saat berkendaran dinas Taruna yang lebih rendah tingkatnya mengambil tempat
duduk di samping kiri atau belakang Taruna yang lebih tinggi tingkatannya.
3) Apabila waktu naik kendaraan telah ada Taruna atau atasan di atas kendaraan
menyampaikan penghormatan perorangan terlebih dahulu serta dilarang berbuat
sesuatu yang tidak pantas dalam kendaraan sehinggan dapat menarik perhatian umum.
4) Apabila Taruna mengendarai kendaraan bermotor (sepeda motor) wajib menggunakan
helm, membawa SIM, STNK serta mentaati peraturan lalu lintas yang berlaku.
5) Tidak boleh mengendarai sepeda motor berbonceng 3 orang
6) Selain kendaraan yang tersebut pada ayat (1) dan (2) Taruna diizinkan menggunakan
kendaraan lain, denan mematuhi ketentuan yang berlaku.
Perubahan :
2)Saat berkendaran dinas Taruna yang lebih rendah tingkatnya mengambil tempat duduk
di samping kiri atau belakang kakak Taruna yang lebih tinggi tingkatannya.

PASAL 19
UPACARA DAN APEL
1) Taruna wajib mengikuti apel sesuai dengan ketentuan dalam PHST dan mengikuti
upacara yang telah ditetapkan dan direncanakan.
2) Apel darurat atau emergency driil dilaksanakan sewaktu-waltu bila diperlukan.
PASAL 20
PROSES BELAJAR MENGAJAR
1) Taruna wajib mengikuti pembelajaran di kelas dan di laboratorium dengan selalu
menjaga dan memelihara ketenangan, sehingga pembelajaran dapat berlangsung
dengan baik dan lancar
2) Tiap kelas menunjuk 2 orang Taruna untuk menjabat sebagai ketua kelas yang
bertugas selama satu minggu sesuai ketentuan yang berlaku
PASAL 21

PEMBEBASAN DARI PEMBELAJARAN


1) Taruna diizinkan tidak mengikuti pembelajaran di kelas apabila sedang melaksanakan
tugas dinas dari unit PMM
2) Taruna dapat mengajukan tidak mengikuti pembelajaran dengan mengajukan izin
tertulis kepada ketua jurusan dengan sepengetahuan unit PMM dengan menunjukkan
alasan yang jelas.
PASAL 22
LAGU DAN BENDERA
1) Taruna harus bersikap hormat dan khidmat pada saat :
a. Menyanyikan atau mendengarkan lagu kebangsaan indonesia raya dalam upacara.
b. Taruna harus mengambil posisi siap dan memberikan penghormatan pada saat
penaikan dan penurunan bendera merah putih.
2) Taruna harus dapat menyajikan lima citra manusia perhubungan, dan catur prasetya
Taruna
PASAL 23
PENYELENGGARAAN PESERTA DI SEKOLAH
1) Taruna dapat menghadiri atau menyelenggarakan pesta dengan menggunakan pakaian
dinas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2) Dalam pelaksanaan sebagaimana tersebut pada ayat (1) harus mendapat izin oleh
pejabat yang berwenang kecuali pada hari libur resmi
3) Khusus penyelenggaraan pesta, panitia pelaksanaan harus mengajukan permohonan
terlebih dahulu kepada pejabat yang berwenang, dan apabila telah mendapat izin
dapat dilaksanakan kegiatan pesta kasta sesuai rencana yang diajukan
4) Selesai kegiatan tersebut, ketua panitia melaporkan secara lisan maupun tertulis
kepada pejabat yang telah memberi izin
PASAL 24
PAKAIAN DINAS
Setiap Taruna wajib berpakaian dinas lengkap sesuai ketentuan berikut:
a. Pakaian dinas harian yang selanjutnya disebut PDH digunakan ada pada waktu kuliah.
Wajib belajar dan kegiatan sehari-hari
b. Pakaian dinas pesiar PDH digunakan pada waktu pesiar
c. Pakaian dinas upacara I yang selanjutnya disebut PDU I digunakan pada waktu
upacara-upacara kebesaran
d. Pakaian dinas olah raga yang selanjutnya disebut PDO digunakan pada waktu olah
raga dan mengikuti pertandingan keluar kampus
e. Pakaian dinas kerja yang selanjutnya disebut PDK digunakan pada waktu kerja bakti
dan tugas-tugas rutin

f. Pakaian dinas drumband yang selanjutnya disebut PDD digunakan pada saat team
drumband tampil di upacara dan acara resmi lainnya
g. Pakaian dinas lapangan yang selanjutnya disebut PDL digunakan pada waktu acara
madabintal atau kegiatan khusus lainnya yang ditentukan
PASAL 25
BIAYA PENDIDIKAN
Setiap Taruna wajib melunasi biaya pendidikan dan biaya-biaya lain yang menjadi
tanggungan tepat pada waktu (sebelum tanggal 10 setiap bulan) sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
BAB V
TATA KRAMA
PASAL 26
SEBUTAN DAN PANGGILAN
1) Sebutan atau panggilan terhadap seorang dosen pembina instruktur, karyawan dan
karyawati adalah menyebut bapak atau ibu diikuti nama yang bersangkutan
2) Sebutan atau panggilan terhadap Taruna, baik yang tingkatannya lebih tinggi maupun
tingkatannya lebih rendah adalah menyebut tingkat atau jabatannya
3) Sebutan terhadap ibu atau istri ang sudah diketahui nama suaminya adalah menyebut
ibu diikuti nama suaminya.
4) Sebutan atau panggilan terhadap seorang sipil adalah menyebut bapak, ibu, kakak,
adik, jabatan atau profesinya.
PASAL 27
BERDIRI, BERJALAN, DUDUK
1) Berdiri, duduk dan bicara dengan badan tegap, sikap yang baik dan sopan di tempat
yang sesuai dengan selau menjaga kehormatan Taruna.
2) Apabila diajak berbicara oleh orang lain, harus berdiri dengan sikap tegak dan
memperhatikan orang yang mengajak bicara dengan sikap sopan.
3) Pada saat berdiri dan berjalan tidak memasukkan tangan ke dalam saku serta tidak
meletakkan tangan di depan dada atau berpangku tangan
4) Berjalan dengan langkah yang mantap, lengan dilenggangkan secukupnya dan wajah
melihat lurus ke depan tidak menoleh ke kiri atau ke kanan lebih dari 45 derajat dan
telapak tangan tetap menggenggam
5) Apabila berjalan perorangan atau kelompok ikuti aturan yang berlaku dengan belok
siku-siku sesuai ketentuan
6) Sikap saat jalan dengan orang lain:
a. Sesuaikan langkah, tempo dan serta tidak berbicara berlebihan

b. Apabila berjalan bersama dosen, pembina dan instruktur menematkan diri di


sebelah kiri agak ke belakang setengah langkah
c. Apabila berjalan dengan wanita atau orang lain yang pantas dilindungi
tempatkanlah di posisi aman
7) Apabila akan melewati kumpulan orang perhatikan sopan santun adat istiadat dan
kebiasaan setempat dengan menyampaikan salam, tanpa mengurangi sikap sebagai
seorang Taruna
8) Pada saat perjalanan berangkat ke sekolah Taruna dilarang membawa barang atau
jinjingan lebih dari 1 kilo (1 jinjing) dan bila memungkinkan dimasukkan ke dalam
tas jinjing barang harus rapi dan tidak boleh digendong disandang
PASAL 28
BERBICARA DAN BAHASA
1) Taruna harus berbahasa indonesia dengan baik dan benar, penggunaan bahasa lainnya
disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku
2) Pada waktu berbicara pandang an diarahkan kepada orang yang diajak berbicara
dengan memperhatikan segala isi pembicaraan dan menjawab pertanyaan dengan
sopan
3) Beri kesempatan berbicara kepada orang lain dengan selalu menunjukkan sikap yang
baik
4) Berbicara jujur dan tidak bicarakan kejelekan orang lain
5) Selama berbicara dilarang menguap, batuk atau bersin, apabila hal itu tidak dapat
dihindari palingkan muka dari lawan bicara dan mohon maaf kepada lawan bicara
6) Selama berbicara hindari penggunaan bahasa isyarat, berbisik-bisik atau
menggerakkan badan secara berlebihan
7) Hindari pembicaraan yang mengarah kepada masalah duku, agama, ras dan antar
golongan (sara)
PASAL 29
BERTAMU
1) Jika akan bertamu, sebaiknya memberitahukan terlebih dahulu kepada yang akan
dikunjungi dan sesuaikan jam bertamu
2) Usahakan bertamu tudak lebih dari 4 orang kecuali apabila mendapat undangan
3) Taruna harus mengetuk pintu atau menekan bel terlebih dahulu, memberi hormat atau
salam kepada tuan rumah
4) Duduklah yang baik dan sopan di tempat yang telah ditentukan oleh tuan rumah
5) Apabila akan bermalam, Taruna membawa perlengkapan yang diperlukan dan
melapor kepada rukun tetangga( RT) setempat
6) Perhatikan sopan santun dan norma-norma dalam bertamu.
PASAL 30

MENERIMA TAMU
1) Taruna diperbolehkan menerima tamu dengan pakaian rapi pada waktu, tempat yang
telah ditentukan.
2) Tamu Taruna wajib melapor kepada berwenang bila ingin bertamu Taruna maka
dilanjutkan dapat menunggu di ruang tamu.
3) Taruna dilarang membawa tamu memasuki lingkungan sekolah.
4) Taruna anjurkan untuk membalas setiap kunjunggan tamu.
5) Apabila Taruna bertindak sebagai penerima tamu dalam suatu acara harus
mengantarkan tamu tersebut pada tempat yang ditentukan.
6) Apabila tamu bersama seorang wanita berkendaraan, bukakanlah pintu kendaraan
yang ditumpangi tamu tersebut.
PASAL 31
BERKENALAN
1) Berkenalan dengan seseorang dilakukan dengan berjabat tangan dan menghadap ke
arah tersebut dengan menyesuaikan situasi dan kondisi.
2) Dalam berkenalan Taruna wajib memperkenalkan diri terlebih dahulu dengan
menyebutkan nama secara jelas dan lengkap.
3) Apabila Taruna sedang bersama rekan wanita bertamu dengan :
a. Atasan yang sudah dikenal, Taruna harus memberi hormat kepada atasan
kemudian memperkenalkan nama rekannya.
b. Atasan yang belum dikenal, Taruna harus memberi hormat terlebih dahulu, lalu
memperkenalkan diri dan rekannya.
PASAL 32
BERSAMA REKANITA
1) Apabila hendak bepergian bersama rekanita, Taruna mendapat izin terlebih dahulu
dari orang tua atau walinya.
2) Saat berjalan bersama dengan rekanita, Taruna tetap menjaga sikap serta kesopanan
da menempatkan rekanita pada posisi yang aman.
3) Pada waktu berjalan di tangga Taruna menempatkan diri satu langkah di atas rekanita
dan apabila menggunakan lift maka rekanita masuk atau keluar terlebih dahulu.
4) Apabila bepergian dengan menggunakan kendaraan umum maka rekanita naik
terlebih dahulu dan turun terakhir.
5) Apabila Taruna bertemu dengan Taruna lain yang bersama rekanita, maka Taruna
yang tidak bersama rekanita harus memberikan salam kepada rekanita Taruna lain
tersebut berilah penghormatan lebih dahulu apabila bertemu dengan Taruna lain
sesama pangkat yang bersama rekanita
PASAL 33
MENGUNJUNGI ORANG SAKIT

1) Dirumah
a. Pilih waktu berkunjung yang sebaik-baiknya.
b. Batasi perbuatan-perbuatan dan pembicaraan yang dapat mengganggu ketenangan.
c. Ciptakan suasana yang membesarkan hati penderita.
d. Lamanya berkunjung agar disesuaikan dengan keadaan penderita dan banyaknya
orang yang sakit.
2) Di rumah sakit
a. Perhatikan ketentuan waktu berkunjung.
b. Patuhi peraturan-peraturan yang berlaku di rumah sakit.
c. Apabila membawa makanan sebaiknya sesuaikan dengan peraturan rumah sakit.
PASAL 34
MELAYAT
1) Apabila orang tua, saudara kandung yang meninggal dunia, Taruna diizinkan untuk
melayat maksimum 7 hari kerja dengan menunjkkan bukti surat kematian dan kartu
keluarga.
2) Seyogyanya Taruna meluangkan waktu untuk melayat teman, kerabat maupun family
yang meninggal, khususnya pada waktu sedang libur.
3) Apabila pergi melayat sebaiknya dilakukan sebelum jenazah dikebumikan dan
diusahakan dapat ikut mengantar sampai di tempat pemakaman.
4) Apabila pada waktu datang tempat melayat, telah hadir atasan dan orang lain terlebih
dahulu, Taruna menyampaikanpenghormatan kepada atasan dan menganggukkan
kepala kepada orang yang hadir tersebut, kemudian menyampaikan penghormatan
kepada jenazah dan mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga almarhum
5) Pada saat melayat tetap menjaga ketenangan dan berbicara dengan suara lembut.
6) Sebaiknya tidak menanyakan sebab-sebab kematian almarhum kepada sanak keluarga
7) Pakaian pada saat melayat disesuaikan dengan keadaan
PASAL 35
ZIARAH
1) Secara umum :
a. Menyesuaikan dengan ketentuan adat istiadat setempat dan berpakaian sesuai
dengan keadaan
b. Tabur bunga atau karangan bunga dilakukan secara khidmat dengan
memberikan penghormatan sebelum dan sesudah.
2) Secara Militer
Menyesuaikan dengan tata upacara Militer
PASAL 36
BERBELANJA
1) Taruna hendaknya berbelanja di tempat yang bersih dan pantas.
2) Jangan berdiri di depan toko atau melihat-lihat barang-barang yang dipajang di etalase
di luar toko.

3) Di dalam toko tutup kepala tetap dipakai.


4) Pada waktu berbelanja hindari tawar menawar yang berlebihan dan jangan meminta
pelayanan yang istiadat
5) Barang belanjaan supaya dikemas dengan rapi atau dimasukkan ke dalam tas pesiar,
serta tidak diperkenankan membawa barang belanjaan yang berlabihan.
6) Taruna tidak boleh belanja di tempat yang berdesak-desakan, sehingga dapat
mengancam keselamatan Taruna dan menurunkan martabat serta Kehormatan Taruna.
7) Taruna yang tinggal di luar kampus, apabila ingin makan harus mencari rumah makan
yang bersih dan pantas bagi seorang Taruna.
PASAL 37
MEMBUAT JANJI
1) Taruna jangan mudah membuat janji, apabila membuat janji perhatikan tanggal,
waktu dan tempat serta sejauh mungkin harus dapat menepati janji.
2) Usahakan datang di tempat yang sudah ditentukan sebelum waktu yang telah
disepakati.
3) Yang lebih muda harus datang lebih dahulu.
4) Apabila mendadak berhalangan sehingga tidak dapat menepati janji yang telah
disepakati, usahakan secepat mungkin memberitahukan terlebih dahulu disertai
permohonan maaf.
5) Taruna harus menghargai waktu dan disiplin terhadap waktu.
PASAL 38
MENULIS SURAT
1) Untuk surat resmi,disesuaikan dengan petunjuk administrasi SMK Pelayaran
Semarang.
2) Untuk surat tidak resmi :
a. Tulisan sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di dalam masyarakat
b. Nama dan alamat, ditulis secara jelas dan lengkap dengan mencantumkan
kode pos untuk penerima, ditulis pada amplop di bagian kanan bawah dan
untuk pengirim ditulis pada bagian kiri atas, sedangkan perangko ditempelkan
di sudut kanan atas
PASAL 39
UNDANGAN
1) Mengundang :
a. Undangan paling sedikit harus memuat tentang :
1. Hari, tanggal, waktu, dan tempat acara.
2. Acara
3. Pakaian yang dikenakan
4. Berlaku untuk beberapa orang

5. Bila ada, cantumkan nomor telepon pengundang untuk komunikasi lebih


lanjut bila diperlukan.
b. Pertimbangan waktu pengiriman undangan agar yang menerima undangan
tidak merasa mendadak.
2) Menghadiri undangan :
a. Bila memungkinkan, hendaknya Taruna menghadiri undangan dan hadir tepat
waktu.
b. Pakaian disesuaikan dengan ketentuan yang ada dalam undangan.
c. Sepanjang acara tersebut di dalam undangan masih dalam batas tata krama,
Taruna dikan mengikutinya.
d. Pilih posisi tempat duduk yang sesuai dengan martabat Taruna.
PASAL 40
MENONTON
1) Menonton bioskop, sandiwara dan menghadiri tempat-tempat rekreasi atau hiburan
lainnya, pilih tempat dan kelas yang dianggap pantas bagi seorang Taruna sesuai
ketentuan yang berlaku di SMK Pelayaran (SPM) Semarang.
2) Beli karcis melalui loket denga antri.
3) Memelihara sipan santun pada waktu memasuki gedung, mencari tempat duduk,
selama pertunjukan berlangsung dan keluar gedung pertunjukan.
4) Pada waktu duduk, tutup kepala diletakkan di pangkuan masing-masing, jika
memakai Mut dilepaskan dan ditaruh di pindak kiri.
5) Taruna hendaknya tidak menonton bioskop, sandiwara atau hiburan lainnya lebih dari
pukul 21.00 WIB.
PASAL 41
MENELPON
1) Berbicara dengan siapapun melalui telepon, gunakan kalimat yang ringkas, ramah,
dan jelas serta memperhatikan kesopanan dan kepentingan orang lain.
2) Pada waktu menelpon, siapkan nomor telepon, angkat gagang telepon dan tekan
nomor yang dikehendaki dan setelah diterima :
a. Ucapkan salam, selamat paigi, siang atau malam.
b. Disini...... (disebutkan nama atau pangkalan)
c. berbicara....
d. Selesai berbicara ucapkan selamat pagi, siang, atau malam dan terimakasih.
3) Pada waktu menerima telepon :
a. Mengucapkan salam, salam pagi, selamat siang , atau selamat malam.
b. Disini....(sebutkan nomor telepon atau temapat)
c. Mohon tanya, dengan siapa saya berbicara.
d. Selesai berbicara, ucapkan selamat pagi, siang atau malam.
4) Apabila menggunakan sarana telepon umum :
a. Supaya antri denga tertib.
b. Bicara seperlunya, perhatikan kepentingan orang lain.
c. Perhatikan etika berbicara.

d. Dilarang menggunakan kartu telepon palsu.


PASAL 42
BEROBAT
1) Taruna yang sakit dapat berobat di klinik maupun di luar kampus.
2) Tata cara berobat di poliklinik tersendiri.
3) Taruna yang ingin berobat di luat kampus harus mendaoatkan rekomendasi berobat
terlebih dahulu dari poliklinik, dan apabila mendapatkan rekomendasi dari dokter
dapat mengajukan keluar asrama kepada Pembina Taruna.
4) Dalam keadaan darurat Taruna yang sakit akan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk
mendapatkan penanganan medis dan segera setelah itu akan dihubungi orang tua
Taruna yang bersangkutan.
5) Selama dalam proses pengobatan bila memungkinkan akan ditugaskan Taruna untuk
mejaga di rumah sakit.
PASAL 43
KANTIN
1) Taruna dapat membeli makanan, makan dan minum di kantin yang telah disediakan
dikampus kecuali bagi calon Taruna yang masih mengikuti Madabintal dilarang
membeli makanan, makan dan minum di kantin sampai batas waktu yang telah
ditentukan.
2) Pada saat makan di kantin Taruna harus memperhatikan etika yang berlaku.
3) Taruna dilarang merokok di lingkungan kampus SMK Pelayaran (SPM) Semarang.
PASAL 44
KEBERSIHAN DAN KERAPIHAN
1) Setiap Taruna harus memelihara kebersihan badan, kerapihan pakaian dan lingkungan.
2) Rambut harus dalam keadaan pendek (cepak) dengan ukuran panjang depan 3 cm,
tengah 1 cm dan belakang 0 cm.
3) Taruna dilarang memelihara kumis, jambang, jenggot, membuat atau memelihara
tato, memanjangkan kuku dan memakai perhiasan atau assesories lainnya.
PASAL 45
MAKAN
1) Ketentuan Umum
a. Pada waktu datang ke meja makan usahakan badan dan tangan dalam keadaan
bersih dan pakaian rapi.
b. Menarik kursi dilakukan dengan tidak bersuara, apabila disamping Taruna ada
wanita yang akan duduk supaya membantu menarik kursinya.
c. Pada waktu duduk, badan dalam keadaan tegak, tangan diletakkan di atas paha
dan kaki sejajar.

d.
e.
f.
g.

Berdoa sebe;um dan sesudah makan.


Taruna tidak diperkenankan makan dan minum sambil berdiri atau berjalan.
Pergunakan lap makan yang disediakan sesuai dengan fungsinya.
Waktu memasukkan makanan ke mulut, badan tetap tegak dan sendok

didekatkan ke mulut.
h. Pada saat mengunyah makanan mulut tetap tertutup, tanpa mengeluarkan suara
dan tidak berbicara pada waktu berisi makanan.
i. Jangan minum apabila mulut masih berisi makanan dan jangan berkumur
dengan air minum.
j. Apabila di tengah makan ingin minum, letakkan sendok dan garpu terlentang,
bersihkan mulut dan bibir terlebih dahulu sebelum minum.
k. Apabila sedang makan datang orang yang kita hormati, berhenti makan
sejenak untuk memberikan salam kepada prang yang kita hormati dengan
mengucapkan, makan pak atau bu.
l. Jangan membersihkan sisa makan di rongga mulut di hadapan orang lain tanpa
menutup mulut dengan tangan atau sapu tangan.
m. Selesai makan usahakan tidak ada sisa makanan yang menempel pada sendok,
garpu, dan piring, letakkan sendok dan garpu telungkup sejajar serong ke
kanan dari badan, letakkan pisau di sebelah kanan dengan sisi menghadap ke
kiri.
n. Jangan berdiri sebelum yang tertua meninggalkan tempat duduk, kecuali laua
sudah dipersilahkan, kembalikan kursi ke posisi semla sebelum
meningggalkan meja makan.
2) Tata cara makan di ruang makan Taruan (menza) diatur dengan ketentuan.
3) Di rumah makan atau restoran.
a. Bila bersama rekanita atau teman usahakan mencari tempat yang baik dan
aman dari lalu lintas pelayanan.
b. Usahakan jangan menempatkan rekanita menghadap ke jalan.
c. Tunggulah dengan sabar giliran pelayanan yang diberikan atau ikuti sistem
pelayanan setempat (swalayan dan sebagainya).
d. Sebelum, selama dan sesudah makan duduk dengan sikap yang sopan dan
menunggu rekanita atau temannya selesai makan.
4) Di rumah keluarga.
a. Duduk dengan menempatkan diri pada tempat yang telah ditunjuk oleh tuan
rumah.
b. Jangan menganbil makanan sebelum dipersilahkan tuan rumah, dan
mengambil makan secukupnya dan berdoalah sebelum makan.
c. Makan dengan sopan, jangan tergesa-gesa dan aturlah cara mengunyah makan
dan jangan bersuara.
d. Habiskan makanan yang sudah diambil.

e. Usahakan selesai makan dapat bersama-sama dengan tuan rumah dan


berdoalah selesai makan.
f. Selasai makan tempatkan atau masukkan kembali kursi yang dipakai serta
tinggalkan meja makan bersama-sama tuan rumah.
g. Ucapkan terimakasih atas hidangan yang telah diberikan.
h. Jangan mencela atau menghina hidangan makanan yang diberikan tuan rumah.
5) Di perjamuan dan pesta
a. Perhatikan sopan dan santun mengambil hidangan yang disediakan, sebelum
mengambil makanan yang tidak disukai dan jangan mencampuradukan jenisjenis makanan yang tersedia.
b. Bila makan di kursi (piring terbang), duduk dengan sopan, piring diletakkan di
atas pangkuan atau di topanga dengan tangan kiri.
c. Apabila jamuan makan sambil berdiri (prasmanan), jangan mengunyah sambil
berjalan dan apabila disediakan kursi utamakan wanita.
d. Taruna dilarang makan atau minum di tempat tidur dan dilarang menyimpan
makanan di asrama.
PASAL 46
MEROKOK DAN MINUM-MINUMAN KERAS
Taruna dilarang merokok, mengisap ganja, cerutu dan sejenisnya, serta dilarang minumminuman keras, menyalahgunakan obat-obatan terlarang atau narkoba lainnya selama
mengikuti pendidikan di SMK Pelayaran Semarang.
PASAL 47
MEMINJAM
1) Usahakan untuk tidak meminjam sesuatu kepada orang lain. Apabila terpaksa
meminjam agar bertanggungjawan alat tersebut beserta kondisinya.
2) Taruna tidak dibenarkan meminjam alat atau benda yang dipinjamkan kepada pihak
lain dan harus mengembalikan pinjaman tersebut setelah dipergunakan.
BAB VI
PEMBERHENTIAN, PELANGGARAN, SANKSI, LARANGAN, DAN HUKUMAN
PASAL 48
PEMBERHENTIAN
1) Taruna dapat diberhentikan dari pendidikan karena :
a. Meninggal dunia.
b. Tidak mampu mengikuti pendidikan dengan pertimbangan sebagai berikut :
1. Cacat badan tetap, hilang ingatan, keadaan sakit kronis nerat sehingga tidak
mampu mengikuti pendidikan.

2. Detelah diterima menjadi Taruna kemudian diketahui tidak memenuhi


persyaratan administrasi seperti yang ditentukan sabagai calon Taruna.
3. Berkelaluan buruk, tercela dan melanggar norma-norma hukum.
4. Melakukan pelanggaran hukum yang menyebabkan di penjara.
5. Terkena sanksi atas pelanggaran terhadap PERTIBTAR.
6. Terkena sanksi akademik.
7. Mengajukan permohonan berhenti, dan dikan pejabat yang berwenang.
2) Taruna yang diberhentikan dari pendidikan harus mengembalikan perlengkapan dan
peralatan yang dipinjamkan kepadanya dan melunasi biaya-biaya pendidikan dan
sejak saat itu dia tidak lagi mempunyai hak dan kewajiban sebagai Taruna.
PASAL 49
SANKSI DAN HUKUMAN
1) Taruna yang melakukan pelanggaran pertibtar akan mendapat teguran pertama dan
kedua serta hukuman fisik sesuai dengan ketentuan.
2) Apabila masih melakukan pelanggaran yang sama akan dikanakan sanksi pion atau
angka kesalahan.
3) Staf Taruna dapat mengusulkan poin atau angka kesalahan bila menemukan
pelanggaran pertibtar kepada pejabat yang berwenang.
PASAL 50
LARANGAN PELANGGARAN TINGKAT UTAMA
1) Setiap Taruna dilarang:
a. Menikah selama pendidikan
b. Merencanakan dan atau melakukan tindakan subversive, berpolitik yang
dilarang pemerintah dalam bentuk apapun
c. Menentang atasan dalam bentuk apapun.
d. Mendatangi tempat pelacuran atau tempat-tempat yang dapat merusak nama
baik SMK Pelayaran (SPM) Semarang.
e. Menyimpan, menggunakan dan mengedarkan dan atau menjual obat-obatan
terlarang atau sejenisnya (narkoba) dan minum-minuman yang memabukkan
yang menjadi larangan pemerintah.
f. Membawa, menyimpan, menggunakan senjata tajam, senjata api, dan senjata
lainnya yang dilarang pemerintah.
g. Melakukan pertengkaran, perkelahian dan penganiayaan dalam bentuk apapun
yang dapat mencemarkan nama baik SMK Pelayaran (SPM) Semarang.
h. Menghasut melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum baik di
dalam maupun di luar kampus seperti aksi demonstrasi/mogok, pengerusakan
dan melukai orang lain.
i. Ikut menjadi anggota organisasi di luar Taruna tanpa Direktur SMK Pelayaran
(SPM) Semarang.
j. Memfitnah atau melakukan pemerasan.

k. Mengadakan aksi perongrongan atau pemufakatan yang bertujuan melawan


pemerintah.
l. Melakukan hubungan asusila antar sesama pria, sesama wanita dan atas wanita
m.
n.
o.
p.

pria.
Menyalahgunakan pakaian dinas untuk kepentingan pribadi.
Mencuri barang atau sejenisnya milik orang lain.
Melakukan segala bentuk perjudian.
Memakai seragam dinas untuk maksud tertentu yang merugikan nama baik

SMK Pelayaran (SPM) Semarang.


q. Melakukan kejahatan yang menyebabkan ditahan oleh Polisi atau petugas
r.
s.
t.
u.

yang berwenang.
Mengidap penyakit kelamin.
Berlaku tidak senonoh kepada taruni atau melecehkan wanita.
Tinggal satu kos antara Taruna dengan taruni (aturan tinggal di luar kampus).
Serta perbuatan atau tindakan yang tersebut pada lampiran 1 surat keputusan
ini

2) Pelanggaran Tingkat Utama akan mendapatkan poin atau angka kesalahan antara 70100
PASAL 51
LARANGAN DAN PELANGGARAN TINGKAT PERTAMA
1) Setiap Taruna dilarang :
a. Membawa orang lain masuk ke dalam Asrama.
b. Memasuki asrama Taruna/Taruni.
c. Loncat pagar, loncat jendela untuk keluar masuk kampus.
d. Merusak atau mengurangi, instalasi listrik, instalasi air, dan inventaris Negara
e.
f.
g.
h.
i.

lainnya.
Memasuki ruangan pengajar/instruktur tanpa izin.
Meninggalkan asrama tanpa izin perwira batalyon.
Membawa binatang piaraan ke dalam sekolahan.
Membawa, menyimpan, menggunakan pakaian preman di dalam kampus
Menghadap dosen, instruktur, karyawan, dan karyawati untuk membicarakan

masalah ujian, kecuali dinas.


j. Mengeluarkan kata-kata ancaman.
k. Melanggar pasal 21 ayat 4 dan 5.
l. Melanggar pasal 56.
m. Serta perbuatan atau tindakan yang tersebut pada lampiaran 1 keputusan ini.
2) Sebagai akibat pelanggaran tingkat 1 akan mendapatkan poin akan kesalahan antara
40-100.
PASAL 52
LARANGAN DAN PELANGGARAN TINGKAT KEDUA
1) Setiap Taruna dilarang :

a. Meninggalkan atau menukar tugas jaga tanpa izin dari pejabat yang
berwenang.
b. Meninggalkan atau tidak mengikuti apel tanpa dan alasan yang jelas.
c. Mengadakan pesta, pertemuan, kegiatan yang melibatkan Taruna tanpa
pejabat yang berwenang.
d. Berambut panjang, berambut tidak sesuai dengan warna aslinya, berkumis,
e.
f.
g.
h.

berjambang, berkuku panjang dan berkuteks.


Memakai perhiasan.
Menyimpan kendaraan di dalam sekolahan.
Merokok
Memasuki kamar tidur orang lain pada waktu penghuninya tidak berada di

i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.

tempat tanpat .
Melebihi batas izin keluar asrama yang diberikan.
Menggunakan inventaris dinas tanpa izin .
Menjual dan memindahtangankan seragam kepada orang lain.
Mengubah warna, bentuk pakaian dinas.
Memindahkan barang-barang inventaris milik negara.
Mengizinkan atau membiarkan kerusuhan di bawah tanggung jawabnya.
Membawa, menyimpan dan menggunakan handphone.
Membawa, memiliki, menyimpan dan menggunakan peralatan elektronik yang

menggunakan instalasi listrik asrama.


q. Serta perbuatan atau tindakan yang tersebut pada lampiran 1 surat keputusan
ini.
2) Sanksi akibat pelanggaran tingkat II ini dikenakan poin angka kesalahan antara 20-40.
PASAL 53
LARANGAN DAN PELANGGARAN TINGKAT KETIGA
1) Setiap Taruna dilarang untuk :
a. Bersikap tidak hormat kepada atasan.
b. Tidur di dalam kelas.
c. Mengubah namanya pada papan nama yang sudah ditetapkan dan atau
d.
e.
f.
g.

menggunakan nama orang lain.


Meninggalkan kegiatan akademik tanpa izin .
Membuang sampah tidak pada tempatnya.
Mencoret-coret, menulis ataupun menggambar yang bukan pada tempatnya.
Serta perbuatan atau tindakan yang tersebut pada lampiran 1 surat keputusan

ini.
2) Sanksi akibat pelanggaran tingkat III ini dikenakan poin angka kesalahan antara 1020.
PASAL 54
LARANGAN DAN PELANGGARAN TINGKAT KEEMPAT
1) Setiap taurna dilarang :

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Berpakaian tidak rapi.


Berpakaian tidak lengkap.
Meninggalkan kamar dalam keadaan tidak bersih dan rapi.
Membeli makanan keluar lewat pagar.
Berbahasa lain selain Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Serta perbuatan atau tindakan yang tersebut pada lampiran I surat keputusan

ini.
2) Sanksi akibat pelanggaran tingkat IV ini dikenakan poin angka kesalahan antara 0-5
PASAL 55
LARANGAN DAN PELANGGARAN TINGKAT KELIMA
1) Setiap Taruna dilarang :
a. Terlambat apel, belajar.
b. Berbaris tidak teratur.
c. Keluar barisan tanpa izin .
d. Serta perbuatan atau tindakan yang tersebut pada lampiran I surat keputusan
ini.
2) Sanksi akibat pelanggaran tingkat V ini dikenakan poin angka kesalahan antara 0-2.
PASAL 56
POIN ATAU ANGKA KESALAHAN
1) Skor nilai kesalahan yang dilakukan oleh atruna dinilai antara 0-100 angka kesalahan
sebagaimana ketentuan terlampir.
2) Macam-macam kesalahan, dalam skor masing-masing diatur dalam ketentuan
terlampir.
3) Apabila Taruna melakukan pelanggaran yang sama secara berturut-turut, makan akan
dikenakan sanksi 2 (dua) kali poin angka kesalahan atau pelanggaran yang sama.
4) Setiap Taruna diharuskan untuk selalu membaca pengumuman poin atau angka
5)
6)
7)
8)

kesalahan pada papan pengumuman.


Taruna yang mempunyai poin angka kesalahan 40-61 diberi peringatan I (pertama).
Taruna yang mempunya poin angka kesalahan 61-80 diberi peringatan II (kedua).
Taruna yang mempunyai poin angka kesalahan 81-99 diberi peringatan terakhir.
Taruna yang mempunyai poin angka kesalahn 100 atau lebih dikeluarkan dari

pendidikan dengan atau tanpa sidang.


9) Taruna yang sudah mendapatkan surat peringatan pertama, apabila melakukan
pelanggaran yang menyebabkan penambahan poin atau angka kesalahan maka akan
diberikan surat peringatan sesuai dengan ketentuan pemberian peringatan yang
berlaku.
10) Taruna yang terkena sanksi skorsing untuk kedua kalinya, maka kepadanya
dikeluarkan dari pendidikan.

11) Taruna yang sudah mendapatkan peringatan terakhir dapat tidak diizinkan mengikuti
ujian semester tanpa atau melalui sidang.
12) Poin atau angka kesalahan diperhitungkan dan dapat mempengaruhi hasil belajar
taruna pada aknhir semester.
13) Perhitungan poin atau angka kesalahan sebagai berikut :
a. Poin atau angka kesalahan Taruna berlaku sejak Taruna duduk semester I
sampai dengan duduk di semester IV.
Poin atau angka kesalahan dinyatakan hangus atau tidak berlaku lagi apabila
dan telah menyelesaikan studi di semester IV.
b. Taruna-Taruna praktek laut dan praktek darat akan diberlakukan peraturan tata
tertib Taruna praktek yang akan diatur oleh Unit Kapal Latih.
c. Poin atau angka kesalahan Taruna akan diberlakukan lagi pada saat Taruna
duduk di semester V dan VI.
PASAL 57
DEWAN PERTIMBANGAN
1) Dewan pertimbangan adalah suatu dewan yang dibentuk dengan anggota-anggotanya
diangkat oleh Kepala Sekolah SPM dengan surat Keputusan.
2) Tugas-tugas Dewan pertimbangan ialah memberi pertimbangan-pertimbangan dan
usulan agar pelaksanaan sanksi dari penilaian angka kesalahan dilakukan sesuia
dengan ketentuan yang berlaku.
3) Sidang dewan pertimbangan dihadiri oleh ketua sidang, penuntut dan Taruna yang
bersangkutan.
4) Peninjauan kembali terhadap hasil keputusan sidang dapat dilakukan dengan
mengajukan surat kepada kepala sekolah selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sejak
keputusan berlaku.
PASAL 58
PELAKSANAAN SANKSI
1) Pelaksanaan sanksi, penilaian angka kesalahan dan angka penghargaan dilaksanakan
oleh unit PMM atau Perwira Resimen.
2) Pelaksanaan keputusan dewan pertimbangan dilaksanakan oleh perwira resimen.
PASAL 59
EVALUASI PEMBINAAN MENTAL DAN MORAL
1) Evaluasi pembinaan mental dan moral adalah evaluasi terhadap kegiatan pembinaan.
2) Penentuan penilaian kondite Taruna.

BAB VII

PENUTUP
PASAL 60
Ketentuan tentang pengelolaan pelanggaran dari jenis pelanggaran angka kesalaahn serta
tingkat pelanggaran sebagaimana pada lampiran I surat keputusan ini.
PASAL 61
Ketentuan tentang kondite Taruna sebagaimana tersebut pada lampiran II surat keputusan ini.
PASAL 62
1) Setelah ditetapkan Peraturan Tata Tertib ini maka peraturan Tata Tertib yang lama
dinyatakan tidak berlaku lagi.
2) Ketentuan lain yang belum cukup diatur dalam surat keputusan akan ditetapkan
kemudian.
3) Peraturan-peraturan lain yang bertentangan dengan ketentuan ini dinyatakan tidak
berlaku lagi.
4) Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam surat ini maka akan diadakan perbaikan sebagai mana
mestinya