Anda di halaman 1dari 67

BUKU PANDUAN

PENDIDIKAN PROFESI

IKGM-P

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIG


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2014

PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN
0 | PPDGDOKTER
- IKGMP
GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN

DAFTAR ISI

halaman

I.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

PENDAHULUAN

TATA TERTIB PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI IKGMP

II. KURIKULUM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI IKGMP


III. SIKLUS

PENDIDIKAN

PROFESI

DOKTER

GIGI

IKGMP

11
IV. STANDAR

OPERASIONAL

12
SOP

PROSEDUR

Community

12
SOP

(SOP)
Assesment

Kedokteran

13
SOP

Promosi

Keluarga
Kesehatan

15
SOP Manajemen Puskesmas dan Perencanaan Evaluasi
17
SOP

Sistem

20
SOP

Manajemen

Rujukan
Praktik

Puskesmas
Kedokteran

Gigi

22

1 |PPDG - IKGMP

SOP

Manajemen

Rumah

Sakit

24
SOP

PPDG-IKGMP

Putaran

Dalam

27
V. FORMAT

LAPORAN

28
Community

Assesment

28
Kedokteran

Keluarga

33
Promosi
37
Manajemen
41
Sistem
46
Manajemen

Kesehatan
Puskesmas

dan

Perencanaan

Rujukan
Praktik

50
Manajemen

Evaluasi
Puskesmas

Kedokteran
Rumah

Gigi
Sakit

54

VI.

KETENTUAN

UMUM

PENULISAN

LAPORAN

58

KATA PENGANTAR
Perkembangan pelayanan kesehatan dan tuntutan
masyarakat membawa dampak pada perubahan kebutuhan

2 |PPDG - IKGMP

kompetensi pelayanan kesehatan primer yang menjadi salah satu


tanggung jawab dokter gigi. Perubahan tersebut telah diadopsi
dalam kurikulum pendidikan dokter gigi Indonesia sesuai dengan
KKI (Konsil Kedokteran Indonesia). Perubahan mendasar lebih
menuntut proses dan evaluasi pembelajaran berbasis kompetensi.
Perubahan tersebut tentunya harus diadaptasi dalam proses
pembelajaran PPDG (Pendidikan Profesi Dokter Gigi) pada IKGMP
(Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Pencegahan) sebagai bagian
dari proses pendidikan dokter gigi di PSPDG FKUB (Program Studi
Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas
Brawijaya).
Hasil evaluasi proses pelaksanaan PPDG - IKGMP harus
mempunyai kompetensi akademik profesional sehingga memiliki
kemampuan melaksanakan praktik sesuai dengan keahliannya
dan bersikap profesional serta selalu membekali dengan
pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Peran dokter gigi (calon dokter gigi)
dalam pelayanan kesehatan primer tidak hanya menuntut
pelayanan individu tetapi juga keluarga dan komunitas serta
manajemen rumah sakit. Kurikulum dan desain pembelajaran
dirancang untuk mampu menjawab berbagai perubahan dan
tantangan masa depan profesi dan peran dokter gigi bagi
komunitasnya dalam konteks pelayanan kesehatan primer dan
manajemen rumah sakit.

Malang, Agustus 2014


Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan
Program Studi Pendidikan Dokter Gigi
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang

3 |PPDG - IKGMP

PENDAHULUAN
Mata ajar IKGMP (Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan
Pencegahan) merupakan salah satu mata ajar dalam profesi
kedokteran gigi. Mata ajar IKGMP telah diberikan pada saat kuliah
tahap akademik (blok 2, blok 4, blok 5, blok 13 dan blok 14),
berupa diskusi dalam bentuk PBL (Problem Based Learning) dan
kuliah klarifikasi, didukung Kuliah Pakar, reinforcement, dan SL
(Skills Lab). Dalam rangka mendapatkan gelar profesi dokter gigi,
mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan teori yang telah
didapat selama kuliah jenjang S1 Kedokteran Gigi, dengan
tindakan nyata pada saat jenjang Pendidikan Profesi Dokter Gigi.
Lulusan PSPDG FKUB akan menghadapi tugas pada
institusi penyelenggara pelayanan kesehatan primer yaitu
Puskesmas, Klinik (Balai Pengobatan), Praktik Pribadi, Klinik
Perusahaan maupun Rumah Sakit. Pada saat menjalankan tugas
tersebut, seorang dokter gigi dituntut mampu menjalankan
kompetensi dalam konteks pelayanan kesehatan primer bukan
hanya pada tingkat individu tetapi juga keluarga dan komunitas
serta Rumah Sakit. Hal ini disebabkan pergeseran paradigma
kesehatan sekarang semakin menyadari perlunya memandang
setiap individu sebagai bagian dari lingkungan fisik, biologis dan
sosial. Pada praktik pribadi sekalipun seorang dokter gigi akan
dihadapkan
pada
permasalahan
kesehatan
komunitas,
manajemen, pencatatan dan pelaporan serta mengupdate ilmu
dan membaca berbagai jurnal dan data-data statistik serta
mengikuti seminar maupun workshop. Pengalaman bekerja dan
belajar dari permasalahan yang ada di Puskesmas dan Rumah
Sakit sebagai unit pelayanan kesehatan yang memberikan
layanan individu, keluarga dan komunitas akan memberikan
kontribusi yang lebih komprehensif bagi para calon dokter gigi.
Selama menjalani Pendidikan Profesi Dokter Gigi di Puskesmas
dan Rumah Sakit, mahasiswa profesi / calon dokter gigi
diharapkan mampu menerapkan dua domain yaitu domain V dan
domain VI dengan menyelenggarakan upaya kesehatan
masyarakat menuju kesehatan gigi dan mulut yang prima serta
menerapkan fungsi manajemen dalam menjalankan praktik
kedokteran gigi. Mahasiswa profesi pada kegiatan PPDG - IKGMP
diharapkan mampu dan siap serta mempunyai inisiatif dan
kreatifitas dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada di
masyarakat. PPDG - IKGMP dibimbing oleh instruktur IKGMP,

4 |PPDG - IKGMP

Kepala Puskesmas, dokter dan dokter gigi Puskesmas, petugas


Puskesmas, Kepala Rumah Sakit, dokter dan dokter gigi
fungsional Rumah Sakit.

TATA TERTIB
I.

TATA TERTIB PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI IKGM-P :


1. Prosedur dan Syarat Pendaftaran:
a. Mahasiswa profesi PPDG - IKGMP adalah mereka yang
tercantum dalam daftar peserta yang dikirim oleh PJ
Profesi Putaran Luar, dan bagian administrasi profesi
kepada Penanggung Jawab Profesi IKGMP.
b. Seluruh mahasiswa profesi akan terbagi secara merata
dalam beberapa Puskesmas dan Rumah Sakit yang sudah
menjalin kerjasama dengan PSPDG FKUB.
c. Penentuan
anggota
masing-masing
kelompok
dan
penetapan Puskesmas dan Rumah Sakit ditentukan secara
adil dan demokratis.
d. Pada akhir pembekalan PPDG - IKGMP, mahasiswa profesi
harus menyerahkan surat tugas kepada:
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Kepala Dinas Kesehatan Kota
Kepala
Puskesmas
dimana
mahasiswa
profesi
ditempatkan
Kepala Rumah Sakit dimana mahasiswa profesi
ditempatkan
e. Mahasiswa profesi yang akan mengikuti PPDG - IKGMP
harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a.
Telah dinyatakan lulus S1 Kedokteran Gigi (S.KG)
b.
Tidak sedang menjalani Pendidikan Profesi Dokter Gigi
Putaran Dalam dan atau tugas-tugas kependidikan
ditempat lain (fast track).
2. Jangka Waktu dan Kegiatan PPDG - IKGMP
a. Jangka waktu Kegiatan PPDG - IKGMP adalah 7 (tujuh)
minggu, yang meliputi kegiatan di Puskesmas Kabupaten

5 |PPDG - IKGMP

Malang , Puskesmas Kota Malang , RSUD Kanjuruhan


Kepanjen, dan kampus.
b. Selama masa PPDG - IKGMP, setiap mahasiswa profesi
harus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai
berikut:
1)
Pembekalan
2)
Kegiatan Harian di Puskesmas / Rumah Sakit
3)
Konsultasi dengan Kepala Puskesmas / Rumah Sakit,
Dokter Puskesmas dan Petugas Puskesmas, Dokter
Rumah Sakit dan instruktur IKGMP
4)
Presentasi materi kegiatan PPDG IKGMP
5)
Pengumpulan Laporan Kegiatan yang sudah direvisi
6)
Ujian PPDG IKGMP
3. Jam Kerja dan Perizinan selama PPDG - IKGMP
a. Selama menjalani tugas PPDG - IKGMP di Puskesmas dan
Rumah Sakit, mahasiswa profesi harus mengikuti
peraturan jam kerja instansi yang bersangkutan, bila ada
apel maka wajib mengikutinya.
b. Mahasiswa
profesi
diwajibkan
mengikuti
kegiatan
tambahan setelah tugas-tugas wajib diselesaikan. Kegiatan
tambahan
yang
dimaksud
di
antaranya
adalah
UKS/UKGS/skrining,
UKGMD,
pertemuan
kader,
penyuluhan,
mini
lokakarya
maupun
Posyandu
balita/remaja/lansia.
c. Mahasiswa profesi bila meninggalkan kegiatan PPDG IKGMP di Puskesmas maupun Rumah Sakit, maka harus
ada SURAT IZIN TERTULIS yang ditujukan KEPADA
KEPALA PUSKESMAS / RUMAH SAKIT dengan TEMBUSAN
kepada Penanggung Jawab Profesi IKGMP dan Penanggung
Jawab Mata Ajar IKGMP.
d. Mahasiswa profesi yang meninggalkan kegiatan PPDG IKGMP, WAJIB MENGGANTI kegiatan PPDG IKGMP,
SEJUMLAH HARI YANG DITINGGALKAN.
e. Mahasiswa profesi yang meninggalkan Kegiatan PPDG
IKGMP, tanpa mengganti sejumlah hari yang ditinggalkan,
maka yang bersangkutan DINYATAKAN GUGUR dalam
mengikuti PPDG - IKGMP.
4. Prosedur Penggantian dan Pengulangan Kegiatan PPDG
IKGMP.

6 |PPDG - IKGMP

a. Untuk mengganti kegiatan PPDG IKGMP yang


ditinggalkan, mahasiswa profesi yang bersangkutan wajib
mengikuti prosedur sebagai berikut:
1)
Melapor pada Penanggung Jawab Profesi IKGMP dan
Penanggung Jawab Mata Ajar IKGMP, 7 hari sebelum
masa akan mengganti.
2)
Jadwal dan bentuk kegiatan / kewajiban yang harus
dijalankan selama masa penggantian ditetapkan oleh
Penanggung Jawab Profesi IKGMP berkoordinasi dengan
Penanggung Jawab Mata Ajar IKGMP.
3)
Melapor kepada Instruktur IKGMP dan Dokter Wilayah /
Kepala Puskesmas / Rumah Sakit, 2 hari sebelum
masa
penggantian,
dengan
membawa surat
pengantar dari Penanggung Jawab Profesi IKGMP dan
diketahui PJMA IKGMP.
4)
Melapor kepada Penanggung Jawab Profesi IKGMP pada
akhir masa penggantian, dengan membawa surat
keterangan
telah
selesai
menjalani
kegiatan
penggantian dari Kepala Puskesmas / Rumah Sakit.
b. Bagi mahasiswa profesi yang dinyatakan gugur dalam
PPDG - IKGMP, diwajibkan mengulang keseluruhan
kegiatan PPDG - IKGMP dengan prosedur sebagai berikut:
1)
Masa pengulangan harus disesuaikan dengan siklus
Pendidikan
Profesi
Dokter
Gigi
yang
sedang
berlangsung.
2)
Tiga hari menjelang masa pengulangan yang
bersangkutan harus melapor kepada Penanggung
Jawab Profesi IKGMP, dan selanjutnya mengikuti
prosedur dan syarat pendaftaran Pendidikan Profesi
Dokter Gigi sebagaimana tertera pada butir 1).
3)
Mahasiswa profesi yang bersangkutan wajib mengikuti
seluruh kegiatan dan kewajiban yang ditetapkan pada
Pendidikan Profesi Dokter Gigi.
5. Bimbingan
a. Bimbingan PPDG - IKGMP meliputi bimbingan akademik,
kegiatan dan manajemen program Puskesmas serta
Rumah Sakit.
b. Kegiatan bimbingan dilakukan oleh instruktur IKGMP,
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota Malang,
dokter Puskesmas maupun Rumah Sakit, serta petugas
Puskesmas dan Rumah Sakit yang terlibat.

7 |PPDG - IKGMP

c. Kegiatan bimbingan oleh instruktur IKGMP dapat dilakukan


melalui diskusi dan konsultasi pada saat supervisi di
Puskesmas dan Rumah Sakit maupun di kampus.
Bimbingan juga dapat dilakukan melalui e-mail.
d. Supervisi yang dilakukan oleh instruktur IKGMP sekurangkurangnya satu kali kunjungan dalam 2 minggu dalam satu
periode PPDG - IKGMP.
6. Evaluasi
a. Evaluasi terhadap mahasiswa profesi dilakukan oleh
Pembimbing Lapangan, instruktur IKGMP dan Kepala
Puskesmas serta Rumah Sakit.
b. Kegiatan Penilaian terhadap mahasiswa profesi meliputi:
1)
Nilai Pembekalan
2)
Penilaian Kinerja Diri Sendiri
3)
Penilaian Puskesmas Kabupaten
4)
Penilaian Puskesmas Kota
5)
Penilaian Rumah Sakit
6)
Penilaian Presentasi dan Laporan Kegiatan PPDG IKGMP
7)
Nilai Ujian CBT Pendidikan Profesi Dokter Gigi IKGMP
8)
Nilai Ujian Lisan Pendidikan Profesi Dokter Gigi IKGMP
c. Mahasiswa profesi dapat mengikuti Ujian CBT dan Lisan
pada akhir PPDG - IKGMP apabila telah memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
1)
Telah selesai menjalankan seluruh rangkaian kegiatan
dan kewajiban Pendidikan Profesi Dokter Gigi - IKGMP.
2)
Telah mengumpulkan Laporan Kegiatan PPDG - IKGMP
yang telah direvisi (1 minggu setelah presentasi), dan
penugasan lainnya yang telah ditanda tangani oleh
instruktur IKGMP
3)
Nilai PPDG - IKGMP akan dikeluarkan apabila Laporan
Kegiatan sudah direvisi dan ditandatangani lengkap,
serta mengumpulkan Tanda Bukti Terima Laporan
Kegiatan PPDG - IKGMP.
4)
Tidak terkena sanksi sebagaimana tersebut pada poin
3.e
5)
Tidak mempunyai tanggungan administratif pada Mata
Ajar IKGMP dan atau Puskesmas dan Rumah Sakit
tempat PPDG IKGMP.
7. Pelanggaran dan Sanksi:

8 |PPDG - IKGMP

a. Pelanggaran Sedang, Berat, dan Sanksi


1)
Pelanggaran Sedang
Penulisan
resep
untuk
apotek
luar
tanpa
sepengetahuan atau seizin Dokter Puskesmas
setempat
Kecurangan saat menjalani ujian pendidikan profesi
dalam segala aspek
Mempromosikan
produk-produk
kesehatan
(multilevel marketing) kepada karyawan-karyawati
Puskesmas dan Rumah Sakit, serta klien-klien di
wilayah kerja Puskesmas dan Rumah Sakit dalam
jam kerja dinas.
2)
Pelanggaran Berat
Melampaui batas kewenangan dokter Puskesmas
setempat dalam tindakan medis terhadap pasien
Puskesmas.
Melampaui batas kewenangan dokter Puskesmas
setempat dalam pengambilan keputusan dalam
Koordinasi
Lintas
Sektoral
(Manajemen
Administratif)
3)
Sanksi Pelanggaran Sedang dan Berat
Pendidikan profesi yang baru dijalani dinyatakan
gugur sehingga tidak boleh mengikuti ujian
pendidikan profesi.
Harus mengulang pendidikan profesi secara penuh
bagi
pelanggaran
berat
(Pembekalan
dan
Lapangan)
Harus mengulang separuh waktu pendidikan profesi
bagi pelanggaran sedang (di Puskesmas dan Rumah
Sakit)
Harus membuat surat pernyataan untuk tidak akan
mengulangi kembali perbuatan-perbuatan yang
telah
dilakukannya,
rangkap
empat
yang
ditujukan kepada Kepala Puskesmas atau Rumah
Sakit dengan tembusan kepada KPSPDG FKUB,
Penanggung
Jawab
Mata Ajar
IKGMP
dan
Penanggung Jawab Profesi IKGMP.
b. Pelanggaran Ringan dan Sanksi
1)
Pelanggaran ringan

9 |PPDG - IKGMP

2)
-

Tidak hadir dalam ujian PPDG - IKGMP yang


terjadwal
tanpa
alasan
yang
bisa
dipertanggungjawabkan.
Meninggalkan Puskesmas setempat maupun Rumah
Sakit tanpa seijin Dokter Puskesmas atau Rumah
Sakit pada saat jam kerja.
Meminta izin kepada Dokter Puskesmas maupun
Rumah Sakit untuk meninggalkan Puskesmas
setempat atau Rumah Sakit pada saat jam kerja
dengan alasan yang tidak benar atau tidak bisa
dipertanggungjawabkan
Sanksi Pelanggaran Ringan
Mengikuti Ujian PPDG - IKGMP periode berikutnya
dengan syarat satu minggu sebelum ujian
dilaksanakan, harus melapor kepada Penanggung
Jawab Profesi IKGMP dan PJMA IKGMP
Membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi
lagi perbuatannya kepada Kepala Puskesmas
dengan tembusan kepada Penanggung Jawab
Profesi IKGMP dan PJMA IKGMP.

10 |PPDG - IKGMP

II. KURIKULUM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI IKGM-P


Domain V : Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
Menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat
kesehatan gigi dan mulut yang prima.

menuju

KOMPETENSI UTAMA
KOMPETENSI PENUNJANG
14. Melakukan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat (C4,P3,A4)
14.1 Mendiagnosis ma14.1.1 Menilai Kesehatan gigi dan mulut masyarakat dengan
salah kesehatan gimenggunakan data hasil survei, data epidemiologi & evidence
gi dan mulut masyabased dentistry (C4,P3,A3).
14.1.2 Mengidentifikasi faktor risiko yang berkaitan dengan masalah
rakat
kesehatan gigi dan mulut masyarakat (C1,P3,A3)
14.1.3 Merencanakan program kesehatan gigi dan mulut
masyarakat berdasarkan prioritas masalah (C4,P3,A4).
14.2 Melakukan upaya
14.2.1 Mengkomunikasikan program kesehatan gigi dan mulut
promotif dan prevenmasyarakat (C3,P3,A3).
14.2.2 Menerapkan strategi promotif dan preventif kesehatan gigi
tif pada masyarakat
dan mulut masyarakat (C3,P3,A3).
14.2.3 Menganalisis program kesehatan gigi dan mulut masyarakat
yang telah dilaksanakan (C4,P3,A3)
.3 Mengupayakan tek14.3.1 Memahami penggunaan / pemanfaatan teknologi informasi
nologi informasi ununtuk program kesehatan gigi dan mulut masyarakat
tuk kepentingan pe(C2,P2,A2).
14.3.2 Memahami penggunaan teknologi informasi untuk
layanan kesehatan
penelusuran informasi dan sumber belajar di bidang kesehatan
masyarakat
gigi masyarakat (C2,P2,A2).
14.3.3 Memahami penggunaan teknologi informasi untuk
pengumpulan dan pengolahan data di bidang kesehatan gigi
masyarakat (C2,P2,A2).
.4 Bekerja dalam tim
14.4.1 Melakukan kerjasama dengan tenaga kesehatan dan
serta membuat jejamasyarakat, dalam upaya mencapai kesehatan gigi dan mulut
ring kerja (netmasyarakat yang optimal (C3,P3,A3).
14.4.2 Melaksanakan jejaring kerja dalam pelaksanaan program
working) yang efektif
kesehatan gigi dan mulut masyarakat (C3,P3,A3).
dan efisien dalam
14.4.3 Melakukan kerjasama dan jejaring kerja dengan masyarakat,
usaha menuju kesedan instansi terkait dalam upaya pemberdayaan masyarakat
hatan gigi dan mulut
(C3,P3,A3)
yang optimal
15. Manajemen Perilaku (C4,P3,A3)
15.1 Memahami konsep
15.1.1 Mengidentifikasi perilaku kesehatan individu, keluarga dan
perilaku kesehatan
masyarakat di bidang kesehatan gigi dan mulut (C1,P3,A3).

11 |PPDG - IKGMP

KOMPETENSI UTAMA
individu dan masyarakat di bidang kedokteran gigi

KOMPETENSI PENUNJANG
15.1.2 Memotivasi perilaku hidup sehat individu, keluarga dan
masyarakat di bidang kesehatan gigi dan mulut (C3,P3,A3).
15.1.3 Menerapkan metoda pendekatan untuk mengubah perilaku
kesehatan gigi dan mulut individu serta masyarakat. (C3,P3,A3).
15.1.4 Membuat penilaian perubahan perilaku kesehatan gigi dan
mulut individu serta masyarakat (C4,P3,A3).
15.1.5 Mampu menjabarkan upaya mengubah kebiasaan
masyarakat dari berorientasi kuratif menjadi preventif
(C2,P3,A3).

Domain VI : Manajemen Praktik Kedokteran Gigi


Menerapkan fungsi manajemen dalam menjalankan praktik
kedokteran gigi
KOMPETENSI UTAMA
KOMPETENSI PENUNJANG
16. Manajemen Praktik dan Lingkungan Kerja (C3,P3,A3)
16.1 Menata manaje16.1.1 Memahami manajemen praktik dan tatalaksana sesuai standar
men praktik serta
pelayanan kedokteran gigi (C2,P3,A3).
16.1.2 Membuat perencanaan praktek kedokteran gigi yang efektif
tatalaksana lingdan efisien (C3,P3,A3).
kungan
kerja
16.1.3 Menjelaskan pengorganisasian dalam menjalankan praktek
praktik kedokter(C2,P3,A3).
an gigi
16.1.4 Menjelaskan cara memantau dan mengevaluasi praktek
(C2,P3,A3).
16.2 Menata lingkung16.2.1 Menjelaskan lingkungan kerja yang sehat sesuai dengan
an kerja kedokterprinsip ergonomik (C2,P3,A3).
16.2.2 Menerapkan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja
an gigi secara
(C3,P3,A3).
ergonomik dan
16.2.3
Mengelola dampak praktik terhadap lingkungan sekitar
prinsip
kesela(C2,P3,A3).
matan kerja.
16.3 Menerapkan prin16.3.1 Melakukan prosedur perawatan gigi yang tepat bersama-sama
sip dasar pengedengan tenaga medis lainnya (C2,P3,A3).
16.3.2 Melakukan komunikasi secara efektif dan bertanggung jawab
lolaan praktik dan
secara lisan maupun tulisan dengan tenaga kesehatan, pasien
hubungannya dedan masyarakat (C3,P3,A3).
ngan aspek sosial.

RUANG LINGKUP PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI


IKGMP :

12 |PPDG - IKGMP

1. Community Assesment / Penilaian Komunitas (Diagnosis


Komunitas)
2. Kedokteran Keluarga
3. Promosi Kesehatan
4. Manajemen Puskesmas
5. Sistem Rujukan Puskesmas
6. Manajemen Praktik Kedokteran Gigi
7. Manajemen Rumah Sakit
III. SIKLUS PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI - IKGMP
Kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas wilayah kerja Dinas
Kesehatan Kabupaten Malang (Puskesmas : Lawang / Singosari /
Tumpang / Kepanjen / Dau) adalah:
1. Community Assesment / Penilaian Komunitas (Diagnosis
Komunitas)
2. Kedokteran Keluarga
3. Promosi Kesehatan
Kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas wilayah kerja Dinas
Kesehatan Kota Malang (Puskesmas : Gribig / Arjuno / Kendalsari /
Mulyorejo / Kendalkerep / Bareng / Mojolangu / Janti / Rampal
Celaket / Dinoyo) adalah:
1. Manajemen Puskesmas
2. Sistem Rujukan Puskesmas
3. Manajemen Praktik Kedokteran Gigi
Kegiatan yang dilaksanakan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang adalah:
1. Manajemen Rumah Sakit
Kegiatan yang dilaksanakan di RSP UB (Rumah Sakit Pendidikan
Universitas Brawijaya) adalah:
1. Komunikasi
2. Kontrol Infeksi
3. Fissure Sealant
4. Topikal Aplikasi
5. KIE dan DHE
Kegiatan tambahan yang wajib diikuti di Puskesmas Kota dan
Kabupaten :
1. Posyandu balita/remaja/lansia

13 |PPDG - IKGMP

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Skrining/UKS/UKGS
UKGMD
Pertemuan kader
Desa siaga
Penyuluhan
Mini lokakarya

IV. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR


4.2
4.3
4.4 SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)
4.5 COMMUNITY ASSESMENT
4.6 Pen
didi
kan
Prof
esi
Dok
ter
Gigi

4.10 IKG
M-P
4.11
4.15 Pen
gerti
an
4.17 Tuju
an

4.7 No. Dokumen

4.12

4.8 No.
Revisi

4.13

4.9 Halaman

4.14

4.16 Suatu penilaian yang komprehensif status kesehatan dari


suatu komunitas dalam hubungannya dengan lingkungan
sosial, fisik dan biologis
4.18 Untuk menentukan permasalahan yang ada, menentukan
sumber daya yang tersedia dan menetapkan prioritas untuk
merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan
kesehatan oleh dan untuk masyarakat
4.20 Tim assessment terdiri dari pembimbing lapangan dan
instruktur IKGMP

4.19 Kebi
jaka
n
4.21 Tug
4.22 Kelompok
as
4.23 Pro 1. Membentuk tim assesment komunitas
sed 2. Menganalisis data kesehatan dari komunitas tersebut (data sekunder)
ur 3. Mengumpulkan data komunitas (data primer)

14 |PPDG - IKGMP

4. Mengombinasikan data kesehatan (data sekunder) dengan data


komunitas (data primer)
5. Menentukan prioritas masalah
6. Menentukan akar masalah
7. Menentukan alternatif pemecahan masalah
8. Mengembangkan rencana kegiatan kesehatan komunitas
9. Pembuatan laporan
4.24 Jeni
4.25 1 kasus penyakit umum maupun gigi
s
kas
us
4.26 Met
4.27 Pengamatan, Wawancara, Diskusi dan Konsultasi
ode
4.28 Unit 1. Puskesmas setempat di Kabupaten Malang
terk 2. Instansi terkait (RT, RW, Kelurahan, Kecamatan)
ait 3. Tokoh masyarakat
4.29 Wak
tu
4.30 18 hari kerja Puskesmas Kabupaten Malang termasuk
pela
laporan
ksa
4.31 (bersamaan dengan pelaksanaan Kedokteran Keluarga)
naa
n
4.32
4.33
4.34
4.35
4.36
4.37 SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)
4.38 KEDOKTERAN KELUARGA
4.39Pen
didi
kan
Prof
esi
Dok
ter
Gigi

4.40 No. Dokumen

4.41 No.
Revisi

4.42 Halaman

15 |PPDG - IKGMP

4.43 IKG
M-P
4.44
4.48 Pen
gert 1.
ian 2.
3.
4.
5.
6.
4.50 Tuju
an
4.52 Keb
ijak
an
4.54 Tug
as
4.56 Pro
sed
ur
4.57 (Di
ado
psi
dari
10
Usa
ha
Pok
ok
Pra
ktIk
Klini
k
Dok

4.45

4.46

4.47

4.49 Pelayanan kesehatan yang bercirikan:


Sasaran perorangan, keluarga dan komunitas
Mengutamakan upaya promosi dan prevensi kesehatan, selain
kuratif/ rehabilitatif
Penanganan dengan pendekatan holistik dan komprehensif,
Intervensi kesehatan /pengobatan rasional (aman, efektif, murah, bisa
diterima)
Pelayanan berkelanjutan
Advokatif (membela kepentingan dan ketidak-mampuan pasien/
sasaran pelayanan)
4.51 Sebagai pedoman dalam pelaksanaan IKGM-P klinik
khususnya Dokter Keluarga pada masyarakat
4.53 Tim assessment terdiri dari pembimbing lapangan dan
instruktur IKGMP
4.55 Kelompok

1.
2.

3.

1.

2.

4.58 Tahap 1 :
Melakukan diagnosis pada satu orang pasien secara
holistik/komprehensif.
Merencanakan intervensi
medis tepat / rasional berupa
medikamentosa dan tindakan medis khusus sesuai dengan
diagnostik dengan peralatan yang ada.
Merencanakan tindakan edukasi/advokasi, preventif, kuratif, dan
rehabilitatif.
4.59 Tahap 2 :
Melakukan edukasi/advokasi kesehatan pada pasien dan
keluarganya di rumah pasien dengan fasilitas yang ada melalui
pendekatan holistik/komprehensif agar masalah kesehatan pasien
dan keluarga dapat dikurangi, dihilangkan, ataupun dihindari terjadi
lebih lanjut melalui peran dirinya dan peran keluarga.
4.60 Edukasi/advokasi yang diberikan harus memberikan dampak
baik pada dirinya, keluarga dan komunitasnya.
Melakukan pendampingan dan berkolaborasi dengan petugas

16 |PPDG - IKGMP

ter
Kelu
arga
/
3.
UU
PPK 4.
DK
den
gan
beb
erap
a
pen
yes
uaia
n)
4.63 Jeni
s
kas
us
4.65 Met
ode
4.67 Unit
terk
ait
4.69 Wak
tu
pela
ksa
naa
n
4.72
4.73
4.74
4.75
4.76
4.77
4.78

Puskesmas dalam upaya, edukasi, advokasi kesehatan bagi pasien


sesuai dengan indikasi dan kondisi yang ada untuk menghindari
kesenjangan budaya dan sosiopsikologi pasien.
Melakukan identifikasi, edukasi, advokasi faktor risiko kesehatan
kerja dengan mengunjungi tempat kerja/kegiatan kerja pasien.
Melakukan upaya informasi, edukasi dan advokasi kesehatan pada
pasien, keluarga dan anggota komunitasnya melalui penyuluhan
langsung (tatap muka) dan tidak langsung (leaflet, brosur, pamflet)
sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi.
4.61 Tahap 3 :
4.62 Pembuatan laporan

4.64 1 kasus : penyakit umum maupun gigi dan mulut

4.66 Pengamatan, Wawancara, Diskusi dan Konsultasi


4.68 Puskesmas jejaring di Kabupaten Malang

4.70 18 hari kerja Puskesmas Kabupaten Malang termasuk


laporan
4.71 (bersamaan dengan pelaksanaan Community Assesment)

17 |PPDG - IKGMP

4.79
4.80
4.81
4.82
4.83
4.84
4.85
4.86
4.87
4.88
4.89
4.90
4.91
4.92
4.93
4.94
4.95
4.96
4.97
4.98
4.99SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)
4.100 PROMOSI KESEHATAN
4.101
Pendidik
an
Prof
esi
Dok
ter
Gigi

4.105
IKGM-P
4.106
4.110
1.
Pengerti
an
2.

4.102
No.
Dokumen

4.103

4.107

4.108

No.
Revisi

4.104

Hala
man

4.109

Promosi Kesehatan adalah suatu proses untuk memampukan


masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka
(Piagam Ottawa)
Suatu program perubahan perilaku masyarakat yang menyeluruh

18 |PPDG - IKGMP

4.111
Visi

4.114
Misi
1.
2.
3.

dalam konteks masyarakatnya dan bukan hanya perubahan perilaku


tetapi juga perubahan lingkungannya.
4.112
Harapan yang ingin dicapai (UU No. 36 Tahun 2009) :
4.113
Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara
dan meningkatkan derajat kesehatannya , baik fisik, mental
dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun
sosial.
4.115
Untuk mewujudkan visi promosi kesehatan tersebut
diperlukan upaya-upaya disebut : Misi Promosi Kesehatan
yang terdiri dari :
Advokat : meyakinkan para pejabat / penentu kebijakan bahwa
program kesehatan yang dijalankan penting.
Menjembatani : Bahwa antara sektor kesehatan dengan sektor yang
lain sebagai mitra
Memampukan : Sesuai dengan visi kesehatan mau dan mampu
memelihara kesehatannya, maka misi utamanya adalah
memampukan.
4.117
Tim assessment terdiri dari pembimbing lapangan dan
instruktur IKGMP

4.116
Kebijaka
n
4.118
4.119
Kelompok
Tugas
4.120
1.Analisis situasi
Prosedu
4.121 (Wilayah, masalah dan keadaan masyarakat)
r
2.Penentuan Prioritas Masalah
4.122 (Urutan masalah yang dianggap paling penting)
3.Penentuan Tujuan
4.123 (mengubah perilaku kearah perilaku sehat sampai mencapai
derajat kesehatan optimal)
4.Penentuan Sasaran
5.Penentuan Pesan / Informasi
6.Penentuan Metode dan Media
7.Penentuan Rencana Penilaian
8.Penentuan Jadwal Kegiatan
9.Pembuatan Laporan
4.124
4.125
1 masalah kesehatan umum atau gigi dan mulut
Jenis

19 |PPDG - IKGMP

Kas
us
4.126
Metode
4.128
Waktu
Pel
aks
ana
an

4.127

Pengamatan, Wawancara, Diskusi dan Konsultasi

4.129
6 hari kerja Puskesmas Kabupaten Malang termasuk
laporan

4.130
4.131
4.132
4.133
4.134
4.135
4.136
4.137
4.138
4.139
4.140
4.141
4.142
4.143
4.144
4.145
4.146
4.147
4.148
4.149
4.150
4.151
4.152
4.153
4.154
20 |PPDG - IKGMP

4.155
4.156
4.157
4.158
4.159
4.160

4.162
Pendidik
an
Prof
esi
Dok
ter
Gigi

4.163
No.
Dokumen

4.166
IKGM-P
4.167

4.168

4.171
Pengerti
an

4.173
Tujuan

SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)


4.161
MANAJEMEN PUSKESMAS

1.
2.

4.164

No.
Revisi

4.169

4.165

Hala
man

4.170

4.172
Suatu rangkaian kegiatan yang secara sistematis
membentuk fungsi- fungsi tata kelola yang saling terkait dan
berkesinambungan untuk menghasilkan luaran Puskesmas
yang efektif dan efisien serta optimal dalam rangka
terselenggaranya berbagai upaya kesehatan masyarakat dan
upaya kesehatan perorangan sesuai dengan azas
penyelenggaraan Puskesmas.
Mampu memahami kebijakan dasar Puskesmas serta penerapannya
dalam penyelenggaraan Puskesmas.
Memberikan bekal kemampuan berpikir dan bertindak secara
terintegrasi dalam bidang kesehatan gigi masyarakat bagi mahasiswa
profesi Pendidikan Profesi Dokter Gigi PSPDG FKUB.
4.175
Tim assessment terdiri dari pembimbing lapangan dan
instruktur IKGMP

4.174
Kebijaka
n
4.176
1. Konsep Dasar Puskesmas
Ruang
a. Visi dan Misi

21 |PPDG - IKGMP

ling
kup
2.

3.

4.

5.

b. Motto dan Ikon


c. Tujuan Pembangunan Kesehatan oleh Puskesmas
d. Fungsi Puskesmas
Organisasi dan Tata Kerja Puskesmas
a. Kedudukan Puskesmas
1) Sistem Kesehatan Nasional
2) Sistem Kesehatan Kabupaten / Kota
3) Sistem Pemerintah Daerah
4) Antar Sarana Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
b. Organisasi Puskesmas
1) Struktur Organisasi
2) Kriteria Personalia
3) Eselon Kepala Puskesmas
c. Tata Kerja Puskesmas
1) Dengan Kantor Kecamatan
2) Dengan Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota
3) Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
4) Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan
5) Dengan Lintas Sektor
6) Dengan Masyarakat
Upaya dan Azas Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas
a. Upaya Kesehatan Wajib
b. Upaya Kesehatan Pengembangan / Inovatif
Manajemen Puskesmas
a. Manajemen Operasional
1) Menyusun Rencana, meliputi : RUK (Rencana Usulan
Kegiatan) dan RPK (Rencana Pelaksanaan Kegiatan),
menggunakan Matriks Gantt Chart
2) Memantau Proses Pelaksanaan dan Hasil Kegiatan
Puskesmas, menggunakan Matriks Gantt Chart
3) Evaluasi Hasil Pelaksanaan
b. Manajemen Sumber Daya
1) Manajemen Peralatan Medik / Non Medik
2) Obat / Bahan di Puskesmas
3) Keuangan
4) Tenaga
Manajemen Poli Gigi, meliputi :
a. Pengorganisasian dan Tata Laksana
b. Sumber Daya Manusia
c. Upaya Pembinaan / Perkembangan Kesehatan Gigi

22 |PPDG - IKGMP

4.178
Tugas
4.180
Prosedu
r

d. Pelayanan Kesehatan Gigi


e. Peningkatan Mutu Pelayanan
6. Analisis Implementasi (Pelaksanaan Upaya Puskesmas), meliputi:
a. Input
4.177 terdiri dari 6M (Man, Money, Material, Method, Machine,
Market) 2T (Time, Technology) dan 1I (Information)
b. Proses
c. Output
d. Outcome
4.179
Kelompok

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

4.186
Metode
4.188
Unit
terk
ait
4.189
Waktu
pela
ksa
naa
n

1.
2.
3.
4.

4.181
Tahap 1 :
4.182
Observasi manajemen Puskesmas data sekunder dan
data primer
4.183
Tahap 2 :
Identifikasi Masalah
Prioritas Masalah (USG, FGD, NGT, MCUA, dll)
Penyebab Masalah (Problem Tree atau Ishikawa)
Prioritas Penyebab Masalah (NGT, USG, FGD, MCUA, dll)
Penetapan Prioritas Penyebab Masalah
Penentuan Alternatif Pemecahan Masalah (CARL)
Rencana Usulan Kegiatan (Jangka Pendek dan Jangka Panjang)
4.184
Tahap 3 :
4.185
Pembuatan laporan
4.187
Pengamatan, Wawancara, Data Sekunder, Diskusi dan
Konsultasi
Puskesmas Kota Malang
Dinas Kesehatan Kota Malang
Tokoh Masyarakat
Masyarakat sebagai pengguna layanan Puskesmas
4.190
12 hari kerja Puskesmas Kota Malang termasuk
laporan
4.191
(bersamaan dengan pelaksanaan Sistem Rujukan
Puskesmas dan Manajemen Praktik Kedokteran Gigi)

4.192
4.193
23 |PPDG - IKGMP

4.194
4.195
4.196
4.197
4.198
4.199
4.200
4.201
4.202
4.203
4.204
4.205
4.206
4.207
4.208
4.209
4.210
4.211
4.212
4.213
4.214
4.215
4.216
4.217
4.218
4.219

4.221
Pendidik
an
Prof
esi
Dok
ter

SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)


4.220
SISTEM RUJUKAN PUSKESMAS

4.222
No.
Dokumen

4.223

No.
Revisi

4.224

Hala
man

24 |PPDG - IKGMP

Gigi

4.225
IKGM-P
4.229
Pengerti
an

4.231
Tujuan

4.226

1.

2.

4.232
1.
Kebijaka
2.
n
3.
4.
4.233
Tugas

4.227

4.228

4.230
Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atau kasus
penyakit atau masalah kesehatan yang diselenggarakan
secara timbal balik, baik secara vertikal (dari satu strata sarana
pelayanan kesehatan ke strata sarana pelayanan kesehatan
lainnya) dan secara horisontal (antar strata sarana pelayanan
kesehatan)
Mengetahui azas rujukan sebagai penyelenggaraan Puskesmas yang
memiliki kemampuan terbatas sebagai sarana pelayanan kesehatan
tingkat pertama
Memberikan bekal kemampuan berpikir dan bertindak secara
terintegrasi dalam bidang kesehatan gigi masyarakat bagi mahasiswa
profesi Pendidika Profesi Dokter Gigi PSPDG FKUB.
Undang - Undang Republik Indonesia, Nomor 36 Tahun 2009,
tentang Kesehatan
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nomor 128/
Menkes/ SK/ 11/ 2004, tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan
Masyarakat
Upaya Kesehatan Tingkat II (Rujukan Spesialis ) oleh Balai :
Balai Pengobatan Penyakit Paru ( BP4)
Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM )
Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM )
Balai Kesehatan Olah raga Masyarakat (BKOM)
Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional
(SP3T)
Rumah Sakit Kabupaten / Kota
Rumah Sakit Swasta
Klinik Swasta
Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dll.
Upaya Kesehatan Tingkat III (Rujukan Spesialis Lanjutan / Konsultan)
oleh :
Rumah Sakit Propinsi / Pusat / Pendidikan,
Dinas Kesehatan Propinsi
Departemen Kesehatan.
4.234
Kelompok

25 |PPDG - IKGMP

4.235
1. Rujukan UKP (Upaya Kesehatan Perorangan), terdiri dari :
a. Rujukan Kasus,
Prosedu
b. Rujukan Bahan Pemeriksaan
r
c. Rujukan Ilmu Pengetahuan
4.236
2. Rujukan UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat), terdiri dari :
a. Rujukan Sarana dan Logistik,
b. Rujukan Tenaga
c. Rujukan Operasional
3. BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan
4.237
4.238
Pengamatan, Wawancara, Diskusi dan Konsultasi
Metode
4.239
1. Puskesmas Kota Malang
2. Dinas Kesehatan Kota Malang
Unit
terk 3. Tokoh Masyarakat
4. Masyarakat sebagai pengguna layanan Puskesmas
ait
5. Dokter spesialis, balai pengobatan, rumah sakit kota, rumah sakit
propinsi/pusat
4.240
4.241
12 hari kerja Puskesmas Kota Malang termasuk
Waktu
laporan
4.242
(bersamaan dengan pelaksanaan Manajemen
pela
Puskesmas dan
ksa
4.243
Manajemen Praktik Kedokteran Gigi)
naa
n
4.244
4.245
4.246
4.247
4.248
4.249
4.250
4.251
4.252
4.253
4.254
4.255
4.256
4.257
4.258
4.259
4.260

26 |PPDG - IKGMP

4.261
4.262
4.263
4.264
4.265
4.266
4.267
Pendidik
an
Prof
esi
Dok
ter
Gigi

4.268
No.
Dokumen

4.271
IKGM-P
4.272

4.273

4.276
Pengerti
an
4.278
Tujuan

SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)


MANAJEMEN PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI

1.
2.
3.

4.279
Kebijaka
n
4.281
1.
Ruang
ling 2.
kup
3.

4.269

No.
Revisi

4.274

4.270

Hala
man

4.275

4.277
Organisasi administrasi dari suatu praktik dokter gigi,
termasuk tapi tidak terbatas pada supervisi dan pengendalian
alur pasien, tugas-tugas staf dan evaluasinya, penyimpanan
data dan pendanaan
Mampu memahami organisasi administrasi dalam suatu praktik
kedokteran gigi, baik dalam Puskesmas atau Rumah Sakit
Mampu bekerjasama dengan tenaga medis lain yang berhubungan
dengan praktik kedokteran gigi
Memberikan bekal kemampuan berpikir dan bertindak secara
terintegrasi dalam bidang kesehatan gigi masyarakat bagi mahasiswa
profesi Pendidikan Profesi Dokter Gigi PSPDG FKUB.
4.280
Tim assessment terdiri dari pembimbing lapangan dan
instruktur IKGMP
Penataan manajemen praktik serta tatalaksana lingkungan kerja
praktik kedokteran gigi
Penataan lingkungan kerja kedokteran gigi secara ergonomik dan
prinsip keselamatan kerja
Penerapan prinsip dasar pengelolaan praktik dan hubungannya

27 |PPDG - IKGMP

4.282
Tugas
4.284
Prosedu 1.
2.
r
3.
4.
5.
6.
7.

4.289
Metode
4.291
1.
2.
Unit
terk 3.
ait
4.292
Waktu
pela
ksa
naa
n
4.296
4.297
4.298
4.299
4.300
4.301
4.302
4.303
4.304
4.305
4.306
4.307

dengan aspek sosial


4.283
Kelompok
4.285
Tahap 1 :
Menerima pasien
Melakukan anamnesa
Membuat diagnosa klinis
Menentukan rencana perawatan
Mempersiapkan alat untuk tindakan
Menuliskan resep (dengan bimbingan dokter gigi Puskesmas)
Mempersilakan pasien pulang
4.286
Tahap 2 :
4.287
Pembuatan perencanaan desain ruang praktik poli gigi di
Puskesmas tersebut
4.288
Tahap 3 : Pembuatan laporan
4.290
Pengamatan, Wawancara, Diskusi dan Konsultasi
Puskesmas Kota Malang
Dinas Kesehatan Kota Malang
Masyarakat sebagai pengguna layanan Puskesmas
4.293
12 hari kerja Puskesmas Kota Malang termasuk
laporan
4.294
(bersamaan dengan pelaksanaan Manajemen
Puskesmas dan
4.295
Sistem Rujukan Puskesmas)

28 |PPDG - IKGMP

4.308
4.309
4.310
4.311
4.312
4.313
4.314
4.315
4.316
4.317
4.318
4.319
4.320
4.321
4.322
4.323
4.324
4.325
4.326
4.327
4.328
4.329
4.330
4.331

4.333
Pendidik
an
Prof
esi
Dok
ter
Gigi

4.337
IKGM-P
4.338
4.342
Pengerti

SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)


4.332
MANAJEMEN RUMAH SAKIT

4.334
No.
Dokumen

4.339

4.335

No.
Revisi

4.340

4.336

Hala
man

4.341

4.343
Suatu pengaturan atau manajerial suatu sarana
kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada

29 |PPDG - IKGMP

an

4.344
Tujuan

1.
2.
3.

masyarakat , dimana rumah sakit memiliki peran yang strategis


dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan
masyarakat.
Mampu memahami manajemen rumah sakit sesuai masing-masing
tipe rumah sakit.
Mampu memahami kebijakan jajaran manajerial di rumah sakit dalam
penyelenggaraan pelayanan rumah sakit
Memberikan bekal kemampuan berpikir dan bertindak secara
terintegrasi dalam bidang kesehatan gigi masyarakat bagi mahasiswa
profesi Pendidikan Profesi Dokter Gigi PSPDG FKUB.
4.346
Tim assessment terdiri dari pembimbing lapangan dan
instruktur IKGMP

4.345
Kebijaka
n
4.347
1. Profil Rumah Sakit
a. Visi dan Misi
Ruang
b. Motto dan icon
Lin
2. Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit (KepMenKes No.
gku
134/Menkes/SK/IV/78)
p
a. Kedudukan Rumah sakit
1) Sistem Kesehatan Nasional
2) Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota
3) Sistem Pemerintah Daerah
4) Sistem Pemerintah propinsi
b. Organisasi Rumah Sakit
1) Pengertian Rumah Sakit
2) Struktur organisasi (sesuai dengan SK MenKes No.
543/VI/1994)
3) Kelas pelayanan Rumah Sakit
4) Tugas dan fungsi Rumah Sakit (sesuai dengan SK MenKes)
5) Kewajiban Rumah Sakit (good corporate & clinical governance)
sesuai dengan UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009
6) Standar pelayanan Rumah Sakit (input, proses, outcome)
4.348
4.349
4.350
4.351
7) Tingkat pelayanan Rumah Sakit
a) Pelayanan Medik Dasar (primary, secondary and tertiary
prevention)

30 |PPDG - IKGMP

b) Pelayanan Medik Spesialistik


Kebijakan pelayanan kesehatan Rumah Sakit (IGD, Rekam
Medis, OK, K3, dll)
c. Tata Kerja Rumah Sakit (sistem rujukan)
1) Dengan Rumah Sakit strata lebih tinggi
2) Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan
3) Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Sosial (BPJS)
4) Dengan Asuransi Kesehatan (Umum)
d. Alur kerja manajerial di Rumah Sakit
e. Administrasi Rumah Sakit
1) Status Badan Hukum
2) Peraturan Internal Rumah Sakit (hospital by laws)
a) HBL (Kepmenkes RI No. 772/MenKes/SK/VI/2002)
b) MSBL (KepMenKes RI No. 613/MenKes/SK/IV/2005)
3) Komite Medik
4) Komite Etik & Hukum
5) Satuan Pemeriksaan Internal
6) Surat Ijin Praktik Dokter
7) Perjanjian Kerjasama Rumah Sakit & Dokter
8) Akreditasi Rumah Sakit
3. Sistem Manajemen di rumah sakit
a. Manajemen di Bagian Umum
1) Struktur organisasi
2) Fungsi unit/bagian
3) Produk pelayanan
4) Program Kerja
b. Manajemen di bagian pemasaran dan humas
1) Struktur organisasi
2) Fungsi unit/bagian
3) Produk pelayanan
4) Program kerja
c. Manajemen logistik
1) Struktur organisasi
2) Fungsi unit/bagian
3) Produk pelayanan
4) Program kerja
4.352
4.353
4.354
d. Manajemen lingkungan
1) Struktur organisasi
8)

31 |PPDG - IKGMP

2) Fungsi unit/bagian
3) Produk pelayanan
4) Program kerja
e. Manajemen sumber daya manusia (HRD) sub bag
kepegawaian
1) Struktur organisasi
2) Fungsi unit/bagian
3) Sistem rekrutment
4) Produk pelayanan
5) Program kerja
f. Manajemen Sistem Informasi Manajemen RS (SIMRS)
1) Pengertian SIMRS
2) Alur dalam SIMRS
g. Monitoring dan Evaluasi manajemen RS
1) Sistem Monev
2) Manajemen mutu pelayanan Rumah Sakit
3) Akreditasi Rumah Sakit (pengertian, tujuan dan macam)
4. Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit
4.355 (ada lebih dari 20 instalasi, yang diwajibkan adalah IGD,
IRJ, Radiologi)
a. SPM Umum
1) Definisi SPM
2) Prinsip penyusunan dan penetapan SPM
3) Landasan hukum SPM
4) Tujuan SPM
5) Manfaat SPM
b. SPM Rumah Sakit
1) Jenis-jenis pelayanan RS
2) SPM masing-masing instalasi / pelayanan, indikator dan
standar
3) Peran daerah Tk. I (propinsi) dan Tk. II (Kabupaten/Kota)
c. SPM IGD, IRJ dan Radiologi (pengamatan)
5. Instalasi Rawat Jalan (Pelayanan di Poli Gigi Rumah Sakit)
a. Organisasi dan tata laksana di poli gigi Rumah Sakit
b. Alur pelayanan di poli gigi Rumah Sakit
c. Sumberdaya Manusia di poli gigi Rumah Sakit
d. Jenis pelayanan di poli gigi Rumah Sakit
e. Sarana dan Prasarana serta Peralatan di Poli Gigi Rumah Sakit
4.356
4.357
f. Kontrol infeksi di poli gigi Rumah Sakit

32 |PPDG - IKGMP

g.
4.358
Tugas
4.360
Prosedu 1.
2.
r

4.363
Metode
4.365
Unit
terk
ait
4.366
Waktu
pela
ksa
naa
n

Input, proses, output, outcome di Poli Gigi Rumah Sakit


4.359
Kelompok

4.361
Tahapan 1, meliputi :
Observasi dan mengambil data sekunder
Melakukan wawancara dengan pihak terkait
4.362
Tahapan 2: pembuatan laporan:
1. Membandingkan organisasi Puskesmas dengan Rumah Sakit
2. Membandingkan manajemen logistik Puskesmas dengan Rumah
Sakit
3. Membandingkan manajemen SDM Rumah Sakit dengan Puskesmas
4. Membandingkan manajemen lingkungan Puskesmas dengan Rumah
Sakit
5. Membandingkan pelayanan poli gigi di Rumah Sakit dengan
Puskesmas
4.364 Pengamatan, Wawancara, Diskusi dan Konsultasi, data
sekunder
1. RSUD Kanjuruhan Kepanjen
2. Dinas Kesehatan Kabupaten Malang

4.367
6 hari kerja Rumah Sakit : (wajib ikut apel pagi)
4.368
Senin s/d Kamis : 08.00 s/d 14.00 WIB ; Jumat : 07.00
s/d 11.00 WIB ;
4.369
Sabtu : 07.00 s/d 12.30 WIB

4.370
4.371
4.372
4.373
4.374
4.375
4.376
4.377
4.378
4.379
33 |PPDG - IKGMP

4.380
4.381
4.382
4.383
4.384
4.385

4.387
RSP UB
4.391 Pros
edur
Teta
p
Insta
lasi
Gigi
dan
Mulu
t

SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)


4.386
PPDG - IKGMP PUTARAN DALAM

4.388
No.
Dokumen
4.392

4.389

No.
Revisi
4.393

4.390

Hala
man
4.394

4.395
Pengerti
an

4.396
Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Pencegahan (IKGMP)
Profesi Putaran Dalam adalah ilmu kedokteran gigi pencegahan
yang dilakukan di Putaran Dalam Pendidikan Profesi Dokter Gigi
di RSP UB.
4.397
1. Mahasiswa profesi memahami kedokteran gigi pencegahan setelah
Tujuan
perawatan selesai /paripurna.
2. Mahasiswa profesi dapat melakukan komunikasi individual /konseling
tentang riwayat penyakit, cara pencegahan dan cara pengobatannya.
3. Mahasiswa profesi melakukan tindakan pencegahan dengan
melakukan fissure sealant dan topikal aplikasi fluor.
4.398
4.399
IKGMP profesi dilakukan oleh mahasiswa kedokteran gigi
Kebijaka program profesi dibawah bimbingan instruktur IKGMP .
n
4.400
4.401
Individu
Tugas
4.402
1. Melaporkan pada instruktur lain jika akan melakukan IKGMP Profesi
Prosedu
Putaran Dalam.
2. Menyiapkan alat bantu Peraga (ABP) dan phantom untuk penyuluhan
r

34 |PPDG - IKGMP

3.
4.
5.
6.
7.
4.403
Alat
1.
Bah 2.
an 3.
4.
1.
2.

kesehatan.
Memanggil pasien dan mendudukkan pasien
Melakukan penyuluhan pribadi/konseling tentang penyakit gigi yang
diderita pasien dengan menggunakan ABP yang tersedia.
Menyiapkan kelengkapan alat dan bahan untuk melakukan fissure
sealant dan topikal aplikasi fluor
Melakukan fissure sealant dan topikal aplikasi fluor
Menjelaskan instruksi pasca perawatan
4.404
Alat :
Alat Diagnosis set
Alat Tumpat
Alat Bantu Peraga
Phantom Gigi
4.405
Bahan :
Topikal aplikasi fluor
Fissure Sealant
4.407
Departemen Klinik Integrasi Pendidikan Profesi Dokter Gigi
RSP UB

4.406
Unit
terk
ait
4.408
Waktu
pela
4.409
1 pasien paripurna dalam 1 periode Pendidikan Profesi
ksa
Dokter Gigi Putaran Dalam di RSP UB
naa
n
V. FORMAT LAPORAN
4.410
4.411 LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)
4.412
4.413 COMMUNITY ASSESMENT
4.414
4.415
4.416 Judul
4.417
4.418
4.419

35 |PPDG - IKGMP

4.420
4.421
4.422
4.423 Kelompok :
4.424 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.425 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.426 dst ........
4.427
4.428
4.429
4.430 Instruktur Pendidikan Profesi IKGMP :
4.431 ................... (dosen IKGMP)
4.432 ........... (Kepala Puskesmas)
4.433
4.434
4.435
4.436
4.437 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI
4.438 FAKULTAS KEDOKTERAN
4.439 UNIVERSITAS BRAWIJAYA
4.440 2014
4.441
4.442 LEMBAR PENGESAHAN
4.443 LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)
4.444 PSPDG FKUB
4.445
4.446 COMMUNITY ASSESMENT
4.447
4.448
4.449 Judul
4.450
4.451

36 |PPDG - IKGMP

4.452
4.453 Disusun oleh :
4.454 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.455 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.456 dst ........
4.457
4.458
4.459
4.460
4.461 Telah dipresentasikan pada :
4.462 Hari
: ...........................
4.463 Tanggal
: ...........................
4.464
4.465
4.466
4.467 Dan disetujui oleh :
4.468
4.469
4.470
4.471
4.472
4.473
4.474
4.475

Kepala Puskesmas ...........................,

Instruktur IKGMP,

..........................................
..........................................
NIP.
NIP / NIK.
4.476
4.477 Catatan :
4.478 Lembar Pengesahan dipergunakan apabila laporan sudah
direvisi
4.479 (dijilid bersamaan dengan laporan yang sudah direvisi)
4.480
4.481
4.482
4.483 KATA PENGANTAR
4.484 maksimal 1 halaman
4.485
4.486 DAFTAR ISI
4.487
4.488
4.489 halaman
4.490 Halaman Judul
4.491 Lembar Pengesahan
4.492 Kata Pengantar

37 |PPDG - IKGMP

4.493 Daftar Isi


4.494 Daftar Tabel
4.495 Daftar Gambar
4.496 Daftar Lampiran
4.497 Daftar Singkatan
4.498
4.499 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
1.2.2 Tujuan Khusus
1.3 Manfaat
1.3.1 Manfaat Akademis
1.3.2 Manfaat Praktis
1.4 Analisis Situasi
4.500 Kondisi sosiodemografis, fakta-fakta yang ada, data sekunder
1.4.1 Data Umum
1.4.1.1
Geografis
1.4.1.2
Spesifikasi Puskesmas
1.4.2 Pembagian Wilayah Administratif
1.4.3 Data Penduduk Tahun 2013
1.4.4 Sumber Daya Kesehatan
1.4.4.1
Ketenagaan
1.4.4.2
Sarana Prasarana
1.4.5 Data Sekunder
1.5 Permasalahan-permasalahan yang Ditemukan
1.6 Penetapan Prioritas Masalah
4.501 FGD / NGT / USG / MCUA, dll
1.7 Alat Ukur Pengambilan Data Primer
4.502 Kuesioner, check list, dll
4.503
4.504
4.505 BAB 2 LANDASAN TEORI
4.506 Teori yang terkait dengan masalah yang telah ditetapkan
menjadi prioritas
2.1
............... dst
4.507
4.508 BAB 3 ANALISIS DATA PRIMER
4.509 Menganalisis data primer yang telah didapat, sebagai
dasar dalam menentukan akar penyebab masalah
4.510 3.1 ............... dst
4.511

38 |PPDG - IKGMP

4.512
4.513

BAB 4 PENENTUAN AKAR PENYEBAB MASALAH


4.514 Menggunakan fishbone atau problem tree

4.515
4.516 BAB 5 PENETAPAN PRIORITAS PENYEBAB MASALAH
4.517 Menetapkan satu penyebab masalah yang paling urgent
untuk diselesaikan dan membawa daya ungkit yang besar ( FGD /
NGT / USG / MCUA, dll)
4.518
4.519 BAB 6 PEMECAHAN
PENYEBAB
MASALAH
DAN
ALTERNATIFNYA
6.1
Alternatif Pemecahan Masalah
6.2
Prioritas Pemecahan Masalah
4.520
4.521 BAB 7 RENCANA KEGIATAN JANGKA PENDEK
4.522 Menyusun langkah-langkah konkrit dari solusi yang telah
disepakati untuk dilakukan dalam tahap promosi kesehatan, yaitu
dalam bentuk tabel yang terdiri dari :
a. Rencana kegiatan
b. Tujuan kegiatan
c. Tempat/lokasi kegiatan
d. Waktu
e. Sasaran
f. Target
g. Metode yang digunakan
h. Indikator keberhasilan
i. Metode evaluasi
j. Penanggung jawab kegiatan
k. Anggaran yang dibutuhkan
4.523
4.524 BAB 8 RENCANA KEGIATAN JANGKA PANJANG
4.525 Menyusun langkah-langkah yang bersifat jangka panjang
dan berkelanjutan, yaitu dalam bentuk tabel yang terdiri dari :
a. Rencana kegiatan
b. Tujuan kegiatan
c. Tempat/lokasi kegiatan
d. Waktu
e. Sasaran
f. Target
g. Metode yang digunakan
h. Indikator keberhasilan
i. Metode evaluasi

39 |PPDG - IKGMP

j.
k.
4.526
4.527
4.528
4.529
4.530
4.531
4.532
4.533

Penanggung jawab kegiatan


Anggaran yang dibutuhkan
BAB 9 PENUTUP
9.1 Kesimpulan
9.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

4.534
4.535
4.536
4.537
4.538
4.539
4.540
4.541
4.542
4.543
4.544
4.545
4.546
4.547
4.548
4.549
4.550
4.551
4.552
4.553
4.554

LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)


4.555
4.556 KEDOKTERAN KELUARGA
4.557
4.558
4.559 Judul
4.560
4.561

40 |PPDG - IKGMP

4.562

4.563
4.564
4.565
4.566 Kelompok :
4.567 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.568 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.569 dst ........
4.570
4.571
4.572
4.573 Instruktur Pendidikan Profesi IKGMP :
4.574 ................... (dosen IKGMP)
4.575 ........... (Kepala Puskesmas)
4.576
4.577
4.578
4.579
4.580 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI
4.581 FAKULTAS KEDOKTERAN
4.582 UNIVERSITAS BRAWIJAYA
4.583 2014
4.584
4.585 LEMBAR PENGESAHAN
4.586 LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)
4.587 PSPDG FKUB
4.588
4.589 KEDOKTERAN KELUARGA
4.590
4.591
4.592 Judul
4.593

41 |PPDG - IKGMP

4.594
4.595
4.596 Disusun oleh :
4.597 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.598 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.599 dst ........
4.600
4.601
4.602
4.603
4.604 Telah dipresentasikan pada :
4.605 Hari
: ...........................
4.606 Tanggal
: ...........................
4.607
4.608
4.609
4.610 Dan disetujui oleh :
4.611
4.612
4.613
4.614
4.615
4.616
4.617
4.618

Kepala Puskesmas ...........................,

Instruktur IKGMP,

..........................................
..........................................
NIP.
NIP / NIK.
4.619
4.620 Catatan :
4.621 Lembar Pengesahan dipergunakan apabila laporan sudah
direvisi
4.622 (dijilid bersamaan dengan laporan yang sudah direvisi)
4.623
4.624

4.625
4.626
4.627

KATA PENGANTAR
maksimal 1 halaman
4.628
4.629 DAFTAR ISI

4.630
4.631
4.632
4.633

halaman

Halaman Judul

42 |PPDG - IKGMP

4.634 Lembar Pengesahan


4.635 Kata Pengantar
4.636 Daftar Isi
4.637 Daftar Tabel
4.638 Daftar Gambar
4.639 Daftar Lampiran
4.640 Daftar Singkatan
4.641
4.642 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
4.643 Alasan memilih pasien tersebut.
1.2 Tujuan
4.644 Tujuan dilakukannya dokter keluarga pada pasien tersebut.
1.2.1 Tujuan Umum
1.2.2 Tujuan Khusus
1.3 Manfaat
1.3.1 Manfaat Akademis
1.3.2 Manfaat Praktis
4.645
4.646 BAB 2 LANDASAN TEORI
4.647 Teori yang mendukung pentingnya dilakukannya dokter
keluarga dan kasus pada pasien tersebut
2.1
Dokter Keluarga
2.1.1 Pengertian
2.1.2 Tujuan
2.1.3 Manfaat
2.1.4 Karakteristik
2.1.5 Praktik Dokter Keluarga
2.2
.... dst
4.648
4.649 BAB 3 ANALISIS REKAM MEDIS DOKTER KELUARGA
4.650 3.1 Data Pasien dan Keluarga
4.651 3.2 Hasil Eksplorasi
4.652
4.653 3.3 Diagnosis
4.654
3.3.1 Diagnosis Utama
4.655
3.3.2 Diagnosis Keluarga
4.656 3.4 Rencana Intervensi
4.657
4.658 BAB 4 RENCANA KEGIATAN
INTERVENSI
DOKTER
KELUARGA

43 |PPDG - IKGMP

4.659 Menyusun langkah-langkah rencana intervensi yang telah


disepakati, yaitu dalam bentuk tabel yang terdiri dari :
a. Rencana kegiatan
b. Tujuan kegiatan
c. Tempat/lokasi kegiatan
d. Waktu
e. Sasaran
f. Target
g. Metode yang digunakan
h. Indikator keberhasilan
i. Metode evaluasi
j. Penanggung jawab kegiatan
k. Anggaran yang dibutuhkan
4.660
4.661 BAB 5 PENUTUP
4.662 5.1 Kesimpulan
4.663 5.2 Saran
4.664
4.665 DAFTAR PUSTAKA
4.666
4.667 LAMPIRAN
4.668
4.669
4.670
4.671 PROSEDUR TEKNIS:
1. Setiap kelompok wajib mengambil 1 (satu) pasien sesuai dengan
kasus diagnosa komunitas
2. Mengisi rekam medis dokter keluarga
3. Membuat laporan komprehensif poin a s/d i, dan mempresentasikannya.
4.672

4.673
4.674
4.675
4.676

LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)


4.677
4.678 PROMOSI KESEHATAN
4.679
4.680

44 |PPDG - IKGMP

4.681 Judul
4.682
4.683
4.684

4.685
4.686
4.687
4.688 Kelompok :
4.689 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.690 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.691 dst ........
4.692
4.693
4.694
4.695 Instruktur Pendidikan Profesi IKGMP :
4.696 ................... (dosen IKGMP)
4.697 ........... (Kepala Puskesmas)
4.698
4.699
4.700
4.701
4.702 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI
4.703 FAKULTAS KEDOKTERAN
4.704 UNIVERSITAS BRAWIJAYA
4.705 2014
4.706
4.707 LEMBAR PENGESAHAN
4.708 LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)
4.709 PSPDG FKUB
4.710
4.711 PROMOSI KESEHATAN
4.712

45 |PPDG - IKGMP

4.713
4.714 Judul
4.715
4.716
4.717
4.718 Disusun oleh :
4.719 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.720 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.721 dst ........
4.722
4.723
4.724
4.725
4.726 Telah dipresentasikan pada :
4.727 Hari
: ...........................
4.728 Tanggal
: ...........................
4.729
4.730
4.731
4.732 Dan disetujui oleh :
4.733
4.734
4.735
4.736
4.737
4.738
4.739
4.740

Kepala Puskesmas ...........................,

Instruktur IKGMP,

..........................................
..........................................
NIP.
NIP / NIK.
4.741
4.742 Catatan :
4.743 Lembar Pengesahan dipergunakan apabila laporan sudah
direvisi
4.744 (dijilid bersamaan dengan laporan yang sudah direvisi)
4.745
4.746

4.747
4.748
4.749

KATA PENGANTAR
maksimal 1 halaman
4.750
4.751 DAFTAR ISI

4.752

46 |PPDG - IKGMP

4.753
4.754 halaman
4.755 Halaman Judul
4.756 Lembar Pengesahan
4.757 Kata Pengantar
4.758 Daftar Isi
4.759 Daftar Tabel
4.760 Daftar Gambar
4.761 Daftar Lampiran
4.762 Daftar Singkatan
4.763
4.764 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
4.765 Alasan mengapa
memilih strategi promosi yang akan
dilakukan pada diagnosa komunitas dan dokter keluarga
1.2 Tujuan
4.766 Tujuan dilakukannya upaya promosi pada diagnosa komunitas
dan dokter keluarga
1.2.1 Tujuan Umum
1.2.2 Tujuan Khusus
1.3 Manfaat
1.3.1 Manfaat Akademis
1.3.2 Manfaat Praktis
4.767
4.768 BAB 2 LANDASAN TEORI
4.769 Teori yang mendukung strategi promosi yang
dipilih
2.1
Promosi Kesehatan
2.1.1 Definisi
2.1.2 Tujuan
2.1.3 Media Promosi Kesehatan
2.2
Metode Penyuluhan Kesehatan
4.770
4.771 BAB 3 METODE PROMOSI
4.772 3.1 Materi
4.773
3.1.1 Promosi Kesehatan Komunitas
4.774
3.1.2 Dokter Keluarga
4.775
4.776 3.2 Alat dan Bahan
4.777
3.2.1 Promosi Kesehatan Komunitas
4.778
3.2.2 Dokter Keluarga
4.779 3.3 Sasaran dan Target

47 |PPDG - IKGMP

4.1
4.2

6.1

1.
2.

4.780
3.3.1 Promosi Kesehatan Komunitas
4.781
3.3.2 Dokter Keluarga
4.782 3.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
4.783
3.4.1 Promosi Kesehatan Komunitas
4.784
3.4.2 Dokter Keluarga
4.785
4.786 BAB 4 EVALUASI KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN
Metode Evaluasi yang Digunakan
4.787 Mengapa digunakan metode tersebut.
Pencapaian Keberhasilan
4.788 Kesenjangan antara target dan pencapaian
4.789
4.790 BAB 5 PEMBAHASAN
4.791 Ulasan tentang pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan
meliputi kekuatan (S), kelemahan (W), kesempatan (O), ancaman
(T)
4.792 5.1 Promosi Kesehatan Komunitas
4.793
5.1.1 ....... dst
4.794 5.2 Promosi Kesehatan Dokter Keluarga
4.795
4.796 BAB 6 PENUTUP
Kesimpulan
4.797 Menjawab tujuan
4.798 6.2 Saran
4.799 Usulan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat terkait
kasus yang diangkat
4.800
4.801 DAFTAR PUSTAKA
4.802
4.803 LAMPIRAN
Rencana Kegiatan Jangka Pendek Diagnosa Komunitas (tabel)
Rencana Intervensi Kegiatan Dokter Keluarga (tabel)
4.804
4.805
4.806
4.807

4.808
48 |PPDG - IKGMP

4.809

LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)


4.810
4.811 MANAJEMEN PUSKESMAS
4.812
4.813
4.814 Judul
4.815
4.816
4.817

4.818
4.819
4.820
4.821 Kelompok :
4.822 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.823 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.824 dst ........
4.825
4.826
4.827
4.828 Instruktur Pendidikan Profesi IKGMP :
4.829 ................... (dosen IKGMP)
4.830 ........... (Kepala Puskesmas)
4.831
4.832
4.833
4.834
4.835 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI
4.836 FAKULTAS KEDOKTERAN
4.837 UNIVERSITAS BRAWIJAYA
4.838 2014
4.839
4.840 LEMBAR PENGESAHAN

49 |PPDG - IKGMP

4.841

4.866
4.867
4.868
4.869
4.870
4.871
4.872
4.873

LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)


4.842 PSPDG FKUB
4.843
4.844 MANAJEMEN PUSKESMAS
4.845
4.846
4.847 Judul
4.848
4.849
4.850
4.851 Disusun oleh :
4.852 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.853 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.854 dst ........
4.855
4.856
4.857
4.858
4.859 Telah dipresentasikan pada :
4.860 Hari
: ...........................
4.861 Tanggal
: ...........................
4.862
4.863
4.864
4.865 Dan disetujui oleh :
Kepala Puskesmas ...........................,

Instruktur IKGMP,

..........................................
..........................................
NIP.
NIP / NIK.
4.874
4.875 Catatan :
4.876 Lembar Pengesahan dipergunakan apabila laporan sudah
direvisi
4.877 (dijilid bersamaan dengan laporan yang sudah direvisi)
4.878
4.879

4.880
50 |PPDG - IKGMP

4.881
4.882

KATA PENGANTAR
maksimal 1 halaman
4.883
4.884 DAFTAR ISI

4.885
4.886
4.887

halaman

4.888 Halaman Judul


4.889 Lembar Pengesahan
4.890 Kata Pengantar
4.891 Daftar Isi
4.892 Daftar Tabel
4.893 Daftar Gambar
4.894 Daftar Lampiran
4.895 Daftar Singkatan
4.896
4.897 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
1.2.2 Tujuan Khusus
1.3 Sasaran
1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Puskesmas
1.4.2 Bagi Mahasiswa Profesi
1.4.3 Bagi Masyarakat
4.898
4.899 BAB 2 ANALISIS SITUASI
2.1
Profil Puskesmas
2.1.1 Visi
2.1.2 Misi
2.1.3 Ikon dan Moto
2.1.4 Ketenagaan
2.1.5 Sarana dan Prasarana
2.1.6 Spesifikasi Puskesmas
2.1.7 Inovasi Puskesmas
2.2
Data Umum
4.900 2.2.1 Geografis
4.901 2.2.2 Pembagian Wilayah Administratif
4.902 2.2.3 Data Penduduk Tahun 2013
2.3
Unit Pelayanan
4.903 2.3.1 Loket

51 |PPDG - IKGMP

4.904 2.3.2 .......... dan seterusnya


4.905
4.906 BAB 3 PENGAMATAN PENYELENGGARAAN PUSKESMAS
4.907 3.1 Konsep Dasar Puskesmas
4.908
3.1.1 Tujuan Pembangunan Kesehatan oleh Puskesmas
4.909
3.1.2 Fungsi Puskesmas
4.910 3.2 Organisasi dan Tata Kerja Puskesmas
4.911
3.2.1 Kedudukan Puskesmas
4.912
3.2.1.1 Sistem Kesehatan Nasional
4.913
3.2.1.2 Sistem Kesehatan Kota
4.914
3.2.1.3 Sistem Pemerintah Daerah
4.915
3.2.1.4 Antar Sarana Pelayanan Kesehatan Strata
4.916 Pertama
4.917
3.2.2 Organisasi Puskesmas
4.918
3.2.2.1 Struktur Organisasi
4.919
3.2.2.2 Kriteria Personalia
4.920
3.2.2.3 Eselon Kepala Puskesmas
4.921
3.2.3 Tata Kerja Puskesmas
4.922
3.2.3.1 Dengan Kantor Kecamatan
4.923
3.2.3.2 Dengan Dinas Kesehatan Kota
4.924
3.2.3.3 Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata
4.925 Pertama
4.926
3.2.3.4 Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan
Rujukan
4.927
3.2.3.5 Dengan Lintas Sektor
4.928
3.2.3.6 Dengan Masyarakat
4.929 3.3 Upaya dan Azas Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas
4.930
4.931
4.932
4.933
4.934
4.935
4.937
4.938
4.939
4.940
4.941
4.942
4.943

3.3.1 Upaya Kesehatan Wajib


3.3.2 Upaya Kesehatan Pengembangan / Inovatif
3.4 Manajemen Puskesmas
3.4.1 Manajemen Operasional
3.4.1.1 RUK dan RPK
3.4.1.2 Proses Pelaksanaan dan Hasil Kegiatan
4.936 Puskesmas
3.4.1.3 Evaluasi Hasil Pelaksanaan
3.4.2 Manajemen Sumber Daya
3.4.2.1 Manajemen Peralatan Medik / Non Medik
3.4.2.2 Obat dan Bahan
3.4.2.3 Keuangan
3.4.2.4 Tenaga
3.4.3 Manajemen Poli Gigi

52 |PPDG - IKGMP

4.944
4.945
4.946
4.947
4.948
4.949
4.950

3.4.3.1
3.4.3.2
3.4.3.3
3.4.3.4
3.4.3.5

Pengorganisasian dan Tata Laksana


Sumber Daya Manusia
Upaya Pembinaan Kesehatan Gigi dan Mulut
Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
Peningkatan Mutu Pelayanan

BAB 4 MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH


4.951 (Manajemen Puskesmas Internal Puskesmas)
4.952 4.1 Identifikasi Masalah
4.953 Data sekunder dari Laporan Tahunan, Penilaian Kinerja
Puskesmas (PKP) atau 10 penyakit terbanyak, dll.
4.954 lihat persentase terendah dari manajemen Puskesmas
(manajemen operasional maupun manajemen SDM)
4.955 4.2 Prioritas Masalah (USG, FGD, NGT, MCUA, dll)
4.956 Data Primer diambil dari kuesioner, daftar tilik (check list)
atau wawancara
4.957 4.3 Penyebab Masalah (Problem Tree atau Ishikawa)
4.958
4W 1H
4.959 4.4 Prioritas Penyebab Masalah (NGT, USG, FGD, MCUA, dll)
4.960 4.5 Penetapan Prioritas Penyebab Masalah
4.961 4.6 Penentuan Alternatif Pemecahan Masalah (CARL)
4.962 4.7 Rencana Usulan Kegiatan
4.963 4.7.1 Rencana Usulan Kegiatan Jangka Pendek
4.964 4.965
No
Ke

4.966
T

4.978 4.979
No
Ke

4.980
T

4.967
L

4.977

4.991
4.992
4.993
4.994
4.995
4.996
4.997
4.998
4.999

4.981
L

4.968
S

4.969
Ta

4.7.2
4.982
S

4.983
Ta

4.970
V

4.971
M

4.972
In

4.973
W

4.974
T

4.975
R

4.976
H

Rencana Usulan Kegiatan Jangka Panjang


4.984
V

4.985
M

4.986
In

4.987
W

4.988
T

4.989
R

4.990
H

BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI. 2004. Kepmenkes RI no 128/Menkes/SK/II/2004


tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta.
Departemen Kesehatan RI. 2008. Manajemen Puskesmas : Kurikulum dan
Modul Pelatihan Manajemen Puskesmas. Jakarta.
dll.

4.1000

53 |PPDG - IKGMP

4.1001 LAMPIRAN

4.1002
4.1003 LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)
4.1004
4.1005 SISTEM RUJUKAN PUSKESMAS
4.1006
4.1007
4.1008 Judul
4.1009
4.1010
4.1011

4.1012
4.1013
4.1014
4.1015 Kelompok :
4.1016 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.1017 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.1018 dst ........
4.1019
4.1020
4.1021
4.1022 Instruktur Pendidikan Profesi IKGMP :
4.1023 ................... (dosen IKGMP)
4.1024 ........... (Kepala Puskesmas)
4.1025
4.1026
4.1027
4.1028
4.1029 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI
4.1030 FAKULTAS KEDOKTERAN
4.1031 UNIVERSITAS BRAWIJAYA

54 |PPDG - IKGMP

4.1032 2014
4.1033
4.1034 LEMBAR PENGESAHAN
4.1035 LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)
4.1036 PSPDG FKUB
4.1037
4.1038 SISTEM RUJUKAN PUSKESMAS
4.1039
4.1040
4.1041 Judul
4.1042
4.1043
4.1044
4.1045 Disusun oleh :
4.1046 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.1047 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.1048 dst ........
4.1049
4.1050
4.1051
4.1052
4.1053 Telah dipresentasikan pada :
4.1054 Hari
: ...........................
4.1055 Tanggal
: ...........................
4.1056
4.1057
4.1058
4.1059 Dan disetujui oleh :
4.1060
4.1061 Kepala Puskesmas ...........................,
Instruktur IKGMP,
4.1062
4.1063
4.1064
4.1065
4.1066 ..........................................
..........................................
4.1067 NIP.
NIP / NIK.
4.1068
4.1069 Catatan :
4.1070 Lembar Pengesahan dipergunakan apabila laporan sudah
direvisi
4.1071 (dijilid bersamaan dengan laporan yang sudah direvisi)
4.1072

55 |PPDG - IKGMP

4.1073

4.1074
4.1075 KATA PENGANTAR
4.1076 maksimal 1 halaman
4.1077
4.1078 DAFTAR ISI
4.1079
4.1080
4.1081 halaman
4.1082 Halaman Judul
4.1083 Lembar Pengesahan
4.1084 Kata Pengantar
4.1085 Daftar Isi
4.1086 Daftar Tabel
4.1087 Daftar Gambar
4.1088 Daftar Lampiran
4.1089 Daftar Singkatan
4.1090
4.1091 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Analisis Situasi
4.1092 Profil Puskesmas
1.3 Tujuan
4.1093
4.1094 BAB 2 LANDASAN TEORI
4.1095 Teori yang Terkait dengan Sistem Rujukan
Puskesmas
2.1
Definisi
2.2
Macam dan Sistem Rujukan
2.3
Kegiatan yang Tercakup dalam Sistem Rujukan
2.4
Jenjang Pelayanan Kesehatan
2.5
Jalur Rujukan
2.6
Tata Cara Rujukan
2.7
Rujukan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas
4.1096
4.1097 BAB 3 ANALISIS
4.1098 Kenyataan yang ada di Puskesmas
4.1099 3.1 Prosedur Sistem Rujukan
4.1100
3.1.1 Bentuk Pelayanan
4.1101
3.1.2 Macam Rujukan
4.1102
3.1.3 Jenjang Pelayanan Kesehatan

56 |PPDG - IKGMP

4.1103
3.1.4 Jalur Rujukan
4.1104 3.2 Skema Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Puskesmas
4.1105
4.1106
4.1107 BAB 4 PEMBAHASAN
4.1108 4.1 Bentuk Pelayanan
4.1109 4.2 Macam Rujukan
4.1110
4.2.1 Rujukan Internal
4.1111
4.2.2 Rujukan Eksternal
4.1112 4.3 Jenjang Pelayanan Kesehatan
4.1113 4.4 Jalur Rujukan
4.1114
4.1115 BAB 5 PENUTUP
4.1116 5.1 Kesimpulan
4.1117 5.2 Saran
4.1118
4.1119 DAFTAR PUSTAKA
4.1120
4.1121 LAMPIRAN
4.1122
4.1123
4.1124
4.1125
4.1126
4.1127
4.1128
4.1129
4.1130
4.1131
4.1132
4.1133

57 |PPDG - IKGMP

4.1134
4.1135

4.1136
4.1137 LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)
4.1138
4.1139 MANAJEMEN PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI
4.1140
4.1141
4.1142 Judul
4.1143
4.1144
4.1145

4.1146
4.1147
4.1148
4.1149 Kelompok :
4.1150 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.1151 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.1152 dst ........
4.1153
4.1154
4.1155
4.1156 Instruktur Pendidikan Profesi IKGMP :
4.1157 ................... (dosen IKGMP)
4.1158 ........... (Kepala Puskesmas)
4.1159
4.1160
4.1161
4.1162

58 |PPDG - IKGMP

4.1163 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI


4.1164 FAKULTAS KEDOKTERAN
4.1165 UNIVERSITAS BRAWIJAYA
4.1166 2014
4.1167
4.1168 LEMBAR PENGESAHAN
4.1169 LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)
4.1170 PSPDG FKUB
4.1171
4.1172 MANAJEMEN PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI
4.1173
4.1174
4.1175 Judul
4.1176
4.1177
4.1178
4.1179 Disusun oleh :
4.1180 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.1181 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.1182 dst ........
4.1183
4.1184
4.1185
4.1186
4.1187 Telah dipresentasikan pada :
4.1188 Hari
: ...........................
4.1189 Tanggal
: ...........................
4.1190
4.1191
4.1192
4.1193 Dan disetujui oleh :
4.1194
4.1195 Kepala Puskesmas ...........................,
Instruktur IKGMP,
4.1196
4.1197
4.1198
4.1199
4.1200 ..........................................
..........................................
4.1201 NIP.
NIP / NIK.
4.1202
4.1203 Catatan :

59 |PPDG - IKGMP

4.1204 Lembar Pengesahan dipergunakan apabila laporan sudah


direvisi
4.1205 (dijilid bersamaan dengan laporan yang sudah direvisi)
4.1206
4.1207

4.1208
4.1209 KATA PENGANTAR
4.1210 maksimal 1 halaman
4.1211
4.1212 DAFTAR ISI
4.1213
4.1214
4.1215 halaman
4.1216 Halaman Judul
4.1217 Lembar Pengesahan
4.1218 Kata Pengantar
4.1219 Daftar Isi
4.1220 Daftar Tabel
4.1221 Daftar Gambar
4.1222 Daftar Lampiran
4.1223 Daftar Singkatan
4.1224
4.1225 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Analisis Situasi
4.1226 Profil Puskesmas
1.3 Tujuan
4.1227
4.1228 BAB 2 LANDASAN TEORI
4.1229 Teori yang terkait dengan manajemen praktik
kedokteran gigi
2.1
Peran Manajemen
2.2
Tim dan Sistem Kerja
2.3
Jalur Kerja dan Pergerakan
2.4
Tata Letak Penempatan Alat
2.5
Syarat Tata Ruang Dental Office
2.6
Komponen
2.7
Ergonomis
4.1230 2.7.1 Definisi
4.1231 2.7.2 Tujuan
4.1232 2.7.3 Prinsip

60 |PPDG - IKGMP

4.1233 2.7.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi


4.1234 2.7.5 Penatalaksanaan
4.1235 2.7.6 Muscle Strengthening Exercise
2.8
Sistem Pembayaran
2.9
Kontrol Infeksi
2.10
Pengelolaan Limbah
4.1236 2.10.1 Definisi Limbah Medis
4.1237 2.10.2 Jenis-jenis Limbah Medis
4.1238 2.10.3 Cara Penanganan Limbah Medis yang Tepat
4.1239 2.10.4 Bahaya Penanganan Limbah Medis yang Tidak
Tepat
4.1240 2.10.5 Kebijakan Pemerintah dalam Upaya Menangani
Limbah
4.1241
Medis
4.1242
4.1243 BAB 3 ANALISIS
4.1244 Kenyataan yang ada di Puskesmas
4.1245 3.1 Pelayanan
4.1246
3.1.1 Alur Pasien
4.1247
3.1.2 Pihak yang Terlibat
4.1248 dokter gigi, perawat gigi, perawat, pekarya dll
4.1249 3.1.3 Macam-macam Tipe Pembayaran oleh Pasien
4.1250
3.1.4 Ketersediaan Alat dan Bahan
4.1251 pengadaan, perawatan
4.1252 3.2 Ruang Praktik
4.1253
3.2.1 Analisis Ruangan
4.1254 luas ruangan, desain, ergonomi
3.2.2 Kontrol Infeksi
4.1255 dokter gigi, perswat gigi, pasien
4.1256
3.2.3 Pembuangan Limbah Praktik
4.1257
4.1258 BAB 4 PEMBAHASAN
4.1259 4.1 Pelayanan
4.1260
4.1.1 Alur Pasien
4.1261
4.1.2 Pihak yang Terlibat
4.1262
4.1.3 Macam-macam Tipe Pembayaran oleh Pasien
4.1263
4.1.4 Ketersediaan Alat dan Bahan
4.1264 4.2 Ruang Praktik
4.1265
4.2.1 Analisis Ruangan
4.1266
4.2.2 Kontrol Infeksi
4.1267 Dokter Gigi, Perawat Gigi, Pasien
4.1268
4.2.3 Pembuangan Limbah Praktik

61 |PPDG - IKGMP

4.1269
4.1270
4.1271
4.1272
4.1273
4.1274
4.1275
4.1276
4.1277
4.1278

BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

4.1279
4.1280 LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)
4.1281
4.1282 MANAJEMEN RUMAH SAKIT
4.1283
4.1284
4.1285 Judul
4.1286
4.1287
4.1288

4.1289
4.1290
4.1291
4.1292 Kelompok :
4.1293 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.1294 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.1295 dst ........
4.1296
4.1297
4.1298
4.1299 Instruktur Pendidikan Profesi IKGMP :

62 |PPDG - IKGMP

4.1300 ................... (dosen IKGMP)


4.1301 ........... (Dokter Rumah Sakit)
4.1302
4.1303
4.1304
4.1305
4.1306 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI
4.1307 FAKULTAS KEDOKTERAN
4.1308 UNIVERSITAS BRAWIJAYA
4.1309 2014
4.1310
4.1311 LEMBAR PENGESAHAN
4.1312 LAPORAN PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI (IKGM-P)
4.1313 PSPDG FKUB
4.1314
4.1315 MANAJEMEN RUMAH SAKIT
4.1316
4.1317
4.1318 Judul
4.1319
4.1320
4.1321
4.1322 Disusun oleh :
4.1323 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.1324 Nama Mahasiswa Profesi (NIM)
4.1325 dst ........
4.1326
4.1327
4.1328
4.1329
4.1330 Telah dipresentasikan pada :
4.1331 Hari
: ...........................
4.1332 Tanggal
: ...........................
4.1333
4.1334
4.1335
4.1336 Dan disetujui oleh :
4.1337
4.1338 Kepala RSUD Kanjuruhan
Instruktur IKGMP,
4.1339
4.1340
4.1341

63 |PPDG - IKGMP

4.1342
4.1343 ..........................................
..........................................
4.1344 NIP.
NIP / NIK.
4.1345
4.1346 Catatan :
4.1347 Lembar Pengesahan dipergunakan apabila laporan sudah
direvisi
4.1348 (dijilid bersamaan dengan laporan yang sudah direvisi)
4.1349
4.1350

4.1351
4.1352 KATA PENGANTAR
4.1353 maksimal 1 halaman
4.1354
4.1355 DAFTAR ISI
4.1356
4.1357
4.1358 halaman
4.1359 Halaman Judul
4.1360 Lembar Pengesahan
4.1361 Kata Pengantar
4.1362 Daftar Isi
4.1363 Daftar Tabel
4.1364 Daftar Gambar
4.1365 Daftar Lampiran
4.1366 Daftar Singkatan
4.1367
4.1368 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Analisis Situasi
4.1369 Profil Rumah Sakit
1.3 Tujuan
4.1370
4.1371 BAB 2 LANDASAN TEORI
4.1372 Teori yang terkait dengan manajemen Rumah Sakit
2.1 Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit
4.1373 2.1.1 ........... dst
2.2 Sistem Manajemen Rumah Sakit
4.1374 2.2.1 .......... dst
2.3 Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit
4.1375 2.3.1 .......... dst

64 |PPDG - IKGMP

2.4 Pelayanan di Poli Gigi Rumah Sakit


4.1376 2.4.1 .......... dst
4.1377
4.1378 BAB 3 ANALISIS
4.1379 Kenyataan yang ada di Rumah Sakit (sesuai dengan
landasan teori pada Bab 2)
4.1380
4.1381 BAB 3 PEMBAHASAN
1. Membandingkan organisasi Puskesmas dengan Rumah Sakit
2. Membandingkan manajemen logistik Puskesmas dengan
Rumah Sakit
3. Membandingkan manajemen SDM Puskesmas dengan Rumah
Sakit
4. Membandingkan manajemen lingkungan Puskesmas dengan
Rumah Sakit
5. Membandingkan pelayanan poli gigi di Puskesmas dengan
Rumah Sakit
4.1382
4.1383 BAB 5 PENUTUP
4.1384 5.1 Kesimpulan
4.1385 5.2 Saran
4.1386
4.1387 DAFTAR PUSTAKA
4.1388
4.1389 LAMPIRAN
4.1390
4.1391
4.1392
4.1393
4.1394
4.1395
4.1396
4.1397
4.1398
4.1399
4.1400
4.1401
4.1402
4.1403
4.1404
4.1405
4.1406

65 |PPDG - IKGMP

4.1407
4.1408
4.1409
4.1410
4.1411
4.1412
4.1413
4.1414
4.1415
4.1416
4.1417

VI. KETENTUAN UMUM PENULISAN LAPORAN


4.1418
4.1419
Kertas : A4 70 gr
4.1420
Huruf
: Arial
4.1421
Ukuran Font : 11 , untuk dalam tabel bisa lebih
kecil, minimal 9
4.1422
Spasi
: 1,5
4.1423
Batas Tepi : atas 4 cm, kiri 4 cm, kanan 3
cm, bawah 3 cm
4.1424
4.1425
Warna sampul hardcopy :
4.1426
Presentasi
: Kertas HVS warna putih,
pada tepi kiri di jepret 3
4.1427
Setelah revisi
: Kertas BUFALLO warna
BIRU, Jilid sambung
4.1428
4.1429Penggandaan Laporan (setelah revisi) :
4.1430 Hardcopy
: 1 exp. untuk Puskesmas /
Rumah Sakit
4.1431
(tanda terima diserahkan ke PJ
Profesi IKGMP)
4.1432
1 exp. untuk Ruang Baca PSPDG
FKUB
4.1433
(tanda terima diserahkan ke PJ
Profesi IKGMP)
4.1434 Hardcopy + CD : 1 exp. untuk instruktur
(dosen IKGMP)
4.1435
(tanda terima diserahkan ke PJ
Profesi IKGMP)

4.1436

66 |PPDG - IKGMP