Anda di halaman 1dari 36

Konsep Bedah

Kebidanan
By
Dara Al Rizki

Bedah amniotomi
Pemecahan selaput ketuban
efektif jika keadaan serviks baik
(skor bishop)
Cara:
Posisi pasien litotomi
Vagina dibersihkan dengan kapas DTT
Masukan 2/1 jari ke dalam vagina untuk
mencapai serviks hingga selaput ketuban
teraba
Masukan1/2 kocher sepanjang jari di dlm
vagina dan pecahkan ketuban

Bbrp pertimbangan
Amniotomi
Kapan waktu yg tepat memecahkan
ketuban
Penilaian air ketuban
- jumlah
- warna : normal jernih+verniks
kaseosa
- konsistensi

Ekstraksi Forsep
Alat untuk melahirkan janin
pervaginam dengan tarikan, putarn
atau keduanya jika terjadi masalahmasalah pada proses persalinan kala
II

Tujuan
1. Melakukan putaran sehingga
hipomoklion terletak pd posisi yg
tepat
2. Tarikan untuk pertolongan
persalinan

Indikasi
Indikasi ibu
1.persalinan distosia : kala dua lama
2.Profilaksis penyakit sistemik :
hipertensi, jantung, paru2

Indikasi bayi
1.Distres janin
2.Kedudukan ganda kepala dg anggota
badan (ekstermitas), prolapsus
funikuli

Indikasi waktu
1.Indikasi pinard : 2jam mengejan tdk
lahir
2.Modifikasi remeltz
setelah kepala didasar panggul
diberikan 5 unit oksitosin
tunggu 1jam tdk lahir dilakukan
forsep

Bentuk2 forsep
1. Forsep rendah
dilakukan setelah kepala bayi
mencapai Hodge III atau lebih
kepala bayi mendorong perineum

2. Forsep tengah
kedudukan kepala Houdge II/III
apabila dilakukan forsep sulit, dpt
diganti ekstraksi vakum
3. Forsep tinggi
kedudukan kepala Houdge I/II
sudah digantikan dg SC

sambung..

Syarat utama forcep


Kedudukan dan posisi kepala
diketahui dg pasti
Amnion sudah pecah atau
dipecahkan
Pembukaan sudah lengkap atau
hampri lengkap
Tdk terdapat disproporsi kepalapanggul sehingga mungkin lahir
pervagina
Besar dan konsistensi kepala dlm
batas normal

Komplikasi pd ibu
Perdarahan terjadi karena
Atonia uteri
Retensio plasenta
Trauma jalan lahir : ruptur uteri,
robekan vagina, robekan perineum
dll
Infeksi
Aplikasi alat
Sudah ada sebelumnya
Saat VT

Robekan jalan lahir


Rupture uteri
Rupture servik
Robekan perineum

Komplikasi pd bayi
Asfiksia
Infeksi dr ibu ke bayi
Trauma langsung forsep :
1.Fraktur tulang kepala
2.Kerusakan saraf trigeminus dan
fasialis
3.Hematoma pd daerah yg tertekan
4.Trauma pd mata dll

Ekstraksi vakum
Memasang mangkok pada oksipital kepala
janin dan pompa yang berisi udara untuk
memberikan tekanan pada saat
penghisapan
Efek samping
Persalinan berlangsung lambat
Mangkok bisa terlepas
Timbul caput artificial
Laserasi kulit kepala

Kontra indikasi
Tidak boleh digunakan pada
kelahiran prematur
Tidak boleh digunakan pada
presentasi wajah atau bokong
hanya digunakan untuk
presentasi belakang kepala

Seksio sesarea
Kelahiran janin melalui insisi pada
dinding abdomen dan uterus bedah
mayor
Indikasi
1.Maternal
- Penyakit berat: jantung, DM, Eklampsia,
dll
- Riwayat operasi uterus: miomektomi, sc
- Obtruksi jalan lahir
- Partus lama dan tdk maju
- CPD

2. Janin
- Gawat janin
- kelainan presentasi
- > 1 janin
3. Plasenta
- Plasenta previa
- abrutio plasenta

Persiapan
1. Persiapan mental penderita
informed consent

2. Persiapan fisik penderita


Pemeriksaan dasar
Persiapan menjelang operasi (infus,
anastesi, tempat, alat, persiapan
untuk bayi)
3. Persiapan operator

Perawatan prabedah
1. Kelompok dengan keadaan umum baik
direncanakan
- Lakukan evaluasi terakhir status
obstetrika
ibu dan janin
- Lakukan pemeriksaan penunjang yang
diperlukan sesuai keadaan ibu, janin dan
pembedahan yang akan dilakukan
- Kolaborasi dengan profesi kesehatan lain

2. Kelompok keadaan umum kurang


baik
tidak direncanakan
seperti:
- partus lama/terlantar
- kasus-kasus perdarahan
- preeklampsia berat/eklampsia

Jenis anestesi seksio


sesarea
Anestesi epidural
butuh waktu dan keterampilan, risiko
kegagalan tinggi, adanya perasaan tidak
enak
Anestesi spinal
lebih mudah dilakukan, dosis rendah krn
hanya blokade saraf sakral
paling sering digunakan

Perawatan post-op

Perawatan luka insisi


Cairan
Diet
Penanganan nyeri
Mobilisasi bertahap
Kateterisasi
Pemberian obat-obatan
Pemantauan TTV
Kolaborasi: profesional kesehatan lain

Dilatasi serviks dgn paksa


Membuka serviks dg paksa yg
bertujuan u/melancarkan persalinan
Syarat
1.Kepala janin tlh didasar panggul
2.Konsistensi dan batas kepala dlm
batas normal
3.Ketuban pecah
4.Pembukaan minim 7cm

Episiotomi
Tujuannya:
1.Mempercepat persalinan
2.Mengendalikan robekan u/
memudahkan penjahitan
3.Menghindari robekan spontan
4.Memperlebar jalan lahir

Pertimbangan dilakukan
epis:
1.

Waktu yg tepat dilakukan epis


Puncak his dan wktu mengejan
Perineum sudah tipis
Lingkaran kepala pd perineum
sekitar 5cm

2.

Indikasi
Hampir semua primigravida
Pd multigravida dg perineum kaku
Pd persalinan prematur/sungsang
Pd persalinan dg tindakan pervagina

3. Bagaimana melakukan epis


Episiotomi medialis
a. Mdh dijahit
b. Mudah sembuh dg baik
c. Nyeri dlm nifas tdk seberapa
d. Dpt menjadi rupture perinei totalis

Episiotomi mediolateralis
a.Lebih sulit dijahit
b.Penyembuhan kurang sempurna
c.Nyeri pd hari pertama nifas
d.Jarang menjadi ruptura perinei totalis

Terima kasih