Anda di halaman 1dari 92

Matrikulasi Kurikulum 2013 di SMA

KATA PENGANTAR

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

ii

Matrikulasi Kurikulum 2013 di SMA

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................................................ ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 1
A.

Latar Belakang .......................................................................................................................... 1

B.

Landasan Hukum ...................................................................................................................... 2

C.

Tujuan ........................................................................................................................................ 3

D.

Hasil yang Diharapkan ............................................................................................................. 3

E.

Sasaran....................................................................................................................................... 3

BAB II KONSEP MUATAN LOKAL ........................................................................................................ 4


A.

Pengertian.................................................................................................................................. 4

B.

Pengembangan dan Pengelolaan ........................................................................................... 4

C.

Judul Sub Bab ........................................................................................................................... 7

D.

Daya Dukung ............................................................................................................................. 8

BAB III TAHAP PENENTUAN MUATAN LOKAL ................................................................................ 12


A.

Melakukan Identifikasi dan Analisis Muatan Lokal ............................................................. 13

B.

Menentukan Jenis Muatan Lokal .......................................................................................... 18

C.

Menentukan Bahan Kajian Muatan Lokal ............................................................................ 19

BAB IV TAHAP PELAKSANAAN MUATAN LOKAL ............................................................................ 22


A.

Rambu Rambu Pelaksanaan Muatan Lokal ......................................................................... 22

B.

Pelaksanaan Muatan Lokal .................................................................................................... 22

C.

Pelaksanaan Muatan Lokal melalui Mata Pelajaran Tersendiri ........................................ 27

D.

Pelaksanaan Muatan Lokal Dipadukan ke Dalam Mata Pelajaran Lain........................... 45

E.

Pelaksanaan Muatan Lokal Melalui Pengembangan Diri ................................................... 48

BAB V PENUTUP.................................................................................................................................. 51
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................................. 56
LAMPIRAN ............................................................................................................................................ 57

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

iii

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dengan berbagai ciri khas dan
karakteristik tiap daerah, keragaman yang menjadi karakteristik dan keunikan Indonesia
antara lain dari segi geografis, potensi sumber daya, ketersediaan sarana dan prasarana,
kondisi sosial budaya, dan berbagai keragaman lainnya yang terdapat di setiap daerah.
Keragaman tersebut selanjutnya melahirkan pula tingkatan kebutuhan dan tantangan
pengembangan yang berbeda antar daerah dalam rangka meningkatkan mutu dan
mencerdaskan kehidupan masyarakat di setiap daerah. Terkait dengan pembangunan
pendidikan, masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan
karakteristik daerah. Pendidikan perlu dikembangkan dan diimplementasikan secara
kontekstual untuk merespon kebutuhan daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik.
Pada kurikulum 2013, muatan kurikulum terdiri atas muatan kurikulum pada tingkat
nasional, muatan kurikulum pada tingkat daerah, dan muatan kekhasan satuan
pendidikan. Muatan kurikulum pada tingkat nasional terdiri atas sejumlah mata
pelajaran yang dikembangkan oleh pusat. Muatan kurikulum pada tingkat daerah terdiri
atas sejumlah bahan kajian dan pelajaran dan/atau mata pelajaran muatan lokal yang
ditentukan oleh daerah yang bersangkutan. Sedangkan muatan kekhasan satuan
pendidikan berupa bahan kajian dan pelajaran dan/atau mata pelajaran muatan lokal
serta program kegiatan yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan
dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik.
Kondisi yang terjadi di daerah menunjukkan bahwa, ada daerah yang sudah
menetapkan muatan lokal melalui peraturan Gubernur/Bupati/Walikota, ada juga daerah
yang belum menetapkan muatan lokal. Di tingkat satuan pendidikan, masih ada satuan
pendidikan yang belum menetapkan dan melaksanakan muatan lokal. Kondisi lainnya
terjadi bahwa dalam menetapkan muatan lokal belum sesuai dengan prosedur yang
telah ditetapkan.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Oleh karena itu, agar pelaksanaan muatan lokal di Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat
terlaksana dengan baik, Direktorat Pembinaan SMA menerbitkan panduan pelaksanaan
muatan lokal. Panduan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi satuan pendidikan (TPK
sekolah, kepala sekolah, dan pendidik), pengawas sekolah, dan komite sekolah dalam
menganalisis dan menetapkan muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi
di masing-masing satuan pendidikan. Panduan ini juga dapat digunakan oleh Dinas
Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dalam menyiapkan dan menetapkan muatan lokal,
untuk diimplementasikan pada satuan pendidikan di daerahnya masing-masing.
B.

Landasan Hukum
1.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana


telah di ubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan
Kedua Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintah Daerah;

3.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan


sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan;

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan


Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah
Daerah Kabupaten/Kota;

5.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan


Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 66 tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;

6.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 tahun 2009 tentang Penjaminan


Mutu Pendidikan

7.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang


Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;

8.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang


Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

9.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang


Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;

10.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang


Standar Penilaian Pendidikan;

11.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang


Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah;

12.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang
Implementasi Kurikulum;

13.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 156928/MPK.A/KR/2013


tentang Implementasi Kurikulum 2013;

C.

Tujuan
Panduan pelaksanaan muatan lokal ini disusun dengan tujuan:
1.

Memberikan pemahaman yang sama tentang pengembangan muatan lokal;

2.

Sebagai

acuan

bagi

satuan

pendidikan

dan

dinas

pendidikan

dalam

pengembangan dan pelaksanaan muatan lokal.


D.

Hasil yang Diharapkan


Hasil yang diharapkan dari panduan ini adalah:
1.

Adanya pemahaman yang sama tentang pengembangan muatan lokal;

2.

Terwujudnya acuan bagi satuan pendidikan dan dinas pendidikan dalam


pengembangan dan pelaksanaan muatan lokal.

E.

Sasaran
Sasaran penggunaan panduan ini adalah:
1.

Tim Pengembang Kurikulum (TPK) sekolah dan daerah

2.

Kepala SMA

3.

Pendidik

4.

Pengawas Sekolah

5.

Komite sekolah

6.

Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota

7.

Pemangku kepentingan lainnya.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

BAB II
KONSEP MUATAN LOKAL

A.

Pengertian
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Fusce gravida pellentesque
purus. Praesent nisi quam, mattis in, gravida non, sodales ut, purus. Curabitur nisi
massa, adipiscing vitae, commodo nec, molestie ac, nisl. Nunc convallis faucibus orci.
Nullam tristique mattis tortor.
Muatan lokal, sebagaimana dimaksud dalam Penjelasan Undang-undang Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, merupakan bahan kajian yang
dimaksudkan untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah
tempat tinggalnya. Muatan lokal bermanfaat untuk memberikan bekal sikap,
pengetahuan, dan keterampilan kepada peserta didik agar:
1.

mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan
budayanya;

2.

memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai


daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada
umumnya; dan

3.

memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang


berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur
budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.

Muatan lokal merupakan bahan kajian pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan
proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksudkan untuk
membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya.
B.

Pengembangan dan Pengelolaan


Dalam struktur kurikulum 2013 disebutkan bahwa matapelajaran kelompok A dan C
adalah kelompok matapelajaran yang substansinya dikembangkan oleh pusat.
Matapelajaran kelompok B adalah kelompok matapelajaran yang substansinya
dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan lokal yang
dikembangkan oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu setiap daerah perlu
mengembangkan muatan lokal.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Pasal 77 N Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas


Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
menyatakan bahwa muatan lokal untuk setiap satuan pendidikan berisi muatan dan
proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal, muatan lokal tersebut
dikembangkan dan dilaksanakan pada setiap satuan pendidikan.
Berdasarkan ketentuan diatas maka setiap daerah dan satuan pendidikan berkewajiban
mengembangkan dan melaksanakan muatan lokal melalui pembekalan sikap,
pengetahuan, dan keterampilan kepada peserta didik tentang potensi daerahnya untuk
dikembangkan dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
Pengembangan muatan lokal perlu memperhatikan beberapa prinsip pengembangan
sebagai berikut:
1.

Utuh
Pengembangan pendidikan muatan lokal dilakukan berdasarkan pendidikan
berbasis kompetensi, kinerja, dan kecakapan hidup.

2.

Kontekstual
Pengembangan pendidikan muatan lokal dilakukan berdasarkan budaya, potensi,
dan masalah daerah.

3.

Terpadu
Pendidikan muatan lokal dipadukan dengan lingkungan satuan pendidikan,
termasuk terpadu dengan dunia usaha dan industri.

4.

Apresiatif
Hasil-hasil pendidikan muatan lokal dirayakan (dalam bentuk pertunjukkan,
lomba-lomba, pemberian penghargaan) di level satuan pendidikan dan daerah.

5.

Fleksibel
Jenis muatan lokal yang dipilih oleh satuan pendidikan dan pengaturan waktunya
bersifat fleksibel sesuai dengan kondisi dan karakteristik satuan pendidikan.

6.

Pendidikan Sepanjang Hayat


Pendidikan muatan lokal tidak hanya berorientasi pada hasil belajar, tetapi juga
mengupayakan peserta didik untuk belajar secara terus-menerus.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

7.

Manfaat
Pendidikan

muatan

lokal

berorientasi

pada

upaya

melestarikan

dan

mengembangkan budaya lokal dalam menghadapi tantangan global.


Pengembangan muatan lokal dapat dibangun melalui dua strategi: (1)
Satuan pendidikan menentukan jenis muatan lokal berdasarkan hasil
analisis potensi daerah dan potensi satuan pendidikan. (2) Pemerintah
daerah membuat kebijakan tentang muatan lokal yang diselenggarakan
di daerahnya, berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dari jenis
muatan lokal yang diselenggarakan pada satuan-satuan pendidikan di
daerahnya.
Berikut digambarkan dua strategi pengembangan muatan lokal:
1.

Dari bawah ke atas (bottom up)

Gambar 1. Alur pengembangan muatan lokal dari bawah ke atas


Gambar diatas menjelaskan alur pengembangan muatan lokal yang dibangun
secara bertahap dan tumbuh pada satuan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa
satuan pendidikan mempunyai kewenangan untuk menentukan sendiri jenis
muatan lokal yang akan dilaksanakan sesuai dengan hasil analisis konteks
identifikasi kebutuhan dan ketersediaan sumber daya pendukung. Penentuan jenis
muatan lokal kemudian diikuti dengan penyusunan kurikulum yang sesuai.
2.

Dari atas ke bawah (top down)

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Gambar 2. Alur pengembangan muatan lokal dari atas ke bawah


Gambar diatas menjelaskan alur pengembangan muatan lokal dimana pemerintah
daerah sudah memiliki bahan kajian muatan lokal yang diidentifikasi dari jenis
muatan lokal yang diselenggarakan oleh satuan-satuan pendidikan di daerahnya.
Tim pengembang muatan lokal mengidentifikasi dan menganalisis core and

content dari jenis muatan lokal secara keseluruhan. Setelah core and content
umum ditemukan, maka tim pengembang kurikulum daerah merumuskan
rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk membuat kebijakan tentang jenis
muatan lokal yang akan diselenggarakan di daerahnya.
Penetapan muatan lokal didasarkan pada kebutuhan dan kondisi setiap daerah,
baik untuk provinsi maupun kabupaten/kota. Muatan lokal yang berlaku untuk
seluruh wilayah provinsi ditetapkan dengan Peraturan Gubernur, sedangkan
muatan lokal yang berlaku untuk seluruh wilayah Kabupaten/Kota ditetapkan
dengan Peraturan Bupati/Walikota.
Pasal 77P Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
mengamanatkan bahwa pemerintah daerah provinsi melakukan koordinasi dan
supervisi pengelolaan muatan lokal pada pendidikan menengah, sedangkan
pemerintah

daerah

kabupaten/kota

melakukan

koordinasi

dan

supervisi

pengelolaan muatan lokal pada pendidikan dasar. Pengelolaan muatan lokal


meliputi penyiapan, penyusunan, dan evaluasi terhadap dokumen muatan lokal,
buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. Satuan pendidikan mengelola:
muatan

lokal,

Kurikulum

Tingkat

Satuan

Pendidikan,

dan

pelaksanaan

pembelajaran.
C.

Judul Sub Bab


Ruang lingkup muatan lokal adalah:
1.

Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah


Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang
pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan
lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup


dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan
arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. Kebutuhan
daerah tersebut adalah seperti kebutuhan untuk:
a.

melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah;

b.

meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu sesuai


dengan keadaan perekonomian daerah;

c.

meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris untuk keperluan peserta didik


dan untuk mendukung pengembangan potensi daerah, seperti potensi
pariwisata; dan

d.
2.

meningkatkan kemampuan berwirausaha.

Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal


Lingkup isi/jenis muatan lokal dapat berupa:
a.

bahasa daerah;

b.

bahasa Inggris;

c.

kesenian daerah;

d.

keterampilan dan kerajinan daerah;

e.

adat istiadat;

f.

pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar;

g.

serta hal-hal yang dianggap perlu untuk pengembangan potensi daerah


yang bersangkutan.

D.

Daya Dukung
Daya dukung pelaksanaan muatan lokal meliputi segala hal yang dianggap perlu dan
penting untuk mendukung keterlaksanaan muatan lokal di satuan pendidikan. Beberapa
hal penting yang perlu diperhatikan adalah:
1.

Kebijakan Muatan Lokal


Pelaksanaan muatan lokal harus didukung kebijakan, baik pada level pusat,
provinsi, kabupaten/kota, dan satuan pendidikan.
Kebijakan diperlukan dalam hal:
a.

kerja sama dengan lembaga lain, baik pemerintah maupun swasta;

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

b.

pemenuhan kebutuhan sumber daya (ahli, peralatan, dana, sarana dan lainlain); dan

c.

penentuan jenis muatan lokal pada level Provinsi/Kabupaten/Kota sebagai


muatan lokal wajib pada daerah tertentu. Yang dimaksud daerah tertentu
adalah daerah yang memiliki kondisi khusus seperti: rawan konflik, rawan
sosial, rawan bencana, dan lain-lain.

2.

Pendidik
Pendidik yang ditugaskan sebagai pengampu muatan lokal adalah yang memiliki:
a.

kemampuan atau keahlian dan/atau lulusan pada bidang yang relevan;

b.

pengalaman melakukan bidang yang diampu; dan

c.

minat tinggi terhadap bidang yang diampu.


Pendidik muatan lokal dapat berasal dari luar satuan pendidikan, seperti:
satuan pendidikan terdekat, tokoh masyarakat, pelaku sosial-budaya, dan
lain-lain.

3.

Sarana dan Prasarana Sekolah


Kebutuhan sarana dan prasarana muatan lokal harus dipenuhi oleh satuan
pendidikan. Jika satuan pendidikan belum mampu memenuhi kebutuhan sarana
dan prasarana, maka pemenuhannya dapat dibantu melalui kerja sama dengan
pihak tertentu atau bantuan dari pihak lain.

4.

Manajemen Sekolah
Untuk memfasilitasi implementasi muatan lokal, kepala sekolah perlu:
a.

menugaskan guru, menjadwalkan, dan menyediakan sumber daya secara


khusus untuk muatan lokal;

b.

menjaga

konsistensi

pembelajaran

sesuai

dengan

prinsip-prinsip

pembelajaran; dan
c.

mencantumkan kegiatan pameran atau sejenisnya dalam kalender akademik


satuan pendidikan.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

10

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Untuk mendukung pengembangan muatan lokal di sekolah,

tim

pengembang muatan lokal perlu menjalin kerjasama dengan unsurunsur

lain,

seperti

Tim

Pengembang

Kurikulum

tingkat

Provinsi/Kabupaten/Kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan


(LPMP),

Perguruan

Provinsi/Kabupaten/Kota,

Tinggi,

Pemerintah

Instansi/Lembaga

Daerah

lain misalnya Dunia

Usaha/Industri, dan Dinas lain yang terkait. Peran masing-masing


unsur adalah sebagai berikut:
1)

Peran Tim Pengembang Kurikulum tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota secara


umum adalah memberikan bimbingan teknis dalam:
a)

mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah;

b)

mengidentifikasi potensi sumber daya yang ada di satuan pendidikan;

c)

mengidentifikasi bahan kajian muatan lokal yang akan dilaksanakan;

d)

menentukan jenis dan prioritas muatan lokal yang akan dilaksanakan;

e)

menentukan pelaksanaan muatan lokal;

f)

menyusun KD, dan silabus muatan lokal;

g)

menyusun buku teks pelajaran muatan lokal dan buku panduan guru;

h)

memilih alternatif metode pembelajaran muatan lokal;

i)

mengembangkan RPP dan penilaian yang tepat untuk muatan lokal


yang dilaksanakan.

2)

Peran LPMP dan Perguruan Tinggi secara umum adalah memberikan


bimbingan teknis dalam:
a)

Mengidentifikasi dan menjabarkan keadaan, potensi, dan kebutuhan


lingkungan ke dalam komposisi jenis muatan lokal;

b)

Menentukan lingkup materi masing-masing bahan kajian yang telah


ditetapkan;

c)

Menentukan metode pengajaran yang sesuai dengan tingkat


perkembangan peserta didik dan jenis bahan kajian.

3)

Peran Pemerintah Daerah tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota secara umum


adalah:
a)

memberi

informasi

mengenai

potensi

daerah,

serta

prioritas

pembangunan daerah di berbagai sektor yang dikaitkan dengan


sumber daya manusia yang dibutuhkan;

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

11

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

b)

memberi gambaran mengenai kemampuan dan keterampilan yang


diperlukan pada sektor-sektor tertentu;

c)

memberi sumbangan pemikiran, pertimbangan, dan bantuan dalam


menentukan prioritas muatan lokal sesuai dengan nilai-nilai dan norma
setempat.

d)
4)

Melakukan supervisi keterlaksanaan muatan lokal di daerahnya.

Peran Instansi/Lembaga lain seperti Dunia Usaha/Industri, dan Dinas terkait


secara umum adalah:
a)

memberi informasi mengenai kompetensi yang harus dikuasai peserta


didik untuk muatan lokal tertentu;

b)

memberi masukan dan atau contoh kompetensi yang dapat diadaptasi


untuk kompetensi muatan lokal;

c)

memberi

fasilitas

kepada

peserta

didik

untuk

berkunjung/belajar/praktik di tempat tersebut guna memantapkan


kemampuan/keterampilan yang didapat dalam muatan lokal.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

BAB III
TAHAP PENENTUAN MUATAN LOKAL
Berdasarkan strategi pengembangan muatan lokal yang telah dibahas pada bab II, maka
setiap satuan pendidikan harus mempersiapkan berbagai hal dalam rangka menentukan dan
melaksanakan muatan lokal di satuan pendidikan masing-masing.
Sebelum menetapkan muatan lokal, satuan pendidikan perlu melakukan serangkaian kegiatan
agar muatan lokal yang dikembangkan benar-benar realistis dan implementatif sesuai dengan
kebutuhan peserta didik terhadap pengembangan potensi di daerah tempat tinggalnya.
Langkah awal penentuan muatan lokal, meliputi (1) identifikasi dan analisis muatan lokal, (2)
menentukan jenis muatan lokal, dan (3) menentukan bahan kajian muatan lokal.
Penentuan dan pelaksanaan muatan lokal dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 3. Alur tahap penentuan dan pelaksanaan muatan lokal

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

12

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

A.

13

Melakukan Identifikasi dan Analisis Muatan Lokal


Identifikasi dan analisis muatan lokal dilakukan melalui tahapan mengidentifikasi dan
menganalisis potensi dan kebutuhan daerah serta mengidentifikasi dan menganalisis
potensi satuan pendidikan.
1.

Identifikasi dan analisis potensi dan kebutuhan daerah


Identifikasi dan analisis potensi dan kebutuhan daerah meliputi analisis ciri khas,
potensi, keunggulan, kearifan lokal, dan kebutuhan/tuntutan daerah. Metode
identifikasi dan analisis disesuaikan dengan kemampuan tim pengembang muatan
lokal. Kegiatan identifikasi dan analisis ini dilakukan untuk mendata dan menelaah
berbagai potensi dan kebutuhan daerah. Data dapat diperoleh dari berbagai pihak
yang terkait seperti Pemerintah Daerah tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota,
Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, Dunia Usaha/Industri, dan Dinas terkait.
a.

Identifikasi dan analisis potensi daerah


Pengembangan muatan lokal perlu memperhatikan potensi daerah yang
meliputi: (1) Sumber Daya Alam; (2) Sumber Daya Manusia; (3) Geografis;
(4) Budaya; dan (5) Historis.
1)

Keterkaitan muatan lokal dengan potensi sumber daya alam


Sumber Daya Alam (SDA) adalah potensi yang terkandung dalam
bumi, air, dan udara yang dalam bentuk asalnya dapat didayagunakan
untuk berbagai kepentingan. Contoh untuk bidang: pertanian (padi,
buah-buahan, ubi kayu, jagung, sayur-sayuran, dll.), perkebunan
(tebu, tembakau, kopi, karet, coklat, dll.), peternakan (unggas, sapi,
kambing, dll.), dan perikanan (ikan laut/tawar, tumbuhan laut, dll.).

2)

Keterkaitan muatan lokal dengan potensi sumber daya manusia


Sumber Daya Manusia (SDM) adalah manusia dengan segenap potensi
yang dimilikinya dapat dimanfaatkan dan dikembangkan agar menjadi
makhluk sosial yang adaptif (mampu menyesuaikan diri terhadap
tantangan alam, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan
perubahan sosial budaya) dan transformatif (mampu memahami,
menterjemahkan, dan mengembangkan seluruh pengalaman dan
kontak sosialnya bagi kemaslahatan diri dan lingkungannya pada masa

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

14

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

depan), sehingga mampu mendayagunakan potensi alam di sekitarnya


secara seimbang dan berkesinambungan.
Aspek SDM menjadi penentu keberhasilan dari semua aspek/potensi
muatan lokal, karena SDM sebagai sumber daya

dapat memberi

dampak positif dan negatif terhadap kualitas muatan lokal yang akan
dikembangkan, bergantung kepada paradigma, kultur, dan etos kerja
SDM yang bersangkutan. Tidak ada realisasi dan implementasi muatan
lokal tanpa melibatkan dan memposisikan manusia sebagai aspek
sentral dalam proses pencapaiannya.
3)

Keterkaitan muatan lokal dengan potensi geografis


Proses pengkajian muatan lokal ditinjau dari aspek geografi perlu
memperhatikan berbagai aspek, seperti aspek oseanologi (potensi
kelautan),

antropologi (ragam budaya/suku bangsa yang sangat

potensial untuk dikembangkan sebagai sektor pariwisata), ekonomi


(meningkatkan kehidupan/taraf hidup masyarakat setempat), dan
demografi (daerah/obyek wisata). Aspek-aspek dimaksud merupakan
salah satu aspek penentu dalam menetapkan potensi muatan lokal.
4)

Keterkaitan muatan lokal dengan potensi budaya


Budaya merupakan suatu sikap, sedangkan sumber sikap adalah
kebudayaan. Untuk itu, salah satu sikap menghargai kebudayaan
suatu daerah, adalah upaya masyarakat setempat untuk melestarikan
dan menonjolkan ciri khas budaya daerah menjadi muatan lokal.
Sebagai contoh muatan lokal yang berkaitan dengan aspek budaya,
antara lain berbagai upacara keagamaan/adat istiadat (upacara
Ngaben di Bali, Sekaten dan Grebeg di Yogyakarta, dll.).

5)

Keterkaitan muatan lokal dengan potensi historis


Potensi historis merupakan potensi sejarah dalam wujud peninggalan
benda-benda purbakala maupun tradisi yang masih dilestarikan
hingga saat ini. Konsep historis jika dioptimalkan pengelolaannya akan
menjadi arena/wahana wisata yang bisa menjadi aset, bahkan
menjadi keunggulan lokal dari suatu daerah tertentu. Untuk itu, perlu
dilakukan pelestarian terhadap nilai-nilai tradisional dengan memberi

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

15

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

sentuhan baru agar terjadi perpaduan antara kepentingan tradisional


dan kepentingan modern, sehingga aset atau potensi sejarah bisa
menjadi bagian dari muatan lokal. Misalnya, Satuan Pendidikan di
sekitar objek wisata Candi Borobudur Magelang mengembangkan
muatan lokal kepariwisataan.
b.

Identifikasi dan analisis kebutuhan daerah


Pengumpulan data untuk identifikasi dan analisis kebutuhan daerah dapat
dilakukan melalui wawancara atau pemberian kuesioner kepada responden.
Dalam

melakukan

wawancara

atau

menyusun

kuesioner,

tim

mengumpulkan data mengenai:


1)

Kondisi sosial (hubungan kemasyarakatan antar penduduk, kerukunan


antar umat beragama, dsb.);

2)

Kondisi ekonomi (mata pencaharian penduduk, rata-rata penghasilan,


dsb.)

3)

Aspek budaya (etika sopan santun, kesenian daerah, bahasa yang


banyak digunakan, dsb.);

4)

Kekayaan alam (pertambangan, perikanan, perkebunan, dsb.);

5)

Makanan khas daerah (gudeg Yogya, rendang Padang, gado-gado


Jakarta, asinan Bogor, dsb.);

6)

Prioritas pembangunan daerah (pariwisata, pusat perbelanjaan,


pengentasan kemiskinan, dsb.);

7)

Kepedulian masyarakat akan konservasi, pengembangan daerah,


dsb.;

8)

Jenis-jenis kemampuan dan keterampilan yang diperlukan untuk


menunjang

kebutuhan

daerah

(pelajar/pariwisata/perdagangan,

dsb.),

berbahasa asing, keterampilan komputer;


9)

Dan data lainnya yang mendukung.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

sebagai
seperti

daerah/kota
kemampuan

16

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Format 1 : Contoh Format Identifikasi dan Analisis Potensi dan Kebutuhan Daerah

No

Potensi
daerah

Tantangan/

Potensi

Hambatan

Mulok

Peluang

Contoh pengisian format pada lampiran 1


2.

Identifikasi dan analisis potensi satuan pendidikan


Kondisi internal satuan pendidikan baik negeri maupun swasta di berbagai daerah
sangat bervariasi. Oleh karena itu, untuk menentukan muatan lokal yang akan
dilaksanakan, setiap satuan pendidikan harus melakukan identifikasi terhadap
potensi satuan pendidikan masing-masing. Kegiatan ini dilakukan untuk mendata
dan menganalisis daya dukung yang dimiliki satuan pendidikan yang meliputi daya
dukung internal dan daya dukung eksternal. Kegiatan yang dilaksanakan adalah
analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang ditekankan pada
kebutuhan peserta didik dengan memperhatikan:
a.

Lingkungan;

b.

Sarana dan prasarana;

c.

Ketersediaan sumber dana;

d.

Sumber daya manusia (pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik);

e.

Dukungan komite sekolah dan masyarakat setempat;

f.

Dukungan unsur lain seperti dunia usaha/industri; dan

g.

Kemungkinan perkembangan sekolah.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

17

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Ketersediaan daya dukung/potensi satuan pendidikan (internal) antara lain:


a.

Lingkungan satuan pendidikan yang mendukung muatan lokal;

b.

Sarana prasarana: ruang belajar, peralatan praktik, media pembelajaran,


buku/bahan ajar sesuai dengan muatan lokal yang diselenggarakan;

c.

Ketenagaan dengan keahlian sesuai tuntutan muatan lokal; dan

d.

Biaya operasional pendidikan yang diperoleh melalui berbagai sumber.

Format 2 : Contoh Format Analisis Daya Dukung Satuan Pendidikan (Internal)


N

Kompone

Kekuatan

Kelemaha

Rencana Tindak

Lanjut

Contoh pengisian format pada lampiran 2


Ketersediaan daya dukung eksternal satuan pendidikan antara lain:
a.

Dukungan Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota berupa kebijakan,


pembinaan dan fasilitas/pembiayaan;

b.

Stakeholders yang memiliki kepedulian untuk mendukung keseluruhan


proses penyelenggaraan muatan lokal, mulai dari proses perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi program;

c.

Narasumber yang memiliki kemampuan/keahlian sesuai dengan materi


Muatan Lokal yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

18

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Format 3 : Contoh Format Analisis Daya Dukung Lingkungan Satuan Pendidikan


(Eksternal)
N

Kompone

Peluang

Tantangan

Rencana Tindak
Lanjut

Contoh pengisian format pada lampiran 3


B.

Menentukan Jenis Muatan Lokal


Jenis muatan lokal yang dapat dikembangkan meliputi empat rumpun muatan lokal yang
merupakan persinggungan antara budaya lokal (dimensi sosio-budaya-politik),
kewirausahaan, pra-vokasional (dimensi ekonomi), pendidikan lingkungan, dan
kekhususan lokal lainnya (dimensi fisik).
Penjelasan empat rumpun muatan lokal adalah sebagai berikut:
1.

Budaya lokal mencakup pandangan-pandangan yang mendasar, nilai-nilai sosial,


dan artifak-artifak (material dan perilaku) yang luhur yang bersifat lokal.

2.

Kewirausahaan dan pravokasional adalah muatan lokal yang mencakup


pendidikan yang tertuju pada pengembangan potensi jiwa usaha dan
kecakapannya.

3.

Pendidikan lingkungan dan kekhususan lokal lainnya adalah mata pelajaran


muatan

lokal

yang

bertujuan

untuk

mengenal

lingkungan

lebih

baik,

mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan, dan mengembangkan potensi


lingkungan.
4.

Perpaduan antara budaya lokal, kewirausahaan, pravokasional, lingkungan hidup,


dan kekhususan lokal lainnya yang dapat menumbuhkan suatu kecakapan hidup.

Lingkup isi/jenis muatan lokal dapat berupa:


1.

Bahasa daerah;

2.

Kesenian daerah;

3.

Adat istiadat;

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

19

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

4.

Keterampilan dan kerajinan daerah;

5.

Pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar;

6.

Bahasa Inggris (yang tidak termasuk dalam struktur kurikulum mata pelajaran
bahasa inggris);

7.

Serta hal-hal yang dianggap perlu untuk pengembangan potensi daerah yang
bersangkutan.

Format 4 : Contoh Format Penentuan Jenis Muatan Lokal


Potensi

Potensi Mulok

Daya Dukung

Jenis Mulok

Daerah

Contoh pengisian format pada lampiran 4


C.

Menentukan Bahan Kajian Muatan Lokal


Kegiatan ini pada dasarnya untuk mendata dan mengkaji berbagai kemungkinan muatan
lokal yang dapat diangkat sebagai bahan kajian/pelajaran sesuai dengan keadaan dan
kebutuhan daerah dan satuan pendidikan.
Penentuan bahan kajian muatan lokal didasarkan pada kriteria berikut:
1.

Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik;

2.

Kemampuan guru dan ketersediaan tenaga pendidik yang diperlukan;

3.

Tersedianya sarana dan prasarana;

4.

Tidak bertentangan dengan agama dan nilai luhur bangsa;

5.

Tidak menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan;

6.

Kelayakan yang berkaitan dengan pelaksanaan di satuan pendidikan;

7.

Karakteristik yang sesuai dengan kondisi dan situasi daerah;

8.

Komponen analisis kebutuhan muatan lokal (ciri khas, potensi, keunggulan, dan
kebutuhan/tuntutan);

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

9.

Mengembangkan kompetensi dasar yang mengacu pada kompetensi inti;

10.

Menyusun silabus muatan lokal.

20

Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik yang mencakup
perkembangan pengetahuan dan cara berpikir, emosional, dan sosial peserta didik.
Pembelajaran diatur agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu
penguasaan kurikulum nasional. Oleh karena itu, pelaksanaan muatan lokal dihindarkan
dari penugasan pekerjaan rumah (PR).
Bahan kajian diharapkan dapat memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih
metode mengajar dan sumber belajar. Dalam kaitan dengan sumber belajar, guru
diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan
potensi di lingkungan satuan pendidikan, misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun
satuan pendidikan, meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri
(lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Selain itu, guru diharapkan dapat
memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses
pembelajaran, baik secara mental, fisik, maupun sosial.
Program pengajaran dikembangkan dengan melihat kedekatannya dengan peserta didik
yang meliputi kedekatan secara fisik dan secara psikis. Dekat secara fisik berarti bahwa
terdapat dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik, sedangkan dekat
secara psikis berarti bahwa bahan kajian tersebut mudah dipahami oleh kemampuan
berpikir dan mencerna informasi sesuai dengan usia peserta didik. Untuk itu, bahan
kajian perlu disusun berdasarkan prinsip belajar yaitu:
1.

Bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak;

2.

Dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui;

3.

Dari pengalaman lama ke pengalaman baru;

4.

Dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit.

Selain itu, bahan kajian diharapkan bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat
karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu
kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik.
Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus
diajarkan mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII. Bahan kajian muatan lokal juga
2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

21

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester, dua semester,
atau satu tahun ajaran.
Format 5 : Contoh Format Penentuan Bahan Kajian Muatan Lokal
No

Jenis Muatan Lokal

Contoh pengisian format pada lampiran 5

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Bahan kajian Muatan Lokal

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

BAB IV
TAHAP PELAKSANAAN MUATAN LOKAL
Setelah menentukan bahan kajian muatan lokal, langkah selanjutnya adalah penentuan
pelaksanaan muatan lokal di satuan pendidikan. Pelaksanaan muatan lokal memerlukan
penanganan secara profesional dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaiannya. Dengan
demikian, muatan lokal
dapat mendukung pengembangan potensi peserta didik,
pembangunan daerah dan pembangunan nasional, serta memperhatikan keseimbangan
dengan kurikulum satuan pendidikan masing-masing
A.

Rambu Rambu Pelaksanaan Muatan Lokal


Berikut adalah rambu-rambu pelaksanaan muatan lokal:
1.

Muatan lokal dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri dan/atau bahan


kajian yang dipadukan ke dalam mata pelajaran lain dan/atau pengembangan diri.

2.

Alokasi waktu adalah 2 jam/minggu jika muatan lokal berupa mata pelajaran
khusus muatan lokal.

3.

Muatan lokal dilaksanakan selama satu semester atau satu tahun atau bahkan
selama tiga tahun.

4.

Proses pembelajaran muatan lokal mencakup empat aspek (kognitif, afektif,


psikomotor, dan action).

5.

Penilaian pembelajaran muatan lokal mengutamakan unjuk kerja, produk, dan


portofolio.

6.

Satuan pendidikan dapat menentukan satu atau lebih jenis bahan kajian mata
pelajaran muatan lokal.

7.

Penyelenggaraan muatan lokal disesuaikan dengan potensi dan karakteristik


satuan pendidikan.

8.

Satuan pendidikan yang tidak memiliki tenaga khusus untuk muatan lokal dapat
bekerja sama atau menggunakan tenaga dengan pihak lain.

B.

Pelaksanaan Muatan Lokal


Berdasarkan bahan kajian muatan lokal yang telah ditetapkan (seperti yang sudah
dijelaskan pada Bab III), maka langkah selanjutnya adalah penentuan pelaksanaan
muatan lokal di satuan pendidikan.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

22

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

23

Pelaksanaan muatan lokal di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui 3 cara, yaitu
(1) muatan lokal dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri dan/atau (2) bahan
kajian yang dipadukan ke dalam mata pelajaran lain dan/atau (3) pengembangan diri.
1.

Muatan lokal berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri


Muatan lokal dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri apabila bahan kajian
muatan lokal berupa materi pembelajaran yang tidak terkait dengan ruang lingkup
materi pada mata pelajaran kelompok B (Seni Budaya, Pendidikan Jasmani
Olahraga dan Kesehatan, Prakarya dan Kewirausahaan).

2.

Muatan lokal berupa bahan kajian yang dipadukan ke dalam mata


pelajaran lain
Muatan lokal berupa bahan kajian yang dipadukan ke dalam mata pelajaran lain
apabila bahan kajian muatan lokal berupa bagian/pengembangan dari ruang
lingkup materi pelajaran pada kelompok B, maka muatan lokal tersebut berupa
bahan kajian yang dipadukan ke dalam mata pelajaran kelompok B. Namun
apabila bahan kajian muatan lokal tersebut terlalu luas maka dapat berdiri sendiri
sebagai mata pelajaran muatan lokal.
Muatan lokal dilaksanakan melalui pengembangan diri
Muatan lokal dilaksanakan melalui pengembangan diri apabila bahan kajian
muatan lokal berupa program kegiatan yang memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengekspresikan melalui kegiatan ekstrakurukuler, maka
bahan kajian tersebut dapat diimplementasikan pada kegiatan ekstrakurikuler.
Pada lampiran 1 Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi
Kurikulum disebutkan bahwa pengembangan diri merupakan kegiatan yang
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan
mengekspresikan diri melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

24

Adapun ruang lingkup materi pada mata pelajaran kelompok B adalah sebagai
berikut:
a.

Ruang lingkup materi pada mata pelajaran seni budaya SMA


Tingkat Kelas X-XI
1)

Apresiasi dan kreasi karya seni rupa (seni rupa dua dan tiga dimensi,
kritik seni rupa, dan pameran seni rupa)

2)

Apresiasi dan kreasi karya seni musik (gubahan lagu dan musik, kritik
musik, dan pertunjukan musik)

3)

Apresiasi dan kreasi karya seni tari (penciptaan tari, kritik tari, dan
pertunjukan tari)

4)

Apresiasi dan kreasi seni teater (rancangan karya teater, kritik teater,
dan pertunjukan teater).

Tingkat Kelas XII


1)

Apresiasi dan kreasi karya seni rupa dua dan tiga dimensi, kritik seni
rupa dan pameran seni rupa

2)

Apresiasi dan kreasi karya seni musik (musik kreasi, kritik musik, dan
pertunjukan musik)

3)

Apresiasi dan kreasi karya seni tari (Kreasi tari sesuai iringan, kritik tari
dan pertunjukan tari)

4)

Apresiasi dan kreasi karya seni teater (naskah teater, kritik seni teater,
dan pertunjukan seni teater).

b.

Ruang lingkup materi pada mata pelajaran pendidikan jasmani


olahraga dan kesehatan SMA
Tingkat Kelas X-XI
1)

Pemainan bola besar, sepak bola, bola voli, bola basket,

2)

Permainan bola kecil, dan atletik: softball, bulutangkis, tenis meja,

3)

Aktivitas fisik gerakan jalan cepat, lari, lompat, dan lempar atau
permainan tradisional sejenis

4)

Menguasai aktivitas fisik beladiri: pencak silat, karate, taekwondo atau


beladiri tradisional sejenis

5)

Menguasai rangkaian Aktivitas fisik melalui: latihan pengembangan


kekuatan, daya tahan, kelentukan, kecepatan, dan koordinasi

6)

Menguasai aktivitas fisik rangkaian : senam lantai dan senam alat

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

7)

25

Menguasai rangkaian gerakan aktivitas fisik ritmik: senam aerobik dan


SKJ secara harmonis

8)

Menguasai gerakan aktivitas fisik di air: renang gaya bebas, gaya


punggung, gaya dada dan penyelamatan dalam aktivitas air.

9)

Makanan dan minuman sehat, pencegahan dan penanggulangan


penyakit, bahaya penggunaan NARKOBA dan psikotropika serta upaya
pencegahan dan penanggulangannya, dampak seks bebas, cara
mencegah HIV dan AIDS serta cara penanggulangannya.

Tingkat Kelas XII


1)

Pemainan bola besar, sepak bola, bola voli, bola basket permainan
bola kecil, softball, bulutangkis, tenis meja,

2)

aktivitas fisik gerakan jalan cepat, lari, lompat, dan lempar atau
permainan tradisional sejenis dengan baik dan benar

3)

Menguasai gerakan aktivitas fisik beladiri: pencak silat, karate,


taekwondo atau permainan tradisional sejenis

4)

Menguasai rangkaian gerakan aktivitas fisik: latihan pengembangan


kekuatan, daya tahan, kelentukan, kecepatan, dan koordinasi

5)

Menguasai rangkaian gerakan aktivitas fisik : senam lantai dan senam


alat dengan baik dan benar

6)

Menguasai rangkaian gerakan aktivitas fisik ritmik: senam aerobik dan


SKJ baik dan benar

7)

Menguasai gerakan aktivitas fisik di air: renang gaya bebas, gaya


punggung, gaya dada dan penyelamatan dalam aktivitas air

8)

STDS (Sexually Transmitted Disease), AIDS, Penyakit Menular Seksual


(PMS)

9)
c.

Peraturan perundangan berkaitan NARKOBA dan psikotropika.

Ruang lingkup materi pada mata pelajaran prakarya dan


kewirausahaan SMA
Tingkat Kelas X-XI
1)

Kerajinan tekstil dan limbah tekstil

2)

Kerajinan dari bahan lunak dan bahan keras

3)

Rekayasa alat komunikasi sederhana dan alat pengatur gerak


sederhana

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

26

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

4)

Rekayasa pembangkit listrik sederhana dan inovatif menggunakan


teknologi tepat guna

5)

Budidaya tanaman hias dan tanaman pangan

6)

Usaha budidaya pembenihan ikan konsumsi dan ikan hias

7)

Pengawetan bahan pangan nabati dan hewani menjadi produk pangan


khas daerah dan nusantara,

8)

Pengolahan bahan nabati dan hewani menjadi produk non pangan


pembersih dan kosmetik

9)

Nilai dan peluang wirausaha, serta aspek-aspek perencanaan usaha.

Tingkat Kelas XII


1)

Kerajinan fungsi hias dan pakai dari limbah

2)

Rekayasa elektronika praktis dan dengan kendali elektronika

3)

Budidaya ternak unggas petelur dan pedaging

4)

Pengolahan bahan nabati dan hewani menjadi makanan khas daerah


dan produk non pangan kesehatan.

Ruang lingkup materi pada mata pelajaran kelompok B tersebut sangat penting
dalam rangka menetapkan pelaksanaan muatan lokal berdasarkan jenis dan
bahan kajian muatan lokal yang telah ditetapkan. Berikut disajikan contoh
penentuan pelaksanaan muatan lokal.
Format 6 : Contoh Format Penentuan Pelaksanaan Muatan Lokal
Jenis

Bahan

Keterkaitan dengan Ruang

Pelaks

Mulok

Kajian

Lingkup Materi

anaan

Mulok

Contoh pengisian format pada lampiran 6


2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Seni

Penj

Prak

Budaya

asor

&Kw

kes

Mulok

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

C.

27

Pelaksanaan Muatan Lokal melalui Mata Pelajaran Tersendiri


Sudah dijelaskan diatas bahwa apabila bahan kajian muatan lokal berupa materi
pembelajaran tersendiri yang tidak terkait dengan ruang lingkup materi pada mata
pelajaran kelompok B, maka muatan lokal tersebut dapat berdiri sendiri sebagai mata
pelajaran muatan lokal. Demikian juga apabila bahan kajian pada muatan lokal
sebenarnya berupa bagian/pengembangan dari ruang lingkup materi pelajaran pada
kelompok B, namun bahan kajian muatan lokal tersebut terlalu luas maka dapat berdiri
sendiri sebagai mata pelajaran muatan lokal.
Perlu diketahui bahwa mata pelajaran muatan lokal merupakan mata pelajaran yang
berisi bahan kajian muatan lokal yang memungkinkan untuk berdiri sendiri sebagai mata
pelajaran. Alokasi waktu yang disediakan dalam satu minggu sebanyak 2 jam pelajaran.
Dalam struktur kurikulum 2013, mata pelajaran muatan lokal masuk pada mata
pelajaran kelompok B.
Satuan pendidikan yang mampu mengembangkan kompetensi dasar beserta silabusnya
dapat melaksanakan mata pelajaran muatan lokal. Apabila satuan pendidikan belum
mampu mengembangkan kompetensi dasar beserta silabusnya, maka satuan
pendidikan dapat melaksanakan muatan lokal berdasarkan kegiatan-kegiatan yang
direncanakan oleh satuan pendidikan, atau dapat meminta bantuan kepada satuan
pendidikan terdekat yang masih dalam satu daerahnya. Beberapa satuan pendidikan
dalam satu daerah yang belum mampu mengembangkannya dapat meminta bantuan
tim pengembang kurikulum daerah atau meminta bantuan dari Lembaga Penjaminan
Mutu Pendidikan (LPMP) di daerahnya.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

28

Pelaksanaan muatan lokal melalui mata pelajaran tersendiri dapat digambarkan sebagai
berikut:

Gambar 4. Alur pelaksanaan muatan lokal melalui mata pelajaran tersendiri

Berikut ini merupakan tahapan pelaksanaan muatan lokal melalui mata pelajaran
tersendiri:
1.

Perencanaan
Perencanaan proses pembelajaran pada mata pelajaran muatan lokal meliputi
penyusunan KD, penyusunan silabus, penyusunan buku teks pelajaran muatan
lokal dan buku panduan guru, serta penyusunan RPP.
a.

Menyusun Kompetensi Dasar


Seperti mata pelajaran lainnya, muatan lokal yang berdiri sebagai mata
pelajaran harus memiliki dokumen lengkap yang meliputi KI, KD, silabus,
buku teks pelajaran, buku panduan guru, dan RPP. Semua dokumen ini
harus disiapkan oleh satuan pendidikan.
Penyusunan KD adalah langkah awal agar muatan lokal dapat dilaksanakan
melalui mata pelajaran. Penyusunan KD dapat dilakukan bersama instansi
lain, misalnya TPK Provinsi/Kabupaten/Kota, LPMP, Dunia Usaha/Industri,
atau Dinas/Instansi terkait. Sebagai contoh, jika SMA menentukan jenis
muatan lokal yang berkaitan dengan:

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

1)

29

kewirausahaaan atau kepariwisataan, maka dapat bekerjasama


dengan Dinas perdagangan, Perguruan Tinggi Pariwisata, atau Dinas
pariwisata;

2)

keterampilan atau kerajinan, maka dapat bekerjasama dengan


Perguruan Tinggi Seni Kriya/Kerajinan, PLS/kursus-kursus, atau Dinas
Perindustrian dan Perdagangan;

3)

budi daya tanaman, maka dapat bekerjasama dengan Dinas Pertanian,


Perguruan tinggi Pertanian; dll.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tentang Standar Nasional


Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor
32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19
tentang Standar Nasional Pendidikan ditetapkan bahwa Standar Isi adalah
kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk
mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Ruang lingkup materi dirumuskan berdasarkan kriteria muatan wajib yang
ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, konsep
keilmuan, dan karakteristik satuan pendidikan dan program pendidikan.
Selanjutnya, tingkat kompetensi dirumuskan berdasarkan kriteria tingkat
perkembangan peserta didik, kualifikasi kompetensi Indonesia, dan
penguasaan kompetensi yang berjenjang. Berdasarkan Tingkat Kompetensi
tersebut ditetapkan kompetensi yang bersifat generik yang selanjutnya
digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kompetensi yang bersifat
spesifik dan ruang lingkup materi untuk setiap muatan kurikulum.
Selanjutnya, kompetensi dan ruang lingkup materi digunakan untuk
menentukan kompetensi dasar pada pengembangan kurikulum satuan dan
jenjang pendidikan.
Berdasarkan pengertian diatas maka dalam mengembangkan kompetensi
dasar pada mata pelajaran muatan lokal harus memperhatikan tingkat
kompetensi. Adapun tingkat kompetensi kelas X, XI, dan XII SMA adalah
sebagai berikut:

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

30

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

1)

Tingkat kompetensi kelas X dan XI SMA


Kompetensi
Sikap
Spiritual

2)

Deskripsi Kompetensi
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya

Sikap Sosial

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku


jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia

Pengetahuan

3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis


pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

Keterampilan

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam


ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta
mampu menggunakan metoda sesuai
dengan kaidah keilmuan

Tingkat kompetensi kelas XII SMA


Kompetensi
Sikap
Spiritual
Sikap Sosial

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Deskripsi Kompetensi
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan

31

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

lingkungan sosial dan alam serta dalam


menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia
Pengetahuan

3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan


mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

Keterampilan

4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta


dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan
mampu menggunakan metoda sesuai
dengan kaidah keilmuan

Penyusunan kompetensi dasar mata pelajaran muatan lokal harus


memperhatikan

dan

menyesuaikan

tingkat

kompetensi

yang

telah

ditetapkan di atas.
Pengembangan kompetensi dasar pada mata pelajaran muatan lokal
dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar
dikembangkan

dengan

memperhatikan

karakteristik

peserta

didik,

kemampuan awal, serta ciri dari suatu matapelajaran muatan lokal.


Kompetensi dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan
pengelompokkan kompetensi inti sebagai berikut:
1)

kelompok 1: kelompok kompetensi dasar sikap spiritual dalam rangka


menjabarkan KI-1;

2)

kelompok 2: kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam rangka


menjabarkan KI-2;

3)

kelompok 3: kelompok kompetensi dasar pengetahuan dalam rangka


menjabarkan KI-3;

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

32

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

4)

kelompok 4: kelompok kompetensi dasar keterampilan dalam rangka


menjabarkan KI-4.

Dengan menggunakan bahan kajian muatan lokal yang telah ditetapkan, tim
pengembang melakukan pemetaan bahan kajian muatan lokal tersebut
berdasarkan tingkat kompetensi dan kompetensi inti yang sesuai. Berikut ini
merupakan format dalam mengembangkan kompetensi dasar mata
pelajaran muatan lokal.

Format 7 : Contoh Format Penentuan Kompetensi Dasar


N

Jenis Mulok

Bahan Kajian

Kompetensi
Dasar

Contoh pengisian format pada lampiran 7


Format 8 : Contoh format penyusunan KD mata pelajaran muatan lokal kelas
X
KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya

KOMPETENSI DASAR
.........................................................
...

2. Menghayati dan
mengamalkan perilaku
jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli
(gotong royong,
kerjasama, toleran,
damai), santun,

.........................................................
...

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

33

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

KOMPETENSI INTI
responsif dan pro-aktif
dan menunjukkan
sikap sebagai bagian
dari solusi atas
berbagai permasalahan
dalam berinteraksi
secara efektif dengan
lingkungan sosial dan
alam serta dalam
menempatkan diri
sebagai cerminan
bangsa dalam
pergaulan dunia.
3.

Memahami,menerapka
n, menganalisis
pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural
berdasarkan rasa
ingintahunya tentang
ilmu pengetahuan,
teknologi, seni,
budaya, dan
humaniora dengan
wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan,
kenegaraan, dan
peradaban terkait
penyebab fenomena
dan kejadian, serta
menerapkan
pengetahuan
procedural pada
bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya
untuk memecahkan
masalah

4. Mengolah, menalar,
dan menyaji dalam
ranah konkret dan
ranah abstrak terkait
dengan
pengembangan dari
yang dipelajarinya di
sekolah secara
mandiri, dan mampu
2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

KOMPETENSI DASAR

.........................................................
...

.........................................................
...

34

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

KOMPETENSI INTI
menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR

Contoh pengisian format pada lampiran 8


Format 9 : Contoh format penyusunan KD mata pelajaran muatan lokal kelas
XI
KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran
agama yang
dianutnya

KOMPETENSI DASAR
............................................................

2. Menghayati dan
mengamalkan
perilaku jujur,
disiplin,
tanggungjawab,
peduli (gotong
royong, kerjasama,
toleran, damai),
santun, responsif
dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap
sebagai bagian dari
solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara
efektif dengan
lingkungan sosial
dan alam serta
dalam menempatkan
diri sebagai cerminan
bangsa dalam
pergaulan dunia

............................................................

3. Memahami,
menerapkan, dan
menganalisis
pengetahuan faktual,
konseptual,
prosedural, dan
metakognitif
berdasarkan rasa
ingin tahunya
tentang ilmu
pengetahuan,
teknologi, seni,
budaya, dan

............................................................

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

35

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

KOMPETENSI INTI
humaniora dengan
wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan,
kenegaraan, dan
peradaban terkait
penyebab fenomena
dan kejadian, serta
menerapkan
pengetahuan
prosedural pada
bidang kajian yang
spesifik sesuai
dengan bakat dan
minatnya untuk
memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar,
dan menyaji dalam
ranah konkret dan
ranah abstrak terkait
dengan
pengembangan dari
yang dipelajarinya di
sekolah secara
mandiri, bertindak
secara efektif dan
kreatif, serta mampu
menggunakan
metoda sesuai
kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR

............................................................

Contoh pengisian format pada lampiran 9


Format 10 : Contoh format penyusunan KD mata pelajaran muatan lokal
kelas XII
KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran
agama yang
dianutnya

KOMPETENSI DASAR
............................................................

2. Menghayati dan
mengamalkan
perilaku jujur,
disiplin,
tanggungjawab,
peduli (gotong

............................................................

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

36

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

KOMPETENSI INTI
royong, kerjasama,
toleran, damai),
santun, responsif
dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap
sebagai bagian dari
solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara
efektif dengan
lingkungan sosial
dan alam serta
dalam menempatkan
diri sebagai cerminan
bangsa dalam
pergaulan dunia

KOMPETENSI DASAR

3. Memahami,
menerapkan,
menganalisis dan
mengevaluasi
pengetahuan faktual,
konseptual,
prosedural, dan
metakognitif
berdasarkan rasa
ingin tahunya
tentang ilmu
pengetahuan,
teknologi, seni,
budaya, dan
humaniora dengan
wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan,
kenegaraan, dan
peradaban terkait
penyebab fenomena
dan kejadian, serta
menerapkan
pengetahuan
prosedural pada
bidang kajian yang
spesifik sesuai
dengan bakat dan
minatnya untuk
memecahkan
masalah

............................................................

4. Mengolah, menalar,

............................................................

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

37

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

KOMPETENSI INTI
menyaji, dan
mencipta dalam
ranah konkret dan
ranah abstrak terkait
dengan
pengembangan dari
yang dipelajarinya di
sekolah secara
mandiri serta
bertindak secara
efektif dan kreatif,
dan mampu
menggunakan
metoda sesuai
kaidah keilmuan

b.

KOMPETENSI DASAR

Menyusun Silabus
Penyusunan silabus mata pelajaran muatan lokal pada dasarnya sama
dengan penyusunan silabus pada mata pelajaran lainnya, namun pada
proses pembelajaran muatan lokal mencakup empat aspek yaitu kognitif,
afektif, psikomotor, dan action.
Silabus mata pelajaran muatan lokal paling sedikit memuat:
1)

Identitas mata pelajaran;

2)

Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas;

3)

Kompetensi inti;

4)

Kompetensi dasar;

5)

Materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang


relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan
indikator pencapaian kompetensi;

6)

Pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan


peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan, proses
pembelajaran muatan lokal mencakup empat aspek (kognitif, afektif,
psikomotor, dan action);

7)

Penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi


untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik, penilaian
pada pembelajaran muatan lokal mengutamakan unjuk kerja, produk,

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

38

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

dan portofolio;
8)

Alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur


kurikulum untuk satu semester atau satu tahun, alokasi waktu mata
pelajaran muatan lokal sebanyak 2 jam/minggu; dan

9)

Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam
sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.

Format 11 : Contoh Format Silabus

Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas
Kompetensi Inti

: SMA
: .
: .
:
1.

2.

3.

c.

Menyusun Buku Teks Pelajaran Muatan Lokal dan Buku Panduan


Guru
Dengan lahirnya kurikulum 2013 yang diikuti dengan perubahan yang
mendasar pada SKL, SI, standar proses, dan standar penilaian sehingga
dibutuhkan suatu buku panduan yang mengantar satuan pendidikan dan
guru untuk dapat melaksanakan kurikulum 2013 dengan baik. Buku teks
pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang
memuat

pembelajaran

dalam

rangka

peningkatan

keimanan

dan

ketaqwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu


2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Sumber

Belajar

Alokasi Waktu

Penilaian

Pembelajaran

Materi Pokok

Kompetensi

Dasar

Contoh pengisian format pada lampiran 13

39

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik


dan kesehatan yang disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.

Buku teks pelajaran adalah sumber pembelajaran utama untuk mencapai


Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti (Peraturan Pemerintah Nomor 32
Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 Ayat 23). Buku
panduan guru adalah pedoman yang memuat strategi pembelajaran,
metode pembelajaran, teknik pembelajaran, dan penilaian untuk setiap
mata pelajaran dan/atau tema pembelajaran (Peraturan Pemerintah Nomor
32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 Ayat 22).
Buku teks pelajaran muatan lokal pada pendidikan dasar dan menengah
dinilai kelayakan-pakainya terlebih dahulu oleh Dinas Pendidikan Provinsi
berdasarkan standar nasional pendidikan sebelum digunakan oleh pendidik
dan/atau peserta didik sebagai sumber belajar di satuan pendidikan.
Kelayakan pakai buku teks muatan lokal ditetapkan oleh Gubernur.
(Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2008 pasal 4 Ayat
3 dan 4).
Berdasarkan peraturan pemerintah dan peraturan menteri tersebut maka
mata pelajaran muatan lokal sebaiknya didukung oleh buku teks pelajaran
muatan lokal dan buku panduan guru. Buku teks pelajaran dan buku
panduan guru tersebut disusun oleh guru mata pelajaran muatan lokal
bersama dengan Tim Pengembang Kurikulum, dan dapat meminta bantuan
dari Perguruan Tinggi, LPMP, dan lembaga terkait lainnya. Buku teks
pelajaran muatan lokal dan buku panduan guru tersebut dinilai kelayakan
pakainya oleh Dinas Pendidikan Provinsi setempat.
Kriteria standar buku teks pelajaran muatan lokal dan buku panduan guru
adalah sebagai berikut:
1)

Kelayakan isi/materi:
a)

Kriteria materi harus spesifik, jelas, akurat, dan mutakhir;

b)

Informasi yang disajikan tidak mengandung makna yang bias;

c)

Kosakata, struktur kalimat, panjang paragraf, dan tingkat

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

40

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

kemenarikan sesuai dengan minat dan pengetahuan siswa;


d)

Rujukan yang digunakan, dicantumkan sumbernya;

e)

Ilustrasi harus sesuai dengan teks;

f)

Peta, tabel, dan grafik harus sesuai dengan teks, harus akurat,
dan sederhana;

g)

Perincian materi harus sesuai dengan kurikulum;

h)

Perincian materi harus memperhatikan keseimbangan dalam


penyebaran

materi,

baik

yang

berkenaan

dengan

pengembangan makna dan pemahaman, pemecahan masalah,


pengembangan proses, latihan dan praktik, tes keterampilan
maupun pemahaman.
2)

Kelayakan penyajian
Kelayakan penyajian berkenaan dengan: tujuan pembelajaran,
keteraturan urutan dalam penguraian, kemenarikan minat dan
perhatian peserta didik, kemudahan dipahami, keaktifan peserta didik,
hubungan bahan, serta latihan dan soal.

3)

Kelayakan bahasa
Aspek bahasa merupakan sarana penyampaian dan penyajian bahan,
seperti kosakata, kalimat, paragraf, dan wacana.Sedangkan aspek
keterbacaan berkaitan dengan tingkat kemudahan bahasa (kosakata,
kalimat, paragraf, dan wacana) bagi kelompok atau tingkatan peserta
didik.

4)

Kelayakan kegrafikan
Yang berkaitan dengan aspek grafika adalah kemenarikan, yaitu
berhubungan dengan minat pembaca, kepadatan ide bacaan, dan
penilaian keindahan gaya tulisan.

d.

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Penyusunan RPP pada mata pelajaran muatan lokal sama dengan
penyusunan RPP pada mata pelajaran lainnya. RPP dikembangkan secara
rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus.
RPP mencakup: (1) data sekolah, matapelajaran, dan kelas/semester; (2)
materi pokok; (3) alokasi waktu; (4) tujuan pembelajaran, KD dan indikator

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

41

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

pencapaian kompetensi; (5) materi pembelajaran; metode pembelajaran;


(6) media, alat dan sumber belajar; (6) langkah-langkah kegiatan
pembelajaran; dan (7) penilaian.
Format 12 : Contoh Format RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Sekolah

: SMA ..

Mata Pelajaran

Kelas/Semester

Materi Pokok

Alokasi Waktu

: ........

A.

Kompetensi Inti
1. _______________
2. _______________
3. _______________
4. _______________

B.

Kompetensi Dasar dan Indikator


1. _____________ (KD pada KI-1)
2. _____________ (KD pada KI-2)
3. _____________ (KD pada KI-3)
I ndikator: __________________
4. _____________ (KD pada KI-4)
Indikator: __________________

Catatan:
KD-1 dan KD-2 dari KI-1 dan KI-2 tidak harus dikembangkan dalam indikator karena
keduanya dicapai melalui proses pembelajaran yang tidak langsung. Indikator
dikembangkan hanya untuk KD-3 dan KD-4 yang dicapai melalui proses pembelajaran
langsung.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

42

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

C.

Tujuan Pembelajaran

D. Materi Pembelajaran
(rincian dari Materi Pokok)
E.

Metode Pembelajaran
(rincian dari Kegiatan Pembelajaran)

F.

Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1.

Media

2.

Alat/Bahan

3.

Sumber Belajar

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


1. Pertemuan Kesatu:
a.

Pendahuluan/Kegiatan Awal (menit)

b.

Kegiatan Inti (...menit)

c.

Penutup (menit)

2. Pertemuan Kedua:
a.

Pendahuluan/Kegiatan Awal (menit)

b.

Kegiatan Inti (...menit)

c.

Penutup (menit),
dan seterusnya.

H. Penilaian
1.

Jenis/teknik penilaian

2.

Bentuk instrumen dan instrumen

3.

Pedoman penskoran
Mengetahui
Kepala SMA ..

__________________
NIP. .

Contoh pengisian format pada lampiran 12

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

.,

Guru Mata Pelajaran

__________________
NIP. .

43

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

2.

Pelaksanaan
Pelaksanaan proses pembelajaran merupakan implementasi dari RPP yang telah
dibuat. Pelaksanaan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan
inti, dan kegiatan penutup.
a.

Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, pendidik:
1)

menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti


proses pembelajaran;

2)

mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah


dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari;

3)

mengantarkan peserta didik kepada suatu permasalahan atau tugas


yang akan dilakukan untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan
tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai; dan

4)

menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang


kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan
permasalahan atau tugas.

b.

Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan, yang
dilakukan

secara

interaktif,

inspiratif,

menyenangkan,

menantang,

memotivasi peserta didik untuk secara aktif menjadi pencari informasi, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan matapelajaran muatan lokal, yang meliputi
proses observasi, menanya, mengumpulkan informasi, asosiasi, dan
komunikasi. Proses pembelajaran muatan lokal mencakup empat aspek
yaitu kognitif, afektif, psikomotor, dan action.
Pembelajaran diatur agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak
mengganggu penguasaan kurikulum nasional. Oleh karena itu, pelaksanaan
muatan lokal dihindarkan dari penugasan pekerjaan rumah.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

44

Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan kompetensi yang terkait


dengan sikap seperti jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan,
menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus dan RPP.
Cara pengumpulan data sedapat mungkin relevan dengan jenis data yang
dieksplorasi, misalnya di laboratorium, studio, lapangan, perpustakaan,
museum, dan sebagainya. Sebelum menggunakannya peserta didik harus
tahu dan terlatih dilanjutkan dengan menerapkannya.
c.

Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama-sama dengan peserta didik
dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran, melakukan
penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
secara konsisten dan terprogram, memberikan umpan balik terhadap proses
dan hasil pembelajaran, dan menyampaikan rencana pembelajaran pada
pertemuan berikutnya.

3.

Penilaian
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan
menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan
secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang
bermakna dalam pengambilan keputusan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang penilaian pada mata pelajaran
muatan lokal:
a.

Penilaian pembelajaran muatan lokal mengutamakan unjuk kerja, produk,


dan portofolio.

b.

Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa


dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan
untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. Sistem yang
direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan
dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk
menentukan KD yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui
kesulitan peserta didik.

c.

Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut


berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

45

peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah ketuntasan, dan


program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi ketuntasan.
d.

Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang


ditempuh dalam proses pembelajaran

D.

Pelaksanaan Muatan Lokal Dipadukan ke Dalam Mata Pelajaran Lain


Seperti yang sudah dijelaskan pada tahap penentuan pelaksanaan muatan lokal bahwa
apabila bahan kajian muatan lokal berupa bagian/pengembangan dari ruang lingkup
materi pada pelajaran kelompok B, maka bahan kajian tersebut dapat dipadukan ke
dalam mata pelajaran kelompok B tersebut.
Adapun mata pelajaran kelompok B terdiri dari:
1.

mata pelajaran seni budaya;

2.

mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan; dan

3.

mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan.

Pelaksanaan muatan lokal dipadukan ke dalam mata pelajaran lain dapat digambarkan
sebagai berikut:

Gambar 5. Alur pelaksanaan muatan lokal dipadukan ke dalam mata pelajaran lain

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

46

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Pelaksanaan muatan lokal yang dipadukan pada mata pelajaran kelompok B, dapat
dilakukan melalui beberapa tahapan berikut ini:
1.

Perencanaan
Perencanaan proses pembelajaran muatan lokal yang dipadukan kedalam mata
pelajaran lain, meliputi pemetaan KD mata pelajaran kelompok B dengan bahan
kajian muatan lokal, pengembangan silabus, mengembangan RPP, dan
pengembangan bahan ajar.
a)

Pemetaan Kompetensi Dasar


Pemetaan KD dilaksanakan melalui pemetaan KD pada mata pelajaran
kelompok B dengan bahan kajian muatan lokal yang telah ditetapkan.
Pemetaan tersebut digunakan untuk menentukan pengembangan KD pada
mata pelajaran kelompok B. Berikut ini merupakan contoh format pemetaan
KD mata pelajaran kelompok B dengan bahan kajian muatan lokal.
Format 12 : Contoh Format pemetaan KD Mata Pelajaran Kelompok B
dengan Bahan kajian Mulok
KD Mapel

Bahan Kajian

Pengembangan KD

Kel. B

Mulok

Mapel Kel. B

Contoh pengisian format pada lampiran 11


Hasil pengembangan KD pada mata pelajaran kelompok B tersebut
digunakan sebagai dasar pengembangan silabus, RPP, dan bahan ajar.

b)

Pengembangan Silabus
Pengembangan silabus muatan lokal yang dipadukan kedalam mata
pelajaran kelompok B mengacu pada silabus mata pelajaran kelompok B
kemudian dipadukan dengan KD hasil pemetaan. Sistematika penulisannya
sama dengan penyusunan silabus pada mata pelajaran muatan lokal, yaitu
paling sedikit memuat:

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

c)

1)

Identitas mata pelajaran;

2)

Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas;

3)

Kompetensi inti;

4)

kompetensi dasar, dikembangkan berdasarkan hasil pemetaan;

5)

materi pokok;

6)

pembelajaran;

7)

penilaian;

8)

alokasi waktu; dan

9)

Sumber belajar.

47

Pengembangan RPP
Pengembangan RPP muatan lokal yang dipadukan kedalam mata pelajaran
kelompok B sama dengan pengembangan RPP pada mata pelajaran muatan
lokal.

d)

Penyusunan Bahan Ajar


Bahan ajar muatan lokal yang dipadukan kedalam mata pelajaran kelompok
B disusun berdasarkan RPP yang telah dikembangkan. Bahan ajar tersebut
dapat berupa bahan ajar cetak dan atau bahan ajar berbasis TIK. Bahan ajar
cetak maupun non cetak memuat beberapa komponen-komponen sebagai
berikut: judul, petunjuk belajar, KI-KD, informasi pendukung, latihan,
tugas/langkah kerja dan penilaian.

2.

Pelaksanaan
Pelaksanaan proses pembelajaran muatan lokal yang dipadukan kedalam mata
pelajaran kelompok B sama dengan pelaksanaan proses pembelajaran pada mata
pelajaran muatan lokal, yaitu meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan
kegiatan penutup. Pelaksanaan proses pembelajaran muatan lokal mencakup
empat aspek: kognitif, afektif, psikomotor, dan action.

3.

Penilaian
Penilaian muatan lokal yang dipadukan kedalam mata pelajaran kelompok B sama
dengan penilaian yang dilakukan pada mata pelajaran muatan lokal. Penilaian
pembelajaran muatan lokal mengutamakan unjuk kerja, produk, dan portofolio.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

48

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

E.

Pelaksanaan Muatan Lokal Melalui Pengembangan Diri


Seperti yang telah dijelaskan pada rambu-rambu penentuan pelaksanaan muatan lokal
bahwa apabila bahan kajian muatan lokal berupa program kegiatan yang memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan diri melalui berbagai kegiatan
ekstrakurukuler, maka bahan kajian tersebut dapat diimplementasikan melalui
pengembangan diri pada program ekstrakurikuler.
Format 13 : Contoh Format Penentuan Muatan Lokal melalui Program Ekstrakurikuler
No

Jenis

Bahan Kajian

Program Ekstrakurikuler

Mulok

Contoh pengisian format pada lampiran 12


Program ekstrakurikuler tersebut digunakan oleh pembina ekstrakurikuler untuk
menyusun program, melaksanakan, dan menilai.
Pelaksanaan muatan lokal melalui program ekstrakurikuler dapat digambarkan sebagai
berikut:

Gambar 6. Alur pelaksanaan muatan lokal melalui program ekstrakurikuler


Berikut

ini

merupakan

tahapan

ekstrakurikuler:

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

pelaksanaan

muatan

lokal

melalui

program

49

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

1.

Perencanaan
Kegiatan

ekstrakurikuler

dalam

Kurikulum

2013

dikelompokkan

menjadi

ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan, kepramukaan ditetapkan sebagai


ekstrakurikuler wajib. Muatan lokal yang dilaksanakan melalui pengembangan diri
dilaksanakan melalui ekstrakurikuler pilihan. Kegiatan ekstrakurikuler ini dapat
berbentuk krida, karya ilmiah, latihan/olah bakat/prestasi, dan jenis lainnya yang
kegiatannya dikembangkan atau berkenaan dengan bahan kajian muatan lokal,
misalnya klub penghijauan, bentuk-bentuk seni tradisi, pencak silat, batik,
penelitian, dll.
2.

Pelaksanaan
Penjadwalan waktu kegiatan ekstrakurikuler sudah harus dirancang pada awal
tahun atau semester dan di bawah bimbingan kepala sekolah atau wakil kepala
sekolah

bidang

kurikulum

dan

peserta

didik.

Jadwal

waktu

kegiatan

ekstrakurikuler diatur sedemikian rupa sehingga tidak menghambat pelaksanaan


kegiatan kurikuler atau dapat menyebabkan gangguan bagi peserta didik dalam
mengikuti kegiatan kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di luar jam
pelajaran kurikuler yang terencana setiap hari. Kegiatan ekstrakurikuler dapat
dilakukan setiap hari atau waktu tertentu (blok waktu).
3.

Penilaian
Penilaian perlu diberikan terhadap kinerja peserta didik dalam kegiatan
ekstrakurikuler.

Kriteria

keberhasilan

lebih

ditentukan

oleh

proses

dan

keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penilaian dilakukan


secara kualitatif dan dinyatakan dalam buku rapor. Penilaian didasarkan atas
keikutsertaan dan prestasi peserta didik dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler
yang diikuti. Hanya nilai memuaskan atau di atasnya yang dicantumkan dalam
buku rapor.
Satuan pendidikan dapat dan perlu memberikan penghargaan kepada peserta
didik yang memiliki prestasi sangat memuaskan atau cemerlang dalam kegiatan
ekstrakurikuler. Penghargaan tersebut diberikan untuk pelaksanaan kegiatan
dalam satu kurun waktu akademik tertentu; misalnya pada setiap akhir semester,
akhir tahun, atau pada waktu peserta didik telah menyelesaikan seluruh program
pembelajarannya. Penghargaan tersebut memiliki arti sebagai suatu sikap
2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

50

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

menghargai prestasi seseorang. Kebiasaan satuan pendidikan memberikan


penghargaan terhadap prestasi baik akan menjadi bagian dari diri peserta didik
setelah mereka menyelesaikan pendidikannya.
Pelaksanaan muatan lokal melalui program ekstrakurikuler harus memperhatikan
prinsip-prinsip kegiatan ekstrakurukuler. Adapun prinsip kegiatan ekstrakurikuler
adalah:
1.

Bersifat individual, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan


sesuai dengan potensi, bakat, dan minat peserta didik masing-masing.

2.

Bersifat pilihan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai


dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela.

3.

Keterlibatan

aktif,

yakni

bahwa

kegiatan

ekstrakurikuler

menuntut

keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan
masing-masing.
4.

Menyenangkan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan dalam


suasana yang menggembirakan bagi peserta didik.

5.

Membangun etos kerja, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan


dan dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat peserta didik untuk
berusaha dan bekerja dengan baik dan giat.

6.

Kemanfaatan sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan


dan dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

BAB V
PENUTUP
Muatan lokal merupakan bahan kajian pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses
pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksudkan untuk membentuk
pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya.
Dalam mendukung pengembangan muatan lokal, satuan pendidikan perlu menjalin kerjasama
dengan

unsur-unsur

lain,

seperti

Tim

Pengembang

Kurikulum

tingkat

Provinsi/Kabupaten/Kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Perguruan Tinggi,


dan instansi/lembaga lain misalnya dunia usaha/industri, dan Dinas lain yang terkait.
Sebelum menyusun muatan lokal, perlu melakukan serangkaian kegiatan agar muatan lokal
yang dikembangkan benar-benar realistis dan implementatif sesuai dengan kebutuhan peserta
didik untuk memenuhi kebutuhan pembangunan daerah. Langkah awal penyusunan muatan
lokal, meliputi (1) identifikasi dan analisis muatan lokal, (2) menentukan jenis muatan lokal
yang akan dikembangkan, dan (3) menentukan bahan kajian muatan lokal.
Pelaksanaan muatan lokal di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui 3 cara, yaitu (1)
muatan lokal dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri dan/atau (2) bahan kajian yang
dipadukan ke dalam mata pelajaran lain dan/atau (3) pengembangan diri.
Muatan lokal dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri apabila bahan kajian muatan
lokal berupa materi pembelajaran tersendiri yang tidak terkait dengan ruang lingkup materi
pada mata pelajaran kelompok B (Seni Budaya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan,
Prakarya dan Kewirausahaan).
Muatan lokal berupa bahan kajian yang dipadukan ke dalam mata pelajaran lain apabila bahan
kajian muatan lokal berupa bagian/pengembangan dari ruang lingkup materi pelajaran pada
kelompok B, maka muatan lokal tersebut berupa bahan kajian yang dipadukan ke dalam mata
pelajaran kelompok B. Namun apabila bahan kajian muatan lokal tersebut terlalu luas maka
dapat berdiri sendiri sebagai mata pelajaran muatan lokal.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

51

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

52

Muatan lokal dilaksanakan melalui pengembangan diri apabila bahan kajian muatan lokal
berupa program kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengekspresikan melalui kegiatan ekstrakurukuler, maka bahan kajian tersebut dapat
diimplementasikan pada kegiatan ekstrakurikuler.
Satuan pendidikan yang mampu mengembangkan kompetensi dasar beserta silabusnya dapat
melaksanakan mata pelajaran muatan lokal. Apabila satuan pendidikan belum mampu
mengembangkan kompetensi dasar beserta silabusnya, maka satuan pendidikan dapat
melaksanakan muatan lokal berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh satuan
pendidikan, atau dapat meminta bantuan kepada satuan pendidikan terdekat yang masih
dalam satu daerahnya. Beberapa satuan pendidikan dalam satu daerah yang belum mampu
mengembangkannya dapat meminta bantuan tim pengembang kurikulum daerah atau
meminta bantuan dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di provinsinya

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

56

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

DAFTAR PUSTAKA
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Direktorat
Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah

Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, 2013.


Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar

Kompetensi Lulusan, Jakarta, 2013.


Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi, Jakarta,
2013.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses,
Jakarta, 2013.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian,
Jakarta, 2013.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kurikulum SMA-

MA, Jakarta, 2013.


Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi

Kurikulum 2013, Jakarta, 2013.


Naskah Direktorat Pembinaan SMA Tahun 2008 tentang Pengembangan Program Muatan Lokal,
Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA.
Naskah Direktorat Pembinaan SMA Tahun 2012 tentang Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal,
Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

57

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

LAMPIRAN
Lampiran 1 : Contoh Identifikasi dan Analisis Potensi dan Kebutuhan Daerah
Potensi
daerah

No

Peluang

Tantangan
/Hambatan

Potensi
Mulok

1.

Sumber
Daya
Alam

Lahan
perkebunan
luas dan
subur
Hasil
perkebunan
melimpah
Potensi untuk
taman wisata
alam
Dst.

Hasil
perkebunan
belum
dimanfaatka
n secara
optimal
Taman
belum
dimanfaatka
n sebagai
obyek wisata
Dst.

Peningkatan
pemanfaatan
lahan
perkebunan
Pemasaran
hasil
perkebunan
Kewirausahaan
Promosi
pariwisata
Pemandu
wisata

2.

Sumber
Daya
Manusia

Kurangnya
motivator
dan inovator
yang
terampil di
bidang ilmu
pengetahuan
, teknologi,
dan seni
Dst.

Peningkatan
kompetensi
peserta didik
sebagai
motivator dan
inovator di
bidang ilmu
pengetahuan,
teknologi, dan
seni

3.

Lokasi
Geografis

Budaya

Sekolah
belum
menjalin
kemitraan
dengan
pemda,
perguruan
tinggi dan
instansi
terkait
lainnya
Dst.
Kesenian
daerah
belum
berkembang,
karena
kurang
kurang

Pemanfaatan
kerjasama
dengan
instansi terkait
dalam
pengembangan
mulok

4.

Masyarakat
bersifat
terbuka dan
mau
menerima
inovasi di
bidang ilmu
pengetahuan,
teknologi,
dan seni
Dst.
Lokasi
sekolah tidak
jauh dari
perkantoran
pemerintah
daerah,
pusat
perbelanjaan
dan
perguruan
tinggi
Dst.
Terdapat
berbagai
kesenian
khas daerah
Dst.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Pelestarian,
pengembangan
dan promosi
kesenian
daerah

58

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Potensi
daerah

No

5.

Historis

Peluang

Terdapat
berbagai
macam
peninggalan
sejarah
Dst.

Tantangan
/Hambatan
diminati oleh
masyarakat
Dst.
Peninggalan
sejarah
belum
banyak
dikenal
masyarakat
Dst.

Potensi
Mulok

Promosi
pariwisata,
Pemandu
wisata.

Lampiran 2 : Contoh Analisis Daya Dukung Satuan Pendidikan (Internal)


Kompo
nen

No
1
.

Pese
rta
Didi
k

2
.

Pen
didik

Kekuatan
Kehadiran dan
motivasi belajar
tinggi
Mau menerima
inovasi di bidang
ilmu
pengetahuan,
teknologi, dan
seni
Minat dan bakat
di bidang bhs
Inggris dan
wirausaha cukup
tinggi
Dst.
Semua pendidik
berkualifikasi S-1,
Mengajar sesuai
latar belakang
pendidikan
Ada pendidik
yang memiliki
keterampilan
wirausaha dan
pariwisata
Ada pendidik
yang menguasai
seni tradisional
Dst.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Kelemahan

Rencana
Tindak Lanjut

Kondisi
ekonomi
keluarga pada
umumnya
rendah
Lulusan yang
melanjutkan
ke perguruan
tinggi sangat
kecil
Dst.

Membekali dan
mengembangka
n potensi
peserta didik
melalui muatan
lokal
kewirausahaan,
pariwisata, dan
kesenian

Kompetensi
pendidik
dibidang
wirausaha,
pariwisata, dan
kesenian
belum
termanfaatkan
secara optimal
Dst.

Mendayagunaka
n pendidik yang
memiliki potensi
sesuai muatan
lokal yang akan
dikembangkan
di sekolah

59

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Kompo
nen

No
3
.

Sara
na
Pras
aran
a

Kekuatan
Kondisi dan
kelengkapan
ruang
laboratorium,
studio seni, dan
lahan sekolah
cukup memadai
Dst.

Kelemahan
Kelengkapan
sarana dan
prasarana
sekolah belum
dimanfaatkan
secara optimal
Dst.

Rencana
Tindak Lanjut
Memanfaatkan
ruang
laboratorium,
studio seni, dan
lahan sekolah
untuk
pengembangan
muatan lokal

Lampiran 3 : Contoh Analisis Daya Dukung Lingkungan Satuan Pendidikan (Eksternal)


No

Komponen
1
.

Komit
e
sekol
ah

2
.

Dunia
Usaha
/Duni
a
Indus
tri
(DU/
DI)

3
.

Dunia
Pendi

Peluang
Komite sekolah
memiliki potensi
sebagai nara
sumber dalam
pengembangan
muatan lokal
Komite punya
potensi
membantu
sekolah dalam
pemenuhan
sarpras yang
diperlukan
untuk
pengembangan
muatan lokal
Dst.
Keberadaan
DU/DI di sekitar
sekolah cukup
banyak
DU/DI memiliki
potensi
mendukung
sekolah di
bidang
kewirausahaan
Dst.
Dekat dengan
SMK dan
Perguruan

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Tantangan
Nara sumber
dari unsur
Komite
Sekolah belum
dimanfaatkan
secara optimal
Dst.

Kepedulian
DU/DI untuk
mendukung
programprogram
sekolah masih
rendah
Dst.

Belum ada
kerjasama
dengan SMK

Rencana Tindak
Lanjut
Mengundang
unsur Komite
Sekolah yang
berpotensi
sebagai nara
sumber dalam
mengembangka
n muatan lokal
Mengajukan
rencana
pengadaan/
pemenuhan
sarana dan
prasarana
muatan lokal
kepada komite
sekolah
Mengadakan
kerjasama
dengan DU/DI
untuk
pengembangan
muatan lokal

Menjalin
kerjasama
dengan SMK

60

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

No

Komponen
dikan

Peluang
Tinggi yang
memiliki bahan
kajian dan
kompetensi
dasar di bidang
kewirausahaan
Dst.

Tantangan
dan Perguruan
Tinggi
Dst.

Rencana Tindak
Lanjut
dan Perguruan
Tinggi dalam
pengembangan
muatan lokal
kewirausahaan

Lampiran 4 : Contoh Penentuan Jenis Muatan Lokal


Potensi Daerah
Lahan
perkebunan luas
dan subur
Hasil
perkebunan
melimpah
Potensi untuk
taman wisata
alam
Terdapat
berbagai
peninggalan
sejarah
Kesenian khas
daerah
Dst.

Potensi
Mulok

Daya Dukung

Wirausaha
Agrobisnis
Pengolahan
hasil
perkebunan
Pemasaran
hasil
perkebunan
Pariwisata
Kesenian
daerah
Dst.

Kondisi dan kelengkapan


laboratorium, studio seni
dan lahan sekolah cukup
memadai
Peserta didik memiliki
bakat dan minat di
bidang bhs. Inggris dan
wirausaha
Memiliki pendidik yang
kompeten dibidang
kewirausahaan dan
pariwisata
Peluang menjalin
kerjasama dengan
DU/DI, dunia pendidikan
(SMK dan PT), dan
instansi terkait
Dst.

Lampiran 5 : Contoh Penentuan Bahan Kajian Muatan Lokal

No

Jenis Muatan
Lokal

Bahan kajian Muatan Lokal

1.

Kewirausahaan

Sikap dan perilaku wirausaha


Menerapkan jiwa kewirausahaan
Merencanakan usaha kecil/mikro
Mengelola usaha kecil/mikro

2.

Pariwisata

Industri pariwisata

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Jenis
Mulok
Kewirausa
haan
Pariwisata
Kesenian
Daerah

61

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

3.

Kesenian
Daerah

Pemandu wisata
Promosi pariwisata

Kesenian kethoprak
Tari tradisional angguk

Lampiran 6 : Format Penentuan Pelaksanaan Muatan Lokal

Jen
is
Mul
ok

Bahan Kajian
Mulok

Ke
wir
a
usa
ha
an

Sikap dan
perilaku
wirausaha

Menerapkan
jiwa
kewirausahaa
n

Merencanaan
usaha
kecil/mikro

Mengelola
usaha
kecil/mikro

Par
iwi
sat
a

Keterkaitan dg Ruang
Lingkup Materi
Seni
Bdy

Industri
Pariwisata

Pe
nja
s

Pelaksanaan
Mulok

Prak
&Kw
u
Dipadukan pada
Matapelajaran
Prakarya dan
Kewirausahaan.

Mata pelajaran
muatan
lokal
(Pariwisata)

Promosi
Pariwisata

Pemandu
Wisata

Kes
eni

Kesenian
Kethoprak

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Ekstrakurikuler

62

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

an
Da
era
h

Tari
Tradisional
Angguk

Lampiran 7 : Contoh Penentuan Kompetensi Dasar

No

Jenis
Mulok
1
.

Pariwi
sata

Bahan Kajian
Industri
pariwisata

Pemandu
wisata
Promosi wisata

Kompetensi Dasar
Jenis dan ciri produk serta objek wisata
Jenis dan ruang lingkup karir pada industri
pariwisata
Usaha-usaha jasa wisata
Usaha-usaha sarana usaha
Dampak dan kondisi industri pariwisata
Modal dasar pengembangan industri
pariwisata
Profesi pramuwisata
Tugas dan jenis-jenis pramuwisata
Pemimpin rombongan wisata
Teknik pemanduan wisata
Ruang lingkup promosi wisata
Pemanfaatan TIK dalam bidang promosi
wisata
Fungsi Bahasa Inggris dalam bidang
pariwisata

Lampiran 8 : Contoh penyusunan KD mata pelajaran muatan lokal (Pariwisata) kelas X


KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya

KOMPETENSI DASAR
1.1 Menghayati karunia Tuhan Yang Maha
Esa, melalui pemahaman seluk beluk
pariwisata dan mampu menjaga,
melestarikan keutuhan jiwa raga manusia
sebagai tindakan pengamalan menurut
agama yang dianutnya

2. Menghayati dan mengamalkan


perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-aktif dan

2.1 Memiliki motivasi internal dan


menunjukkan rasa ingin tahu dalam
menemukan dan memahami berbagai
aspek terkait dengan pariwisata

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

63

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

menunjukkan sikap sebagai bagian


dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.

2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur ,


disiplin, tanggungjawab, peduli, santun,
ramahlingkungan, gotongroyong) dalam
melakukan pengamatan kondisi
kepariwisataan sebagai bagian dari sikap
ilmiah
2.3 Menunjukan perilaku cinta damai dan
toleransi dalam membangun kerjasama
sebagai wujud tanggungjawab dalam
implementasi sikap kerja untuk
melestarikan pariwisata

3. Memahami,menerapkan,
menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan
rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
procedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

3.1 Mendeskripsikan jenis dan ciri produk


serta objek wisata

4. Mengolah, menalar, dan menyaji


dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan

4.1 Mengevaluasi berbagai objek wisata yang


ada di daerah setempat

3.2 Mendeskripsikan jenis dan ruang lingkup


karir pada industri pariwisata
3.3 Menjelaskan usaha-usaha jasa wisata
3.4 Menjelaskan usaha-usaha sarana
usaha
3.5 Mendeskripsikan dampak dan kondisi
industri pariwisata
3.6 Mendeskripsikan modal dasar
pengembangan industri pariwisata

4.2 Mengevaluasi jenis dan ruang lingkup


karir pada industri pariwisata berdasarkan
daerah pengembangan wisata di daerah
setempat
4.3 Membedakan karakteristik berbagai
usaha jasa wisata
4.4 Membedakan karakteristik berbagai
usaha sarana wisata
4.5 Menganalisis dampak negatif dan positif
industri pariwisata di daerah setempat
4.6 Mengevaluasi potensi daerah setempat
untuk pengembangan industri pariwisata

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

64

Lampiran 9 : Contoh penyusunan KD mata pelajaran muatan lokal (Pariwisata) kelas XI

KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya

KOMPETENSI DASAR
1.1. Menunjukkan keimanan sebagai rasa
syukur dan keyakinan terhadap kebesaran
Sang Pencipta karena menyadari
keteraturan dan kompleksitas alam dan
jagad raya diatur oleh Sang Pencipta
1.2. Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan alam semesta dan semua
unsur di dalamnya

2. Menghayati dan mengamalkan


perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia

2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki


rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti,
cermat, tekun, hati-hati, bertanggung
jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan
peduli lingkungan) dalam aktivitas seharihari sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan diskusi dan praktek
perencanaan dan pengelolaan perjalanan
wisata
2.2. Menghargai kerja individu dan kelompok
dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud
implementasi melaksanakan praktek
perencanaan dan pengelolaan perjalanan
wisata dan melaporkan hasil praktek
perencanaan dan pengelolaan perjalanan
wisata

3. Memahami, menerapkan, dan


menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah

3.1. Memuktahirkan informasi umum bagi


pramuwisata
3.2. Menjelaskan tugas pramuwisata
3.3. Mendeskripsikan tugas memimpin
rombongan
3.4. Menyusun komentar pemanduan city tour

4. Mengolah, menalar, dan menyaji


dalam ranah konkret dan ranah

4.1. Mempresentasikan informasi umum bagi


pramuwisata

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

65

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

abstrak terkait dengan


pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan
kreatif, serta mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan

4.2. Mempraktekan tugas pramuwisata


4.3. Mempraktekkan tugas memimpin
rombongan
4.4. Melakukan komentar pemanduan city tour

Lampiran 10 : Contoh pemetaan KD Mapel Kel. B (Prakarya dan Kewirausahaan) dengan


Bahan kajian
Mulok (Kewirausahaan).
KD Prakarya dan
Kewirausahaan
3.8 Menganalisis
sikap dan perilaku
wirausaha
kerajinan limbah
tekstil yang dapat
mendukung
keberhasilan
dalam
menjalankan
sebuah usaha

Kelas

4.8 Menyajikan hasil


analisa sikap dan
perilaku wirausaha
produk rekayasa
alat pengatur
gerak sederhana
dengan sumber
arus listrik

Bahan Kajian
Mulok
Menerapkan jiwa
kewirausahaan

Pengembangan KD
Mulok
3.9 Menerapkan jiwa
kewirausahaan pada
produksi kerajinan
limbah tekstil

Merencanaan
usaha kecil/mikro

4.9 Merencanakan
usaha kecil/mikro
produk rekayasa
alat pengatur gerak
sederhana dengan
sumber arus listrik

dst.

Lampiran 11 : Contoh Penentuan Muatan Lokal melalui Program Ekstrakurikuler


No
1.

Jenis Mulok
Kesenian
daerah

Bahan Kajian
Klup kethoprak

Program Ekstrakurikuler
Apresiasi, kreasi, dan
pementasan

Tari
tradisional
angguk

Apresiasi, kreasi,
pementasan

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

dan

66

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Lampiran 12 : Contoh RPP Mata Pelajaran Muatan Lokal

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah

: SMA .

Matapelajaran

: Pariwisata (Muatan Lokal)

Kelas/Semester : X/Genap
Materi Pokok

: Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang promosi wisata

Alokasi Waktu

: 2 x 2 Jam Pelajaran

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa keingintahuannya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4: Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

67

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Menghayati karunia Tuhan Yang Maha Esa, melalui pengembangan berbagai materi tentang
promosi wisata sebagai tindakan pengamalan menurut agama yang dianutnya.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong) dalam melaksanakan pembelajaran sebagai bagian dari sikap
ilmiah.
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud
implementasi sikap kerja.
3.2 Mengidentifikasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang promosi
wisata
Indikator:
3.2.1 Menjelaskan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk promosi wisata
3.2.2 Mengidentifikasi berbagai macam promosi wisata melalui media teknologi informasi
dan komunikasi
4.2 Membuat dan mengakses promosi wisata melalui media teknologi informasi dan komunikasi
Indikator:
4.2.1 Mencari berbagai macam promosi wisata melalui media internet
4.2.2 Menunjukkan beragam promosi wisata berbasis teknologi informasi
4.2.3 Merancang karya promosi wisata daerah setempat dengan memanfaatkan media
teknologi informasi dan komunikasi
4.2.4 Membuat karya promosi wisata daerah setempat dengan memanfaatkan media
teknologi informasi dan komunikasi
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan
mengkomunikasikan, siswa dapat:
1. Mengidentifikasi macam-macam media promosi wisata dengan menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi
2. Menjelaskan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk media promosi wisata
3. Mencari berbagai macam promosi wisata berbasis teknologi informasi dan komunikasi
melalui media internet
4. Menjelaskan karakteristik media promosi wisata berbasis teknologi informasi dan
komunikasi
2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

68

5. Mengidentifikasi dan menentukan obyek promosi wisata daerah setempat dengan


memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
6. Merancang karya promosi wisata daerah setempat dengan memanfaatkan media teknologi
informasi dan komunikasi
7. Membuat karya promosi wisata daerah setempat dengan memanfaatkan media teknologi
informasi dan komunikasi
8. Mempresentasikan karya promosi wisata berbasis teknologi informasi dan komunikasi di
daerah setempat
D. Materi Pembelajaran
1.

Fakta

Poster promosi wisata berbasis teknologi informasi dan komunikasi

Baligho promosi wisata berbasis teknologi informasi dan komunikasi

Iklan promosi wisata berbasis teknologi informasi dan komunikasi

Brosur, booklet, pamflet promosi wisata berbasis teknologi informasi dan komunikasi

Website promosi wisata

2.

Konsep

Pengertian promosi

Macam-macam obyek pariwisata

Pemanfaatan media teknologi informasi dan komunikasi untuk promosi wisata

3.

Prinsip

Jenis karya promosi wisata berbasis teknologi informasi dan komunikasi

Berupa: poster, baligho, brosur, pamflet, booklet, wesite, blogger, dll.

Nilai fungsi dan estetika pada karya promosi wisata.

Media dan teknik pada karya promosi wisata.

Media yang digunakan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Teknik berkarya
dapat memanfaatkan berbagai software. Setiap teknik memiliki karakteristik yang
berbeda.

Teknik dalam berkarya dapat dimulai dengan cara yang sangat sederhana dan mudah
dilakukan sampai dengan cara yang rumit dan komplek. Buatlah rancangan terlebih
dahulu agar karya yang dibuat memiliki komposisi, proporsi, dan keseimbangan yang
baik.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

4.

69

Prosedur
Langkah-langkah dalam membuat karya promosi wisata berbasis teknologi informasi
dan komunikasi.

E. Metode Pembelajaran
1. Observasi
2. Kajian pustaka
3. Diskusi
4. Tanya jawab

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media

Bahan tayang berupa video dengan tema promosi wisata

Gambar karya-karya promosi wisata melalui media cetak dan internet

2.

Alat/Bahan

LCD Projector

Laptop

Printer

Kertas foto

Bahan dan alat untuk pembuatan karya promosi wisata berbasis teknologi informasi
dan komunikasi.

3.

Sumber Belajar

Buku tentang pariwisata tingkat SLTA

Buku tentang media promosi berbasis teknologi informasi dan komunikasi

Informasi melalui media cetak dan internet


Hasil karya promosi wisata, serta sumber lain yang relevan.

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan Kesatu:
2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

70

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Pendahuluan

Rincian Kegiatan

Waktu
15 menit

Merefleksi pengalaman siswa tentang promosi wisata yang


mereka ketahui
Menjelaskan kaitannya dengan pengalaman mereka terhadap
kompetensi dasar yang akan dipelajari
Menyampaikan tujuan pembelajaran
Bertanya secara lesan tentang macam-macam promosi
wisata yang pernah mereka ketahui
Bertanya secara lesan tentang peran teknologi informasi dan
komunikasi dalam promosi wisata
Siswa mencari tahu dan saling menanyakan tentang
promosi wisata
Kegiatan Inti

60 menit

Mengamati
Siswa memperhatikan presentasi guru tentang definisi,
konsep dan macam-macam promosi wisata
Siswa mencari karya promosi wisata melalui media cetak
(buku, majalah, brosur, dsb.), dan internet.
Guru mengamati dan menilai aktifitas siswa.
Menanyakan
Siwa saling bertanya tentang hasil pengamatan pada karya
promosi wisata
Siswa saling bertanya tentang konsep promosi wisata yang
ada dan berkembang.
Mengeksplorasi
Siswa dibagi dalam 4 (empat) kelompok
Siswa dalam kelompok diminta untuk mengumpulkan
informasi tentang bahan, media, jenis, simbol, teknik dan
nilai estetika pada karya promosi wisata
Masing-masing kelompok diminta untuk mempresentasikan
hasil diskusi mereka secara bergantian
Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan
presentasi serta membimbing diskusi mereka.
Mengasosiasi
Masing-masing kelompok berdiskusi tentang bahan, media,
jenis, simbol, teknik dan estetika karya promosi wisata
Guru membimbing dan menilai aktifitas siswa dalam
berdiskusi.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

71

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Mengomunikasikan
Siswa dalam kelompok menyampaikan hasil pengumpulan
dan simpulan informasi yang diperoleh
Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi
mereka secara bergantian
Guru mengamati, menilai serta membimbing aktivitas siswa
dalam berdiskusi.
Penutup

15 menit

Guru bersama siswa menyimpulkan berbagai macam karya


promosi wisata berbasis teknologi informasi dan komunikasi
Guru bersama siswa menyimpulkan karakteristik karya
promosi wisata berbasis teknologi informasi dan komunikasi
Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan konsep
berkarya pada pembuatan promosi wisata berbasis teknologi
informasi dan komunikasi.
Pertemuan Kedua:
Rincian Kegiatan
Pendahuluan

Waktu
15 menit

Merefleksi pengalaman siswa tentang proses pembuatan


karya promosi wisata yang pernah mereka lihat
Menjelaskan kaitannya dengan pengalaman mereka terhadap
kompetensi dasar yang akan dipelajari
Menyampaikan tujuan pembelajaran
Bertanya secara lesan tentang media dan teknik dalam
membuat karya promosi wisata
Siswa mencari tahu dan saling menanyakan tentang proses
pembuatan karya promosi wisata.
Kegiatan Inti

60 menit

Mengamati
Siswa mengamati proses pembuatan karya promosi wisata
melalui media audio visual
Guru mengamati dan menilai aktifitas siswa.
Menanyakan
Siwa saling bertanya tentang langkah-langkah membuat
karya promosi wisata berbasis teknologi informasi dan
komunikasi
Guru mengamati, membimbing dan menilai aktifitas siswa.

Mengeksplorasi
Siswa secara individu diminta untuk bereksperimen dengan
beragam teknik dalam membuat karya promosi wisata
berbasis teknologi informasi dan komunikasi
2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

72

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Masing-masing siswa diminta untuk membuat rancangan


karya promosi wisata pada computer/laptop masing-masing
Guru menilai proses dan sikap siswa dalam berkarya promosi
wisata serta memberikan bimbingan.
Mengasosiasi
Siswa membandingkan karya sendiri dengan data-data yang
telah diperoleh
Pada kelompoknya masing-masing, siswa saling berdiskusi
tentang teknik, nilai estetika dan kesesuaian konten/pesan
pada karya promosi wisata yang sudah mereka buat.
Guru membimbing dan menilai aktifitas siswa dalam
berdiskusi.
Mengomunikasikan
Masing-masing siswa dalam kelompoknya menyampaikan
hasil karya promosi wisata dan data-data informasi yang
diperoleh
Guru mengamati, menilai serta membimbing aktifitas siswa
dalam berdiskusi.
Penutup
Guru bersama siswa menyimpulkan langkah-langkah dalam
membuat karya promosi wisata berbasis teknologi informasi
dan komunikasi
Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan proses
pembuatan karya promosi wisata berbasis teknologi informasi
dan komunikasi

H.

Penilaian
1.

Jenis/teknis penilaian
a.

b.

Penilaian Sikap

Observasi

Penilaian diri

Penilaian antar teman

Jurnal

Penilaian Keterampilan

c.

Penilaian Produk

Penilaian Pengetahuan

Tes Tertulis (Uraian)

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

15 menit

73

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

2. Bentuk Instrumen dan Instrumen


a.

Instrumen Penilaian Sikap

b.

Instrumen Penilaian Produk

c.

Instrumen Tes Tertulis Uraian


Contoh Instrumen terlampir.

3. Pedoman penskoran
Pedoman penskoran terlampir.
Jakarta,
Mengetahui Kepala SMA ....

Guru Mata Pelajaran Muatan Lokal

..................................

..................................

NIP.

NIP.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

74

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Lampiran :
1. Penilaian Sikap
a. Observasi
LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL

Kelas

:X

Tanggal Pengamatan

: ..

Materi Pokok

: Penggunaan TIK dalam bidang promosi wisata

Na

Aspek Yang Dinilai*

Jm

Sk

or

ma

Sis

Sk

Ak

wa

or

hir

1
2
3
4
5
Aspek yang dinilai*:
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu
2. Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan
3. Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat
4. Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan atas karunia
kekayaan potensi sumber daya pariwisata di Indonesia
5. Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari materi tentang promosi
wisata
Keterangan Penskoran :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

75

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

kadang-kadang tidak melakukan


2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :



4 =

Sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013 peserta didik memperoleh nilai adalah :
Sangat Baik

: apabila memperoleh skor : 3,33 < skor 4,00

Baik

: apabila memperoleh skor : 2,33 < skor 3,33

Cukup

: apabila memperoleh skor : 1,33 < skor 2,33

Kurang

: apabila memperoleh skor: skor 1,33

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

76

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP SOSIAL

Kelas

:X

Hari, tanggal

: .

Materi Pokok

: Penggunaan TIK dalam bidang promosi wisata

Na

Skor

1
2
3
4
5

Keterangan Penskoran :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Royong

Lingk.
Gotong

Ramah

Santun

Didi

Jujur

erta

Jmh

Jawab
Peduli

No

Disiplin

Pes

Tanggung

ma
Skor

Skor
Akhi
r

77

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :


4 =

b. Penilaian Diri
LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP SPIRITUAL

PETUNJUK
1. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
2. berilah tanda cek () sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian seharihari
Nama Peserta Didik

: .

Kelas

:X

Materi Pokok

: Penggunaan TIK dalam bidang promosi wisata

Tanggal

: .

Skor
No

Uraian
1
1

Saya berdoa sebelum dan sesudah


melakukan sesuatu

Saya mengucapkan rasa syukur atas karunia


Tuhan

Saya memberi salam sebelum dan sesudah


menyampaikan pendapat

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

78

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Saya mengungkapakan kekaguman secara


lisan maupun tulisan terhadap Tuhan atas
karunia kekayaan potensi sumber daya
pariwisata di Indonesia

Saya merasakan keberadaan dan kebesaran


Tuhan saat mempelajari materi tentang
promosi wisata
Jumlah Skor

Keterangan Penskoran :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :



4 =

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

79

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP SOSIAL

PETUNJUK
1. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
2. berilah tanda cek () sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian seharihari
Nama Peserta Didik

: .

Kelas

:X

Materi Pokok

: Penggunaan TIK dalam bidang promosi wisata

Tanggal

: .

Skor
No

Uraian
1

Saya berperilaku jujur dalam melaksanakan


pembelajaran

Saya berdisiplin dalam melaksanakan


pembelajaran

Saya

bertanggungjawab

dalam

melaksanakan pembelajaran
4

Saya peduli terhadap teman dalam


melaksanakan pembelajaran

Saya berperilaku santun dalam


melaksanakan pembelajaran

Saya berperilaku ramah lingkungan dalam


melaksanakan pembelajaran

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

80

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Saya berperilaku gotong royong dalam


melaksanakan pembelajaran
Jumlah Skor

Keterangan Penskoran :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :



4 =

c. Penilaian Antar Teman

LEMBAR PENILAIAN ANTAR TEMAN


SIKAP SPIRITUAL

PETUNJUK
1. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
2. berilah tanda cek () sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan sesungguhnya
Nama Peserta Didik

: .

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

81

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Kelas

:X

Materi Pokok

: Penggunaan TIK dalam bidang promosi wisata

Tanggal

: .

Na

Jm

Sko

Sis

Sk

Akh

wa

or

ir

ma

No

Aspek Yang Dinilai*


1

1
2
3
4
5
Aspek yang dinilai*:
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu
2. Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan
3. Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat
4. Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan atas karunia
kekayaan potensi sumber daya pariwisata di Indonesia
5. Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari materi tentang promosi
wisata
Keterangan Penskoran :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

82

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :



4 =

LEMBAR PENILAIAN ANTAR TEMAN


SIKAP SOSIAL

PETUNJUK
1. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
2. berilah tanda cek () sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan sesungguhnya
Nama Peserta Didik

: .

Kelas

:X

Materi Pokok

: Penggunaan TIK dalam bidang promosi wisata

Tanggal

: .

Na

Aspek Yang Dinilai*

ma

No

Sis

wa
1
2
3
4
5
Aspek yang dinilai*:
1. Berperilaku jujur dalam melaksanakan pembelajaran
2. Berdisiplin dalam melaksanakan pembelajaran
2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Jml

Skor

Sk

Akhi

or

83

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

3. Bertanggungjawab dalam melaksanakan pembelajaran


4. Peduli terhadap teman dalam melaksanakan pembelajaran
5. Berperilaku santun dalam melaksanakan pembelajaran
6. Berperilaku ramah lingkungan dalam melaksanakan pembelajaran
7. Berperilaku gotong royong dalam melaksanakan pembelajaran
Keterangan Penskoran :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :



4 =

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

84

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

d. Jurnal
JURNAL

Kelas

:X

Materi Pokok

: Penggunaan TIK dalam bidang promosi wisata

Tanggal

: .
Nama

No.

Catatan Pengamatan

Tindak Lanjut

Siswa

PENTING:
Penentuan akhir nilai sikap didasarkan pada nilai yang sering muncul (modus),
bukan dengan rata-rata.

Konversi nilai sikap sesuai dengan Permendikbud No. 81 A Tahun 2013 :


Predikat
A

Pengetahuan
4

Nilai Kompetensi
Keterampilan
4

3.66

3.66

3.33

3.33

AB+
B

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Sikap
SB

85

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

BC+
C
CD+
D

2.66

2.66

2.33

2.33

1.66

1.66

1.33

1.33

2. Penilaian Keterampilan

FORMAT PENILAIAN PRODUK

Kelas

:X

Tanggal Penilaian

: ..

Materi Pokok

: Penggunaan TIK dalam bidang promosi wisata

No

Aspek Penilaian

Nama
Siswa

1
2
3
4
5

Indikator aspek yang dinilai dan skor maksimal

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Jumlah

Skor

Skor

Akhir

86

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

No

Skor

Aspek yang Dinilai

Maksimal
1

Kesesuaian pemilihan tema

Penggunaan TIK sesuai

prosedur
3

Kecermatan dan ketepatan

Kreativitas dan originalitas

Komposisi dan nilai keindahan

Jumlah Skor Maksimal

20

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :



4 =

3. Penilaian Pengetahuan

SOAL TES URAIAN


1.

Sebutkan media yang dapat digunakan untuk promosi wisata berbasis teknologi informasi
dan komunikasi

2.

Jelaskan manfaat teknologi informasi dan komunikasi untuk promosi wisata

3.

Jelaskan proses pembuatan karya promosi wisata melalui media teknologi informasi dan
komunikasi

4.

Bagaimanakah cara kalian untuk mempromosikan wisata di daerah anda dengan


memanfaatkan media teknologi informasi dan komunikasi.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

87

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Rubrik Penilaian Bentuk Uraian (Pedoman Penskoran)


Soal
Sebutkan media yang dapat
digunakan untuk promosi
wisata berbasis teknologi
informasi dan komunikasi

Jawaban
1. Apabila dapat menjawab 1
media
2. Apabila dapat menjawab 2
media
3. Apabila dapat menjawab 3
media
4. Apabila dapat menjawab 4

Bobot
Skor
1
2
3
4
5

media
5. Apabila dapat menjawab 5
media
Jelaskan manfaat teknologi
informasi dan komunikasi
untuk promosi wisata

1. Apabila jawaban benar dan


tidak lengkap (50%)
2. Apabila jawaban benar dan
lengkap (100%)

Jelaskan proses pembuatan


karya promosi wisata melalui
media teknologi informasi
dan komunikasi

Bagaimanakah cara kalian


untuk mempromosikan
wisata di daerah anda
dengan memanfaatkan media

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

1. Apabila jawaban benar dan

4
2

tidak lengkap (50%)


2. Apabila jawaban benar dan
lengkap (100%)

1. Apabila jawaban tidak logis

dan belum lengkap (25%)


2. Apabila jawaban logis tapi
belum lengkap (50%)

88

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Soal

Jawaban

teknologi informasi dan

Skor

3. Apabila jawaban logis dan


sistematis tapi belum lengkap

komunikasi.

Bobot

(75%)

4. Apabila jawaban logis,


sistematis dan lengkap (100%)
Skor total

12
25

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :



4 =

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

89

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Lampiran 13 : Contoh Silabus Mata Pelajaran Muatan Lokal


SILABUS

Satuan Pendidikan

: SMA

Mata Pelajaran

: Pariwisata (Muatan Lokal)

Kelas

:X

Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.


KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif
dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

90

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Kompetensi Dasar
1.1 Menghayati karunia
Tuhan Yang Maha
Esa, melalui
pengembangan
berbagai materi
tentang promosi
wisata sebagai
tindakan pengamalan
menurut agama yang
dianutnya.
2.1. Menunjukkan perilaku
ilmiah (jujur , disiplin,
tanggung jawab,
peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong
royong) dalam
melaksanakan
pembelajaran sebagai
bagian dari sikap
ilmiah
2.2. Menghargai kerja
individu dan kelompok
dalam pembelajaran
sehari-hari sebagai
wujud implementasi
sikap kerja
3.2. Mengidentifikasi
penggunaan teknologi
informasi dan

Materi
Pokok
Penggunaan
teknologi
informasi dan
komunikasi
dalam bidang
promosi wisata

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Pembelajaran

Mengamati

Produk

Mengobservasi
penggunaan
teknologi
informasi dalam
bidang promosi
wisata

Membuat karya
promosi wisata
dengan media
teknologi
informasi dan
komunikasi

Menanya

Bagaimana
penggunaan
teknologi
informasi dalam
bidang promosi
wisata
Mengeksplorasi

Penilaian

Mencari
pengalaman
pribadi/orang
lain/perusahaan
dalam
penggunaan
teknologi
informasi dalam

Observasi
Penilaian diri
Penilaian antar
teman
Jurnal

Tes
Tes tertulis
bentuk uraian
dan/atau pilihan
ganda.

Alokasi
Waktu
4 JP

Sumber
Belajar

Bahan Ajar
Video/Gambar
Brosur/liflet
Internet
Litelatur
lainnya

91

Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal

Kompetensi Dasar

Materi
Pokok

Pembelajaran

komunikasi dalam
bidang promosi wisata
4.2. Membuat dan
mengakses promosi
wisata melalui media
teknologi informasi
dan komunikasi.

bidang promosi
wisata

Mengasosiasika
n
Diskusi kelompok
membahas
laporan hasil
pencarian
penggunaan
teknologi
informasi dan
komunikasi dalam
bidang promosi
wisata
Mengkomunika
sikan

2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah

Membuat karya
promosi wisata
dengan media
teknologi
informasi dan
komunikasi
Mempresentasika
n karya promosi
wisata.

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

92

Anda mungkin juga menyukai