Anda di halaman 1dari 22

REFLEKSI KASUS

ISCHIALGIA
Diajukan untuk memenuhi Tugas Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Penyakit Saraf
RSUD dr.Adhyatma, M.Kes Semarang

Pembimbing :
dr. Istiqomah, Sp.S
dr. Noorjanah P, Sp.S
Disusun oleh :
Retno Aptriwinasih
01.208.5760
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2013

STATUS MAHASISWA
KEPANITRAAN ILMU PENYAKIT SARAF
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG
Kasus

: Ischialgia

Nama Mahasiswa

: Retno Aptriwinasih

NIM

: 012085760

IDENTITAS PENDERITA
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Status
Pendidikan
Agama
Pekerjaan
Alamat
No. CM
Tanggal Masuk RS
Tanggal keluar RS

: Nur Afifah
: 18 Tahun
: Perempuan
: Belum menikah
: Kuliah
: Islam
: Mahasiswa
: Tubungo Rt 05/03 Tugu-Semarang
: 030094
: 5 September 2013
: 9 September 2013
Mengetahui,

Dokter Ruangan
(

Dokter Pembimbing
)

Koordinator Mahasiswa

DAFTAR MASALAH

No
.
1.

Masalah Aktif

Tanggal

No

Masalah Pasif

Tanggal

.
Nyeri

pada 5

pangkal

paha September

sampai

kaki 2013

kanan
2

Nyeri

pada 5

kedua lutut

September
2013

I.

DATA SUBYEKTIF
Jenis anamnesis : Autoanamnesis pada tanggal 6 September 2013 di Bangsal
Kenanga.

Keluhan Utama

Riwayat Penyakit Sekarang

: nyeri pada telapak kaki kanan

o Onset

: I minggu yang lalu

o Lokasi

: pangkal paha kanan sampai kaki kanan

o Kualitas

: nyeri seperti ditusuk-tusuk di pangkal paha

kanan sampai dijalarkan ke telapak kaki kanan.


o Kuantitas

: melakukan aktivitas sehari-hari menjadi

terbatas karena dengan berjalan keluhan semakin berat.


o Faktor yang memperberat : semakin berat untuk berjalan
o Faktor yang memperingan : pasien merasa lebih enakan saat tiduran.

o Gejala penyerta

: kesemutan pada telapak kaki kanan (-),

Lemah anggota gerak (-),pusing (-), muntah(-), panas (-), nyeri pada
lutut (-)

Riwayat Penyakit Sekarang / Kronologis


:
Pasien datang ke RSUD Tugurejo dengan keluhan nyeri pada pangkal
paha kanan menjalar ke telapak kaki. Keluhan dirasakan sudah satu minggu.
Keluhan muncul setelah ospek dikampus. Nyeri dirasakan seperti tertusuktusuk. Aktivitas sehari-hari pasien terganggu karena untuk berjalan terasa
sakit. Keluhan berkurang jika digunakan untuk berisitirahat atau
tiduran.keluhan nyeri pada kedua lutut didapatkan. Keluhan lain seperti
lemah anggot agerak, pusing, muntah,panas di sangkal pasien.

Riwayat Penyakit Dahulu :


o Riwayat keluhan yang sama
Pasien belum pernah sakit seperti ini sebelumnya
o Riwayat Hipertensi disangkal
o Riwayat trauma
2 tahun yang lalu pernah terjatuh dari angkot. Namun tidak timbul
keluhan
o Riwayat kolesterol tinggi disangkal
o Riwayat DM disangkal
o Riwayat penyakit jantung disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga :

o Riwayat Hipertensi

: disangkal

o Riwayat DM

: disangkal

o Riwayat penyakit jantung

: disangkal

o Tidak ada anggota keluarga yang mengalami sakit yang sama yang
dialami pasien.

Riwayat Sosial Ekonomi

Pasien tinggal bersama kedua orang tuanya dan adiknya. Orang tua pasien
bekerja sebagai PNS binya pengobatan ditanggung oleh ASKES.
Kesan Ekonomi : Cukup
II. OBYEKTIF
1. Status Praesent
KU

: tampak sakit sedang

Kesadaran

: E4M6V5 : 15, compos mentis

Tekanan darah

: 110/80 mmHg

Nadi

: 86x/menit

RR

: 20x/menit

Suhu

: 36,7

Kepala

: mesochepal

Leher

: simetris, pembesaran KGB(-)

Jantung

: bising jantung

Paru-paru

: suara nafas bronkovesikuler, tidak ada kelainan

Abdomen

: tidak ada kelainan

Alat kelamin

: tidak dilakukan pemeriksaan

2. Status Psikis
a. Cara berpikir

: baik, realistis

b. Tingkah laku

: normoaktif

c. Afek

: sesuai

d. Ingatan

: baik

3. Status Neurologis
a. Kepala
Bentuk

: mesochepal

Nyeri tekan

: (-)

Simetri

: (+)

Pulsasi

: (-)

b. Leher
Sikap

: simetri

Gerakan

: bebas,nyeri(-)

Kaku kuduk

: (-)

c. Saraf kranial
4. Nervi Cranialis
N I. (OLFAKTORIUS)
Daya pembau

Kanan
Tidak dilakukan

Kiri
Tidak dilakukan

N II. (OPTIKUS)
Daya penglihatan
Fundus Okuli
Lapang penglihatan

Kanan
Normal
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

Kiri
Normal
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

N III.(OKULOMOTORIUS)
reflek cahaya langsung
Gerak mata ke atas
Gerak mata ke bawah
Gerak mata media
Ukuran pupil
Bentuk pupil
Diplopia

Kanan
Normal
Normal
Normal
Normal
3 mm
Bulat, isokor
(-)

Kiri
Normal
Normal
Normal
Normal
3 mm
Bulat, isokor
(-)

N IV. (TROKHLEARIS)
Gerak mata lateral bawah
Diplopia

Kanan
Normal
(-)

Kiri
Normal
(-)

N V. (TRIGEMINUS)
Menggigit
Membuka mulut
sensibilitas
reflek kornea

Kanan
Normal
Normal
Kesan normal
Tidak dilakukan

Kiri
Normal
Normal
Kesan normal
Tidak dilakukan

N VI. (ABDUSEN)
Gerak mata ke lateral
Diplopia

Kanan
Normal
(-)

Kiri
Normal
(-)

N VII. (FASIALIS)

Kanan

kiri

Kedipan mata
Lipatan naso-labia
Sudut mulut
Mengerutkan dahi
Mengerutkan alis
Menutup mata
Menggembungkan pipi
Bersiul
Pengecapan lidah 2/3 depan

Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Kesan normal
Kesan normal
Tidak dilakukan

N VIII. (AKUSTIKUS)
Tes Suara berbisik
Tes Rinne
Tes Weber
Tes schwabach

Kanan
Normal
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

N IX. (GLOSOFARINGEUS)
Arkus faring
Pengecapan lidah 1/3 belakang
Reflek muntak
sengau
tersedak
N X. (VAGUS)
Kanan
Bersuara N XI. (AKSESORIUS)
(+)
Menelan Memalingkan kepala(+)
Denyut nadi mengangkat bahu Normal
Sikap bahu
trofi otot bahu
N XII. (HIPOGLOSUS)
Sikap lidah
kekuatan idah
Artikulasi

Kanan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Normal
(-)

Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Kesan normal
Kesan normal
Tidak dilakukan

kiri
Normal
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

kiri
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Nomal
(-)

kiri
(+)
(+)
(+)
(+)
Normal
Kesan Normal
Eutrofi

kiri
(+)
(+)
Kesan Normal
Eutrofi

Kanan
Normal
Normal
Kesan Normal

kiri
Normal
Normal
Kesan Normal

Kanan

trofi otot lidah


Tremor lidah
Menjulurkan lidah

(-)
(-)
Normal

(-)
(-)
Normal

BADAN DAN ANGGOTA GERAK

BADAN
Motorik
-

Respirasi

: inspirasi dan ekspirasi normal

Duduk

: normal

Bentuk kolumna vertebra

: lurus

Pergerakan kolumna vertebra

: dalam batas normal

Sensibilitas
-

Taktil

: dalam batas normal

Nyeri

: dalam batas normal

Thermi

: Tidak dilakukan

Diskriminasi 2 titik

: dalam batas normal

Sensibilitas posisi

: tidak dilakukan

Reflek
-

Reflek kulit perut atas

: tidak dilakukan

Reflek kulit perut tengah

: tidak dilakukan

Reflek kulit perut bawah

: tidak dilakukan

Reflek kremaster

: tidak dilakukan

ANGGOTA GERAK ATAS


Motorik
-

Inspeksi

: tidak ada kelainan

Palpasi

: kenyal

Pergerakan

: bebas

Kekuatan

: 5/5

Tonus

Trofi

: normal
: (-)

Sensibilitas
-

Taktil

: dalam batas normal

Nyeri

: dalam batas normal

Thermi

: Tidak dilakukan

Diskriminasi 2 titik

: dalam batas normal

Sensibilitas posisi

: tidak dilakukan

Reflek fisiologis

Biceps

: (+)

Triceps

: (+)

Radius

: (+)

Ulna

: (+)

Reflek patologis

Reflex tromner

: (-)

Reflex Hoffman

: (-)

ANGGOTA GERAK BAWAH


Motorik
-

Inspeksi

: tidak ada kelainan

Palpasi

: kenyal sedikit kaku

Pergerakan

: bebas

Kekuatan

: 5/5

Tonus

Trofi

: normal
: (-)

Sensibilitas
-

Taktil

: kanan menurun/kiri normal

Nyeri

: dalam batas normal

Thermi

: Tidak dilakukan

Diskriminasi 2 titik

: dalam batas normal

Sensibilitas posisi

: Hipanestesia dari ujung kaki sampai

dengan dermatom L5
Reflek fisiologis
-

Patella

: (+) /(+)

Achiles

: (+)/(+)

Reflek patologis
-

Reflex Babinski

: (-)/(-)

Reflex Chaddock

: (-)/(-)

Reflex Oppenheim

: (-)/(-)

Reflex Gordon

: (-)/(-)

Reflex schaeffer

: (-)/(-)

Reflex Gonda

: (-)/(-)

Reflex bing

: (-)/(-)

Reflex Rossolimo

: (-)/(-)

Pemeriksaan Klonus
-

Klonus paha/lutut

: (-)/(-)

Klonua kaki

: (-)/(-)

Tes laseque

: (+) / (-)

Tes Patrick

: (-) / (-)

Tes kontra Patrick

: (-) / (-)

PEMERIKSAAN OTONOM DAN FUNGSI VEGETATIF


-

Miksi
Defekasi
Ereksi

: tidak ada kelainan


: tidak ada kelainan
: tidak ada kelainan

KOORDINASI, LANGKAH, DAN KESEIMBANGAN


-

Ataksia

: (-)

Romberg

: Tidak dilakukan

Cara berjalan

: pelan-pelan dan tampak kesakitan

Disdiadokokinesis

: dalam batas normal

Fenomena rebound

: (-)

Dismetria

: (-)

GERAKAN-GERAKAN ABNORMAL
III.

Tremor
Rigiditas
Bradikinesia
Lost of postural reflexes

: (-)
: (-)
: (-)
: (-)

USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG


oPemeriksaan X-foto polos vertebra lumbo-sakral AP/ lateral
oPemeriksaan X-foto polos genue
oDarah rutin

IV.

RINGKASAN
Seorang perempuan,18 tahun datang ke RSUD Tugurejo mengeluh nyeri
seperti ditusuk-tusuk di pangkal paha sebelah kanan dan dijalarkan sampai ke
telapak kaki kanan. Keluhan ini dirasakan sudah 7 hari. Nyeri pada kedua
lutut. Sebelumnya belum pernah sakit seperti ini, keluarga tidak ada yang sakit
seperti ini.

Pemeriksaan fisik
o Keadaan umum

: baik

o Kesadaran

: composmentis, GCS = E4M6V5

o Tanda vital

: TD
HR

: 110/80

RR

:20 x/menit

: 86 x/menit

: 36,7

o Nn. Cranialis dalam batas normal


o Motorik
Pemeriksaan
Gerakan
Kekuatan
Tonus
Trofi
Reflek fisiologi
Reflek patologis

Ekstremitas Superior
Kanan
Kiri
B
B
5
5
N
N
E
E
(+)
(+)
(-)
(-)

Ekstremitas Inferior
Kanan
Kiri
BT
BT
Nyeri
Nyeri
N
N
E
E
(+)
(+)
(-)
(-)

o Sensibilitas : Hipanestesia dari ujung kaki sampai dengan dermatom


L5

o Tes provokasi

V.

Tes laseque

: (+) / (-)

DIAGNOSIS

VI.

Diagnosis klinis

: ischialgia

Diagnosis topis

: sepanjang persarafan N.Ischiadicus

Diagnosis etiologi

: ischialgia dekstra post trauma

RENCANA AWAL
Masalah

nyeri pada pangkal paha sebelah kanan yang

dijalarkan sampai telapak kaki kanan


Rencana terapi
Tujuan pengobatan

: untuk mengatasi rasa nyeri, mengembalikan fungsi

pergerakan dan mobilitas.


Medikamentosa:
-

Analgetik : ketorolac 2x1 ampul

Neurotopik : vit.B12 2x1 tab/hari

NSAID : Meloxicam 2x15 mg

Non medikamentosa
-

Fisioterapi mengembalikan fungsi pergerakan dan mobilitas

Monitoring : Visual Analog Scale

Edukasi :
-

Tidak mengangkat barang yang berat

Jika duduk dan berdiri dengan posisi yang benar

Pasien dan keluarga memperhatikan pola makan, keteraturan minum


obat, dan istirahat cukup.

TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI

Ischialgia yaitu suatu kondisi dimana Saraf Ischiadikus yang


mempersarafi daerah bokong sampai kaki terjepit, Hal ini dapat
terjadi karena proses beberapa penyakit seperti trauma fisik,
kimiawi, dan elektris, infeksi, masalah metabolisme, dan autoimun.
Ischialgia

meningkat

aktivitas

yang

frekuensinya

dikerjakan.

Orang

seiring
awam

dengan

banyaknya

pada

umumnya

menginterpretasikan ischialgia dengan rasa sakit dan nyeri pada


pantat.
Ischialgia juga

merupakan

suatu penyakit yang ditandai

dengan adanya nyeri yang menjalar di sepanjang radiks ischiadikus.


Ischialgia biasanya terkait dengan faktor usia dan riwayat trauma.
Pada kondisi ini mengalami penurunan kekuatan otot, nyeri, adanya
spasme otot, dan permasalahan aktivitas sehari-hari. Jadi ischialgia
didefinisakan

sebagai

nyeri

yang

terasa

sepanjang

nervus

ischiadivus dan lanjutannya sepanjang tungkai.


Nyeri daerah pinggang pada dasarnya dapat berupa:
1.

Nyeri radikuler (sering) Penderita dengan nyeri radikuler

memperlihatkan low back pain serta nyeri radikuler sepanjang


nervus ischiadicus.
2. Nyeri alih (referet pain)
3. Nyeri tidak menjalar

Nyeri punggung bawah (NPB) adalah rasa nyeri yang dirasakan di daerah
punggung bawah, dapat menyebabkan, dapat merupakan nyeri lokal maupun nyeri
radikuler maupun keduanya. Nyeri ini terasa diantara sudut iga terbawah sampai lipat
bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan
penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki. NPB yang lebih dari 6 bulan disebut
kronik.

FAKTOR FAKTOR PENYEBAB ISCHIALGIA


Penyebab terjepitnya saraf ini ada beberapa faktor, yaitu
antara lain: kontraksi/ radang otot-otot daerah bokong, adanya
perkapuran tulang belakang atau adanya keadaan yang disebut
dengan Herniasi Nukleus Pulposus

(HNP). Untuk mengetahui

penyebab pasti perlu dilakukan pemeriksaan fisik secara seksama


oleh dokter, jika perlu dilakukan pemeriksaan tambahan radiologi/
Rontgen pada tulang belakang.
PATOFISIOLOGI NYERI PUNGGUNG BAWAH
Bangunan peka nyeri mengandung reseptor nosiseptif (nyeri) yang terangsang
oleh berbagai stimulus lokal (mekanis, termal, kimiawi). Stimulus ini akan direspon
dengan pengeluaran berbagai mediator inflamasi yang akan menimbulkan persepsi
nyeri. Mekanisme nyeri merupakan proteksi yang bertujuan untuk mencegah

pergerakan sehingga proses penyembuhan dimungkinkan. Salah satu bentuk proteksi


adalah spasme otot, yang selanjutnya dapat menimbulkan iskemia.
Nyeri yang timbul dapat berupa nyeri inflamasi pada jaringan dengan
terlibatnya berbagai mediator inflamasi; atau nyeri neuropatik yang diakibatkan lesi
primer pada sistem saraf.
Iritasi neuropatik pada serabut saraf dapat menyebabkan 2 kemungkinan.
Pertama, penekanan hanya terjadi pada selaput pembungkus saraf yang kaya
nosiseptor dari nervi nevorum yang menimbulkan nyeri inflamasi. Nyeri dirasakan
sepanjang serabut saraf dan bertambah dengan peregangan serabut saraf misalnya
karena pergerakan. Kemungkinan kedua, penekanan mengenai serabut saraf. Pada
kondisi ini terjadi perubahan biomolekuler di mana terjadi akumulasi saluran ion Na
dan ion lainnya. Penumpukan ini menyebabkan timbulnya mechano-hot spot yang
sangat peka terhadap rangsang mekanikal dan termal. Hal ini merupakan dasar
pemeriksaan Laseque.
ETIOLOGI
Ischialgia

timbul

karena

terangsangnya

serabut-serabut

sensorik dimana nervus ischiadicus berasal yaitu radiks posterior


L4,

L5,

S1,

S2,

S3.

Penyebab ischialgia dapat dibagi dalam :


1.

Ischialgia diskogenik, biasanya terjadi pada penderita hernia

nukleus pulposus (HNP).


2. Ischialgia mekanik terbagi atas :

Spondiloarthrosis defermans.
Spondilolistetik.
Tumor .
Fraktur corpus lumbosakral.
Fraktur pelvis, radang atau neoplasma pada alat- alat dalam
rongga panggul sehingga menimbulkan tekanan pada pleksus
lumbosakralis.
3. Ischailgia non mekanik (medik) terbagi atas:
Radikulitis tuberkulosa
Radikulitas luetika
Adhesi dalam ruang subarachnoidal
Penyuntikan obat-obatan dalam nervus ischiadicus
Neuropati rematik, diabetik dan neuropati lainnya.
GEJALA YANG DI TIMBULKAN ISCHIALGIA
Sciatica atau ischialgia biasanya mengenai hanya salah satu sisi. Yang bisa
menyebabkan rasa seperti ditusuk jarum, sakit nagging, atau nyeri seperti ditembak.
Kekakuan kemungkinan dirasakan pada kaki. Berjalan, berlari, menaiki tangga, dan
meluruskan kaki memperburuk nyeri tersebut, yang diringankan dengan menekuk
punggung atau duduk.

Gejala yang sering ditimbulkan akibat Ischialgia adalah:


Nyeri punggung bawah
Nyeri daerah bokong
Rasa kaku/ terik pada punggung bawah
Nyeri yang menjalar atau seperti rasa kesetrum, yang di rasakan daerah
bokong

menjalar ke daerah paha, betis bahkan sampai kaki, tergantung

bagian saraf mana yang terjepit.

Rasa nyeri sering di timbulkan setelah melakukan aktifitas yang berlebihan,


terutama banyak membungkukkan badan atau banyak berdiri dan berjalan.
Rasa nyeri juga sering diprovokasi karena mengangkat barang yang berat.
Jika dibiarkan maka lama kelamaan akan mengakibatkan kelemahan
anggota badan bawah/ tungkai bawah yang disertai dengan mengecilnya otototot tungkai bawah tersebut.
Dapat timbul gejala kesemutan atau rasa baal.
Pada kasus berat dapat timbul kelemahan otot dan hilangnya refleks tendon
patella (KPR) dan Achilles (APR).
Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan defekasi,
miksi dan fungsi seksual. Keadaan ini merupakan kegawatan neurologis yang
memerlukan tindakan pembedahan untuk mencegah kerusakan fungsi
permanen.
Nyeri bertambah dengan batuk, bersin, mengangkat

CARA PENYEMBUHAN PENYAKIT ISCHIALGIA


Penatalaksanaan penyakit ischialgia yaitu sebagai berikut :
1. Obat obatan : analgetik, NSAID, muscle relaxan, dsb.
2. Program Rehabilitasi Medik.
3. Operasi : di lakukan pada kasus yang berat/ sangat mengganggu
aktifitas dimana dengan obat obatan dan Program Rehabilitasi Medik
tidak membantu.
Hindari banyak membungkukkan badan.
Hindari sering mengangkat barang-barang berat.
Segera istirahat jika telah merasakan nyeri saat berdiri atau berjalan.

Saat duduk lama diusahakan kaki disila bergantian kanan dan kiri
atau
menggunakan kursi kecil untuk menumpu kedua kaki.
Saat menyapu atau mengepel lantai pergunakan gagang sapu atau
pel yang panjang, sehingga saat menyapu atau mengepel punggung
tidak membungkuk.
Jika hendak mengambil barang dilantai, usahakan punggung tetap
lurus, tapi tekuk kedua lutut untuk menggapai barang tersebut.
Lakukan Back Exercise secara rutin, untuk memperkuat otot-otot
punggung sehingga mampu menyanggah tulang belakang secara baik
dan maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Breivik E. K., Bjornsson G. A. and Skovlund E. A Comparison of Pain Rating


Scales by Sampling From Clinical Trial Data. http://cat.inist.fr/?
aModele=afficheN&cpsidt=1306482. 2000.

Lumbantobing.Neurologi

Mental.FKUI.Jakarta.2008.
Mahar Mardjono. Neurologi Klinis Dasar. Cetakan ke -11. PT.Dian Rakyat.
Jakarta.2006

Klinik

Pemeriksaan

Fisik

dan