Anda di halaman 1dari 22

Mata Kuliah

Praktikum Kartografi Dasar

Dosen Pengampu:
Alfi Nur Rusydi, S.Si., M.Sc.

Jurusan Geografi
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang
2014

Representasi Relief
Tujuan: Mampu menggambarkan bentuk relief
dengan metode garis kontur dan menyajikan
kesan tiga dimensinya dengan teknik hill shading,
layer shading, dan blok diagram
Alat dan Bahan:

Guide map
Alat tulis dan gambar
Kertas kalkir
Drawing pen
Sablon huruf
Kertas milimeter

Relief ialah suatu konfigurasi nyata dari


permukaan bumi, yaitu perbedaan-perbedaan
dalam ketinggian dan kemiringan permukaan
bumi.
Relief direpresentasikan dengan cara membuat
garis yang menghubungkan titik-titk yang ada di
permukaan bumi yang memounyai ketinggian
sma (garis tersebut disebut garis kontur).
Dan cara demikian disebut Contouring

Pembuatan garis kontur pada prinsipnya


dilakukan secara logika yaitu dengan cara
interpolasi terhadap titik hasil pengukuran di
lapangan (karena tidak mungkin semua titik di
lapangan kita lakukan pengukuran langsung
ketinggiannya).

Interval kontur adalah jarak vertikal antara dua


garis ketinggian yang ditentukan berdasarkan
skalanya.
Rumus interval kontur: 1/2000 x skala peta
Kontur biasanya digambarkan dalam bentuk
garis-garis utuh yang kontinyu (biasanya
berwarna coklat/orange)
Setiap kontur keempat atau kelima (tergantung
pada intervalnya) dibuatlah indeks, dan
digambarkan dengan garis yang tebal.

Kontur indeks dimaksudkan untuk membantu


pembacaan kontur dan menghitung kontur
untuk menentukkn tinggi.
Angka ketinggian kontur diletakkan pada
bagian kontur yang diputus dan diurutkan
sedmikian rupa agar terbaca dengan
kemiringan ke arah atas (lebih tinggi).

Sifat-sifat Garis Kontur


Garis-garis kontur saling melingkari satu sama lain
dan tidak akan saling berpotongan
Garis kontur pada bukit atau cekungan
membentuk garis-garis kontur yang menutupmelingkar
Menjorok ke arah hulu jika melewati sungai
Tidak tergambar jika melewati bangunan
Pada daerah yang sangat curam, garis kontur
lebih rapat dan pada daerah yang landai, garis
kontur lebih jarang

Pada daerah yang sangat curam, garis-garis


kontur membentuk satu garis.
Garis kontur pada lembah yang sempit
membentuk huruf V yang menghadap ke
bagian yang lebih rendah, dan garis kontur
pada punggung bukit yang tajam membentuk
huruf V yang menghadap ke bagian yang lebih
tinggi.

Garis kontur harus menutup pada dirinya


sendiri
Dua garis kontur yang mempunyai ketinggian
sama tidak dapat dilanjutkan menjadi satu
garis kontur.

Interval dan Indeks Kontur


Skala Peta

Interval Kontur

Indeks Kontur

1:10.000

5 meter

25 meter

1:25.000

12,5 meter

50 meter

1:50.000

25 meter

100 meter

1:100.000

50 meter

200 meter

1:250.000

100 meter

500 meter

Jenis Interpolasi
Interpolasi linier
Cara interpolasi garis kontur menggunakan garis
perhitungan pada garis

Interpolasi secara grafis


Membagi garis menggunakan garis lain dengan
ukuran lebih mudah lalu digaris dengan
menggunakan prinsip garis sejajar untuk
mendapatkan garis yang sebanding

Kegunaan Garis Kontur


Mengetahui bentuk lereng
Mengetahui besarnya kemiringan lereng
Menunjukkan bentuk relief
Semakin rapat garis kontur, maka bentuk lereng
di daerah tersebut menunjukkan bentuk lereng
yang terjal dan curam atau sebaliknya.

Kesan 3 Dimensi
Untuk mengesankan 3 dimensi dalam
representasi relief, maka dipakai teknik:
Hill shading (memberi bayangan pada suatu
gambaran relief pada garis kontur
Layer shading (menggunakan prinsip skala warna
untuk mencerminkan ketinggian.

Blok Diagram

Cara Kerja
Menggambarkan garis kontur dari guide map
yang berisi sebaran titik-titk hasil pengukuran di
lapangan dengan cara logical contouring dengan
menggunakan interpolasi linier. Interval
contour=12.5
Menggambarkan kesan tiga dimensi dengan cara
hill shading, layer shading, dan blok diagram pada
kertas HVS dan blok diagram digambarkan pada
kertas kalkir.
Memberi pembahasan.

Hasil Praktikum
Blok diagram pada kertas kalikir
Gambar kesan tiga dimensi dengan cara hill
shading, layer shading, dan blok diagram pada
kertas HVS