Anda di halaman 1dari 2

5.a.

Denaturasi protein adalah kondisi di mana struktur sekunder, tersier


maupun kuartener dari suatu protein mengalami modifikasi tanpa ada
pemecahan ikatan peptida. Jika suatu larutan protein, misalnya albumin
telur, dipanaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60-70C, lambat
laun larutan itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koagulasi
atau penggumpalan. Protein yang telah terkoagulasi tidak dapat larut lagi
pada pendinginan. Perubahan seperti itu disebut denaturasi protein.
Denaturasi protein juga dapat disebabkan perubahan pH yang ekstrim
oleh beberapa zat pelarut seperti alkohol atau aseton, beberapa zat
terlarut seperti urea, lalu oleh detergen, logam berat, ataupun oleh
pengguncangan yang intensif.
c. ketiga, penambahan pelarut organik tertentu seperti etanol dan aseton
kedalam larutan protein dalam air akan menyebebkan berkurangnya
kelarutan protein, sehingga memungkinkan pengandapannya. Kejadian ini
disebabkan oleh kelarutan protein yang pada pH dan kekuatan ion
tertentu merupakan fungsi konstanta dielektrik daripada medium, dan
adanya kecenderungan menurunnya hidratasi gugus ion dengan
masuknya pelarut organik tersebut; keempat, temperatur , dalam batasbatas tertentu mempengaruhi kelarutan protein. Pada umumnya kelarutan
naik pada suhu yang lebih tinggi (0o-40oC). pada suhu diatas 40oC
kebanyakan protein menjadi tidak mantap dan mulai mengalami
denaturasi.
d. Berbagai protein globular mempunyai daya kelarutan yang berbeda
didalam air. Variabel yang mempengaruhi kelarutan ini adalah: pertama,
pengaturan protein dari campuran dengan pengaturan pH didasarkan
pada harga pH isoelektrik yang berbeda-beda untuk tiap macam protein.
Pada pH isoelektriknya beberapa protein akan mengendap dari larutan,
sehingga dengan cara pengaturan pH larutan, masing-masing protein
dalam campuran dapat dipisahkan satu dari yang lainnya dengan teknik
yang disebut penendapan isoelektrik; kedua, penambahan garam
didasarkan pada oengaruh yang berbeda daripada penambahan garam
tersebut pada kelarutan beberapa protein globular. Proses ini disebut saltin, dan tidak dipengaruhi oleh garam netral, tetapi dipengaruhi oleh
konsentrasi dan jumlah muatan pada tiap ion dalam lartuan. Dalam proses
ini garam divalen seperti MgCl2 dan MgSO4 lebih efektif daripada garam
monovalen seperti NaCl, dan KCl;
4. Karakteristik sisi aktif enzim
merupakan bagian kecil dari enzim
sisi aktif merupakan suatu cekukan yang bersifat 3 dimensi.
Yang memberikan linkungan mikro yg sesuai utk terjadinya suatu reaksi kimia
substrat terikat pada sisi aktif dengan interaksi / ikatan yang lemah.
Spesifitas enzim dipengaruhi oleh asam amino yg menyusun sisi aktif suatu enzim

Jawaban lain ; enzim memberikan suatu lingkungan spesifik di dalam sisis aktifnya, sehingga
reaksi energetik dapat ebih muda terjadi.
6.g.
h. Suatu katalis adalah suatu agen kimiawi yang mengubah laju reaksi tanpa
harus dipergunakan oleh reaksi itu. Daerah yang mengandung residu katalitik
yang akan mengikat substrat dan kemudian menjalani reaksi ini dikenal sebagai
tapak aktif.
i. Enzim mempunyai sifat spesifitas yang menyebabkan enzim sangat memilih
substrat yang akan dikenali, diikat dan diolah lebih lanjut
j.