Anda di halaman 1dari 9

PERSONAL

DEVELOPMENT
Pertemuan ke 3
Roro Retno Wulan

SIKAP
Sikap adalah kesiapsiagaan mental yang diperoleh melalui proses
belajar dan dibentuk melalui pengalaman, serta mempunyai
pengaruh tertentu terhadap cara tanggap seseorang terhadap
orang lain, objek dan situasi yang berhubungan dengannya.
Dengan kata lain sikap membentuk perasaan positif atau negatif
yang dimiliki seseorang terhadap siapa atau apa yang dihadapinya.
Definisi tersebut mengimplikasikan 4 hal :
a) Sikap relatif menetap
b) Sikap merupakan hasil proses belajar dan dibentuk oleh
pengalaman
c) Sikap menentukan kecenderungan seseorang terhadap segi
tertentu dari dunia ini (agama, pemerintahan, partai politik,
pajak dan sebagainya)
d) Sikap memberikan dasar emosional dalam hubungan antar
pribadi

KOMPONEN SIKAP

KESEHATAN MENTAL

Zakiyah Darajat (1975) :Terwujudnya


keharmonisan yang sungguh-sungguh antara
fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai
kesanggupan untuk menghadapi problemproblem biasa yang terjadi, dan merasakan
secara positif kebahagiaan dan kemampuan
dirinya.
Kesehatan mental dapat juga diartikan sebagai
Suatu kondisi yang memungkinkan
perkembangan fisik, intelektual dan emosional
yang optimal dari seseorang dan perkembangan
itu selaras dengan perkembangan orang lain.

DADANG HAWARI (PR, 19-1-1995) MENGEMUKAKAN


PENDAPAT WHO BAHWA ADA DELAPAN KRITERIA JIWA
(MENTAL) YANG SEHAT, YAITU SEBAGAI BERIKUT :

CIRI-CIRI MENTAL YANG TIDAK


SEHAT:
Perasaan tidak nyaman (

ASPEK PRIBADI
a. Fisik

a.

a.

Psikis

Sosial

a.
b.

KARAKTERISTIK
Perkembangannya normal.
Berfungsi untuk melakukan tugas-tugasnya.

c.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Sehat, tidak sakit-sakitan.


Respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
Memiliki insight dan rasa humor.
Memiliki respons emosional yang wajar.
Mampu berpikir realistik dan objektif.
Terhindar dari gangguan-gangguan psikologis.
Bersifat kreatif dan inovatif.
Bersifat terbuka dan fleksibel, tidak difensif.

h.

Memiliki perasaan bebas (sense of freedom) untuk

a.

Memiliki perasaan empati dan rasa kasih sayang (affection)


terhadap orang lain, serta senang untuk memberikan
pertolongan
kepada
orang-orang
yang memerlukan
pertolongan (sikap altruis).
Mampu berhubungan dengan orang lain secara sehat, penuh
cinta kasih dan persahabatan.
Bersifat toleran dan mau menerima tanpa memandang kelas
sosial, tingkat pendidikan, politik, agama, suku, ras, atau warna
kulit

b.
c.

a.

Moral Religius

a.

Beriman kepada Allah, dan taat mengamalkan ajaranNya.

b.

Jujur, amanah (bertanggung jawab), dan ikhfas dalam beramal.

SEKIAN & TERIMA KASIH


Bandung 2014