Anda di halaman 1dari 4

A.

1.
2.
3.
4.

KOMPETENSI DASAR
Mendeskripsikan pengertian habitat dan relung.
Menjelaskan macam-macam habitat; habitat air tawar, laut, eustaria, dan daratan.
Menjelaskan faktor-faktor abiotik
Mendeskripsikan macam-macam faktor abiotik.

B. HABITAT
Pada dasarnya mahkluk hidup menempati suatu lingkungan yang dapat mendukung
kelangsungan hidupnya, inilah yang dinamakan dengan habitat. Sehingga habitat ini
merupakan bagian dari ekosistem yang menjadi tempat yang paling cocok dengan spesies
tersebut. Habitat juga dapat menunjukkan suatu tempat yang diduduki oleh seluruh
komunitas.
Lebih luas dari habitat, dikenal pula istilah relung. Relung atau niche merupakan
sebuah istilah yang lebih luas lagi tidak hanya ruang fisik dalam ekosistem tetapi juga
peranan fungsional di dalam masyarakatnya serta posisinya di dalam gradien suhu,
kelembaban, pH, tanah dan keadaan lainnya (Odum, 1996: 291).
Demikianlah dalam mengkaji organisme, habitat merupakan permulaan untuk
mengkaji organisme. Untuk mengetahui betul statusnya dalam ekosistem, kita perlu
mengetahui kegiatannya, sumber pangan energinya, laju metabolisme dan pertumbuhannya,
dan penagruhnya terhadap organisme lain.
Menurut Odum (1971), secara umum ada beberapa macam habitat di alam biosfer.
Empat macam habitat itu antara lain habitat air tawar, habitat air laut, habitat eustuaria, dan
habitat daratan.
1. Habitat Air Tawar
Habitat akuatik adalah keadaan air sebagai faktor eksternal sekaligus merupakan
medium internal. Habitat air tawar dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Air tergenang (habitat lentik) yang berarti keadaan airnya tenang, misalnya danau,
kolam, rawa.
b. Air mengalir (habitat lotik), misalnya mata air, aliran air, sungai.
Habitat air tawar menempati daerah yang relatif kecil pada permukaan bumi,
dibandingkan dengan habitat laut dan daratan. Air tawar memiliki salinitas kurang dari 1%.
2. Habitat Air Laut
Laut mempunyai kadar mineral yang tinggi, misalnya ion klorida (Cl) terbanyak
sekitar 55%, sehingga salinitas pada air laut cukup tinggi. Aspek laut yang dikaji dalam
ekologi adalah sebagai berikut: (i) Laut itu luas, mencakup 70% dari permukaan bumi; (ii)
Laut itu dalam, dan kehidupan berlangsung pada setiap kedalaman; (iii) Laut itu sambungmenyambung, tidak terpisah seperti habitat daratan atau air tawar; (iv) Laut adalah sirkulasi

berkesinambungan, perbedaan temperatur udara antara kutub dan khatulistiwa menyebabkan


angin bertiup kencang dan bersama dengan putaran bumi menimbulkan arus tertentu.
3. Habitat Eustuaria
Eustuaria dapat dianggap sebagai zona transisi atau ekotone antara habitat air tawar
dan habitat air laut, namun memiliki kelengkapan fisika dan biologi yang unik. Berdasarkan
sudut geomorfologi, ada empat subdivisi eustuaria, yaitu:
a. Lembah sungai yang tergenang, berkembang di sepanjang garis pantai dengan dataran
pantai yang relatif rendah dan lebar.
b. Eustuaria jenis fyord, merupakan pantai yang dalam berbentuk U melesak ke bawah
karena pengaruh glasial.
c. Eustuaria bentukan tanggul, merupakan cekungan yang dangkal, sebagian tergenang
pada saat air surutt, tertutup tanggul lepas pantai atau pulau penghalang dan terpotong
oleh jalan air.
d. Eustuaria bentukan proses tektonik, merupakan pantai yang menurun terbentuk oleh
adanya kelainan geologi disertai masuknya sejumlah besar air tawar.
4. Habitat Daratan
Habitat daratan berupa tanah sebagai tempat tinggal makhluk hidup. Contohnya
seperti hutan hujan tropis, tundra, taiga, pegunungan, perkebunan, dan lain sebagainya.
Komposisi tanah di setiap daerah berbeda-beda.
C. FAKTOR-FAKTOR ABIOTIK
Faktor abiotiik adalah faktor lingkungan yang mendukung kelangsungan hidup bagi
makhluk hidup (organisme) di alam. Faktor abiotik ini berupa tanah, air, angin, cahaya
matahari, suhu, dan kelembaban (Leveque, 2003).
1. Tanah (Leveque, 2003)
Tanah merupakan hasil interaksi antara lapisan litosfer dengan atmosfer dan biosfer.
a. Pedogenesis
Genesis tanah berasal dari bebatuan dengan melibatkan dua proses yang berbeda,
yaitu:
i. Perubahan bebatuan yang disebabkan oleh air, suhu, dan organisme hidup. Kerusakan
dan penguraian bebatuan akibat dari fragmentasi dan transformasi komponen menjadi
mineral yang leih sederhana.
ii. Kontribusi bahan organik dari makhluk hidup. Secara berangsur-angsur kumpulan
vegetasi menghancurkan bebatuan dan meningkatkan produksi senyawa organik dalam
bentuk reruntuhan.
b. Karakteristik Tanah secara Fisika dan Kimia
Struktur tanah tergantung pada partikel penyusunnya. Ketika koloidal organik dan
partikel mineral bersatu maka akan terbentuk kumpulan partikel besar. Dalam kasus lain,

partikel terdispersi dan elemen tanah akan tetap ada. Pada kasus pertama, strukturnya disebut
aggregate. Pada kasus kedua, strukturnya disebut particulate.
2. Temperatur/Suhu (Leveque, 2003)
Temperatur berpengaruh terhadap kecepatan proses biologi. Untuk beberapa
organisme, umumnya memiliki suhu optimal dimana aktivitas biologi dapat bekerja secara
maksimal dan pada temperature maksimal organisme dapat mati. Panas pada umumnya
menyebabkan keadaan degradasi irreversible protein dan pada suhu dingin menyebabkan
kematian dengan pengkristalan air yang terkandung dalam jaringan dan sel. Suhu berkaitan
erat dengan proses adaptasi.
3. Cahaya Matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global, karena kebaradaan cahaya
matahari menentukan suhu. Sinar matahari berperan penting bagi tumbuhan sebagai sumber
energi pada proses fotosintesis.
4. Angin (Leveque, 2003)
Angin berasal dari perbedaan tekanan permukaan bumi. Tekanan ini merupakan hasil
dari adanya panas atau temperatur. Udara berperan penting dalam siklus air, dimana angin
dapat meningkatkan penguapan yang membutuhkan energi dan sebagai energi pendingin.
5. Kelembaban
Kelembaban udara merupakan jumlah atau banyaknya uap air yang terkandung dalam
atmosfer pada waktu dan tempat tertentu. Kelembaban ini dapat berubah tergantung waktu
dan tempat. Setiap organisme memiliki kelembaban optimum, ada yang hidup pada
kelembaban tinggi dan ada pula yang hidup pada kelembaban rendah.
6. Air (Leveque, 2003).
Air merupakan faktor penting dalam berbagai elemen di ekosistem, namun
ketersediaanya bervariasi pada berbagai habitat. Air merupakan faktor erosi dan vector
transport partikel dan elemen. Air berperan sebagai faktor primer produktivitas ekosistem
darat, karena pada umumnya membutuhkan jumlah air yang banyak untuk tumbuh dan
bertahan. Bagi tumbuhan, air berperan dalam proses perkecambahan, penyebaran biji, dll. Air
juga diperlukan sebagai bahan minum bagi hewan dan manusia.

D. DAFTAR PUSTAKA
Leveque, Christian. 2003. Ecology: From Ecosystem to Biosphere. USA: Science Publishers,
Inc.
3

Odum, E. P. 1996. Dasar-dasar Ekologi Edisi Ketiga. Yogyakarta: UGM Press.