Anda di halaman 1dari 13

Isu-isu dalam

Manajemen Teknologi
dan Inovasi

Peran Manajer Stretegis

Seiring dengan semakin ketatnya persaingan dan siklus pengembangan produk


yang semakin cepat, maka teknologi dan inovasi harus lebih ditekankan oleh
pihak manajemen puncak.

Manajer strategis berkewajiban tidak hanya mengembangkan produk baru,


tetapi juga mengembangkan sistem yang menjamin efektifitas teknologinya
agar sesuai dengan benak para pelanggan.

Pengamatan Lingkungan

Lingkungan eksternal yang bersifat dinamis atau selalu berubah akan


mempengaruhi eksistensi suatu produk di pasar.

Perusahaan harus melalukan pengamatan dalam melihat kondisi pasar.


Kemudian perusahaan dapat mengambil kebijakan akan melakukan terobosanterobosan apa dalam teknologi dan inovasi perusahaan, dimana teknologi
baru tersebut lebih efektif dan dianggap mampu mengganti tekonologi yang
sudah ada sekarang dengan biaya yang lebih rendah dan memberikan kualitas
tinggi, sehingga dapat mengubah basis persaingan dalam sebuah industri.

Pengamatan Internal

Pengamatan ini digunakan manajer strategis dalam menilai kemampuan


perusahaan untuk melakukan inovasi secara efektif dalam menjawab
pertanyaan berikut:

Apakah perusahaan sudah mengembangkan sumber daya untuk mecoba ide-ide


baru?

Apakah para manajer diberi kesempatan untuk bereksperimen atas produk atau
jasa yang dihasilkan perusahaan?

Apakah lebih menekankan ide-ide baru atau mempertahankan keyakinan lama?

Manajer strategis juga menilai seberapa efektif pengelolaan sumber daya oleh
perusahaan, melakukan evaluasi kemampuan organisasi untuk
mengembangkan dan mentransfer teknologi baru secara tepat waktu sehingga
dapat menghasilkan produk yang inovatif.

Alokasi Sumber Daya

Manajer stretegis harus mampu menyediakan sumber daya yang diperlukan


oleh perusahaan. Penelitian mengungkapkan bahwa konsistensi antara
strategi R&D dan alokasi sumber daya disemua lini mampu meningkatkan
kinerja perusahaan dalam mengembangkan sinergi antara lini produk dan unit
bisnisnya dengan lebih baik.

Waktu yang Tepat untuk Memasuki Pasar

Selain uang, pertimbangan lain yang penting dalam pengelolaan perusahaan


adalah faktor waktu. Dengan persaingan yang begitu ketat dan perubahan
yang sangat cepat, perusahaan dituntut cermat dalam memanfaatkan waktu
dalam memasarkan produknya.

Dalam hal ini dibutuhkan inovasi dan perkembangan teknologi yang mampu
membuat kinerja perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Siklus produk yang awalnya berlangsung lama akan menjadi lebih cepat
karena tingkat persaingan yang tinggi dan perubahan yang terjadi sangat
cepat.

Pengaruh Diskontinuitas Teknologi

Diskontinuitas teknologi adalah penggantian teknologi lama dengan teknologi


baru yang lebih baik.

Manajer strategis harus menentukan kapan melepas teknologi yang dipakai


saat ini dan kapan perusahaan harus mengembangkan teknologi baru

Cara manajer strategis dalam menghadapi penggantian teknologi


1.

Mencari sumber-sumber teknologi yang baru

2.

Membangun komitmen dalam melepas teknologi lama diganti dengan teknologi


baru

3.

Mengalokasikan sumber daya untuk perbaikan teknologi lama yang masih bisa
digunakan sampai investasi teknologi baru bisa dipakai

R&D Produk vs Proses

Proporsi orientasi terhadap proses maupun produk dalam strategi R&D


cenderung bervariasi selama daur hidup produk.

Inovasi produk merupakan atribut fisik dan kapabilitas produk yang akan
mempengaruhi kinerja keuangan. Untuk itu, perusahaan harus mampu
mengembangkan teknologi yang mampu memfasilitasi inovasi terkait produk
menjadi lebih baik.

Sedangkan inovasi proses adalah proses perbaikan fasilitas pemanufakturan,


peningkatan kualitas produk serta percepatan distribusi dalam
mempertahankan manfaat ekonomis produk. Perusahaan harus mampu
menciptakan terobosan teknologi yang mampu menekan biaya proses produksi
menjadi lebih efisien.

Pengadaan Teknologi

Dalam situasi saat ini, dimana daur hidup inovasi semakin pendek dan adanya persaingan
yang ketat, perusahaan akan cenderung melakukan diskontinuitas teknologi dengan
membeli teknologi dari pihak lain untuk dapat bertahan hidup. Ini bisa dilakukan dengan
kerjasama dengan pihak lain dengan bentuk kerjasama strategis.

Perusahaan harus membeli teknologi yang bersifat umum, dan membuat teknologi yang
langka, berharga, sulit ditiru dan tidak mempunyai pengganti. Teknologi yang berasal dari
luar harus seperti berikut:

Teknologi bersignifikansi kecil terhadap keunggulan kompetitif perusahaan.

Pemasok mempunyai keunggulan kompetitif

Teknologi pemasok lebih baik dan mudah dintegrasi dengan teknologi perusahaan

Strategi perusahaan cenderung menekankan aspek desain, pemasaran dan distribusi

Proses pengembangan teknologi mensyaratkan adanya keahlian khusus

Proses pengembangan teknologi mensyaratkan adanya sumber daya dan orang baru

Mengembangkan budaya kewirausahaan


yang inovatif

Untuk menjadi perusahaan yang inovatif, perusahaan harus bersifat fleksibel,


mampu menerima perubahan, dan bersedia menerima kegagalanuntuk meraih
sukses serta tebuka terhadap alih teknologi baru kedalam produk dan
aktivitas perusahaan.

Pendekatan yang dilakukan perusahaan yaitu, dengan cara

1.

Perusahaan mempunyai komitmen terhadap hasil proyek lebih dari inovasi


secara umum.

2.

Karyawan bertanggung jawab ats semua aktivitas fungsional dan semua proses
inovasi.

Mengorgansasi inovasi : kewirausahaan


korporasi

Kewirausahaan korporasi, merupakan munculnya bisnis baru dalam organisasi melalui inovasi atau
pengembangan unit bisnis baru dan transpormasi organisasi melalui ide-ide terhadap unsur pokok
organisasi.

Alternatif rancangan organisasi kewirausahaan korporasi

1.

Integrasi langsung

2.

Departemen bisnis baru

3.

Unit bisnis baru

4.

Departemen bisnis baru mikro

5.

Defisi bisnis baru

6.

Unit bisnis independent

7.

Kontrak berkelanjutan

8.

Kontrak

9.

Melepas total

Evaluasi dan pengendalian

Evaluasi dan pengendalian yang dilakukan oleh perusahaan memfokuskan


pada tiga ukuran kesuksesan
1.

Perbaikan ahli teknologi keunit bisnis

2.

Percepatan waktu hingga produk sampai di pasar untuk proses produk baru

3.

pelembagaan partisipasi lintas fungsional dalam aktivitas

13 praktik terbaik dalam aktivitas R&D


1.

Memahami strategi unit bisnis dan korporasi dan mengkomunikasikannya secara jelas

2.

Memahami teknologi utama dan mengkomunikasikannya dalam aktivitas R&D

3.

Melakukan investasi untuk mengembangkan kapabilitas R&D secara multinasional dengan mengambil ide yang
muncul dimanapun

4.

Pendanaan penelitian murni diperoleh dari sumber korporasi untuk menjamin fokus jangka panjang dan
pendanaan untuk pengembangannya berasal dari unit bisnis untuk menjamin adanya pertanggungjawaban

5.

Penelitian murni dan terapan dilakukan difasilitas pusat korporasi maupun tersebar dibeberapa laboratorium
kecil masing-masing memfokuskan kepada disiplin ilmu maupun teknologi aktivitas teknologi biasanya
dijalankan di lokasi unit bisnis

6.

Membentuk tim formal untuk lintas fungsional untuk proyek murni terapan dan pengembangan

7.

Mengadakan mekanisme formal untuk mengatur hubungan sehari-hari diantara ilmuwan dan antara R&D
dengan fungsi lain

8.

Menggunakan alat-alat analisis untuk memilih dan mengevaluasi kelayakn proyek

9.

Alih teknologi ke dalam unit bisnis merupakan parameter paling penting dari kinerja R&D

10.

Ukuran efektif dari pengembangan karir pada semua level R&D

11.

Merekrut orang-orang baru dari berbagai universitas dan perusahaan lain jika pengembangan keahlian atau
pengalaman tertentu secara internal membutuhkan waktu lama

12.

Beberapa penelitian murni dijalankan secara nternal tetapi tidak menutup kemungkian kerjasam dengan pihak
universitas lainnnya

13.

Menggunakan mekanisme formal untuk memonitor pengembangan teknologi diluar perusahaan