Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

Keputihan merupakan salah satu masalah yang banyak dikeluhkan wanita mulai dari
usia muda sampai usia tua. Lebih dari sepertiga penderita yang berobat ke klinik-klinik
ginekologi di Indonesia mengeluh adanya keputihan (fluor albus) dan lebih dari 80%
diantaranya adalah yang patologis. Keputihan yang patologis diakibatkan oleh infeksi pada
alat reproduksi bagian bawah atau pada daerah yang lebih proksimal, yang bisa disebabkan
oleh infeksi gonokokkus, trikomonas, kandida dan klamidia. Penularannya dapat terjadi
melalui

hubungan

seksual.

Keputihan

patologis

dapat

juga

disebabkan

oleh

neoplasma/keganasan, benda asing, menopause, dan erosi. Keputihan fisiologis dapat terjadi
pada bayi baru lahir, saat menars, saat ovulasi, karena rangsangan seksual, kehamilan,
mood/stress, penggunaan kontrasepsi hormonal, pembilasan vagina yang rutin.1
Penelitian secara epidemiologi, keputihan patologis dapat menyerang wanita mulai
dari usia muda, usia reproduksi sehat maupun usia tua dan tidak mengenal tingkat
pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya, meskipun kasus ini lebih banyak dijumpai pada
wanita dengan tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah. Dalam program keluarga
berencana keputihan juga merupakan salah satu efek yang sering dikeluhkan oleh akseptor
pemakai kontrasepsi hormonal dan IUD, namun masih dianggap steril (fisiologis). Keputihan
juga sering merupakan komplikasi yang dikeluhkan oleh penderita diabetes mellitus dan
pemakai kortikosteroid atau antibiotik dalam waktu lama.1
Masalah keputihan ini bagi wanita terasa sangat mengganggu baik dalam
kehidupannya sehari-hari maupun dalam hubungan dengan suami. Rasa tidak nyaman,
ketidaktentraman bekerja, rasa rendah diri, cemas akan kemungkinan kanker, publikasi atau
cerita tetangga atau teman di kantor tentang akibat adanya keputihan ini menyebabkan
sebagian kecil wanita mencari pertolongan pada dokter tetapi sebagian lagi berusaha mencari
kesembuhan dengan pengobatan tradisional seperti dibasuh dengan air sirih dan minum
ramuan jamu. Kendala yang dihadapi oleh para wanita dan para dokter adalah seringnya
dijumpai kasus yang kronis karena ketidaktahuan dari wanita dan terapinya tidak adekuat.
Keputihan atau leukorea merupakan keluhan dari alat kandungan yang banyak
ditemukan di poliklinik KIA, Kebidanan dan Kulit Kelamin. Frekuensi keputihan di bagian
Ginekologi RSCM Jakarta adalah sebanyak 2,2%. Keluhan ini terutama banyak diderita oleh
kaum wanita yang telah menikah, dari yang mengira bukan merupakan suatu penyakit sampai

yang dapat berakibat ketidak-harmonisan rumah tangga, bahkan fatal. Umumnya mereka
datang berobat bila disertai rasa gatal dan atau rasa sakit yang sangat, karena fluor albus
dinilai merupakan sesuatu yang sangat pribadi atau memalukan.2
Keputihan (fluor albus) merupakan masalah yang sangat besar bagi wanita. Sebagian
besar keputihan disebabkan oleh golongan jamur kandida meskipun dapat disebabkan oleh
mikroorganisme yang lain seperti kuman gonococus, herpes genitalis, dan sebagainya.3
Sebelum pubertas, normalnya perempuan tidak memiliki keputihan, kecuali jika
terjadi infeksi atau iritasi vagina. Setelah pubertas, estrogen (hormon wanita) menyebabkan
vagina memproduksi sekret (cairan) yang menjaga tetap lembab dan bersih. Cairan ini keluar
dari vagina sebagai duh tubuh vagina (keputihan). Setelah menopause, kadar estrogen
menurun dan keputihan juga akan menurun.4
Di Puskesmas Kecamatan Kembangan terdapat setidaknya 40 orang yang mengeluh
keputihan di bulan november 2014 dan mengalami peningkatan pada bulan desember, yaitu
mencapai 44 orang. Melihat tingginya angka prevalensi keputihan pada perempuan yang
menikah terutama pada Puskesmas Kecamatan Kembangan, maka peneliti tertarik untuk
melihat adanya hubungan antara hygiene personal dengan angka kejadian keputihan pada
wanita yang sudah menikah di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan.
I. 2. Perumusan Masalah
I. 2. 1. Pernyataan masalah
Tingginya angka prevalensi keputihan yang dialami perempuan yang menikah di
wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan periode 8 Desember 2014 31 Januari
2015.

I. 2. 2. Pertanyaan masalah
1.

Berapa jumlah pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan Kembangan periode


dengan 8 Desember 2014 31 Januari 2015 keluhan keputihan?

2.

Dari antara pasien yang mengeluh keputihan, berapakah jumlah pasien yang datang ke
Puskesmas Kecamatan Kembangan periode 8 Desember 2014 31 Januari 2015 yang

menderita keputihan patologis?


3. Apakah ada hubungan antara perilaku hygiene personal, coital dan menstrual dengan
angka kejadian timbulnya keputihan patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas
Kecamatan Kembangan periode 1 November-12 Desember 2014?
4. Apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan angka kejadian timbulnya
keputihan patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan Kembangan
periode 1 November-12 Desember 2014?
5. Apakah ada hubungan antara diabetes melitus dengan angka kejadian timbulnya
keputihan patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan Kembangan
periode 1 November-12 Desember 2014?
6. Apakah ada hubungan antara stress dengan angka kejadian timbulnya keputihan patologis
pada pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan Kembangan periode 1 November-12
Desember 2014?
7. Apakah ada hubungan antara hubungan seksual berisiko dengan angka kejadian
timbulnya keputihan patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan
Kembangan periode 1 November-12 Desember 2014?
8. Apakah ada hubungan antara penggunaan antibiotik dengan angka kejadian timbulnya
keputihan patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan Kembangan
periode 1 November-12 Desember 2014?
9. Apakah ada hubungan antara benda asing dengan angka kejadian timbulnya keputihan
patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan Kembangan periode 1
November-12 Desember 2014?

I. 3. Tujuan
I. 3. 1. Tujuan Umum

Menggambarkan hubungan higiene buruk dan faktor-faktor lainnya dengan kejadian


keputihan pada perempuan yang sudah/ pernah menikah yang datang berobat ke poli
kebidanan di Puskesmas Kecamatan Kembangan dengan keluhan keputihan atau
menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim dengan atau tanpa keluhan keputihan.
I. 3. 2. Tujuan Khusus
1.

Menggambarkan hubungan antara perilaku hygiene personal, coital dan menstrual


dengan angka kejadian timbulnya keputihan patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas

2.

Kecamatan Kembangan periode 1 November-12 Desember 2014?


Menggambarkan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan angka kejadian timbulnya
keputihan patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan Kembangan periode 1

3.

November-12 Desember 2014?


Menggambarkan hubungan antara diabetes melitus dengan angka kejadian timbulnya
keputihan patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan Kembangan periode 1

4.

November-12 Desember 2014?


Menggambarkan hubungan antara stress dengan angka kejadian timbulnya keputihan
patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan Kembangan periode 1

5.

November-12 Desember 2014?


Menggambarkan hubungan antara hubungan seksual berisiko dengan angka kejadian
timbulnya keputihan patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan

6.

Kembangan periode 1 November-12 Desember 2014?


Menggambarkan hubungan antara penggunaan antibiotik dengan angka kejadian
timbulnya keputihan patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan

7.

Kembangan periode 1 November-12 Desember 2014?


Menggambarkan hubungan antara spiral dengan angka kejadian timbulnya keputihan
patologis pada pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan Kembangan periode 1
November-12 Desember 2014?

I. 4. Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk:


1. Responden
Membantu responden membedakan antara keputihan fisiologis dan patologis.
Memberikan informasi tentang manfaat kebersihan alat genital.
2. Puskesmas Kecamatan Kembangan
Didapatkannya data mengenai faktor-faktor yang terkait dengan keputihan dan dapat
menjadi salah satu pertimbangan dalam melakukan pencegahan terhadap keputihan.
3. Peneliti
Dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dalam penatalaksanaan intervensi keputihan
pada perempuan yang menikah.